Friday, December 14, 2018

Bagaimana Cloud Computing membantu Bisnis Retail anda


Retail adalah suatu aktivitas menjual barang atau jasa dari produsen (biasanya manufaktur atau bisa pihak pertama) kepada konsumen perorangan. Retail dibagi perkategori berdasarkan skalanya, retail berskala kecil seperti toko kelontongan di desa- desa atau sekitar tempat tinggal anda yang biasanya menjalankan bisnis retailnya di depan rumah. Retail skala menengah dapat dicontohkan seperti minimarket dan retail skala yang lebih besar dan menjual barang -barang lebih lengkap seperti supermarket yang berada di mall -mall besar. Bisnis retail bisa disebut juga sebagai distributor atas berbagai merk barang atau jasa yang dijual dari produsen ke konsumen. Dalam meningkatkan skala bisnis ritel yang mencakup distribusi dari pabrik ke retail dan dilanjutkan ke konsumen membutuhkan sistem yang baik dan terintegrasi sehingga bisnis dapat memasuki ke dalam pasar yang lebih luas dengan keuntungan yang lebih besar pula.

Dalam meningkatkan skala bisnis yang lebih besar, seorang pebisnis retail harus memiliki sistem yang terintegrasi terlebih dahulu agar segala sesuatunya lebih cepat, mudah dan fleksibel. Sistem yang terintegrasi ini memiliki tujuan untuk meyakinkan investor lokal dalam menginvestasikan uang mereka. Tujuan akhirnya yaitu membuka cabang bisnis retail tersebut di tempat lain. Sistem yang terintegrasi dari bisnis retail ini dapat mencakup harga yang kompetitif, pembukuan dan segala tentang marketing maupun promosi. Jadi, setelah mengetahui manfaat sistem yang terintegrasi, pertanyaan yang lebih lanjut adalah bagaimana membuat sistem terintegrasi tersebut? Sementara di waktu yang lain pebisnis retail dan investor membutuhkan hal-hal yang bersifat efisien dan efektif.

Perkembangan Retail konvensional dan e-Commerce
Tekanan perusahaan e Commerce dan retail di era digital saat ini adalah turut berevolusi dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju digitalisasi yang merupakan suatu keharusan. Revolusi 4.0 berupa digitalisasi segala lini jelas memaksa industri retail untuk mendigitalisasi bisnis mereka sambil memperkuat bisnis mereka di ranah offline. Bisnis retail tidak hanya sekedar membuat digitalisasi toko mereka, namun juga mengadopsi cloud computing bagi toko offline mereka. Sedangkan e commerce seperti tokopedia, blibli, bukalapak, JD.id yang berfokus pada penjualan online meningkat pesat secara pendapatan maupun skala pasar. Ekspansi pasar mereka yang diikuti dengan inovasi berupa digitalisasi membuat e commerce ini diterima cepat oleh pasar. Kemudahan, kepraktisan toko retail online ini dimulai dari memilih barang, memesan, membayar hingga menerima barang tidak lagi mengikuti kaidah -kaidah retail tradisional.

Namun, meskipun toko retail online menjelma sebagai fenomena baru dan disukai banyak orang, bukan berarti toko retail dengan konsep tradisional kehilangan pasarnya. Pasar bagi pengunjung yang ingin berbelanja secara langsung dan merasakan sensasi memilih di toko tersebut masih tetap diminati. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat masih percaya bahwa mereka harus menguji kualitas barang sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut. Maka dari itu, penggunaan cloud computing tidak hanya berfokus pada e commerce atau toko- toko online, namun juga penggunaannya bagi toko retail offline juga sangat dibutuhkan khususnya dalam mengintegrasikan sistem agar terpadu antar cabang retail. Hal -hal tersebut antara lain sistem harga yang sama antar cabang, menganalisis persaingan pasar, menganalisis perilaku konsumen hingga pembukuan keuangan retail dapat dilakukan oleh cloud computing bagi toko retail tradisional.



Manfaat penggunaan Cloud Computing untuk Bisnis Retail
Menyewa cloud computing untuk skala yang besar di perusahaan penyedia cloud seperti google akan mengeluarkan uang yang lebih banyak dibanding dengan kebutuhan bisnis retail anda. Dengan menghubungi perusahaan managed service seperti Wowrack akan memberikan solusi cloud sesuai kebutuhan anda. Layanan cloud untuk retail menyediakan solusi yang bisa disesuaikan namun tidak mengindahkan layanan keamanan dari cloud itu sendiri.
Berikut beberapa manfaat bisnis retail dalam mengadopsi penggunaan cloud computing 

Sistem IT yang fleksibel
Pelaku bisnis retail dapat mendapatkan keuntungan dari cloud yang dapat memfasilitasi aplikasi yang akan maupun sedang dibangun. Kemudahan ini akibat cloud computing tidak bergantung pada satu platform saja, sehingga lebih memudahkan developer dalam mengembangkan aplikasinya. Fleksibilitas dari cloud dapat melakukan dua hal bersamaan yang tidak bisa dilakukan oleh sistem IT tradisional yakni mengelola aplikasi sekaligus mempercepat inovasi retail anda. Untuk retail dengan skala besar, cloud menawarkan investasi yang menguntungkan karena akan lebih menghemat pengeluaran anda dalam hal infrastruktur sekaligus kerjasama dengan perusahaan lain yang lebih mudah.
Keamanan Bisnis

Keamanan dan privasi suatu bisnis adalah hal yang sangat penting bagi keseluruhan bisnis, khususnya retail. Namun faktanya, saat suatu perusahaan harus menerapkan infrastruktur IT, kita dihadapkan pada kondisi yang buruk seperti kejahatan siber, rantai pasokan, dan masih banyak lagi. Meskipun cloud memiliki fleksibilitas yang dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun, cloud computing dapat mengelola dan mengontrol semua orang yang mengakses sistem. Jadi, semua bisa termonitor dengan ketat. Bahkan setiap penyedia layanan cloud computing menyediakan otentikasi multi-faktor untuk meningkatkan sistem keamanan. Bagi pelanggan, tentu akan mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih baik namun tidak khawatir lagi tentang kehilangan privasi. 

Lebih Mudah dengan IoT (Internet of Thing)

Banyak merek retail yang telah terkenal dari seluruh dunia sangat memperhatikan Cloud computing karena disertai dengan kemampuan Internet of Thing yang sangat mumpuni . Penggunaan cloud computing memungkinkan perusahaan retail mengontrol apapun terkait perawatan dan juga pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan. IoT membantu retail untuk mengetahui lalu lintas input dan output dengan mengidentifikasi produk yang paling laris dan menganalisa trend yang berkaitan dengan perilaku konsumen. Stock Opname sebuah toko retail dapat dilakukan secara otomatis, jadi sistem dapat dijadwalkan secara otomatis dengan reliabilitas yang tinggi sehingga anda bisa tahu kapan harus membeli lagi. Di sisi yang lain, IoT dapat mengontrol produk -produk makanan sehingga bisa dipastikan bahwa produk -produk tersebut tidak ada yang busuk saat dipajang di rak toko anda.

Peningkatan Performa dan Uptime

Salah satu hal yang membuat pebisnis retail mengeluh adalah terkait dengan frekuensi downtime. Hal ini bisa terjadi akibat beberapa alasan, namun semua alasan tersebut yang jelas membutuhkan waktu untuk mendiagnosa dan memperbaiki. Lalu, apa yang terjadi ketika downtime? Konsumen anda akan mengeluh dan mendapatkan pengalaman negatif. Dari pengalaman negatif tersebut, akhirnya memunculkan ulasan negatif di media sosial. Sebelum ini terjadi, anda berharap downtime ini segera berakhir dengan cepat dan efisien. Perusahaan pelayanan cloud memperhatikan isu ini, sehingga mereka membangun kepercayaan konsumen dengan membuka customer care dengan 24 jam selama 7 hari sehingga anda dapat menghubungi mereka kapanpun. Saat anda menemukan masalah downtime atau performa menurun, anda akan dengan mudah menghubungi provider layanan cloud anda.

Pilih Cloud Provider Terpercaya

Akhirnya, banyak cloud provider yang menawarkan produk mereka. Sebelum anda memutuskan provider apa yang akan kamu pilih, anda harus mengetahui tentang tujuan dalam mengadopsi layanan cloud. Anda bisa mempertimbangkan tentang reputasi perusahaan yang akan anda pilih selama ini. Perusahaan -perusahaan yang telah terverifikasi oleh institusi seperti ISO. Sehingga anda tidak perlu khawatir tentang keamanan sebuah data anda. Wowrack telah terverifikasi ISO 27001 yang memprioritaskan keamanan data pelanggan. Hubungi sales kami atau call center kami yang dapat anda hubungi kapanpun.


Wednesday, July 18, 2018

Cloud Computing untuk Ekonomi Digital


Pada tahun 2020, Indonesia menargetkan menjadi salah satu pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini bukanlah sebuah target tanpa dasar, melihat potensi Indonesia dalam menjalankan Ekonomi Digital dewasa ini. Seperti dikutip dari laman kominfo.go.id, data analisis Ernst & Young menyebutkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 40 persen. Selain itu, terdapat sekitar 93,4 juta jumlah pengguna internet, serta 71 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki landasan yang cukup besar dalam menghadapi ekonomi digital. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapkah negara Indonesia menjadi pemain terbesar dalam ekonomi digital, mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang telah menjelma sebagai raksasa ekonomi digital dengan infrastuktur mereka?


Berbicara mengenai infrastruktur, bisnis ekonomi digital tidak hanya mengenai transaksi jual beli antara pembeli dan penjual. Namun, lebih dari itu, banyak aspek dari ekonomi digital yang menggandeng aspek lain seperti jasa pengiriman barang, infrastruktur jalan, logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, perusahaan-perusahaan penyedia server hingga penyimpanan awan /cloud computing, sehingga memudahkan proses ekonomi digital tersebut.



Definisi Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Sebelum berbicara mengenai 2 hal yang menjadi fokus pembahasan kita pada artikel kali ini yakni ekonomi digital dan cloud computing. Mari kita melihat definisi dari dua hal tersebut. Ekonomi digital merupakan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrument informasi, kapasitas informasi, serta pemrosesan informasi. Menurut Tapscott, komponen ekonomi digital yang bisa diidentifikasi pertama kali adalah industri TIK, aktivitas e-commerce, serta distribusi digital barang dan jasa. Ekonomi digital jika disederhanakan adalah sektor ekonomi yang meliputi barang-barang dan jasa-jasa saat pengembangan, produksi, penjualan atau suplainya bergantung pada teknologi digital.


Sedangkan cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet). Dimana terdapat beragam aplikasi maupun data, serta media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam, mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Salah satu keunggulan cloud computing adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing itu sendiri.



Dampak Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam perkembangannya, ekonomi digital sebagai sebuah salah satu revolusi industri, membawa dampak yang cukup signifikan bagi semua aspek industri di dunia. Dan perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


  • Dampak luas sebagai akibat digitalisasi yang merupakan revolusi industri keempat adalah mengubah beberapa pola bekerja beberapa orang. Contohnya, untuk menjadi supir taxi, harus mendaftar di perusahan taxi tersebut. Sedangkan akibat adanya ekonomi digital ini, mereka dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet dengan menjadi supir taxi online, serta lebih flexibel tanpa harus “ngantor” setiap hari.
  • Dampak selanjutnya dari ekonomi digital adalah dalam sektor perbankan atau finansial. Saat ini masyarakat lebih menyukai hal-hal praktis, termasuk dalam kebutuhan akan transaksi keuangan. Di era ekonomi digital saat ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di dalam hal financial, semakin banyak inovasi Financial Technology (Fintech).
  • Ekonomi digital mendorong terciptanya suatu market digital atau e-commerce yang bertujuan untuk memberikan sebuah wadah bagi pengusaha - pengusaha kecil atau sektor UMKM yang membutuhkan wadah dalam menjual produk-produk mereka.
  • Menumbuhkan perusahaan-perusahaan baru dalam era ekonomi digital ini. Banyak startup - startup berbasis teknologi bermunculan, akibatnya, mimpi Indonesia untuk memiliki banyak pengusaha dan menciptakan lapangan kerja dapat terealisasi dengan cara menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Meskipun banyak efisiensi dari tenaga pekerja, namun dengan ekonomi digital, pelaku usaha tidak hanya terfokus pada prinsip ekonomi lama yang fokus pada produksi dan jual beli namun lebih bersinergi dengan hal lain seperti ilmu pengetahunan, teknologi dan kreatifitas.



Infrastruktur Ekonomi Digital di Indonesia
Img : StockSnap

Tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi digital membutuhkan berbagai infrastruktur yang banyak dibanding sistem ekonomi sebelumnya atau konvensional. Penguatan infrastruktur tersebut perlu digunakan untuk memaksimalkan potensi yang bisa dicapai oleh ekonomi digital itu sendiri. Diantara kebutuhan-kebutuhan infrastruktur tersebut, inilah beberapa infrastruktur ekonomi digital yang ada di Indonesia :


  • Pasokan listrik, menurut kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih sebesar 977,69 Kwh atau masih di bawah sebagian negara ASEAN. Pasokan listrik ini penting sebagai modal utama dalam digitalisasi. Di negara-negara yang telah maju ekonomi digitalnya memiliki konsumsi listrik yang tinggi. Akses listrik yang belum merata inilah yang menjadi persoalan dalam menghadapi ekonomi digital.
  • Akses internet, seperti dikutip dari laman tirto.id, saat ini telah ada sebanyak 432 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah terkoneksi internet. Akan tetapi, hanya 222 kabupaten/kota yang sudah bisa menikmati jaringan 4G. Akses internet yang stabil dan merata adalah infrastruktur dasar yang harus dibangun untuk menciptakan sistem ekonomi digital yang baik.
  • Data center, kebutuhan akan penyimpanan data perusahaan baik level multinasional maupun startup, sangatlah penting untuk menunjang digitalisasi. Data center penting digunakan sebagai tempat penyimpanan data, server komputer dan jaringan internet. Didalam data center juga terdapat cloud computing atau komputasi awan yang sifatnya public dan dapat diakses oleh siapapun asalkan dengan fasilitas internet guna mengaksesnya. Belum banyak perusahaan yang menyediakan cloud computing di Indonesia meskipun angkanya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini menciptakan kondisi saat ini dimana perusahaan di Indonesia masih banyak menggunakan cloud di data center luar negeri sebesar 65%, sedangkan hanya 35% yang menggunakan cloud dalam negeri.


Manfaat Cloud Computing
Img : StockSnap

  • Server terpusat, layanan cloud computing memungkinkan penggunanya tidak perlu membangun data center sendiri. Perusahaan hanya menyewa layanan cloud dari provider pemberi layanan cloud dan dapat memanfaatkan keunggulan cloud tersebut sebagai data center perusahaan mereka.
  • Data aman, pastikan provider layanan yang dipilih aman serta telah tersertifikasi dari jaminan platform teknologi, dan juga jaminan ISO.
  • Jangkauan serta fleksibilitas yang luas. Teknologi ini menawarkan akses yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun serta bisa diakses oleh siapapun yang memiliki akses hanya dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan penggunaan cloud computing, membeli memori fisik tidak lagi diperlukan karena bisa disimpan virtual melalui cloud computing.
  • Investasi jangka panjang, sebagai teknologi yang baru. Cloud computing akan meminimalisir pembelian aset seperti harddisk untuk menyimpan data yang besar dari perusahaan, dengan melakukan investasi cloud computing, perusahaan dapat membuat data center yang terpusat, yang memungkinkan perusahaan tersebut berkembang lebih dari satu lokasi.



Penggunaan Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam kaitannya dengan pemerataan ekonomi dan untuk mendongkrak Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN, kebutuhan akan data center sangat dibutuhkan. Namun, pembuatan data center yang mahal belum bisa dijangkau perusahaan berskala UMKM / startup. Hal ini menyebabkan perkembangan data center berupa komputasi awan / cloud computing sangat diperlukan.

Mengutip dari Worldwide Semi Annual Public Cloud Services Spending Guide yang dipublikasikan International Data Corporation (IDC), belanja dunia untuk layanan public cloud diperkirakan akan mencapai 204 miliar poundsterling pada tahun 2021. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan ekonomi digital. Berikut beberapa hal positif yang bisa membuat cloud computing sebagai infrastruktur penting dalam ekonomi digital :


  • Memperluas jaringan. Sistem cloud memungkinkan penggunanya untuk terintegrasi dengan pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan untuk pengguna menggunakan tools analytic dalam menganalisa bisnis mereka.
  • Pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan infrastruktur cloud computing memungkinkan  pelaku bisnis memanfaatkan pola konsumsi masyarakat yang berubah menjadi digital dan menjual produknya lebih luas.
  • Real time / update. Cloud Computing menyimpan data  pengguna di internet, sehingga pengguna dalam hal ini pelaku bisnis bisa memanfaatkan penyimpanan ini untuk mengupdate produk-produknya lebih real time dan cepat.
  • Sistem keamanan data. Cloud Computing dapat menyimpan data pengguna di internet yang lebih aman karena sistem keamanannya yang terus diperbarui /real time sehingga tingkat keamanannya tinggi.
  • Backup Data. Pada penggunaan data IT konvensional, memungkinkan terserang virus atau malware yang menyebabkan data dari pelaku bisnis tersebut hilang. Dengan menggunakan cloud computing, data-data dasar bisa langsung terbackup. Selain itu hal ini bisa dimanfaatkan untuk analisis consumer behaviour yang sangat dibutuhkan dalam ekonomi digital.