Monday, February 12, 2018

PROMO IMLEK WOWRACK : DOMAIN & WEB HOSTING 88RB



Menyambut perayaan Imlek yang akan datang pada tanggal 16 Februari, Wowrack Indonesia memberikan penawaran dan PROMO HOKI DEAL SPECIAL IMLEK!

Apa promonya?


Yuk, segera pesan domain pilihanmu di STYLEHOSTING.CO.ID karena promo HOKI ini hanya berlangsung mulai tanggal 12 Februari 2018 –  12 Maret 2018!


Syarat dan ketentuan:
• Promo berlaku mulai tgl 12 Februari 2018 –  12 MARET 2018
• Promo Domain .id Rp 88.888 hanya berlaku untuk registrasi baru (Kode Promosi : IMLEK88) dan untuk domain .id diatas 4 karakter
• Renewal tahun berikutnya mengikuti harga normal
• Promo Domain .id ini berlaku dengan pemesanan paket hosting Stylehosting apapun minimal 1 tahun
• Promo tidak berlaku apabila telah melakukan upgrade/downgrade paket
• Promo ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan promo lain


#WowFriends jangan lupa ajak teman, saudara, rekan kerja yang membutuhkan informasi ini. Buruan order! Sebelum penawaran PROMO ini berakhir!
Hubungi team sales Wowrack melalui contact dibawah ini :


๐Ÿ“ง : sales@wowrack.co.id⠀
☎️ : (031) 6000 2888 ๐Ÿ”› 24/7⠀
๐Ÿ’ป : stylehosting.co.id





Friday, January 19, 2018

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini?    


Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.







Friday, October 27, 2017

Mengapa Anda Perlu Team Customer Support Selama 24/7?


Ketika telah memutuskan untuk menggunakan salah satu provider sebagai penyedia layanan produk atau jasa yang dibutuhkan, tentu sebelumnya konsumen telah mempertimbangkan semua aspek yang ditawarkan oleh pihak third party tersebut. Mulai dari produk atau jasa, kualitas, price, hingga tentang adanya dukungan customer support. Salah satu syarat utama dalam menggunakan layanan dari provider penyedia layanan di bidang teknologi informasi adalah adanya dukungan customer support. Mengapa hal ini bisa menjadi sesuatu yang sangat penting serta patut untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mempercayai salah satu jasa provider tertentu? Jawabannya tentu saja karena customer support adalah layanan yang paling dibutuhkan dan dicari ketika terjadi error maupun kerusakan dan kesulitan yang dihadapi oleh user. Sedangkan seperti yang diketahui, probabilitas terjadinya error dalam dunia IT baik disengaja atau tidak, cukup tinggi. Hal ini dapat disebabkan faktor dari sumebr daya manusia, maupun teknologi / software itu sendiri. Semua aspek tentu membutuhkan penanganan yang tepat. Dan penanganan yang tepat tersebut tentu saja hanya dapat dihandle dan diselesaikan oleh pihak team technical support.

Bentuk-bentuk dukungan team technical support ini bermacam-macam. Ada yang membutuhkan bantuan seputar login dan instalasi, mengatasi error, update software, cara mengatasi krisis disaat mengalami downtime, dan lain sebagainya. Customer support bertugas untuk “menampung” masalah di awal semua hal yang berkaitan dengan kesulitan yang dialami oleh customer, mulai dari tahap yang ringan hingga yang berat untuk kemudian mendistribusikan kesulitan-kesulitan yang dialami customer tersebut kepada ahli-ahli yang berkompeten di masing-masing bidang agar dapat segera diatasi dengan benar dan tepat sasaran. Maka dari itu, tingkat kebutuhan dan penyelesaian masalah customer terbagi kedalam beberapa level atau tingkatan. Namun customer support juga dituntut untuk lebih bisa melakukan beberapa hal disaat yang bersamaan, atau disebut juga sebagai multi tasking. Sebagai “garda depan”, team support yang berhubungan langsung dengan konsumen sebaiknya adalah customer support yang dapat diandalkan, dipercaya, serta mampu mengatasi masalah-masalah yang dialami oleh konsumen. Hal-hal yang termasuk kedalam klasifikasi customer support antara lain adalah customer service yang menerima panggilan telepon konsumen, layanan dukungan teknis, serta dukungan layanan lainnya yang diperlukan.


Bagaimana Jadinya Bila Tidak Ada Layanan Support?
Img : Freepik

Setelah ulasan diatas tentu Anda memahami betapa pentingnya keberadaan customer support. Sekarang Anda bayangkan bagaimana jika layanan support ini tidak ada? Katakanlah misalnya Anda memiliki bisnis yang memiliki platform penjualan online, yaitu sebuah e-commerce. Tentu semua pemilik bisnis berharap bisnisnya berjalan lancar dan aman-aman saja. Namun bagaimana jika terjadi kendala seperti server yang down karena banyaknya pengunjung yang datang pada suatu waktu sehingga menyebabkan website overload visitor? Tentu akan berdampak pada transaksi finansial yang terjadi pada website tersebut. Pembeli yang ingin membeli produk dan melakukan check out transaksi dan berpindah ke pembayaran, bisa gagal dikarenakan server yang down. Tentu pemilik bisnis akan mengalami kerugian yang tidak sedikit, karena ada banyak calon pembeli yang tidak jadi melakukan transaksi finansial di website tersebut. Lalu, bagaimana jadinya jika website perusahaan Anda tidak dapat diakses selama berjam-jam? Tentu kerugian yang dialami bisa naik berlipat-lipat.

Layanan support ini sangat penting dimiliki oleh semua pemilik bisnis yang memiliki akses jual beli melalui platform online, misalnya saja website. Ketika terjadi bencana atau kendala yang tidak diinginkan, pemilik web telah mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan, mulai dari tahap pertama yaitu siapa yang harus dihubungi, kedua, bagaimana cara penyelesaian kendala yang dihadapi, serta ketiga, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kendala tersebut.

Jika layanan support tidak ada, tentu user akan kebingungan mencari solusi serta mengatasi kendala yang muncul. Mungkin situasi akan sedikit berbeda jika user mengetahui sedikit dasar tentang dunia IT, maka user dapat mencari sumber masalah yang dihadapi. Namun bagaimana jika user tidak memiliki dasar ilmu IT serta tidak memiliki karyawan yang berkompeten di bidang IT? Tentu keadaan tetap tidak terkendali serta tidak dapat segera terselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran.


Jenis Layanan Customer Support yang Harus Ada Disetiap Perusahaan Provider?
Img : Freepik

Ada beberapa fitur yang harus dimiliki oleh provider penyedia layanan di bidang IT. Beberapa fitur tersebut antara lain adalah :
  • Live chat, merupakan fitur atau sistem chatting yang tersedia pada suatu website. Biasanya live chat ini terletak pada pojok kanan bawah sebuah website. Fungsinya tentu saja untuk menghubungkan konsumen dengan perusahaan provider. Akan lebih baik apabila layanan live chat ini tersedia selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Jadi jika sewaktu-waktu user membutuhkan bantuan, team teknis dapat dengan sigap dan cepat tanggap membantu. Sistem live chat ini lebih mudah daripada sistem telepon atau email, user tidak perlu mencari-cari nomor telepon serta alamat email dan masuk ke aplikasi email terlebih dahulu untuk menyampaikan pesan. Live chat juga memungkinkan user menulis banyak pesan singkat dan mendapatkan jawaban secara real time. Ya, sistemnya memang sama persis dengan platform chatting pada umumnya. Namun aplikasi chat ini hanya terletak pada website perusahaan.

    Live chat memungkinkan pihak team customer support melakukan analisa kendala apa yang terjadi pada user. Kemudian memutuskan langkah penanganan apa yang paling tepat diterapkan pada issue tersebut. Sistem live chat juga dapat memancing interaksi pelanggan terhadap produk atau website suatu perusahaan. Live chat dapat diatur dengan cara menampilkan pop up chat dengan konten sapaan yang hangat maupun pertanyaan tentang apa yang bisa team bisa bantu melalui live chat. Dengan hal seperti itu, pengunjung website / visitor tentu akan merasa lebih ‘aware’ tentang adanya layanan live chat ini. Jika mengalami kesulitan, cukup mengetik pesan yang ingin disampaikan, dan team support dalam hitungan singkat akan membalas pesan tersebut.
  • Telepon, Seorang team support yang menghandle customer call, email, dan chatting harus lebih multitasking dan berwawasan luas di bidangnya. Mulititasking adalah tetap harus dapat menjawab pertanyaan konsumen melalui live chat bahkan ketika sedang berbicara melalui telepon. Penanganan yang cepat dan tepat sasaran memang sangat diharapkan oleh konsumen.

    Team customer support juga harus selalu siap terhadap panggilan telepon dari konsumen yang bisa datang kapan saja. Namun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen, sebaiknya tidak melempar-lempar pertanyaan kepada orang lain. Jika hal itu terjadi, konsumen akan kehilangan waktunya untuk menunggu dan bisa beranggapan bahwa perusahaan tersebut kurang kompeten di bidangnya. Maka dari itu, team customer support harus mengkategorisasikan masalah dan setiap pertanyaan dari konsumer menjadi beberapa level kesulitan. Level pertama adalah terkait instalasi, login, dan lain sebagainya. Level dua jika terjadi error program dan aplikasi. Serta level terakhir, ketiga, adalah kasus yang membutuhkan penanganan khusus dari team technical misalnya server down, dan lain sebagainya.
  • Email, melalui email sebenarnya penanganan akan lebih cepat karena melalui email, sebuah perusaahaan IT provider sudah terintegrasi dengan sebuah sistem yang akan menerbitkan ticket penanganan issue. Sehingga team teknis dapat dengan cepat tanggap merespon dan menangani permasalahan tersebut. Namun biasanya konsumen banyak yang tidak melakukan pengaduan melalui email, karena berfikir balasan email akan lebih lama dan penanganan lebih lama. Hal ini merupakan anggapan yang salah. Karena pada dasarnya, cara penanganan yang paling cepat adalah pengaduan melalui email. Namun kebanyakan konsumen lebih menyukai melalukan panggilan melalui telepon maupun live chat yang paling mudah dan sederhana.

Ketiga hal diatas atas fitur-fitur yang paling tidak minimal harus dimiliki oleh provider penyedia layanan di bidang IT. Dengan ketiga fitur tersebut, setidaknya user dapat dengan cepat menghubungi pihak provider, serta provider dapat dengan segera memberikan respon serta memberikan balasan penyelesaian masalah dengan baik. Selain ketiga hal diatas, hal lain yang menjadi faktor pertimbangan seorang user adalah alamat kantor / bisnis yang tercantum dalam website. Dengan demikian user bisa mendapatkan info yang lengkap dan terpercaya atas provider tersebut. Didalam website juga bisa dicantumkan laman “contact us” yang berfungsi jika user ingin menghubungi perusahaan tersebut. Laman tersebut juga dapat langsung terhubung dengan email perusahaan. “Contact us” tidak hanya dapat digunakan untuk komplain, melainkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan feedback, pertanyaan, dan lain sebagainya.

Bentuk Layanan Customer Support

Apa saja layanan yang bisa ditawarkan oleh team teknis untuk memanage kebutuhan IT konsumennya? Tentu ada banyak, karena penggunaan semua jenis teknologi memang harus selalu dimaintenance secara rutin dan berkala. Manage solutions adalah salah satu layanan yang bisa ditawarkan oleh perusahaan IT provider untuk membantu memudahkan konsumennya dalam mengatur dan memelihara aplikasi maupun software IT yang digunakan. Selain lebih menghemat waktu, penanganan ini juga lebih efektif karena ditangani oleh IT yang ahli dan profesional di bidangnya.
Bentuk layanan support yang bida ditawarkan antara lain adalah pro active monitoring, dukungan 24/7 pada netwok, system serta hardware, technical management, system design, instalasi, konfigurasi, maintenance, serta pembaruan / update. Semua hal ini dilakukan oleh  experts tech support yang dilakukan oleh dukungan team ahli yang telah memiliki jam terbang tinggi.


Syarat-Syarat Layanan Support
Img : Freepik

Memiliki layanan support selama 24/7 yang mumpuni dan dapat diandalkan tentu diperoleh berdasarkan pengalaman serta branding dari perusahaan provider IT itu sendiri. Sebuah layanan akan dianggap baik dan trusted jika memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :
  • Speed & Responsive, yang dimaksud disini adalah kecepatan dalam respon reply pengaduan serta kecepatan dalam tindakan menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien sesuai dengan kendala yang dilaporkan.
  • Multitasking, layanan support hendaknya mampu menghandle pertanyaan konsumen dari berbagai macam pintu. Misalnya saja melalui live chat, email, telepon, maupun social media perusahaan.
  • Intelligence, dimana team support dan technical harus memiliki pengetahuan luas serta kemampuan mumpuni di bidang IT sehingga dapat diandalkan.
  • Mampu membuat serta merekomendasikan perencanan hingga pelaksanaan proyek IT berdasarkan atas kebutuhan klien. Terkadang klien juga bingung dengan banyaknya pilihan layanan yang tersedia sehingga belum bisa memutuskan. Maka dari itu, merupakan tugas layanan provider untuk dapat membantu kebingungan klien sesuai dengan kebutuhan apa yang diperlukannya.
  • Ramah dan mampu mengendalikan emosi, jika layanan support sangat responsive, cepat tanggap, berpengetahuan luas, namun tidak ramah, maka kemungkinan besar klien akan kecewa dan tidak menyukai sikap tersebut. Klien lebih menyukai customer support yang ramah, dapat diandalkan, serta berpengetahuan luas di bidangnya.


Peran Layanan Customer Support

Lalu dampak apa yang diperoleh perusahaan penyedia layanan IT dengan memiliki customer support yang bagus dan responsive? Tentu saja kepuasan pelanggan. Mengapa hal ini penting? Tentu saja karena kepuasan pelanggan merupakan pencapaian utama dari sebuah bisnis. Jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan IT yang diberikan, bukan tidak mungkin pelanggan tersebut akan repeat order atau menjadi pelanggan tetap atau existing customer.
Selain itu, bentuk pelayanan yang baik dapat meningkatkan feedback positif dari konsumen, serta membuka peluang words of mouth atau rekomendasi dari satu customer ke customer lainnya yang belum menggunakan layanan dari perusahaan tersebut.










Friday, August 25, 2017

Memilih Internet Service Provider Sesuai dengan Kebutuhan


Memilih Internet Service Provider (ISP) adalah masalah yang bisa dibilang susah-susah gampang. Terkadang ISP yang digunakan sudah sesuai dengan kebutuhan termasuk tentang kecepatan atau bandwidth yang diinginkan namun ternyata sering mengalami kendala seperti koneksi yang tiba-tiba mati dan terputus, atau jaringan yang kurang stabil. Namun sebaliknya, terkadang jaringan sangat stabil dan tidak putus-putus namun ternyata bandwidth nya sangat kecil dan kecepatannya sangat lambat. Memang banyak kendala yang tidak bisa diprediksi dari sebuah jaringan ISP. Maka dari itu, banyak orang masih merasa kebingungan memilih ISP yang paling sesuai untuk kebutuhannya. Internet yang lambat maupun tidak stabil merupakan hal yang paling dihindari, namun ironisnya juga paling sering terjadi kepada para pengguna ISP.

ISP pada dasarnya merupakan kebutuhan semua orang. Bagaimana tidak, tentu semua orang membutuhkan jaringan internet bukan? Untuk keperluan pekerjaan, keperluan bisnis, proyek, entertainment, komunikasi, dan lain sebagainya. Tentu pemakaian ISP ini lebih bisa diandalkan untuk keperluan-keperluan bisnis dan hal lainnya daripada penggunaan kuota internet karena limitnya yang tidak terbatas, dan kecepatan / bandwidthnya yang lebih tinggi. Biasanya penggunaaan internet dari provider penyedia ISP ini lebih ke arah untuk penggunaan profesional dan bisnis.


Definisi Internet Service Provider
Internet Service Provider adalah sebuah perusahaan atau provider yang menyediakan layanan jaringan dan koneksi internet untuk berbagai keperluan dan bidang seperti sekolah, universitas dan pendidikan lainnya, rumah sakit, gedung perkantoran dan apartemen, mall, bandara, rumah kost, dan lain sebagainya. Sambungan internet biasanya memerlukan sambungan koneksi dari kabel (wire) seperti kabel fiber optic, kabel telepon, kabel UTP, dan lain sebagainya. Koneksi internet juga dapat menggunakan wireless atau tanpa bantuan kabel untuk menghubungkan jaringan internet tersebut.
Masyarakat biasanya membutuhkan ISP yang mampu memenuhi kebutuhan mayoritas orang akan internet. Yaitu misalnya jaringan internet yang cepat dan stabil, koneksi yang tidak mudah putus-putus, serta internet yang aman. Aman disini yang dimaksud adalah jaringan internet aman dari resiko penyadapan internet dari para hacker serta Denial of Service (DoS) Attack dimana serangan yang menargetkan server utama ini bekerja dengan cara menyerang jaringan server maupun komputer dengan berbagai cara.


Fungsi Internet Service Provider
Img : StockSnap
Fungsi utama ISP adalah tentu menyediakan koneksi internet yang aman, cepat, dan stabil bagi masyarakat. Di era digital ini tentu kebutuhan akan internet adalah keperluan yang penting dan utama, bagaimana tidak, saat ini semua telah berubah ke sistem digitalisasi dan serba online. Pada dasarnya internet dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, mulai dari komunikasi, pekerjaan, entertainment, pendidikan, penelitian, dan lain sebagainya.

Internet menjadi kebutuhan yang sangat penting, dan berlaku di berbagai bidang. Pada bisnis yang berbasis internet misalnya e-commerce atau online ticketing, kantor dan perusahaan bahkan telah menggunakan integrasi sistem cloud dalam operasional sehari-harinya. Tentu sistem cloud harus terhubung dengan koneksi internet bukan? Bisa dikatakan jika internet sebuah perusahaan tiba-tiba down atau terputus, maka akan banyak hal yang akan terkena imbasnya. Perusahaan membutuhkan koneksi internet untuk mengirim email, melakukan backup, melakukan koordinasi dokumen dan file dengan karyawan di internal perusahaan, dan lain sebagainya. Banyak hal yang akan berhenti atau tidak dapat dijalankan apabila koneksi internet terputus.

Beberapa fungsi ISP antara lain adalah :
  • Sebagai alat komunikasi melalui email, online chat, online call, video call, webcam, dan lain sebagainya
  • Sebagai penghubung komputer dengan sistem cloud computing untuk mempermudah serta efisiensi dan  manajemen waktu
  • Sebagai penghubung user ke sebuah website, blog, landing page, dan lain sebagainya
  • Sebagai salah satu media untuk proteksi terhadap cyber crime
  • Sebagai koneksi terhadap social media dan entertainment seperti Instagram, YouTube, Facebook, LinkedIn, dan lain sebagainya

Kesimpulannya, internet digunakan untuk berbagai keperluan harian aktifitas baik pada sektor pendidikan, bisnis, entertainment, dan lain sebagainya. Maka dari itu sangat penting untuk memilih ISP yang berkompeten. Jadi tidak hanya terbujuk dengan harga yang murah, namun ternyata jaringan sering error, lemot, dan terputus tiba-tiba. Selain itu, membutuhkan waktu yang lama untuk perbaikannya, tentu dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar. Selain koneksi yang stabil, ISP memilih ISP juga harus mempertimbangkan tentang keamanan jaringannya. Jangan sampai jaringan yang berbahaya sehingga rentan terkena serangan hacker maupun cyber crime lainnya.


Sifat - Sifat Internet Service Provider
Sebuah Internet Service Provider memiliki dua sifat yang cukup umum, yaitu :
  • Sifat ISP Terbuka
    Internet Service Provider yang bersifat terbuka adalah koneksi internet yang dapat digunakan oleh masyarakat luas dalam areal cakupan wilayah yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan untuk masyarakat di area-area publik, seperti misalnya di sebuah bandara, taman kota, dan lain sebagainya.
  • Sifat ISP Tertutup
    Internet Service Provider yang bersifat tertutup adalah jaringan internet yang hanya khusus diperuntukkan dan digunakan oleh internal sebuah instansi atau lembaga tertentu, misalnya sebuah universitas, sekolah, dan kantor atau perusahaan.


Jenis - Jenis Internet Service Provider
Img : StockSnap

Ada beberapa jenis-jenis ISP. Jenis ISP ini dikategorisasikan berdasarkan atas layanan dan karakteristiknya. Berdasarkan karakteristiknya, ISP dibagi kedalam beberapa jenis yaitu :
  • Kecepatan koneksi. Bagi sebagian besar pengguna internet, kecepatan internet merupakan hal yang sangat penting. Karena internet yang lama akan menghambat aktifitas yang dilakukan. Termasuk salah satunya adalah buffering pada saat streaming sebuah video.
  • Web hosting
    Jika tidak memiliki server, pada untuk keperluan hosting dapat menggunakan ISP server berdasarkan ukuran masing-masing site.
  • Scan virus
    ISP dapat melakukan virus scanning serta anti-spam pada saat user melakukan upload file maupun aktifitas lainnya yang dapat membahayakan user yang lain.
  • Content filter
    Bisa dimanfaatkan untuk memblokir sebuah situs yang berbahaya atau tidak pantas sehingga juga dapat membantu untuk menghilangkan kemungkinan download otomatis dari situs-situs yang berbahaya.
  • Jaringan telepon
    Koneksi ISP juga dapat digunakan sebagai line telepon yang memungkinkan koneksi panggilan dengan menggunakan jaringan koneksi internet.

Sedangkan menurut layanannya, ISP dapat dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut :
  • Wireless, yaitu koneksi internet yang dapat tersambung tanpa bantuan kabel
  • Dial-up connection, yaitu koneksi internet yang membutuhkan sambungan kabel baik itu kabel optik maupun kabel telepon untuk mengkoneksikan jaringan internet tersebut
  • Wi-Fi, yaitu sebuah pemancar signal internet tanpa menggunakan kabel. Biasanya banyak ditemui di area publik seperti bandara, cafe dan restoran, perpustakaan, dan lain sebagainya
  • Mobile access, yaitu koneksi internet yang biasanya digunakan khusus untuk penggunaan mobile telepon. Biasanya dengan menggunakan kecepatan 2G, 3G, 4G
  • Dedicated connection, yaitu koneksi jaringan internet yang biasanya digunakan khusus untuk internal perusahaan. Sehingga segala aktifitas perusahaan lebih private dan aman


Perbedaan Internet dan Intranet
Img : StockSnap

Ada beberapa perbedaan mendasar antara internet dan intranet. Perbedaan ini juga meliputi cakupan penggunaannya. Maka dari itu definisi internet dapat dijelaskan sebagai berikut. Internet atau singkatan dari interconnection networking adalah sebuah sambungan atau koneksi yang menghubungkan satu atau beberapa perangkat komputer sekaligus dengan menggunakan sitem global Transmission Control Protocol atau Internet Protocol Suite (TCIP/IP). Internet dapat digunakan secara luas dan bebas oleh berbagai lapisan masyarakat dan untuk berbagai kepentingan.

Sedangkan definisi intranet adalah jaringan private yang juga menggunakan TCIP/IP namun dalam penggunaannya lebih terbatas pada suatu instansi atau lembaga tertentu. Misalnya saja untuk keperluan akademik sebuah universitas, database rumah sakit dan perbankan, dan lain sebagainya.

Masalah - Masalah seputar Internet Service Provider
Img : StockSnap

Menggunakan Internet Service Provider untuk mengatasi kebutuhan-kebutuhan internet juga tidak jauh-jauh dari masalah yang kerap muncul dan dialami oleh sebagian besar penggunanya. Masalah-masalah yang ada pada ISP antara lain adalah :
  • Tidak bisa akses internet walaupun status internet connected, biasanya hal ini berujung lambatnya koneksi internet yang digunakan atau malah kadang berhenti sama sekali dan tidak terhubung ke internet
  • Problem akses ISP, biasanya dikarenakan server provider ISP yang down atau mendadak mati mungkin dikarenakan alus listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya.
  • Kabel jaringan yang terputus dengan dan lepas, selain itu router dan modem tidak ada akses jaringan.
  • Wireless adapter yang tidak terhubung dengan wireless network, biasanya hal ini merupakan gangguan dari server baik itu sedang down atau sedang dilakukan maintenance.

Maka dari itu, ada beberapa tips atau cara untuk mengatasi problem pada Internet Service Provider yang digunakan. Langkah-langkah melakukan troubleshooting pada masalah jaringan internet diantaranya :
  • Menemukan titik masalah dan menemukan solusinya
    Biasanya masalah internet connection tidak jauh-jauh dari kesalahan teknis pada perangkat yang digunakan, sehingga harus sering-sering dilakukan pengecekan dan maintenance.
  • Memastikan bahwa ISP yang digunakan memiliki team support yang selalu siap membantu selama 24/7 sehingga jika terjadi masalah dengan server, masalah dapat segera dilaporkan dan diperbaiki.

Beberapa hal tersebut dapat dijadikan sebagai sebuah pertimbangan dalam memilih dan memutuskan Internet Service Provider mana yang akan digunakan. Koneksi internet tidak hanya berkutat seputar kecepatan dan koneksi yang stabil, namun juga tentang keamanan jaringan serta sistem support yang cepat tanggap membantu jika terjadi masalah-masalah yang disebabkan oleh hal-hal teknis.