Wednesday, December 5, 2018

Perkuat Personal Branding Melalui Media Sosial



Bisnis dibangun berdasarkan kepercayaan yang didasari oleh banyak hal, salah satunya adalah terkait personal branding sang pemilik bisnis itu sendiri. Membangun personal branding dan menumbuhkan personal branding tersebut akan menambah kepercayaan pelanggan tidak hanya citra diri yang semakin baik, namun jaringan dan keuntungan bisnis anda pun akan meningkat secara tajam. 
Di era saat ini, media sosial menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disepelekan atau dianggap biasa karena keberadaanya yang lekat dengan diri kita saat ini. Menggunakan media sosial saat ini menjadi jejak digital individu yang bisa menentukan banyak hal di masa depannya nanti. Maka penting sekali merawat personal branding bagi setiap individu di media sosial.

Reputasi bisnis yang anda bangun dipengaruhi juga oleh personal branding di media sosial. Semakin baik personal branding akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait brand bisnis. Sebuah penelitian oleh Weber Shandwick menunjukkan bahwa 77% reputasi CEO menentukan karyawan yang ingin bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini bisa diasumsikan bahwa dari personal branding memiliki pengaruh yang kuat terhadap apa yang mereka kerjakan dan bagaimana seseorang percaya dengan anda. Sedangkan media sosial memiliki peranan penting dalam membangun personal branding seseorang di era saat ini. Lalu bagaimana media sosial membantu memperkuat personal branding anda? Atau bagaimana anda membangun personal branding anda di media sosial?


Personal Branding
Personal branding adalah proses memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur, seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum. Layaknya produk atau jasa, brand personal memberikan gambaran tentang pengalaman yang akan didapat konsumen ketika berinteraksi dengan pemilik brand.

Brand personal seperti hal lain di dunia, juga memiliki dua sisi yang berkebalikan seperti 2 sisi koin. Ketika pribadi seseorang diasosiasikan dengan suatu produk/perusahaan, maka citra baik dan buruk perusahaan akan turut meningkat seiring semakin dikenalnya pribadi tersebut. Sebagai contoh, sebagai pengguna teknologi dan pengguna media sosial, tentu anda mengenal sosok Steve Jobs selalu dikaitkan dengan keberhasilan Apple, atau sosok Wishnutama yang akhir -akhir ini sukses menyuguhkan upacara pembukaan dan penutupan Asian Games  2018 yang historik dan megah. personal brandingnya meningkat karena banyak yang memuji kehebatannya di media sosial hingga semua orang tidak akan pernah ragu membeli tiket untuk menonton setiap pertunjukan yang ia arahkan. Sisi yang lain, brand yang gagal akan membuat pendiri brand tersebut selalu disangkutkan dengan kegagalan brand tersebut. Contohnya adalah sosok Keiji Inafune yang akan selalu dikaitkan dengan kegagalan Comcept sebuah perusahaan pengembang video game asal Jepang.



Media Sosial untuk Personal Branding
Setelah mengetahui pentingnya personal branding dan peran media sosial saat ini, berikut adalah beberapa kiat untuk anda tentang bagaimana anda membangun brand yang baik bagi diri anda di media sosial:

Tentukan ingin dikenal seperti apa
Hal penting dan mendasar sebelum anda membangun sebuah brand adalah menentukan ingin seperti apa anda dikenal nantinya dan mencari hubungan yang tepat tentang bisnis anda. Semakin unik dan semakin spesifik karakter yang anda tunjukkan akan semakin baik. Personal Branding yang baik adalah bagaimana mendeskripsikan keotentikan anda yang berbeda dengan orang lain dan lebih mempercayai anda sebagai seorang yang konsisten dan ahli di bidang yang anda tekuni. Sebagai contoh, apakah anda ingin sebagai vlogger atau content creator yang baik? Atau seorang kritikus makanan yang handal? Tunjukkan hal spesifik tersebut kepada publik melalui content yang anda unggah di media sosial

Hal penting dalam membangun sebuah personal branding adalah menyusun tersebut dengan terencana dan terpercaya dan jangan pernah meremehkan personal branding yang anda buat di media sosial anda. Membangun personal branding tidak bisa dengan “be yourself” yang justru akan menunjukkan banyak kelemahan dan citra negatif yang ikut ditunjukkan. Citra positif didepan publik dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan pasar kepada anda dan bisnis anda.

Kembangkan Pribadi yang berkarakter dan Positif
Membangun personal branding bagi diri sendiri menjadikan anda seperti public figure  yang harus menjaga apa yang anda tunjukkan ke ruang public. Bagaimana anda berinteraksi dan bagaimana anda mengkomunikasikan ide anda di media sosial adalah cerminan kepribadian anda. Jadikan pribadi positif sebagai jati diri anda yang tak perlu dipaksa untuk diperlihatkan. Bagaimana caranya? Bertemu lebih banyak orang dan bacalah banyak buku yang lebih banyak akan menambah wawasan anda dan membuat pikiran anda lebih terbuka.

Dengan menjadi seorang yang berpikiran terbuka, mereka akan memandang anda sebagai orang yang solutif dan berfokus pada pemecahan masalah,  bukan menyalahkan. Di media sosial juga harus dimaknai sebagai ruang public yang menentukan personal  branding dari diri anda. Bagaimana anda menulis postingan, berkomentar maupun mengunggah foto akan dilihat oleh banyak orang dan direkam sebagai jejak digital. Sebagai pemimpin perusahaan, anda bisa kehilangan kepercayaan pasar atas jejak digital yang pernah anda buat. Sebagai karyawan, anda bisa kehilangan pekerjaan anda karena perusahaan menemukan sebuah unggahan negatif anda di masa lalu.

Jadilah orang yang berpenampilan layak
Sebagai orang yang melakukan kegiatan di media sosial yang mana adalah sebuah ruang publik, cepat atau lambat masyarakat selaku pemegang kendali pasar akan melihat anda. Meski anda belum dikenal oleh banyak orang, cerminkan pribadi yang baik dan positif anda dengan berpenampilan yang layak. Berpenampilan layak tidaklah harus formal, namun layak dipandang dan menonjolkan sisi pribadi unik anda sendiri.

Penampilan yang layak ini juga perlu ditampilkan di media sosial anda sebagai bagian dari proses personal branding. Mungkin anda bisa mengelak dengan “don’t judge a book by its cover”, namun siapa yang akan membeli sebuah produk dengan bungkus yang tidak menarik pula? Meski rasanya sangat lezat, namun anda juga akan berpikir beberapa kali untuk membelinya bukan? Jadilah menarik dengan merawat diri anda.

Gunakan Ads dan jangkau lebih banyak orang
Postingan anda bagus, menarik dan penuh cerita di dalamnya. Namun, tak ada yang melihat karena selain follower anda sedikit memiliki efek pada jumlah orang yang menyukai foto anda juga sedikit pula. Selain rajin melakukan posting di media sosial secara berkala, anda harus memikirkan fitur ads yang pasti ada di setiap media sosial seperti facebook, Instagram, twitter atau LinkedIn. Ads ini berbayar dan akan menjangkau lebih banyak orang, semakin banyak orang yang melihat akan semakin banyak orang yang mengetahui dan sadar siapa anda dan mulai percaya dengan “nama” anda.

Ads sangat cocok untuk proses personal branding yang anda sedang lakukan, namun sebelum anda menjangkau banyak orang lebih banyak. Pastikan anda membuat content yang menarik dan layak untuk disukai banyak orang dengan menunjukkan keunikan diri anda.

Buat Website pribadi dan daftarkan domain anda
Membuat sebuah postingan yang baik di media sosial memang diperlukan. Namun jika anda sudah menjadi seorang yang profesional, gunakan website pribadi sebagai tempat utama anda dalam melakukan proses personal branding dibanding media sosial. Segera daftarkan brand dan pilih domain yang cocok bagi anda. Anda bisa menghubungi hosting provider untuk segera mendaftarkan domain yang tepat untuk diri anda. Dalam memilih domain juga perlu diperhatikan, apakah anda akan menggunakan .com, .net, .org, .gov dll. Jika untuk keperluan pribadi dan komersial sangat disarankan .com, namun agar seseorang lebih mudah mengidentifikasi anda berada di negara mana, jangan lupa memilih .co.id untuk Indonesia.

Konsisten
Dalam membangun kepercayaan dan keyakinan pasar, konsisten adalah kunci utama dari personal branding. Layaknya brand yang sudah sangat kuat dan mengakar di masyarakat. Fokus akan filosofi, prinsip dan pesan yang akan disampaikan oleh sebuah perusahaan kepada pasar menjadikan sebuah brand tersebut bertahan lama dan selalu diingat. Kita ambil contoh produk pompa air, dalam benak kita pasti adalah sanyo, atau kebab dalam ingatan kita selalu tertuju pada Baba Rafi atau individu seperti Mary Riana yang terkenal dengan buku mimpi sejuta dolarnya dan motivasinya.

Konsisten juga harus diaplikasikan antara personal branding maupun bisnis branding yang dibangun. Anda tidak perlu setiap hari memasarkan produk anda secara masif dan terang-terangan, perbanyak postingan dan jaringan yang konsisten di media sosial atau memposting ulang hal- hal yang terkait dan konsisten dengan prinsip anda merupakan hal yang dapat anda lakukan untuk melakukan personal branding.

Jangan malu mengakui kesalahan.
Bagian penting dari sebuah proses personal branding adalah attitude, sebuah sikap yang tidak dianugerahkan tapi kita harus terus belajar. Dalam melakukan proses personal branding di media sosial, mungkin anda membuat sebuah kesalahan yang bisa jadi mengecewakan pengikut anda, ketika menyadari hal tersebut segera lakukan introspeksi dan evaluasi. Setelah itu lakukan permohonan maaf tanpa tendensi membenarkan apa yang telah anda lakukan. Anda mungkin tidak akan membuat semua orang senang dengan pernyataan anda, namun meminta maaf bukan hanya untuk mengakui kesalahan namun juga menunjukkan betapa bijaksananya anda sebagai orang yang tepat untuk sukses.

Personal branding di Media Sosial membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup lama dalam menggapainya, jangan cepat putus asa atau menyerah dengan apa yang anda telah capai saat ini. Pencapaian yang sedikit ini lebih baik dibanding tidak ada pencapaian sama sekali, terus konsisten untuk membuat posisi tawar anda semakin naik hingga anda tak perlu memperkenalkan siapa anda.