Friday, July 14, 2017

Bagaimana Penanganan dan Pemeliharaan Data Center yang Tepat?


Agar jaringan internet dan sistem penyimpanan serta pengolahan data-data dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan sebuah tempat bernama data center yang stabil dan aman. Stabil yang dimaksudkan adalah selalu dapat beroperasi dengan baik sehingga terhindar dari resiko downtime. Sedangkan aman yang dimaksudkan adalah berada di lokasi yang aman, sehingga terhindar dari resiko bencana alam dan resiko lain seperti cybercrime sehingga diperlukan cyber security yang kuat untuk menjaga keamanan sebuah data center tersebut.

Letak data center yang ideal adalah seharusnya tersembunyi, tidak untuk diexpose ke publik. Kerahasiaan lokasi data center ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan yang ada di data center. Mengapa data center ini harus benar-benar aman? Karena data center merupakan pusat penyimpanan dan pengolahan agar data dan informasi dari berbagai perusahaan, pelaku bisnis, maupun individu. Semua data-data ini tentu harus terjamin keamanan dan kerahasiannya. Selain itu, keamanan di data center bertujuan untuk menjauhkan tujuan-tujuan kejahatan yang berbentuk fisik. Jika bagian-bagian dari data center dicuri, data center juga tidak akan bisa berjalan dengan baik.  

Sebuah data center terdiri dari beberapa ruangan yang memiliki fungsinya masing-masing sehingga dapat membentuk suatu kesatuan agar data center dapat berjalan dengan baik. Beberapa ruangan tersebut antara lain adalah ruangan rak-rak server, ruangan pendingin, ruangan teknisi IT support, ruangan UPS, ruangan untuk generator cadangan, dan lain sebagainya.


Pengenalan Data Center
Img : Pixabay

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, data center adalah sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan, sekaligus memproses dan mengolah data-data dari berbagai sumber dan server agar tetap mudah diakses oleh user. Semua perangkat dan komputer yang ada dalam data center semua harus terhubung dengan jaringan internet, sehingga memudahkan akses transfer data dan koneksi.

Di Indonesia sendiri tentu telah banyak didirikan bangunan yang difungsikan untuk data center. Mengingat banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang tengah berkembang di Indonesia. Namun data center tidak boleh hanya diletakkan pada satu tempat, melainkan sebuah perusahaan harus memiliki minimal dua atau lebih data center yang tersebar di kota maupun negara yang berbeda-beda. Tentu data-data center tersebut memiliki standarisasi tersendiri agar layak disebut sebagai data center.

Beberapa standarisasi infrastruktur yang harus ada pada setiap data center antara lain adalah :
  1. Rak-rak server
  2. Sistem kelistrikan
  3. HVAC
  4. Security dan akses maintenance
  5. Kabel dan fiber optik
  6. Raised floor

Img : Electronic Packaging






Masing-masing dari infrastruktur serta bagian-bagian tersebut harus dijaga dan dimaintenance dan harus secara rutin dicek fungsi dan kerusakannya secara berkala. Maka dari itu, perlu untuk menempatkan teknisi yang bertanggung jawab penuh terhadap maintanance infrastruktur yang ada pada data center agar data center terhindar dari resiko kerusakan dan bencana lainnya.


Mengapa Perlu Pemeliharaan Data Center?
Selain masalah keamanan, data center amat sangat penting untuk dijaga tentang segala infrastrukturnya. Mengapa pemeliharaan infrastruktur pada data center ini sangat penting untuk dilakukan? Tentu untuk menghindari masalah-masalah seperti downtime, kerusakan alat dan infrastruktur seperti konsleting listrik, listrik yang padam, ruangan server yang terlalu panas atau lembab, alat-alat infrastruktur yang aus atau rusak, dan lain sebagainya.

Downtime sendiri dapat terjadi akibat aliran listrik yang tiba-tiba padam. Maka dari itu perlu disediakan generator cadangan untuk menjaga aliran listrik tetap stabil. Namun UPS juga tidak kalah penting dalam menyimpan energi listrik pada waktu proses pemindahan dari listrik biasa ke generator cadangan. Hal yang paling dihindari dari kerusakan yang ada pada infrastruktur data center adalah downtime. Mengapa? Karena downtime mengakibatkan banyak kerugian, tidak hanya bagi data center itu sendiri namun juga kepada seluruh klien yang telah ‘menitipkan’ data-data dan informasi mereka pada data center tersebut. Tentu apabila server down, banyak aktifitas website yang diakses melalui internet akan terhambat bahkan tidak berjalan sama sekali. Maka dari itu, akan banyak sekali kerugian yang dialami oleh perusahaan yang servernya down. Misalnya saja perusahaan perbankan, bursa efek, rumah sakit, dan perusahaan-perusahaan yang memiliki dasar penjualan secara online seperti contohnya Amazon.


Kerugian Pemeliharaan yang Tidak Rutin
Img : Pixabay

Secara rutin memantau dan memelihara alat-alat infrastruktur yang ada pada data center akan mengurangi prosentase kerugian yang dapat ditimbulkan. Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin berarti sebuah tindakan untuk mengantisipasi adanya masalah yang mungkin ada pada data center. Kita tidak pernah tahu kapan usia suatu perangkat mengalami penurunan atau kerusakan. Dan jika hal ini dibiarkan tanpa diketahui sejak dini, tentu akan mengakibatkan bagian dari data center menjadi rusak dan tidak befungsi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika data center mati atau mengalami downtime, maka akan banyak sekali kerugian yang dapat ditimbulkan. Baik bagi data center itu sendiri maupun untuk konsumen. Misalnya saja kerugian di bagian data-data yang disimpan menjadi rusak/corrupt, kerusakan infrastruktur dan peralatan yang ada pada data center, produktifitas data center yang menurun atau terhambat, maupun kerusakan kepercayaan konsumen terhadap brand/merek data center itu sendiri.

Masih banyak lagi kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan apabila data cneter mengalami kerusakan yang mengakibatkan downtime. Downtime sendiri juga dapat terjadi akibat kesalah teknis seperti aliran listrik yang mati. Padahal server yanga da pada data center harus terus dialiri listrik selama 24/7. Sehingga keberadaan generator cadangan dan UPS sangat membantu mengurangi resiko kesalahan teknis akibat aliran listrik yang mati.


Manfaat Pemeliharaan Data Center
Rutin melakukan maintenance pada semua aspek infrastruktur data center dapat menghindarkan dari segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi apabila data center rusak / mengalami masalah seperti misalnya downtime dan kerusakan infrastruktur data center. Sebuah data center itu sendiri memiliki elemen-elemen infrastruktur seperti :
  1. Blade server, yaitu server yang memiliki ukuran lebih kecil dan hemat energi. Blade server berfungsi sebagai file sharing, website, keamanan SSL, streaming video dan audio, serta transcoding.
  2. FlyWheel UPS, fungsi utamanya sebagai media cadangan penyimpan energi listrik untuk data center.
  3. Retina scanners, berfungsi sebagai elemen security secara fisik bagi ruangan data center.
  4. Ethernet switch 100GB, semakin besar kemampuan untuk mentransfer data, maka lalu lintas transfer juga akan semakin cepat.
  5. Akses point wireless, berfungsi untuk monitoring data center secara wireless.
  6. Digital data shredder, berfungsi untuk menambah keamanan pada storage server melalui perintah pemilihan penghapusan data.
  7. SSD SAN storage, merupakan harddisk atau media penyimpanan yang memiliki kapasitas besar dan kemampuan transfer data yang tinggi.
  8. KVM consoles server, alat untuk memonitor seluruh server.
  9. Virtual tape libraries, berfungsi untuk keperluan backup dan restore dalam pengelolaan harddisk pada server.
  10. Network attached storage, atau harddisk wireless yang berfungsi untuk mengelola aplikasi dan internal work pada data center.


Img : Pixabay


Rutin melakukan pemeliharaan data center dapat memberikan beberapa keuntungan yang signifikan. Beberapa keuntungannya antara lain adalah :
  1. Menurunkan resiko biaya operasional. Karena pemeliharaan secara rutin dapat memperpanjang usia operasional perangkat-perangkat yang digunakan.
  2. Operasional dapat berjalan dengan lancar, karena tidak ada kendala dalam sistem dan perangkat maka otomatis aktifitas rutin dapat berjalan secara lebih efektif.
  3. Minim resiko dan dapat upgrade skill teknisi data center. Setiap ada kendala, merupakan sebuah tantangan yang harus diselesaikan agar tidak menjadi masalah yang ebsar. Sehingga dengan kata lain teknisi IT yang bekerja ditempat tersebut terupgrade skill nya.
  4. Dapat meningkatkan penguatan brand dan kepercayaan dari konsumer. Hal ini dikarenakan server yang tidak pernah down, sehingga konsumen akan percaya terhadap layan dan support penyedia server.

Cara Pemeliharaan Data Center yang Tepat
Apa saja infrastruktur data center yang perlu dilakukan maintenance secara rutin? Ada beberapa infrastruktur dari data center yang sebaiknya dilakukan maintenance secara rutin untuk mencegah kerusakan dan kerugian yang dapat ditimbulkan. Ada beberapa persyaratan umum dalam menjalankan pemeliharaan data center, antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Keselamatan karyawan adalah prioritas nomor satu. Walaupun pemeliharaan data center ini penting, namun yang lebih penting adalah kelematan dan kesejahteraan karyawan. Karena bagaimanapun juga, karyawan yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul pada data center.
  2. Membuat jadwal pemeliharaan yang rutin. Infrastruktur yang paling rutin harus dicek adalah UPS, generator cadangan, serta mesin-mesin pendingin. Hal ini adalah yang paling krusial.
  3. Membuat skema dan evaluasi hasil pemeriksaaan. Evaluasi selalu bermanfaat untuk perbaikan kedepannya.
  4. Membuat perkiraan estimasi waktu pemeliharaan. Mengetahui perkiraan jumlah waktu yang dibutuhkan sangat penting untuk mengetahui seberapa lama ,masalah dapat diselesaikan.
  5. Membuat arsip rincian pemeliharaan, seperti misalnya masalah apa saja yang pernah muncul serta siapa teknisi yang bertugas untuk menghandlenya.
  6. Membuat sebuah sistem manajemen yang terintegrasi dengan jaringan, sehingga evaluasi dapat dilihat dari manapun, kapanpun, dan dimanapun. Kemudahan dalam mengakses masalah-masalah ini akan memudahkan juga dalam memutuskan tindakan apa yang harus diambil.


Bagaimana jika Data Center terkena Kerusakan?
Img : Pixabay

Salah satu tindakan yang paling tepat jika kemungkinan terburuk ketika terjadi downtime atau kerusakan pada data center adalah menyiapkan Disaster Recovery Plan yang tepat dan aman. Salah satunya adalah dengan menyiapkan data center lain, maka dari itu sangat penting data center harus minimal berjumlah dua yang terletak minimal 35 KM dari data center utama. Semakin jauh maka akan semakin baik untuk mengurangi resiko.

Sehingga apabila terjadi konsleting atau bencana alam yang mendadak, maka aktivitas operasional data center dapat dialihkan sementara ke colocation data center yang lain. Lokasi data center cadangan data center inipun sangat beragam. Akan lebih baik apabila dua data center tidak berada di satu kota yang sama. Sehingga apabila terjadi sebuah kurusuhan atau bencana alam di kota yang satu, maka data center di kota lainnya masih aman. Bisa juga data center diletakkan terpisah oleh provinsi bahkan beda negara. Jika demikian, resiko kerusakan data center akan menjadi semakin kecil.






0 komentar: