Thursday, August 30, 2018

Sumber Informasi dan Cara Belajar Cloud Computing yang Tepat




Dunia semakin terkoneksi dengan segala kemudahannya melalui perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Cloud computing sendiri sebagai salah satu terobosan teknologi informasi saat ini, mampu memberikan berbagai layanan dan kemudahan serta manfaat bagi berbagai kebutuhan para pelaku industri IT. Dalam pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari, bahkan masyarakat awam pun juga tanpa sadar telah menggunakan dan memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi cloud computing. Masyarakat memanfaatkan teknologi cloud computing untuk bekerja, menyimpan dokumen, melakukan kolaborasi dokumen, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, teknologi cloud computing telah banyak membantu aktivitas masyarakat sehari –hari. Masyarakat biasanya memanfaatkan teknologi cloud computing sebagai media penyimpanan data virtual melalui Google Drive, Drop Box, dan lain sebagainya. Kemudahan lainnya yang belum banyak digunakan oleh banyak orang namun sudah mulai dimanfaatkan, adalah pemanfaatan cloud computing untuk membuat desain, pengelolaan data karyawan, supply chain management sebuah perusahaan manufaktur dan berbagai kemudahan lainnya.

Cloud computing didesain untuk mendigitalisasi sekaligus mengintegrasikan berbagai elemen teknologi agar lebih mudah dioperasikan dibandingkan dengan cara tradisional sebelumnya. Sebuah perusahaan sendiri wajib mengadopsi teknologi cloud computing jika ingin melebarkan skala pemasaran perusahaannya baik dari tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional. Mengadopsi sistem cloud computing ini bukanlah suatu pilihan, melainkan kewajiban bagi sebuah perusahaan. Karena saat ini dan di masa mendatang, sistem cloud computing diprediksi akan terus berkembang. Mengingat trend yang terjadi saat ini saja, kemudahan sistem cloud computing dan aspek-aspek pendukungnya tetap akan terus diminati oleh sebagian besar orang. Untuk itu, mempelajari teknologi cloud computing merupakan hal yang sangat bijak untuk dilakukan sedini mungkin, mengingat alasan-alasan yang telah dikemukakan sebelumnya.


Sesuaikan dengan Kebutuhan
Img : Stocksnap

Hal mendasar sebelum mempelajari cloud computing adalah bertanya kepada diri sendiri tentang kebutuhan mempelajari cloud computing itu sendiri. Hal ini dapat dimulai dengan menentukan tujuan Anda. Tujuan ini bisa bermacam-macam, misalnya saja karena Anda ingin menjadi seorang engineer di bidang IT, atau mungkin  menjadi  penulis di perusahaan IT yang memiliki produk cloud computing, dan lain sebagainya.  Hal tersebut penting diketahui untuk memudahkan bagaimana alur belajar cloud computing sesuai dengan yang diperlukan.

Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, tentukan apakah Anda merupakan seorang beginner, intermediate, atau seorang yang sudah berada pada level advanced di bidang IT. Seorang beginner tentu belum banyak memiliki pengetahuan tentang ilmu dan teknologi cloud computing. Namun seseorang yang berada pada level advance, mungkin memerlukan pengakuan yang lebih dengan mendapatkan sertifikasi sebagai bukti keterampilannya, dibandingkan dengan dianggap hanya mengetahui hal-hal yang bersifat mendasar tentang cloud computing.

Seorang beginner dapat didefinisikan sebagai seseorang yang belum pernah mengikuti pendidikan atau sumber pendidikan lain yang berhubungan dengan teknologi Informasi sesuai dengan konsentrasi yang diinginkannya. Dalam dunia kerja, beginner biasanya merupakan lulusan jurusan non IT yang hanya memiliki pengetahuan terbatas terkait ilmu-ilmu IT untuk kehidupan sehari-hari. Kebutuhan mempelajari cloud computing ini biasanya didasari atas keinginan untuk meningkatkan karir, karena sebuah perusahaan mengharuskan kartawannya untuk menjadi tenaga kerja expert yangbekerja di bidang IT. Sedangkan klasifikasi untuk intermediate, biasanya orang yang berada pada level ini, telah mengetahui dasar dari cloud computing secara teoritik, namun  masih belum mengetahui bagaimana aplikasinya dikarenakan belum berpengalaman secara langsung menggunakan sebuah layanan cloud computing.

Sumber Belajar untuk Pemula
Img : Stocksnap

Bagi seorang pemula, banyak sumber yang bisa digunakan untuk belajar baik secara secara mandiri maupun belajar melalui coaching dari orang lain. Hal yang paling direkomendasikan untuk belajar cloud computing tentu adalah dengan bantuan orang yang lebih ahli di bidang cloud computing. Karena akan dapat membantu belajar dan memahami dengan lebih cepat. Namun, belajar mandiri juga bukanlah pilihan yang buruk. Berikut beberapa sumber yang bisa Anda gunakan untuk belajar cloud computing secara mandiri :

  • Belajar melalui buku
Untuk memahami fondasi dari cloud computing, Anda harus banyak-banyak membaca buku-buku tentang ilmu IT, khususnya tentang cloud computing. Mulai dari buku-buku dengan level beginner yang mudah dipahami mengenai cloud computing maupun ilmu dasar IT, hingga buku dengan ilmu yang lebih expert dan kompleks. Buku-buku tersebut dapat membantu Anda untuk memahami bagaimana cloud computing bekerja serta jenis-jenis dari cloud computing. Beberapa buku yang direkomendasikan antara lain : Cloud Service For Dummies dari IBM, Adobe Creative Cloud All-in-One For Dummies atau buku - buku lain tentang pengenalan cloud computing lainnya.

  • Website
Selain buku, beberapa situs website juga dapat membantu dalam memahami apa itu cloud computing. Anda bisa mendaftarkan akun pada website-website kursus seperti coursera, quera.com, guru99.com, acloud.guru, dan masih banyak yang lainnya. Memang ada banyak pilihan website tentang cloud computing yang  bisa dipilih untuk menambah pengetahuan tentang ilmu cloud computing. Langkah yang bisa diterapkan adalah membuat akun pada website kemudian mengikuti petunjuk demo atau “getting started”. Mengikuti tur singkat tentang petunjuuk kursus online yang ada, akan sangat membantu memahami pola pembelajaran yang digunakan.

  • Bertanya kepada expert
Terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa dimengerti secara teknis dan membutuhkan penjelasan lebih mendalam tentang cloud computing. Karena pada dasarnya hal-hal kecil yang bersifat teknis bersifat sangat fundamental namun dapat menentukan pola pikir yang terbentuk dari ilmu cloud computing yang dipelajari. Selain itu, tingkat pemahaman seseorang dalam mempelajari berbagai hal tentunya juga berbeda-beda. Pilihan yang dapat dilakukan adalah bertanya kepada penggiat atau seorang yang memang expert di bidang teknologi informasi, dan cloud computing khususnya. Anda bisa melakukan diskusi dengan mentor tersebut terkait hal-hal yang belum jelas dimengerti dalam mempelajari cloud computing.

Bagaimana Cara Belajar Cloud Computing?
Img : Stocksnap

Setelah mempelajari dasar-dasar ilmu cloud computing, beberapa orang justru tidak tahu harus melanjutkan ke tahapan apa. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk tetap stay in line dalam belajar cloud computing.

  • Tetapkan tujuan dengan lebih jelas
Menetapkan tujuan membuat Anda dapat lebih termotivasi dalam belajar cloud computing. Setelah sebelumnya menentukan tujuan, tahapan selanjutnya adalah membagi-bagi tujuan tersebut supaya terklasifikasi dengan lebih spesifik lagi. Sebagai contoh, misalnya Anda adalah seorang developer di sebuah perusahaan IT, maka fondasi pemahaman Anda tentang IT tentunya sudah sangat jelas. Anda dapat menggunakan platform penyedia cloud computing seperti Amazon Web Service, Microsoft Azure dan lain sebagainya. Terlebih dulu, tentukan ketertarikan Anda. Misalnya Anda tertarik pada layanan pengembangan dari Amazon Web Service, maka Anda dapat mendafarkan akun pada website tersebut.

  • Mulai dengan hal yang disukai
Seperti mempelajari hal-hal lainnya, belajar cloud computing tentunya harus dimulai dengan suatu hal yang paling disukai. Lagkah yang bisa dilakukan adalah menemukan ketertarikan Anda terlebih dahulu. Sebelum mulai mengerjakan sebuah proyek, sebaiknya temukan ketertarikan melalui membaca banyak sumber dan literatur, kemudian memahami fondasi ilmu cloud computing.

  • Buat proyek yang menarik
Belajar sembari mengimplementasikan membuat Anda jauh lebih mudah dalam memahami tentang apa yang tengah dipelajari. Anda dapat membuat proyek baik skala kecil atau besar, seperti misalnya aplikasi peminjaman buku di perpustakaan atau mungkin aplikasi dalam mengatur keuangan pribadi. Seberapa besar proyek yang dibuat bukanlah suatu masalah, namun yang terpenting adalah bagaimana dan seberapa besar keterlibatan aktif Anda dalam mengerjakan proyek tersebut.

  • Klasifikasikan tugas menjadi beberapa bagian
Pada poin nomor tiga, Anda telah menentukan proyek apa yang akan dibuat untuk mengimplementasikan pemahaman terkait belajar ilmu cloud computing. Proyek besar atau kecil terkadang dapat membuat kewalahan berbagai faktor. Salah satunya adalah karena Anda belum memecah tugas-tugas tersebut menjadi bagian yang lebih kecil. Dengan memecah tugas menjadi lebih kecil, Anda dapat membuat to-do list kemudian mencentang tugas yang telah selesai dilakukan. Siapa sangka poin kecil dapat menaikkan motivasi Anda dalam belajar dan bekerja.

Img : Stocksnap

Mengetahui tujuan Anda dalam mempelajari cloud computing sangat penting untuk menjaga semangat dalam belajar. Tujuan dapat membuat Anda tidak lengah atau menyerah dalam memperjuangkan keinginan Anda. Menentukan tujuan memang tidak mudah, namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Dalam hal belajar ilmu cloud computing, Anda dapat melakukan berbagai amcam research dari berbagai sumber untuk memperkaya ilmu pengetahuan Anda. Mulailah dari hal terkecil, yaitu membaca. Membaca banyak sumber dan literatur akan menuntun Anda menemukan passion yang Anda miliki. Belajar cloud computing bisa dieproleh dari berbagai sumber, misalnya saja melalui buku, online video, blog atau training dan workshop yang banyak diselenggarakan. Banyaknya sumber literatur ini akan sangat membantu Anda dalam memahami ilmu cloud computing.





Thursday, January 5, 2017

Pemanfaatan e-Learning Sekolah Di Tengah Meningkatnya Layanan Digital

Pemanfaatan e-Learning Sekolah Di Tengah Meningkatnya Layanan Digital

Img: Efrontlearning
Surabaya (Wowrack) - Seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, kebutuhan akan konsep belajar mengajar yang berbasis teknologi pun menjadi kenyataan. Konsep e-learning pun saat ini sudah banyak yang diterapkan di sekolah maupun universitas. Salah satunya adalah ujian berbasis komputer yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

e-Learning ini sendiri memiliki banyak media untuk mengirimkannya diantaranya adalah melalui internet, intranet/extranet, interactive TV, satellite broadcast dan computer-based training (CBT). Namun, secara khusus, e-Learning ini didefinisikan sebagai pemanfaatan teknologi internet guna mendistribusikan materi pembelajaran. Dengan demikian, siswa dapat mengakses materi dimanapun ia berada.

Hal-hal untuk menunjang e-Learning ini adalah server sebagai media penyimpanan, database, akses, dan akun yang dimiliki oleh dosen dan siswa/mahasiswa. Biasanya, untuk website memiliki tempat berbeda antara dosen/guru dan mahasiswa/siswa. Tujuannya adalah untuk memudahkan bagi keduanya untuk mendapatkan/memberikan informasi pembelajaran.

Sebagai contoh siswa/mahasiswa hanya mampu melihat isi dari halaman depan website, sedangkan guru/dosen dapat mengubah/menambah/menghapus isi pada website melalui back-end.

Penggunaan e-Learning sebagai salah satu metode pembelajaran di sekolah/universitas akan memberikan biaya yang lebih murah. Terutama bagi para siswa/mahasiswa, mereka dapat belajar dimana pun tanpa harus membawa buku yang banyak. Karena ketika ingin belajar ia cukup membuka website e-Learning yang disediakan sekolah.

Masih ada manfaat-manfaat lain yang didapatkan dengan penerapan e-Learning ini. Jika Anda ingin menerapkannya, Anda dapat berkonsultasi dengan Wowrack Indonesia untuk menggunakan infrastruktur seperti domain dan server ataupun email. Tim Wowrack akan memberikan solusi yang tepat untuk e-Learning sekolah yang maksimal.

Tunggu apalagi hubungi kami di sales@wowrack.co.id, Anda juga dapat menghubungi kami melalui layanan telepon di 031 60002888.