Friday, October 20, 2017

Pentingkah Firewall untuk Security System?


Melakukan suatu kegiatan dengan bantuan akses internet merupakan hal yang umum dilakukan oleh masyarakat digital dewasa ini. Berbagai kegiatan dan pekerjaan memang dapat dilakukan secara online dengan internet. Dalam kehidupan sehari-hari saja yang secara langsung dapat berimbas pada keseharian masyarakat ini beraneka ragam, mulai dari booking transportasi melalui aplikasi online untuk berangkat sekolah, kuliah, kerja, atau kemanapun tujuan orang tersebut. Dalam dunia kerja atau pendidikan yang membutuhkan share dokumen mungkin untuk keperluan meeting, presentasi, maupun kerja kelompok, sudah tersedia berbagai software dan aplikasi sharing doc seperti Dropbox, Google Drive, dan lain sebagainya. Bahkan sekarang para pakar teknologi sudah mengeluarkan inovasi berupa smartcar yang tentu terhubung dengan AI dan software-software lain yang tentunya membutuhkan jaringan internet untuk menjalankannya. Smartcar akan membantu pengemudi untuk melakukan pekerjaan lain selama di dalam mobil, karena smartcar yang akan menyelesaikan tugas mengemudi dengan aman. Bukan tidak mungkin dimasa depan semua hal dapat diubah kedalam bentuk digital dengan bantuan internet.

Lalu jika semua pekerjaan dan aktifitas manusia membutuhkan koneksi internet, bagaimana jika koneksi tersebut diserang oleh peretas? Tentu akan banyak sekali kerugian yang dialami oleh masyarakat digital. Memang bergantung hanya pada jaringan internet tentu akan semakin rentan dan mudah untuk diserang juga secara online. Maka dari itu, proteksi jaringan internet dan komputer memang perlu untuk dilakukan. Dan salah satu ‘penjaga’ pertama yang mampu menjadi perisai ini adalah Firewall.


Mengapa Firewall?
Img : Freepik

Hal pertama yang memang harus dilakukan ketika memiliki koneksi internal yang melibatkan komputer dan jaringan internet adalah memasang Firewall. Sosok Firewall ini adalah ‘pintu utama’ dari segala aktifitas yang dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Maka dari itu sangat penting untuk memiliki Firewall dalam apapun jaringan internet, terutama jaringan internal perusahaan yang dimiliki. Firewall bertugas melindungi jaringan internal agar tidak diakses oleh siapapun diluar jaringan internal tersebut. Dengan kata lain Firewall bertugas melindungi dan menjadi perisai dari segala jenis ancaman yang bisa saja datang diluar jaringan internal. Misalnya data-data perusahaan yang penting, yang telah dishare di internal perusahaan, tidak akan dapat diakses oleh pihak luar. Sehingga data tidak akan dapat diubah, dicuri, atau dirusak oleh pihak luar.

Firewall adalah salah satu dari sekian banyak sistem keamanan yang dapat diterapkan pada jaringan private internet. Firewall membantu untuk mengamankan website dari serangan pihak diluar jaringan internal. Sehingga siapa saja pihak luar yang ingin mengakses, mengedit / merubah, maupun mencuri akses dari website akan secara otomatis akan langsung di block oleh Firewall. Sehingga Firewall merupakan pengaman ‘pintu depan’ yang harus diaplikasikan dalam jaringan internal. Firewall mampu mengatur lalu lintas data-data yang dapat diakses maupun yang tidak dapat diakses oleh beberapa pihak diluar jaringan private. Firewall mampu melihat data-data serta alamat IP yang digunakan, serta menutup akses port untuk alamat-alamat IP yang tidak dikenal, bahkan hingga unsur-unsur data yang terkandung dalam suatu konten. Maka dari itu sangat penting untuk memasang dan menggunakan Firewall sebagai perisai dan perlindungan pada tindakan pengamanan yang paling mendasar.


Ada Berapa Jenis Perlindungan Firewall?
Pada dasarnya, Firewall ini melindungi dua hal utama, yaitu :
  • Perangkat komputer, atau perangkat keras dari infrastruktur yang digunakan dalam jaringan private yang digunakan, misalnya komputer atau perangkat yang digunakan dalam suatu perusahaan. Jika jaringan sampai terkena hack, maka tentu data-data yang tersimpan didalam komputer dapat diakses, diretas, dan dicuri oleh hacker. Untuk mencegah hal tersebut, maka memang sebaiknya memasang Firewall sebagai perlindungan pertama terhadap segala jenis infrastruktur yang digunakan untuk mengakses internet.
  • Jaringan private, termasuk didalamnya semua individu yang menggunakan akses internet melalui komputer-komputer yang digunakan dalam satu jaringan. Firewall ini dapat melindungi port-port akses jaringan internet tersebut. Ada beberapa third party yang menawarkan dan menyediakan layanan perlindungan jaringan ini. Biasanya bentuk perlindungannya adalah melalui software-software seperti Cisco dan Mikrotik.


Apa Fungsi Lain dari Firewall?
Img : Freepik

Selain fungsi utama sebagai filter akses dari luar yang ingin masuk dalam jaringan private, Firewall juga memiliki fungsi-fungsi lain diantaranya adalah :
  • Mengawasi dan mengontrol lalu lintas transfer data-data antar komputer yang berada dalam satu jaringan. Selain itu juga mengawasi dan mengontrol upaya-upaya dari luar jaringan yang ingin masuk melalui port-port tertentu kedalam jaringan internal.
    Ada beberapa hal yang menjadi fokus utama perlindungan dari Firewall yaitu alamat IP komputer pengirim dan alamat IP komputer penerima, port dari komputer pengirim dan port komputer penerima, serta informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
  • Membuka dan menutup port-port tertentu. Karena pada dasarnya hacker akan meretas dengan cara mencari celah dan kelemahan berupa port yang ‘lengah tidak terjaga’ sehingga ketika seharusnya port ini tertutup untuk jaringan luar, namun malah terbuka. Tugas Firewall adalah memastikan port-port yang harus tertutup ini agar benar-benar tertutup.
  • Melakukan otentifikasi pada jaringan yang digunakan. Firewall ini akan bekerja misalnya dengan cara konfigurasi terlebih dahulu, yaitu meminta username dan password ketika seseorang ingin mengakses suatu jaringan internal.
  • Menjaga informasi dan data-data internal tetap berada didalam jaringan private, dan tidak keluar tanpa sepengetahuan.
  • Memeriksa dan memodifikasi paket data yang terdiri atas header, tubuh (payload), serta trailer. Paket ini merupakan bagian dari sebuah Internet Protocol.


Jenis Perlindungan Firewall

Img : Pixabay

Setiap aktifitas yang menggunakan jaringan internet, tentu tetap harus melewati pantauan dan ‘persetujuan’ dari Firewall. Tidak ada satupun aktifitas keluar masuk jaringan yang terjadi tanpa sepengetahuan dari Firewall. Secara garis besar, Firewall memiliki beberapa karakter perlindungan yaitu diantaranya adalah :
  • Memantau aktifitas dan kegiatan transfer data yang terjadi didalam jaringan maupun aktifitas yang memerlukan akses keluar masuk jaringan. Jika akses dinilai dapat membahayakan jaringan private, maka otomatis Firewall akan menolak, memblock, serta tidak memberikan akses untuk masuk dengan cara menutup port-port yang digunakan sebagai akses jalan masuk. Sehingga jaringan internal akan aman dari serangan dari luar.
  • Firewall memberikan perlindungan terhadap segala jenis aktifitas jaringan yang ‘familiar’, dimana tentunya segala jenis aktifitas ini adalah kegiatan yang biasanya rutin dilakukan dalam suatu jaringan private. Sehingga untuk membuat Firewall ‘familiar’ dengan aktifitas ini, perlu dilakukan konfigurasi atau pengaturan tertentu untuk mengatur policy keamanan lokal. Dengan aktifitas yang telah terkonfigurasi tersebut, Firewall akan mengenali aktifitas jaringan dan melindunginya.
  • Firewall tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari Operating System yang mendukungnya. Untuk mendapatkan perlindungan yang baik dan kuat, tentunya Firewall harus didukung dengan sistem yang trusted, dan kuat agar tahan dari serangan atau minim kelemahan.
  • Firewall dapat melakukan penyaringan kepada router yang digunakan dengan cara mengatur semua paket IP yang digunakan untuk mengirim, melewati, dan menerima. Ketika semua sudah terdaftar, maka Firewall dapat diatur untuk tindakannya yaitu diterima, diteruskan, maupun ditolak.
  • Application-level gateway dan circuit-level gateway. Application-level gateway yaitu proxy server yang dapat berfungsi untuk memperlancar dan menguatkan kecepatan arus aplikasi. Sedangkan circuit-level gateway merupakan  fungsi yang terbentuk dari application-level gateway yaitu fungsi yang tidak memperbolehkan koneksi secara langsung (end to end).


Bagaimana Firewall Bekerja?
Img : StockSnap

Untuk melindungi jaringan internal, Firewall dapat menerapkan metode extended authentication berupa suatu policy tertentu, misalnya adalah sebuah konfigurasi username dan password. Firewall membantu ‘mengenali’ user melalui akses masuk yang diinput dalam sistem masuk jaringan tersebut. Selain itu, Firewall akan bertindak menggunakan sertifikasi digital. Maksudnya adalah proses otentifikasi yang dapat terjadi tanpa campur tangan dari user. Sehingga prosesnya akan semakin cepat, dan juga lebih baik daripada harus input username dan password terlebih dahulu. Namun sayangnya, mekanisme proses otentifikasi sertifikasi digital ini sedikit lebih rumit.

Firewall juga dapat bekerja dengan cara melalui kunci yang telah diberitahu dan dimiliki oleh user (pre-shared key). Metode ini dinilai adalah metode yang paling mudah untuk dilakukan. Selain lebih sederhana, metode pre-shared key ini memiliki sistem otentifikasi yang mudah. Yaitu setiap host website jaringan akan diberikan shared key yang telah ditentukan sebelumnya. Metode otentifikasi menggunakan pre-shared key ini memiliki kekurangan berupa seberapa sering kunci tersebut dilakukan pembaruan sehingga banyaknya user yang menggunakannya terkadang lupa menggunakan kunci yang lama alih-alih yang baru.


Pentingkah Firewall sebagai Security System?
Img : Freepik

Di akhir pembahasan ini, dapat diperoleh fakta dan kesimpulan bahwa Firewall sangat penting untuk keamanan jaringan internal komunitas, grup, serta lingkup perusahaan dan bisnis. Mengapa? Karena Firewall mampu menjadi pelindung terdepan dari sederet cyber security yang dapat diterapkan. Firewall cukup mampu untuk menjadi pelindung ‘gerbang utama’ dan kemudian dapat disusul dengan perlindungan-perlindungan lanjutan lainnya. Tentu lebih disarankan untuk memiliki Firewall daripada tidak sama sekali. Setidaknya, keamanan jaringan akan lebih terjaga dan terlindungi jika menggunakan Firewall.

Ada beberapa manfaat lain dari Firewall sebagai bahan pertimbangan menggunakan Firewall sebagai perlindungan jaringan internal Anda. Firewall dapat diandalkan sebagai sebuah sistem yang mengatur komunikasi dua arah jaringan yang berbeda. Firewall dapat melakukan scanning jaringan dengan menggunakan deteksi alamat IP, nomor port, protocol, serta mengidentifikasi pesan konten. Firewall dapat mengendalikan File Transfer Protocol (FTP) untuk memantau lalu lintas keluar masuk jaringan internet, sehingga mampu menjaga semua data yang bersifat rahasia dan private agar tidak dikirim oleh pihak-pihak tertentu keluar jaringan baik secara sengaja maupun tidak. Firewall dapat mencegah infeksi virus yang dapat merusak komputer, software, dan sistem. Firewall dapat mencegah akses yang tidak sah dari dan ke jaringan pribadi. Firewall dapat langsung memblock pesan dan konten yang mengandung unsur-unsur berbahaya dan tidak sesuai dengan konfigurasi keamanan yang ada. Firewall dapat memfilter, mengatur, dan mengontrol semua jenis lalu lintas aliran data, informasi, koneksi, dan hubungan dari dan kedalam jaringan internal, maupun keluar jaringan. Semua fungsi ini juga memungkinkan Firewall untuk mencegah modifikasi data-data di website yang tidak sah dan tidak dikenal.

Jadi bagaimana, sudahkah jaringan private Anda terlindungi oleh Firewall?






Thursday, September 7, 2017

Memahami Hal-Hal Penting dalam Dunia Blogging


Ketika mengetikkan sebuah keywords atau kata kunci pada mesin pencarian Google, website apa yang sering muncul dan Anda temukan? Apakah informasi dari website sebuah perusahaan? Tentu saja tidak, karena yang sering muncul tentu adalah tulisan atau artikel yang dimuat dalam suatu blog. Mengapa bisa demikian? Karena pada dasarnya blog dapat memuat sebuah informasi yang lebih lengkap, terperinci, serta mendetail dan update atau sering diperbarui. Blog menjadi sebuah media untuk memposting artikel atau tulisan-tulisan tertentu. Artikel ini bermacam-macam tema dan topik bahasannya, ada yang bersifat informatif, ada yang membahas tentang review tentang fashion, makanan, film, buku, perjalanan traveling, dan lain sebagainya.

Orang yang melakukan pencarian informasi dari Google, lebih banyak membuka dan membaca artikel hasil tulisan dari blog. Hal ini dikarenakan ulasan informasi dalam artikel blog lebih bervariasi, lengkap dan juga mendetail. Para blogger atau sebutan untuk orang yang menulis dan memposting artikel dalam blog juga akan memposting lebih banyak artikel, ulasan, dan tulisan melalui blog pribadi mereka. Blog juga bisa dimonetisasi alias diubah menjadi tulisan yang bisa menghasilkan uang dan pemasukan. Banyak cara yang bisa dilakukan misalnya saja melalui Google AdSense dengan memanfaatkan penggunaan SEO dalam tulisan artikel blog, pemasangan iklan, endorse artikel, dan lain sebagainya.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Blogging
Img : StockSnap

Dalam dunia blogging, ada beberapa istilah tertentu yang perlu dipahami jika ingin masuk lebih dalam ke ranah tersebut. Diantaranya adalah istilah-istilah dalam dunia blogging. Beberapa istilah yang sering muncul dalam dunia blogging diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Artikel / Content
    Artikel atau content merupakan isi dari blog itu sendiri. Sebuah blog pasti memiliki konten yang ingin ditampilkan, baik itu adalah sebuah tulisan berupa artikel, maupun dokumentasi foto-foto dan video. Content sebuah blog dapat menentukan jumlah page viewer maupun follower blog, tergantung dari seberapa menarik dan informatifnya blog tersebut.
  • Blogging
    Blogging adalah aktifitas yang dilakukan oleh pemilik blog dalam mengelola blog yang dimilikinya. Aktifitas blogging bermacam-macam, bisa menulis artikel, mengupdate isi blog, dan lain sebagainya.
  • Blogger / Author
    Blogger adalah sebutan untuk seseorang yang melakukan aktifitas blogging dalam sebuah blog. Jadi bisa dibilang blogger ini juga merupakan seorang author bagi artikel-artikel dalam blognya.
  • Posts / Posting
    Posts adalah semua daftar content baik draft atau published content yang ada pada sebuah blog. Posting adalah aktifitas mengupload content dalam blog, bisa berupa artikel, foto, maupun video. Biasanya posting ini memilki waktu-waktu tertentu, sesuai dengan waktu posting yang telah dimiliki sebelumnya.
  • Domain
    Domain merupakan alamat rumah blog yang dimiliki. Domain adalah nama dan identitas blog tersebut. Jadi lebih baik memilih dan memutuskan nama  blog yang bisa mencerminkan content atau topik dari blog tersebut. Domain bisa menjadi salah satu media marketing untuk menaikkan branding sebuah blog.
  • SEO
    Search Engine Optimization (SEO) adalah sebuah tools yang digunakan dalam penulisan artikel dalam blog. Salah satu tools dari SEO ini adalah Moz, dimana SEO ini akan membantu sebuah tulisan atau artikel muncul di jajaran atas atau halaman pertama pencarian suatu keywords melalui Google.
  • Audiens
    Audiens adalah sebutan untuk pembaca blog. Audiens memiliki usia dan minat yang bermacam-macam. Biasanya jumlah dan jenis audiens suatu blog menyesuaikan dengan minat dan ketertarikan para pembacanya.
  • Bounce Rate
    Bounce rate adalah jumlah rata-rata lama audiens yang datang berkunjung ke suatu blog. Bounce rate ini dapat menghitung berapa lama (detik dan menit) seorang audiens yang membaca sebuah artikel dalam blog. Maka dari itu, untuk membuat audiens lebih lama berada dalam blog, biasanya author menyisipkan link-link dalam body article yang mengacu pada artikel-artikel yang memiliki topik bahasan yang mirip. Tujuannya adalah pembaca tersebut akan mengeklik link tersebut dan tetap berada pada blog yang dimaksud untuk waktu yang lama.
  • Tag
    Tag adalah salah satu fitur dalam blog yang memungkinkan author untuk mengkategorisasikan konten-konten dalam blognya. Sehingga pembaca akan dengan mudah dapat menemukan konten dengan topik bahasan yang mirip.

Sebenarnya masih banyak lagi istilah-istilah yang ada pada aktifitas blogging. Diantaranya adalah mendesain template tentang tema blog, kategori, kolom komentar, dan lain sebagainya. Semua bisa dipelajari secara step by step ketika seseorang memutuskan untuk memasuki dan menekuni dunia blogging.

Beberapa Hal yang harus Dipertimbangkan ketika Membuat Blog
Img : StockSnap

Memutuskan untuk memasuki dunia blogging dan menjadi seorang blogger bukanlah hal yang mudah. Selain harus memiliki passion di bidang menulis dan memberikan informasi, seorang blogger juga harus selalu update dengan update segala informasi yang terjadi. Selain itu, seorang blogger juga harus mengerti, memahami, dan mampu menerapkan ilmu-ilmu seperti SEO, ilmu mendesain blog, mengatur template dan tema, marketing blog, hosting, dan lain sebagainya.

Selain hal-hal tersebut, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang blogger dalam menjalankan sebuah blog. Misalnya tentang melakukan pembagian hal-hal yang harus dilakukan ketika membuat blog yaitu menyiapkan topik dan isi/konten blog, membuat desain dan tema layout blog, mengaktifkan fitur-fitur untuk follow, subscribe, share, dan lain sebagainya. Rincian ini bisa ditulis dalam sebuah note atau reminder untuk mengingatkan hal-hal apa yang harus dan telah dikerjakan.

Bagi sebuah blog, konsistensi adalah sebuah hal yang penting. Buatlah jadwal seberapa sering Anda akan membuat postingan baru. Pastikan follower Anda mengetahui kapan blog post Anda akan muncul, bisa melalui pemberitahuan di social media yang dimiliki, dan lain sebagainya. Tugas seorang blogger tidak akan berhenti ketika dia telah selesai memposting sebuah blog post dalam blognya. Namun sebaliknya, seorang blogger juga harus mengikuti perkembangan yang terjadi dalam blognya serta menganalisanya. Di bagian mana yang mungkin kurang sehingga page view belum terlalu tinggi, belum bisa menjadi Google top search results, tentang readibility, penulisan menggunakan SEO, dan lain sebagainya.

Platform Blogging yang paling Direkomendasi
Img : StockSnap

Walaupun saat ini telah banyak platform blog yang ditawarkan oleh berbagai provider baik yang gratis maupun yang berbayar, ada dua platform blog yang masih menempati posisi tertinggi. Kedua platform itu adalah Blogspot atau Blogger dan Wordpress. Versi gratisnya pun telah banyak dipilih oleh sebagian besar blogger, apalagi versi berbayarnya yang tentu menawarkan fitur-fitur dan kecanggihan yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan platform blog yang gratis. Mengapa orang lebih suka dan memilih menggunakan dua platform blog tersebut? Karena dua platform blog tersebut memiliki beberapa kelebihan yang dapat mendukung seorang blogger untuk mengembangkan blognya menjadi sebuah pemasukan dengan cara memonetisasi blognya.

Selain karena kedua platform blog ini bisa diarahkan kearah monetisasi, kedua platform blog ini juga mendukung penulisan SEO dan kemudian dapat berpeluang untuk menjadi top result pencarian sebuah keyword pada mesin pencarian Google. Beberapa keunggulan platform Blogspot dan Wordpress diantara para pesaingnya antara lain adalah :
Img : StockSnap
  • Pilihan tema yang bervariasi dan mudah dalam pengaturan layout blog
    Blogspot dan Wordpress memiliki banyak tawaran pilihan tema yang bisa dicustomize sesuai dengan keinginan blogger. Namun selain tema-tema yang telah disediakan oleh provider Blogspot maupun Wordpress, user juga bisa mencari tema-tema lain yang banyak disediakan oleh orang lain melalui internet. Tinggal download dan ada versi gratis dan berbayarnya. Setelah itu tinggal diatur dan disesuaikan dengan yang diinginkan.
  • Mudah dalam penggunaan dan editing
    Pengaturan blog Wordpress dan Blogspot tergolong mudah, karena semua tombol perintah telah tersedia dengan jelas. Semua fitur untuk penggunaan dan editing termasuk pengaturan gambar dan teks semua dapat dioperasikan dengan mudah.
  • Support SEO
    Blogspot memiliki fitur yang support dengan Google Analytic dimana hal ini dapat digunakan untuk tracking viewer blog dan pengunjung situs. Sedangkan Wordpress juga memiliki fitur plugins all in one SEO pack.  
  • Memiliki fitur tracking pengunjung blog
    Tanpa Google Analytic, sebenarnya Blogspot juga telah memiliki fitur dan pengaturan untuk mengetahui tracking viewer situs. Dimana biasanya fitur ini dapat digunakan untuk melihat tracking visitor secara garis besar, begitu pula dengan Wordpress.  
  • Fitur keamanan untuk block spam
    Masing-masing Blogspot dan Wordpress memiliki fitur untuk memblokir komentar-komentar spam yang tidak diinginkan. Spam biasanya memang muncul pada kolom komentar. Plugins untuk memblokir spam biasanya berfungsi untuk menaham komentar-komentar yang mengandung unsur spamming dan membutuhkan permission dari administrator untuk mengapprove komentar tersebut.
  • Support multiple authors
    Blogspot memiliki fitur multiple author, dimana ini berarti tidak hanya satu orang saja yang mampu mengisi dan mengelola content-content yang ada dalam blog.








Tuesday, June 27, 2017

Memilih Jenis Security yang tepat untuk Keamanan


Mengetahui bahwa memiliki sistem keamanan yang berjalan dengan baik terhadap akses internet serta jaringan komputer yang digunakan akan memberikan rasa tenang dan aman. Terlepas dari apakah sistem keamanan tersebut mampu memberikan perlindungan secara efektif atau tidak. Setidaknya memiliki sistem keamanan adalah pilihan terbaik untuk mencegah sekaligus menanggulangi apabila terdapat masalah keamanan.

Namun seringkali masyarakat dibuat bingung dengan banyaknya jenis pilihan keamanan yang ditawarkan oleh penyedia layanan keamanan. Tanpa sebelumnya memahami dengan jelas jenis keamanan yang dibutuhkan. Akibatnya seringkali penggunaan fitur keamanan tersebut kurang cocok dan tidak bisa bekerja secara maksimal karena berada pada aplikasi yang bukan seharusnya. Maka dari itu, akan lebih baik apabila terlebih dahulu memahami dengan seksama jenis-jenis, manfaat serta pengaplikasian sistem keamanan.

Bagian Jaringan Komputer
Sebelum memahami tentang jenis-jenis keamanan yang tersedia, terlebih dulu dipahami tentang bagian jaringan komputer itu sendiri. Komputer adalah salah satu tools yang digunakan untuk menghubungkan jaringan, koneksi internet, dan user. Komputer memiliki beberapa bagian yang tergabung dalam jaringan komputer dan internet. Beberapa bagian tersebut antara lain adalah :

  • Jaringan tanpa kabel. Jaringan ini lebih memudahkan karena user dapat terhubung dengan jaringan internet tanpa harus memiliki instalasi yang rumit dengan kabel. Salah satu contoh jaringan internet tanpa menggunakan kabel adalah Wi-Fi.
  • Local Area Network (LAN). Jaringan private yang hanya digunakan untuk kalangan pribadi dan berada pada satu gedung.
  • Metropolitan Area Network (MAN). Jaringan yang mirip dengan LAN namun memiliki cakupan area yang lebih luas dan besar, yaitu mencakup gedung-gedung yang letaknya berdekatan.
  • Wide Area Network (WAN). Jaringan WAN mencakup area yang lebih ebsar lagi, yaitu hingga antar negara bahkan benua.

Keamanan Internet (Network Security)
Img : Pixabay

Tentu pada saat menggunakan internet pengguna perlu untuk dilindungi dengan keamanan agar data-data dan informasi yang terjadi selama proses terkoneksi dengan internet tetap aman, terhindar dari hacking dan serangan virus. Keamanan jaringan data-data terdiri dari beberapa kondisi seperti berikut ini :

  • Adanya privasi. Privasi dibutuhkan ketika pengirim dan penerima masing-masing membutuhkan perlindungan keamanan. Dimana data-data yang dikirimkan biasanya bersifat rahasia.
  • Terdapat authentification (otentifikasi), yaitu terdapat jaminan bahwa data yang dikirimkan benar-benar berasal dari pihak pengirim, bukan dari hacker.
  • Integritas, yaitu tidak ada perubahan dan ketidaksesuaian data yang dikirimkan.

Security Jaringan Komputer & Security Website
Sistem keamanan terbagi kedalam dua kategori dan fungsi, yakni untuk keamanan jaringan komputer serta untuk keamanan website. Walaupun berbeda, namun fungsi kedua sistem keamanan ini hampir sama, yaitu untuk melindungi user dari ancaman virus dan hack. Beberapa jenis security untuk jaringan komputer diantaranya adalah :

  • Network Topology, yaitu beberapa struktur jaringan yang berbeda-beda dan digunakan untuk implementasi jaringan internet atau jaringan LAN. Topologi ini ada yang memiliki model Ring, Bus, Star, Mesh, serta Tree.

  • IDS / IPS, yaitu singkatan dari Intrusion Detection System dan Intrusion Prevention System. IDS mampu mencari dan menemukan analisis serta bukti percobaan penyusupan (intrusi) dalam inspeksi lalu lintas jaringan. IDS dapat berbentuk perangkat lunak maupun perangkat keras. Ada dua jenis IDS yaitu Network Based Intrusion Detection System (NIDS) serta Host Based Intrusion Detection System (HIDS). Sedangkan IPS adalah sebuah gabungan dari Firewall sebagai perangkat blocking, dengan inspeksi penyusup dari IDS. IPS beekrja dengan cara melihat konten aplikasi, post, IP address, hingga port.

  • Security Information Management (SIM) adalah sebuah keamanan yang memiliki fungsi sebagai pusat dari pengamanan jaringan komputer. SIM dapat menganalisa data menggunakan korelasi serta query yang ada kemudian membuat semacam ringkasan laporan yang lengkap mengenai gangguan komputer. Sehingga dapat segera diambil tindakan pencegahan yang cepat dan tepat.

  • Packet Fingerprinting berfungsi untuk mengetahui peralatan apa saja yang ada dalam sebuah jaringan komputer sehingga dapat digunakan untuk mengontrol segala jenis penggunaan sistem dan jaringan komputer-komputer yang saling terkoneksi.

  • Port Scanning digunakan untuk mendeteksi port apa saja yang sedang terbuka pada sebuah sistem jaringan komputer. Port ini bekerja dengan sinkron dari satu port dengan port yang lainnya.

Img : Pixabay

Selain keamanan jaringan komputer tersebut, masih ada sistem jaringan keamanan untuk website yang mencakup jenis proteksi untuk mencegah tindakan pengganggu yang tidak dikenali sistem. Beberapa jenis keamanan website adalah :

  • Secure Socket Layer (SSL) adalah salah satu sistem keamanan server pada saat browsing melalui website. Jadi SSL ini akan mengunci dan mengamankan data-data dengan cara mengenkripsi data-data tersebut. Pada saat browsing biasanya tanda SSL ditandai dengan sebuah icon kunci berwarna hijau.

  • IP Security dibuat dengan tujuan untuk mengamankan komunikasi menggunakan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TPC/IP). IP security ini selain memberikan fungsi terhadap keamanan, namun juga terhadap otentifikasi.

  • Security Association (SA) adalah bagian dari Internet Protocol (IP) itu sendiri. Protocol AH dan ESP menggunakan Security Association ini untuk menghubungkan pengirim dan penerima akses data pada lalu lintas IP. Dengan kata lain, SA akan mengamankan perjalanan data selama dalam proses pengiriman. SA memiliki istilah tersendiri yaitu Security Parameters Index (SPI), IP Destination Address, dan Security Protocol Identifier.

  • Firewall, digunakan untuk menghalangi orang luar atau orang asing masuk kedalam akses suatu jaringan. Firewall terdiri dari hardware da software. Dan cara kerja Firewall ini adalah dengan cara menyaring alamat IP yang asing dan berbahaya bagi pengakses internet. Firewall akan melakukan index dan sortir terhadap alamat-alamat IP, port, serta arah informasi yang muncul.

Jenis-Jenis Phone Security
Img : Pixabay

Selain komputer dan jaringan internet yang memerlukan jenis keamanan, ada satu device lagi yang memerlukan perlindungan yaitu telepon seluler. Apalagi saat ini handphone telah berfungsi cukup penting bagi semua keperluan mulai dari komunikasi, entertainment, pekerjaan, backup, dan media penyimpanan data. Handphone juga sangat rentan terkena serangan virus melalui beberapa aplikasi yang diinstall serta web browser yang dibuka melalui mobile web.

Salah satu cara untuk menyelamatkan telepon seluler dari ancaman-ancaman virus yang dapat membahayakan handphone adalah dengan cara seperti berikut :

  • Mengaktifkan fitur fingerprint. Fitur ini adalah model penyempurnaan keamanan yang disediakan dari provider penyedia telepon seluler. Walaupun terlihat remeh, namun metode keamanan ini cukup ampuh sebagai “pintu gerbang” keamanan sebuah telepon seluler.
  • Mengaktifkan password. Selain menggunakan fingerprint, lipatgandakan keamanan pertama handphone dengan menambah beberapa kata kunci. Kata kunci ini ada yang berbentuk eye scanner atau scan mata, pattern/pola tertentu untuk membuka lock handphone, serta fitur selfi foto untuk membuka handphone yang terkunci.
  • Menginstall beberapa aplikasi antivirus. Aplikasi ini dapat didownload secara gratis dan berbayar melalui Play Store dan App Store. Beberapa aplikasi antivirus misalnya saja adalah AVG Mobile AntiVirus Security, Avast Mobile Security & Antivirus, serta 360 Mobile Security.

Jenis Keamanan Wi-Fi
Perlindungan keamanan tidak hanya terbatas pada komputer dan jaringan melalui kabel. Bagaimana jika Anda terkoneksi dengan Wi-Fi gratis di area umum? Hal ini juga perlu menjadi bahan pertimbangan. Wi-Fi di tempat-tempat publik sangat berbahaya. Maka dari itu, hanya pastikan untuk mengkoneksikan device dengan penyedia Wi-Fi yang benar-benar terpercaya dan aman. Beberapa keamanan Wi-Fi yang perlu diperhatikan adalah Media Access Control (MAC) address, WPA-PSK (Wi-Fi Protected Access – Pre Shared Key), Shared Key atau WEP (Wired Equivalent Privacy), serta Wi-Fi Protected Access (WPA).

Jenis Security Web yang Wajib Diterapkan pada Website
Img : Pixabay

Website memang sasaran yang paling sering dicari hacker untuk diretas, dirusak, atau dicuri datanya. Untuk memberikan proteksi dan keamanan pada website, lebih baik mengaplikasikan beberapa prinsip-prinsip dasar dalam sistem keamanan website. Prinsip-prinsip tersebut adalah proteksi (protection), detection (deteksi), serta recovery.
Dalam mengakses website, perlu dilakukan enkripsi web browser data melalui keamananan Secure Sockets Layer (SSL). SSL sendiri memiliki beberapa jenis, karena pemakaian SSL ini tergantung pada masing-masing fungsinya. Sehingga pemakaian SSL disesuaikan dengan jenis dan fungsi website itu sendiri. Jenis-jenis SSL antara lain adalah :
  • Domain Validation (DV) SSL Certificate. Validasi DV SSL dilakukan melalui email, amak dari itu DV SSL disebut sebagai jenis validasi yang paling mudah dan murah. Namun ada persyaratannya yaitu email yang didaftarkan harus sama dengan data domain pada WHOIS.
  • Organization Validation (OV) SSL Certificate. OV SSL biasanya digunakan untuk validasi organisasi maupun badan yang ada dibelakang domain yang didaftarkan. Untuk menggunakannya harus memiliki dokumen-dokumen pendukung legalitas usaha dan organisasi tersebut.
  • Extended Validation (EV) SSL Certificate. EV SSL ini adalah tingkat pengamanan web browser yang paling tinggi dan memiliki harga yang relatif tinggi namun keamanannya terjamin. EV SSL biasanya digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang benar-benar membutuhkan proteksi keamanan akses browsing melalui browser. Salah satu ciri khususnya adalah pada alamat domain, terdapat nama perusahaan atau situs yang dituju dalam sebuah box bar berwarna hijau dibelakang icon gembok berwarna hijau. EV SSL selain aman, juga menyuguhkan sebuah eksklusifitas tersendiri bagi penggunanya.

Cara Mencegah dan Menghapus Virus dan Malware
Ada beberapa cara yang dapat diaplikasikan untuk mencegah dan menghilangkan Malware yang terlanjur masuk atau terpasang pada browser dan jaringan internet dan komputer. Cara menghilangkan malware di browser adalah sebagai berikut :


  • Menghapus program-program yang tidak diinginkan, asing, serta jarang atau tidak digunakan dari Chrome atau browser, hal ini hanya dapat dilakukan khusus untuk OS Windows.
  • Menghapus semua program yang tidak diinginkan serta menginstall antivirus, hal ini dapat dilakukan pada semua jenis komputer dan Operating System (OS).
  • Melakukan reset dan atur reboot atau mengatur ulang setelan/pengaturan browser pada semua jenis komputer dan Operating System (OS) yang digunakan.