Friday, December 22, 2017

Membangun Perusahaan Berbasis AI, Mengapa Tidak?



Sukses adalah impian semua orang. Dan banyak cara yang dilakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Cara masing-masing orang tentu berbeda. Ada yang memilih bekerja kantoran, ada yang memilih bisnis dan usaha, dan lain sebagainya. Nah, bagi pebisnis yang ingin membuka perusahaan baru, mengapa tidak mencoba memikirkan untuk membuat perusahaan yang memiliki basis Artificial Intelligence (AI) didalamnya? Terdengar asing? Sebenarnya tidak. Karena pada dasarnya telah banyak sekali perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang telah menggunakan dan memanfaatkan kecerdasan AI sebagai basis perusahaannya. Malah justru, perusahaan yang belum menggunakan atau menerapkan kecerdasan Ai bagi perusahaannya merupakan sebuah kesalahan karena dapat mengakibatkan ketertinggalan dalam persaingan bisnis yang cukup ketat.


Memiliki sebuah bisnis startup maupun perusahaan besar tentu memerlukan manajemen yang tentu tidak mudah. Disinilah salah satu peran kecerdasan buatan diperlukan. AI dapat membantu memangkas waktu-waktu yang biasa digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan otomatisasi dengan menggunakan sistem komputer dan bantuan AI. Keuntungannya, tentu saja Anda dapat mengerjakan hal-hal lain yang tidak dapat dikerjakan oleh AI misalnya saja memikirkan strategi marketing berikutnya. Banyak hal yang  bisa dilakukan oleh AI, misalnya saja membantu sistem pengumpulan data, pengarsipan data, serta perintah-perintah sederhana lainnya.


Apa saja contoh penggunaan AI dalam sebuah perusahaan? Tentu sangat banyak, sebut saja untuk membuat voicebot yang baru, alat-alat rumah tangga, platform pengembangan robot, atau perusahaan konsultan yang dapat menawarkan jasa untuk menguji bot AI dari perusahaan-perusahaan lainnya, dan masih banyak yang lainnya. Semakin banyak orang yang sadar tentang fungsi dan pentingnya mengaplikasikan bantuan AI dalam sebuah perusahaan untuk membantu meringankan dan menyederhanakan pekerjaan.

Perjalanan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
Artificial Intelligence (AI) pertama hadir untuk diaplikasikan pada robot. Fungsinya adalah untuk menambahkan kecerdasan manusia pada robot atau bots seperti persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, menerjemahkan berbagai macam bahasa, dan tugas-tugas sederhana lainnya. Penerapan AI dalam kehidupan sehari-haripun juga sudah dilakukan, contohnya yaitu seperti pada aplikasi chat yang telah menggunakan sistem/program chatbots sehingga lebih terasa real seperti melakukan chatting dengan sesama manusia bukan terhadap sistem/robot.  


Sampai saat ini, memang terus dilakukan pengembangan untuk AI, mulai dari tingkat kecerdasannya, kemampuan menerjemahkan berbagai bahasa, kemampuannya menjawab pertanyaan secara masuk akal, hingga penerapannya pada produk yang digunakan manusia sehari-hari. Contohnya adalah Apple yang terus mengembangkan dan menyempurnakan Siri, maupun Google dengan layanan Ok, Google nya.


Nah, bagaimana dengan perkembangan serta kemajuan AI di Indonesia? Bagaimana awalnya hingga AI bisa sampai ke Indonesia? Pada tahun 2009 telah banyak dimulai penelitian di bidang pengembangan AI. Hal-hal yang diteliti antara lain adalah penelitian di bidang software, pengembangan hardware, pengolahan big data, serta kebangkitan dari AI itu sendiri. Salah satu lokakarya yang terkenal pada saat itu adalah “Deep Learning for Speech Recognition and Related Applications” yang dihelat pada tahun 2009.


Penelitian ini didukung dengan pergeseran tren di Indonesia yang saat ini lebih menggunakan kemudahan berinteraksi secara online. Serta perkembangan media sosial yang didukung dengan budaya dan karakter orang Indonesia yang gemar melakukan obrolan melalui aplikasi chat. Peluang ini tentu saja dilirik oleh para pemilik perusahaan besar di Indonesia. Ada beberapa perusahaan besar yang tentu saja telah memanfaatkan AI dalam bisnisnya. Katakan saja bisnis di bidang e-commerce, institusi finansial, hingga pemerintahan juga telah memanfaatkan kecerdasan dari AI. Chatbots bisa menjadi asisten robot yang membantu pekerjaan manusia. Misalnya saja membalas sapaan dan pertanyaan-pertanyaan yang masuk dari chat sebuah online shop. Customer akan merasa lebih bahagia dan puas jika chatnya pertanyaannya dibalas, daripada disuruh menunggu antrian untuk dijawab pertanyaannya. Tidak heran jika hal ini banyak diinginkan oleh sebagian besar lapisan masyarakat di Indonesia.


Di Indonesia aplikasi chatbots memang lebih dekat hubungan dan implementasinya kepada pelayanan pelanggan (customer service). Dalam sebuah website e-commerce, bot juga bisa dimanfaatkan sebagai asisten digital pemberi referensi produk lain setelah konsumen memilih satu produk tertentu. Namun pengembangan AI di Indonesia masih terganjal dengan kendala pengumpulan data, karena Indonesia sendiri terdiri dari beribu-ribu kepulauan luas yang tentu memiliki berbagai ragam bahasa yang berbeda-beda. Selain bahasa yang menjadi kendala untuk pengembangan AI di Indonesia, faktor penyedia jasa, developer, serta penyedia API juga diperlukan untuk mendukung program bisnis berbasis AI.


Mengapa AI Penting untuk Para Pelaku Bisnis?
Img : Pixabay

Bagaimanapun juga, perkembangan bisnis ke arah teknologi digital ini sudah tidak dapat dihindari lagi. Jika tidak ingin tertinggal, maka harus selalu mengikuti trend yang terjadi, serta update terhadap perkembangan teknologi. Saat ini pelaku bisnis tentu dituntut untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam berinovasi demi masa depan perusahaan. Selain sebagai strategi mempertahankan bisnis, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan dampak positif yaitu untuk meningkatkan kualitas pemenuhan kebutuhan dan layanan kepada konsumen.


Dengan kata lain, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan manfaat yang baik. Karena saat ini trend sedang bergerak kearah digitalisasi, maka tentu para pemilik bisnis harus mengikutinya. Jika tetap menggunakan metode lama dan tradisional, bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan kalah oleh para pesaingnya. Dimana perusahaan yang lain sudah menggunakan bantuan AI untuk memanage customer service, aplikasi chat, dan lain sebagainya.


Bagaimana Membangun Bisnis Berbasis AI?
Lantas bagaimana cara membangun bisnis dengan menggunakan basis AI didalamnya? Memang tentu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Diperlukan kerjasama team serta kerja keras dari berbagai pihak agar dapat berjalan dengan baik. Tentu saja mulai dari pimpinan, team IT, hingga seluruh karyawan. Perusahaan besar memerlukan pengaturan data yang terstruktur dan jelas. Hal ini artinya, lebih dari 80% proses yang standar, dapat dikerjakan secara mandiri oleh program berbasis AI. Program ini dapat membantu mengumpulkan data-data perusahaan yang didapatkan dari berbagai sumber. Data ini biasanya adalah data yang ingin diteliti atau dievaluasi demi kemajuan perusahaan. Misalnya data kepuasan konsumen, data laporan keluhan konsumen, dan lain sebagainya. Sehingga perusahaan dapat memutuskan apa strategi perbaikan yang diperlukan serta inovasi apa yang harus dilakukan.


Komputer dan program berbasis AI dapat digunakan untuk memonitor sebuah data, dan berdasarkan data-data tersebut, maka perusahaan dapat membuat sebuah analisa pencapaian serta rencana tertentu. Komputer yang belajar dari data dapat dikatakan sebagai machine learning. Data yang dihimpun sistem AI bisa berupa tulisan, data, grafik, dokumen, gambar, hingga video. Pada dasarnya AI belajar mirip sebagaimana manusia belajar. Semua pengetahuan dan hal baru yang ditemukan, bisa diinstall kedalam program AI sehingga program tersebut dapat dijalankan untuk membantu kebutuhan manusia.


Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia Menggunakan AI
Img : Pixabay

Telah banyak perusahaan di Indonesia yang telah mengaplikasikan basis kecerdasan AI dalam bisnisnya. Salah satu perusahaan besar sebagai contohnya adalah LINE, dimana LINE memiliki aplikasi bernama LINE@ yang mengutamakan aplikasi chatting dengan bot. Penggunaan aplikasi chatting tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan tertentu, namun jug dapat diterapkan pada bidang perusahaan telekomunikasi, perbankan, konsultan, serta retail.

Jumlah pengguna aplikasi berbasis AI / bot tentu saja juga akan terus semakin meningkat. Dengan adanya hal ini, tentu juga berdampak pada semakin meningkatnya perkembangan bisnis di Indonesia. Tentu saja perkembangan trend dan budaya yang semakin bergeser ke dunia digital harus segera diikut, jika tidak tentu saja akan jauh tertinggal. Melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kunci untuk membuat produk sebagai solusi bagi permasalahan konsumen tersebut. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan di bidang komunikasi di dunia digital ini, sudah seharusnya layanan yang diberikan juga disesuaikan. Pertumbuhan pada mobile dan messaging yang berlipat-lipat tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Jadi jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan bisnis dalam skala global, sebagai pemilik bisnis harus lebih jeli melihat peluang dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.


Manfaat bagi Perusahaan Menggunakan Basis AI
Selain lebih unggul dalam persaingan dunia bisnis di era digital ini, menggunakan kecerdasan AI dalam perusahaan juga dapat memberikan berbagai manfaat positif lainnya. Namun secara prinsipnya, sistem kecerdasan buatan ini berfungsi sebagai sebuah sistem sensor. Sistem sensor AI dapat digunakan antara lain untuk knowledge-based system, automatic knowledge acquisition, genetic algorithms, case-based reasoning, serta ambient-intelligence.


Img : Pixabay



Selain tugas utama AI bagi bisnis seperti yang telah disebutkan diatas, menggunakan kecerdasan buatan bagi perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, antara lain adalah sebagai beikut :
  • Sistem reporting
    Dengan banyaknya client dengan data-data serta variabel yang perlu dianalisis, report menjadi salah satu fokus penting. Dengan bisnis yang berkembang semakin besar, otomatisasi pengumpulan data dari sistem akan lebih menguntungkan dan dapat menghemat waktu cukup banyak.
  • Automatic content maker
    Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika suatu saat nanti pembuatan konten dapat dihandle oleh sistem dan mesin. Hal ini tentu masih butuh pengembangan karena konten memerlukan value yang tepat agar dapat secara tepat sasaran disampaikan kepada konsumen.
  • Meminimalkan double to-do
    Bekerja secara team dapat membantu mempermudah pekerjaan. Namun juga bisa menimbulkan resiko terjadinya pengerjaan tugas yang dilakukan secara double oleh beberapa orang dikarenakan kurangnya koordinasi, sistem komunikasi yang kurang baik, dan hal lainnya. Namun dengan kecerdasan AI, hal ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Tidak akan ada pekerjaan sia-sia dan waktu yang percuma karena mengerjakan suatu pekerjaan secara double lagi.
  • Case-based reasoning
    Pada saat terjadi suatu masalah, sistem AI akan mencari arsip data dalam database untuk menyelesaikan kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tahapannya adalah :
    - Retrieve yaitu sistem secara otomatis akan mencari dari database, darimana kasus berasal serta solusi penyelesaiannya
    - Reuse yaitu mengadopsi solusi yang dibutuhkan dari kasus-kasus sebelumnya
    - Revisi yaitu jika solusi yang baru belum bisa berjalan dengan sempurna, maka sistem akan melakukan revisi hingga penyelesaian cocok dengan kasusnya
    - Retain yaitu ketika solusi baru dapat menyelesaikan masalah, sistem akan menyimpan solusi tersebut dalam memori database
Tantangan dalam Pengembangan dan Penggunaan AI bagi Perusahaan
Img : Pixabay

Jika tidak berhati-hati, dalam 50 tahun kedepan bisa saja kecerdasan AI akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Maka dari itu manusia harus lebih cerdas dalam mengasah skill dan upaya dalam menambah knowledge. Hal ini tentunya memerlukan waktu dalam penelitian serta pengembangan yang cukup lama. Ada beberapa hal yang menyebabkan kendala penggunaan AI pada sektor bisnis dan perusahaan, diantaranya adalah :
  • Karena AI adalah bot sistem dan kecerdasan buatan yang diciptakan, tentu AI tidak memiliki common sense, perasaan sensitif, dan kepekaan seperti manusia.
  • AI memang sangat cerdas jika dikaitkan dengan bilangan data, hitungan, perhitungan sebuah data, dan lain sebagainya. Namun kecerdasan AI masih belum bisa menggantikan otak manusia dalam melahirkan ide-ide segar dan inovasi baru.
  • Terbatasnya kecerdasan pada sebuah AI sesuai dengan apa yang manusia berikan padanya. AI tidak akan dapat belajar dengan sendirinya kecuali manusia yang menginstall program update atau tambahan informasi kepada AI tersebut.
  • Pengembangan AI juga masih dilakukan yaitu untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh AI dengan program AI itu sendiri.


Daftar Perusahaan Besar Berbasis AI di Tahun 2017
Pengaplikasian AI pada beberapa perusahaan besar memang benar-benar telah dilakukan. Dan hal ini terjadi pada semua bidang, mulai dari business intelligence, produktivitas, manajemen pelanggan, SDM dan talent, penjualan dan pemasaran B2B, pemasaran konsumen,  keuangan dan operasi, perdagangan digital, data science, engineering, keamanan dan resiko, hingga industri dan manufaktur. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bitnesia, berikut ini adalah contoh perusahaan-perusahaan yang bergerak secara B2B yang telah melakukan perubahan besar dengan mengaplikasikan kecerdasan AI dalam sektor bisnisnya. Daftar perusahaan tersebut antara lain adalah 6Sense, Albert, Aviso, BrightFunnel, Clari, Conversica, InsideSales, Lattice Engines, Mintigo, Radius, Sudo, Salesforce Einstein, Tact, dan Zensight.

Bahkan ada juga perusahaan yang melakukan terobosan besar dengan cara melakukan akuisisi terbesar pada bidang AI. Kedua perusahaan itu adalah Google dan Intel. Google dengan pengembangan Google Assistant serta Google Home nya. Intel yang mengakuisisi Nervana dengan pengembangan program NVIDIA nya. Pertarungan dari kedua raksasa penguasa teknologi ini akan terus berlanjut demi mencoba mendapatkan solusi teknologi yang terbaru.


Masa Depan Penggunaan AI pada Perusahaan
Img : Pixabay

Kesuksesan di masa depan akan dengan sangat mudah dicapai apabila Anda menginvestasikan budget dalam bisnis berbasis AI. Dengan bantuan AI, sistem otomatisasi mulai dari mengumpulkan data, menganalisis, menginterpretasikan data, hingga menarik kesimpulan dapat dilakukan dengan bantuan AI. Dengan bantuan AI, pekerjaan Anda akan semakin mudah karena AI dapat membantu pada berbagai bidang sektor bisnis.

Saat ini saja sudah banyak pekerjaan manusia yang telah diambil alih oleh mesin. Karena dari segi produktivitas, robot memang tidak memerlukan istirahat, tidak seperti manusia. Dan hal ini bisa berarti Anda dapat melakukan proses produksi selama 24 jam penuh tanpa harus memikirkan insentif lembur bagi karyawan. Jika dilihat dari aspek digital dan eknonomi, tentu memang hal ini lebih menguntungkan. Namun sepintar-pintarnya robot, manusialah yang menciptakan robot beserta kepintarannya tersebut. Jangan sampai kecerdasan manusia juga dapat direbut atau bahkan dikalahkan dengan kecerdasan robot. Jangan sampai robot juga mengambil sisi kemanusiaan dan akal sehat yang hanya dimiliki oleh manusia. Pergunakan teknologi sebaik-baiknya namun tetap lebih baik untuk juga mempertimbangan aspek-aspek dan value lain dalam pengembangan bisnis.







Wednesday, August 9, 2017

Masa Depan Aplikasi Chat dan Messaging


Apakah Anda merupakan orang yang addictive menggunakan smartphone? Memang smartphone memiliki arti penting, selain fungsi utamanya sebagai alat komunikasi, smartphone juga berfungsi untuk menyelesaikan berbagai masalah pekerjaan, marketing, serta dimanfaatkan untuk keperluan bisnis. Smartphone juga dapat berfungsi sebagai media untuk networking, entertainment, dan social media. Dalam fungsinya sebagai media untuk berkomunikasi, smartphone kini telah dilengkapi dengan berbagai macam aplikasi messaging yang cepat, aman, dan gratis. Jika dulu orang hanya dapat mengirimkan pesan melalui email dan SMS, sekarang telah banyak aplikasi messenger yang mendukung keamanan, kecepatan, dan kemudahan dalam mengirim pesan tersebut.

Berbicara tentang aplikasi messenger yang terdapat pada samrtphone, tentu saat ini satu unit smartphone tidak hanya memiliki atau menginstall satu aplikasi messenger saja. Pasti ada lebih dari satu aplikasi messenger yang terpasang pada smartphone Anda. Coba sekarang Anda cek pada gadget/smartphone yang dimiliki, ada berapa aplikasi chat dan messenger yang terinstall pada smartphone Anda? Banyaknya chat dan aplikasi messenger yang terpasang ini tentu disebabkan karena masing-masing aplikasi memiliki keunggulan serta manfaat tersendiri dibandingkan dengan aplikasi yang lainnya. Sehingga untuk hanya memilih salah satu beberapa aplikasi chat dan messenger tersebut tentunya adalah pilihan yang sulit. Karena masing-masing aplikasi memiliki keunggulan masing-masing walaupun pada dasarnya secara fungsi sama yaitu sebagai media komunikasi berbentuk chatting dan messenger. Nah, apa saja aplikasi chat dan messenger yang biasanya terinstall di smartphone-smartphone tersebut? Beberapa aplikasi chat dan messenger yang populer diantaranya adalah aplikasi WhatsApp, LINE, Blackberry Messenger, Google Hangouts, Facebook Messenger, WeChat, Tinder, BeeTalk, KakaoTalk, Skype, Slack, Telegram, Badoo, dan masih banyak yang lainnya.

Memiliki beberapa aplikasi chat dan messenger yang ada pada smartphone tentunya memiliki beberapa manfaat dan dan kekurangannya masing-masing. Yang pertama mungkin Anda akan dibuat kerepotan dengan banyaknya notifikasi atau pemberitahuan yang masuk ke smartphone untuk menginformasikan adanya pesan atau broadcast baru yang baru saja Anda terima. Anda harus selalu melakukan switch aplikasi chat yang menerima pesan tersebut. Misalnya dari LINE ke WhatsApp, dan kemudian ke Facebook Messenger, dan lain sebagainya. Pergantian aplikasi ini kadang membingungkan bagi sebagian penggunanya, karena bisa terjadi kesalahan pengiriman ke contact, dan lain sebagainya.


Definisi Chatting
Img : Pixabay

Chatting adalah percakapan yang terjadi melalui media teks antara dua orang atau lebih yang menggunakan media aplikasi chat yang terkoneksi dengan jaringan internet. Saat ini chatting tidak hanya berbentuk teks, tapi juga telah dilengkapi dengan bentuk pengiriman gambar, pesan suara atau rekaman, dan video. Percakapan chatting bisa terjadi antara dua atau atau lebih. Jika percakapan chatting terjadi lebih dari dua orang, maka dapat menggunakan chat group. Dengan chat group, maka pembicaraan dan informasi dapat disampaikan secara massal langsung kepada beberapa orang dalam waktu yang bersamaan atau real-time. Dalam pengiriman pesan atau teks chat ini memerlukan waktu yang relatif sangat cepat / real-time asalkan jaringan dan koneksi internet yang dimiliki cukup baik dan stabil. Ada beberapa perbedaan kebijakan terkait pengaturan jumlah maksimal anggota yang ada pada sebuah group dalam sebuah aplikasi chatting. Misalnya aplikasi chatting WhatsApp memiliki maksimal orang dalam sebuah grup sebanyak 256 orang.

Chatting pada dasarnya mengusung prinsip komunikasi secara online. Chatting bisa dibilang menggantikan posisi email untuk berkomunikasi secara cepat dan real-time. Karena walaupun email sampai sekarang masih sangat dibutuhkan oleh sebagian besar orang terutama oleh bisnis dan profesional, maka chatting melalui aplikasi ini lebih digemari secara fungsi karena lebih real-time, kita dapat melihat apakah orang yang sedang diajak bicara itu sedang online atau tidak kemudian bisa melihat apakah pesan tersebut telah terkirim dan sudah dibaca oleh penerima pesan. Sedangkan jika melalui email, pengirim tidak akan mengetahui apakah penerima email telah membaca email tersebut atau belum, dan tidak bisa mendapatkan balasan secara cepat dan real-time. Sehingga penggunaan aplikasi chatting ini lebih disukai sebagai konteks komunikasi karena efektif dan efisien.


Macam-Macam Aplikasi Chat dan Messaging
Img : Pixabay

Aplikasi chat dan messaging pada dasarnya memiliki prinsip komunikasi, sehingga seperti apapun konsep dan cara pengaplikasiannya, maka secara fungsi harus tetap melingkupi penyelesaian masalah komunikasi. Saat ini bahkan beberapa apliaksi chatting telah dilengkapi dengan layanan end-to-end encryption, atau chatting yang terlindungi dengan perlindungan enkripsi. Sehingga isi pesan yang Anda kirimkan tidak bisa dibajak dan dibaca oleh orang lain kecuali oleh pengirim dan penerima pesan. Sistem ini juga membuat bahkan pihak provider aplikasi chatting tersebut juga tidak bisa ‘mengintip’ isi pembicaraan yang dilakukan pengguna aplikasi tersebut.

Beberapa aplikasi chatting yang saat ini tengah populer antara lain adalah WhatsApp, LINE, dan Facebook Messenger. Hebatnya masing-masing aplikasi chat ini juga telah dilengkapi dengan sistem sync dengan contact di smartphone Anda, sehingga pengguna tidka perlu repot-repot untuk memasukkan atau invite contact seacar manual kedalam aplikasi chatting.


Manfaat Aplikasi Chat dan Messaging

Img : Pixabay

Berkomunikasi secara online dengan menggunakan aplikasi chatting dan messenger memiliki beberapa manfaat. Selain fungsi utamanya untuk mempermudah komunikasi real-time antara dua orang atau lebih, berkomunikasi dengan cara chatting juga lebih efektif dan dapat menghemat biaya. Karena berbeda dengan SMS yang menggunakan pulsa untuk biaya pengirimannya, chatting menggunakan jaringan internet. Sehingga jika dihitung bisa lebih hemat dan biasanya aplikasi chatting ini tidak pernah mengalami trouble.

Dengan aplikasi chatting ini, semua informasi dapat terkirim secara cepat, real-time, fast respon, dan dengan biaya yang sangat efisien. Beberapa aplikasi juga memungkinkan penggunanya untuk menggunakan nickname. Nickname adalah nama panggilan, jadi apabila seseorang merasa tidak nyaman menyebutkan identitasnya, maka orang tersebut bisa memilih nickname yang disukainya. Nickname juga dapat digunakan untuk keperluan bisnis, bukan hanya untuk kepentingan perorangan. Jadi misalnya Anda memiliki toko online, tentu untuk membalas pesan-pesan yang dikirimkan oleh konsumen Anda memerlukan identitas toko online Anda tersebut. Aplikasi chatting juga telah tersinkron dengan baik, dan dilengkapi dengan fitur auto refresh, sehingga Anda tidak perlu bingung mengupdate chatting yang masuk kedalam daftar chatting Anda.


Penggunaan Chatbots dalam Aplikasi Chatting
Img : Pixabay

Chatting tidak hanya bisa dilakukan langsung oleh satu orang dengan orang lainnya. Saat ini ada beberapa aplikasi chatting yang dilengkapi dengan bantuan chatbots, misalnya adalah aplikasi LINE@. Chatbots adalah sebuah teknologi yang menggunakan kecerdasan dari robot atau Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk membalas chat-chat yang diterima. Chatbots menggunakan sebuah teknologi AI yang memungkinkan pemilik akun untuk membuat otomatisasi auto-reply message. Penggunaan chatbots ini tentu sangat membantu sebuah bisnis online atau hal lain yang terkait dengan kesibukan dan efisiensi waktu yang dimiliki.

Pengaturan auto-reply message ini bisa digunakan untuk keperluan online-online shop terkait pembelian dan chat konsumen melalui media chatting LINE@. Auto-reply dapat disetting untuk digunakan ketika pemilik toko sedang tidak available atau sedang tidak berada dijam kerja, maka pesan akan tetap dibalas namun dengan template yang sudah dibuat sebelumnya. Biasanya sistem balas pesan melalui chatbots ini menggunakan keyword yang harus diketikkan oleh konsumen. Satu keyword akan muncul balasan atau penjelasan yang telah disetting sebelumnya.

Dengan chatbots, pelanggan tidak akan merasa ‘ditinggalkan’ karena alasan pesan chat yang tidak dibalas. Pada dasarnya ada beberapa kebutuhan chatbots ini, misalnya untuk greetings, untuk informasi harga, informasi produk, informasi ketersediaan dan jenis-jenis produk, informasi balas chat oleh admin di jam kerja, dan lain sebagainya. Chatbots sangat membantu tidak hanya tentang reply message, namun juga dapat membantu efisiensi waktu dan kurangnya tenaga kerja. Selain untuk keperluan bisnis, chatbots juga dapat digunakan sebagai media entertainment private chat. Jadi saat ini telah banyak official akun di LINE@ yang mengusung tema fun chatting. Caranya mudah saja, seseorang tinggal add official akun misalnya saja official akun @bangjoni untuk kemudian bisa chatting dengan Bang Joni. Bang Joni bisa digunakan untuk reminder hal-hal penting misalnya reminder ujian, reminder waktu bayar listrik, dan lain sebagainya. Tapi jangan salah ya, Bang Joni ini bukan real human melainkan hanya robot atau kecerdasan buatan yang dibuat oleh sistem aplikasi chatting yang berfungsi untuk membantu mempermudah kebutuhan manusia.


Manfaat Penggunaan Aplikasi berbasis Chatbots
Img : Pixabay

Menggunakan layanan chatbots tentu sangat bermanfat bagi orang dengan segudang kesibukan. Anda tidak perlu 24 jam memantau layar handphone untuk membalas chat-chat yang masuk. Dengan penggunaan bantuan chatbots tentu Anda bisa lebih menghemat waktu serta tenaga yang dibutuhkan untuk membalas chat-chat yang masuk. Chatbots dapat membantu membalas balasan jawaban secara real time, asalkan gadget Anda masih terhubung dengan jaringan internet.

Namun menggunakan layanan chatbots secara terus-menerus juga kurang baik bagi hubungan relationship yang harus dibangun dengan konsumen. Karena bagaimanapun robot tidak akan bisa membangun hubungan yang baik dengan mempertimbangkan perasaan dan psikis penerima pesan. Ya memang kita juga bisa mengatur auto-reply dengan bahasa yang baik dan tidak dengan huruf besar / capslock, namun tetap saja, jaringan emosional tidak akan bisa terbentuk. Orang tidak akan suka jika pesan-pesannya dibalas oleh robot secara terus menerus, hal ini akan mempengaruhi daya tarik dan minat konsumen terhadap keseriusan sebuah provider dalam menawarkan produknya. Maka sebaiknya memang chatbots ini jangan digunakan secara penuh tanpa campur tangan manusia sama sekali.


Masa Depan Aplikasi Chat dan Messaging
Img : Pixabay

Chatbots akan lebih menguasai dunia  chatting dan messaging. Biar bagaimanapun, otomatisasi akan lebih dibutuhkan oleh orang-orang di masa depan. Bahkan sekarang telah banyak AI yang membantu untuk mengirimkan pesan melalui perintah suara. AI telah dimanfaatkan sedemikian rupa untuk membantu pekerjaan manusia menjadi lebih sederhana dan menghemat banyak waktu. Perintah suara melalui AI tidak hanya digunakan untuk melakukan penulisan dan pengiriman pesan saja, melainkan seluruh aktifitas melalui smartphone seperti perintah untuk menunjukkan arah/direction, dimana terjadi kemacetan yang parah, jalan-jalan alternatif yang bisa digunakan, dan lain sebagainya. Semua kecanggihan dari AI ini selalu diperbaharui dan disesuaikan dengan kemajuan teknologi yang sedang berjalan.

Semua kecanggihan fitur yang ditawarkan oleh AI ini tentu akan sangat diminati oleh sebagian besar orang di era digital dan teknologi yang semakin maju ini. Lalu kemudian apa tantangan yang mungkin terjadi di masa depan dari berbagai aplikasi chatting dan messaging ini? Sistem AI yang terintegrasi dengan sistem cloud tentu sedikit demi sedikit akan mengubah cara orang berinteraksi. Mulai dari pertemuan antar muka secara langsung, sekarang telah beralih ke messaging-platform yang berbasis layanan mobile. Tidak hanya itu, interaksi berbasis teks dan percakapan suara melalui bot akan semakin merge. Sistem AI dan chatbots akan membuat era komunikasi menjadi terintegrasi dengan sistem jaringan komputasi.






Wednesday, December 28, 2016

Artificial Intelligence dan Robot Serta Kemampuannya Dalam Teknologi

Artificial Intelligence dan Robot Serta Kemampuannya Dalam Teknologi

Img: Businessoffashion
Surabaya (Wowrack)
- Kecerdasan buatan (AI) ini dapat dijadikan hal yang sangat menarik dalam sistem robotika. Akan tetapi teknologi ini justru membuahkan kontroversi ada orang yang setuju robot dipekerjakan untuk perakitan ada juga yang tidak setuju. Sama halnya dengan peran robot yang saat ini mulai menjadi pelayan di salah satu rumah makan di luar negeri.

Lalu apakah benar robot akan menjadi cerdas? Jika dianggap cerdas, robot hanyalah bentuk fisik dari sebuah kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Robot diciptakan untuk mengumpulkan data dan mengolah data, dimana semua data tersebut dikumpulkan oleh bantuan manusia.

Memang saat ini AI yang dimiliki sudah lebih mendekati dengan kecerdasan manusia biasa, akan tetapi kecerdasan tersebut masih dapat dibilang sebatas AI belum dapat meniru kemampuan intelektual yang dimiliki oleh manusia.

Komputer mungkin memang bisa memecahkan masalah, hanya saja masih berada pada alam yang terbatas. AI sebebnarnya memiliki ide dasar untuk memecahkan masalah lebih sederhana, meskipun pada kenyataannya masih rumit.

Robot AI atau komputer bekerja sebagai pengumpul data dan fakta pada situasi melalui sensor atau masukan dari manusia. Komputer membandingkan informasi tersebut untuk data yang disimpan untuk kemudian memutuskan apa yang didapatkan.

Sebagai contoh, sebuah program komputer akan bekerja sesuai perintah pada program tersebut. Jika sebuah robot difungsikan untuk menjadi pelayan, maka robot hanya bekerja sebagai pelayan, kecerdasan mereka tidak bisa berfungsi untuk kegiatan lain semisal untuk menjadi tukang kebun atau yang lainnya.

Meskipun AI dapat melakukan hal-hal yang menyerupai manusia, namun kekuatan manusia yang dimiliki secara alami tidak akan mampu dimiliki oleh robot. Itu adalah kenyataannya, meskipun banyak ahli komputer yang bermimpi untuk menciptakan Cyborg (manusia yang terintegrasi dengan mesin).