Wednesday, April 25, 2018

Workshop SEVIMA V.3 GOfeedercloud Gandeng Wowrack sebagai Partner Cloud


Pada tanggal 19 April 2018, PT. Sentra Vidya Utama atau lebih dikenal dengan SEVIMA, mengadakan Workshop GoFeeder Volume 3. Acara seperti ini sebenarnya rutin dilakukan satu tahun satu kali demi menjaga update informasi tentang perkembangan teknologi, khususnya di bidang aplikasi dan platform pendidikan. Bagi yang belum mengetahui tentang SEVIMA, jadi pada dasarnya SEVIMA adalah perusahaan konsultan dan pengembang teknologi informasi yang telah berdiri sejak 2004. SEVIMA telah banyak mengeluarkan produk-produk bertema pendidikan, diantaranya adalah SEVIMA Siakad yang diperuntukkan bagi Universitas untuk keperluan kegiatan administrasi operasional dan managemen, kemudian Siakad Cloud sebagai Software as a Service (SaaS) for University yang mana dapat membantu sistem Informasi Akademik Perguruan Tinggi tanpa kesulitan dalam menyediakan infrastruktur dan tenaga IT, kemudian ada SEVIMA Pay, SEVIMA Web Design, serta masih banyak produk SEVIMA yang lainnya. 

Workshop kali ini, SEVIMA menggandeng PT. Wowrack Indonesia sebagai partner provider cloud untuk SEVIMA. Acara workshop ini sekaligus merupakan acara launching aplikasi dari SEVIMA yang terbaru, bernama SEVIMA GOfeedercloud. Aplikasi ini akan banyak membantu Universitas dan Perguruan Tinggi dalam mengatur sistem KRS online, manajemen kelas dan jadwal, cetak laporan nilai mahasiswa (KHS, KRS, serta Transkrip), membantu memudahkan sistem pembayaran dan keuangan akademik, serta dapat membantu juga untuk memperbaiki kualitas data untuk Akreditasi BAN PT.


Launching Aplikasi GOfeedercloud

Acara workshop ini sangat menarik karena selain adanya sambutan langsung dari CEO SEVIMA yaitu Bp. Sugianto Halim, penjelasan mengenai pentingnya menggunakan cloud disampaikan oleh perwakilan dari Wowrack yaitu Bp. Nehemia Rhema. Dalam workshop ini, Bp. Nehemia menekankan pentingnya dewasa ini untuk menggunakan segala jenis platform berbasis cloud. Karena dengan cloud, selain pekerjaan menjadi lebih mudah, akses yang cepat, memungkinkan kolaborasi editing data dengan beberapa user sekaligus yang memiliki password dan credential login akses, serta yang terpenting adalah keamanan data-data serta informasi penting yang tersimpan dalam database cloud. Acara ditutup dengan doorprise berupa pembagian voucher  Wowrack Cloud for GoFeeder senilai Rp 1.100.000,-  sponsored by Wowrack kepada beberapa perwakilan dari Perguruan Tinggi yang menggunakan SEVIMA GOfeedercloud.

Pembagian voucher dari Wowrack

Workshop yang berlokasi di Hotel Santika Premiere Gubeng ini dihadiri oleh berbagai pimpinan serta perwakilan operator IT dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Selain itu, workshop ini juga dihadiri oleh narasumber yang telah banyak ditunggu oleh praktisi Perguruan Tinggi yaitu Prof. Ir. Moses Laksono Singgih, Msc, MRegSc, PhD, IPU selaku asesor BAN-PT untuk program studi AIPT dan Ketua Pusat Jaminan Mutu ITS 2009-2013. Kemudian narasumber kedua adalah Drs. Wawan Gunawan selaku Kepala Bidang PDDikti - Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang menyampaikan tentang akreditasi serta materi tentang pelaporan PDDIKTI.

Bp. Nehemia Rhema menyampaikan informasi tentang cloud

Acara workshop ini terbilang cukup menarik dan bermanfaat karena dapat menyampaikan ilmu serta informasi yang sangat penting bagi dunia pendidikan. Hal ini membuktikan bidang pendidikan juga tidak bisa terlepas dari kemudahan yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi. Dan Wowrack sebagai provider penyedia cloud terpercaya di Indonesia, khususnya di Surabaya yang memiliki layanan support selama 24/7 penuh, dengan senang hati mendukung dan menjembatani kebutuhan masyarakat khususnya di dunia pendidikan dengan kemudahan yang ditawarkan segala jenis aplikasi dan platform berbasis cloud. 


Follow :
Facebook SEVIMA : Sevima : Take IT Easy 
Instagram : @sevima_official 
Website : sevima.com 






Tuesday, December 27, 2016

Internet of Things (IoT) Aman Atau Berisiko

Internet of Things (IoT) Aman Atau Berisiko

Img:newsx
Surabaya (Wowrack)
- Meningkatnya jumlah Website dan juga konsep Internet of Things (IoT) dianggap sangat beresiko oleh Wakil Direktur NSA, Rick Ledgett. Ia juga mengingatkan agar para pelaku bisnis untuk lebih berhati-hati untuk mengurangi risiko serangan cyber.

“Ini adalah kebenaran yang sangat mendasar dari masalah keamanan cyber. Bahwa jaringan Anda yang sudah aman memiliki bagian terlemah dari perangkat keras maupun perangkat lunak (pada IoT)" ungkapnya.

“Dan koneksi ke jaringan kami ratusan ribu, mungkin jutaan perangkat yang terhubung ke internet yang berasal dari beberapa vendor dan disana terdapat perbedaan software dan jalur upgrade hardware (yang tanpa rencana keamanan yang koheren) berarti memiliki kerentanan yang diciptakan pada jaringan mereka” ungkap wakil NSA dalam ajang US Chamber of Commerce’s 5th Annual Cybersecurity Summit seperti yang dikutip dari Fedscoop.

Para ahli teknologi memperingatkan tentang dua masalah keamanan yang terpisah namun masih memiliki hubungan dengan Internet of Things (IoT) seperti contohnya menghubungkan sebanyak 20 juta perangkat yang dimiliki konsumen.

Bahkan bisa saja melalui device yang mengontrol semua yang ada di rumah baik lampu, pagar dan lain sebagainya.

Salah satu isu yang dijadikan contoh oleh Ledgett ialah perangkat IoT seperti built-in system pada pencahayaan rumah maupun mobil yang terhubung dengan Internet, apabila lampu ini dirangcang untuk bisa hidup selama 10 tahun, dan tanpa adanya update untuk menutup celah dan memperbarui perangkat lunak maka ini akan membuka kerentanan jaringan, hal ini diperlukan kerjasama antar konsumen dengan para pengembang untuk dapat menutup dan memperbarui kernetanan yang ditemukan.

“Ada hal-hal baik tentang itu (IoT) tapi juga ada hal-hal buruk didalamnya” ungkap Ledgett
“Tapi, pertumbuhan IoT, juga akan terus mengembangkan keamanan” pungkasnya.

Wednesday, October 5, 2016

Internet of Things (IoT) dan Efeknya Untuk Dunia Pendidikan

Img: universityherald
Surabaya (Wowrack)
- Internet of Things atau IoT adalah sebuah konsep besar saat ini yang dinilai mampu merevolusi semua industri dan juga masyarakat. Bahkan dalam pendidikan pun Internet of Things ini menjadi salah satu teknologi yang saat ini dipertimbangkan oleh para pengajar maupun anggota pemerintah yang terkait dengan pendidikan untuk menggunakannya guna berinovasi dan meningkatkan pembelajaran.


Dengan Internet ini, belajar menjadi lebih dinamis dengan cara mengintegrasikan metode tradisional dengan metode baru (IoT). Selain itu, dampak pembelajaran dengan IoT ini juga dinilai mampu menjadikan pelajaran di kelas serta diskusi antar siswa lebih hidup. Bahkan dengan IoT siswa juga akan mampu mengeksplorasi metode-metode belajar lainnya. Sebagai contoh, siswa dapat belajar dirumah dengan melihat video, terlibat dalam proyek kemudian mendiskusikan hasil belajar di luar kelas tersebut saat kembali ke sekolah.

Selain itu, teknologi modern dan IoT tidak terbatas hanya pada bagaimana siswa belajar tapi juga dapat meningkatkan keamanan IoT sendiri serta akses yang lebih luas untuk mendapatkan informasi. Selain itu juga dapat melacak sumber daya utama.

Pengaruh IoT ini juga memiliki efek lebih jauh lagi bagi para pelajar. Dalam pendidikan tinggi misalnya universitas, sebagai mahasiswa mungkin saat ini telah bosan dengan menggunakan buku, kebanyakan dari mereka lebih suka dengan teknologi seperti smartphone, tablet, laptop dan gadjet lainnya. Dengan IoT ini akses informasi yang mudah di akses dari mana pun dan kapan pun, akan membuat pelajar mampu mempelajari segala sesuatu yang baru. Bahkan akan mendorong para pelajar untuk mempelajari lebih lanjut lagi.

Selain itu, IoT juga memberikan pekerjaan yang lebih efisien bagi para pengajar dan pelajar. Contohnya adalah, para pengajar mampu mengoptimalkan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh pelajar. Dengan menggunakan cloud, par apengajar juga mampu melihat hasil serta statistik masing-masing pelajar dengan informasi yang lebih cepat dengan cara mengumpulkan data hasil belajar.
Selain itu, IoT juga mampu mengurangi biaya operasional sekolah, salah satu contoh sekolah yang sukses mengurangi biaya adalah Sekolah di New Richmonde, Tipp City, Ohio, Amerika Serikat. Dalam laporan, mereka mampu mengurangi sekitar USD128,000 setiap tahunnya dengan menggunakan sistem pembelajaran berbasis web-terpusat untuk mengontrol semua peralatan mekanik di sekolah.

Masih banyak hal-hal lain yang akan didapatkan dalam memanfaatkan IoT dan teknologi modern lainnya. Berikut ada sedikit video untuk mengenal IoT lebih lanjut.



Source

Wednesday, May 18, 2016

Wowrack Resmi Menjadi Mitra Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin)

Prosesi Penandatangan Kerja Sama Wowrack (USA) dengan Telkom USA
Los Angeles, CA – 12 Mei 2016 (Wowrack) -  Telekomunikasi Indonesia International (USA), Inc. (Telkom USA), sebuah anak perusahaan dari Telekomunikasi Indonesia International (Telin), penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terkemuka di Indonesia, hari ini mengumumkan kemitraan teknologi dan integrasinya dengan Wow Technologies, Inc (Wowrack.com), penyedia layanan cloud terdepan di Seattle.

Kemitraan ini menyediakan baik Telkom USA dan Wowrack kemampuan untuk meningkatkan dan memperbaiki portofolio layanan yang mencakup Hybrid Cloud, Private Cloud, Compliant Application Hosting, koneksi kabel fiber bawah laut Asia-USA Layer1, dan berbagai layanan telekomunikasi lainnya di pasar global.

"Telkom USA memahami bahwa infrastruktur yang melayani layer aplikasi dan pasar cloud telah menjadi semakin penting dalam persyaratan penyelenggaraan internet saat ini. Telkom USA saat ini memiliki kemampuan untuk memberikan koneksi dari layer1 sampai layer3 kepada pelanggan kami, tapi kami juga akan selalu perlu untuk melengkapi kemampuan kami dengan peningkatan layanan layer aplikasi," kata Joseph Sahat Raja, CEO, Telkom USA. "Kami memilih untuk membangun kemitraan strategis dengan Wowrack karena pemahaman mereka tentang pasar Asia dan Indonesia, dan juga kemampuan mereka dalam menyediakan infrastruktur yang aman dan redundan untuk pelanggan global kami.”

"Wowrack merasa bangga dan terhormat dengan peresmian kemitraan kami dengan Telkom USA. Kemampuan untuk menghubungkan jaringan intra-pacific melalui kabel fiber bawah laut dan perangkat jaringannya tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan kami, tetapi juga akan memungkinkan peningkatan perdagangan dan transaksi finansial antara Asia Tenggara dan Amerika Serikat," kata Erward Osckar, CEO, Wowrack. "Kami berharap untuk dapat melayani lebih banyak perusahaan di Asia Tenggara yang ingin melakukan perdagangan di Amerika Serikat dan sebaliknya. Saya sangat percaya bermitra dengan Telkom USA akan berujung pada peningkatan perdagangan yang lebih cepat.”

Penandatanganan kerjasama dilakukan di Los Angeles, CA saat berlangsungnya Forum Infrastruktur Indonesia (IIF), sebuah forum tahunan yang dibentuk antara Indonesia dan Amerika Serikat di bawah arahan Presiden Indonesia, Joko Widodo, untuk meningkatkan Infrastruktur Indonesia termasuk dalam proyek-proyek transportasi, energi dan teknologi. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Mr. Joseph Sahat Raja, CEO dari Telkom USA CEO dan Mr Erward Osckar, CEO dan Co-founder dari Wowrack. Penandatanganan ini disaksikan oleh Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat, Mr Budi Bowoleksono, Konsulat Jenderal Indonesia dari Los Angeles, Mr. Umar Hadi, dan kantor Kementerian Perhubungan Indonesia. Informasi lebih lanjut tentang IIF dapat ditemukan di: www.indonesia-infrastructure-forum.org.
               
Tentang Telkom USA
Telekomunikasi Indonesia International (USA), Inc (Telkom USA) didirikan pada tanggal 11 Desember 2013. Perusahaan ini terletak di Los Angeles, California dan menjadi anak perusahaan yang 100% sahamnya dimiliki oleh PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin). Telkom USA menjalankan bisnis yang berkaitan dengan produk telekomunikasi, layanan telekomunikasi, teknologi informasi (IT), produk teknologi informasi (IT), dan layanan teknologi informasi (IT). Portofolio bisnis Telkom USA saat ini adalah managed services, wholesale business, enterprise business, dan digital business.

Telkom USA berpartisipasi dalam konsorsium tujuh perusahaan telekomunikasi internasional yang membangun sistem kabel bawah laut yang baru yang langsung menghubungkan Asia Tenggara dan Amerika Serikat (SEA-US). SEA-US akan menghubungkan lima wilayah yang meliputi Manado (Indonesia), Davao (Filipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii) dan pusat kota Los Angeles (California, Amerika Serikat). SEA-US membentang sejauh 15,000 kilometer, menyediakan latensi yang rendah serta menambah kapasitas 20 Tbps, dan memanfaatkan perangkat dengan transmisi 100 Gbps. Untuk lebih detail, silahkan kunjungi www.telkom-usa.net.

Tentang Telin
Telin merupakan anak perusahaan dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TELKOM), penyedia layanan telekomunikasi dan jaringan terbesar di Indonesia, yang didirikan untuk mengawasi dan mengelola bisnis TELKOM di luar negeri dan bertujuan untuk memberikan nilai kepada para stakeholdernya dalam lingkungan industri yang sangat kompetitif. Di bawah portofolio bisnis yang mencakup International Telecommunication Carrier dan Services seperti voice, data dan data center serta investasi strategis, Telin berusaha untuk membawa layanan telekomunikasi terbaik dan solusi dalam lanskap bisnis yang kompetitif untuk saat ini dan juga kedepannya. Telin memiliki kantor global di Amerika Serikat (Telkom USA), Singapura (Telin Singapore), dan Hong Kong (Telin Hong Kong) sebagai gerbang utama ke pasar telekomunikasi internasional. Telin berkomitmen untuk menjembatani dunia dengan Indonesia melalui layanan komunikasi global yang terbaik.


Tentang Wow Technologies, Inc. (Wowrack)
Didirikan pada tahun 2001, Wow Technologies, Inc (Wowrack) adalah Hybrid Cloud IaaS yang menawarkan berbagai layanan cloud termasuk Private / Public Cloud, Managed Hosting Solutions, Dedicated Server Solutions, Colocation, Backup dan Disaster Recovery sebagai layanannya, Virtualization dan Circuit WAN Delivery. Kompetensi yang dimiliki Wowrack di antaranya mampu merancang, menyediakan, melaksanakan, mengelola dan memantau infrastruktur layer aplikasi menggunakan platform hybrid cloud yang aman. Wowrack saat ini memiliki 9 titik datacenter global dan berkantor pusat di Seattle, WA. Informasi lebih lanjut tentang Wow Technologies, Inc dapat ditemukan di www.wowrack.com. (Cinthya/Jane/wwrk)