Tuesday, November 7, 2017

Manajemen Data dapat Mencegah Data Loss


Kumpulan berbagai macam informasi yang terdiri dari file, foto, video dan lain sebagainya merupakan definisi dari sebuah data. Data dibuat dan berada dimana-mana, di berbagai sektor dan bidang kehidupan. Semua orang menghasilkan data, bahkan untuk hal terkecil sekalipun. Misalnya saja Anda mencatat agenda dan to do list pada smartphone, maka hal tersebut sudah termasuk sebagai sebuah data. Bagaimana dengan interaksi yang Anda lakukan di social media? Misalnya mengupload sebuah foto di Instagram? Tentu saja hal tersebut juga termasuk kedalam sebuah definisi dari sebuah himpunan data. Data berada dimana-mana, dan dibuat oleh siapa saja. Data ada dalam sebuah perusahaan, pekerjaan, sektor-sektor industri, bisnis start up, industri kreatif, dan lain sebagainya. Penyimpanan data ini sendiri dapat dilakukan melalui dua metode yaitu secara offline maupun online. Namun di era digitalisasi ini, metode penyimpanan data secara online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing akan lebih mudah dalam akses dan pengelolaannya.

Dengan kata lain, seluruh aktifitas yang dilakukan manusia akan menghasilkan berbagai macam data. Lalu pernahkan terlintas dipikiran Anda, dimana data-data tersebut disimpan? Katakanlah seseorang mengupload gambar di social media yaitu Instagram, tentu Instagram memiliki basis penyimpanan data tertentu di suatu tempat yang telah terintegrasi dengan sistem cloud. Dimana dan bagaimana data Anda disimpan oleh Instagram? Apakah data-data tersebut aman?

Kumpulan dari berbagai macam data biasanya diletakkan dalam satu database. Database adalah kumpulan dari berbagai macam data. Database berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan mengelompokkan data secara sistematis dan terorganisir supaya lebih memudahkan dalam mengakses data-data, maintenance data, serta pengelolaan data-data yang berada dalam database tersebut. Data-data yang dihasilkan oleh berbagai jenis sumber file dan media ini terpusat pada sebuah sistem database yang aman. Database memproses data-data yang masuk kedalam sistem sebagai basis pengolahan data sehingga menjadi sebuah informasi yang bermanfaat. Pada dasarnya, database berfungsi untuk mempermudah semua jenis pekerjan manusia terkait dengan data-data, angka, dan kategori atau klasifikasi. Dasar utama dari sebuah database yaitu mengelompokkan sekumpulan objek dengan kategori sama yang terdefinisikan. Misalnya sebuah data yang memiliki karakteristik yang sama antara satu dengan lainnya, maka dapat dikelompokkan kedalam satu kategori dan berada pada database yang sama. Database memiliki basic elemen-elemen penting diantaranya adalah  Database Management System (DBMS), yaitu sebuah software yang bertugas untuk mengelola basis data dan dan mengoperasikannya. Elemen kedua adalah database administrator yang bertugas untuk mengelola sumber daya database. Elemen ketiga adalah database fisik, yaitu segala jenis database yang berbentuk fisik. Dan kemudian elemen keempat, elemen terakhir adalah user atau pengguna dari database tersebut.


Apa Saja yang Tergolong kedalam Manajemen Data
Img : Freepik

Tentu saja data-data dalam database harus dimanage dengan baik, supaya data tetap update, aman, serta dapat diakses dengan mudah. Manajemen data diperlukan untuk mendapatkan database yang terorganisir dan terstruktur. Terdapat beberapa langkah atau tahapan dalam penyusunan data database. Beberapa kegiatan manajemen data antara lain adalah sebagai berikut :
  • Tahapan pengumpulan data
    Pada tahapan ini, sistem akan menerima  segala data yang masuk, dan akan mengkategorisasikannya sebagai sebuah input bagi sistem database.
  • Tahapan pengujian data
    Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui akurasi dan konsistensi data
  • Tahapan penyimpanan data
    Penyimpanan data dapat dilakukan secara offline maupun online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud
  • Tahapan pemeliharaan data
    Tahap ini digunakan untuk melakukan update data-data yang ada, yaitu menambahkan data-data yang perlu pembaruan, bahkan mengedit dan menghapus data yang sudah tidak lagi diperlukan
  • Tahapan keamanan dan perlindungan data
    Dalam tahap ini, data-data yang tersimpan dalam database harus terjamin keamanannya dari serangan hacker, virus, dan tindak pencurian data lainnya
  • Tahapan pengaturan atau organize
    Tahapan ini berfokus pada pengkategorisasian serta penyusunan data sehingga sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh user
  • Tahapan pengambilan atau penggunaan data oleh user
    Dalam tahap ini, dapat diakses dari database serta digunakan sesuai dengan keperluan masing-masing user


Fungsi Manajemen Data bagi Individu dan Perusahaan / Organisasi
Img : Freepik

Manajemen data memiliki peran besar dalam keberlangsungan dan pencapaian sebuah kesuksesan di suatu perusahaan atau organisasi. Bagaimana tidak, saat ini segala aktifitas online dan offline yang terjadi dalam sebuah perusahaan besar tentunya tidak terlepas dari input dan output berbagai jenis data. Dan manajemen data merupakan salah satu dari banyaknya tindakan yang harus dilakukan untuk membuat sistem yang terstruktur dan terkoordinir dengan baik.

Selain hal tersebut, masih ada manfaat lain dari manajemen data, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk memudahkan restorasi data dan backup. Tentunya data-data yang aman tersimpan dalam suatu database serta terorganisir dengan baik dapat diandalkan sebagai sebuah tempat penyimpanan pusat yang dapat difungsikan sebagai backup. Backup atau duplikasi data sendiri sangat penting untuk mengamankan data-data dari kerusakan dan keghilangan data. Jika backup data ada dan aman, maka data akan lebih mudah untuk direstorasi atau dikembalikan sesuai data yang ada.
  • Dapat membantu proses disaster recovery planning
    Kerusakan dan kehilangan data adalah hal yang paling dihindari oleh sebagian besar orang, perusahaan, institusi, dan organisasi. Maka dari itu, backup data dapat membantu mengurangi kemungkinan resiko ini. Dengan demikian, backup data merupakan bagian penting dari sebuah disaster recovery planning yang paling tepat.
  • Membuat planning dan konfigurasi untuk penyimpanan tahap lanjut
    Manajemen data memungkinkan untuk menyusun sebuah konfigurasi atau pengaturan yang nantinya akan memudahkan dalam tahapan penyimpanan data, baik itu secara offline atau online. Namun bentuk penyimpanan data lebih dianjurkan secara online, yaitu agar lebih mudah dalam akses serta konfigurasi sistem, software, dan aplikasi.
  • Redudansi data
    Duplikasi data memang sedikit beresiko terhadap kesamaan data sehingga data menjadi menumpuk-numpuk dalam database. Maka dari itu, untuk menghindari penyimpanan secara berulang kali, perlu dibuat sebuah sistem manajemen data yang dapat memisahkan data-data secara jelas dalam sebuah database. Namun pada dasarnya redudansi data diperlukan karena jika sewaktu-waktu data mengalami masalah, error, atau hilang, data cadangan dapat dengan cepat menggantikan data tersebut.
  • Mengurangi resiko inkonsistensi data
    Resiko ini merupakan kesamaan data akibat dari adanya kesalahan atau error dalam sistem input data. Tentunya kemungkinan inkonsistensi data akan selalu ada, apalagi jika data yang diolah sangat banyak. Namun dengan manajemen data yang baik, hal ini dapat dihindari atau setidaknya dikurangi kemungkinan terjadinya.
  • Mengatasi kesulitan dalam akses dan pengambilan data
    Manajemen data dapat mempermudah serta mempersingkat waktu ketika ingin mengakses data-data yang diperlukan. Karena semua sudah tergolong dan terkoordinasi dengan baik sesuai dengan masing-masing database yang telah diklasifikasikan.


Ciri-Ciri Infrastruktur Database
Img : Freepik

Didalam teknologi dalam infrastruktur database itu sendiri, ada dua teknologi infrastruktur yaitu yang pertama adalah High Performance Computing Cluster (HPCC) atau disebut juga sebagai Data Analytics Supercomputer (DAS). Dan yang kedua adalah Hadoop Platform atau Map Reduced-Based Platform). Dimana kedua teknologi ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama dalam hal prinsip pengoperasiannya, yaitu sama-sama menggunakan sistem cluster dalam pengelompokan serta input data. Cluster artinya adalah menggunakan lebih dari satu sumber sebagai penghasil data. Misalnya saja lebih dari satu komputer atau aplikasi yang digunakan. Dengan demikian, kedua platform ini lebih menguntungkan karena dapat mendukung satu sama lain, dan saling terintegrasi dengan baik. Proses pencarian serta processing data dapat dilakukan oleh kedua teknologi tersebut.

Manajemen data harus dilakukan secara teratur, rutin, dan sistematis. Hal ini dilakukan agar diperoleh database yang terintegrasi dengan baik. Salah satu ciri manajamen data adalah adanya pengelompokan data agar lebih mudah dalam pengelolaan akses, serta duplikasi. Data yang tersimpan dalam sebuah database juga perlu untuk selalu diupdate dan dicek secara berkala untuk mengetahui kerusakan atau mungkin error yang terjadi dalam data. Anda tentu tidak menginginkan data-data yang dimiliki tiba-tiba tidak dapat diakses karena misalnya rusak terkena virus. Maka dari itu, sistem manajemen data yang baik, harus mencakup keseluruhan elemen yang diperlukan oleh sebuah database, mulai dari organisasi hingga perlindungan dan keamanan.







Friday, September 29, 2017

Tantangan yang Kerap Dihadapi dalam Backup Data


Mengapa kita memerlukan backup? Tentu saja untuk menghindari kerusakan dan kehilangan data-data yang penting. Lalu siapa saja yang membutuhkan backup? Pada kenyataannya, semua sektor memerlukan layanan backup. Mulai dari sektor bisnis dan perusahaan, sektor pendidikan, rumah sakit, industri kreatif, bahkan hingga kebutuhan untuk masing-masing individu. Backup menjadi kebutuhan yang penting di era digital ini, karena semua hal dapat dilakukan secara online. Selain untuk keperluan perlindungan data, backup secara online juga bermanfaat untuk fleksibilitas dalam akses data. Tidak perlu lagi menyiapkan dan membawa harddisk eksternal kemananpun Anda pergi. Backup yang telah terintegrasi dengan sistem cloud dapat diakses dengan menggunakan laptop, maupun hanya dengan smartphone yang digunakan.

Telah banyak aplikasi maupun layanan backup, misalnya saja Google Drive, Dropbox, iBackup, dan lain sebagainya. Diantara layanan-layanan backup tersebut ada yang gratis serta ada juga yang berbayar. Tentu layanan yang berbayar memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap daripada layanan backup yang gratis. Namun tentu untuk kebutuhan perusahaan atau bisnis besar tidak hanya cukup dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. Melainkan mempercayakan keperluan backup kepada provider penyedia layanan backup. Mengapa? Karena tentu provider penyedia layanan backup lebih profesinal terkait dengan keamanan, kapasitas penyimpanan, serta memiliki sistem support selama 24/7 sehingga apabila terjadi error dan lain sebagainya, user mengetahui kemana dapat melakukan pengaduan dan teknisi yang sigap akan membantu memperbaiki masalah user dengan cepat dan tepat sasaran.


Backup Online yang Terbaik?
Img : Wowrack Indonesia

Backup online dinilai sebagai jenis backup yang terbaik dan paling aman dari segala jenis backup secara tradisional yang masih menggunakan disk, maupun harddisk eksternal. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya adalah :

  • Jaminan keamanan data
    Dengan penggunaan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing, maka sudah pasti keamanan data-data yang dibackup akan dijamin tidak akan rusak, corrupt, maupun hilang. Karena biasanya provider penyedia backup juga memiliki additional paket berupa security dan anti virus untuk melindungi keamanan data-data yang telah dibackup tersebut.
    Tidak akan ada istilah data yang hilang karena kasus media penyimpanan atau harddisk yang rusak atau hilang. Karena semua penyimpanan sudah terintegrasi dengan sistem cloud, dimana data-data tersebut akan aman berada pada sebuah data center.
  • Akses yang mudah dan fleksibel
    Ucapkan selamat tinggal pada segala jenis kerepotan yang diakibatkan karena harus membawa-bawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi. Karena dengan backup online, semua data dapat diakses dengan mudah, cepat, dan fleksibel dimanapun Anda berapa. Cukup diakses dengan laptop, tablet, smartphone atau apapun gadget Anda asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.
    Membawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi juga sangat beresiko, resiko rusak karena sering terbentur benda-benda lain, jatuh, hilang, atau terkena virus akibat sering dikoneksikan dengan PC atau laptop yang berbeda-beda. Hal ini tentu berbeda jika menggunakan layanan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud.
  • Kemudahan recovery data
    Backup tidak akan memiliki banyak manfaat apabila tidak memenuhi tujuan utamanya, yaitu recovery dan mengamankan data. Backup tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya jika data-data yang telah terbackup susah untuk diakses, data tidak lengkap sesuai backup yang telah dilakukan, rusak/hilang, dan lain sebagainya. Ketika terjadi suatu kesalahan sehingga ada data yang hilang, backup dapat berfungsi sebagai recovery data.
    Sebenarnya untuk mencegah kerusakan atau kehilangan data, maka harus memperhatikan proses backup itu sendiri. Proses backup harus dilakukan dengan cara yang benar dan terstruktur, supaya data-data dapat terbackup dengan benar dan sempurna. Sehingga untuk kedepannya, ketika Anda membutuhkan data tersebut, data dengan mudah dapat ditemukan dan backup mampu menjadi recovery plan Anda.
  • Penghematan anggaran biaya untuk jangka panjang
    Jika dilihat secara sekilas, mungkin terlihat bahwa biaya backup online ini sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan backup secara tradisional melalui media-media seperti harddisk eksternal. Namun yang jarang disadari adalah media backup tradisional memiliki usia pemakaian. Jadi setelah beberapa waktu, media backup tersebut akan rusak dan tidak dapat digunakan lagi setelah beberapa waktu. Maka dari itu, Anda perlu membeli perangkat yang baru lagi untuk menggantikan perangkat yang lama.
    Hal ini akan berbeda apabila Anda menggunakan backup online. Dengan backup online, Anda hanya perlu membayar biaya di awal pemakaian. Kemudian pembayaran berikutnya hanya berlaku apabila Anda ingin menambah kapasitas penyimpanan backup tersebut.
  • Membantu lebih fokus pada bidang bisnis yang dijalankan
    Jika mempercayakan kepada provider penyedia layanan backup, Anda tidak perlu memikirkan tentang masalah maintenance, security, management, dan lain sebagainya karena provider layanan akan mengurus semuanya untuk Anda. Anda hanya harus fokus kepada bisnis dan perusahaan yang dijalankan.
    Hal ini adalah salah satu kemudahan dalam menggunakan backup online yang disediakan oleh provider. Tidak perlu memiliki teknisi yang handal untuk memanage masalah-masalah seputar IT karena support dari provider tentu sudah mencakup semua hal yang didukung oleh teknisi-teknisi yang profesional di bidangnya.
  • Mudah dalam operasi dan maintenance
    Backup online tidak memerlukan maintenance yang rumit, karena pada dasarnya backup secara online mudah dalam akses datanya. User tinggal masuk ke aplikasi backup kemudian bisa mengakses data-data secara online selama 24 jam penuh. Sedangkan untuk maintenance, backup telah memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga hanya provider dari backup yang perlu memikirkan tentang maintenance dan program-programnya.
    Backup data secara rutin dapat dilakukan setiap jam, setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan tergantung dari kebutuhan masing-masing user yang menggunakannya.
Backup & Recovery
Img : Wowrack Indonesia

Apa saja hal yang bisa dibackup? Tentu selain data-data berupa file, dokumen, foto, video, dan lain sebagainya, backup online juga dapat melingkupi backup sistem dan fisik perangkat atau secara virtual yang dapat mencakup Windows, Linux ataupun Mac OSX Desktop dan Server. Keuntungan lainnya, beberapa provider penyedia layanan backup online juga telah melengkapi paket layanan backupnya dengan sistem keamanan yang tinggi, dimana mencakup perlindungan teknologi security tertentu, perlindungan password, dan juga SSL security.


Backup online lebih mudah dan fleksibel dalam kebutuhan masing-masing user, karena bisa dilakukan penambahan storage yang cukup cepat tanpa harus upgrade ke account lain maupun migrasi. Selain itu, backup secara online juga memiliki high availability dimana backup akan sangat kecil kemungkinan mengalami down dikarenakan sistem infrastruktur cloud yang redundant. Banyak sekali keuntungan dan kelebihan backup online seperti yang telah disebutkan diatas. Namun apakah ada kendala atau masalah yang kerap dihadapi dalam backup? Tentu saja ada. Nah, apa saja kendala-kendala dalam backup tersebut?


Kendala-Kendala dalam Backup Data
Backup data dalam kapasitas yang cenderung kecil, atau proses backup yang tidak memerlukan storage yang besar, serta jumlah data yang dibackup tidak cukup banyak, maka biasanya akan sedikit kendala yang muncul dalam proses backup tersebut. Namun semakin banyak data-data, sistem, serta aplikasi yang dibackup, tentu prosesnya akan semakin lama dan memakan waktu, serta kemungkinan-kemungkinan resiko lainnya. Beberapa hal yang mungkin terjadi dalam proses backup data dalam jumlah besar antara lain adalah :
  • Memerlukan storage atau kapasitas penyimpanan yang besar
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses backup
  • Koneksi atau jaringan yang harus stabil dan tidak down agar proses backup dapat berjalan dengan lancar
  • Tools yang digunakan untuk proses backup harus dapat menjamin proses backup tetap berjalan lancar, baik tools bawaan maupun tools tambahan yang diperlukan


Proses backup sendiri bermacam-macam, ada yang berupa menyalin file dalam bentuk file aslinya, namun ada juga yang melakukan pemindahan data dengan cara mengubah format file asli menjadi padat seperti .zip, .rar, dan lain sebagainya. Backup ini dapat dilakukan dengan bantuan tools-tools tertentu. Bisa dengan menggunakan tools bawaan, tools tambahan, maupun kombinasi dari keduanya. Selain dikarenakan proses backup yang memiliki beberapa kendala yang dialami, tools ini akan membantu semua proses backup dapat berjalan dengan sukses dengan cara membantu menyederhanakan file dan data-data yang akan dibackup.
Img : Wowrack Indonesia


Kombinasi backup tools banyak digunakan dalam lingkungan Wide Area Network (WAN) seperti misalnya di data center dapat membantu proses backup menjadi semakin mudah. Ketika sejumlah file harus dibackup dalam range yang cukup besar, maka tools-tools ini akan sangat membantu. Selain itu, kebutuhan lain yang diperlukan dalam melakukan backup dalam lingkungan WAN antara lain adalah koneksi yang stabil dan tidak boleh terputus, bandwidth yang besar agar proses dapat berjalan dengan lancar, tersedianya komponen-komponen infrastruktur yang harus disediakan untuk mensupport proses backup, serta administrator atau teknisi yang bertugas membackup data-data tersebut. Administrator tersebut harus benar-benar paham tentang tools-tools yang recommended atau sebaiknya digunakan untuk proses backup tersebut.


Tools backup tambahan dari pihak ketiga biasanya hanya diperlukan dan digunakan hanya ketika tools bawaan sudah semaksimal mungkin digunakan dan masih tetap memerlukan tools tambahan untuk memaksimalkan semua proses dan fungsi dalam backup. Namun idealnya yang harus dilakukan oleh seorang administrator di data center adalah memaksimalkan penggunaan tools bawaan terlebih dulu, sehingga adapat mengetahui hal apa saja yang memerlukan bantuan tools tambahan dari pihak ketiga agar dapat menyelesaikan permasalahan backup. Maka dari itu, seorang administrator ini harus seorang yang benar-benar ahli dan teliti dalam pekerjaannya.


Lalu seberapa pentingnya tools tambahan jika dibandingkan dengan tools bawaan? Apa saja fungsi dan kegunaan dari tools tambahan? Ada beberapa fungsi dari tools tambahan dalam proses backup ini, beberapa diantaranya adalah :

  • Mengontrol bandwidth yang diperlukan dalam proses backup
  • Melakukan klasifikasi dan isolasi data-data yang akan dicopy
  • Mengatur jadwal proses copying file-file
  • Membuat sambungan antara lokasi tujuan penyimpanan dengan platform virtual
  • Mampu menjadi penghubung antar lokasi penyimpanan backup yang lainnya

Tantangan yang kerap dihadapi oleh perusahaan penyedia layanan backup adalah apabila client menginginkan salinan data-datanya berada diluar negeri, tidak hanya didalam negeri. Hal ini merupakan sebuah tantangan karena pada saat proses transfer dan backup data, jaringan dan koneksi dari satelit harus benar-benar stabil dan tidak terputus-putus, apalagi jika data tersebut dalam jumlah yang besar. Resiko yang sering terjadi adalah data-data tidak terbackup sepenuhnya. Sehingga ketika client ingin mengakses salah satu file dan file tersebut ternyata tidak ada, maka hal ini akan berdampak bukan hanya kepada provider penyedia layanan tersebut namun juga keberlangsungan bisnis client tersebut. Maka dari itu lebih baik mempertimbangkan dengan baik mengenai sisi positif dan negatif tentang memiliki additional backup yang terletak sangat jauh dari data center utama, apakah lebih menguntungkan atau malah justru merugikan.





Thursday, July 6, 2017

Pentingnya Data Center sebagai Pusat Penyimpanan Data


Internet merupakan kepentingan yang sangat krusial karena dapat digunakan untuk berbagai aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Mulai dari komunikasi, entertainment dan sosial media, serta dapat pula terkait dengan bisnis dan perusahaan untuk keperluan berkirim email, tracking customer dan penjualan, menyusun dan menerapkan marketing produk, bahkan untuk pembayaran melalui internet banking.

Banyak faktor yang dibutuhkan agar internet dapat berjalan dengan lancar untuk dimanfaatkan dalam berbagai fungsi dan keperluan. Internet memerlukan server yang terhubung pada data center. Data center merupakan sebuah media tempat penyimpanan server dan hosting web server berada. Data center ini adalah sebuah ‘rumah’ untuk semua data-data yang terhubung melalui server. Data center ini sangat aman dan harus aman karena bertugas untuk melindungi data-data maupun segala jenis informasi dari berbagai server hosting.

Bangunan data center memiliki beberapa kriteria penting, salah satunya adalah suhu ruangan. Server di data center menghasilkan suhu panas secara terus-menerus. Maka hal ini yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Suhu ruangan data center tidak boleh mencapai suhu panas yang sangat tinggi karena dapat menyebabkan server mati dan sebaliknya, jika suhu menjadi lembab, server dapat terkena resiko konsleting hingga terbakar. Maka dari itu suhu ruangan sangat penting bagi sebuah bangunan data center.

Apa Data Center itu?
Definisi Data Center adalah sebuah tempat, bangunan, atau gedung yang berfungsi untuk menyimpan dan mengoperasikan server. Selain sebagai tempat server, data center juga memiliki ruangan-ruangan lain yang ditujukan untuk mensupport server agar tetap uptime dan terhindar dari resiko-resiko kerusakan lainnya.

Data center digunakan untuk media penyimpanan server, manajemen dan pengelolaan, hingga penyebaran data dan informasi yang diakses melalui jaringan internet. Untuk keperluan demikian, tentu tempat data center juga harus dilengkapi dengan perangkat jaringan komputer yang juga terhubung ke jaringan internet.

Data center memiliki alat-alat pengolahan data yang digunakan sebagai pusat pengolahan dan pemrosesan data. Data center diibaratkan sebagai sebuah otak atau inti dari semua penyimpanan dan pemrosesan data. Data center memiliki cakupan jaringan yang sangat luas yaitu mulai dari level nasional hingga level internasional.

Bagaimana Membangun Sebuah Data Center?
Img : Pixabay

Secara garis besar, dalam membangun sebuah tempat yang nantinya akan difungsikan sebagai data center, harus memperhatikan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh sebuah data center. Sebuah data center harus memiliki beberapa partisi ruangan seperti berikut ini :
  1. Ruangan server, biasanya ruangan server ini terdiri dari beberapa komputer tanpa monitor dan keyboard. Komputer-komputer ini terhubung ke jaringan dan bertugas sebagai inti penyimpanan dan pemrosesan data. Komputer-komputer ini saling berhubungan serta harus sangat dikontrol suhu ruangannya. Karena jika sampai terlalu panas atau lembab, maka akan menimbulkan kerusakan dan kerugian.
  2. Rak-rak jaringan, berfungsi sebagai penghubung antar server serta jalur serat optik ISP. Tentu data-data yang masuk dan keluar harus melewati jalur rak-rak jaringan ini.
  3. Mesin-mesin UPS, berfungsi untuk menjadi sumber listrik cadangan apabila pasokan listrik tiba-tiba terputus atau mati. Mesin UPS mampu menjadi backup tenaga listrik sementara sebelum generator cadangan menyala.
  4. Generator cadangan, berjalan dengan menggunakan mesin diesel dan secara otomatis akan menyala ketika listrik mati.
  5. Ruangan pendingin, yang berfungsi untuk mengatur suhu di ruangan server agar suhu ruangan tidak terlalu panas.
  6. Mesin untuk menukar panas, terletak di atap bangunan dan berfungsi mengeluarkan udara panas yang ada di dalam bangunan gedung.
  7. Konstruksi beton dan baja, yang bertujuan untuk melindungi server apabila terjadi bencana alam.
  8. Beberapa unit mesin pendingin yang bekerja selama 24/7, mesin-meisn ini bekerja dengan cara mengeluarkan panas yang diserap oleh mesin pendingin kemudian melepaskannya keluar atau diubah sebagai udara dingin. Jangan lupa untuk menyiapkan juga beberapa program/unit pendingin cadangan.
  9. Pusat operasi jaringan, yang berisi ruangan untuk para karyawan IT dan security IT yang bertugas memonitor data center selama 24/7.
  10. Petugas keamanan, bertugas untuk menjaga gedung/bangunan data center tetap aman dengan menggunakan kamera keamanan, scan kartu identitas, dan sebagainya demi keamanan secara fisik.

Maintenance dari data center tidak kalah penting dari tahap pembangunannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang data center, yaitu :
  1. Metrik tentang kinerja server, ada standar pengukuran kinerja server yang telah diakui oleh sebagian besar orang IT, yaitu konsorsium SPEC atau Standard Performance Evaluation Corporation. Beberapa kriteria yang disyaratkan adalah pemanfaatan, latensi, dan efisiensi sumber daya.
  2. Memiliki karyawan IT yang kompeten, ada beberapa tugas penting untuk karyawan IT yang bekerja pada data center yaitu system deployment (mempersiapkan sistem), power source (pemakaian listrik), hardware maintenance (pemeliharaan dan perawatan perangkat hardware), software deployment (mempersiapkan software), network management (analisis network), dan server security (melakukan pengamanan untuk data center).

Cara Kerja Data Center
Img : Pixabay

Bagaimana sebuah data dari penyimpanan data center bisa tersedia di komputer masing-masing user? Ada beberapa tahapan dalam proses transfer data ini yaitu data yang tersimpan di data center akan disalurkan melalui kabel jaringan ke Internet Service Providers (ISP), kemudian disalurkan ke masing-masing modem dan router, baru kemudian data dapat diterima oleh komputer user. Cara kerja dan kinerja dari sebuah data center sangat tergantung dari sumber daya yang dimilikinya, mulai dari perangkat keras / hardware, perangkat lunak / software, keamanan IT dan fisik, hingga sumber daya manusia atau staf teknik yang menanganinya.

Agar data center dapat berjalan dengan baik dan maksimal, maka perlu didukung dengan berbagai macam faktor yang bisa menjadi penentunya. Selain fasilitas dan keamanan hardware dan software, lokasi dan jenis bangunan juga sangat mempengaruhi data center. Beberapa kriteria sebagai unsur-unsur bagi sebuah bangunan data center adalah :
  1. Lokasi gedung / bangunan data center harus berada pada wilayah tertentu yang memiliki rasio bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gunung meletus yang relatif kecil, serta minim resiko gempa bumi. Maka dari itu, sebelum memilih bangunan yang tepat untuk dijadikan tempat data center, sebaiknya benar-benar diperhatikan jenis tanah yang dimiliki, karena ada beberapa wilayah yang memiliki jenis tanah yang kurang baik sehingga sangat riskan untuk mendirikan bangunan diatasnya.
  2. Sebuah bisnis atau perusahaan besar yang memiliki data center dan server sendiri, harus memiliki tidak hanya satu server utama, melainkan lebih dari dua data center dan server cadangan. Hal ini untuk mengantisipasi apabila salah satu data center / server yang dimiliki mati atau rusak, maka perusahaan tersebut masih memiliki backup dan cadangan data center dan server agar data yang disimpan tetap aman dan bisa diakses dengan stabil.
  3. Skalabilitas, yaitu tingkat pengaturan skala penggunaan server. Data center yang memiliki tingkat fleksibilitas dalam pelayanan kepada user harus memiliki beberapa pilihan pemakaian server dan data center sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Maka dari itu efisiensi dan kemudahan sangat diperlukan.
  4. Stabil dan cepat, hal ini didukung dengan adanya jaringan internet berbentuk fiber optik. Data center dan server harus tetap uptime, karena down akan memberikan efek yang kurang baik bagi pengguna maupun staf IT yang menanganinya.


Sistem Penyimpanan di Data Center
Img : Pixabay

Dalam data center, apakah Anda mengetahui dimana data tersebut berada? Bagaimana Anda bisa dengan mudah mengaksesnya padahal tidak melihat bentuk fisiknya? Sebelumnya harus dipahami terlebih dahulu tentang apa saja yang dimaksud dengan data. Data bisa datang dari mana saja, bisa melalui sensor atau scan, hasil posting di sosial media, foto dan video digital, pembelian dan transaksi secara online, GPS yang datang dari telepon seluler, dan masih banyak yang lainnya. Setiap hari semua orang di dunia ini mampu membuat hingga 2.5 Quintilion Byte atau setara 1.000.000.000.000 miliar byte data.

Data-data di seluruh dunia tersebut tentu membutuhkan tempat penyimpanan yang besar. Untungnya hingga saat ini teknologi akan terus berkembang, dan media penyimpanan data juga pasti mampu menyimpan dan memproses data yang banyak tersebut. Pusat-pusat data center pun terus dibangun dan dikembangkan. Perusahaan sebesar Google sangat tertutup dengan keberadaan data centernya, karena apabila berhasil diretas akan sangat berbahaya sekali bagi perusahaan tersebut.

Maka idealnya adalah memang memiliki beberapa server yang tersebar di beberapa kota bahkan lintas negara untuk menjaga backup dan cadangan data center apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cara lainnya adalah dengan menyamarkan bangunan data center mejadi tidak mirip gedung data center dari luar. Hal ini bisa membantu mengecoh kejahatan secara fisik terhadap data center tersebut.

Kembali ke masalah dimana data disimpan, tentu saja semua data disimpan dalam data center. Dari perangkat komputer maupun seluler yang dimiliki masing-masing orang, tentu akan menghasilkan data. Data-data ini tentu harus terkoneksi dengan jaringan internet kemdian baru dapat disambungkan ke jaringan ISP untuk kemudian disimpan dalam data center melalui kabel fiber jaringan optik.

Sistem keamanan pada bangunan data center sangat tidak main-main, baik secara virtual maupun secara teknologi dan software. Diperlukan pengawasan selama 24/7 melalui camera CCTV dan peralatan keamanan lainnya. Tidak hanya untuk memantau serangan dari luar bangunan, namun juga untuk memantau hal-hal kecil tapi mendetail yang harus sangat diperhatikan didalam bangunan data center itu sendiri.


Tantangan dalam Data Center
Tantangan yang dihadapi data center tentu tidak jauh-jauh dari masalah security atau keamanan. Tantangan keamanan dalam data center terbagi menjadi dua yaitu masalah keamanan terkait dengan teknologi dan masalah keamanan yang terkait dengan manusia.

Terdapat beberapa penelitian yang dilakukan oleh tim IT, yaitu sebanyak 69% menyebutkan bahwa butuh waktu sebanyak 4 jam untuk membuat aturan Firewall baru untuk setiap aplikasi jaringan. Dan sebanyak 74% mengatakan membutuhkan waktu beberapa hari hingga satu minggu untuk memperbarui perangkat keamanan. Pada dasarnya masalah keamanan jaringan cenderung muncul karena kesalahan manusia (human error).
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa idealnya data center memiliki lebih dari dua pusat data center yang dimiliki dan tersebar di kota atau negara yang berbeda. Karena pada kenyataannya, ada alasan bahwa sebanyak 47% penjahat mampu memindahkan dan mencuri data dari data center dengan mudah, 77% pelaku IT mengakui bahwa segmentasi data cneter akan mampu mengatasi hal ini, namun hanya sebanyak 38% organisasi yang benar-benar menerapkan segmentasi data center ini.


Masa Depan Data Center
Img : Pixabay

Data center masih tetap akan menjadi hal yang dibutuhkan untuk perkembangan teknologi di dunia. Karena data center adalah pusat penyimpanan dan pengolahan data-data. Namun fokus apa yang menjadi perhatian bagi perkembangan data center? Hal itu adalah perkembangan teknologi software. Public cloud dan teknologi-teknologi pendukungnya tetap akan merajai dunia backup dan penyimpanan data yang paling tepat, fleksibel, aman, serta efisien.

Sistem komputasi cloud telah terbagi-bagi menjadi public cloud, hybrid cloud, dan private cloud. Pengguna hanya tinggal menggunakannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Namun hal yang tetap dibutuhkan terkait dengan semakin pesatnya kemajuan dunia teknologi di bidang data center adalah ketersediaan, performa, security, dan skalabilitas jaringan.