Tuesday, July 10, 2018

Perangi Cyber Crime melalui Edukasi Masyarakat



Saat ini kejahatan di dunia maya atau cyber crime menjadi tren yang marak di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Semakin meningkat dan pesatnya teknologi digital dapat  membawa dampak positif bagi berbagai lapisan kehidupan masyarakat. Efek negatif dari penggunaan teknologipun menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Konsekuensi berupa cyber crime atau kejahatan di dunia maya pun seakan menjadi permasalahan yang terus mengikuti dibelakang perkembangan teknologi itu sendiri.

Tingginya angka cyber crime di Indonesia dapat dilihat berdasarkan data dari laporan State of The Internet tahun 2013 yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara dengan urutan kedua dalam kasus cyber crime di dunia, dengan angka mencapai 36,6 juta serangan. Sejak tahun 2012 sampai dengan April 2015, sub unit cyber crime Kepolisian Indonesia juga telah menangkap 497 orang tersangka kasus kejahatan di dunia maya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 389 orang di antaranya merupakan warga negara asing, dan 108 orang merupakan warga negara Indonesia. Berdasarkan data tersebut yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan situasi gawat cyber crime dan hal ini bukanlah permasalahan yang dapat diabaikan begitu saja.

Pemerintah melalui pihak Kepolisian Indonesia, Kominfo, serta pihak-pihak yang terkait, telah melakukan usaha pemberantasan kasus-kasus cyber crime di Indonesia hingga tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat umum. Langkah –langkah ini tentu tidak akan berjalan efektif jika tidak didukung oleh stakeholder lainnya seperti masyarakat. Namun, angka cyber crime yang tinggi bukanlah hal yang perlu ditakuti dan lantas membuat kita takut menggunakan teknologi digital. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dan tentunya akan diulas secara mendalam dalam artikel ini.

Definisi Cyber Crime
Img : Stocksnap

Cyber crime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan menggunakan  komputer atau jaringan komputer sebagai alat, atau sebagai sasaran serta lokasi terjadinya kejahatan. Meskipun kejahatan dunia maya atau cyber crime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan menggunakan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional dimana komputer atau  jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi seperti bullying, pornografi, serta penculikan yang menggunakan teknologi digital dalam melakukan aksinya. Jadi cyber crime bukan hanya tentang retas-meretas atau kebocoran data, namun lebih luas dari itu.


Permasalahan Cyber Crime di Indonesia
Img : Stocksnap

Permasalahan cyber crime di Indonesia telah menjadi fokus utama sejak beberapa tahun terakhir karena maraknya kejahatan di dunia maya ini. Beberapa permasalahan cyber crime tersebut antara lain :
  • Pencurian dan penggunaan account internet milik orang lain. Berbeda dengan kasus pencurian yang melibatkan hal fisik, dalam kasus kehilangan di cyber crime melibatkan pihak lain (hacker) yang mencuri informasi dari akun orang lain dan menyalahgunakannya tanpa sepengetahuan dan seizin pemilik account yang asli.
  • Membajak situs web. Masih ingatkah Anda dengan pembajakan situs salah satu provider di Indonesia yang viral karena ulah seorang hacker dengan mempublish tulisan bernada protes kepada pihak provider karena terlalu mahal? Nah, salah satu kegiatan cyber crime pembajakan website adalah dengan mengubah tampilan beranda suatu website sesuai dengan yang peretas inginkan.
  • Probing dan port scanning atau pengintaian. Seorang hacker sebelum melakukan pembajakan atau pencurian data sebuah website biasanya melakukan pengintaian terlebih dahulu. Hal yang dilakukan termasuk diantaranya adalah mengidentifikasi server yang digunakan hingga sistem keamanan yang digunakan. Analoginya seperti ini, ketika seseorang telah menargetkan pencurian suatu rumah mewah. Maka mereka akan melakukan pengintaian kepada rumah tersebut, melihat kebiasaan pemilik rumah hingga mengidentifikasi merk pintu dan jendela untuk memudahkan pencurian mereka nanti. Hal seperti ini juga sudah menjadi bagian dari cyber crime karena sifatnya mengganggu kenyamanan orang lain.
  • Virus. Cyber crime ini merupakan hal yang paling sering kita jumpai atau dengar. Virus menyebar layaknya penyakit pada tubuh seseorang, sifatnya yang ingin menguasai suatu perangkat membuatnya memiliki efek negatif pada perangkat tersebut, mulai dari menjadikan perangkat lambat, menginfeksi file penting hingga mendatangkan virus lain jika terhubung dengan internet.
  • Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack. Cyber crime jenis ini bertujuan untuk melumpuhkan target. Cyber crime ini tidak bertujuan untuk memalsukan data, atau mengambil informasi namun hanya membuat website tersebut tidak bisa diakses atau lumpuh. Cyber crime jenis ini banyak terjadi dan ditemukan dalam perusahaan yang bergerak di industri atau bidang finansial/keuangan.


Upaya Mengatasi Cyber Crime
Img : Stocksnap

Tindakan cyber crime yang tidak sedikit memakan korban, pada akhirnya akan mendorong banyak pihak untuk berupaya mengatasinya baik dari segi regulator yakni pemerintah, maupun stakeholder lainnya seperti swasta, maupun masyarakat itu sendiri. Adapun beberapa hal yang bisa mendorong pencegahan tindakan cyber crime adalah sebagai berikut :

  • Educate User. Melakukan edukasi kepada masyarakat pelaku IT untuk lebih waspada terhadap cyber crime.
  • Use Hacker Perspective. Pentingnya menggunakan perspektif peretas agar kita mengetahui tindakan yang perlu dilakukan untuk mengamankan sistem.
  • Perkuat keamanan sistem dan patuhi aturan yang berlaku. Anda bisa menggunakan security pihak ketiga agar memperkuat sistem dan patuhi aturan dari pemerintah sehingga keamanan sistem juga dapat lebih terjamin.

Upaya Pemerintah Indonesia
Img : Stocksnap
Permasalahan cyber crime yang kompleks harus ditangani secara sistematis dan terstruktur yang melibatkan peran pemerintah dalam penyelenggara negara sekaligus regulator yang berhak atas keamanan negara. Indonesia yang menempati urutan teratas dalam cyber crime di dunia telah melakukan berbagai upaya pencegahan hingga penanggulangan cyber crime, diantaranya :
  • Undang-Undang ITE. Sebagai pendekatan hukum terhadap keamanan cyber, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk mencegah terjadinya cyber crime, namun UU ini masih harus dievaluasi kembali karena banyak pasal yang kurang relevan.
  • Pemblokiran. Upaya ini dilakukan pemerintah untuk melindungi anak-anak atau remaja Indonesia terpapar konten negatif seperti situs porno dan berita hoax. Pemerintah dapat menggunakan sistem penyaringan seperti Trust Positif, DNS Nawala dan Sistem Whitelist Nusantara yang menyediakan rekomendasi situs-situs positif.
  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pada tahun 2017 kemarin pemerintah membentuk sebuah badan untuk mencegah terjadinya cyber crime yang memiliki 8 fungsi. Diantaranya terkait dengan identifikasi, deteksi, proteksi dan penanggulangan e-commerce, persandian, diplomasi cyber, pusat manajemen cyber crime, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan cyber.
  • Fokus SDM. Pemerintah menyelenggarakan berbagai program yang fokus kepada pembenahan SDM yang terlatih seperti pelatihan agen perubahan informatika (internet CAKAP dan Relawan TIK) serta penyelenggaraan kompetisi yang berbasis teknologi.

Edukasi Masyarakat untuk Melawan Cyber Crime
Img : Stocksnap

Dalam menangani cyber crime, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan teknologi, upaya pemblokiran atau sekedar membentuk Undang-Undang. Namun, pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan unsur penting dalam mengatasi cyber crime ini. Upaya edukasi terhadap masyarakat saat ini telah dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta, diantaranya adalah :
  • Meningkatkan kesadaran dan perhatian orang tua terhadap pengawasan anak. Upaya pencegahan ini dilakukan dengan cara orang tua harus mengetahui bentuk proses digital dan dengan berkomunikasi lebih intens lagi kepada anak, dibanding dengan membiarkannya menjelajahi internet yang tidak memiliki sekat ruang dan waktu. Upaya pemblokiran situs-situs dewasa oleh Pemerintah juga harus didukung oleh orang tua sebagai fasilitator pertama anak.
  • Kepolisian Republik Indonesia juga telah meluncurkan program pengamanan anak di dunia maya (save children on the internet) guna mencegah anak terpapar konten-konten negatif yang ada di Internet.
  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru saja dibentuk bisa menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat dalam penanggulangan cyber crime dan badan aduan masyarakat terkait serangan-serangan malware.
  • Pendekatan sosiokultural dan sosialisasi masyarakat melalui seminar, pelatihan dan kompetisi. Beberapa pelatihan yang telah diadakan dan akan terus diadakan adalah pelatihan agen perubahan informatika (internet CAKAP dan Relawan TIK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bidang networking dan melakukan pelatihan-pelatihan ke sekolah dan universitas-universitas untuk mensosialisasikan materi mulai dari jaringan, mikrotik, hingga pemanfaatan internet sehat.
  • Pembuatan video animasi digital hero Indonesia (Digiro) sebagai bentuk sosialisasi pemerintah bagaimana memanfaatkan internet dengan baik dan benar.
  • Melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi seperti INAICTA, AICTA, Duta Internet CAKAP, dan Kartini Next Generation. Kompetisi ini diselenggarakan untuk sebagai ajang pembelajaran yang selain dapat mengakomodir bakat masyarakat terhadap dunia digital, juga sebagai ajang untuk pembelajaran terhadap pencegahan tindakan cyber crime.

Cyber crime tidak bisa dipungkiri akan selalu ada karena perkembangan teknologi yang pesat, dan diikuti oleh pola hidup masyarakat yang saat ini telah bergeser menjadi sebuah ketergantungan dalam menggunakan teknologi di kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, melakukan tindakan preventif terhadap kejahatan cyber crime sedini mungkin dapat memperkecil masalah serangan cyber crime, sehingga keamanan dalam berteknologi dapat dicapai semua kalangan dan lapisan masyarakat.



Friday, October 20, 2017

Pentingkah Firewall untuk Security System?


Melakukan suatu kegiatan dengan bantuan akses internet merupakan hal yang umum dilakukan oleh masyarakat digital dewasa ini. Berbagai kegiatan dan pekerjaan memang dapat dilakukan secara online dengan internet. Dalam kehidupan sehari-hari saja yang secara langsung dapat berimbas pada keseharian masyarakat ini beraneka ragam, mulai dari booking transportasi melalui aplikasi online untuk berangkat sekolah, kuliah, kerja, atau kemanapun tujuan orang tersebut. Dalam dunia kerja atau pendidikan yang membutuhkan share dokumen mungkin untuk keperluan meeting, presentasi, maupun kerja kelompok, sudah tersedia berbagai software dan aplikasi sharing doc seperti Dropbox, Google Drive, dan lain sebagainya. Bahkan sekarang para pakar teknologi sudah mengeluarkan inovasi berupa smartcar yang tentu terhubung dengan AI dan software-software lain yang tentunya membutuhkan jaringan internet untuk menjalankannya. Smartcar akan membantu pengemudi untuk melakukan pekerjaan lain selama di dalam mobil, karena smartcar yang akan menyelesaikan tugas mengemudi dengan aman. Bukan tidak mungkin dimasa depan semua hal dapat diubah kedalam bentuk digital dengan bantuan internet.

Lalu jika semua pekerjaan dan aktifitas manusia membutuhkan koneksi internet, bagaimana jika koneksi tersebut diserang oleh peretas? Tentu akan banyak sekali kerugian yang dialami oleh masyarakat digital. Memang bergantung hanya pada jaringan internet tentu akan semakin rentan dan mudah untuk diserang juga secara online. Maka dari itu, proteksi jaringan internet dan komputer memang perlu untuk dilakukan. Dan salah satu ‘penjaga’ pertama yang mampu menjadi perisai ini adalah Firewall.


Mengapa Firewall?
Img : Freepik

Hal pertama yang memang harus dilakukan ketika memiliki koneksi internal yang melibatkan komputer dan jaringan internet adalah memasang Firewall. Sosok Firewall ini adalah ‘pintu utama’ dari segala aktifitas yang dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Maka dari itu sangat penting untuk memiliki Firewall dalam apapun jaringan internet, terutama jaringan internal perusahaan yang dimiliki. Firewall bertugas melindungi jaringan internal agar tidak diakses oleh siapapun diluar jaringan internal tersebut. Dengan kata lain Firewall bertugas melindungi dan menjadi perisai dari segala jenis ancaman yang bisa saja datang diluar jaringan internal. Misalnya data-data perusahaan yang penting, yang telah dishare di internal perusahaan, tidak akan dapat diakses oleh pihak luar. Sehingga data tidak akan dapat diubah, dicuri, atau dirusak oleh pihak luar.

Firewall adalah salah satu dari sekian banyak sistem keamanan yang dapat diterapkan pada jaringan private internet. Firewall membantu untuk mengamankan website dari serangan pihak diluar jaringan internal. Sehingga siapa saja pihak luar yang ingin mengakses, mengedit / merubah, maupun mencuri akses dari website akan secara otomatis akan langsung di block oleh Firewall. Sehingga Firewall merupakan pengaman ‘pintu depan’ yang harus diaplikasikan dalam jaringan internal. Firewall mampu mengatur lalu lintas data-data yang dapat diakses maupun yang tidak dapat diakses oleh beberapa pihak diluar jaringan private. Firewall mampu melihat data-data serta alamat IP yang digunakan, serta menutup akses port untuk alamat-alamat IP yang tidak dikenal, bahkan hingga unsur-unsur data yang terkandung dalam suatu konten. Maka dari itu sangat penting untuk memasang dan menggunakan Firewall sebagai perisai dan perlindungan pada tindakan pengamanan yang paling mendasar.


Ada Berapa Jenis Perlindungan Firewall?
Pada dasarnya, Firewall ini melindungi dua hal utama, yaitu :
  • Perangkat komputer, atau perangkat keras dari infrastruktur yang digunakan dalam jaringan private yang digunakan, misalnya komputer atau perangkat yang digunakan dalam suatu perusahaan. Jika jaringan sampai terkena hack, maka tentu data-data yang tersimpan didalam komputer dapat diakses, diretas, dan dicuri oleh hacker. Untuk mencegah hal tersebut, maka memang sebaiknya memasang Firewall sebagai perlindungan pertama terhadap segala jenis infrastruktur yang digunakan untuk mengakses internet.
  • Jaringan private, termasuk didalamnya semua individu yang menggunakan akses internet melalui komputer-komputer yang digunakan dalam satu jaringan. Firewall ini dapat melindungi port-port akses jaringan internet tersebut. Ada beberapa third party yang menawarkan dan menyediakan layanan perlindungan jaringan ini. Biasanya bentuk perlindungannya adalah melalui software-software seperti Cisco dan Mikrotik.


Apa Fungsi Lain dari Firewall?
Img : Freepik

Selain fungsi utama sebagai filter akses dari luar yang ingin masuk dalam jaringan private, Firewall juga memiliki fungsi-fungsi lain diantaranya adalah :
  • Mengawasi dan mengontrol lalu lintas transfer data-data antar komputer yang berada dalam satu jaringan. Selain itu juga mengawasi dan mengontrol upaya-upaya dari luar jaringan yang ingin masuk melalui port-port tertentu kedalam jaringan internal.
    Ada beberapa hal yang menjadi fokus utama perlindungan dari Firewall yaitu alamat IP komputer pengirim dan alamat IP komputer penerima, port dari komputer pengirim dan port komputer penerima, serta informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
  • Membuka dan menutup port-port tertentu. Karena pada dasarnya hacker akan meretas dengan cara mencari celah dan kelemahan berupa port yang ‘lengah tidak terjaga’ sehingga ketika seharusnya port ini tertutup untuk jaringan luar, namun malah terbuka. Tugas Firewall adalah memastikan port-port yang harus tertutup ini agar benar-benar tertutup.
  • Melakukan otentifikasi pada jaringan yang digunakan. Firewall ini akan bekerja misalnya dengan cara konfigurasi terlebih dahulu, yaitu meminta username dan password ketika seseorang ingin mengakses suatu jaringan internal.
  • Menjaga informasi dan data-data internal tetap berada didalam jaringan private, dan tidak keluar tanpa sepengetahuan.
  • Memeriksa dan memodifikasi paket data yang terdiri atas header, tubuh (payload), serta trailer. Paket ini merupakan bagian dari sebuah Internet Protocol.


Jenis Perlindungan Firewall

Img : Pixabay

Setiap aktifitas yang menggunakan jaringan internet, tentu tetap harus melewati pantauan dan ‘persetujuan’ dari Firewall. Tidak ada satupun aktifitas keluar masuk jaringan yang terjadi tanpa sepengetahuan dari Firewall. Secara garis besar, Firewall memiliki beberapa karakter perlindungan yaitu diantaranya adalah :
  • Memantau aktifitas dan kegiatan transfer data yang terjadi didalam jaringan maupun aktifitas yang memerlukan akses keluar masuk jaringan. Jika akses dinilai dapat membahayakan jaringan private, maka otomatis Firewall akan menolak, memblock, serta tidak memberikan akses untuk masuk dengan cara menutup port-port yang digunakan sebagai akses jalan masuk. Sehingga jaringan internal akan aman dari serangan dari luar.
  • Firewall memberikan perlindungan terhadap segala jenis aktifitas jaringan yang ‘familiar’, dimana tentunya segala jenis aktifitas ini adalah kegiatan yang biasanya rutin dilakukan dalam suatu jaringan private. Sehingga untuk membuat Firewall ‘familiar’ dengan aktifitas ini, perlu dilakukan konfigurasi atau pengaturan tertentu untuk mengatur policy keamanan lokal. Dengan aktifitas yang telah terkonfigurasi tersebut, Firewall akan mengenali aktifitas jaringan dan melindunginya.
  • Firewall tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari Operating System yang mendukungnya. Untuk mendapatkan perlindungan yang baik dan kuat, tentunya Firewall harus didukung dengan sistem yang trusted, dan kuat agar tahan dari serangan atau minim kelemahan.
  • Firewall dapat melakukan penyaringan kepada router yang digunakan dengan cara mengatur semua paket IP yang digunakan untuk mengirim, melewati, dan menerima. Ketika semua sudah terdaftar, maka Firewall dapat diatur untuk tindakannya yaitu diterima, diteruskan, maupun ditolak.
  • Application-level gateway dan circuit-level gateway. Application-level gateway yaitu proxy server yang dapat berfungsi untuk memperlancar dan menguatkan kecepatan arus aplikasi. Sedangkan circuit-level gateway merupakan  fungsi yang terbentuk dari application-level gateway yaitu fungsi yang tidak memperbolehkan koneksi secara langsung (end to end).


Bagaimana Firewall Bekerja?
Img : StockSnap

Untuk melindungi jaringan internal, Firewall dapat menerapkan metode extended authentication berupa suatu policy tertentu, misalnya adalah sebuah konfigurasi username dan password. Firewall membantu ‘mengenali’ user melalui akses masuk yang diinput dalam sistem masuk jaringan tersebut. Selain itu, Firewall akan bertindak menggunakan sertifikasi digital. Maksudnya adalah proses otentifikasi yang dapat terjadi tanpa campur tangan dari user. Sehingga prosesnya akan semakin cepat, dan juga lebih baik daripada harus input username dan password terlebih dahulu. Namun sayangnya, mekanisme proses otentifikasi sertifikasi digital ini sedikit lebih rumit.

Firewall juga dapat bekerja dengan cara melalui kunci yang telah diberitahu dan dimiliki oleh user (pre-shared key). Metode ini dinilai adalah metode yang paling mudah untuk dilakukan. Selain lebih sederhana, metode pre-shared key ini memiliki sistem otentifikasi yang mudah. Yaitu setiap host website jaringan akan diberikan shared key yang telah ditentukan sebelumnya. Metode otentifikasi menggunakan pre-shared key ini memiliki kekurangan berupa seberapa sering kunci tersebut dilakukan pembaruan sehingga banyaknya user yang menggunakannya terkadang lupa menggunakan kunci yang lama alih-alih yang baru.


Pentingkah Firewall sebagai Security System?
Img : Freepik

Di akhir pembahasan ini, dapat diperoleh fakta dan kesimpulan bahwa Firewall sangat penting untuk keamanan jaringan internal komunitas, grup, serta lingkup perusahaan dan bisnis. Mengapa? Karena Firewall mampu menjadi pelindung terdepan dari sederet cyber security yang dapat diterapkan. Firewall cukup mampu untuk menjadi pelindung ‘gerbang utama’ dan kemudian dapat disusul dengan perlindungan-perlindungan lanjutan lainnya. Tentu lebih disarankan untuk memiliki Firewall daripada tidak sama sekali. Setidaknya, keamanan jaringan akan lebih terjaga dan terlindungi jika menggunakan Firewall.

Ada beberapa manfaat lain dari Firewall sebagai bahan pertimbangan menggunakan Firewall sebagai perlindungan jaringan internal Anda. Firewall dapat diandalkan sebagai sebuah sistem yang mengatur komunikasi dua arah jaringan yang berbeda. Firewall dapat melakukan scanning jaringan dengan menggunakan deteksi alamat IP, nomor port, protocol, serta mengidentifikasi pesan konten. Firewall dapat mengendalikan File Transfer Protocol (FTP) untuk memantau lalu lintas keluar masuk jaringan internet, sehingga mampu menjaga semua data yang bersifat rahasia dan private agar tidak dikirim oleh pihak-pihak tertentu keluar jaringan baik secara sengaja maupun tidak. Firewall dapat mencegah infeksi virus yang dapat merusak komputer, software, dan sistem. Firewall dapat mencegah akses yang tidak sah dari dan ke jaringan pribadi. Firewall dapat langsung memblock pesan dan konten yang mengandung unsur-unsur berbahaya dan tidak sesuai dengan konfigurasi keamanan yang ada. Firewall dapat memfilter, mengatur, dan mengontrol semua jenis lalu lintas aliran data, informasi, koneksi, dan hubungan dari dan kedalam jaringan internal, maupun keluar jaringan. Semua fungsi ini juga memungkinkan Firewall untuk mencegah modifikasi data-data di website yang tidak sah dan tidak dikenal.

Jadi bagaimana, sudahkah jaringan private Anda terlindungi oleh Firewall?






Thursday, July 6, 2017

Pentingnya Data Center sebagai Pusat Penyimpanan Data


Internet merupakan kepentingan yang sangat krusial karena dapat digunakan untuk berbagai aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Mulai dari komunikasi, entertainment dan sosial media, serta dapat pula terkait dengan bisnis dan perusahaan untuk keperluan berkirim email, tracking customer dan penjualan, menyusun dan menerapkan marketing produk, bahkan untuk pembayaran melalui internet banking.

Banyak faktor yang dibutuhkan agar internet dapat berjalan dengan lancar untuk dimanfaatkan dalam berbagai fungsi dan keperluan. Internet memerlukan server yang terhubung pada data center. Data center merupakan sebuah media tempat penyimpanan server dan hosting web server berada. Data center ini adalah sebuah ‘rumah’ untuk semua data-data yang terhubung melalui server. Data center ini sangat aman dan harus aman karena bertugas untuk melindungi data-data maupun segala jenis informasi dari berbagai server hosting.

Bangunan data center memiliki beberapa kriteria penting, salah satunya adalah suhu ruangan. Server di data center menghasilkan suhu panas secara terus-menerus. Maka hal ini yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Suhu ruangan data center tidak boleh mencapai suhu panas yang sangat tinggi karena dapat menyebabkan server mati dan sebaliknya, jika suhu menjadi lembab, server dapat terkena resiko konsleting hingga terbakar. Maka dari itu suhu ruangan sangat penting bagi sebuah bangunan data center.

Apa Data Center itu?
Definisi Data Center adalah sebuah tempat, bangunan, atau gedung yang berfungsi untuk menyimpan dan mengoperasikan server. Selain sebagai tempat server, data center juga memiliki ruangan-ruangan lain yang ditujukan untuk mensupport server agar tetap uptime dan terhindar dari resiko-resiko kerusakan lainnya.

Data center digunakan untuk media penyimpanan server, manajemen dan pengelolaan, hingga penyebaran data dan informasi yang diakses melalui jaringan internet. Untuk keperluan demikian, tentu tempat data center juga harus dilengkapi dengan perangkat jaringan komputer yang juga terhubung ke jaringan internet.

Data center memiliki alat-alat pengolahan data yang digunakan sebagai pusat pengolahan dan pemrosesan data. Data center diibaratkan sebagai sebuah otak atau inti dari semua penyimpanan dan pemrosesan data. Data center memiliki cakupan jaringan yang sangat luas yaitu mulai dari level nasional hingga level internasional.

Bagaimana Membangun Sebuah Data Center?
Img : Pixabay

Secara garis besar, dalam membangun sebuah tempat yang nantinya akan difungsikan sebagai data center, harus memperhatikan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh sebuah data center. Sebuah data center harus memiliki beberapa partisi ruangan seperti berikut ini :
  1. Ruangan server, biasanya ruangan server ini terdiri dari beberapa komputer tanpa monitor dan keyboard. Komputer-komputer ini terhubung ke jaringan dan bertugas sebagai inti penyimpanan dan pemrosesan data. Komputer-komputer ini saling berhubungan serta harus sangat dikontrol suhu ruangannya. Karena jika sampai terlalu panas atau lembab, maka akan menimbulkan kerusakan dan kerugian.
  2. Rak-rak jaringan, berfungsi sebagai penghubung antar server serta jalur serat optik ISP. Tentu data-data yang masuk dan keluar harus melewati jalur rak-rak jaringan ini.
  3. Mesin-mesin UPS, berfungsi untuk menjadi sumber listrik cadangan apabila pasokan listrik tiba-tiba terputus atau mati. Mesin UPS mampu menjadi backup tenaga listrik sementara sebelum generator cadangan menyala.
  4. Generator cadangan, berjalan dengan menggunakan mesin diesel dan secara otomatis akan menyala ketika listrik mati.
  5. Ruangan pendingin, yang berfungsi untuk mengatur suhu di ruangan server agar suhu ruangan tidak terlalu panas.
  6. Mesin untuk menukar panas, terletak di atap bangunan dan berfungsi mengeluarkan udara panas yang ada di dalam bangunan gedung.
  7. Konstruksi beton dan baja, yang bertujuan untuk melindungi server apabila terjadi bencana alam.
  8. Beberapa unit mesin pendingin yang bekerja selama 24/7, mesin-meisn ini bekerja dengan cara mengeluarkan panas yang diserap oleh mesin pendingin kemudian melepaskannya keluar atau diubah sebagai udara dingin. Jangan lupa untuk menyiapkan juga beberapa program/unit pendingin cadangan.
  9. Pusat operasi jaringan, yang berisi ruangan untuk para karyawan IT dan security IT yang bertugas memonitor data center selama 24/7.
  10. Petugas keamanan, bertugas untuk menjaga gedung/bangunan data center tetap aman dengan menggunakan kamera keamanan, scan kartu identitas, dan sebagainya demi keamanan secara fisik.

Maintenance dari data center tidak kalah penting dari tahap pembangunannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang data center, yaitu :
  1. Metrik tentang kinerja server, ada standar pengukuran kinerja server yang telah diakui oleh sebagian besar orang IT, yaitu konsorsium SPEC atau Standard Performance Evaluation Corporation. Beberapa kriteria yang disyaratkan adalah pemanfaatan, latensi, dan efisiensi sumber daya.
  2. Memiliki karyawan IT yang kompeten, ada beberapa tugas penting untuk karyawan IT yang bekerja pada data center yaitu system deployment (mempersiapkan sistem), power source (pemakaian listrik), hardware maintenance (pemeliharaan dan perawatan perangkat hardware), software deployment (mempersiapkan software), network management (analisis network), dan server security (melakukan pengamanan untuk data center).

Cara Kerja Data Center
Img : Pixabay

Bagaimana sebuah data dari penyimpanan data center bisa tersedia di komputer masing-masing user? Ada beberapa tahapan dalam proses transfer data ini yaitu data yang tersimpan di data center akan disalurkan melalui kabel jaringan ke Internet Service Providers (ISP), kemudian disalurkan ke masing-masing modem dan router, baru kemudian data dapat diterima oleh komputer user. Cara kerja dan kinerja dari sebuah data center sangat tergantung dari sumber daya yang dimilikinya, mulai dari perangkat keras / hardware, perangkat lunak / software, keamanan IT dan fisik, hingga sumber daya manusia atau staf teknik yang menanganinya.

Agar data center dapat berjalan dengan baik dan maksimal, maka perlu didukung dengan berbagai macam faktor yang bisa menjadi penentunya. Selain fasilitas dan keamanan hardware dan software, lokasi dan jenis bangunan juga sangat mempengaruhi data center. Beberapa kriteria sebagai unsur-unsur bagi sebuah bangunan data center adalah :
  1. Lokasi gedung / bangunan data center harus berada pada wilayah tertentu yang memiliki rasio bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gunung meletus yang relatif kecil, serta minim resiko gempa bumi. Maka dari itu, sebelum memilih bangunan yang tepat untuk dijadikan tempat data center, sebaiknya benar-benar diperhatikan jenis tanah yang dimiliki, karena ada beberapa wilayah yang memiliki jenis tanah yang kurang baik sehingga sangat riskan untuk mendirikan bangunan diatasnya.
  2. Sebuah bisnis atau perusahaan besar yang memiliki data center dan server sendiri, harus memiliki tidak hanya satu server utama, melainkan lebih dari dua data center dan server cadangan. Hal ini untuk mengantisipasi apabila salah satu data center / server yang dimiliki mati atau rusak, maka perusahaan tersebut masih memiliki backup dan cadangan data center dan server agar data yang disimpan tetap aman dan bisa diakses dengan stabil.
  3. Skalabilitas, yaitu tingkat pengaturan skala penggunaan server. Data center yang memiliki tingkat fleksibilitas dalam pelayanan kepada user harus memiliki beberapa pilihan pemakaian server dan data center sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Maka dari itu efisiensi dan kemudahan sangat diperlukan.
  4. Stabil dan cepat, hal ini didukung dengan adanya jaringan internet berbentuk fiber optik. Data center dan server harus tetap uptime, karena down akan memberikan efek yang kurang baik bagi pengguna maupun staf IT yang menanganinya.


Sistem Penyimpanan di Data Center
Img : Pixabay

Dalam data center, apakah Anda mengetahui dimana data tersebut berada? Bagaimana Anda bisa dengan mudah mengaksesnya padahal tidak melihat bentuk fisiknya? Sebelumnya harus dipahami terlebih dahulu tentang apa saja yang dimaksud dengan data. Data bisa datang dari mana saja, bisa melalui sensor atau scan, hasil posting di sosial media, foto dan video digital, pembelian dan transaksi secara online, GPS yang datang dari telepon seluler, dan masih banyak yang lainnya. Setiap hari semua orang di dunia ini mampu membuat hingga 2.5 Quintilion Byte atau setara 1.000.000.000.000 miliar byte data.

Data-data di seluruh dunia tersebut tentu membutuhkan tempat penyimpanan yang besar. Untungnya hingga saat ini teknologi akan terus berkembang, dan media penyimpanan data juga pasti mampu menyimpan dan memproses data yang banyak tersebut. Pusat-pusat data center pun terus dibangun dan dikembangkan. Perusahaan sebesar Google sangat tertutup dengan keberadaan data centernya, karena apabila berhasil diretas akan sangat berbahaya sekali bagi perusahaan tersebut.

Maka idealnya adalah memang memiliki beberapa server yang tersebar di beberapa kota bahkan lintas negara untuk menjaga backup dan cadangan data center apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cara lainnya adalah dengan menyamarkan bangunan data center mejadi tidak mirip gedung data center dari luar. Hal ini bisa membantu mengecoh kejahatan secara fisik terhadap data center tersebut.

Kembali ke masalah dimana data disimpan, tentu saja semua data disimpan dalam data center. Dari perangkat komputer maupun seluler yang dimiliki masing-masing orang, tentu akan menghasilkan data. Data-data ini tentu harus terkoneksi dengan jaringan internet kemdian baru dapat disambungkan ke jaringan ISP untuk kemudian disimpan dalam data center melalui kabel fiber jaringan optik.

Sistem keamanan pada bangunan data center sangat tidak main-main, baik secara virtual maupun secara teknologi dan software. Diperlukan pengawasan selama 24/7 melalui camera CCTV dan peralatan keamanan lainnya. Tidak hanya untuk memantau serangan dari luar bangunan, namun juga untuk memantau hal-hal kecil tapi mendetail yang harus sangat diperhatikan didalam bangunan data center itu sendiri.


Tantangan dalam Data Center
Tantangan yang dihadapi data center tentu tidak jauh-jauh dari masalah security atau keamanan. Tantangan keamanan dalam data center terbagi menjadi dua yaitu masalah keamanan terkait dengan teknologi dan masalah keamanan yang terkait dengan manusia.

Terdapat beberapa penelitian yang dilakukan oleh tim IT, yaitu sebanyak 69% menyebutkan bahwa butuh waktu sebanyak 4 jam untuk membuat aturan Firewall baru untuk setiap aplikasi jaringan. Dan sebanyak 74% mengatakan membutuhkan waktu beberapa hari hingga satu minggu untuk memperbarui perangkat keamanan. Pada dasarnya masalah keamanan jaringan cenderung muncul karena kesalahan manusia (human error).
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa idealnya data center memiliki lebih dari dua pusat data center yang dimiliki dan tersebar di kota atau negara yang berbeda. Karena pada kenyataannya, ada alasan bahwa sebanyak 47% penjahat mampu memindahkan dan mencuri data dari data center dengan mudah, 77% pelaku IT mengakui bahwa segmentasi data cneter akan mampu mengatasi hal ini, namun hanya sebanyak 38% organisasi yang benar-benar menerapkan segmentasi data center ini.


Masa Depan Data Center
Img : Pixabay

Data center masih tetap akan menjadi hal yang dibutuhkan untuk perkembangan teknologi di dunia. Karena data center adalah pusat penyimpanan dan pengolahan data-data. Namun fokus apa yang menjadi perhatian bagi perkembangan data center? Hal itu adalah perkembangan teknologi software. Public cloud dan teknologi-teknologi pendukungnya tetap akan merajai dunia backup dan penyimpanan data yang paling tepat, fleksibel, aman, serta efisien.

Sistem komputasi cloud telah terbagi-bagi menjadi public cloud, hybrid cloud, dan private cloud. Pengguna hanya tinggal menggunakannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Namun hal yang tetap dibutuhkan terkait dengan semakin pesatnya kemajuan dunia teknologi di bidang data center adalah ketersediaan, performa, security, dan skalabilitas jaringan.