Monday, February 12, 2018

PROMO IMLEK WOWRACK : DOMAIN & WEB HOSTING 88RB



Menyambut perayaan Imlek yang akan datang pada tanggal 16 Februari, Wowrack Indonesia memberikan penawaran dan PROMO HOKI DEAL SPECIAL IMLEK!

Apa promonya?


Yuk, segera pesan domain pilihanmu di STYLEHOSTING.CO.ID karena promo HOKI ini hanya berlangsung mulai tanggal 12 Februari 2018 –  12 Maret 2018!


Syarat dan ketentuan:
• Promo berlaku mulai tgl 12 Februari 2018 –  12 MARET 2018
• Promo Domain .id Rp 88.888 hanya berlaku untuk registrasi baru (Kode Promosi : IMLEK88) dan untuk domain .id diatas 4 karakter
• Renewal tahun berikutnya mengikuti harga normal
• Promo Domain .id ini berlaku dengan pemesanan paket hosting Stylehosting apapun minimal 1 tahun
• Promo tidak berlaku apabila telah melakukan upgrade/downgrade paket
• Promo ini tidak dapat digunakan bersamaan dengan promo lain


#WowFriends jangan lupa ajak teman, saudara, rekan kerja yang membutuhkan informasi ini. Buruan order! Sebelum penawaran PROMO ini berakhir!
Hubungi team sales Wowrack melalui contact dibawah ini :


๐Ÿ“ง : sales@wowrack.co.id⠀
☎️ : (031) 6000 2888 ๐Ÿ”› 24/7⠀
๐Ÿ’ป : stylehosting.co.id





Friday, January 19, 2018

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini?    


Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.







Thursday, June 15, 2017

Bagaimana Memilih Layanan Web Hosting yang Tepat



Dalam perkembangan dunia digital ini kebutuhan penggunaan internet merupakan hal yang paling utama. Internet dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan personal dan bisnis. Namun internet hanya salah satu faktor pendukung infrastruktur berjalannya sebuah aktifitas. Masih banyak hal lain yang dibutuhkan seperti website, media penyimpanan dan backup data yang aman berbasis cloud computing, teknisi maupun perusahaan penyedia hosting, dan lain sebagainya. Semua bagian ini tergabung menjadi satu kesatuan yang mendukung berjalannya suatu website untuk berbagai keperluan. Fungsi website sendiri bermacam-macam, dapat digunakan untuk blog personal maupun untuk company business dan e-commerce.

Sebuah website tentu memiliki nama domain serta membutuhkan hosting. Saat ini telah banyak perusahaan penyedia layanan hosting. Namun harus berhati-hati dalam memilih, karena lebih baik memilih perusahaan penyedian layanan yang benar-benar terpercaya dan memiliki track record yang bagus daripada memilih yang murah namun ternyata tidak terpercaya dan berbahaya. Hal ini harus dihindari karena dapat menimbulkan efek yang berkelanjutan di kemudian hari. Yaitu seperti misalnya server down, website yang rentan terkena hack, dan lain sebagainya.

Pengertian Domain dan Fungsinya
Definisi domain adalah nama dari sebuah alamat website. Nama domain ini biasanya dibuat dengan nama yang unik dan hanya terdapat satu nama domain untuk seluruh website di dunia ini. Jadi tidak ada kasus website yang memiliki nama domain yang 100% sama dengan nama domain website yang lainnya. Nama domain yang Anda miliki adalah sepenuhnya milik dan hak Anda sendiri. Jadi bisa dibilang nama domain ini adalah identitas Anda di internet.

Domain diawali dengan www yaitu merupakan singkatan dari world wide web. Kemdian domain ada yang memiliki akhiran com, co.id, org, net, info, dan lain sebagainya. Sehingga yang disebut domain secara keseluruhan adalah www.nama domain yang dipilih.com atau org, dan sebagainya.

Fungsi domain adalah sebagai identitas atau salah satu cara untuk mencari situs Anda di internet. Domain yang unik dan mudah diingat akan memudahkan pengguna internet lainnya untuk mencari website Anda.

Jenis-Jenis Domain
Img : Pixabay

Jenis-jenis domain bermacam-macam tergantung dari fungsi dan tujuan website itu dibuat. Untuk keperluan blog biasanya menggunakan .com atau .co.id. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis-jenis domain menurut fungsinya :

  • .com untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
  • .net untuk kebutuhan internet
  • .org untuk kebutuhan organisasi
  • .edu untuk kebutuhan pendidikan
  • .tv untuk kebutuhan pertelevisian
  • .info untuk kebutuhan informasi
  • .co.id untuk situs website personal maupun komersial dalam negeri
  • .ac.id untuk kebutuhan lingkungan akademik maupun perguruan tinggi
  • .web.id untuk kebutuhan organisasi maupun badan usaha di bidang teknologi
  • .net.id ditujukan untuk organisasi yang telah memiliki izin penyelenggara jasa komunikasi
  • .go.id yaitu khusus untuk kebutuhan instansi pemerintah

Pengertian Hosting dan Fungsinya
Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian hosting dan contohnya. Jadi yang dimaksud hosting adalah sebuah ruang atau media penyimpanan didalam internet yang digunakan untuk penyimpanan data-data yang diperlukan oleh website. Namun hosting bwrbeda dengan cloud. Jika cloud adalah media penyimpanan data-data, maka hosting adalah tempat khusus untuk menyimpan data-data website dalam jaringan internet. Hosting adalah ruang untuk menyimpan data, media, musik, bahkan video pada suatu website. Hosting diperlukan baik untuk situs pribadi seperti blog, hingga situs perusahaan, situs akademik, situs bisnis dan e-commerce, dan lain sebagainya.

Fungsi hosting adalah sebagai media penyimpanan data-data pada website. Hosting ini terdapat dua pilihan, yaitu hosting gratis dan hosting berbayar. Sama dengan domain, ada yang berbayar maupun ada yang gratis. Free hosting atau hosting yang gratis tentu memiliki beberapa keterbatasan jika dibandingkan dengan hosting yang berbayar. Misalnya saja terbatasnya ruang penyimpanan. Selain itu, hosting yang berbayar menawarkan keunggulan yang lebih seperti tersedianya fitur-fitur FTP, fitur webmail, fitur mysql, fitur bebas iklan, dan lain sebagainya. Namun jika menggunakan hosting yang gratis tentu harus bersabar dengan space yang kecil, fitur yang tidak lengkap, akses yang lambat, serta gangguan banyaknya iklan-iklan yang muncul.

Fitur-Fitur Dasar Web Hosting
Img : Pixabay

Apabila merencanakan untuk membangun website, dan tentunya website memerlukan hosting, maka Anda perlu merencanakan rencana penyusunan web hosting. Apa saja rencana-rencana yang perlu dilakukan?

  • Bandwidth
Bandwidth adalah jumlah data yang dapat ditransfer sebuah website dalam jangka waktu tertentu. Bandwidth sangat berkaitan erat dengan kecepatan website itu sendiri. Semakin banyak bandwidth, berarti semakin cepat situs tersebut dapat terbuka dan beroperasi.

  • Uptime
Uptime adalah perhitungan waktu dimana server tetap melakukan hosting secara aktif dan berjalan normal.

  • Layanan Pemograman
Layanan pemrograman memungkinkan pengguna website untuk membuat halaman website dengan bahasa pemrograman seperti misalnya HTML, PHP, ASP, dan database.

  • Ruang Penyimpanan
Ruang penyimpanan adalah jumlah ruang penyimpanan yang disediakan oleh penyedia layanan web hosting. Ruang penyimpanan diperlukan untuk menyimpan data-data website yang terdiri dari teks, gambar, audio, video, dan lain sebagainya. Ukuran ruang penyimpanan ini ditetapkan melalui pengukuran megabyte.

  • Customer Service
Customer service sangat diperlukan untuk dukungan pelanggan. Bentuk layanan ini biasanya berupa chat, telepon, email, dan lain-lain. Customer service sangat bermanfaat untuk pendukung dan menyediakan solusi apabila terjadi masalah teknis atau masalah lain yang terkait dengan website.

Jenis-Jenis Hosting Menurut Fungsinya
Img : Pixabay

Hosting atau web hosting harus selalu terhubung dengan internet sebagai media server untuk menyimpan data-data dan  media website tersebut. Hosting terbagi kedalam beberapa layanan penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Free Hosting
Free hosting adalah jenis layanan gratis dan tidak berbayar. Namun free hosting memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah terbatasnya jumlah media penyimpanan serta menggunakan aplikasi-aplikasi instan / bawaan yang telah disediakan website secara umum. Free hosting memiliki batasan dan limit-limit tertentu dalam pengoperasian dan termasuk jasa menampilkan iklan. Free hosting ini cocok digunakan oleh para pemula yang baru mempelajari, membuat, dan menggunakan website.

  • Shared Hosting
Shared hosting sangat cocok digunakan sebagai pilihan dengan anggaran budget yang terbatas. Shared hosting memungkinkan beberapa user untuk menggunakan satu server yang sama. Shared hosting bisa mencapai hingga ribuan user. Selain itu, tidak ada ketentuan atau batasan seorang user hanya boleh memiliki satu website. Jadi bisa dibayangkan bukan bagaimana kacau dan penuhnya pengaturan hosting-hosting tersebut terhadap satu server. Problem yang lain adalah apabila satu website telah mengambil banyak memory karena banyaknya jumlah kunjungan, maka hal ini juga berdampak pada website lain yang akhirnya hanya memiliki sedikit memory.

  • VPS Hosting
VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting yang sangat stabil. Maka dari itu VPS sangat diminati banyak user. VPS hampir sama dengan shared hsoting namun memiliki perbedaan yang jelas tentang pembagian memory bagi masing-masing user. VPS memiliki batasan yaitu hanya 10-20 user yang harus memiliki kapasitas memory yang sama besar. VPS juga memungkinkan user melakukan perubahan naun tidak akan berdampak pada user dan website lainnya.

  • Cloud Hosting
Cloud hosting sangat mirip dengan VPS hosting. Namun jika user ingin memperluas websitenya, maka sistem cloud hosting lebih baik. Cloud hosting dapat memberikan perlindungan terhadap serangan virus yang bertujuan merusak server melalui serangan virus yang menyerang secara bersamaan.

  • Dedicated Hosting
Dedicated hosting mengusung ide eksklusifitas, yakni hosting yang digunakan sama sekali tidak tergabung dengan user yang lainnya. Kelebihannya, user dapat melakukan perancangan sendiri melalui komputernya, dapat menentukan jumlah serta jenis memory yang digunakan, serta Operating System (OS) yang akan digunakan beserta elemen-elemen pendukungnya. Namun Dedicated Hosting memiliki kekurangan seperti user harus benar-benar mengerti tentang komputer dan teknologi server. Sehingga harus bisa menyelesaikan masalah apabila timbul kesalahan atau kerusakan misalnya RAM error. Selain itu user harus mampu untuk menginstall OS sendiri, tahu bagaimana menjalankan web server, mengaktifkan dan mengoperasikan sistem security, dan lain sebagainya.

  • Reseller Hosting
Reseller hosting dapat dikatakan sebagai makelar hosting. Jadi pada dasarnya, reseller hosting bukan penyedia layanan hosting, namun pihak ketiga sebagai media perantara untuk menjual layanan hosting dari penyedia kepada calon user / konsumen pemakai layanan hosting tersebut. Reseller hosting biasanya diberikan otoritas untuk menjual kembali dengan melabeli dengan nama yang baru, serta membuat paket-paket layanan hosting yang ditawarkan. Reseller hosting sangat cocok dimanfaatkan oleh pemula yang ingin menggeluti bisnis hosting namun masih memiliki keterbatasan sumber daya dan budget.
Memilih Penyedia Layanan Hosting yang Tepat
Img : Pixabay

Memilih penyedia layanan hosting adalah hal yang cukup rumit dan berat. Karena saat ini telah banyak perusahaan penyedia layanan hosting yang bagus dan memiliki track record yang baik. Apalagi jika seseorang tidak memiliki orang atau teman yang bisa memberinya saran untuk memilih layanan hosting yang mana. Maka dari itu, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

Memilih perusahaan penyedia layanan hosting dimana :
  • Memiliki waktu downtime yang relatif rendah atau hampir tidak pernah
Memiliki website yang terus menerus dikomplain oleh konsumen karena terus mengalami offline adalah sebuah mimpi buruk. Karena dapat merusak citra, brand, dan kepercayaan yang dibangun. Maka dari itu lebih baik memilih perusahaan penyedia layanan  hosting yang benar-benar mampu memberikan layanan uptime yang stabil.
  • Memiliki dukungan customer service secara penuh selama 24 jam seminggu
Menunggu adalah hal yang membosankan dan tentu sangat menjengkelkan. Apalagi apabila ini berhubungan dengan waktu menunggu perbaikan website yang sedang mengalami masalah atau error. Layanan customer service yang selalu ready dan siap siaga melayani keluhan yang terjadi adalah salah satu bukti bahwa perusahaan tersebut cukup kompeten dan bertanggung jawab.
  • Jujur dan transparan
Sebuah perusahaan sebaiknya bersikap terbuka dengan konsumennya. Tidak ada yang perlu harus disembunyikan baik tentang layanan atau fiturnya maupun tentang biayanya. Karena konsumen sangat tidak mengapresiasi perusahaan yang hanya memberikan janji-janji palsu dan kebohongan kepada konsumen yang terlanjur percaya.

Jangan memilih perusahaan penyedia layanan hosting dimana :
  • Memiliki service layanan yang terbatas
Customer suervice yang tidak mendukung selama 24 jam selama 7 hari adalah salah satu nilai kurang bagi perusahaan penyedian layanan server dan hosting. Karena siapa lagi yang bisa membantu konsumen jika mengalami error atau masalah?
  • Website menjadi sering mengalami offline
Tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali dan dengan interfal waktu yang perbaikan yang cukup lama, misalnya 2 jam. Padahal idealnya sebuah website yang offline harus segera diperbaiki dan kembali online dengan waktu maksimal 20 menit.
  • User tidak dapat bekerja sama secara mudah dan nyaman dengan perusahaan tersebut
Bisa saja karena perusahaan tersebut sebenarnya tidak memiliki layanan-layanan yang dipromokan, melainkan hanya melakukan kerjasama dengan perusahaan lain. Sehingga konsumen hanya akan terombang-ambing diantara dua perusahaan penyedia layanan tanpa mengetahuinya dan sisi terburuk lainnya adalah kehilangan banyak waktu.

Pertimbangkan dalam Membeli Penyedia Layanan Web Hosting
Img : Pixabay

Sebelum benar-benar memutuskan untuk memilih salah satu perusahaan penyedia layanan web hosting, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal yang membuat Anda nyaman dan percaya. Kemudian ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan hosting. Pertimbangan dalam membeli layanan hosting diantaranya adalah tentang jumlah media penyimpanan, layanan, bandwidth, email, pengguna antarmuka, akses cPanel, serta harga.

Media penyimpanan adalah prioritas dalam perimbangan membuat web hosting. Karena ruang penyimpanan berdampak besar terhadap keseluruhan aplikasi, sistem, dan data yang tersimpan dalam website.

Layanan web hosting tidak perlu harus dari perusahaan penyedia layanan yang terkenal. Namun yang terpenting adalah kualitasnya, perusahaan tersebut selalu memberikan yang terbaik serta dukungan cepat tanggap bagi para penggunanya.

Bandwidth yang akan menyeimbangkan kecepatan akses web user serta lalu lintas website tersebut. Semakin cepat website tersebut, maka akan semakin dikunjungi namun semakin lama website tersebut loading dan berjalan, maka website tersebut pasti akan ditinggalkan.

Bagi sebagian besar pengguna website, email ini cukup penting karena untuk seorang blogger dan bisnis company, lima hingga sepuluh email sudah cukup untuk mendukung keperluannya. Pada dasarnya layanan email yang diberikan memang disediakan sejumlah sepuluh untuk web bisnis yang dihosting.

Pengguna antarmuka adalah semacam sistem navigasi untuk situs website. Keunggulannya adalah user dapat dengan mudah mengakses akun serta web hosting yang dimiliki.
Akses cPanel adalah sebuah akses untuk mendapatkan semua file dalam sebuah website. Fileini mencakup kode-kode yang ada di website untuk melakukan perubahan dan pembaruan melalui cPanel dari akun hosting user.

Dan yang terakhir adalah mengenai harga, tentu harga adalah pertimbangan tersendiri untuk menentukan apakah sebuah layanan web hosting termasuk didalamnya ruang penyimpanan, kualitas layanan, customer service dan dukungan sepadan dengan harga yang harus dikeluarkan.


Jadi sebelum benar-benar memilih penyedia layanan web hosting, ada baiknya untuk memahami dan mengerti tentang bagian-bagian dari hosting itu sendiri agar terhindar dari kerugian dan masalah-masalah yang tidak diinginkan.