Tuesday, August 14, 2018

Perkuat Password untuk Segala Jenis Kebutuhan Digital Anda



Dunia digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Hal ini bukan merupakan kebutuhan beberapa kalangan tertentu saja, namun tentunya menjadi kebutuhan penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Adanya revolusi industri keempat yang berfokus pada digitalisasi pada semua aspek kehidupan, memastikan proses digitalisasi akan terus terjadi dan dilakukan. Maka dari itu, bukan merupakan suatu hal yang mengherankan apabila dunia digital merupakan bagian yang penting bagi sebagian besar orang. Dalam dunia digital, dengan atau tanpa sadar, pengguna internet dapat memberikan banyak informasi untuk laman website sebagai sebuah syarat standar pembuatan informasi mengenai diri pribadi, seperti informasi umum seperti nama, tempat tanggal lahir, hingga informasi lainnya yang bersifat lebih pribadi.

Keterbukaan dalam dunia digital menyebabkan setiap orang dapat membagikan informasi apapun di internet. Namun ada baiknya untuk tetap berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi melaui jaringan internet, karena bisa saja disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Karena tentunya akan timbul masalah dan kerugian apabila informasi yang bersifat private dapat diakses oleh orang lain atau siapa saja tanpa seizin pengguna atau pemilik akun tersebut. Maka dari itu, sangat penting menjaga keamanan dan privasi informasi data sebuah akun agar terhindar dari pembajakan atau peretasan informasi.


Sistem Keamanan Dunia Digital
Img : Pixabay

Kejahatan di dunia digital  merupakan hal yang tidak dapat dihindari, mengingat semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi yang juga dibarengi dengan kebutuhan informasi yang juga tinggi. Hal ini membuat kejahatan yang bertujuan mengancam keamanan informasi juga memiliki tingklat probabilitas yang semakin tinggi. Apabila dilihat dari sisi penyedia teknologi, tentu telah banyak dilakukan berbagai upaya untuk meningkatkan keamanan yaitu baik dari password, verifikasi multi-layer, hingga pengenalan identitas diri melalui sidik jari dan sensor wajah. Selain itu, anggaran yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan IT untuk keamanan sistemnya tentu juga memiliki beban biaya operasional yang cukup tinggi. Sebagai jalan keluarnya, saat ini telah banyak teknologi keamanan baru yang dapat digunakan lebih baik dibandingkan dengan metode pengamanan menggunakan password. Namun pada prakteknya, hingga saat ini masih terdapat berbagai aplikasi yang masih menggunakan dan mengandalkan password sebagai akses masuk dan keamanan bagi penggunanya.

Permasalahan hadir bersamaan dengan munculnya berbagai aplikasi di internet yang dirancang untuk mencoba membantu kehidupan masyarakat digital. Disaat itu pula banyak orang ingin membuat akun-akun baru pada berbagai aplikasi/website sebagai efek dari kemudahan dan benefit yang ingin didapatkan. Pada saat itu pula, setiap akun yang dibuat tentunya membutuhkan username dan password sebagai akses standar keamanan sebuah akun. Disaat semua website atau aplikasi membutuhkan akses tersebut, kemungkinan yang terjadi adalah banyak masyarakat digital yang menggunakan password yang sama untuk berbagai macam akun yang berbeda. Hal ini biasanya dilakukan untuk menghindari kemungkinan lupa password atas banyaknya akun-akun yang dimiliki. Pada kenyataannya, berdasarkan penelitian beberapa ahli yang telah dilakukan, manusia hanya mampu mengingat 5 kombinasi password sedangkan tentunya akun-akun yang dimiliki oleh seorang pengguna internet saja bisa puluhan akun. Yang terbaik adalah menerapkan password yang berbeda-beda untuk masing-masing akun. Namun keterbatasan kapasitas otak manusia yang sedikit mengalami kesulitan dalam mengingat setiap kombinasi password adalah permasalahannya.


Problem Penggunaan Password
Img : Pixabay

Password sebagai salah satu sistem keamanan dalam internet telah digunakan sejak internet itu sendiri ditemukan. Penggunaan password ini seolah telah dinyatakan secara mutlak penggunaannya dalam standar sistem keamanan. Namun, sebagai salah satu sistem keamanan, penggunaan password juga memiliki banyak kekurangan dan kelemahan yang justru dapat menimbulkan berbagai macam masalah bagi para penggunanya. Sebelum berbicara mengenai bagaimana cara membuat password yang kuat agar terhindar dari tindak peretasan, ada baiknya terlebih dahulu mengetahui tentang masalah penggunaan password sebagai sistem keamanan itu sendiri. Password yang efektif adalah password yang terdiri dari kombinasi berbagai komponen, seperti misalnya huruf kapital, huruf kecil, angka dan beberapa karakter spesial lainnya. Password yang efektif memang sangat sulit untuk dihafal, namun jika password tersebut mudah dihafal, maka artinya password yang digunakan tidak cukup efektif. Selain itu, dikarenakan kompleksitas sebuah password yang sangat tinggi, dan dibandingkan dengan kemampuan kognitif manusia yang cenderung tidak dapat mengingat lebih dari lima kombinasi password, membuat penggunaan password dikeluhkan kurang efektif dalam memproteksi sebuah akun.

Salah satu faktor mudahnya tindakan hacking atau peretasan adalah rasa malas masyarakat digital dalam membuat sebuah kombinasi password yang efektif, melainkan masih menggunakan password-password yang umum dan standar digunakan seperti kode angka “123456” dan password yang mudah ditebak dan diprediksi lainnya karena berhubungan dengan informasi pengguna akun. Informasi pribadi seseorang dapat digunakan untuk berbagai kepentingan yang tidak bertanggung jawab, dan tentunya tanpa sepengetahuan atau izin dari pemilik akun. Password memang telah digunakan sejak awal penggunaan internet saat ingin mengamankan sebuah data penting. Namun, seiring berjalannya waktu, kelemahan sistem ini telah banyak diketahui dan dipelajari oleh para hacker, maka dari itu muncul perkembangan teknologi keamanan yang lebih baik. Pengembangan sistem password pun selain disempurnakan dari waktu ke waktu.


Perkuat Password Anda
Img : Pixabay

Meskipun password dikritik memiliki banyak kelemahan dan kekurangan sebagai sistem keamanan, namun nyatanya penggunaan password sebagai sistem keamanan masih yang paling populer diantara masyarakat digital sebagai akses masuk aplikasi dan akun-akun website. Maka dari itu, tidak ada pilihan bagi user selain memperkuat level keamanan password itu sendiri serta tingkat kerahasiaan informasi pribadi masing-masing user. Bagaimana caranya? Berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan :

Jangan memuat informasi yang bersifat personal
Hindari penggunaan password yang mengandung unsur personal dan mudah ditebak oleh orang lain. Hal-hal yang tertulis dan berhubungan dengan biografi atau informasi pribadi yang ditunjukkan ke publik juga merupakan pilihan yang kurang tepat dalam membuat password. Contoh sederhananya adalah ketika Anda menuliskan ketertarikan terhadap hewan tertentu seperti kucing, maka password dapat ditebak dengan keywords yang berhubungan dengan kegemaran atau hobi Anda tersebut. Pilih password yang sama sekali tidak berhubungan dengan hal-hal personal diri Anda, dengan demikian, kerahasiaan dan kekuatan password akan terjaga dengan lebih baik lagi.

Jangan menggunakan password yang umum dan mudah ditebak
Membuat kombinasi password bagi sebagian orang merupakan hal yang membosankan dan cukup menyita waktu dan biasanya berakhir dengan keputusan membuat kombinasi yang umum dan mudah ditebak. Penggunaan password seperti “password, 123456” merupakan pilihan penggunaan password terbanyak sekaligus terburuk dalam kombinasi sebuah password. Luangkan waktu Anda selain untuk memikirkan password terbaik yang akan digunakan. Karena dengan password yang tepat dan rumit, resiko terhadap peretasan akun juga semakin dapat diminimalisir.

Jangan menggunakan istilah yang ada di kamus
Semakin asing kata-kata yang anda gunakan untuk password Anda, semakin aman akun tersebut. Meskipun ini membutuhkan waktu yang lama untuk berpikir, namun coba rangkai karakter yang tidak pernah ada di kamus. Penggunaan istilah-istilah yang ada di kamus seperti “bunga, buku, botol, saya” akan sangat mudah untuk diprediksi.

Password terdiri dari lima belas
karakter
Menggunakan enam karakter untuk password adalah hal yang kurang baik, sedangkan 12 karakter adalah pilihan yang standar, namun bisa dibilang masih cukup lemah. Tapi password dengan 15 karakter merupakan pilihan yang paling baik untuk kombinasi password Anda.

Img : Pixabay

Kapital, huruf kecil, angka dan karakter spesial
Sertakan karakter spesial seperti misalnya “@#$%^& dalam password Anda. Letak karakter special ini bisa diatur antara didepan, ditengah-tengah rangkaian password, maupun diakhir kombinasi password. Penggunaan karakter spesial ini bisa juga digunakan untuk lebih dari satu karakter, namun bisa juga lebih.

Mulailah dari hal yang
disukai, namun tidak diketahui orang lain
Diantara lima tips di atas, Anda mungkin akan kebingungan bagaimana mengaplikasikan langkah tips-tips tersebut karena terlalu banyak kombinasi yang harus dipikirkan. Untuk menyederhanakannya, hal termudah yang dapat dilakukan pertama kali adalah dengan mengetahui kesukaan Anda namun jangan pernah dipublikasikan kepada orang lain. Hal ini penting sebagai awal ide membuat password. Jangan pernah publikasikan hal tersebut, karena bisa membuka akses kepada orang lain terhadap akun Anda.

Gunakan singkatan sebagai pengingat
Setelah tahu apa hal yang disukai, hal kedua yang dapat dilakukan adalah menggunakan singkatan dari kata-kata yang telah Anda temukan sebelumnya. Tentunya jangan menggunakan kata umum, kata yang ada di kamus, serta kata-kata yang bersifat personal. Di tips nomor enam, misal Anda adalah seorang penggemar serial Game of Thrones, maka Anda bisa membuat kalimat “John Snow Is Truly King In Westeros And Tiryon As The Hand Of King”. Anda dapat menyingkatnya menjadi “jsitkiwatathok”, lalu tambahkan huruf kapital di awal kalimat menjadi “Jsitkiwatathok”. Anda juga dapat menambahkan angka dan huruf spesial. Misal Anda paling suka season 6 episode 8, maka Anda dapat merubahnya menjadi “Jsitkiwatathok68”. Terakhir, tambahkan spesial karakter untuk menambah keamanan password. Sebagai contoh, Anda dapat menambahkan spesial karakter berupa tanda seseorang yang sedang tersenyum, maka bisa menggunakan ^_^ sehingga password akhir nantinya akan menjadi “Jsitkiwatathok68^_^”. Bagaimana, cukup mudah bukan?

Gunakan aplikasi password manager
Penggunaan aplikasi password manager merupakan cara pintas termudah yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat kombinasi password. Dengan menggunakan password manager, Anda dapat membuat kumpulan password tanpa harus mengingat semua kombinasi password tersebut. Banyak aplikasi password manager yang gratis namun juga banyak yang berbayar. Gunakan sesuai kebutuhan yang Anda perlukan.

Percayakan kebutuhan digital Anda pada provider terpercaya
Meski telah menggunakan password yang kuat, bagi Anda yang menggunakan dan emmanfaatkan internet sebagai kebutuhan bisnis, tentunya harus memastikan telah memilih provider atau third party yang tepat. Wowrack yang telah bersertifikasi ISO27001 dan berstandar internasional dalam bidang manajemen keamanan informasi dan data, dapat menjadi mitra yang tepat untuk mengakomodir dunia digital bisnis dan perusahaan Anda.







Tuesday, July 10, 2018

Perangi Cyber Crime melalui Edukasi Masyarakat



Saat ini kejahatan di dunia maya atau cyber crime menjadi tren yang marak di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Semakin meningkat dan pesatnya teknologi digital dapat  membawa dampak positif bagi berbagai lapisan kehidupan masyarakat. Efek negatif dari penggunaan teknologipun menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Konsekuensi berupa cyber crime atau kejahatan di dunia maya pun seakan menjadi permasalahan yang terus mengikuti dibelakang perkembangan teknologi itu sendiri.

Tingginya angka cyber crime di Indonesia dapat dilihat berdasarkan data dari laporan State of The Internet tahun 2013 yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara dengan urutan kedua dalam kasus cyber crime di dunia, dengan angka mencapai 36,6 juta serangan. Sejak tahun 2012 sampai dengan April 2015, sub unit cyber crime Kepolisian Indonesia juga telah menangkap 497 orang tersangka kasus kejahatan di dunia maya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 389 orang di antaranya merupakan warga negara asing, dan 108 orang merupakan warga negara Indonesia. Berdasarkan data tersebut yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup signifikan, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan situasi gawat cyber crime dan hal ini bukanlah permasalahan yang dapat diabaikan begitu saja.

Pemerintah melalui pihak Kepolisian Indonesia, Kominfo, serta pihak-pihak yang terkait, telah melakukan usaha pemberantasan kasus-kasus cyber crime di Indonesia hingga tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat umum. Langkah –langkah ini tentu tidak akan berjalan efektif jika tidak didukung oleh stakeholder lainnya seperti masyarakat. Namun, angka cyber crime yang tinggi bukanlah hal yang perlu ditakuti dan lantas membuat kita takut menggunakan teknologi digital. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dan tentunya akan diulas secara mendalam dalam artikel ini.

Definisi Cyber Crime
Img : Stocksnap

Cyber crime adalah sebuah istilah yang mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan menggunakan  komputer atau jaringan komputer sebagai alat, atau sebagai sasaran serta lokasi terjadinya kejahatan. Meskipun kejahatan dunia maya atau cyber crime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan menggunakan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional dimana komputer atau  jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi seperti bullying, pornografi, serta penculikan yang menggunakan teknologi digital dalam melakukan aksinya. Jadi cyber crime bukan hanya tentang retas-meretas atau kebocoran data, namun lebih luas dari itu.


Permasalahan Cyber Crime di Indonesia
Img : Stocksnap

Permasalahan cyber crime di Indonesia telah menjadi fokus utama sejak beberapa tahun terakhir karena maraknya kejahatan di dunia maya ini. Beberapa permasalahan cyber crime tersebut antara lain :
  • Pencurian dan penggunaan account internet milik orang lain. Berbeda dengan kasus pencurian yang melibatkan hal fisik, dalam kasus kehilangan di cyber crime melibatkan pihak lain (hacker) yang mencuri informasi dari akun orang lain dan menyalahgunakannya tanpa sepengetahuan dan seizin pemilik account yang asli.
  • Membajak situs web. Masih ingatkah Anda dengan pembajakan situs salah satu provider di Indonesia yang viral karena ulah seorang hacker dengan mempublish tulisan bernada protes kepada pihak provider karena terlalu mahal? Nah, salah satu kegiatan cyber crime pembajakan website adalah dengan mengubah tampilan beranda suatu website sesuai dengan yang peretas inginkan.
  • Probing dan port scanning atau pengintaian. Seorang hacker sebelum melakukan pembajakan atau pencurian data sebuah website biasanya melakukan pengintaian terlebih dahulu. Hal yang dilakukan termasuk diantaranya adalah mengidentifikasi server yang digunakan hingga sistem keamanan yang digunakan. Analoginya seperti ini, ketika seseorang telah menargetkan pencurian suatu rumah mewah. Maka mereka akan melakukan pengintaian kepada rumah tersebut, melihat kebiasaan pemilik rumah hingga mengidentifikasi merk pintu dan jendela untuk memudahkan pencurian mereka nanti. Hal seperti ini juga sudah menjadi bagian dari cyber crime karena sifatnya mengganggu kenyamanan orang lain.
  • Virus. Cyber crime ini merupakan hal yang paling sering kita jumpai atau dengar. Virus menyebar layaknya penyakit pada tubuh seseorang, sifatnya yang ingin menguasai suatu perangkat membuatnya memiliki efek negatif pada perangkat tersebut, mulai dari menjadikan perangkat lambat, menginfeksi file penting hingga mendatangkan virus lain jika terhubung dengan internet.
  • Denial of Service (DoS) dan Distributed DoS (DDos) attack. Cyber crime jenis ini bertujuan untuk melumpuhkan target. Cyber crime ini tidak bertujuan untuk memalsukan data, atau mengambil informasi namun hanya membuat website tersebut tidak bisa diakses atau lumpuh. Cyber crime jenis ini banyak terjadi dan ditemukan dalam perusahaan yang bergerak di industri atau bidang finansial/keuangan.


Upaya Mengatasi Cyber Crime
Img : Stocksnap

Tindakan cyber crime yang tidak sedikit memakan korban, pada akhirnya akan mendorong banyak pihak untuk berupaya mengatasinya baik dari segi regulator yakni pemerintah, maupun stakeholder lainnya seperti swasta, maupun masyarakat itu sendiri. Adapun beberapa hal yang bisa mendorong pencegahan tindakan cyber crime adalah sebagai berikut :

  • Educate User. Melakukan edukasi kepada masyarakat pelaku IT untuk lebih waspada terhadap cyber crime.
  • Use Hacker Perspective. Pentingnya menggunakan perspektif peretas agar kita mengetahui tindakan yang perlu dilakukan untuk mengamankan sistem.
  • Perkuat keamanan sistem dan patuhi aturan yang berlaku. Anda bisa menggunakan security pihak ketiga agar memperkuat sistem dan patuhi aturan dari pemerintah sehingga keamanan sistem juga dapat lebih terjamin.

Upaya Pemerintah Indonesia
Img : Stocksnap
Permasalahan cyber crime yang kompleks harus ditangani secara sistematis dan terstruktur yang melibatkan peran pemerintah dalam penyelenggara negara sekaligus regulator yang berhak atas keamanan negara. Indonesia yang menempati urutan teratas dalam cyber crime di dunia telah melakukan berbagai upaya pencegahan hingga penanggulangan cyber crime, diantaranya :
  • Undang-Undang ITE. Sebagai pendekatan hukum terhadap keamanan cyber, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk mencegah terjadinya cyber crime, namun UU ini masih harus dievaluasi kembali karena banyak pasal yang kurang relevan.
  • Pemblokiran. Upaya ini dilakukan pemerintah untuk melindungi anak-anak atau remaja Indonesia terpapar konten negatif seperti situs porno dan berita hoax. Pemerintah dapat menggunakan sistem penyaringan seperti Trust Positif, DNS Nawala dan Sistem Whitelist Nusantara yang menyediakan rekomendasi situs-situs positif.
  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Pada tahun 2017 kemarin pemerintah membentuk sebuah badan untuk mencegah terjadinya cyber crime yang memiliki 8 fungsi. Diantaranya terkait dengan identifikasi, deteksi, proteksi dan penanggulangan e-commerce, persandian, diplomasi cyber, pusat manajemen cyber crime, pemulihan penanggulangan kerentanan, insiden dan/atau serangan cyber.
  • Fokus SDM. Pemerintah menyelenggarakan berbagai program yang fokus kepada pembenahan SDM yang terlatih seperti pelatihan agen perubahan informatika (internet CAKAP dan Relawan TIK) serta penyelenggaraan kompetisi yang berbasis teknologi.

Edukasi Masyarakat untuk Melawan Cyber Crime
Img : Stocksnap

Dalam menangani cyber crime, tidak hanya dilakukan melalui pendekatan teknologi, upaya pemblokiran atau sekedar membentuk Undang-Undang. Namun, pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan unsur penting dalam mengatasi cyber crime ini. Upaya edukasi terhadap masyarakat saat ini telah dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta, diantaranya adalah :
  • Meningkatkan kesadaran dan perhatian orang tua terhadap pengawasan anak. Upaya pencegahan ini dilakukan dengan cara orang tua harus mengetahui bentuk proses digital dan dengan berkomunikasi lebih intens lagi kepada anak, dibanding dengan membiarkannya menjelajahi internet yang tidak memiliki sekat ruang dan waktu. Upaya pemblokiran situs-situs dewasa oleh Pemerintah juga harus didukung oleh orang tua sebagai fasilitator pertama anak.
  • Kepolisian Republik Indonesia juga telah meluncurkan program pengamanan anak di dunia maya (save children on the internet) guna mencegah anak terpapar konten-konten negatif yang ada di Internet.
  • Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang baru saja dibentuk bisa menjadi bahan sosialisasi kepada masyarakat dalam penanggulangan cyber crime dan badan aduan masyarakat terkait serangan-serangan malware.
  • Pendekatan sosiokultural dan sosialisasi masyarakat melalui seminar, pelatihan dan kompetisi. Beberapa pelatihan yang telah diadakan dan akan terus diadakan adalah pelatihan agen perubahan informatika (internet CAKAP dan Relawan TIK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bidang networking dan melakukan pelatihan-pelatihan ke sekolah dan universitas-universitas untuk mensosialisasikan materi mulai dari jaringan, mikrotik, hingga pemanfaatan internet sehat.
  • Pembuatan video animasi digital hero Indonesia (Digiro) sebagai bentuk sosialisasi pemerintah bagaimana memanfaatkan internet dengan baik dan benar.
  • Melalui penyelenggaraan berbagai kompetisi seperti INAICTA, AICTA, Duta Internet CAKAP, dan Kartini Next Generation. Kompetisi ini diselenggarakan untuk sebagai ajang pembelajaran yang selain dapat mengakomodir bakat masyarakat terhadap dunia digital, juga sebagai ajang untuk pembelajaran terhadap pencegahan tindakan cyber crime.

Cyber crime tidak bisa dipungkiri akan selalu ada karena perkembangan teknologi yang pesat, dan diikuti oleh pola hidup masyarakat yang saat ini telah bergeser menjadi sebuah ketergantungan dalam menggunakan teknologi di kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, melakukan tindakan preventif terhadap kejahatan cyber crime sedini mungkin dapat memperkecil masalah serangan cyber crime, sehingga keamanan dalam berteknologi dapat dicapai semua kalangan dan lapisan masyarakat.



Tuesday, November 28, 2017

Backup, Restore, dan Recovery Data


Kebutuhan backup bagi masyarakat modern di era digital ini telah menjadi kebutuhan yang utama. Saat ini bukan hanya praktisi di bidang teknologi informasi saja yang telah menggunakan teknologi-teknologi berbasis komputasi. Melainkan telah banyak masyarakat umum, individu, dan organisasi-organisasi lainnya yang telah mengerti dan memahami pentingnya menggunakan teknologi backup berbasis cloud untuk mengamankan sebuah data. Backup berfungsi untuk mengamankan data, artinya backup dapat difungsikan sebagai cara untuk melakukan restore data apabila sewaktu-waktu data rusak, hilang, terkena virus, atau hilang.

Masyarakat modern adalah masyarakat yang ‘sibuk’. Semua pekerjaan bisa saja terjadi selama 24 jam tanpa henti. Dan tentu juga dapat terjadi pada saat weekend atau hari libur lainnya. Semua hal dan pekerjaan yang dilakukan selalu membutuhkan jaringan dan koneksi internet. Maka dari itu, kebutuhan apapun termasuk data, akan lebih baik, lebih efisien, dan lebih cepat aksesnya jika menggunakan akses internet. Bagaimana cara memperoleh data dari cloud system? Tentu saja melalui penyimpanan seperti Google Drive, Microsoft One Drive, atau Dropbox jika Anda ingin sesuatu yang free. Namun tentunya selalu ada batasan tertentu untuk segala hal yang gratis, seperti misalnya terbatasnya storage yang diberikan kepada free user, serta limit fitur-fitur lain yang dimiliki oleh platform tersebut.

Pada kenyataannnya, kebutuhan akan backup tidak dapat dipungkiri lagi bagi segala jenis lapisan masyarakat. Mulai dari bidang pekerjaan dan perkantoran, hingga bidang pendidikan dan entertainment semua memiliki kebutuhan akses data yang cepat, mudah / simple dan efisien. Selain berfungsi sebagai cadangan data, backup juga dapat berfungsi sebagai sistem untuk melakukan restore data. Untuk memahami hal ini lebih lanjut, mari kita simak penjelasan lebih lanjut dalam pembahasan artikel berikut ini.


Pengertian Backup
Untuk memahami tentang manfaat dan fungsi backup secara keseluruhan, serta bagaimana cara backup dapat membantu Anda, maka akan lebih baik apabila memahami terlebih dahulu tentang pengertian dari backup itu sendiri. Backup adalah sebuah proses menduplikasi atau mengcopy data-data dari satu perangkat atau media penyimpanan ke media, perangkat atau sistem lain secara offline maupun online untuk mengamankan data dengan cara menyalin data, agar ketika salah satu media penyimpanan rusak, hilang, atau terkena vidrus, data-data penting yang dimiliki tidak ikut hilang, tidak rusak, serta kapanpun dan dimanapun tetap dapat diakses dengan mudah.

Backup memiliki fungsi utama dan beberapa fungsi lainnya. Fungsi backup data adalah menyelamatkan data-data dari resiko kerusakan, data yang hilang atau tidak dapat diakses kembali. Data yang tersimpan di tidak hanya satu media penyimpanan akan memberikan rasa aman karena data tersimpan dengan benar. Backup juga dapat difungsikan sebagai disaster recovery plan, yaitu untuk restore data. Pada dasarnya backup bertujuan untuk mengembalikan data-data yang hilang, rusak, corrupt, maupun terkena virus. Anda tidak akan pernah tahu hal-hal apa yang mungkin dapat terjadi pada media penyimpanan Anda, maka akan lebih baik apabila memiliki tidak hanya satu media penyimpanan data. Sehingga ketika sewaktu-waktu data utama hilang, Anda masih dapat mengembalikan data-data secara penuh tanpa adanya kerusakan maupun kehilangan.


Pengertian Restore
Img : Pixabay

Restore berasal dari Bahasa Inggris yang artinya mengembalikan. Sesuai dengan artinya, restore adalah proses mengembalikan kembali sebuah data atau file ketempat semula. Jadi misalnya data Anda terhapus secara tidak sengaja, maka Anda masih dapat mencari file data tersebut dalam recycle bin komputer untuk kemudian dikembalikan ketempat lokasi semula file itu berada, di suatu folder tertentu. Hal ini juga berlaku untuk sistem maupun aplikasi yang telah terinstall. Lantas bagaimana jika data yang terhapus tersebut sudah tidak berada dalam recycle bin padahal data tersebut sangat penting, masih dibutuhkan dan tidak sengaja terhapus? Tentu saja solusi terbaik adalah memiliki backup data di suatu media penyimpanan lainnya.


Fungsi Restore Data
Seperti prinsip backup, restore bersifat untuk mengembalikan data, file, maupun system dalam keadaan semula. Ada dua jenis restore data, yang pertama adalah system restore dan yang kedua adalah system image backup. System storage data dilakukan untuk melakukan pengembalian pengaturan software dan sistem aplikasi yang telah terinstall didalam sistem komputer tanpa mempengaruhi data-data personal yang ada didalamnya. Jadi jika ingin melakukan pengembalian konfigurasi program-program yang telah terhapus menjadi seperti sedia kala, dapat melakukan system restore. Sedangkan system image backup dilakukan untuk mengembalikan seluruh system aplikasi beserta file-file personal berupa data dan media lainnya. Jadi tipe restore ini lebih menyeluruh karena dapat mencakup restore data beserta sistemnya seperti sedia kala.

Fungsi restore seperti ini tentu saja untuk mengembalikan data-data maupun sistem kedalam kedalam keadaan awal sebelum terjadi reset maupun kerusakan program. Maka dari itu, apa perbedaan backup dan restore?  Secara prinsip, restore memang hampir sama dengan backup yang memiliki tujuan untuk menyelamatkan data. Bedanya, jika backup ini cara kerjanya dengan cara menduplikasi data, sedangkan restore yang bertugas mengembalikan data maupun sistem sama seperti pada keadaan awalnya.


Pengertian Backup Restore dan Recovery
Img : Stocksnap



Backup dan restore adalah hal yang saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Backup memang memiliki arti dan fungsi yang hampir mirip dengan restore yaitu menyelamatkan data-data. Untuk membuat sebuah disaster recovery yang tepat, memang harus mempertimbangkan untuk membuat disaster recovery plan yang baik. Disaster recovery plan ini sebaiknya memang tidak hanya sekedar menyiapkan backup untuk membuat cadangan data. Namun juga dalam waktu bersamaan juga menyiapkan sistem dan aplikasi yang memungkinkan untuk melakukan restore data. Tujuannya adalah agar apabila ada kemungkinan restore kurang berhasil dilakukan, yaitu dalam artian restore kurang berhasil 100% karena mungkin masih ada beberapa data-data yang ingin dikembalikan kedalam sistem dan storage namun masih ada yang kurang lengkap, maka backup dapat mengatasi masalah tersebut dengan cara menyediakan data-data yang kurang atau hilang tersebut. Maka dari itu sangat penting untuk melakukan backup secara berkala dan rutin. Yaitu tergantung atas seberapa sering data-data yang dimiliki terupdate atau diperbaharui. Semakin sering data terupdate, maka Anda juga harus melakukan interval backup yang sama dengan frekuensi update data tersebut. Dengan memiliki backup data yang terbaru, maka jika terjadi kesalahan dalam restore, data-data Anda akan tetap update dan terbaru. Satu hal yang penting adalah dengan membackup data-data dan file sebelum data-data tersebut terkena serangan dan infeksi virus. Karena data-data yang telah terinfeksi oleh virus akan ikut terbackup dan backup tersebut akan menjadi sia-sia karena pada saat Anda mengakses atau mengambil data tersebut dari media penyimpanan backup, data sudah dalam keadaan terinfeksi virus dan bukan tidak mungkin juga bisa mengakibatkan kerusakan perangkat gadget, sistem komputer, serta peralatan komputer yang digunakan.


Perbedaan Backup Restore dengan Recovery
Jika backup dan restore berfungsi untuk mengembalikan data-data dan sistem seperti keadaan awal, fungsi recovery adalah untuk memulihkan keadaan suatu sistem dalam berbagai kasus tertentu. Biasanya suatu sistem menjadi rusak atau error dapat disebabkan melalui faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal misalnya karena kelalaian manusia / human error, kerusakan hardware, maupun kurangnya maintenance dan perawatan. Sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kerusakan sistem dapat terjadi karena sistem terkena virus. Maka bagaimana caranya sistem tersebut harus terbebas dan bersih dari infeksi virus tersebut agar sistem kembali dapat beroperasi seperti keadaan semula dan dapat difungsikan dengan baik dan maksimal. Biasanya anti virus digunakan untuk mencegah datangnya serangan virus, atau bisa juga untuk meminimalisir dampak serangan virus terhadap software maunpun hardware. Namun apa yang terjadi jika virus sudah terlanjur masuk kedalam sistem? Tentu ada beberapa program yang digunakan untuk ‘mengusir’ atau ‘mematikan’ virus tersebut. Namun jika upaya tersebut masih juga belum berhasil, apa yang bisa dilakukan? Biasanya hal yang dilakukan adalah dengan cara mereset atau mengulang kembali sistem. Cara ini merupakan salah satu langkah recovery untuk mengembalikan sistem kedalam keadaan awal sebelum rusak atau error, serta menghapus virus yang ada didalam sistem tersebut.


Backup, Restore, dan Recovery Data di Masa Mendatang
Img : Pixabay

Ada yang dicari masyarakat digital di era mendatang? Dalam ranah keamanan data, tentu saja proses backup yang lebih cepat, perlindungan yang lebih baik untuk alat-alat virtual, serta solusi pengarsipan / identifikasi untuk membantu mempermudah mengidentifikasi serta menemukan data secara lebih cepat untuk melakukan backup dan keamanan data. Selain itu kepentingan dan kebutuhan untuk melakukan recovery data akan tetap diperlukan di masa mendatang, bahkan justru akan semakin tinggi. Mengapa? Karena ancaman berbagai virus dan Ransomware yang juga selalu mengalami perubahan dan kemajuan juga akan semakin mengkhawatirkan. Ransomware dapat menyerang berbagai macam bidang kehidupan, mulai dari perkantoran, gadget dan smartphone, smartcar, rumah sakit, hingga sekolah-sekolah. Maka dari itu kebutuhan melindungi data dan sistem juga akan semakin tinggi. Dan backup adalah salah satu base perlindungan paling dasar yang wajib dimiliki oleh semua individu dalam masyarakat digital mendatang.