Tuesday, November 7, 2017

Manajemen Data dapat Mencegah Data Loss


Kumpulan berbagai macam informasi yang terdiri dari file, foto, video dan lain sebagainya merupakan definisi dari sebuah data. Data dibuat dan berada dimana-mana, di berbagai sektor dan bidang kehidupan. Semua orang menghasilkan data, bahkan untuk hal terkecil sekalipun. Misalnya saja Anda mencatat agenda dan to do list pada smartphone, maka hal tersebut sudah termasuk sebagai sebuah data. Bagaimana dengan interaksi yang Anda lakukan di social media? Misalnya mengupload sebuah foto di Instagram? Tentu saja hal tersebut juga termasuk kedalam sebuah definisi dari sebuah himpunan data. Data berada dimana-mana, dan dibuat oleh siapa saja. Data ada dalam sebuah perusahaan, pekerjaan, sektor-sektor industri, bisnis start up, industri kreatif, dan lain sebagainya. Penyimpanan data ini sendiri dapat dilakukan melalui dua metode yaitu secara offline maupun online. Namun di era digitalisasi ini, metode penyimpanan data secara online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing akan lebih mudah dalam akses dan pengelolaannya.

Dengan kata lain, seluruh aktifitas yang dilakukan manusia akan menghasilkan berbagai macam data. Lalu pernahkan terlintas dipikiran Anda, dimana data-data tersebut disimpan? Katakanlah seseorang mengupload gambar di social media yaitu Instagram, tentu Instagram memiliki basis penyimpanan data tertentu di suatu tempat yang telah terintegrasi dengan sistem cloud. Dimana dan bagaimana data Anda disimpan oleh Instagram? Apakah data-data tersebut aman?

Kumpulan dari berbagai macam data biasanya diletakkan dalam satu database. Database adalah kumpulan dari berbagai macam data. Database berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan mengelompokkan data secara sistematis dan terorganisir supaya lebih memudahkan dalam mengakses data-data, maintenance data, serta pengelolaan data-data yang berada dalam database tersebut. Data-data yang dihasilkan oleh berbagai jenis sumber file dan media ini terpusat pada sebuah sistem database yang aman. Database memproses data-data yang masuk kedalam sistem sebagai basis pengolahan data sehingga menjadi sebuah informasi yang bermanfaat. Pada dasarnya, database berfungsi untuk mempermudah semua jenis pekerjan manusia terkait dengan data-data, angka, dan kategori atau klasifikasi. Dasar utama dari sebuah database yaitu mengelompokkan sekumpulan objek dengan kategori sama yang terdefinisikan. Misalnya sebuah data yang memiliki karakteristik yang sama antara satu dengan lainnya, maka dapat dikelompokkan kedalam satu kategori dan berada pada database yang sama. Database memiliki basic elemen-elemen penting diantaranya adalah  Database Management System (DBMS), yaitu sebuah software yang bertugas untuk mengelola basis data dan dan mengoperasikannya. Elemen kedua adalah database administrator yang bertugas untuk mengelola sumber daya database. Elemen ketiga adalah database fisik, yaitu segala jenis database yang berbentuk fisik. Dan kemudian elemen keempat, elemen terakhir adalah user atau pengguna dari database tersebut.


Apa Saja yang Tergolong kedalam Manajemen Data
Img : Freepik

Tentu saja data-data dalam database harus dimanage dengan baik, supaya data tetap update, aman, serta dapat diakses dengan mudah. Manajemen data diperlukan untuk mendapatkan database yang terorganisir dan terstruktur. Terdapat beberapa langkah atau tahapan dalam penyusunan data database. Beberapa kegiatan manajemen data antara lain adalah sebagai berikut :
  • Tahapan pengumpulan data
    Pada tahapan ini, sistem akan menerima  segala data yang masuk, dan akan mengkategorisasikannya sebagai sebuah input bagi sistem database.
  • Tahapan pengujian data
    Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui akurasi dan konsistensi data
  • Tahapan penyimpanan data
    Penyimpanan data dapat dilakukan secara offline maupun online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud
  • Tahapan pemeliharaan data
    Tahap ini digunakan untuk melakukan update data-data yang ada, yaitu menambahkan data-data yang perlu pembaruan, bahkan mengedit dan menghapus data yang sudah tidak lagi diperlukan
  • Tahapan keamanan dan perlindungan data
    Dalam tahap ini, data-data yang tersimpan dalam database harus terjamin keamanannya dari serangan hacker, virus, dan tindak pencurian data lainnya
  • Tahapan pengaturan atau organize
    Tahapan ini berfokus pada pengkategorisasian serta penyusunan data sehingga sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh user
  • Tahapan pengambilan atau penggunaan data oleh user
    Dalam tahap ini, dapat diakses dari database serta digunakan sesuai dengan keperluan masing-masing user


Fungsi Manajemen Data bagi Individu dan Perusahaan / Organisasi
Img : Freepik

Manajemen data memiliki peran besar dalam keberlangsungan dan pencapaian sebuah kesuksesan di suatu perusahaan atau organisasi. Bagaimana tidak, saat ini segala aktifitas online dan offline yang terjadi dalam sebuah perusahaan besar tentunya tidak terlepas dari input dan output berbagai jenis data. Dan manajemen data merupakan salah satu dari banyaknya tindakan yang harus dilakukan untuk membuat sistem yang terstruktur dan terkoordinir dengan baik.

Selain hal tersebut, masih ada manfaat lain dari manajemen data, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk memudahkan restorasi data dan backup. Tentunya data-data yang aman tersimpan dalam suatu database serta terorganisir dengan baik dapat diandalkan sebagai sebuah tempat penyimpanan pusat yang dapat difungsikan sebagai backup. Backup atau duplikasi data sendiri sangat penting untuk mengamankan data-data dari kerusakan dan keghilangan data. Jika backup data ada dan aman, maka data akan lebih mudah untuk direstorasi atau dikembalikan sesuai data yang ada.
  • Dapat membantu proses disaster recovery planning
    Kerusakan dan kehilangan data adalah hal yang paling dihindari oleh sebagian besar orang, perusahaan, institusi, dan organisasi. Maka dari itu, backup data dapat membantu mengurangi kemungkinan resiko ini. Dengan demikian, backup data merupakan bagian penting dari sebuah disaster recovery planning yang paling tepat.
  • Membuat planning dan konfigurasi untuk penyimpanan tahap lanjut
    Manajemen data memungkinkan untuk menyusun sebuah konfigurasi atau pengaturan yang nantinya akan memudahkan dalam tahapan penyimpanan data, baik itu secara offline atau online. Namun bentuk penyimpanan data lebih dianjurkan secara online, yaitu agar lebih mudah dalam akses serta konfigurasi sistem, software, dan aplikasi.
  • Redudansi data
    Duplikasi data memang sedikit beresiko terhadap kesamaan data sehingga data menjadi menumpuk-numpuk dalam database. Maka dari itu, untuk menghindari penyimpanan secara berulang kali, perlu dibuat sebuah sistem manajemen data yang dapat memisahkan data-data secara jelas dalam sebuah database. Namun pada dasarnya redudansi data diperlukan karena jika sewaktu-waktu data mengalami masalah, error, atau hilang, data cadangan dapat dengan cepat menggantikan data tersebut.
  • Mengurangi resiko inkonsistensi data
    Resiko ini merupakan kesamaan data akibat dari adanya kesalahan atau error dalam sistem input data. Tentunya kemungkinan inkonsistensi data akan selalu ada, apalagi jika data yang diolah sangat banyak. Namun dengan manajemen data yang baik, hal ini dapat dihindari atau setidaknya dikurangi kemungkinan terjadinya.
  • Mengatasi kesulitan dalam akses dan pengambilan data
    Manajemen data dapat mempermudah serta mempersingkat waktu ketika ingin mengakses data-data yang diperlukan. Karena semua sudah tergolong dan terkoordinasi dengan baik sesuai dengan masing-masing database yang telah diklasifikasikan.


Ciri-Ciri Infrastruktur Database
Img : Freepik

Didalam teknologi dalam infrastruktur database itu sendiri, ada dua teknologi infrastruktur yaitu yang pertama adalah High Performance Computing Cluster (HPCC) atau disebut juga sebagai Data Analytics Supercomputer (DAS). Dan yang kedua adalah Hadoop Platform atau Map Reduced-Based Platform). Dimana kedua teknologi ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama dalam hal prinsip pengoperasiannya, yaitu sama-sama menggunakan sistem cluster dalam pengelompokan serta input data. Cluster artinya adalah menggunakan lebih dari satu sumber sebagai penghasil data. Misalnya saja lebih dari satu komputer atau aplikasi yang digunakan. Dengan demikian, kedua platform ini lebih menguntungkan karena dapat mendukung satu sama lain, dan saling terintegrasi dengan baik. Proses pencarian serta processing data dapat dilakukan oleh kedua teknologi tersebut.

Manajemen data harus dilakukan secara teratur, rutin, dan sistematis. Hal ini dilakukan agar diperoleh database yang terintegrasi dengan baik. Salah satu ciri manajamen data adalah adanya pengelompokan data agar lebih mudah dalam pengelolaan akses, serta duplikasi. Data yang tersimpan dalam sebuah database juga perlu untuk selalu diupdate dan dicek secara berkala untuk mengetahui kerusakan atau mungkin error yang terjadi dalam data. Anda tentu tidak menginginkan data-data yang dimiliki tiba-tiba tidak dapat diakses karena misalnya rusak terkena virus. Maka dari itu, sistem manajemen data yang baik, harus mencakup keseluruhan elemen yang diperlukan oleh sebuah database, mulai dari organisasi hingga perlindungan dan keamanan.







Friday, September 29, 2017

Tantangan yang Kerap Dihadapi dalam Backup Data


Mengapa kita memerlukan backup? Tentu saja untuk menghindari kerusakan dan kehilangan data-data yang penting. Lalu siapa saja yang membutuhkan backup? Pada kenyataannya, semua sektor memerlukan layanan backup. Mulai dari sektor bisnis dan perusahaan, sektor pendidikan, rumah sakit, industri kreatif, bahkan hingga kebutuhan untuk masing-masing individu. Backup menjadi kebutuhan yang penting di era digital ini, karena semua hal dapat dilakukan secara online. Selain untuk keperluan perlindungan data, backup secara online juga bermanfaat untuk fleksibilitas dalam akses data. Tidak perlu lagi menyiapkan dan membawa harddisk eksternal kemananpun Anda pergi. Backup yang telah terintegrasi dengan sistem cloud dapat diakses dengan menggunakan laptop, maupun hanya dengan smartphone yang digunakan.

Telah banyak aplikasi maupun layanan backup, misalnya saja Google Drive, Dropbox, iBackup, dan lain sebagainya. Diantara layanan-layanan backup tersebut ada yang gratis serta ada juga yang berbayar. Tentu layanan yang berbayar memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap daripada layanan backup yang gratis. Namun tentu untuk kebutuhan perusahaan atau bisnis besar tidak hanya cukup dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. Melainkan mempercayakan keperluan backup kepada provider penyedia layanan backup. Mengapa? Karena tentu provider penyedia layanan backup lebih profesinal terkait dengan keamanan, kapasitas penyimpanan, serta memiliki sistem support selama 24/7 sehingga apabila terjadi error dan lain sebagainya, user mengetahui kemana dapat melakukan pengaduan dan teknisi yang sigap akan membantu memperbaiki masalah user dengan cepat dan tepat sasaran.


Backup Online yang Terbaik?
Img : Wowrack Indonesia

Backup online dinilai sebagai jenis backup yang terbaik dan paling aman dari segala jenis backup secara tradisional yang masih menggunakan disk, maupun harddisk eksternal. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya adalah :

  • Jaminan keamanan data
    Dengan penggunaan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing, maka sudah pasti keamanan data-data yang dibackup akan dijamin tidak akan rusak, corrupt, maupun hilang. Karena biasanya provider penyedia backup juga memiliki additional paket berupa security dan anti virus untuk melindungi keamanan data-data yang telah dibackup tersebut.
    Tidak akan ada istilah data yang hilang karena kasus media penyimpanan atau harddisk yang rusak atau hilang. Karena semua penyimpanan sudah terintegrasi dengan sistem cloud, dimana data-data tersebut akan aman berada pada sebuah data center.
  • Akses yang mudah dan fleksibel
    Ucapkan selamat tinggal pada segala jenis kerepotan yang diakibatkan karena harus membawa-bawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi. Karena dengan backup online, semua data dapat diakses dengan mudah, cepat, dan fleksibel dimanapun Anda berapa. Cukup diakses dengan laptop, tablet, smartphone atau apapun gadget Anda asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.
    Membawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi juga sangat beresiko, resiko rusak karena sering terbentur benda-benda lain, jatuh, hilang, atau terkena virus akibat sering dikoneksikan dengan PC atau laptop yang berbeda-beda. Hal ini tentu berbeda jika menggunakan layanan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud.
  • Kemudahan recovery data
    Backup tidak akan memiliki banyak manfaat apabila tidak memenuhi tujuan utamanya, yaitu recovery dan mengamankan data. Backup tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya jika data-data yang telah terbackup susah untuk diakses, data tidak lengkap sesuai backup yang telah dilakukan, rusak/hilang, dan lain sebagainya. Ketika terjadi suatu kesalahan sehingga ada data yang hilang, backup dapat berfungsi sebagai recovery data.
    Sebenarnya untuk mencegah kerusakan atau kehilangan data, maka harus memperhatikan proses backup itu sendiri. Proses backup harus dilakukan dengan cara yang benar dan terstruktur, supaya data-data dapat terbackup dengan benar dan sempurna. Sehingga untuk kedepannya, ketika Anda membutuhkan data tersebut, data dengan mudah dapat ditemukan dan backup mampu menjadi recovery plan Anda.
  • Penghematan anggaran biaya untuk jangka panjang
    Jika dilihat secara sekilas, mungkin terlihat bahwa biaya backup online ini sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan backup secara tradisional melalui media-media seperti harddisk eksternal. Namun yang jarang disadari adalah media backup tradisional memiliki usia pemakaian. Jadi setelah beberapa waktu, media backup tersebut akan rusak dan tidak dapat digunakan lagi setelah beberapa waktu. Maka dari itu, Anda perlu membeli perangkat yang baru lagi untuk menggantikan perangkat yang lama.
    Hal ini akan berbeda apabila Anda menggunakan backup online. Dengan backup online, Anda hanya perlu membayar biaya di awal pemakaian. Kemudian pembayaran berikutnya hanya berlaku apabila Anda ingin menambah kapasitas penyimpanan backup tersebut.
  • Membantu lebih fokus pada bidang bisnis yang dijalankan
    Jika mempercayakan kepada provider penyedia layanan backup, Anda tidak perlu memikirkan tentang masalah maintenance, security, management, dan lain sebagainya karena provider layanan akan mengurus semuanya untuk Anda. Anda hanya harus fokus kepada bisnis dan perusahaan yang dijalankan.
    Hal ini adalah salah satu kemudahan dalam menggunakan backup online yang disediakan oleh provider. Tidak perlu memiliki teknisi yang handal untuk memanage masalah-masalah seputar IT karena support dari provider tentu sudah mencakup semua hal yang didukung oleh teknisi-teknisi yang profesional di bidangnya.
  • Mudah dalam operasi dan maintenance
    Backup online tidak memerlukan maintenance yang rumit, karena pada dasarnya backup secara online mudah dalam akses datanya. User tinggal masuk ke aplikasi backup kemudian bisa mengakses data-data secara online selama 24 jam penuh. Sedangkan untuk maintenance, backup telah memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga hanya provider dari backup yang perlu memikirkan tentang maintenance dan program-programnya.
    Backup data secara rutin dapat dilakukan setiap jam, setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan tergantung dari kebutuhan masing-masing user yang menggunakannya.
Backup & Recovery
Img : Wowrack Indonesia

Apa saja hal yang bisa dibackup? Tentu selain data-data berupa file, dokumen, foto, video, dan lain sebagainya, backup online juga dapat melingkupi backup sistem dan fisik perangkat atau secara virtual yang dapat mencakup Windows, Linux ataupun Mac OSX Desktop dan Server. Keuntungan lainnya, beberapa provider penyedia layanan backup online juga telah melengkapi paket layanan backupnya dengan sistem keamanan yang tinggi, dimana mencakup perlindungan teknologi security tertentu, perlindungan password, dan juga SSL security.


Backup online lebih mudah dan fleksibel dalam kebutuhan masing-masing user, karena bisa dilakukan penambahan storage yang cukup cepat tanpa harus upgrade ke account lain maupun migrasi. Selain itu, backup secara online juga memiliki high availability dimana backup akan sangat kecil kemungkinan mengalami down dikarenakan sistem infrastruktur cloud yang redundant. Banyak sekali keuntungan dan kelebihan backup online seperti yang telah disebutkan diatas. Namun apakah ada kendala atau masalah yang kerap dihadapi dalam backup? Tentu saja ada. Nah, apa saja kendala-kendala dalam backup tersebut?


Kendala-Kendala dalam Backup Data
Backup data dalam kapasitas yang cenderung kecil, atau proses backup yang tidak memerlukan storage yang besar, serta jumlah data yang dibackup tidak cukup banyak, maka biasanya akan sedikit kendala yang muncul dalam proses backup tersebut. Namun semakin banyak data-data, sistem, serta aplikasi yang dibackup, tentu prosesnya akan semakin lama dan memakan waktu, serta kemungkinan-kemungkinan resiko lainnya. Beberapa hal yang mungkin terjadi dalam proses backup data dalam jumlah besar antara lain adalah :
  • Memerlukan storage atau kapasitas penyimpanan yang besar
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses backup
  • Koneksi atau jaringan yang harus stabil dan tidak down agar proses backup dapat berjalan dengan lancar
  • Tools yang digunakan untuk proses backup harus dapat menjamin proses backup tetap berjalan lancar, baik tools bawaan maupun tools tambahan yang diperlukan


Proses backup sendiri bermacam-macam, ada yang berupa menyalin file dalam bentuk file aslinya, namun ada juga yang melakukan pemindahan data dengan cara mengubah format file asli menjadi padat seperti .zip, .rar, dan lain sebagainya. Backup ini dapat dilakukan dengan bantuan tools-tools tertentu. Bisa dengan menggunakan tools bawaan, tools tambahan, maupun kombinasi dari keduanya. Selain dikarenakan proses backup yang memiliki beberapa kendala yang dialami, tools ini akan membantu semua proses backup dapat berjalan dengan sukses dengan cara membantu menyederhanakan file dan data-data yang akan dibackup.
Img : Wowrack Indonesia


Kombinasi backup tools banyak digunakan dalam lingkungan Wide Area Network (WAN) seperti misalnya di data center dapat membantu proses backup menjadi semakin mudah. Ketika sejumlah file harus dibackup dalam range yang cukup besar, maka tools-tools ini akan sangat membantu. Selain itu, kebutuhan lain yang diperlukan dalam melakukan backup dalam lingkungan WAN antara lain adalah koneksi yang stabil dan tidak boleh terputus, bandwidth yang besar agar proses dapat berjalan dengan lancar, tersedianya komponen-komponen infrastruktur yang harus disediakan untuk mensupport proses backup, serta administrator atau teknisi yang bertugas membackup data-data tersebut. Administrator tersebut harus benar-benar paham tentang tools-tools yang recommended atau sebaiknya digunakan untuk proses backup tersebut.


Tools backup tambahan dari pihak ketiga biasanya hanya diperlukan dan digunakan hanya ketika tools bawaan sudah semaksimal mungkin digunakan dan masih tetap memerlukan tools tambahan untuk memaksimalkan semua proses dan fungsi dalam backup. Namun idealnya yang harus dilakukan oleh seorang administrator di data center adalah memaksimalkan penggunaan tools bawaan terlebih dulu, sehingga adapat mengetahui hal apa saja yang memerlukan bantuan tools tambahan dari pihak ketiga agar dapat menyelesaikan permasalahan backup. Maka dari itu, seorang administrator ini harus seorang yang benar-benar ahli dan teliti dalam pekerjaannya.


Lalu seberapa pentingnya tools tambahan jika dibandingkan dengan tools bawaan? Apa saja fungsi dan kegunaan dari tools tambahan? Ada beberapa fungsi dari tools tambahan dalam proses backup ini, beberapa diantaranya adalah :

  • Mengontrol bandwidth yang diperlukan dalam proses backup
  • Melakukan klasifikasi dan isolasi data-data yang akan dicopy
  • Mengatur jadwal proses copying file-file
  • Membuat sambungan antara lokasi tujuan penyimpanan dengan platform virtual
  • Mampu menjadi penghubung antar lokasi penyimpanan backup yang lainnya

Tantangan yang kerap dihadapi oleh perusahaan penyedia layanan backup adalah apabila client menginginkan salinan data-datanya berada diluar negeri, tidak hanya didalam negeri. Hal ini merupakan sebuah tantangan karena pada saat proses transfer dan backup data, jaringan dan koneksi dari satelit harus benar-benar stabil dan tidak terputus-putus, apalagi jika data tersebut dalam jumlah yang besar. Resiko yang sering terjadi adalah data-data tidak terbackup sepenuhnya. Sehingga ketika client ingin mengakses salah satu file dan file tersebut ternyata tidak ada, maka hal ini akan berdampak bukan hanya kepada provider penyedia layanan tersebut namun juga keberlangsungan bisnis client tersebut. Maka dari itu lebih baik mempertimbangkan dengan baik mengenai sisi positif dan negatif tentang memiliki additional backup yang terletak sangat jauh dari data center utama, apakah lebih menguntungkan atau malah justru merugikan.





Thursday, September 14, 2017

WOW TECHNICAL EVENT 2017 : "Business Security & Business Continuity"


Di tahun 2017 ini, PT. Wowrack Indonesia kembali mengadakan sebuah event tahunan sebagai sarana edukasi serta netwoking bagi para pelaku bisnis dan tentunya dunia IT, yang bertajuk WOW TECHNICAL EVENT (WTE) 2017. Kali ini acara WTE 2017 mengusung tema “Business Security and Business Continuity”.


Event WTE diselenggarakan dalam rangka bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia khususnya para pelaku bisnis dan penggiat IT untuk lebih aware lagi terhadap perkembangan serta isu-isu teknologi di era bisnis digital seperti saat ini. Acara WTE berbentuk talkshow yang akan mengajak audience untuk ikut serta berpartisipasi aktif untuk mengulas secara mendalam mengenai topik yang akan dibahas.


Tentunya topik Business Security sangat berkaitan erat dengan Business Continuity. Karena saat ini, berapa persen masyarakat di Indonesia yang sudah sangat memprioritaskan keamanan data-data penting perusahaannya? Berapa persen yang sadar bahwa security itu penting bagi perusahaan? Bahkan masih sedikit perusahaan di tingkat start up dan menengah yang telah menerapkan sistem backup serta memiliki Disaster Recovery Plan bagi perusahaannya.


Maka dari itu, Wowrack Indonesia berharap event WTE ini dapat membantu sekaligus menjadi salah satu solusi bagi permasalahan di dunia IT, khususnya dengan tema “Business Security and Business Continuity” ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam menghadapi kejahatan di dunia cyber serta keberlangsungan bisnis Anda.
Event WTE 2017 “Business Security and Business Continuity” akan diselenggarakan pada :


Hari / Tanggal : Rabu, 20 September 2017
Waktu : 10.00 s/d selesai
Tempat : XXI Lounge Ciputra World
 Jl. Mayjen Sungkono No.89 Surabaya
Fasilitas : Cozy lunch, Doorprize, Goodie bag, Talk show kit, etc


It’s FREE, but LIMITED SEAT



Untuk info lebih lanjut silahkan klik link :




WOW TECHNICAL EVENT 2017

"Business Security & Business Continuity"







Tuesday, June 6, 2017

Menghindari Kehilangan dan Kerusakan Data dengan Backup


Di era globalisasi dan tingkat persaingan ekonomi yang semakin kompetitif ini tentunya tuntutan di dunia kerja juga akan semakin besar. Ritme kerja harus selalu mengikuti perkembangan perekonomian suatu negara itu sendiri. Maka dari itu pemilik bisnis sekaligus pekerja harus memanfaatkan apapun bentuk perkembangan teknologi dan informasi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Mulai dari efisiensi waktu, otomatisasi, dan kemudahan-kemudahan lainnya. Kemajuan teknologi dan informasi di era digital ini berkembang pesat di berbagai bidang kehidupan manusia, dan dapat melingkupi untuk kebutuhan mulai dari bisnis, pendidikan, finansial, kesehatan, hiburan, hubungan komunikasi, internet, dan lain sebagainya. Dan hal ini seharusnya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Salah satu contoh kasus adalah seorang pekerja. Bagi seorang pekerja, apa hal penting yang akan menjadi prioritasnya? Tentu pekerjaannya itu sendiri. Mungkin saja yang menjadi prioritas adalah bagaimana caranya seseorang itu dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu demi memenuhi kewajiban serta tenggat waktu yang telah disepakati. Salah satu solusinya adalah pekerja tersebut dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membantu mempermudah urusan pekerjaannya.

Img : Picjumbo

Perkembangan dunia digital sangat identik dengan ritme kerja yang cepat, selalu terus maju dan berkembang serta mengalami perubahan. Lalu apa saja kendala yang sering dihadapi oleh pekerja menghadapi dunia digital yang sibuk ini? Tentu kepenatan kerja dan kebutuhan untuk refreshing. Sejenak slow down dari hiruk pikuk kepenatan kerja. Liburan menjadi salah satu tawaran yang susah ditolak bagi sebagian besar pekerja aktif. Lalu apabila option sesekali liburan telah dipilih, lantas bagaimana dengan pekerjaan? Karena tentunya pekerjaan ada yang bersifat dapat ditinggal untuk sementara waktu, namun ada juga yang membutuhkan monitoring dan update secara terus menerus. Namun para pekerja tidak perlu terlalu khawatir, karena pada saat ini telah banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan bahkan ketika Anda sedang melakukan liburan atau mengambil cuti. Diantaranya adalah scheduling, otomatisasi, data yang tersimpan dan terintegrasi secara cloud computing, backup data, serta beberapa aplikasi online monitoring. Jadi walaupun sedang cuti, para pekerja tetap dapat menjalankan dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya dengan aman serta tanpa kendala.

Sangat penting untuk melakukan backup dan recovery data-data pekerjaan Anda sebelum melakukan liburan. Karena tentu saja waktu-waktu liburan ini sangat rentan dengan resiko-resiko yang mungkin saja dapat terjadi. Seperti misalnya device yang rusak, hilang, dicuri, dan lain sebagainya.

Definisi Backup
Backup adalah sebuah proses menyalin atau mengcopy data-data dari satu perangkat ke media atau perangkat lain secara offline maupun online untuk tujuan mengamankan dan menduplikat data, agar ketika salah satu perangkat penyimpanan rusak atau hilang, data-data tersebut tidak ikut hilang, tidak rusak, dan kapanpun tetap dapat diakses dengan mudah.

Sesuai dengan definisinya, backup bertujuan untuk menyelamatkan data-data yang dimiliki dengan cara menduplikatnya, dengan cara memiliki beberapa media penyimpanan lain. Apapun media penyimpanannya, resiko untuk mengalami kerusakan perangkat, resiko hilang, maupun umur penggunaan media penyimpanan yang ada batasnya selalu saja dapat terjadi. Misalnya saja Anda menyimpan semua data-data Anda di komputer, laptop, atau harddisk external. Ketika laptop, komputer, atau harddisk Anda rusak, bisa jadi data-data didalam komputer tersebut ikut hilang atau rusak dan tidak dapat diakses lagi. Maka dari itu, pilihan membackup data-data secara online saat ini menjadi pilihan yang dirasa paling tepat. Karena media penyimpanan secara online lebih minim resiko daripada media penyimpanan secara offline.

Fungsi dan Tujuan Backup Data
Img : Pixabay

Backup memberikan berbagai macam fungsi yang positif untuk semua lapisan masyarakat yang menggunakannya. Mulai dari individu, komunitas, bisnis profesional, dan lain sebagainya. Keperluannya pun beragam, untuk pendidikan, perbankan, rumah sakit, bisnis, dan lain-lain. Seperti yang telah diketahui dengan baik, backup berfungsi untuk menyelamatkan data-data dari resiko kerusakan, data yang hilang atau tidak dapat diakses kembali. Data yang tersimpan di tidak hanya satu media penyimpanan akan memberikan rasa aman karena data tersimpan dengan benar.

Pada dasarnya backup bertujuan untuk mengembalikan data-data yang hilang, rusak, corrupt, maupun terkena virus. Anda tidak akan pernah tahu hal-hal apa yang mungkin dapat terjadi pada media penyimpanan Anda, maka akan lebih baik apabila memiliki tidak hanya satu media penyimpanan data. Sehingga ketika sewaktu-waktu data utama hilang, Anda masih dapat mengembalikan data-data secara penuh tanpa adanya kerusakan maupun kehilangan.

Kerusakan bisa berasal dari kesalahan diri sendiri, maupun karena faktor dari orang lain. Misalnya saja karena tindak pencurian, bencana alam, kerusakan karena umur device yang sudah terlalu lama, dan lain sebagainya. Memang ketika perangkat penyimpanan rusak, Anda masih dapat membeli perangkat baru, namun bagaimana dengan data-data didalamnya? Tentu tidak dapat dibeli kembali. Maka dari itu sangat penting untuk membackup data sebelum kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Proses Backup Data
Img : Pixabay

Ada banyak cara untuk membackup data, yaitu secara offline dan online. Namun bagi Anda yang aktif dan harus selalu terhubung kedalam data-data dan pekerjaan, maka sebaiknya memilih media penyimpanan backup secara online. Mengapa? Karena Anda dapat mengakses data-data pekerjaan dimanapun dan kapanpun melalui media device apapun asalkan dapat terkoneksi dengan jaringan internet.

Proses backup data secara offline, dapat dilakukan dengan cara mengcopy file utama dari media penyimpanan utama, kedalam media penyimpanan lain, misalnya laptop lain, harddisk external lain, flashdisk, dan media penyimpanan lainnya. Media penyimpanan secara online ini memiliki beberapa kelemahan, misalnya ketika Anda lupa membawa harddisk external, maka secara otomatis Anda tidak dapat mengakses data-data sama sekali. Selain itu, membawa-bawa laptop ketika berlibur atau mengambil cuti akan sangat merepotkan dan rawan pencurian. Akan lebih mudah apabila Anda hanya membawa device seperti smartphone.

Proses backup secara online dirasa lebih mudah dan menguntungkan. Selain prosesnya yang mudah, backup secara online juga aman dan tidak ribet. Anda tidak perlu membawa banyak device untuk mengakses data-data tersebut. Cukup dengan satu device, misalnya smartphone dan Anda sudah dapat mengakses keseluruhan data tanpa masalah. Selain itu, proses backup secara online sangat minim resiko data yang hilang. Jadi misalnya perangkat Anda hilang atau tercuri, Anda masih dapat mengaksesnya melalui media lain dengan memasukkan kode verifikasi atau password yang hanya Anda ketahui. Bagaimana, sangat aman bukan? Proses backup online sangat mudah. Anda dapat mempercayakan pada provider cloud computing untuk penyimpanan data atau menggunakan berbagai aplikasi penyimpanan data secara online seperti Google Drive dan Dropbox.

Bagaimana Backup Data yang Aman
Img : Pixabay

Backup data yang aman menggunakan password dan media yang terenkripsi dengan baik. Apabila memilih media penyimpanan secara online, maka pastikan provider cloud computing yang digunakan benar-benar terpercaya dan memiliki support selama 24 jam penuh. Sehingga apabila ada kendala, masalah yang dilaporkan dapat segera diatasi dengan baik dan cepat.

Namun apabila menggunakan berbagai aplikasi penyimpanan data secara online, maka pastikan aplikasi tersebut dapat berjalan dengan benar dan juga terpercaya. Pastikan juga agar Anda dapat dengan mudah mengaksesnya. Serta akan lebih baik apabila media penyimpanan tersebut memiliki dua langkah verifikasi yang membutuhkan password dan kode yang dikirimkan ke nomor handphone Anda, sehingga keamanan benar-benar terjamin.

Ketika mengakses melalui website, pastikan juga situs penyimpanan yang digunakan memiliki kode awalan Hypertext Transfer Protocol Securre (HTTPS) yang berada sebelum alamat website yang dituju, hal ini berarti alamat situs itu telah dienkripsi dan keamanannya terjamin.

Kelebihan dan Kekurangan Online Backup
Img : Pixabay

Seperti yang telah kita ketahui, melakukan backup secara online dirasa lebih baik dan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan metode penyimpanan dan backup secara offline. Namun metode penyimpanan secara online pun juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu seperti yang disebutkan berikut ini.

Backup secara online melalui cloud computing maupun aplikasi-aplikasi online memiliki beberapa kelebihan-kelebihan yaitu sebagai berikut :
  • Lebih aman, karena data disimpan dalam sistem online backup server
  • Mudah diakses kapanpun dan dengan menggunakan berbagai macam perangkat
  • Tidak makan tempat karena media penyimpanan tidak berbentuk fisik
  • Investasi jangka panjang. Karena apabila media penyimpanan offline pasti memiliki umur penggunaan yang ada batasnya
  • Mudah mencari data-data yang diinginkan karena telah terintegrasi dengan baik dan lokasi penyimpanan yang sama dengan file utama

Kekurangan dari backup secara online adalah :
  • Harus terkoneksi dengan jaringan internet yang stabil
  • Ketika aplikasi atau server penyimpanan yang digunakan tiba-tiba tidak dapat diakses dan error, maka harus segera menghubungi customer support penyedia layanan karena apabila tidak maka data tidak akan bisa diakses sama sekali
  • Internet tidak aman dan ancaman terkena virus dan hacker. Maka dari itu media penyimpanan harus benar-benar terenkripsi dan memilih cloud server provider yang benar-benar terpercaya
  • Terkadang situs atau aplikasi provider sedang down dan melakukan maintenance. Namun dewasa ini, hal ini sudah sangat jarang terjadi. Saat ini banyak provider yang mengutamakan kenyaman dan kebutuhan konsumen sehingga error dan downtime sangat sedikit terjadi

Jenis-Jenis Media Penyimpanan Backup
Img : Pixabay

Terdapat setidaknya empat jenis-jenis backup yang ada dan biasanya digunakan oleh sebagian besar orang. Jenis backup tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Full Backup
Full backup atau backup secara penuh adalah proses pemindahan data-data secara penuh dan keseluruhan. Pemindahan data tidak hanya meliputi file, dokumen, data dan media namun juga meliputi aplikasi dan beberapa sistem. Karena banyak hal yang perlu dibackup, maka waktu untuk menyalin data juga diperlukan waktu yang cukup lama dan memerlukan tempat penyimpanan yang cukup besar.

  • Mirroring
Mirroring hampir sama dengan full backup. Bedanya adalah mirroring tidak menggunakan metode yang dapat membuat data-data menjadi lebih padat. Seperti misalnya mengubah data menjadi file .zip .rar dan lain sebagainya seperti yang bisa dilakukan oleh full backup. Mirroring membutuhkan space yang besar untuk menyimpan data-data backup.

  • Incremental Backup
Incremental backup adalah proses menyalin perubahan data yang terjadi sejak terakhir kali melakukan backup penuh atau full backup. Sehingga waktu dan space yang diperlukan pun relatif lebih singkat dan sedikit jika dibandingkan dengan full backup.

  • Differential Backup
Differential backup hampir mirip dengan incremental backup. Bedanya kalau incremental backup hanya terbatas membackup update data yang terbaru dan baru saja terjadi, namun differential backup adalah membackup seluruh data-data yang terbaru dengan sejak periode waktu tertentu hingga waktu baru saja terjadi pembaharuan data, selalu dilakukan update secara terus menerus.

Kriteria Penyimpanan Backup
Img : Picjumbo

Terdapat beberapa kriteria ideal dalam penyimpanan data melalui metode backup. Beberapa kriteria tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
  • Backup data secara rutin dan teratur secara periode waktu tertentu
  • Memeriksa keamanan sistem sebelum proses instalasi software
  • Tetap menyimpan cadangan pada sistem backup offline
  • Tidak menyimpan cadangan backup dilokasi gedung atau bangunan yang sama, dan ada minimal jarak tertentu
  • Minimal salinan data harus ada dua backup atau lebih
  • Data dan backup yang disimpan harus terenkripsi dengan baik
  • Meminimalisir kerusakan data karena virus dengan acara membackup data sebelum terkena serangan virus
  • Untuk memudahkan proses backup, sebaiknya memiliki sistem backup yang terintegrasi secara otomatis
  • Secara periodik melakukan incremental backup untuk menghemat space dan data juga selalu terbarukan