Thursday, November 1, 2018

Wow Technical Event 2018 : Wowrack ajak seluruh penggiat IT bersinergi menghadapi Revolusi Industri 4.0

Wow Technical Event 2018, Source: Wowrack Indonesia



Perkembangan teknologi tidak dapat terbendung, khususnya teknologi informasi. Hal ini berdampak pada perubahan cara bekerja manusia dalam memanfaatkan teknologi. Perkembangan tersebut tidak hanya berefek pada keseharian manusia, namun juga merubah pandangan produksi suatu barang hingga pendistribusiannya ke pasar. Semakin tinggi permintaan suatu barang, tentu produksi barang tersebut harus digenjot untuk memenuhi kebutuhan pasar yang kian meningkat. Komputerisasi hasil dari revolusi industri ketiga membawa dampak signifikan pada proses produksi sebuah barang. Pada saat itu dunia menemukan logika pemrograman sehingga produksi barang di pabrik jauh lebih cepat. Namun, hal ini masih membawa probabilitas error yang cukup tinggi karena masih melibatkan manusia dalam porsi yang cukup tinggi.


Perubahan yang cepat dan menyeluruh ini berimbas pada transformasi menuju digitalisasi menjadi mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan oleh semua bisnis. Wowrack Indonesia sebagai perusahaan teknologi khususnya jasa layanan hosting dengan berbagai layanan seperti managed hosting solutions, colocation, virtualisasi, cloud, backup, managed service dan juga layanan konektivitas internet memahami perannya dalam revolusi industri ke 4 ini sangat penting guna membantu perusahaan untuk bertransformasi menuju management berbasis IT menghadapi revolusi industri ke 4. Berlatar belakang fenomena tersebut, Wow Technical Event 2018 merupakan bentuk komitmen wowrack dalam mengedukasi masyarakat bersama dengan stakeholder untuk bersama -sama menghadapi revolusi industri keempat berupa digitalisasi. Tujuan penyelenggaraan WTE 2018 dengan tema Winning and Transforms to 4.0 Industry with IT Management menghadirkan pelaku IT, CEO, CTO dan IT Manager dalam memaparkan materi mengenai bagaimana memenangkan serta bertransformasi ke digitalisasi dengan IT management  yang merupakan karakteristik dari revolusi dunia ke 4.

Bapak Reinaldo dari Delloite menjelaskan Revolusi 4.0, Source: Wowrack Indonesia



















Kenalan dengan Revolusi Industri ke 4
Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Industri 4.0 ini ditandai dengan teknologi Artificial Intelligence dan Internet of Things (IOT) yang diadaptasi manufaktur untuk produksi mereka. Istilah Industri 4.0 ini pertama kali diperkenalkan oleh negara Jerman yang berasal dari industri mereka yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Klaus Schwab yang merupakan seorang ekonom asal Jerman menginisiasi istilah ini di Hannover Fair 2011 dan laporan akhirnya di paparkan di hannover fair pada tanggal 6 April 2013.

Setidaknya terdapat 5 teknologi yang harus diadopsi untuk mewujudkan industri 4.0 ini berjalan di jalur yang benar. Teknologi yang pertama adalah Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Human Machine Interface, Teknologi robotik dan sensor serta percetakan 3d. Semua teknologi tersebut berkat teknologi internet yang tidak diprediksi akan sepesat saat ini. Komputerisasi di Revolusi Industri ke 3 membawa dampak pada manufaktur dalam menjalankan produksinya dimana ditemukannya mesin PLC yang digunakan pabrik -pabrik saat ini dalam meningkatkan produksinya. Digitalisasi pada industri 4.0 menekankan pada supply chain management yang lebih mudah karena semua telah terkoneksi dengan baik dan cepat. Tidak ada sekat di dunia, hal tersebut yang menyebabkan revolusi industri ini dimulai.
Suasana WTE 2018, Source : Wowrack Indonesia

Revolusi industri ke 4 memiliki karakteristik sistem cyber physical dimana semua terkoneksi mulai dari konsumen, produsen hingga distributor dan merubah cara bekerja manufaktur dalam memproduksi barang. Perusahaan manufaktur pembuat ban contohnya, mengembangkan inovasi produknya dengan membuat prototype ban tersebut menggunakan printer 3D. Perusahaan -perusahaan retail menggunakan sosial media sebagai alat untuk membuat perencanaan pengadaan barang dan melihat tren penjualan. Perkembangan selanjutnya adalah dalam penggunaan robot otomatis dalam pengepakan obat pada perusahaan -perusahaan farmasi. Dari sisi penyimpanan barang, perusahaan pihak ketiga seperti DHL logistik menggunakan augmented reality untuk memudahkan mereka mengambil barang sesuai kode yang telah dipindai menggunakan kacamata yang telah disematkan teknologi augmented reality. Teknologi augmented reality juga digunakan oleh restoran -restoran cepat saji untuk memudahkan konsumen mengetahui bahan -bahan dalam masakan.

Pertumbuhan dan Konektivitas
Wow Technical Event dibuka  dengan materi dari bapak Reinaldo dari Delloite yang membicarakan bagaimana supply chain berevolusi dari tahun ke tahun. Beliau memberikan paparan materi terkait sejarah revolusi industri. Revolusi industri pertama ditandai dengan ditemukannya mesin uap, peralatan yang berawal dari manusia digantikan dengan mesin -mesin yang lebih murah dan cepat. Revolusi industri ke 2 ditandai dengan produksi masal mobil -mobil hingga revolusi industri ke 3 dengan mulai digunakannya elektronika dan komputerisasi yang ditandai dengan digunakannya PLC atau pengontrol logika terprogram. Saat ini, industri 4.0 atau yang lebih dikenal digitalisasi yang ditandai dengan sistem cyber-physical.

Dalam kesempatan kali ini, bapak Reinaldo menerangkan bahwa dunia sudah berubah. Pekerjaan yang dikerjakan manusia saat ini banyak yang akan tergantikan oleh mesin pintar, robot dan AI. Sedangkan profesi yang nantinya akan banyak dibutuhkan adalah Cloud Computing engineer, software engineer, technical writer, cyber security management dan bidang -bidang yang berhubungan dengan IT. Dalam metode recruitment, perusahaan akan meninggalkan cara -cara lama yang akan digantikan dengan job posting, online assesment dan online platform lainnya. Selain itu bapak reinaldo juga memberikan tips kepada beberapa perusahaan dalam mendapatkan karyawan -karyawan unggulan. Hal -hal tersebut diantaranya berkolaborasi dengan pihak kampus untuk update mengenai perkembangan teknologi saat ini. Menjalin kerja sama dengan komunitas IT, dan membuka kesempatan magang atau membuka Academic Learning untuk talenta -talenta muda.


Bapak Willi dari Qnap menjelaskan tantangan Big Data saat ini,Source: Wowrack Indonesia
Pengaplikasian Big Data
Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, diantaranya: Volume Organisasi yang mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin transaksi. Bagian yang kedua yakni kecepatan aliran data harus ditangani secara cepat dan tepat yang dapat dilakukan melalui hardware maupun software. Bagian penting yang ketiga adalah variasi data yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain. Pemaparan materi tentang big data ini disampaikan bapak Willy dari Qnap sebuah perusahaan data storage yang melayani berbagai tantangan big data.  

Mengapa Big Data ini penting?
Big data sampai hari ini tumbuh tak terhingga jumlahnya dan terus bertambah dari detik ke detik. Dimulai dari transaksi bisnis, upload sosial media seseorang dan segala kegiatan yang berhubungan dengan internet berupa upload dan download dapat menjadi sebuah big data . Big Data dalam bisnis menjadi strategi yang baik dalam mengolah informasi mentah menjadi keuntungan yang terus mengalir ke organisasi bisnis setiap hari, meningkatkan kepuasan pelanggan dan menganalisa perilaku konsumen. Mengelola Big data penting dalam revolusi industri 4.0 ini agar perusahaan bisa bertahan ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat.


Application Delivery Order dari KEMP Singapura oleh Bapak Eddy Tan, Source: Wowrack Indonesia
Scale out, no more Scale up
Semakin banyaknya organisasi yang sadar akan pentingnya digitalisasi membuat kebutuhan akan server semakin meningkat pula. Di satu sisi, big data terus bertambah tanpa bisa dikontrol, secara otomatis menambah kebutuhan akan penyimpanan digital yang lebih besar. Di sisi yang lain, scale up suatu tempat penyimpanan memiliki batasan yang tidak memungkinkan penyimpanan tersebut ditingkatkan lagi. Permasalahan lain yang muncul, yakni sebuah organisasi juga perlu datanya dapat diakses dengan mudah tanpa mempedulikan keterbatasan fisik sebuah tempat penyimpanan. Bapak Eddy Tan dari KEMP menjelaskan teknologi Application Delivery Controller (ADC) yang dapat mengatur sebuah provider layanan cloud atau server scale out infrastruktur mereka. Server yang memiliki keterbatasan tersebut tidak lagi upgrade, upgrade server mereka. Dengan teknologi ADC, perusahaan hanya perlu membeli server fisik yang baru dan menggunakan ADC untuk mengontrol data -data yang masuk ke server sehingga mengurangi resiko downtime akibat beban salah satu server.


Pentingnya Infrastruktur IT oleh Bapak Rudy Setiawan selaku CEO Wowrack Indonesia, Source: Wowrack Indonesia
Infrastruktur IT
Dari semua materi yang disampaikan oleh pemateri di Wow Technical Event pada hari rabu, 24 Oktober 2018 adalah bagaimana sebuah organisasi bisa mengadopsi teknologi -teknologi terbaru dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana membangun fondasi semua hal tersebut? Jawaban yang paling tepat adalah membangun Infrastruktur IT yang bisa diakses oleh semua organisasi, khususnya organisasi yang baru akan bertransformasi ke digitalisasi. Bapak Rudi Setiawan selaku CEO PT. Wowrack Indonesia menjelaskan bagaimana komitmen wowrack dalam menyediakan infrastruktur IT yang berstandar tinggi. Data center Wowrack yang berada di Surabaya, Jakarta, Singapura, Hongkong, Seattle, Dallas dan New York sudah dilengkapi server rack, cooling system, kelistrikan yang memadai, serta tingkat keamanan hardware dan software yang terstandar.
Wowrack juga berkomitmen terhadap keamanan data pelanggan yang dibuktikan dengan pencapaian sertifikasi ISO27001, PCI-DSS dan SSAE-16.

Data merupakan hal yang sangat penting saat ini, hal ini merujuk pada istilah Data is Key yang menjadi vital dalam revolusi industri 4.0. Wowrack menyadari hal tersebut dan terus meningkatkan pelayanan melalui inovasi produk -produk serta meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan melakukan standarisasi di tingkat nasional maupun internasional. Wow Technical Event (WTE) 2018 diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada ke 3 pemateri oleh CEO PT. Wowrack Indonesia kepada bapak Reinaldo dari Delliot, Bapak Willy dari Qnap dan Bapak Edy Tan dari KEMP Singapura.



Wednesday, July 18, 2018

Cloud Computing untuk Ekonomi Digital


Pada tahun 2020, Indonesia menargetkan menjadi salah satu pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini bukanlah sebuah target tanpa dasar, melihat potensi Indonesia dalam menjalankan Ekonomi Digital dewasa ini. Seperti dikutip dari laman kominfo.go.id, data analisis Ernst & Young menyebutkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 40 persen. Selain itu, terdapat sekitar 93,4 juta jumlah pengguna internet, serta 71 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki landasan yang cukup besar dalam menghadapi ekonomi digital. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapkah negara Indonesia menjadi pemain terbesar dalam ekonomi digital, mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang telah menjelma sebagai raksasa ekonomi digital dengan infrastuktur mereka?


Berbicara mengenai infrastruktur, bisnis ekonomi digital tidak hanya mengenai transaksi jual beli antara pembeli dan penjual. Namun, lebih dari itu, banyak aspek dari ekonomi digital yang menggandeng aspek lain seperti jasa pengiriman barang, infrastruktur jalan, logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, perusahaan-perusahaan penyedia server hingga penyimpanan awan /cloud computing, sehingga memudahkan proses ekonomi digital tersebut.



Definisi Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Sebelum berbicara mengenai 2 hal yang menjadi fokus pembahasan kita pada artikel kali ini yakni ekonomi digital dan cloud computing. Mari kita melihat definisi dari dua hal tersebut. Ekonomi digital merupakan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrument informasi, kapasitas informasi, serta pemrosesan informasi. Menurut Tapscott, komponen ekonomi digital yang bisa diidentifikasi pertama kali adalah industri TIK, aktivitas e-commerce, serta distribusi digital barang dan jasa. Ekonomi digital jika disederhanakan adalah sektor ekonomi yang meliputi barang-barang dan jasa-jasa saat pengembangan, produksi, penjualan atau suplainya bergantung pada teknologi digital.


Sedangkan cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet). Dimana terdapat beragam aplikasi maupun data, serta media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam, mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Salah satu keunggulan cloud computing adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing itu sendiri.



Dampak Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam perkembangannya, ekonomi digital sebagai sebuah salah satu revolusi industri, membawa dampak yang cukup signifikan bagi semua aspek industri di dunia. Dan perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


  • Dampak luas sebagai akibat digitalisasi yang merupakan revolusi industri keempat adalah mengubah beberapa pola bekerja beberapa orang. Contohnya, untuk menjadi supir taxi, harus mendaftar di perusahan taxi tersebut. Sedangkan akibat adanya ekonomi digital ini, mereka dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet dengan menjadi supir taxi online, serta lebih flexibel tanpa harus “ngantor” setiap hari.
  • Dampak selanjutnya dari ekonomi digital adalah dalam sektor perbankan atau finansial. Saat ini masyarakat lebih menyukai hal-hal praktis, termasuk dalam kebutuhan akan transaksi keuangan. Di era ekonomi digital saat ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di dalam hal financial, semakin banyak inovasi Financial Technology (Fintech).
  • Ekonomi digital mendorong terciptanya suatu market digital atau e-commerce yang bertujuan untuk memberikan sebuah wadah bagi pengusaha - pengusaha kecil atau sektor UMKM yang membutuhkan wadah dalam menjual produk-produk mereka.
  • Menumbuhkan perusahaan-perusahaan baru dalam era ekonomi digital ini. Banyak startup - startup berbasis teknologi bermunculan, akibatnya, mimpi Indonesia untuk memiliki banyak pengusaha dan menciptakan lapangan kerja dapat terealisasi dengan cara menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Meskipun banyak efisiensi dari tenaga pekerja, namun dengan ekonomi digital, pelaku usaha tidak hanya terfokus pada prinsip ekonomi lama yang fokus pada produksi dan jual beli namun lebih bersinergi dengan hal lain seperti ilmu pengetahunan, teknologi dan kreatifitas.



Infrastruktur Ekonomi Digital di Indonesia
Img : StockSnap

Tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi digital membutuhkan berbagai infrastruktur yang banyak dibanding sistem ekonomi sebelumnya atau konvensional. Penguatan infrastruktur tersebut perlu digunakan untuk memaksimalkan potensi yang bisa dicapai oleh ekonomi digital itu sendiri. Diantara kebutuhan-kebutuhan infrastruktur tersebut, inilah beberapa infrastruktur ekonomi digital yang ada di Indonesia :


  • Pasokan listrik, menurut kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih sebesar 977,69 Kwh atau masih di bawah sebagian negara ASEAN. Pasokan listrik ini penting sebagai modal utama dalam digitalisasi. Di negara-negara yang telah maju ekonomi digitalnya memiliki konsumsi listrik yang tinggi. Akses listrik yang belum merata inilah yang menjadi persoalan dalam menghadapi ekonomi digital.
  • Akses internet, seperti dikutip dari laman tirto.id, saat ini telah ada sebanyak 432 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah terkoneksi internet. Akan tetapi, hanya 222 kabupaten/kota yang sudah bisa menikmati jaringan 4G. Akses internet yang stabil dan merata adalah infrastruktur dasar yang harus dibangun untuk menciptakan sistem ekonomi digital yang baik.
  • Data center, kebutuhan akan penyimpanan data perusahaan baik level multinasional maupun startup, sangatlah penting untuk menunjang digitalisasi. Data center penting digunakan sebagai tempat penyimpanan data, server komputer dan jaringan internet. Didalam data center juga terdapat cloud computing atau komputasi awan yang sifatnya public dan dapat diakses oleh siapapun asalkan dengan fasilitas internet guna mengaksesnya. Belum banyak perusahaan yang menyediakan cloud computing di Indonesia meskipun angkanya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini menciptakan kondisi saat ini dimana perusahaan di Indonesia masih banyak menggunakan cloud di data center luar negeri sebesar 65%, sedangkan hanya 35% yang menggunakan cloud dalam negeri.


Manfaat Cloud Computing
Img : StockSnap

  • Server terpusat, layanan cloud computing memungkinkan penggunanya tidak perlu membangun data center sendiri. Perusahaan hanya menyewa layanan cloud dari provider pemberi layanan cloud dan dapat memanfaatkan keunggulan cloud tersebut sebagai data center perusahaan mereka.
  • Data aman, pastikan provider layanan yang dipilih aman serta telah tersertifikasi dari jaminan platform teknologi, dan juga jaminan ISO.
  • Jangkauan serta fleksibilitas yang luas. Teknologi ini menawarkan akses yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun serta bisa diakses oleh siapapun yang memiliki akses hanya dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan penggunaan cloud computing, membeli memori fisik tidak lagi diperlukan karena bisa disimpan virtual melalui cloud computing.
  • Investasi jangka panjang, sebagai teknologi yang baru. Cloud computing akan meminimalisir pembelian aset seperti harddisk untuk menyimpan data yang besar dari perusahaan, dengan melakukan investasi cloud computing, perusahaan dapat membuat data center yang terpusat, yang memungkinkan perusahaan tersebut berkembang lebih dari satu lokasi.



Penggunaan Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam kaitannya dengan pemerataan ekonomi dan untuk mendongkrak Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN, kebutuhan akan data center sangat dibutuhkan. Namun, pembuatan data center yang mahal belum bisa dijangkau perusahaan berskala UMKM / startup. Hal ini menyebabkan perkembangan data center berupa komputasi awan / cloud computing sangat diperlukan.

Mengutip dari Worldwide Semi Annual Public Cloud Services Spending Guide yang dipublikasikan International Data Corporation (IDC), belanja dunia untuk layanan public cloud diperkirakan akan mencapai 204 miliar poundsterling pada tahun 2021. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan ekonomi digital. Berikut beberapa hal positif yang bisa membuat cloud computing sebagai infrastruktur penting dalam ekonomi digital :


  • Memperluas jaringan. Sistem cloud memungkinkan penggunanya untuk terintegrasi dengan pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan untuk pengguna menggunakan tools analytic dalam menganalisa bisnis mereka.
  • Pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan infrastruktur cloud computing memungkinkan  pelaku bisnis memanfaatkan pola konsumsi masyarakat yang berubah menjadi digital dan menjual produknya lebih luas.
  • Real time / update. Cloud Computing menyimpan data  pengguna di internet, sehingga pengguna dalam hal ini pelaku bisnis bisa memanfaatkan penyimpanan ini untuk mengupdate produk-produknya lebih real time dan cepat.
  • Sistem keamanan data. Cloud Computing dapat menyimpan data pengguna di internet yang lebih aman karena sistem keamanannya yang terus diperbarui /real time sehingga tingkat keamanannya tinggi.
  • Backup Data. Pada penggunaan data IT konvensional, memungkinkan terserang virus atau malware yang menyebabkan data dari pelaku bisnis tersebut hilang. Dengan menggunakan cloud computing, data-data dasar bisa langsung terbackup. Selain itu hal ini bisa dimanfaatkan untuk analisis consumer behaviour yang sangat dibutuhkan dalam ekonomi digital.






Thursday, September 14, 2017

WOW TECHNICAL EVENT 2017 : "Business Security & Business Continuity"


Di tahun 2017 ini, PT. Wowrack Indonesia kembali mengadakan sebuah event tahunan sebagai sarana edukasi serta netwoking bagi para pelaku bisnis dan tentunya dunia IT, yang bertajuk WOW TECHNICAL EVENT (WTE) 2017. Kali ini acara WTE 2017 mengusung tema “Business Security and Business Continuity”.


Event WTE diselenggarakan dalam rangka bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia khususnya para pelaku bisnis dan penggiat IT untuk lebih aware lagi terhadap perkembangan serta isu-isu teknologi di era bisnis digital seperti saat ini. Acara WTE berbentuk talkshow yang akan mengajak audience untuk ikut serta berpartisipasi aktif untuk mengulas secara mendalam mengenai topik yang akan dibahas.


Tentunya topik Business Security sangat berkaitan erat dengan Business Continuity. Karena saat ini, berapa persen masyarakat di Indonesia yang sudah sangat memprioritaskan keamanan data-data penting perusahaannya? Berapa persen yang sadar bahwa security itu penting bagi perusahaan? Bahkan masih sedikit perusahaan di tingkat start up dan menengah yang telah menerapkan sistem backup serta memiliki Disaster Recovery Plan bagi perusahaannya.


Maka dari itu, Wowrack Indonesia berharap event WTE ini dapat membantu sekaligus menjadi salah satu solusi bagi permasalahan di dunia IT, khususnya dengan tema “Business Security and Business Continuity” ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam menghadapi kejahatan di dunia cyber serta keberlangsungan bisnis Anda.
Event WTE 2017 “Business Security and Business Continuity” akan diselenggarakan pada :


Hari / Tanggal : Rabu, 20 September 2017
Waktu : 10.00 s/d selesai
Tempat : XXI Lounge Ciputra World
 Jl. Mayjen Sungkono No.89 Surabaya
Fasilitas : Cozy lunch, Doorprize, Goodie bag, Talk show kit, etc


It’s FREE, but LIMITED SEAT



Untuk info lebih lanjut silahkan klik link :




WOW TECHNICAL EVENT 2017

"Business Security & Business Continuity"







Monday, December 29, 2014

[Infografi] Digital Enterprise: Optimize Your E-vestment and Social Responsiblity

Img: Wowrack
Surabaya (Wowrack)
- Memasuki liburan akhir tahun, apa salahnya bila kita sharing sedikit tentang benefits CIT pada corporate yang anda bangun atau pimpin. Siapa tahu selepas liburan, sembari menatap dan menentukan arah pada 2015, anda memiliki paradigma baru dalam membawa corporates anda lebih maju kearah digital entreprise.

Jujur saja boleh dikatakan, digital entreprise atau dalam bahasa simplenya corporate yang memiliki awareness tentang vitalnya peran CIT dalam perkembangan corporates bukanlah topik bahasan yang baru. Toh, Awareness doesn’t equal to preparedness. Ibaratnya, tahu musuh dan tantangan sudah dekat, tapi cuma sekedar iya-iya tahu dan sadar.. tapi belum berbuat apa-apa?

Paradigma baru, survey AIIA, sebuah perusahaan yang bergerak dalam  bidang IT dari Australia, menyatakan pada 2016 potensi ekonomi berbasis internet di negara G20 ditafsir sekitar 4,2 T USD, sedangkan untuk negera berkembang seperti Indonesia pertumbuhan internet sekitar 20%. Angka ini tentunya lebih tinggi dibanding angka pertumbuhan nasional kita yang masih dibawah 10% bukan? Angka tersebut bukanlah tanpa dasar. Menurut AIIA, dalam dua tahun terakhir dunia telah memproduksi 90% jumlah data yang mana ditunjang oleh lonjakan aplikasi mobil web sebesar 8x lipat.

Lonjakan yang cukup tinggi bukan? Hal ini sama halnya potensi dan tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan dunia saat ini. Dunia sudah ke arah digital, mau tak mau corporates tak hanya sadar melainkan sudah harus mempersiapkan diri kearah digital enterprise.

Tak heran, bagi pebisnis dan entrepreneur yang peka pada perkembangan jaman, menganggap CIT merupakan sebuah investasi yang menguntungkan. Salah satu bos pemilik salah satu surat kabar di Surabaya sendiri tak hentinya mengatakan pentingnya investasi dibidang ini. Bos tadi beralasan dengan IT dan Online yang kuat surat kabarnya tentunya diperhitungankan alias memiliki branding yang kuat baik di kancah lokal maupun nasional. Syukur-syukur dunia luar. Baginya, masa depan dunia akan banyak diranah internet dan online.

Tak dipungkiri dengan go online, branding dan image sebuah corporate akan terangkat. Apalagi bila web sebagai bentuk representatif digital entreprise mereka dikelola secara pro. Secara tak langsung mereka akan mendapatkan berbagai benefits. Apa saja diantaranya? Cost Effective advertising alias biaya iklan dan promosi yang lebih efisien dan efektif. Ada juga keuntungan round the clock availabilty. Dengan kata lain, dengan web, kantor selalu melayani kebutuhan informasi yang dibutuhkan karyawan atau customer.  Lantas, dengan dilengkapi akses customer feedback and interactive, corporate secara langsung bisa berinteraksi dengan customer dan melakukan analisa kebutuhan customer.

Lantas apakah CIT hanya diperuntukkan sekedar untuk web semata? Tak juga. Dunia sedang “demam” sosial media. Bila anda perhatikan, pengunjung sosmed lebih aktif dibanding pengunjung website. Tak heran banyak perusahaan dan corporate yang memberdayakan sosmed mulai dari sekedar branding, selling produk, mencari feedback, menggelar survey entah itu customer satisfaction atau sekedar mengetahui customer behavior, dan juga untuk memperkenalkan events. Nah, untuk itu corporate juga tak bisa tidak untuk tak melengkapi diri dengan seabrek akun sosmed.  Fakta berbicara, 23% corporate yang termasuk 500 besar dunia melengkapi dengan blog selain website. Sedangkan, 62% corporate tersebut memiliki akun twitter. So, sudah pasti, staff CIT tak bisa kerja santai. Staff CIT tak hanya mengurusi web saja melainkan harus bisa mengoptimalkan data tersebut. Bukannya apa, selain monitoring, data yang masuk melalui akun sosmed tak ubahnya golden data bila digarap secara optimal.



Tentunya hal diatas memberikan tantangan tersendiri bagi para CIT staff untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Dengan hanya mengandalkan kekuatan corporate sendiri, apakah kira-kira mampu meng-handle? Belum lagi munculnya beberapa tantangan yang mungkin kerap muncul seperti ketersediaan power reliable alias daya listrik yang memadai dan guarenteed 24x7 available. Bukannya apa, dinegara kita masih saja ada pemadaman berkala. Lalu, lihat juga tantangan dari segi maintainance perangkat CIT yang kadangkala harus ditebus dengan harga mahal. Jangan lupakan skill para staff IT yang “maaf” terkadang tak selalu ontime update. Belum lagi security breach yang masih menjadi momok bagi perusahaan yang ingin go online. Tak heran, beberapa pebisnis dan corporate decision maker maju mundur untuk total masuk ke digital entreprise lantaran investasi yang kelewat mahal untuk membangun IT centre sendiri. Tentunya kalangan entreprise tak mau khan sudah mengelontorkan budget yang kelewat tinggi namun CIT kurang optimal?

Nah, solusi yang layak dipertimbangkan yakni menjalin partnership dengan perusahaan penyedia CIT infrastruktur sekaligus tenaga CIT yang kompeten. Lantas kira-kira apa yang keuntungan mengandeng perusahaan penyedia layanan CIT?




1. Reducing CIT Budget
Dengan mengandeng mereka, secara tak langsung mampu me-reduce anggaran CIT sekitar 20-40% dari budget. Bukan rahasia lagi kalau biaya CIT banyak terbuang sia-sia seperti pada outdate infrastructure dan inefficient CIT system. Belum lagi maintainance cost yang tak bisa dilewatkan.

2. Operational Efficiencies
Berpartner dengan penyedia layanan CIT, sudah tentu perusahaan anda bisa lebih efisien dalam mengambil kebijakan kedepan. Didukung oleh staff CIT yang lebih kredible dalam membuat project-project, anda tinggal menunggu hasil. Time is so valuable, don’t waste it..

3. Optimalization Portofolio
Dengan laporan berkala yang diolah dari berbagai data dari berbagai sumber bisa menjadi referensi dan analisis yang mampu memberikan solusi dan arah baik dalam hal langkah efisiensi hingga terobosan yang lebih optimal.

4. Emerging Technology Modernisation
Dengan perkembangan dunia IT yang terkenal rapid, para profesional CIT staff dari perusahaan penyedia layanan sudah tentu melek dan aware akan update-update infrastructure dan software termasuk serangan malware yang kerap menghantui.



Well, wowfreind, semoga sharing diatas bisa menjadi bahan to be considered untuk kebijakan enterprise anda di tahun 2015. Just not to forget, awareness doesn’t equal to preparedness..

Happy Holiday, Hope your corporate will get even advance in the upcoming year. (Josh/wwrk)