Friday, December 22, 2017

Membangun Perusahaan Berbasis AI, Mengapa Tidak?



Sukses adalah impian semua orang. Dan banyak cara yang dilakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Cara masing-masing orang tentu berbeda. Ada yang memilih bekerja kantoran, ada yang memilih bisnis dan usaha, dan lain sebagainya. Nah, bagi pebisnis yang ingin membuka perusahaan baru, mengapa tidak mencoba memikirkan untuk membuat perusahaan yang memiliki basis Artificial Intelligence (AI) didalamnya? Terdengar asing? Sebenarnya tidak. Karena pada dasarnya telah banyak sekali perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang telah menggunakan dan memanfaatkan kecerdasan AI sebagai basis perusahaannya. Malah justru, perusahaan yang belum menggunakan atau menerapkan kecerdasan Ai bagi perusahaannya merupakan sebuah kesalahan karena dapat mengakibatkan ketertinggalan dalam persaingan bisnis yang cukup ketat.


Memiliki sebuah bisnis startup maupun perusahaan besar tentu memerlukan manajemen yang tentu tidak mudah. Disinilah salah satu peran kecerdasan buatan diperlukan. AI dapat membantu memangkas waktu-waktu yang biasa digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan otomatisasi dengan menggunakan sistem komputer dan bantuan AI. Keuntungannya, tentu saja Anda dapat mengerjakan hal-hal lain yang tidak dapat dikerjakan oleh AI misalnya saja memikirkan strategi marketing berikutnya. Banyak hal yang  bisa dilakukan oleh AI, misalnya saja membantu sistem pengumpulan data, pengarsipan data, serta perintah-perintah sederhana lainnya.


Apa saja contoh penggunaan AI dalam sebuah perusahaan? Tentu sangat banyak, sebut saja untuk membuat voicebot yang baru, alat-alat rumah tangga, platform pengembangan robot, atau perusahaan konsultan yang dapat menawarkan jasa untuk menguji bot AI dari perusahaan-perusahaan lainnya, dan masih banyak yang lainnya. Semakin banyak orang yang sadar tentang fungsi dan pentingnya mengaplikasikan bantuan AI dalam sebuah perusahaan untuk membantu meringankan dan menyederhanakan pekerjaan.

Perjalanan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
Artificial Intelligence (AI) pertama hadir untuk diaplikasikan pada robot. Fungsinya adalah untuk menambahkan kecerdasan manusia pada robot atau bots seperti persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, menerjemahkan berbagai macam bahasa, dan tugas-tugas sederhana lainnya. Penerapan AI dalam kehidupan sehari-haripun juga sudah dilakukan, contohnya yaitu seperti pada aplikasi chat yang telah menggunakan sistem/program chatbots sehingga lebih terasa real seperti melakukan chatting dengan sesama manusia bukan terhadap sistem/robot.  


Sampai saat ini, memang terus dilakukan pengembangan untuk AI, mulai dari tingkat kecerdasannya, kemampuan menerjemahkan berbagai bahasa, kemampuannya menjawab pertanyaan secara masuk akal, hingga penerapannya pada produk yang digunakan manusia sehari-hari. Contohnya adalah Apple yang terus mengembangkan dan menyempurnakan Siri, maupun Google dengan layanan Ok, Google nya.


Nah, bagaimana dengan perkembangan serta kemajuan AI di Indonesia? Bagaimana awalnya hingga AI bisa sampai ke Indonesia? Pada tahun 2009 telah banyak dimulai penelitian di bidang pengembangan AI. Hal-hal yang diteliti antara lain adalah penelitian di bidang software, pengembangan hardware, pengolahan big data, serta kebangkitan dari AI itu sendiri. Salah satu lokakarya yang terkenal pada saat itu adalah “Deep Learning for Speech Recognition and Related Applications” yang dihelat pada tahun 2009.


Penelitian ini didukung dengan pergeseran tren di Indonesia yang saat ini lebih menggunakan kemudahan berinteraksi secara online. Serta perkembangan media sosial yang didukung dengan budaya dan karakter orang Indonesia yang gemar melakukan obrolan melalui aplikasi chat. Peluang ini tentu saja dilirik oleh para pemilik perusahaan besar di Indonesia. Ada beberapa perusahaan besar yang tentu saja telah memanfaatkan AI dalam bisnisnya. Katakan saja bisnis di bidang e-commerce, institusi finansial, hingga pemerintahan juga telah memanfaatkan kecerdasan dari AI. Chatbots bisa menjadi asisten robot yang membantu pekerjaan manusia. Misalnya saja membalas sapaan dan pertanyaan-pertanyaan yang masuk dari chat sebuah online shop. Customer akan merasa lebih bahagia dan puas jika chatnya pertanyaannya dibalas, daripada disuruh menunggu antrian untuk dijawab pertanyaannya. Tidak heran jika hal ini banyak diinginkan oleh sebagian besar lapisan masyarakat di Indonesia.


Di Indonesia aplikasi chatbots memang lebih dekat hubungan dan implementasinya kepada pelayanan pelanggan (customer service). Dalam sebuah website e-commerce, bot juga bisa dimanfaatkan sebagai asisten digital pemberi referensi produk lain setelah konsumen memilih satu produk tertentu. Namun pengembangan AI di Indonesia masih terganjal dengan kendala pengumpulan data, karena Indonesia sendiri terdiri dari beribu-ribu kepulauan luas yang tentu memiliki berbagai ragam bahasa yang berbeda-beda. Selain bahasa yang menjadi kendala untuk pengembangan AI di Indonesia, faktor penyedia jasa, developer, serta penyedia API juga diperlukan untuk mendukung program bisnis berbasis AI.


Mengapa AI Penting untuk Para Pelaku Bisnis?
Img : Pixabay

Bagaimanapun juga, perkembangan bisnis ke arah teknologi digital ini sudah tidak dapat dihindari lagi. Jika tidak ingin tertinggal, maka harus selalu mengikuti trend yang terjadi, serta update terhadap perkembangan teknologi. Saat ini pelaku bisnis tentu dituntut untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam berinovasi demi masa depan perusahaan. Selain sebagai strategi mempertahankan bisnis, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan dampak positif yaitu untuk meningkatkan kualitas pemenuhan kebutuhan dan layanan kepada konsumen.


Dengan kata lain, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan manfaat yang baik. Karena saat ini trend sedang bergerak kearah digitalisasi, maka tentu para pemilik bisnis harus mengikutinya. Jika tetap menggunakan metode lama dan tradisional, bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan kalah oleh para pesaingnya. Dimana perusahaan yang lain sudah menggunakan bantuan AI untuk memanage customer service, aplikasi chat, dan lain sebagainya.


Bagaimana Membangun Bisnis Berbasis AI?
Lantas bagaimana cara membangun bisnis dengan menggunakan basis AI didalamnya? Memang tentu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Diperlukan kerjasama team serta kerja keras dari berbagai pihak agar dapat berjalan dengan baik. Tentu saja mulai dari pimpinan, team IT, hingga seluruh karyawan. Perusahaan besar memerlukan pengaturan data yang terstruktur dan jelas. Hal ini artinya, lebih dari 80% proses yang standar, dapat dikerjakan secara mandiri oleh program berbasis AI. Program ini dapat membantu mengumpulkan data-data perusahaan yang didapatkan dari berbagai sumber. Data ini biasanya adalah data yang ingin diteliti atau dievaluasi demi kemajuan perusahaan. Misalnya data kepuasan konsumen, data laporan keluhan konsumen, dan lain sebagainya. Sehingga perusahaan dapat memutuskan apa strategi perbaikan yang diperlukan serta inovasi apa yang harus dilakukan.


Komputer dan program berbasis AI dapat digunakan untuk memonitor sebuah data, dan berdasarkan data-data tersebut, maka perusahaan dapat membuat sebuah analisa pencapaian serta rencana tertentu. Komputer yang belajar dari data dapat dikatakan sebagai machine learning. Data yang dihimpun sistem AI bisa berupa tulisan, data, grafik, dokumen, gambar, hingga video. Pada dasarnya AI belajar mirip sebagaimana manusia belajar. Semua pengetahuan dan hal baru yang ditemukan, bisa diinstall kedalam program AI sehingga program tersebut dapat dijalankan untuk membantu kebutuhan manusia.


Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia Menggunakan AI
Img : Pixabay

Telah banyak perusahaan di Indonesia yang telah mengaplikasikan basis kecerdasan AI dalam bisnisnya. Salah satu perusahaan besar sebagai contohnya adalah LINE, dimana LINE memiliki aplikasi bernama LINE@ yang mengutamakan aplikasi chatting dengan bot. Penggunaan aplikasi chatting tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan tertentu, namun jug dapat diterapkan pada bidang perusahaan telekomunikasi, perbankan, konsultan, serta retail.

Jumlah pengguna aplikasi berbasis AI / bot tentu saja juga akan terus semakin meningkat. Dengan adanya hal ini, tentu juga berdampak pada semakin meningkatnya perkembangan bisnis di Indonesia. Tentu saja perkembangan trend dan budaya yang semakin bergeser ke dunia digital harus segera diikut, jika tidak tentu saja akan jauh tertinggal. Melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kunci untuk membuat produk sebagai solusi bagi permasalahan konsumen tersebut. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan di bidang komunikasi di dunia digital ini, sudah seharusnya layanan yang diberikan juga disesuaikan. Pertumbuhan pada mobile dan messaging yang berlipat-lipat tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Jadi jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan bisnis dalam skala global, sebagai pemilik bisnis harus lebih jeli melihat peluang dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.


Manfaat bagi Perusahaan Menggunakan Basis AI
Selain lebih unggul dalam persaingan dunia bisnis di era digital ini, menggunakan kecerdasan AI dalam perusahaan juga dapat memberikan berbagai manfaat positif lainnya. Namun secara prinsipnya, sistem kecerdasan buatan ini berfungsi sebagai sebuah sistem sensor. Sistem sensor AI dapat digunakan antara lain untuk knowledge-based system, automatic knowledge acquisition, genetic algorithms, case-based reasoning, serta ambient-intelligence.


Img : Pixabay



Selain tugas utama AI bagi bisnis seperti yang telah disebutkan diatas, menggunakan kecerdasan buatan bagi perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, antara lain adalah sebagai beikut :
  • Sistem reporting
    Dengan banyaknya client dengan data-data serta variabel yang perlu dianalisis, report menjadi salah satu fokus penting. Dengan bisnis yang berkembang semakin besar, otomatisasi pengumpulan data dari sistem akan lebih menguntungkan dan dapat menghemat waktu cukup banyak.
  • Automatic content maker
    Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika suatu saat nanti pembuatan konten dapat dihandle oleh sistem dan mesin. Hal ini tentu masih butuh pengembangan karena konten memerlukan value yang tepat agar dapat secara tepat sasaran disampaikan kepada konsumen.
  • Meminimalkan double to-do
    Bekerja secara team dapat membantu mempermudah pekerjaan. Namun juga bisa menimbulkan resiko terjadinya pengerjaan tugas yang dilakukan secara double oleh beberapa orang dikarenakan kurangnya koordinasi, sistem komunikasi yang kurang baik, dan hal lainnya. Namun dengan kecerdasan AI, hal ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Tidak akan ada pekerjaan sia-sia dan waktu yang percuma karena mengerjakan suatu pekerjaan secara double lagi.
  • Case-based reasoning
    Pada saat terjadi suatu masalah, sistem AI akan mencari arsip data dalam database untuk menyelesaikan kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tahapannya adalah :
    - Retrieve yaitu sistem secara otomatis akan mencari dari database, darimana kasus berasal serta solusi penyelesaiannya
    - Reuse yaitu mengadopsi solusi yang dibutuhkan dari kasus-kasus sebelumnya
    - Revisi yaitu jika solusi yang baru belum bisa berjalan dengan sempurna, maka sistem akan melakukan revisi hingga penyelesaian cocok dengan kasusnya
    - Retain yaitu ketika solusi baru dapat menyelesaikan masalah, sistem akan menyimpan solusi tersebut dalam memori database
Tantangan dalam Pengembangan dan Penggunaan AI bagi Perusahaan
Img : Pixabay

Jika tidak berhati-hati, dalam 50 tahun kedepan bisa saja kecerdasan AI akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Maka dari itu manusia harus lebih cerdas dalam mengasah skill dan upaya dalam menambah knowledge. Hal ini tentunya memerlukan waktu dalam penelitian serta pengembangan yang cukup lama. Ada beberapa hal yang menyebabkan kendala penggunaan AI pada sektor bisnis dan perusahaan, diantaranya adalah :
  • Karena AI adalah bot sistem dan kecerdasan buatan yang diciptakan, tentu AI tidak memiliki common sense, perasaan sensitif, dan kepekaan seperti manusia.
  • AI memang sangat cerdas jika dikaitkan dengan bilangan data, hitungan, perhitungan sebuah data, dan lain sebagainya. Namun kecerdasan AI masih belum bisa menggantikan otak manusia dalam melahirkan ide-ide segar dan inovasi baru.
  • Terbatasnya kecerdasan pada sebuah AI sesuai dengan apa yang manusia berikan padanya. AI tidak akan dapat belajar dengan sendirinya kecuali manusia yang menginstall program update atau tambahan informasi kepada AI tersebut.
  • Pengembangan AI juga masih dilakukan yaitu untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh AI dengan program AI itu sendiri.


Daftar Perusahaan Besar Berbasis AI di Tahun 2017
Pengaplikasian AI pada beberapa perusahaan besar memang benar-benar telah dilakukan. Dan hal ini terjadi pada semua bidang, mulai dari business intelligence, produktivitas, manajemen pelanggan, SDM dan talent, penjualan dan pemasaran B2B, pemasaran konsumen,  keuangan dan operasi, perdagangan digital, data science, engineering, keamanan dan resiko, hingga industri dan manufaktur. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bitnesia, berikut ini adalah contoh perusahaan-perusahaan yang bergerak secara B2B yang telah melakukan perubahan besar dengan mengaplikasikan kecerdasan AI dalam sektor bisnisnya. Daftar perusahaan tersebut antara lain adalah 6Sense, Albert, Aviso, BrightFunnel, Clari, Conversica, InsideSales, Lattice Engines, Mintigo, Radius, Sudo, Salesforce Einstein, Tact, dan Zensight.

Bahkan ada juga perusahaan yang melakukan terobosan besar dengan cara melakukan akuisisi terbesar pada bidang AI. Kedua perusahaan itu adalah Google dan Intel. Google dengan pengembangan Google Assistant serta Google Home nya. Intel yang mengakuisisi Nervana dengan pengembangan program NVIDIA nya. Pertarungan dari kedua raksasa penguasa teknologi ini akan terus berlanjut demi mencoba mendapatkan solusi teknologi yang terbaru.


Masa Depan Penggunaan AI pada Perusahaan
Img : Pixabay

Kesuksesan di masa depan akan dengan sangat mudah dicapai apabila Anda menginvestasikan budget dalam bisnis berbasis AI. Dengan bantuan AI, sistem otomatisasi mulai dari mengumpulkan data, menganalisis, menginterpretasikan data, hingga menarik kesimpulan dapat dilakukan dengan bantuan AI. Dengan bantuan AI, pekerjaan Anda akan semakin mudah karena AI dapat membantu pada berbagai bidang sektor bisnis.

Saat ini saja sudah banyak pekerjaan manusia yang telah diambil alih oleh mesin. Karena dari segi produktivitas, robot memang tidak memerlukan istirahat, tidak seperti manusia. Dan hal ini bisa berarti Anda dapat melakukan proses produksi selama 24 jam penuh tanpa harus memikirkan insentif lembur bagi karyawan. Jika dilihat dari aspek digital dan eknonomi, tentu memang hal ini lebih menguntungkan. Namun sepintar-pintarnya robot, manusialah yang menciptakan robot beserta kepintarannya tersebut. Jangan sampai kecerdasan manusia juga dapat direbut atau bahkan dikalahkan dengan kecerdasan robot. Jangan sampai robot juga mengambil sisi kemanusiaan dan akal sehat yang hanya dimiliki oleh manusia. Pergunakan teknologi sebaik-baiknya namun tetap lebih baik untuk juga mempertimbangan aspek-aspek dan value lain dalam pengembangan bisnis.







Friday, October 27, 2017

Mengapa Anda Perlu Team Customer Support Selama 24/7?


Ketika telah memutuskan untuk menggunakan salah satu provider sebagai penyedia layanan produk atau jasa yang dibutuhkan, tentu sebelumnya konsumen telah mempertimbangkan semua aspek yang ditawarkan oleh pihak third party tersebut. Mulai dari produk atau jasa, kualitas, price, hingga tentang adanya dukungan customer support. Salah satu syarat utama dalam menggunakan layanan dari provider penyedia layanan di bidang teknologi informasi adalah adanya dukungan customer support. Mengapa hal ini bisa menjadi sesuatu yang sangat penting serta patut untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mempercayai salah satu jasa provider tertentu? Jawabannya tentu saja karena customer support adalah layanan yang paling dibutuhkan dan dicari ketika terjadi error maupun kerusakan dan kesulitan yang dihadapi oleh user. Sedangkan seperti yang diketahui, probabilitas terjadinya error dalam dunia IT baik disengaja atau tidak, cukup tinggi. Hal ini dapat disebabkan faktor dari sumebr daya manusia, maupun teknologi / software itu sendiri. Semua aspek tentu membutuhkan penanganan yang tepat. Dan penanganan yang tepat tersebut tentu saja hanya dapat dihandle dan diselesaikan oleh pihak team technical support.

Bentuk-bentuk dukungan team technical support ini bermacam-macam. Ada yang membutuhkan bantuan seputar login dan instalasi, mengatasi error, update software, cara mengatasi krisis disaat mengalami downtime, dan lain sebagainya. Customer support bertugas untuk “menampung” masalah di awal semua hal yang berkaitan dengan kesulitan yang dialami oleh customer, mulai dari tahap yang ringan hingga yang berat untuk kemudian mendistribusikan kesulitan-kesulitan yang dialami customer tersebut kepada ahli-ahli yang berkompeten di masing-masing bidang agar dapat segera diatasi dengan benar dan tepat sasaran. Maka dari itu, tingkat kebutuhan dan penyelesaian masalah customer terbagi kedalam beberapa level atau tingkatan. Namun customer support juga dituntut untuk lebih bisa melakukan beberapa hal disaat yang bersamaan, atau disebut juga sebagai multi tasking. Sebagai “garda depan”, team support yang berhubungan langsung dengan konsumen sebaiknya adalah customer support yang dapat diandalkan, dipercaya, serta mampu mengatasi masalah-masalah yang dialami oleh konsumen. Hal-hal yang termasuk kedalam klasifikasi customer support antara lain adalah customer service yang menerima panggilan telepon konsumen, layanan dukungan teknis, serta dukungan layanan lainnya yang diperlukan.


Bagaimana Jadinya Bila Tidak Ada Layanan Support?
Img : Freepik

Setelah ulasan diatas tentu Anda memahami betapa pentingnya keberadaan customer support. Sekarang Anda bayangkan bagaimana jika layanan support ini tidak ada? Katakanlah misalnya Anda memiliki bisnis yang memiliki platform penjualan online, yaitu sebuah e-commerce. Tentu semua pemilik bisnis berharap bisnisnya berjalan lancar dan aman-aman saja. Namun bagaimana jika terjadi kendala seperti server yang down karena banyaknya pengunjung yang datang pada suatu waktu sehingga menyebabkan website overload visitor? Tentu akan berdampak pada transaksi finansial yang terjadi pada website tersebut. Pembeli yang ingin membeli produk dan melakukan check out transaksi dan berpindah ke pembayaran, bisa gagal dikarenakan server yang down. Tentu pemilik bisnis akan mengalami kerugian yang tidak sedikit, karena ada banyak calon pembeli yang tidak jadi melakukan transaksi finansial di website tersebut. Lalu, bagaimana jadinya jika website perusahaan Anda tidak dapat diakses selama berjam-jam? Tentu kerugian yang dialami bisa naik berlipat-lipat.

Layanan support ini sangat penting dimiliki oleh semua pemilik bisnis yang memiliki akses jual beli melalui platform online, misalnya saja website. Ketika terjadi bencana atau kendala yang tidak diinginkan, pemilik web telah mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan, mulai dari tahap pertama yaitu siapa yang harus dihubungi, kedua, bagaimana cara penyelesaian kendala yang dihadapi, serta ketiga, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kendala tersebut.

Jika layanan support tidak ada, tentu user akan kebingungan mencari solusi serta mengatasi kendala yang muncul. Mungkin situasi akan sedikit berbeda jika user mengetahui sedikit dasar tentang dunia IT, maka user dapat mencari sumber masalah yang dihadapi. Namun bagaimana jika user tidak memiliki dasar ilmu IT serta tidak memiliki karyawan yang berkompeten di bidang IT? Tentu keadaan tetap tidak terkendali serta tidak dapat segera terselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran.


Jenis Layanan Customer Support yang Harus Ada Disetiap Perusahaan Provider?
Img : Freepik

Ada beberapa fitur yang harus dimiliki oleh provider penyedia layanan di bidang IT. Beberapa fitur tersebut antara lain adalah :
  • Live chat, merupakan fitur atau sistem chatting yang tersedia pada suatu website. Biasanya live chat ini terletak pada pojok kanan bawah sebuah website. Fungsinya tentu saja untuk menghubungkan konsumen dengan perusahaan provider. Akan lebih baik apabila layanan live chat ini tersedia selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Jadi jika sewaktu-waktu user membutuhkan bantuan, team teknis dapat dengan sigap dan cepat tanggap membantu. Sistem live chat ini lebih mudah daripada sistem telepon atau email, user tidak perlu mencari-cari nomor telepon serta alamat email dan masuk ke aplikasi email terlebih dahulu untuk menyampaikan pesan. Live chat juga memungkinkan user menulis banyak pesan singkat dan mendapatkan jawaban secara real time. Ya, sistemnya memang sama persis dengan platform chatting pada umumnya. Namun aplikasi chat ini hanya terletak pada website perusahaan.

    Live chat memungkinkan pihak team customer support melakukan analisa kendala apa yang terjadi pada user. Kemudian memutuskan langkah penanganan apa yang paling tepat diterapkan pada issue tersebut. Sistem live chat juga dapat memancing interaksi pelanggan terhadap produk atau website suatu perusahaan. Live chat dapat diatur dengan cara menampilkan pop up chat dengan konten sapaan yang hangat maupun pertanyaan tentang apa yang bisa team bisa bantu melalui live chat. Dengan hal seperti itu, pengunjung website / visitor tentu akan merasa lebih ‘aware’ tentang adanya layanan live chat ini. Jika mengalami kesulitan, cukup mengetik pesan yang ingin disampaikan, dan team support dalam hitungan singkat akan membalas pesan tersebut.
  • Telepon, Seorang team support yang menghandle customer call, email, dan chatting harus lebih multitasking dan berwawasan luas di bidangnya. Mulititasking adalah tetap harus dapat menjawab pertanyaan konsumen melalui live chat bahkan ketika sedang berbicara melalui telepon. Penanganan yang cepat dan tepat sasaran memang sangat diharapkan oleh konsumen.

    Team customer support juga harus selalu siap terhadap panggilan telepon dari konsumen yang bisa datang kapan saja. Namun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen, sebaiknya tidak melempar-lempar pertanyaan kepada orang lain. Jika hal itu terjadi, konsumen akan kehilangan waktunya untuk menunggu dan bisa beranggapan bahwa perusahaan tersebut kurang kompeten di bidangnya. Maka dari itu, team customer support harus mengkategorisasikan masalah dan setiap pertanyaan dari konsumer menjadi beberapa level kesulitan. Level pertama adalah terkait instalasi, login, dan lain sebagainya. Level dua jika terjadi error program dan aplikasi. Serta level terakhir, ketiga, adalah kasus yang membutuhkan penanganan khusus dari team technical misalnya server down, dan lain sebagainya.
  • Email, melalui email sebenarnya penanganan akan lebih cepat karena melalui email, sebuah perusaahaan IT provider sudah terintegrasi dengan sebuah sistem yang akan menerbitkan ticket penanganan issue. Sehingga team teknis dapat dengan cepat tanggap merespon dan menangani permasalahan tersebut. Namun biasanya konsumen banyak yang tidak melakukan pengaduan melalui email, karena berfikir balasan email akan lebih lama dan penanganan lebih lama. Hal ini merupakan anggapan yang salah. Karena pada dasarnya, cara penanganan yang paling cepat adalah pengaduan melalui email. Namun kebanyakan konsumen lebih menyukai melalukan panggilan melalui telepon maupun live chat yang paling mudah dan sederhana.

Ketiga hal diatas atas fitur-fitur yang paling tidak minimal harus dimiliki oleh provider penyedia layanan di bidang IT. Dengan ketiga fitur tersebut, setidaknya user dapat dengan cepat menghubungi pihak provider, serta provider dapat dengan segera memberikan respon serta memberikan balasan penyelesaian masalah dengan baik. Selain ketiga hal diatas, hal lain yang menjadi faktor pertimbangan seorang user adalah alamat kantor / bisnis yang tercantum dalam website. Dengan demikian user bisa mendapatkan info yang lengkap dan terpercaya atas provider tersebut. Didalam website juga bisa dicantumkan laman “contact us” yang berfungsi jika user ingin menghubungi perusahaan tersebut. Laman tersebut juga dapat langsung terhubung dengan email perusahaan. “Contact us” tidak hanya dapat digunakan untuk komplain, melainkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan feedback, pertanyaan, dan lain sebagainya.

Bentuk Layanan Customer Support

Apa saja layanan yang bisa ditawarkan oleh team teknis untuk memanage kebutuhan IT konsumennya? Tentu ada banyak, karena penggunaan semua jenis teknologi memang harus selalu dimaintenance secara rutin dan berkala. Manage solutions adalah salah satu layanan yang bisa ditawarkan oleh perusahaan IT provider untuk membantu memudahkan konsumennya dalam mengatur dan memelihara aplikasi maupun software IT yang digunakan. Selain lebih menghemat waktu, penanganan ini juga lebih efektif karena ditangani oleh IT yang ahli dan profesional di bidangnya.
Bentuk layanan support yang bida ditawarkan antara lain adalah pro active monitoring, dukungan 24/7 pada netwok, system serta hardware, technical management, system design, instalasi, konfigurasi, maintenance, serta pembaruan / update. Semua hal ini dilakukan oleh  experts tech support yang dilakukan oleh dukungan team ahli yang telah memiliki jam terbang tinggi.


Syarat-Syarat Layanan Support
Img : Freepik

Memiliki layanan support selama 24/7 yang mumpuni dan dapat diandalkan tentu diperoleh berdasarkan pengalaman serta branding dari perusahaan provider IT itu sendiri. Sebuah layanan akan dianggap baik dan trusted jika memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :
  • Speed & Responsive, yang dimaksud disini adalah kecepatan dalam respon reply pengaduan serta kecepatan dalam tindakan menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien sesuai dengan kendala yang dilaporkan.
  • Multitasking, layanan support hendaknya mampu menghandle pertanyaan konsumen dari berbagai macam pintu. Misalnya saja melalui live chat, email, telepon, maupun social media perusahaan.
  • Intelligence, dimana team support dan technical harus memiliki pengetahuan luas serta kemampuan mumpuni di bidang IT sehingga dapat diandalkan.
  • Mampu membuat serta merekomendasikan perencanan hingga pelaksanaan proyek IT berdasarkan atas kebutuhan klien. Terkadang klien juga bingung dengan banyaknya pilihan layanan yang tersedia sehingga belum bisa memutuskan. Maka dari itu, merupakan tugas layanan provider untuk dapat membantu kebingungan klien sesuai dengan kebutuhan apa yang diperlukannya.
  • Ramah dan mampu mengendalikan emosi, jika layanan support sangat responsive, cepat tanggap, berpengetahuan luas, namun tidak ramah, maka kemungkinan besar klien akan kecewa dan tidak menyukai sikap tersebut. Klien lebih menyukai customer support yang ramah, dapat diandalkan, serta berpengetahuan luas di bidangnya.


Peran Layanan Customer Support

Lalu dampak apa yang diperoleh perusahaan penyedia layanan IT dengan memiliki customer support yang bagus dan responsive? Tentu saja kepuasan pelanggan. Mengapa hal ini penting? Tentu saja karena kepuasan pelanggan merupakan pencapaian utama dari sebuah bisnis. Jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan IT yang diberikan, bukan tidak mungkin pelanggan tersebut akan repeat order atau menjadi pelanggan tetap atau existing customer.
Selain itu, bentuk pelayanan yang baik dapat meningkatkan feedback positif dari konsumen, serta membuka peluang words of mouth atau rekomendasi dari satu customer ke customer lainnya yang belum menggunakan layanan dari perusahaan tersebut.










Friday, October 6, 2017

Online Business, Lebih Mudah atau Lebih Sulit? Apa Saja Tantangan yang Dihadapi?


Memasuki era digital, semua hal dapat diubah kedalam platform online. Kemudahan dalam era digital ini memungkinkan seseorang untuk memangkas waktu menjadi lebih efektif dan efisien, karena sebagian besar pekerjaan dapat dilakukan dan diselesaikan secara online. Keuntungannya, lebih banyak hal lain yang bisa dikerjakan dengan efisiensi waktu yang dimiliki. Ketika kebutuhan online menjadi yang paling utama dalam era digital ini, banyak perusahaan penyedia layanan yang berlomba-lomba meningkatkan layanannya agar dapat menjadi solusi bagi masalah-masalah yang dialami oleh konsumen di era digital.

Akibat dari semakin pesatnya transformasi di bidang online ini adalah beberapa pergeseran trend bahkan kemunduran bisnis di berbagai bidang. Misalnya saja media cetak dan televisi. Dulu televisi dan media cetak atau koran merupakan sumber informasi utama bagi masyarakat, namun netizen saat ini lebih memilih membaca berita dan mengupdate informasi secara online melalui mobile device yang dimiliki. Generasi milenial yang merajai era digital ini lebih menyukai menonton tayangan video, film, talkshow, dan lain sebagainya secara online melalui smartphone mereka. Hal ini dikarenakan berita dan informasi yang beredar secara online cakupannya lebih luas, lebih lengkap, serta lebih update.

Contoh pergeseran dan perubahan era ini dapat dilihat pada berbagai bidang bisnis. Beberapa diantaranya adalah di bidang jasa foto dimana dulu studio-studio foto sangat trend, namun sekarang gaungnya sudah semakin hilang. Kemudian masih ada perusahaan yang memproduksi music dalam bentuk Compact Disk (CD) yang dulu penjualannya sangat pesat, namun sekarang semua netizen lebih memilih membeli musik secara online. Perusahaan transportasi seberti Taxi dan angkutan umum juga semakin ditinggalkan, masyarakat lebih memilih menggunakan media transportasi dengan aplikasi online seperti Uber karena lebih efekstif waktu serta affordable. Setali tiga uang dengan bisnis mainan, dimana banyak anak sekarang memainkan permainan secara digital berupa games online dan download melalui Play Store atau App Store karena lebih lengkap dan bervariatif. Belum lagi di bidang finansial dan perbankan. Saat ini telah banyak transaksi perbankan yang bisa dilakukan secara online. Di industri e-commerce dan perusahaan asuransi sekalipun saat ini telah banyak yang bergerak kedalam platform berbasis online. Lebih dari itu, perubahan tersebut tidak berjalan separuh-separuh. Buktinya telah banyak aplikasi-aplikasi untuk OS Android, Windows, maupun iOS dari berbagai bidang bisnis tersebut. Menjamurnya berbagai aplikasi finansial untuk menghitung anggaran, bunga pinjaman, asuransi, serta transaksi keuangan melalui platform online memang bertujuan untuk membantu netizen agar masalah dapat terselesaikan dengan cepat, efektif, serta efisien.

Maka dari itu, banyak bisnis-bisnis yang dulunya sangat berjaya, sekarang di era digital harus merasa khawatir tentang masa depan bisnis tersebut. Dulu semua perusahaan berlomba-lomba bersaing ingin mengiklankan produk dan bisnis masing-masing melalui media cetak dan televisi, sekarang mungkin peminatnya sudah semakin berkurang. Mereka berpindah mengalokasikan anggaran untuk beriklan di media online, melalui website, blog, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan film, musik, dan video. Netizen lebih menyukai mengakses dan melihat tayangan secara online, bisa melalui YouTube, maupun website-website yang menyediakan akses untuk streaming online. Tidak percaya? Sekarang coba lihat di sekitar, ada berapa persen masyarakat di lingkungan tempat tinggal Anda yang masih tetap bertahan menonton televisi daripada membaca berita dan menonton acara entertainment melalui smartphonenya?


Memilih Social Media yang Tepat
Img : Stocksnap

Smartphone menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar dan paling penting bagi sebagian besar masyarakat di era digital ini. Dari sanalah netizen mendapatkan informasi, update berita, serta memperluas jaringan sosial. Ada banyak platform social media yang bagus dan menawarkan berbagai fitur mutakhir yang dapat dimanfaatkan sebagai media marketing bisnis. Namun pada dasarnya social media digunakan untuk tiga tujuan utama, yaitu untuk mencapai target sasaran pemasaran, mengetahui seberapa besar minat netizen terhadap produk / bisnis yang ditawarkan, serta untuk mengukur kinerja bisnis tersebut.

Lalu bagaimana menemukan social media yang terbaik bagi bisnis Anda? Terlebih dahulu Anda perlu untuk melakukan trial dan error untuk menentukan platform social media apa yang paling tepat untuk diterapkan pada bisnis Anda. Hal ini tentu juga harus disesuaikan dengan target pasar yang ingin dituju. Anda harus lebih jeli dan teliti dalam memilih fitur yang ditawarkan oleh masing-masing platform social media yang tentunya berbeda-beda satu sama lain, kemudian melakukan penelitian dan mengevaluasi setiap percobaan yang telah diambil. Memilih social media yang tepat, bukan berarti harus memilih yang terbaik dengan tawaran fitur yang banyak. Namun memilih social media yang tepat dan paling sesuai untuk diterapkan dalam marketing bisnis yang dimiliki. Masing-masing social media memiliki keunggulannya masing-masing, tergantung fitur tersebut cocok dan sesuai atau tidak dengan bisnis tersebut.

Img : Stocksnap

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih dan menentukan social media yang tepat dan cocok bagi platform marketing bisnis, cara tersebut diantaranya adalah :
  • Mulailah dengan menemukan alasan, apa tujuan yang yang ingin dicapai dengan upaya pemilihan social media yang dipilih.
    Karena sebenarnya ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan menggunakan social media, diantaranya adalah menaikkan branding perusahaan dengan cara mengarahkan langsung ke website perusahaan, menginginkan langsung penjualan produk dari content-content yang ditampilkan dalam social media, serta untuk menemukan beberapa target pasar / consumer.
  • Menemukan alasan mengapa harus menemukan tools baru sebagai platform media marketing.
    Alasan ini dapat ditemukan setelah mengevaluasi berbagai aspek dan tools yang biasanya digunakan, namun misalnya mengalami stagnan atau tidak dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Maka sudah sewajarnya untuk menemukan tools lain yang dapat benar-benar bekerja dan cocok diterapkan bagi bisnis tersebut. Menemukan tools baru yang sekiranya cocok bagi bisnis memungkinkan Anda melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan terhadap bisnis tersebut.
  • Menemukan alasan, pengalaman apa yang ingin diraih dan dicapai bagi team dengan penggunaan tools baru ini.
    Biasanya hal ini berupa improvement dalam bentuk skill, dan pengetahuan bagi masing-masing individu dalam team. Bukahkah lebih baik memiliki team yang profesional dan mampu melakukan pekerjaannya dengan maksimal?

Img : Stocksnap

Dalam menentukan social media yang tepat bagi sebuah bisnis, maka Anda perlu untuk membuat daftar fitur-fitur apa saja yang harus dimiliki oleh platform social media tersebut serta fitur-fitur apa saja yang tidak harus dimiliki namun merupakan nilai tambah jika dimiliki. Caranya cukup mudah, Anda dapat menuliskan daftar fitur apa saja yang Anda perlukan untuk marketing bisnis Anda, misalnya saja fitur schedulling, fitur mengatur waktu posting, membuat dan menyimpan draft content, fitur collaboration tools, paid social campaigns, dan lain sebagainya.


Keahlian yang harus Dimiliki di Era Digital
Img : Stocksnap

Menghadapi era digitalisasi ini memang susah-susah gampang. Semua akan susah ketika Anda tidak siap dan tidak bisa beradaptasi dengan perubahan trend serta segala hal yang berhubungan dengan hal tersebut. Dan akan lebih mudah menghadapi era digitalisasi jika memiliki kreatifitas tinggi serta menyukai inovasi. Untuk menghadapi era digital ini, ada beberapa keahlian yang perlu dipelajari dan dikembangkan, karena keahlian tersebut yang lebih sering diperlukan untuk kebutuhan di era digital ini. Pada dasarnya semua keahlian memang diperlukan, namun ada beberapa keahlian yang lebih dibutuhkan menghadapi era digital ini. Beberapa skill tersebut antara lain adalah :
  • Kemampuan menulis artikel dengan Search Engine Optimization (SEO).
    Mengapa skill ini dibutuhkan? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa semua informasi akan lebih banyak diakses melalui smartphone. Ini berarti informasi harus lengkap dan update. Semakin baik kemampuan menulis yang didukung dengan teknis penulisan menggunakan SEO, maka semakin besar peluang dan kesempatan produk atau perusahaan Anda ditemukan oleh orang lain, serta memiliki kesempatan lebih besar untuk viral di social media.
  • Kemampuan web design
    Kemampuan melakukan design website, setidaknya yang paling mendasar dibutuhkan dalam perjalanan di era digital. Saat ini semua transaksi pembelian dan kebutuhan berbelanja, mulai dari baju, sepatu, serta kebutuhan lainnya dilakukan secara online. Maka dari itu ilmu dan skill dalam pembuatan desain website harus dimiliki orang-orang yang ingin bersaing di era digital. Setidaknya, menguasai teknik-teknik dasar untuk desain pembuatan blog. Blog merupakan salah satu bentuk tulisan digital yang banyak dicari netizen karena isinya yang lebih update, lengkap, beragam, serta memiliki cakupan tema yang cukup luas.
  • Kemampuan fotografi dan editing foto serta video
    Fotografi dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan penggunaan social media seperti misalnya Instagram, yang lebih mengutamakan poin dari aspek visual. Kemudian teknik pengambilan video dibutuhkan untuk membuat content-content video. Di era digital ini lebih banyak permintaan dan kebutuhan netizen untuk pembuatan content-content video yang positif, informatif, menghibur, dan interaktif. Telah banyak YouTuber yang mengunggah video kreatifnya, baik berupa review, content yang menghibur, musik, VLOG, dan lain sebagainya.
  • Kemampuan memahami bahasa pemrograman
    Menguasai bahasa pemrograman dan coding minimal yang paling sederhana, akan membantu dalam setiap pekerjaan di era digital. Namanya era digital, tentu semua harus serba digital. Maka dari itu kebutuhan akan Teknologi Informasi (TI) juga akan semakin meningkat dan kompleks. Mengerti bahasa pemrograman dan coding akan  mempermudah semua pekerjaan yang terkait dengan dunia IT.
  • Kemampuan graphic design
    Jasa pembuatan desain grafis akan tetap dibutuhkan atau bahkan akan semakin banyak dibutuhkan didalam era digital. Desain grafis banyak diperlukan untuk berbagai macam bidang pekerjaan dan bisnis. Untuk mendesain iklan yang akan ditampilkan, mendesain packaging produk, desain website, desain gambar yang digunakan untuk social media, dan lain sebagainya.


Masalah-Masalah dalam Online Business
Img : Stocksnap

Banyak hal yang mendasari mengapa berbisnis online tidak bisa berjalan layaknya mengendarai kendaraan di sebuah jalan tol, bebas tanpa hambatan dan dapat melaju dengan cepat. Selalu ada tantangan yang dihadapi, terutama bagi bisnis startup. Beberapa tantangan yang kerap dihadapi bisnis dalam platform online antara lain adalah :
  • Tergesa-gesa dalam menjual produk tanpa mengetahui keinginan/kebutuhan pasar. Hal ini umum terjadi karena tidak melakukan survey pasar untuk mendapatkan hal apa yang dibutuhkan pasar sebelum menjual produk
  • Ingin segera mendapat keuntungan yang banyak dalam waktu singkat, adalah kesalahan utama pebisnis karena yang terpenting sesungguhnya adalah jangka panjang dan continuitas, bukan hanya target jangka pendek
  • Tidak jelas dalam menentukan target audiens. Keraguan dan ketidaktahuan target pasar merupakan kesalahan yang harus sangat dihindari
  • Tidak memiliki strategi dalam menghadapi kompetitor, akibatnya terjadi kesalahan dalam pemilihan strategi
  • Tidak memiliki keunikan produk, melainkan hanya meniru kompetitor
  • Tidak adanya penguatan brand, akan berimbas pada usia perusahaan dalam jangka panjang
  • Belum memperhatikan atau memaksimalkan keamanan dalam transaksi keuangan dan pembayaran secara online, sehingga kemungkinan hacker akan meretas website sangat besar. Maka dari itu harus memilih provider penyedia layanan, server, dan jaringan yang benar-benar tepat, dapat terpercaya, serta memiliki sistem support yang mumpuni
  • Kesalahan dalam memilih social media sebagai media marketing produk, dan kesalahan terletak dalam penyampaian presentasi produk yang ditampilkan
  • Pengaturan after sales yang masih belum terkoordinasi serta tidak adanya managemen after sales yang baik
  • Kurangnya tenaga terampil di bidang IT yang dapat mensupport keseluruhan sistem online business tersebut