Tuesday, November 28, 2017

Backup, Restore, dan Recovery Data


Kebutuhan backup bagi masyarakat modern di era digital ini telah menjadi kebutuhan yang utama. Saat ini bukan hanya praktisi di bidang teknologi informasi saja yang telah menggunakan teknologi-teknologi berbasis komputasi. Melainkan telah banyak masyarakat umum, individu, dan organisasi-organisasi lainnya yang telah mengerti dan memahami pentingnya menggunakan teknologi backup berbasis cloud untuk mengamankan sebuah data. Backup berfungsi untuk mengamankan data, artinya backup dapat difungsikan sebagai cara untuk melakukan restore data apabila sewaktu-waktu data rusak, hilang, terkena virus, atau hilang.

Masyarakat modern adalah masyarakat yang ‘sibuk’. Semua pekerjaan bisa saja terjadi selama 24 jam tanpa henti. Dan tentu juga dapat terjadi pada saat weekend atau hari libur lainnya. Semua hal dan pekerjaan yang dilakukan selalu membutuhkan jaringan dan koneksi internet. Maka dari itu, kebutuhan apapun termasuk data, akan lebih baik, lebih efisien, dan lebih cepat aksesnya jika menggunakan akses internet. Bagaimana cara memperoleh data dari cloud system? Tentu saja melalui penyimpanan seperti Google Drive, Microsoft One Drive, atau Dropbox jika Anda ingin sesuatu yang free. Namun tentunya selalu ada batasan tertentu untuk segala hal yang gratis, seperti misalnya terbatasnya storage yang diberikan kepada free user, serta limit fitur-fitur lain yang dimiliki oleh platform tersebut.

Pada kenyataannnya, kebutuhan akan backup tidak dapat dipungkiri lagi bagi segala jenis lapisan masyarakat. Mulai dari bidang pekerjaan dan perkantoran, hingga bidang pendidikan dan entertainment semua memiliki kebutuhan akses data yang cepat, mudah / simple dan efisien. Selain berfungsi sebagai cadangan data, backup juga dapat berfungsi sebagai sistem untuk melakukan restore data. Untuk memahami hal ini lebih lanjut, mari kita simak penjelasan lebih lanjut dalam pembahasan artikel berikut ini.


Pengertian Backup
Untuk memahami tentang manfaat dan fungsi backup secara keseluruhan, serta bagaimana cara backup dapat membantu Anda, maka akan lebih baik apabila memahami terlebih dahulu tentang pengertian dari backup itu sendiri. Backup adalah sebuah proses menduplikasi atau mengcopy data-data dari satu perangkat atau media penyimpanan ke media, perangkat atau sistem lain secara offline maupun online untuk mengamankan data dengan cara menyalin data, agar ketika salah satu media penyimpanan rusak, hilang, atau terkena vidrus, data-data penting yang dimiliki tidak ikut hilang, tidak rusak, serta kapanpun dan dimanapun tetap dapat diakses dengan mudah.

Backup memiliki fungsi utama dan beberapa fungsi lainnya. Fungsi backup data adalah menyelamatkan data-data dari resiko kerusakan, data yang hilang atau tidak dapat diakses kembali. Data yang tersimpan di tidak hanya satu media penyimpanan akan memberikan rasa aman karena data tersimpan dengan benar. Backup juga dapat difungsikan sebagai disaster recovery plan, yaitu untuk restore data. Pada dasarnya backup bertujuan untuk mengembalikan data-data yang hilang, rusak, corrupt, maupun terkena virus. Anda tidak akan pernah tahu hal-hal apa yang mungkin dapat terjadi pada media penyimpanan Anda, maka akan lebih baik apabila memiliki tidak hanya satu media penyimpanan data. Sehingga ketika sewaktu-waktu data utama hilang, Anda masih dapat mengembalikan data-data secara penuh tanpa adanya kerusakan maupun kehilangan.


Pengertian Restore
Img : Pixabay

Restore berasal dari Bahasa Inggris yang artinya mengembalikan. Sesuai dengan artinya, restore adalah proses mengembalikan kembali sebuah data atau file ketempat semula. Jadi misalnya data Anda terhapus secara tidak sengaja, maka Anda masih dapat mencari file data tersebut dalam recycle bin komputer untuk kemudian dikembalikan ketempat lokasi semula file itu berada, di suatu folder tertentu. Hal ini juga berlaku untuk sistem maupun aplikasi yang telah terinstall. Lantas bagaimana jika data yang terhapus tersebut sudah tidak berada dalam recycle bin padahal data tersebut sangat penting, masih dibutuhkan dan tidak sengaja terhapus? Tentu saja solusi terbaik adalah memiliki backup data di suatu media penyimpanan lainnya.


Fungsi Restore Data
Seperti prinsip backup, restore bersifat untuk mengembalikan data, file, maupun system dalam keadaan semula. Ada dua jenis restore data, yang pertama adalah system restore dan yang kedua adalah system image backup. System storage data dilakukan untuk melakukan pengembalian pengaturan software dan sistem aplikasi yang telah terinstall didalam sistem komputer tanpa mempengaruhi data-data personal yang ada didalamnya. Jadi jika ingin melakukan pengembalian konfigurasi program-program yang telah terhapus menjadi seperti sedia kala, dapat melakukan system restore. Sedangkan system image backup dilakukan untuk mengembalikan seluruh system aplikasi beserta file-file personal berupa data dan media lainnya. Jadi tipe restore ini lebih menyeluruh karena dapat mencakup restore data beserta sistemnya seperti sedia kala.

Fungsi restore seperti ini tentu saja untuk mengembalikan data-data maupun sistem kedalam kedalam keadaan awal sebelum terjadi reset maupun kerusakan program. Maka dari itu, apa perbedaan backup dan restore?  Secara prinsip, restore memang hampir sama dengan backup yang memiliki tujuan untuk menyelamatkan data. Bedanya, jika backup ini cara kerjanya dengan cara menduplikasi data, sedangkan restore yang bertugas mengembalikan data maupun sistem sama seperti pada keadaan awalnya.


Pengertian Backup Restore dan Recovery
Img : Stocksnap



Backup dan restore adalah hal yang saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Backup memang memiliki arti dan fungsi yang hampir mirip dengan restore yaitu menyelamatkan data-data. Untuk membuat sebuah disaster recovery yang tepat, memang harus mempertimbangkan untuk membuat disaster recovery plan yang baik. Disaster recovery plan ini sebaiknya memang tidak hanya sekedar menyiapkan backup untuk membuat cadangan data. Namun juga dalam waktu bersamaan juga menyiapkan sistem dan aplikasi yang memungkinkan untuk melakukan restore data. Tujuannya adalah agar apabila ada kemungkinan restore kurang berhasil dilakukan, yaitu dalam artian restore kurang berhasil 100% karena mungkin masih ada beberapa data-data yang ingin dikembalikan kedalam sistem dan storage namun masih ada yang kurang lengkap, maka backup dapat mengatasi masalah tersebut dengan cara menyediakan data-data yang kurang atau hilang tersebut. Maka dari itu sangat penting untuk melakukan backup secara berkala dan rutin. Yaitu tergantung atas seberapa sering data-data yang dimiliki terupdate atau diperbaharui. Semakin sering data terupdate, maka Anda juga harus melakukan interval backup yang sama dengan frekuensi update data tersebut. Dengan memiliki backup data yang terbaru, maka jika terjadi kesalahan dalam restore, data-data Anda akan tetap update dan terbaru. Satu hal yang penting adalah dengan membackup data-data dan file sebelum data-data tersebut terkena serangan dan infeksi virus. Karena data-data yang telah terinfeksi oleh virus akan ikut terbackup dan backup tersebut akan menjadi sia-sia karena pada saat Anda mengakses atau mengambil data tersebut dari media penyimpanan backup, data sudah dalam keadaan terinfeksi virus dan bukan tidak mungkin juga bisa mengakibatkan kerusakan perangkat gadget, sistem komputer, serta peralatan komputer yang digunakan.


Perbedaan Backup Restore dengan Recovery
Jika backup dan restore berfungsi untuk mengembalikan data-data dan sistem seperti keadaan awal, fungsi recovery adalah untuk memulihkan keadaan suatu sistem dalam berbagai kasus tertentu. Biasanya suatu sistem menjadi rusak atau error dapat disebabkan melalui faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal misalnya karena kelalaian manusia / human error, kerusakan hardware, maupun kurangnya maintenance dan perawatan. Sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kerusakan sistem dapat terjadi karena sistem terkena virus. Maka bagaimana caranya sistem tersebut harus terbebas dan bersih dari infeksi virus tersebut agar sistem kembali dapat beroperasi seperti keadaan semula dan dapat difungsikan dengan baik dan maksimal. Biasanya anti virus digunakan untuk mencegah datangnya serangan virus, atau bisa juga untuk meminimalisir dampak serangan virus terhadap software maunpun hardware. Namun apa yang terjadi jika virus sudah terlanjur masuk kedalam sistem? Tentu ada beberapa program yang digunakan untuk ‘mengusir’ atau ‘mematikan’ virus tersebut. Namun jika upaya tersebut masih juga belum berhasil, apa yang bisa dilakukan? Biasanya hal yang dilakukan adalah dengan cara mereset atau mengulang kembali sistem. Cara ini merupakan salah satu langkah recovery untuk mengembalikan sistem kedalam keadaan awal sebelum rusak atau error, serta menghapus virus yang ada didalam sistem tersebut.


Backup, Restore, dan Recovery Data di Masa Mendatang
Img : Pixabay

Ada yang dicari masyarakat digital di era mendatang? Dalam ranah keamanan data, tentu saja proses backup yang lebih cepat, perlindungan yang lebih baik untuk alat-alat virtual, serta solusi pengarsipan / identifikasi untuk membantu mempermudah mengidentifikasi serta menemukan data secara lebih cepat untuk melakukan backup dan keamanan data. Selain itu kepentingan dan kebutuhan untuk melakukan recovery data akan tetap diperlukan di masa mendatang, bahkan justru akan semakin tinggi. Mengapa? Karena ancaman berbagai virus dan Ransomware yang juga selalu mengalami perubahan dan kemajuan juga akan semakin mengkhawatirkan. Ransomware dapat menyerang berbagai macam bidang kehidupan, mulai dari perkantoran, gadget dan smartphone, smartcar, rumah sakit, hingga sekolah-sekolah. Maka dari itu kebutuhan melindungi data dan sistem juga akan semakin tinggi. Dan backup adalah salah satu base perlindungan paling dasar yang wajib dimiliki oleh semua individu dalam masyarakat digital mendatang.





Tuesday, November 7, 2017

Manajemen Data dapat Mencegah Data Loss


Kumpulan berbagai macam informasi yang terdiri dari file, foto, video dan lain sebagainya merupakan definisi dari sebuah data. Data dibuat dan berada dimana-mana, di berbagai sektor dan bidang kehidupan. Semua orang menghasilkan data, bahkan untuk hal terkecil sekalipun. Misalnya saja Anda mencatat agenda dan to do list pada smartphone, maka hal tersebut sudah termasuk sebagai sebuah data. Bagaimana dengan interaksi yang Anda lakukan di social media? Misalnya mengupload sebuah foto di Instagram? Tentu saja hal tersebut juga termasuk kedalam sebuah definisi dari sebuah himpunan data. Data berada dimana-mana, dan dibuat oleh siapa saja. Data ada dalam sebuah perusahaan, pekerjaan, sektor-sektor industri, bisnis start up, industri kreatif, dan lain sebagainya. Penyimpanan data ini sendiri dapat dilakukan melalui dua metode yaitu secara offline maupun online. Namun di era digitalisasi ini, metode penyimpanan data secara online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing akan lebih mudah dalam akses dan pengelolaannya.

Dengan kata lain, seluruh aktifitas yang dilakukan manusia akan menghasilkan berbagai macam data. Lalu pernahkan terlintas dipikiran Anda, dimana data-data tersebut disimpan? Katakanlah seseorang mengupload gambar di social media yaitu Instagram, tentu Instagram memiliki basis penyimpanan data tertentu di suatu tempat yang telah terintegrasi dengan sistem cloud. Dimana dan bagaimana data Anda disimpan oleh Instagram? Apakah data-data tersebut aman?

Kumpulan dari berbagai macam data biasanya diletakkan dalam satu database. Database adalah kumpulan dari berbagai macam data. Database berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan mengelompokkan data secara sistematis dan terorganisir supaya lebih memudahkan dalam mengakses data-data, maintenance data, serta pengelolaan data-data yang berada dalam database tersebut. Data-data yang dihasilkan oleh berbagai jenis sumber file dan media ini terpusat pada sebuah sistem database yang aman. Database memproses data-data yang masuk kedalam sistem sebagai basis pengolahan data sehingga menjadi sebuah informasi yang bermanfaat. Pada dasarnya, database berfungsi untuk mempermudah semua jenis pekerjan manusia terkait dengan data-data, angka, dan kategori atau klasifikasi. Dasar utama dari sebuah database yaitu mengelompokkan sekumpulan objek dengan kategori sama yang terdefinisikan. Misalnya sebuah data yang memiliki karakteristik yang sama antara satu dengan lainnya, maka dapat dikelompokkan kedalam satu kategori dan berada pada database yang sama. Database memiliki basic elemen-elemen penting diantaranya adalah  Database Management System (DBMS), yaitu sebuah software yang bertugas untuk mengelola basis data dan dan mengoperasikannya. Elemen kedua adalah database administrator yang bertugas untuk mengelola sumber daya database. Elemen ketiga adalah database fisik, yaitu segala jenis database yang berbentuk fisik. Dan kemudian elemen keempat, elemen terakhir adalah user atau pengguna dari database tersebut.


Apa Saja yang Tergolong kedalam Manajemen Data
Img : Freepik

Tentu saja data-data dalam database harus dimanage dengan baik, supaya data tetap update, aman, serta dapat diakses dengan mudah. Manajemen data diperlukan untuk mendapatkan database yang terorganisir dan terstruktur. Terdapat beberapa langkah atau tahapan dalam penyusunan data database. Beberapa kegiatan manajemen data antara lain adalah sebagai berikut :
  • Tahapan pengumpulan data
    Pada tahapan ini, sistem akan menerima  segala data yang masuk, dan akan mengkategorisasikannya sebagai sebuah input bagi sistem database.
  • Tahapan pengujian data
    Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui akurasi dan konsistensi data
  • Tahapan penyimpanan data
    Penyimpanan data dapat dilakukan secara offline maupun online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud
  • Tahapan pemeliharaan data
    Tahap ini digunakan untuk melakukan update data-data yang ada, yaitu menambahkan data-data yang perlu pembaruan, bahkan mengedit dan menghapus data yang sudah tidak lagi diperlukan
  • Tahapan keamanan dan perlindungan data
    Dalam tahap ini, data-data yang tersimpan dalam database harus terjamin keamanannya dari serangan hacker, virus, dan tindak pencurian data lainnya
  • Tahapan pengaturan atau organize
    Tahapan ini berfokus pada pengkategorisasian serta penyusunan data sehingga sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh user
  • Tahapan pengambilan atau penggunaan data oleh user
    Dalam tahap ini, dapat diakses dari database serta digunakan sesuai dengan keperluan masing-masing user


Fungsi Manajemen Data bagi Individu dan Perusahaan / Organisasi
Img : Freepik

Manajemen data memiliki peran besar dalam keberlangsungan dan pencapaian sebuah kesuksesan di suatu perusahaan atau organisasi. Bagaimana tidak, saat ini segala aktifitas online dan offline yang terjadi dalam sebuah perusahaan besar tentunya tidak terlepas dari input dan output berbagai jenis data. Dan manajemen data merupakan salah satu dari banyaknya tindakan yang harus dilakukan untuk membuat sistem yang terstruktur dan terkoordinir dengan baik.

Selain hal tersebut, masih ada manfaat lain dari manajemen data, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk memudahkan restorasi data dan backup. Tentunya data-data yang aman tersimpan dalam suatu database serta terorganisir dengan baik dapat diandalkan sebagai sebuah tempat penyimpanan pusat yang dapat difungsikan sebagai backup. Backup atau duplikasi data sendiri sangat penting untuk mengamankan data-data dari kerusakan dan keghilangan data. Jika backup data ada dan aman, maka data akan lebih mudah untuk direstorasi atau dikembalikan sesuai data yang ada.
  • Dapat membantu proses disaster recovery planning
    Kerusakan dan kehilangan data adalah hal yang paling dihindari oleh sebagian besar orang, perusahaan, institusi, dan organisasi. Maka dari itu, backup data dapat membantu mengurangi kemungkinan resiko ini. Dengan demikian, backup data merupakan bagian penting dari sebuah disaster recovery planning yang paling tepat.
  • Membuat planning dan konfigurasi untuk penyimpanan tahap lanjut
    Manajemen data memungkinkan untuk menyusun sebuah konfigurasi atau pengaturan yang nantinya akan memudahkan dalam tahapan penyimpanan data, baik itu secara offline atau online. Namun bentuk penyimpanan data lebih dianjurkan secara online, yaitu agar lebih mudah dalam akses serta konfigurasi sistem, software, dan aplikasi.
  • Redudansi data
    Duplikasi data memang sedikit beresiko terhadap kesamaan data sehingga data menjadi menumpuk-numpuk dalam database. Maka dari itu, untuk menghindari penyimpanan secara berulang kali, perlu dibuat sebuah sistem manajemen data yang dapat memisahkan data-data secara jelas dalam sebuah database. Namun pada dasarnya redudansi data diperlukan karena jika sewaktu-waktu data mengalami masalah, error, atau hilang, data cadangan dapat dengan cepat menggantikan data tersebut.
  • Mengurangi resiko inkonsistensi data
    Resiko ini merupakan kesamaan data akibat dari adanya kesalahan atau error dalam sistem input data. Tentunya kemungkinan inkonsistensi data akan selalu ada, apalagi jika data yang diolah sangat banyak. Namun dengan manajemen data yang baik, hal ini dapat dihindari atau setidaknya dikurangi kemungkinan terjadinya.
  • Mengatasi kesulitan dalam akses dan pengambilan data
    Manajemen data dapat mempermudah serta mempersingkat waktu ketika ingin mengakses data-data yang diperlukan. Karena semua sudah tergolong dan terkoordinasi dengan baik sesuai dengan masing-masing database yang telah diklasifikasikan.


Ciri-Ciri Infrastruktur Database
Img : Freepik

Didalam teknologi dalam infrastruktur database itu sendiri, ada dua teknologi infrastruktur yaitu yang pertama adalah High Performance Computing Cluster (HPCC) atau disebut juga sebagai Data Analytics Supercomputer (DAS). Dan yang kedua adalah Hadoop Platform atau Map Reduced-Based Platform). Dimana kedua teknologi ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama dalam hal prinsip pengoperasiannya, yaitu sama-sama menggunakan sistem cluster dalam pengelompokan serta input data. Cluster artinya adalah menggunakan lebih dari satu sumber sebagai penghasil data. Misalnya saja lebih dari satu komputer atau aplikasi yang digunakan. Dengan demikian, kedua platform ini lebih menguntungkan karena dapat mendukung satu sama lain, dan saling terintegrasi dengan baik. Proses pencarian serta processing data dapat dilakukan oleh kedua teknologi tersebut.

Manajemen data harus dilakukan secara teratur, rutin, dan sistematis. Hal ini dilakukan agar diperoleh database yang terintegrasi dengan baik. Salah satu ciri manajamen data adalah adanya pengelompokan data agar lebih mudah dalam pengelolaan akses, serta duplikasi. Data yang tersimpan dalam sebuah database juga perlu untuk selalu diupdate dan dicek secara berkala untuk mengetahui kerusakan atau mungkin error yang terjadi dalam data. Anda tentu tidak menginginkan data-data yang dimiliki tiba-tiba tidak dapat diakses karena misalnya rusak terkena virus. Maka dari itu, sistem manajemen data yang baik, harus mencakup keseluruhan elemen yang diperlukan oleh sebuah database, mulai dari organisasi hingga perlindungan dan keamanan.







Friday, September 29, 2017

Tantangan yang Kerap Dihadapi dalam Backup Data


Mengapa kita memerlukan backup? Tentu saja untuk menghindari kerusakan dan kehilangan data-data yang penting. Lalu siapa saja yang membutuhkan backup? Pada kenyataannya, semua sektor memerlukan layanan backup. Mulai dari sektor bisnis dan perusahaan, sektor pendidikan, rumah sakit, industri kreatif, bahkan hingga kebutuhan untuk masing-masing individu. Backup menjadi kebutuhan yang penting di era digital ini, karena semua hal dapat dilakukan secara online. Selain untuk keperluan perlindungan data, backup secara online juga bermanfaat untuk fleksibilitas dalam akses data. Tidak perlu lagi menyiapkan dan membawa harddisk eksternal kemananpun Anda pergi. Backup yang telah terintegrasi dengan sistem cloud dapat diakses dengan menggunakan laptop, maupun hanya dengan smartphone yang digunakan.

Telah banyak aplikasi maupun layanan backup, misalnya saja Google Drive, Dropbox, iBackup, dan lain sebagainya. Diantara layanan-layanan backup tersebut ada yang gratis serta ada juga yang berbayar. Tentu layanan yang berbayar memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap daripada layanan backup yang gratis. Namun tentu untuk kebutuhan perusahaan atau bisnis besar tidak hanya cukup dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. Melainkan mempercayakan keperluan backup kepada provider penyedia layanan backup. Mengapa? Karena tentu provider penyedia layanan backup lebih profesinal terkait dengan keamanan, kapasitas penyimpanan, serta memiliki sistem support selama 24/7 sehingga apabila terjadi error dan lain sebagainya, user mengetahui kemana dapat melakukan pengaduan dan teknisi yang sigap akan membantu memperbaiki masalah user dengan cepat dan tepat sasaran.


Backup Online yang Terbaik?
Img : Wowrack Indonesia

Backup online dinilai sebagai jenis backup yang terbaik dan paling aman dari segala jenis backup secara tradisional yang masih menggunakan disk, maupun harddisk eksternal. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya adalah :

  • Jaminan keamanan data
    Dengan penggunaan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing, maka sudah pasti keamanan data-data yang dibackup akan dijamin tidak akan rusak, corrupt, maupun hilang. Karena biasanya provider penyedia backup juga memiliki additional paket berupa security dan anti virus untuk melindungi keamanan data-data yang telah dibackup tersebut.
    Tidak akan ada istilah data yang hilang karena kasus media penyimpanan atau harddisk yang rusak atau hilang. Karena semua penyimpanan sudah terintegrasi dengan sistem cloud, dimana data-data tersebut akan aman berada pada sebuah data center.
  • Akses yang mudah dan fleksibel
    Ucapkan selamat tinggal pada segala jenis kerepotan yang diakibatkan karena harus membawa-bawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi. Karena dengan backup online, semua data dapat diakses dengan mudah, cepat, dan fleksibel dimanapun Anda berapa. Cukup diakses dengan laptop, tablet, smartphone atau apapun gadget Anda asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.
    Membawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi juga sangat beresiko, resiko rusak karena sering terbentur benda-benda lain, jatuh, hilang, atau terkena virus akibat sering dikoneksikan dengan PC atau laptop yang berbeda-beda. Hal ini tentu berbeda jika menggunakan layanan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud.
  • Kemudahan recovery data
    Backup tidak akan memiliki banyak manfaat apabila tidak memenuhi tujuan utamanya, yaitu recovery dan mengamankan data. Backup tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya jika data-data yang telah terbackup susah untuk diakses, data tidak lengkap sesuai backup yang telah dilakukan, rusak/hilang, dan lain sebagainya. Ketika terjadi suatu kesalahan sehingga ada data yang hilang, backup dapat berfungsi sebagai recovery data.
    Sebenarnya untuk mencegah kerusakan atau kehilangan data, maka harus memperhatikan proses backup itu sendiri. Proses backup harus dilakukan dengan cara yang benar dan terstruktur, supaya data-data dapat terbackup dengan benar dan sempurna. Sehingga untuk kedepannya, ketika Anda membutuhkan data tersebut, data dengan mudah dapat ditemukan dan backup mampu menjadi recovery plan Anda.
  • Penghematan anggaran biaya untuk jangka panjang
    Jika dilihat secara sekilas, mungkin terlihat bahwa biaya backup online ini sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan backup secara tradisional melalui media-media seperti harddisk eksternal. Namun yang jarang disadari adalah media backup tradisional memiliki usia pemakaian. Jadi setelah beberapa waktu, media backup tersebut akan rusak dan tidak dapat digunakan lagi setelah beberapa waktu. Maka dari itu, Anda perlu membeli perangkat yang baru lagi untuk menggantikan perangkat yang lama.
    Hal ini akan berbeda apabila Anda menggunakan backup online. Dengan backup online, Anda hanya perlu membayar biaya di awal pemakaian. Kemudian pembayaran berikutnya hanya berlaku apabila Anda ingin menambah kapasitas penyimpanan backup tersebut.
  • Membantu lebih fokus pada bidang bisnis yang dijalankan
    Jika mempercayakan kepada provider penyedia layanan backup, Anda tidak perlu memikirkan tentang masalah maintenance, security, management, dan lain sebagainya karena provider layanan akan mengurus semuanya untuk Anda. Anda hanya harus fokus kepada bisnis dan perusahaan yang dijalankan.
    Hal ini adalah salah satu kemudahan dalam menggunakan backup online yang disediakan oleh provider. Tidak perlu memiliki teknisi yang handal untuk memanage masalah-masalah seputar IT karena support dari provider tentu sudah mencakup semua hal yang didukung oleh teknisi-teknisi yang profesional di bidangnya.
  • Mudah dalam operasi dan maintenance
    Backup online tidak memerlukan maintenance yang rumit, karena pada dasarnya backup secara online mudah dalam akses datanya. User tinggal masuk ke aplikasi backup kemudian bisa mengakses data-data secara online selama 24 jam penuh. Sedangkan untuk maintenance, backup telah memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga hanya provider dari backup yang perlu memikirkan tentang maintenance dan program-programnya.
    Backup data secara rutin dapat dilakukan setiap jam, setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan tergantung dari kebutuhan masing-masing user yang menggunakannya.
Backup & Recovery
Img : Wowrack Indonesia

Apa saja hal yang bisa dibackup? Tentu selain data-data berupa file, dokumen, foto, video, dan lain sebagainya, backup online juga dapat melingkupi backup sistem dan fisik perangkat atau secara virtual yang dapat mencakup Windows, Linux ataupun Mac OSX Desktop dan Server. Keuntungan lainnya, beberapa provider penyedia layanan backup online juga telah melengkapi paket layanan backupnya dengan sistem keamanan yang tinggi, dimana mencakup perlindungan teknologi security tertentu, perlindungan password, dan juga SSL security.


Backup online lebih mudah dan fleksibel dalam kebutuhan masing-masing user, karena bisa dilakukan penambahan storage yang cukup cepat tanpa harus upgrade ke account lain maupun migrasi. Selain itu, backup secara online juga memiliki high availability dimana backup akan sangat kecil kemungkinan mengalami down dikarenakan sistem infrastruktur cloud yang redundant. Banyak sekali keuntungan dan kelebihan backup online seperti yang telah disebutkan diatas. Namun apakah ada kendala atau masalah yang kerap dihadapi dalam backup? Tentu saja ada. Nah, apa saja kendala-kendala dalam backup tersebut?


Kendala-Kendala dalam Backup Data
Backup data dalam kapasitas yang cenderung kecil, atau proses backup yang tidak memerlukan storage yang besar, serta jumlah data yang dibackup tidak cukup banyak, maka biasanya akan sedikit kendala yang muncul dalam proses backup tersebut. Namun semakin banyak data-data, sistem, serta aplikasi yang dibackup, tentu prosesnya akan semakin lama dan memakan waktu, serta kemungkinan-kemungkinan resiko lainnya. Beberapa hal yang mungkin terjadi dalam proses backup data dalam jumlah besar antara lain adalah :
  • Memerlukan storage atau kapasitas penyimpanan yang besar
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses backup
  • Koneksi atau jaringan yang harus stabil dan tidak down agar proses backup dapat berjalan dengan lancar
  • Tools yang digunakan untuk proses backup harus dapat menjamin proses backup tetap berjalan lancar, baik tools bawaan maupun tools tambahan yang diperlukan


Proses backup sendiri bermacam-macam, ada yang berupa menyalin file dalam bentuk file aslinya, namun ada juga yang melakukan pemindahan data dengan cara mengubah format file asli menjadi padat seperti .zip, .rar, dan lain sebagainya. Backup ini dapat dilakukan dengan bantuan tools-tools tertentu. Bisa dengan menggunakan tools bawaan, tools tambahan, maupun kombinasi dari keduanya. Selain dikarenakan proses backup yang memiliki beberapa kendala yang dialami, tools ini akan membantu semua proses backup dapat berjalan dengan sukses dengan cara membantu menyederhanakan file dan data-data yang akan dibackup.
Img : Wowrack Indonesia


Kombinasi backup tools banyak digunakan dalam lingkungan Wide Area Network (WAN) seperti misalnya di data center dapat membantu proses backup menjadi semakin mudah. Ketika sejumlah file harus dibackup dalam range yang cukup besar, maka tools-tools ini akan sangat membantu. Selain itu, kebutuhan lain yang diperlukan dalam melakukan backup dalam lingkungan WAN antara lain adalah koneksi yang stabil dan tidak boleh terputus, bandwidth yang besar agar proses dapat berjalan dengan lancar, tersedianya komponen-komponen infrastruktur yang harus disediakan untuk mensupport proses backup, serta administrator atau teknisi yang bertugas membackup data-data tersebut. Administrator tersebut harus benar-benar paham tentang tools-tools yang recommended atau sebaiknya digunakan untuk proses backup tersebut.


Tools backup tambahan dari pihak ketiga biasanya hanya diperlukan dan digunakan hanya ketika tools bawaan sudah semaksimal mungkin digunakan dan masih tetap memerlukan tools tambahan untuk memaksimalkan semua proses dan fungsi dalam backup. Namun idealnya yang harus dilakukan oleh seorang administrator di data center adalah memaksimalkan penggunaan tools bawaan terlebih dulu, sehingga adapat mengetahui hal apa saja yang memerlukan bantuan tools tambahan dari pihak ketiga agar dapat menyelesaikan permasalahan backup. Maka dari itu, seorang administrator ini harus seorang yang benar-benar ahli dan teliti dalam pekerjaannya.


Lalu seberapa pentingnya tools tambahan jika dibandingkan dengan tools bawaan? Apa saja fungsi dan kegunaan dari tools tambahan? Ada beberapa fungsi dari tools tambahan dalam proses backup ini, beberapa diantaranya adalah :

  • Mengontrol bandwidth yang diperlukan dalam proses backup
  • Melakukan klasifikasi dan isolasi data-data yang akan dicopy
  • Mengatur jadwal proses copying file-file
  • Membuat sambungan antara lokasi tujuan penyimpanan dengan platform virtual
  • Mampu menjadi penghubung antar lokasi penyimpanan backup yang lainnya

Tantangan yang kerap dihadapi oleh perusahaan penyedia layanan backup adalah apabila client menginginkan salinan data-datanya berada diluar negeri, tidak hanya didalam negeri. Hal ini merupakan sebuah tantangan karena pada saat proses transfer dan backup data, jaringan dan koneksi dari satelit harus benar-benar stabil dan tidak terputus-putus, apalagi jika data tersebut dalam jumlah yang besar. Resiko yang sering terjadi adalah data-data tidak terbackup sepenuhnya. Sehingga ketika client ingin mengakses salah satu file dan file tersebut ternyata tidak ada, maka hal ini akan berdampak bukan hanya kepada provider penyedia layanan tersebut namun juga keberlangsungan bisnis client tersebut. Maka dari itu lebih baik mempertimbangkan dengan baik mengenai sisi positif dan negatif tentang memiliki additional backup yang terletak sangat jauh dari data center utama, apakah lebih menguntungkan atau malah justru merugikan.





Thursday, September 14, 2017

WOW TECHNICAL EVENT 2017 : "Business Security & Business Continuity"


Di tahun 2017 ini, PT. Wowrack Indonesia kembali mengadakan sebuah event tahunan sebagai sarana edukasi serta netwoking bagi para pelaku bisnis dan tentunya dunia IT, yang bertajuk WOW TECHNICAL EVENT (WTE) 2017. Kali ini acara WTE 2017 mengusung tema “Business Security and Business Continuity”.


Event WTE diselenggarakan dalam rangka bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia khususnya para pelaku bisnis dan penggiat IT untuk lebih aware lagi terhadap perkembangan serta isu-isu teknologi di era bisnis digital seperti saat ini. Acara WTE berbentuk talkshow yang akan mengajak audience untuk ikut serta berpartisipasi aktif untuk mengulas secara mendalam mengenai topik yang akan dibahas.


Tentunya topik Business Security sangat berkaitan erat dengan Business Continuity. Karena saat ini, berapa persen masyarakat di Indonesia yang sudah sangat memprioritaskan keamanan data-data penting perusahaannya? Berapa persen yang sadar bahwa security itu penting bagi perusahaan? Bahkan masih sedikit perusahaan di tingkat start up dan menengah yang telah menerapkan sistem backup serta memiliki Disaster Recovery Plan bagi perusahaannya.


Maka dari itu, Wowrack Indonesia berharap event WTE ini dapat membantu sekaligus menjadi salah satu solusi bagi permasalahan di dunia IT, khususnya dengan tema “Business Security and Business Continuity” ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam menghadapi kejahatan di dunia cyber serta keberlangsungan bisnis Anda.
Event WTE 2017 “Business Security and Business Continuity” akan diselenggarakan pada :


Hari / Tanggal : Rabu, 20 September 2017
Waktu : 10.00 s/d selesai
Tempat : XXI Lounge Ciputra World
 Jl. Mayjen Sungkono No.89 Surabaya
Fasilitas : Cozy lunch, Doorprize, Goodie bag, Talk show kit, etc


It’s FREE, but LIMITED SEAT



Untuk info lebih lanjut silahkan klik link :




WOW TECHNICAL EVENT 2017

"Business Security & Business Continuity"