Friday, January 19, 2018

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini?    


Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.







Tuesday, August 22, 2017

Promo HUT Kemerdekaan RI 2017 : Diskon All Domain, Cloud Raya, dan Mail Server Cukup Bayar 72%



Di Bulan Agustus 2017 ini, Indonesia telah menginjak usia 72 tahun. Tentunya kemerdekaan Indonesia ini harus diisi dengan semangat dan tindakan yang positif demi memajukan kesejahteraan bangsa. Mari kita meriahkan semangat Kerja Bersama, Bersama Kerja!


Untuk meramaikan semarak Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang Ke-72 Tahun, Wowrack Indonesia memberikan banyak promo special, yaitu :


  • Promo special Mail Server Zimbra CUKUP BAYAR 72% (up to 50 mailbox)
  • Promo special diskon 17% untuk ALL DOMAIN (khusus untuk new register)
  • Promo special Cloud Raya diskon 17% ALL PACKAGES (selama tidak upgrade / downgrade)


Promo ini berlaku untuk produk Wowrack Indonesia yaitu Cloud Raya, Zimbra Mail Server, dan layanan all Domain. Untuk keterangan lebih lengkap mengenai macam-macama layanan serta produk-produk dari Wowrack, Anda dapat mengunjungi website Wowrack Indonesia. Kemudian untuk mengetahui penjelasan dan layanan dari produk Cloud, maka Anda bisa mengunjungi website Cloud Raya.


Berikut detail Promo HUT Kemerdekaan RI Ke-72 oleh Wowrack Indonesia :
  • Promo berlangsung mulai tanggal 18 Agustus - 18 September 2017
  • Mail Server Zimbra CUKUP BAYAR 72% dengan up to 50 mailbox
  • Penambahan mailbox harga normal
  • ALL DOMAIN diskon 17% untuk new register only *recurring
  • Cloud Raya diskon 17% untuk ALL PACKAGES
  • Tidak berlaku untuk upgrade/downgrade paket
  • KODE PROMO : HUTRI72 *Kode Promo hanya berlaku untuk Domain


Nah, WowFriends, tunggu apalagi segera pesan Domain, Cloud Raya, dan Mail Server Anda sekarang juga sebelum promosi berakhir!



Buka promo Wowrack HUT RI KE-72 melalui link : https://www.wowrack.co.id/promo




Info lebih lanjut bisa menghubungi kami melalui Facebook Page, Messenger, Instagram, Twitter, email ke sales@wowarck.co.id atau melalui telepon di 031-60002888


KLAIM DOMAIN, MAIL SERVER, DAN CLOUD RAYA MU SEKARANG JUGA!





Thursday, July 6, 2017

Pentingnya Data Center sebagai Pusat Penyimpanan Data


Internet merupakan kepentingan yang sangat krusial karena dapat digunakan untuk berbagai aktivitas dan kegiatan sehari-hari. Mulai dari komunikasi, entertainment dan sosial media, serta dapat pula terkait dengan bisnis dan perusahaan untuk keperluan berkirim email, tracking customer dan penjualan, menyusun dan menerapkan marketing produk, bahkan untuk pembayaran melalui internet banking.

Banyak faktor yang dibutuhkan agar internet dapat berjalan dengan lancar untuk dimanfaatkan dalam berbagai fungsi dan keperluan. Internet memerlukan server yang terhubung pada data center. Data center merupakan sebuah media tempat penyimpanan server dan hosting web server berada. Data center ini adalah sebuah ‘rumah’ untuk semua data-data yang terhubung melalui server. Data center ini sangat aman dan harus aman karena bertugas untuk melindungi data-data maupun segala jenis informasi dari berbagai server hosting.

Bangunan data center memiliki beberapa kriteria penting, salah satunya adalah suhu ruangan. Server di data center menghasilkan suhu panas secara terus-menerus. Maka hal ini yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Suhu ruangan data center tidak boleh mencapai suhu panas yang sangat tinggi karena dapat menyebabkan server mati dan sebaliknya, jika suhu menjadi lembab, server dapat terkena resiko konsleting hingga terbakar. Maka dari itu suhu ruangan sangat penting bagi sebuah bangunan data center.

Apa Data Center itu?
Definisi Data Center adalah sebuah tempat, bangunan, atau gedung yang berfungsi untuk menyimpan dan mengoperasikan server. Selain sebagai tempat server, data center juga memiliki ruangan-ruangan lain yang ditujukan untuk mensupport server agar tetap uptime dan terhindar dari resiko-resiko kerusakan lainnya.

Data center digunakan untuk media penyimpanan server, manajemen dan pengelolaan, hingga penyebaran data dan informasi yang diakses melalui jaringan internet. Untuk keperluan demikian, tentu tempat data center juga harus dilengkapi dengan perangkat jaringan komputer yang juga terhubung ke jaringan internet.

Data center memiliki alat-alat pengolahan data yang digunakan sebagai pusat pengolahan dan pemrosesan data. Data center diibaratkan sebagai sebuah otak atau inti dari semua penyimpanan dan pemrosesan data. Data center memiliki cakupan jaringan yang sangat luas yaitu mulai dari level nasional hingga level internasional.

Bagaimana Membangun Sebuah Data Center?
Img : Pixabay

Secara garis besar, dalam membangun sebuah tempat yang nantinya akan difungsikan sebagai data center, harus memperhatikan beberapa hal yang wajib dimiliki oleh sebuah data center. Sebuah data center harus memiliki beberapa partisi ruangan seperti berikut ini :
  1. Ruangan server, biasanya ruangan server ini terdiri dari beberapa komputer tanpa monitor dan keyboard. Komputer-komputer ini terhubung ke jaringan dan bertugas sebagai inti penyimpanan dan pemrosesan data. Komputer-komputer ini saling berhubungan serta harus sangat dikontrol suhu ruangannya. Karena jika sampai terlalu panas atau lembab, maka akan menimbulkan kerusakan dan kerugian.
  2. Rak-rak jaringan, berfungsi sebagai penghubung antar server serta jalur serat optik ISP. Tentu data-data yang masuk dan keluar harus melewati jalur rak-rak jaringan ini.
  3. Mesin-mesin UPS, berfungsi untuk menjadi sumber listrik cadangan apabila pasokan listrik tiba-tiba terputus atau mati. Mesin UPS mampu menjadi backup tenaga listrik sementara sebelum generator cadangan menyala.
  4. Generator cadangan, berjalan dengan menggunakan mesin diesel dan secara otomatis akan menyala ketika listrik mati.
  5. Ruangan pendingin, yang berfungsi untuk mengatur suhu di ruangan server agar suhu ruangan tidak terlalu panas.
  6. Mesin untuk menukar panas, terletak di atap bangunan dan berfungsi mengeluarkan udara panas yang ada di dalam bangunan gedung.
  7. Konstruksi beton dan baja, yang bertujuan untuk melindungi server apabila terjadi bencana alam.
  8. Beberapa unit mesin pendingin yang bekerja selama 24/7, mesin-meisn ini bekerja dengan cara mengeluarkan panas yang diserap oleh mesin pendingin kemudian melepaskannya keluar atau diubah sebagai udara dingin. Jangan lupa untuk menyiapkan juga beberapa program/unit pendingin cadangan.
  9. Pusat operasi jaringan, yang berisi ruangan untuk para karyawan IT dan security IT yang bertugas memonitor data center selama 24/7.
  10. Petugas keamanan, bertugas untuk menjaga gedung/bangunan data center tetap aman dengan menggunakan kamera keamanan, scan kartu identitas, dan sebagainya demi keamanan secara fisik.

Maintenance dari data center tidak kalah penting dari tahap pembangunannya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang data center, yaitu :
  1. Metrik tentang kinerja server, ada standar pengukuran kinerja server yang telah diakui oleh sebagian besar orang IT, yaitu konsorsium SPEC atau Standard Performance Evaluation Corporation. Beberapa kriteria yang disyaratkan adalah pemanfaatan, latensi, dan efisiensi sumber daya.
  2. Memiliki karyawan IT yang kompeten, ada beberapa tugas penting untuk karyawan IT yang bekerja pada data center yaitu system deployment (mempersiapkan sistem), power source (pemakaian listrik), hardware maintenance (pemeliharaan dan perawatan perangkat hardware), software deployment (mempersiapkan software), network management (analisis network), dan server security (melakukan pengamanan untuk data center).

Cara Kerja Data Center
Img : Pixabay

Bagaimana sebuah data dari penyimpanan data center bisa tersedia di komputer masing-masing user? Ada beberapa tahapan dalam proses transfer data ini yaitu data yang tersimpan di data center akan disalurkan melalui kabel jaringan ke Internet Service Providers (ISP), kemudian disalurkan ke masing-masing modem dan router, baru kemudian data dapat diterima oleh komputer user. Cara kerja dan kinerja dari sebuah data center sangat tergantung dari sumber daya yang dimilikinya, mulai dari perangkat keras / hardware, perangkat lunak / software, keamanan IT dan fisik, hingga sumber daya manusia atau staf teknik yang menanganinya.

Agar data center dapat berjalan dengan baik dan maksimal, maka perlu didukung dengan berbagai macam faktor yang bisa menjadi penentunya. Selain fasilitas dan keamanan hardware dan software, lokasi dan jenis bangunan juga sangat mempengaruhi data center. Beberapa kriteria sebagai unsur-unsur bagi sebuah bangunan data center adalah :
  1. Lokasi gedung / bangunan data center harus berada pada wilayah tertentu yang memiliki rasio bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan gunung meletus yang relatif kecil, serta minim resiko gempa bumi. Maka dari itu, sebelum memilih bangunan yang tepat untuk dijadikan tempat data center, sebaiknya benar-benar diperhatikan jenis tanah yang dimiliki, karena ada beberapa wilayah yang memiliki jenis tanah yang kurang baik sehingga sangat riskan untuk mendirikan bangunan diatasnya.
  2. Sebuah bisnis atau perusahaan besar yang memiliki data center dan server sendiri, harus memiliki tidak hanya satu server utama, melainkan lebih dari dua data center dan server cadangan. Hal ini untuk mengantisipasi apabila salah satu data center / server yang dimiliki mati atau rusak, maka perusahaan tersebut masih memiliki backup dan cadangan data center dan server agar data yang disimpan tetap aman dan bisa diakses dengan stabil.
  3. Skalabilitas, yaitu tingkat pengaturan skala penggunaan server. Data center yang memiliki tingkat fleksibilitas dalam pelayanan kepada user harus memiliki beberapa pilihan pemakaian server dan data center sesuai dengan kebutuhan para penggunanya. Maka dari itu efisiensi dan kemudahan sangat diperlukan.
  4. Stabil dan cepat, hal ini didukung dengan adanya jaringan internet berbentuk fiber optik. Data center dan server harus tetap uptime, karena down akan memberikan efek yang kurang baik bagi pengguna maupun staf IT yang menanganinya.


Sistem Penyimpanan di Data Center
Img : Pixabay

Dalam data center, apakah Anda mengetahui dimana data tersebut berada? Bagaimana Anda bisa dengan mudah mengaksesnya padahal tidak melihat bentuk fisiknya? Sebelumnya harus dipahami terlebih dahulu tentang apa saja yang dimaksud dengan data. Data bisa datang dari mana saja, bisa melalui sensor atau scan, hasil posting di sosial media, foto dan video digital, pembelian dan transaksi secara online, GPS yang datang dari telepon seluler, dan masih banyak yang lainnya. Setiap hari semua orang di dunia ini mampu membuat hingga 2.5 Quintilion Byte atau setara 1.000.000.000.000 miliar byte data.

Data-data di seluruh dunia tersebut tentu membutuhkan tempat penyimpanan yang besar. Untungnya hingga saat ini teknologi akan terus berkembang, dan media penyimpanan data juga pasti mampu menyimpan dan memproses data yang banyak tersebut. Pusat-pusat data center pun terus dibangun dan dikembangkan. Perusahaan sebesar Google sangat tertutup dengan keberadaan data centernya, karena apabila berhasil diretas akan sangat berbahaya sekali bagi perusahaan tersebut.

Maka idealnya adalah memang memiliki beberapa server yang tersebar di beberapa kota bahkan lintas negara untuk menjaga backup dan cadangan data center apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cara lainnya adalah dengan menyamarkan bangunan data center mejadi tidak mirip gedung data center dari luar. Hal ini bisa membantu mengecoh kejahatan secara fisik terhadap data center tersebut.

Kembali ke masalah dimana data disimpan, tentu saja semua data disimpan dalam data center. Dari perangkat komputer maupun seluler yang dimiliki masing-masing orang, tentu akan menghasilkan data. Data-data ini tentu harus terkoneksi dengan jaringan internet kemdian baru dapat disambungkan ke jaringan ISP untuk kemudian disimpan dalam data center melalui kabel fiber jaringan optik.

Sistem keamanan pada bangunan data center sangat tidak main-main, baik secara virtual maupun secara teknologi dan software. Diperlukan pengawasan selama 24/7 melalui camera CCTV dan peralatan keamanan lainnya. Tidak hanya untuk memantau serangan dari luar bangunan, namun juga untuk memantau hal-hal kecil tapi mendetail yang harus sangat diperhatikan didalam bangunan data center itu sendiri.


Tantangan dalam Data Center
Tantangan yang dihadapi data center tentu tidak jauh-jauh dari masalah security atau keamanan. Tantangan keamanan dalam data center terbagi menjadi dua yaitu masalah keamanan terkait dengan teknologi dan masalah keamanan yang terkait dengan manusia.

Terdapat beberapa penelitian yang dilakukan oleh tim IT, yaitu sebanyak 69% menyebutkan bahwa butuh waktu sebanyak 4 jam untuk membuat aturan Firewall baru untuk setiap aplikasi jaringan. Dan sebanyak 74% mengatakan membutuhkan waktu beberapa hari hingga satu minggu untuk memperbarui perangkat keamanan. Pada dasarnya masalah keamanan jaringan cenderung muncul karena kesalahan manusia (human error).
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa idealnya data center memiliki lebih dari dua pusat data center yang dimiliki dan tersebar di kota atau negara yang berbeda. Karena pada kenyataannya, ada alasan bahwa sebanyak 47% penjahat mampu memindahkan dan mencuri data dari data center dengan mudah, 77% pelaku IT mengakui bahwa segmentasi data cneter akan mampu mengatasi hal ini, namun hanya sebanyak 38% organisasi yang benar-benar menerapkan segmentasi data center ini.


Masa Depan Data Center
Img : Pixabay

Data center masih tetap akan menjadi hal yang dibutuhkan untuk perkembangan teknologi di dunia. Karena data center adalah pusat penyimpanan dan pengolahan data-data. Namun fokus apa yang menjadi perhatian bagi perkembangan data center? Hal itu adalah perkembangan teknologi software. Public cloud dan teknologi-teknologi pendukungnya tetap akan merajai dunia backup dan penyimpanan data yang paling tepat, fleksibel, aman, serta efisien.

Sistem komputasi cloud telah terbagi-bagi menjadi public cloud, hybrid cloud, dan private cloud. Pengguna hanya tinggal menggunakannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing organisasi. Namun hal yang tetap dibutuhkan terkait dengan semakin pesatnya kemajuan dunia teknologi di bidang data center adalah ketersediaan, performa, security, dan skalabilitas jaringan.