Friday, January 19, 2018

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini?    


Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.







Friday, September 29, 2017

Tantangan yang Kerap Dihadapi dalam Backup Data


Mengapa kita memerlukan backup? Tentu saja untuk menghindari kerusakan dan kehilangan data-data yang penting. Lalu siapa saja yang membutuhkan backup? Pada kenyataannya, semua sektor memerlukan layanan backup. Mulai dari sektor bisnis dan perusahaan, sektor pendidikan, rumah sakit, industri kreatif, bahkan hingga kebutuhan untuk masing-masing individu. Backup menjadi kebutuhan yang penting di era digital ini, karena semua hal dapat dilakukan secara online. Selain untuk keperluan perlindungan data, backup secara online juga bermanfaat untuk fleksibilitas dalam akses data. Tidak perlu lagi menyiapkan dan membawa harddisk eksternal kemananpun Anda pergi. Backup yang telah terintegrasi dengan sistem cloud dapat diakses dengan menggunakan laptop, maupun hanya dengan smartphone yang digunakan.

Telah banyak aplikasi maupun layanan backup, misalnya saja Google Drive, Dropbox, iBackup, dan lain sebagainya. Diantara layanan-layanan backup tersebut ada yang gratis serta ada juga yang berbayar. Tentu layanan yang berbayar memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap daripada layanan backup yang gratis. Namun tentu untuk kebutuhan perusahaan atau bisnis besar tidak hanya cukup dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. Melainkan mempercayakan keperluan backup kepada provider penyedia layanan backup. Mengapa? Karena tentu provider penyedia layanan backup lebih profesinal terkait dengan keamanan, kapasitas penyimpanan, serta memiliki sistem support selama 24/7 sehingga apabila terjadi error dan lain sebagainya, user mengetahui kemana dapat melakukan pengaduan dan teknisi yang sigap akan membantu memperbaiki masalah user dengan cepat dan tepat sasaran.


Backup Online yang Terbaik?
Img : Wowrack Indonesia

Backup online dinilai sebagai jenis backup yang terbaik dan paling aman dari segala jenis backup secara tradisional yang masih menggunakan disk, maupun harddisk eksternal. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya adalah :

  • Jaminan keamanan data
    Dengan penggunaan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing, maka sudah pasti keamanan data-data yang dibackup akan dijamin tidak akan rusak, corrupt, maupun hilang. Karena biasanya provider penyedia backup juga memiliki additional paket berupa security dan anti virus untuk melindungi keamanan data-data yang telah dibackup tersebut.
    Tidak akan ada istilah data yang hilang karena kasus media penyimpanan atau harddisk yang rusak atau hilang. Karena semua penyimpanan sudah terintegrasi dengan sistem cloud, dimana data-data tersebut akan aman berada pada sebuah data center.
  • Akses yang mudah dan fleksibel
    Ucapkan selamat tinggal pada segala jenis kerepotan yang diakibatkan karena harus membawa-bawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi. Karena dengan backup online, semua data dapat diakses dengan mudah, cepat, dan fleksibel dimanapun Anda berapa. Cukup diakses dengan laptop, tablet, smartphone atau apapun gadget Anda asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.
    Membawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi juga sangat beresiko, resiko rusak karena sering terbentur benda-benda lain, jatuh, hilang, atau terkena virus akibat sering dikoneksikan dengan PC atau laptop yang berbeda-beda. Hal ini tentu berbeda jika menggunakan layanan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud.
  • Kemudahan recovery data
    Backup tidak akan memiliki banyak manfaat apabila tidak memenuhi tujuan utamanya, yaitu recovery dan mengamankan data. Backup tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya jika data-data yang telah terbackup susah untuk diakses, data tidak lengkap sesuai backup yang telah dilakukan, rusak/hilang, dan lain sebagainya. Ketika terjadi suatu kesalahan sehingga ada data yang hilang, backup dapat berfungsi sebagai recovery data.
    Sebenarnya untuk mencegah kerusakan atau kehilangan data, maka harus memperhatikan proses backup itu sendiri. Proses backup harus dilakukan dengan cara yang benar dan terstruktur, supaya data-data dapat terbackup dengan benar dan sempurna. Sehingga untuk kedepannya, ketika Anda membutuhkan data tersebut, data dengan mudah dapat ditemukan dan backup mampu menjadi recovery plan Anda.
  • Penghematan anggaran biaya untuk jangka panjang
    Jika dilihat secara sekilas, mungkin terlihat bahwa biaya backup online ini sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan backup secara tradisional melalui media-media seperti harddisk eksternal. Namun yang jarang disadari adalah media backup tradisional memiliki usia pemakaian. Jadi setelah beberapa waktu, media backup tersebut akan rusak dan tidak dapat digunakan lagi setelah beberapa waktu. Maka dari itu, Anda perlu membeli perangkat yang baru lagi untuk menggantikan perangkat yang lama.
    Hal ini akan berbeda apabila Anda menggunakan backup online. Dengan backup online, Anda hanya perlu membayar biaya di awal pemakaian. Kemudian pembayaran berikutnya hanya berlaku apabila Anda ingin menambah kapasitas penyimpanan backup tersebut.
  • Membantu lebih fokus pada bidang bisnis yang dijalankan
    Jika mempercayakan kepada provider penyedia layanan backup, Anda tidak perlu memikirkan tentang masalah maintenance, security, management, dan lain sebagainya karena provider layanan akan mengurus semuanya untuk Anda. Anda hanya harus fokus kepada bisnis dan perusahaan yang dijalankan.
    Hal ini adalah salah satu kemudahan dalam menggunakan backup online yang disediakan oleh provider. Tidak perlu memiliki teknisi yang handal untuk memanage masalah-masalah seputar IT karena support dari provider tentu sudah mencakup semua hal yang didukung oleh teknisi-teknisi yang profesional di bidangnya.
  • Mudah dalam operasi dan maintenance
    Backup online tidak memerlukan maintenance yang rumit, karena pada dasarnya backup secara online mudah dalam akses datanya. User tinggal masuk ke aplikasi backup kemudian bisa mengakses data-data secara online selama 24 jam penuh. Sedangkan untuk maintenance, backup telah memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga hanya provider dari backup yang perlu memikirkan tentang maintenance dan program-programnya.
    Backup data secara rutin dapat dilakukan setiap jam, setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan tergantung dari kebutuhan masing-masing user yang menggunakannya.
Backup & Recovery
Img : Wowrack Indonesia

Apa saja hal yang bisa dibackup? Tentu selain data-data berupa file, dokumen, foto, video, dan lain sebagainya, backup online juga dapat melingkupi backup sistem dan fisik perangkat atau secara virtual yang dapat mencakup Windows, Linux ataupun Mac OSX Desktop dan Server. Keuntungan lainnya, beberapa provider penyedia layanan backup online juga telah melengkapi paket layanan backupnya dengan sistem keamanan yang tinggi, dimana mencakup perlindungan teknologi security tertentu, perlindungan password, dan juga SSL security.


Backup online lebih mudah dan fleksibel dalam kebutuhan masing-masing user, karena bisa dilakukan penambahan storage yang cukup cepat tanpa harus upgrade ke account lain maupun migrasi. Selain itu, backup secara online juga memiliki high availability dimana backup akan sangat kecil kemungkinan mengalami down dikarenakan sistem infrastruktur cloud yang redundant. Banyak sekali keuntungan dan kelebihan backup online seperti yang telah disebutkan diatas. Namun apakah ada kendala atau masalah yang kerap dihadapi dalam backup? Tentu saja ada. Nah, apa saja kendala-kendala dalam backup tersebut?


Kendala-Kendala dalam Backup Data
Backup data dalam kapasitas yang cenderung kecil, atau proses backup yang tidak memerlukan storage yang besar, serta jumlah data yang dibackup tidak cukup banyak, maka biasanya akan sedikit kendala yang muncul dalam proses backup tersebut. Namun semakin banyak data-data, sistem, serta aplikasi yang dibackup, tentu prosesnya akan semakin lama dan memakan waktu, serta kemungkinan-kemungkinan resiko lainnya. Beberapa hal yang mungkin terjadi dalam proses backup data dalam jumlah besar antara lain adalah :
  • Memerlukan storage atau kapasitas penyimpanan yang besar
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses backup
  • Koneksi atau jaringan yang harus stabil dan tidak down agar proses backup dapat berjalan dengan lancar
  • Tools yang digunakan untuk proses backup harus dapat menjamin proses backup tetap berjalan lancar, baik tools bawaan maupun tools tambahan yang diperlukan


Proses backup sendiri bermacam-macam, ada yang berupa menyalin file dalam bentuk file aslinya, namun ada juga yang melakukan pemindahan data dengan cara mengubah format file asli menjadi padat seperti .zip, .rar, dan lain sebagainya. Backup ini dapat dilakukan dengan bantuan tools-tools tertentu. Bisa dengan menggunakan tools bawaan, tools tambahan, maupun kombinasi dari keduanya. Selain dikarenakan proses backup yang memiliki beberapa kendala yang dialami, tools ini akan membantu semua proses backup dapat berjalan dengan sukses dengan cara membantu menyederhanakan file dan data-data yang akan dibackup.
Img : Wowrack Indonesia


Kombinasi backup tools banyak digunakan dalam lingkungan Wide Area Network (WAN) seperti misalnya di data center dapat membantu proses backup menjadi semakin mudah. Ketika sejumlah file harus dibackup dalam range yang cukup besar, maka tools-tools ini akan sangat membantu. Selain itu, kebutuhan lain yang diperlukan dalam melakukan backup dalam lingkungan WAN antara lain adalah koneksi yang stabil dan tidak boleh terputus, bandwidth yang besar agar proses dapat berjalan dengan lancar, tersedianya komponen-komponen infrastruktur yang harus disediakan untuk mensupport proses backup, serta administrator atau teknisi yang bertugas membackup data-data tersebut. Administrator tersebut harus benar-benar paham tentang tools-tools yang recommended atau sebaiknya digunakan untuk proses backup tersebut.


Tools backup tambahan dari pihak ketiga biasanya hanya diperlukan dan digunakan hanya ketika tools bawaan sudah semaksimal mungkin digunakan dan masih tetap memerlukan tools tambahan untuk memaksimalkan semua proses dan fungsi dalam backup. Namun idealnya yang harus dilakukan oleh seorang administrator di data center adalah memaksimalkan penggunaan tools bawaan terlebih dulu, sehingga adapat mengetahui hal apa saja yang memerlukan bantuan tools tambahan dari pihak ketiga agar dapat menyelesaikan permasalahan backup. Maka dari itu, seorang administrator ini harus seorang yang benar-benar ahli dan teliti dalam pekerjaannya.


Lalu seberapa pentingnya tools tambahan jika dibandingkan dengan tools bawaan? Apa saja fungsi dan kegunaan dari tools tambahan? Ada beberapa fungsi dari tools tambahan dalam proses backup ini, beberapa diantaranya adalah :

  • Mengontrol bandwidth yang diperlukan dalam proses backup
  • Melakukan klasifikasi dan isolasi data-data yang akan dicopy
  • Mengatur jadwal proses copying file-file
  • Membuat sambungan antara lokasi tujuan penyimpanan dengan platform virtual
  • Mampu menjadi penghubung antar lokasi penyimpanan backup yang lainnya

Tantangan yang kerap dihadapi oleh perusahaan penyedia layanan backup adalah apabila client menginginkan salinan data-datanya berada diluar negeri, tidak hanya didalam negeri. Hal ini merupakan sebuah tantangan karena pada saat proses transfer dan backup data, jaringan dan koneksi dari satelit harus benar-benar stabil dan tidak terputus-putus, apalagi jika data tersebut dalam jumlah yang besar. Resiko yang sering terjadi adalah data-data tidak terbackup sepenuhnya. Sehingga ketika client ingin mengakses salah satu file dan file tersebut ternyata tidak ada, maka hal ini akan berdampak bukan hanya kepada provider penyedia layanan tersebut namun juga keberlangsungan bisnis client tersebut. Maka dari itu lebih baik mempertimbangkan dengan baik mengenai sisi positif dan negatif tentang memiliki additional backup yang terletak sangat jauh dari data center utama, apakah lebih menguntungkan atau malah justru merugikan.





Friday, August 4, 2017

Mengapa Bantuan "Remote Hands" sangat Diperlukan


Sebuah perusahaan yang tengah berkembang tentu membutuhkan semakin banyak infrastruktur serta sumber daya sebagai faktor pendukungnya. Peningkatan dan pengembangan ini dapat dilihat dari dari segi kualitas dan kuantitas karyawan, hingga teknologi-teknologi dan infrastruktur pendukung yang digunakan. Karena apabila semua aspek tidak didukung dengan maksimal, kemungkinan usaha tersebut tidak akan dapat berkembang dengan pesat dari semua sisi. Maka dari itu sangat penting untuk memiliki peralatan, teknologi, serta sumber daya manusia yang mendukung semua aspek pengembangan perusahaan tersebut.

Sebagai salah satu contoh adalah sebuah perusahaan yang diharuskan untuk memiliki data center sendiri untuk memenuhi kebutuhan internet dan IT perusahaannya. Namun data center ini tidak harus dikelola sendiri. Karena bisa saja data center ini berlokasi di bangunan lain kota atau negara lain atau bahkan bisa dengan menggunakan sistem sewa server melalui provider penyedia layanan kebutuhan IT. Tentu memiliki data center tersendiri harus lebih cermat dan teliti terkait pemeliharaan dan monitoringnya.

Pernahkah Anda berfikir tentang suatu kejadian dimana tiba-tiba data center milik perusahaan Anda terkena masalah teknis yang menyerang secara mendadak? Bagaimana cara mengatasinya? Tentu downtime adalah hal yang sangat dihindari karena dapat menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi perusahaan. Sistem-sistem keamanan akan berhenti berfungsi, webiste perusahaan juga akan mengalami masalah dan tidak bisa diakses dengan lancar, akibatnya bisa saja banyak prospek konsumen akan meninggalkan website yang sedang down dan tidak bisa diakses tersebut.

Salah satu solusi yang tepat adalah dengan cara menempatkan teknisi yang paham tentang program-program komputer dan pengoperasian tentang server di data center tersebut. Namun problem berikutnya adalah bagaimana apabila sebuah perusahaan tersebut kekurangan tenaga atau karyawan yang mampu dan memahami bahasa pemrograman maupun komputer untuk menghandle resiko-resiko yang mungkin saja dapat timbul pada data center. Apakah memungkinkan jika karyawan Anda harus standby di data center tersebut selama 24/7 agar selalu ready ketika sewaktu-waktu dibutuhkan? Tentu saja tidak. Atau bagaimana jika karyawan IT di perusahaan Anda memiliki double job yaitu untuk menghandle pekerjaan IT di depan komputer atau pekerjaan IT dibelakang meja, serta pekerjaan lapangan termasuk monitoring dan maintenance server pada data center? Tentu hal ini juga tidak memungkinkan untuk dilakukan. Salah satunya adalah karena alasan efisiensi waktu, tidak mungkin

Salah satu solusi yang ada adalah mempercayakan pada provider penyedia layanan yang mampu membantu dan menghandle kemungkinan apapun yang dapat terjadi di data center. Team atau teknisi IT ini biasa disebut sebagai remote hands. Penjelasan mengenai remote hands secara lebih lengkap dan terperinci akan dijelaskan melalui artikel dibawah ini.


Definisi Remote Hands
Img : Pixabay

Remote Hands adalah seseorang atau bisa juga dua orang atau lebih, dan team, yang bertugas untuk selalu standby pada sebuah data center. Tugas dari seorang Remote Hands adalah untuk monitoring, maintenance, serta mengatasi troubleshooting yang terjadi secara fisik pada perangkat keras / hardware yang ada pada data center. Seperti yang kita ketahui, error dan kerusakan yang terjadi pada data center bisa disebabkan oleh human error, atau juga bisa dari fisik perangkat atau hardware yang ada pada data center itu sendiri.

Misalnya sebuah perusahaan di Surabaya memiliki data center di Jakarta. Dan suatu ketika, perusahaan di Surabaya tersebut membutuhkan restart dari server data center yang ada di Jakarta. Tentu tidak mungkin beberapa orang dari Surabaya harus ke Jakarta terlebih dahulu untuk menekan tombol restart. Maka dari itu diperlukan satu atau lebih orang yang diberikan wewenang untuk mengakses data center yang ada di Jakarta. Sehingga ketika terjadi kebutuhan untuk melakukan sesuatu secara fisik, tidak bisa dilakukan melalui sistem internet dan cloud, maka peran Remote Hands sangat membantu untuk efisiensi waktu dan penyelesaian masalah.

Namun tidak semua orang atau teknisi bisa menjadi Remote Hands. Seseorang ini harus paham betul tentang komputer, internet, server, pemrograman, dan cakupan IT yang lainnya. Karena pekerjaan pada data center sangat beresiko. Jika tidak paham benar tombol mana yang harus ditekan atau kabel mana yang harus dilepaskan, salah-salah malah bisa menyebabkan kerusakan pada data center dan akibatnya server bisa down selama berjam-jam. Maka dari itu, tidak semua orang bisa dengan bebas keluar masuk dari data center.


Manfaat Menggunakan Remote Hands
Img : Pixabay

Mengapa Anda perlu bantuan Remote Hands? Alasan utama tentu adalah efisiensi dan lebih menghemat waktu. Manfaat lainnya adalah adalah Anda tetap dapat mengakses dan mengontrol sistem yang dimiliki secara jarak jauh. Waktu adalah uang. Jika semua hal teknis bisa dikerjakan dan diselesaikan secara cepat tanpa membutuhkan waktu yang lama, kenapa Anda perlu harus turun tangan sendiri menanganinya? Bukankah lebih baik untuk mempercayakan kepada orang yang tepat agar masalah hardware dan kesalahan teknis dapat diselesaikan dengan cepat dan aman karena berada pada tangan yang tepat.

Ada banyak yang dipertaruhkan jika website mengalami masalah dan terjadi downtime. Bisnis terutama bisnis online tidak akan berjalan secara lancar dan akan berhenti beroperasi jika terkena downtime. Bayangkan berapa jumlah kerugian yang bisa diterima? Maka dari itu, untuk masalah teknis yang harus diselesaikan secara fisik, Anda tinggal mempercayakan kepada fasilitas Remote Hands, sedangkan yang perlu Anda dan team kerjakan adalah memperbaiki dari sistem komputerisasi itu sendiri. Anda dan team IT di perusahaan dapat berfokus mengatasi dan menghandle masalah yang terjadi pada internal sistem, sedangkan Remote Hands akan menghandle dan menyelesaikan masalah teknis secara fisik serta dalam waktu yang singkat.


Tantangan di Dunia Bisnis
Saat ini telah banyak provider yang menyediakan layanan dan fasilitas Remote Hands. Sehingga apabila Anda tidak memiliki tenaga ahli di bidang IT yang mampu untuk mengatasi masalah-masalah teknis yang ada pada data center, telah tersedia banyak pilihan jalan keluar melalui provider penyedia layanan Remote Hands. Tidak perlu takut akan tingkat keamanannya, karena tentu setiap perusahaan provider memiliki prosedur masing-masing yang mengutamakan kenyamanan, kebutuhan, serta keamanan bagi klien-kliennya.

Tentu tidak mungkin bagi sebuah provider penyedia layanan mengambil resiko memberikan layanan yang tidak baik, karena semua akan berakhir pada tingkat kepercayaan konsumen serta nama baik dan branding perusahaan yang dipertaruhkan. Mengapa harus berinvestasi dengan menggunakan fasilitas Remote Hands yang ditawarkan dari provider-provider penyedia layanan IT? Karena jika dihitung-hitung secara finansial, maka masih akan terhitung sebagai sebuah keuntungan. Karena pada dasarnya berinvestasi pada fasilitas Remote Hands ini akan berlaku secara jangka panjang dan dapat memberikan banyak manfaat yang positif kepada perusahaan.

Kemudian, apa tantangan yang terdapat pada persaingan bisnis layanan Remote Hands ini? Tentu persaingan antar beberapa provider yang menyediakan layanan Remote Hands. Teknologi akan terus dan terus mengalami perubahan serta akan semakin berkembang dengan pesat. Tergantung bagaimana kita bisa menghadapi dan memanfaatkan hal tersebut melalui persaingan yang positif. Lakukan lebih banyak lagi dengan apa yang Anda miliki. Banyak cara yang bisa dilakukan seperti misalnya mengintegrasikan teknologi-teknologi IT yang terbaru dan berdampak pada pertumbuhan bisnis.


Perbedaan Antara Basic Remote Hands dan Smart Remote Hands
Img : Pixabay

Menggunakan fasilitas Remote Hands sangat menolong, karena respon yang cepat berarti waktu downtime yang semakin singkat. Remote Hands atau “perpanjangan tangan” ini mampu menangani berbagai masalah-masalah teknis. Namun ada dua macam Remote Hands yaitu Basic Remote Hands dan Smart Remote Hands.

Tugas-tugas dari Basic Remote Hands seperti misalnya adalah masalah-masalah teknis yang biasa terjadi, yaitu misalnya adalah sebagai berikut :

  1. Masalah kabel yang meliputi pemindahan, pengamanan atau pemasangan kabel yang ada
  2. Tugas-tugas internal di data center seperti menyusun peralatan racking, memindahkan dan membuang kotak atau peralatan, serta pembersihan dasar ruangan
  3. Manajemen staf Remote Hands, yang dapat memverifikasi tentang status fisik perangkat, penggantian peralatan-peralatan modular, kabel serial plug-in dan masih banyak yang lainnya
  4. Melakukan fungsi-fungsi manual mulai dari pengujian rangkaian dasar dan diagnostik sampai dengan migrasi rangkaian lanjutan dengan berkoordinasi dengan penyedia operator / ISP
  5. Melakukan manajemen media, seperti swapping drive media penyimpanan atau removable media
  6. Remote Hands juga dapat melakukan penyediaan inventaris dan melakukan audit penuh atau parsial terkait dengan pelabelan perangkat, memotret ruang dan peralatan serta pelacakan perangkat
  7. Remote Hands juga dapat melakukan packing, pelabelan, pembongkaran serta inventarisasi kotak dan peralatan di data center

Lain halnya dengan Smart Remote Hands. Smart Remote Hands melakukan cakupan tugas yang lebih kompleks daripada Basic Remote Hands. Layanan yang dilakukan Smart Remote Hands ini mencakup pengelolaan peralatan Colocation, pengaturan Firewall, media dan manajemen, konfigurasi kabel yang rumit, pengujian peralatan dan pemecahan masalah, pengujian sirkuit, serta mengatasi masalah rak dan penyusunan.

Remote Hands dan Smart Hands pada data center akan sangat membantu apabila Anda atau perusahaan Anda tidak memiliki sumber daya atau tenaga yang tersedia untuk mengelola tugas-tugas teknis seputar IT perusahaan Anda. Jasa Remote Hands juga bisa digunakan untuk orang yang biasanya sering melakukan pekerjaannya di luar kota namun membutuhkan seseorang yang mampu dan dipercaya ketika terjadi keadaan darurat. Inilah alasan mengapa Anda perlu memanfaatkan teknisi yang berpengalaman pada sebuah data center.