Friday, January 19, 2018

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini?    


Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.







Friday, October 20, 2017

Pentingkah Firewall untuk Security System?


Melakukan suatu kegiatan dengan bantuan akses internet merupakan hal yang umum dilakukan oleh masyarakat digital dewasa ini. Berbagai kegiatan dan pekerjaan memang dapat dilakukan secara online dengan internet. Dalam kehidupan sehari-hari saja yang secara langsung dapat berimbas pada keseharian masyarakat ini beraneka ragam, mulai dari booking transportasi melalui aplikasi online untuk berangkat sekolah, kuliah, kerja, atau kemanapun tujuan orang tersebut. Dalam dunia kerja atau pendidikan yang membutuhkan share dokumen mungkin untuk keperluan meeting, presentasi, maupun kerja kelompok, sudah tersedia berbagai software dan aplikasi sharing doc seperti Dropbox, Google Drive, dan lain sebagainya. Bahkan sekarang para pakar teknologi sudah mengeluarkan inovasi berupa smartcar yang tentu terhubung dengan AI dan software-software lain yang tentunya membutuhkan jaringan internet untuk menjalankannya. Smartcar akan membantu pengemudi untuk melakukan pekerjaan lain selama di dalam mobil, karena smartcar yang akan menyelesaikan tugas mengemudi dengan aman. Bukan tidak mungkin dimasa depan semua hal dapat diubah kedalam bentuk digital dengan bantuan internet.

Lalu jika semua pekerjaan dan aktifitas manusia membutuhkan koneksi internet, bagaimana jika koneksi tersebut diserang oleh peretas? Tentu akan banyak sekali kerugian yang dialami oleh masyarakat digital. Memang bergantung hanya pada jaringan internet tentu akan semakin rentan dan mudah untuk diserang juga secara online. Maka dari itu, proteksi jaringan internet dan komputer memang perlu untuk dilakukan. Dan salah satu ‘penjaga’ pertama yang mampu menjadi perisai ini adalah Firewall.


Mengapa Firewall?
Img : Freepik

Hal pertama yang memang harus dilakukan ketika memiliki koneksi internal yang melibatkan komputer dan jaringan internet adalah memasang Firewall. Sosok Firewall ini adalah ‘pintu utama’ dari segala aktifitas yang dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Maka dari itu sangat penting untuk memiliki Firewall dalam apapun jaringan internet, terutama jaringan internal perusahaan yang dimiliki. Firewall bertugas melindungi jaringan internal agar tidak diakses oleh siapapun diluar jaringan internal tersebut. Dengan kata lain Firewall bertugas melindungi dan menjadi perisai dari segala jenis ancaman yang bisa saja datang diluar jaringan internal. Misalnya data-data perusahaan yang penting, yang telah dishare di internal perusahaan, tidak akan dapat diakses oleh pihak luar. Sehingga data tidak akan dapat diubah, dicuri, atau dirusak oleh pihak luar.

Firewall adalah salah satu dari sekian banyak sistem keamanan yang dapat diterapkan pada jaringan private internet. Firewall membantu untuk mengamankan website dari serangan pihak diluar jaringan internal. Sehingga siapa saja pihak luar yang ingin mengakses, mengedit / merubah, maupun mencuri akses dari website akan secara otomatis akan langsung di block oleh Firewall. Sehingga Firewall merupakan pengaman ‘pintu depan’ yang harus diaplikasikan dalam jaringan internal. Firewall mampu mengatur lalu lintas data-data yang dapat diakses maupun yang tidak dapat diakses oleh beberapa pihak diluar jaringan private. Firewall mampu melihat data-data serta alamat IP yang digunakan, serta menutup akses port untuk alamat-alamat IP yang tidak dikenal, bahkan hingga unsur-unsur data yang terkandung dalam suatu konten. Maka dari itu sangat penting untuk memasang dan menggunakan Firewall sebagai perisai dan perlindungan pada tindakan pengamanan yang paling mendasar.


Ada Berapa Jenis Perlindungan Firewall?
Pada dasarnya, Firewall ini melindungi dua hal utama, yaitu :
  • Perangkat komputer, atau perangkat keras dari infrastruktur yang digunakan dalam jaringan private yang digunakan, misalnya komputer atau perangkat yang digunakan dalam suatu perusahaan. Jika jaringan sampai terkena hack, maka tentu data-data yang tersimpan didalam komputer dapat diakses, diretas, dan dicuri oleh hacker. Untuk mencegah hal tersebut, maka memang sebaiknya memasang Firewall sebagai perlindungan pertama terhadap segala jenis infrastruktur yang digunakan untuk mengakses internet.
  • Jaringan private, termasuk didalamnya semua individu yang menggunakan akses internet melalui komputer-komputer yang digunakan dalam satu jaringan. Firewall ini dapat melindungi port-port akses jaringan internet tersebut. Ada beberapa third party yang menawarkan dan menyediakan layanan perlindungan jaringan ini. Biasanya bentuk perlindungannya adalah melalui software-software seperti Cisco dan Mikrotik.


Apa Fungsi Lain dari Firewall?
Img : Freepik

Selain fungsi utama sebagai filter akses dari luar yang ingin masuk dalam jaringan private, Firewall juga memiliki fungsi-fungsi lain diantaranya adalah :
  • Mengawasi dan mengontrol lalu lintas transfer data-data antar komputer yang berada dalam satu jaringan. Selain itu juga mengawasi dan mengontrol upaya-upaya dari luar jaringan yang ingin masuk melalui port-port tertentu kedalam jaringan internal.
    Ada beberapa hal yang menjadi fokus utama perlindungan dari Firewall yaitu alamat IP komputer pengirim dan alamat IP komputer penerima, port dari komputer pengirim dan port komputer penerima, serta informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
  • Membuka dan menutup port-port tertentu. Karena pada dasarnya hacker akan meretas dengan cara mencari celah dan kelemahan berupa port yang ‘lengah tidak terjaga’ sehingga ketika seharusnya port ini tertutup untuk jaringan luar, namun malah terbuka. Tugas Firewall adalah memastikan port-port yang harus tertutup ini agar benar-benar tertutup.
  • Melakukan otentifikasi pada jaringan yang digunakan. Firewall ini akan bekerja misalnya dengan cara konfigurasi terlebih dahulu, yaitu meminta username dan password ketika seseorang ingin mengakses suatu jaringan internal.
  • Menjaga informasi dan data-data internal tetap berada didalam jaringan private, dan tidak keluar tanpa sepengetahuan.
  • Memeriksa dan memodifikasi paket data yang terdiri atas header, tubuh (payload), serta trailer. Paket ini merupakan bagian dari sebuah Internet Protocol.


Jenis Perlindungan Firewall

Img : Pixabay

Setiap aktifitas yang menggunakan jaringan internet, tentu tetap harus melewati pantauan dan ‘persetujuan’ dari Firewall. Tidak ada satupun aktifitas keluar masuk jaringan yang terjadi tanpa sepengetahuan dari Firewall. Secara garis besar, Firewall memiliki beberapa karakter perlindungan yaitu diantaranya adalah :
  • Memantau aktifitas dan kegiatan transfer data yang terjadi didalam jaringan maupun aktifitas yang memerlukan akses keluar masuk jaringan. Jika akses dinilai dapat membahayakan jaringan private, maka otomatis Firewall akan menolak, memblock, serta tidak memberikan akses untuk masuk dengan cara menutup port-port yang digunakan sebagai akses jalan masuk. Sehingga jaringan internal akan aman dari serangan dari luar.
  • Firewall memberikan perlindungan terhadap segala jenis aktifitas jaringan yang ‘familiar’, dimana tentunya segala jenis aktifitas ini adalah kegiatan yang biasanya rutin dilakukan dalam suatu jaringan private. Sehingga untuk membuat Firewall ‘familiar’ dengan aktifitas ini, perlu dilakukan konfigurasi atau pengaturan tertentu untuk mengatur policy keamanan lokal. Dengan aktifitas yang telah terkonfigurasi tersebut, Firewall akan mengenali aktifitas jaringan dan melindunginya.
  • Firewall tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari Operating System yang mendukungnya. Untuk mendapatkan perlindungan yang baik dan kuat, tentunya Firewall harus didukung dengan sistem yang trusted, dan kuat agar tahan dari serangan atau minim kelemahan.
  • Firewall dapat melakukan penyaringan kepada router yang digunakan dengan cara mengatur semua paket IP yang digunakan untuk mengirim, melewati, dan menerima. Ketika semua sudah terdaftar, maka Firewall dapat diatur untuk tindakannya yaitu diterima, diteruskan, maupun ditolak.
  • Application-level gateway dan circuit-level gateway. Application-level gateway yaitu proxy server yang dapat berfungsi untuk memperlancar dan menguatkan kecepatan arus aplikasi. Sedangkan circuit-level gateway merupakan  fungsi yang terbentuk dari application-level gateway yaitu fungsi yang tidak memperbolehkan koneksi secara langsung (end to end).


Bagaimana Firewall Bekerja?
Img : StockSnap

Untuk melindungi jaringan internal, Firewall dapat menerapkan metode extended authentication berupa suatu policy tertentu, misalnya adalah sebuah konfigurasi username dan password. Firewall membantu ‘mengenali’ user melalui akses masuk yang diinput dalam sistem masuk jaringan tersebut. Selain itu, Firewall akan bertindak menggunakan sertifikasi digital. Maksudnya adalah proses otentifikasi yang dapat terjadi tanpa campur tangan dari user. Sehingga prosesnya akan semakin cepat, dan juga lebih baik daripada harus input username dan password terlebih dahulu. Namun sayangnya, mekanisme proses otentifikasi sertifikasi digital ini sedikit lebih rumit.

Firewall juga dapat bekerja dengan cara melalui kunci yang telah diberitahu dan dimiliki oleh user (pre-shared key). Metode ini dinilai adalah metode yang paling mudah untuk dilakukan. Selain lebih sederhana, metode pre-shared key ini memiliki sistem otentifikasi yang mudah. Yaitu setiap host website jaringan akan diberikan shared key yang telah ditentukan sebelumnya. Metode otentifikasi menggunakan pre-shared key ini memiliki kekurangan berupa seberapa sering kunci tersebut dilakukan pembaruan sehingga banyaknya user yang menggunakannya terkadang lupa menggunakan kunci yang lama alih-alih yang baru.


Pentingkah Firewall sebagai Security System?
Img : Freepik

Di akhir pembahasan ini, dapat diperoleh fakta dan kesimpulan bahwa Firewall sangat penting untuk keamanan jaringan internal komunitas, grup, serta lingkup perusahaan dan bisnis. Mengapa? Karena Firewall mampu menjadi pelindung terdepan dari sederet cyber security yang dapat diterapkan. Firewall cukup mampu untuk menjadi pelindung ‘gerbang utama’ dan kemudian dapat disusul dengan perlindungan-perlindungan lanjutan lainnya. Tentu lebih disarankan untuk memiliki Firewall daripada tidak sama sekali. Setidaknya, keamanan jaringan akan lebih terjaga dan terlindungi jika menggunakan Firewall.

Ada beberapa manfaat lain dari Firewall sebagai bahan pertimbangan menggunakan Firewall sebagai perlindungan jaringan internal Anda. Firewall dapat diandalkan sebagai sebuah sistem yang mengatur komunikasi dua arah jaringan yang berbeda. Firewall dapat melakukan scanning jaringan dengan menggunakan deteksi alamat IP, nomor port, protocol, serta mengidentifikasi pesan konten. Firewall dapat mengendalikan File Transfer Protocol (FTP) untuk memantau lalu lintas keluar masuk jaringan internet, sehingga mampu menjaga semua data yang bersifat rahasia dan private agar tidak dikirim oleh pihak-pihak tertentu keluar jaringan baik secara sengaja maupun tidak. Firewall dapat mencegah infeksi virus yang dapat merusak komputer, software, dan sistem. Firewall dapat mencegah akses yang tidak sah dari dan ke jaringan pribadi. Firewall dapat langsung memblock pesan dan konten yang mengandung unsur-unsur berbahaya dan tidak sesuai dengan konfigurasi keamanan yang ada. Firewall dapat memfilter, mengatur, dan mengontrol semua jenis lalu lintas aliran data, informasi, koneksi, dan hubungan dari dan kedalam jaringan internal, maupun keluar jaringan. Semua fungsi ini juga memungkinkan Firewall untuk mencegah modifikasi data-data di website yang tidak sah dan tidak dikenal.

Jadi bagaimana, sudahkah jaringan private Anda terlindungi oleh Firewall?






Thursday, September 7, 2017

Memahami Hal-Hal Penting dalam Dunia Blogging


Ketika mengetikkan sebuah keywords atau kata kunci pada mesin pencarian Google, website apa yang sering muncul dan Anda temukan? Apakah informasi dari website sebuah perusahaan? Tentu saja tidak, karena yang sering muncul tentu adalah tulisan atau artikel yang dimuat dalam suatu blog. Mengapa bisa demikian? Karena pada dasarnya blog dapat memuat sebuah informasi yang lebih lengkap, terperinci, serta mendetail dan update atau sering diperbarui. Blog menjadi sebuah media untuk memposting artikel atau tulisan-tulisan tertentu. Artikel ini bermacam-macam tema dan topik bahasannya, ada yang bersifat informatif, ada yang membahas tentang review tentang fashion, makanan, film, buku, perjalanan traveling, dan lain sebagainya.

Orang yang melakukan pencarian informasi dari Google, lebih banyak membuka dan membaca artikel hasil tulisan dari blog. Hal ini dikarenakan ulasan informasi dalam artikel blog lebih bervariasi, lengkap dan juga mendetail. Para blogger atau sebutan untuk orang yang menulis dan memposting artikel dalam blog juga akan memposting lebih banyak artikel, ulasan, dan tulisan melalui blog pribadi mereka. Blog juga bisa dimonetisasi alias diubah menjadi tulisan yang bisa menghasilkan uang dan pemasukan. Banyak cara yang bisa dilakukan misalnya saja melalui Google AdSense dengan memanfaatkan penggunaan SEO dalam tulisan artikel blog, pemasangan iklan, endorse artikel, dan lain sebagainya.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan dalam Blogging
Img : StockSnap

Dalam dunia blogging, ada beberapa istilah tertentu yang perlu dipahami jika ingin masuk lebih dalam ke ranah tersebut. Diantaranya adalah istilah-istilah dalam dunia blogging. Beberapa istilah yang sering muncul dalam dunia blogging diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Artikel / Content
    Artikel atau content merupakan isi dari blog itu sendiri. Sebuah blog pasti memiliki konten yang ingin ditampilkan, baik itu adalah sebuah tulisan berupa artikel, maupun dokumentasi foto-foto dan video. Content sebuah blog dapat menentukan jumlah page viewer maupun follower blog, tergantung dari seberapa menarik dan informatifnya blog tersebut.
  • Blogging
    Blogging adalah aktifitas yang dilakukan oleh pemilik blog dalam mengelola blog yang dimilikinya. Aktifitas blogging bermacam-macam, bisa menulis artikel, mengupdate isi blog, dan lain sebagainya.
  • Blogger / Author
    Blogger adalah sebutan untuk seseorang yang melakukan aktifitas blogging dalam sebuah blog. Jadi bisa dibilang blogger ini juga merupakan seorang author bagi artikel-artikel dalam blognya.
  • Posts / Posting
    Posts adalah semua daftar content baik draft atau published content yang ada pada sebuah blog. Posting adalah aktifitas mengupload content dalam blog, bisa berupa artikel, foto, maupun video. Biasanya posting ini memilki waktu-waktu tertentu, sesuai dengan waktu posting yang telah dimiliki sebelumnya.
  • Domain
    Domain merupakan alamat rumah blog yang dimiliki. Domain adalah nama dan identitas blog tersebut. Jadi lebih baik memilih dan memutuskan nama  blog yang bisa mencerminkan content atau topik dari blog tersebut. Domain bisa menjadi salah satu media marketing untuk menaikkan branding sebuah blog.
  • SEO
    Search Engine Optimization (SEO) adalah sebuah tools yang digunakan dalam penulisan artikel dalam blog. Salah satu tools dari SEO ini adalah Moz, dimana SEO ini akan membantu sebuah tulisan atau artikel muncul di jajaran atas atau halaman pertama pencarian suatu keywords melalui Google.
  • Audiens
    Audiens adalah sebutan untuk pembaca blog. Audiens memiliki usia dan minat yang bermacam-macam. Biasanya jumlah dan jenis audiens suatu blog menyesuaikan dengan minat dan ketertarikan para pembacanya.
  • Bounce Rate
    Bounce rate adalah jumlah rata-rata lama audiens yang datang berkunjung ke suatu blog. Bounce rate ini dapat menghitung berapa lama (detik dan menit) seorang audiens yang membaca sebuah artikel dalam blog. Maka dari itu, untuk membuat audiens lebih lama berada dalam blog, biasanya author menyisipkan link-link dalam body article yang mengacu pada artikel-artikel yang memiliki topik bahasan yang mirip. Tujuannya adalah pembaca tersebut akan mengeklik link tersebut dan tetap berada pada blog yang dimaksud untuk waktu yang lama.
  • Tag
    Tag adalah salah satu fitur dalam blog yang memungkinkan author untuk mengkategorisasikan konten-konten dalam blognya. Sehingga pembaca akan dengan mudah dapat menemukan konten dengan topik bahasan yang mirip.

Sebenarnya masih banyak lagi istilah-istilah yang ada pada aktifitas blogging. Diantaranya adalah mendesain template tentang tema blog, kategori, kolom komentar, dan lain sebagainya. Semua bisa dipelajari secara step by step ketika seseorang memutuskan untuk memasuki dan menekuni dunia blogging.

Beberapa Hal yang harus Dipertimbangkan ketika Membuat Blog
Img : StockSnap

Memutuskan untuk memasuki dunia blogging dan menjadi seorang blogger bukanlah hal yang mudah. Selain harus memiliki passion di bidang menulis dan memberikan informasi, seorang blogger juga harus selalu update dengan update segala informasi yang terjadi. Selain itu, seorang blogger juga harus mengerti, memahami, dan mampu menerapkan ilmu-ilmu seperti SEO, ilmu mendesain blog, mengatur template dan tema, marketing blog, hosting, dan lain sebagainya.

Selain hal-hal tersebut, masih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh seorang blogger dalam menjalankan sebuah blog. Misalnya tentang melakukan pembagian hal-hal yang harus dilakukan ketika membuat blog yaitu menyiapkan topik dan isi/konten blog, membuat desain dan tema layout blog, mengaktifkan fitur-fitur untuk follow, subscribe, share, dan lain sebagainya. Rincian ini bisa ditulis dalam sebuah note atau reminder untuk mengingatkan hal-hal apa yang harus dan telah dikerjakan.

Bagi sebuah blog, konsistensi adalah sebuah hal yang penting. Buatlah jadwal seberapa sering Anda akan membuat postingan baru. Pastikan follower Anda mengetahui kapan blog post Anda akan muncul, bisa melalui pemberitahuan di social media yang dimiliki, dan lain sebagainya. Tugas seorang blogger tidak akan berhenti ketika dia telah selesai memposting sebuah blog post dalam blognya. Namun sebaliknya, seorang blogger juga harus mengikuti perkembangan yang terjadi dalam blognya serta menganalisanya. Di bagian mana yang mungkin kurang sehingga page view belum terlalu tinggi, belum bisa menjadi Google top search results, tentang readibility, penulisan menggunakan SEO, dan lain sebagainya.

Platform Blogging yang paling Direkomendasi
Img : StockSnap

Walaupun saat ini telah banyak platform blog yang ditawarkan oleh berbagai provider baik yang gratis maupun yang berbayar, ada dua platform blog yang masih menempati posisi tertinggi. Kedua platform itu adalah Blogspot atau Blogger dan Wordpress. Versi gratisnya pun telah banyak dipilih oleh sebagian besar blogger, apalagi versi berbayarnya yang tentu menawarkan fitur-fitur dan kecanggihan yang lebih lengkap jika dibandingkan dengan platform blog yang gratis. Mengapa orang lebih suka dan memilih menggunakan dua platform blog tersebut? Karena dua platform blog tersebut memiliki beberapa kelebihan yang dapat mendukung seorang blogger untuk mengembangkan blognya menjadi sebuah pemasukan dengan cara memonetisasi blognya.

Selain karena kedua platform blog ini bisa diarahkan kearah monetisasi, kedua platform blog ini juga mendukung penulisan SEO dan kemudian dapat berpeluang untuk menjadi top result pencarian sebuah keyword pada mesin pencarian Google. Beberapa keunggulan platform Blogspot dan Wordpress diantara para pesaingnya antara lain adalah :
Img : StockSnap
  • Pilihan tema yang bervariasi dan mudah dalam pengaturan layout blog
    Blogspot dan Wordpress memiliki banyak tawaran pilihan tema yang bisa dicustomize sesuai dengan keinginan blogger. Namun selain tema-tema yang telah disediakan oleh provider Blogspot maupun Wordpress, user juga bisa mencari tema-tema lain yang banyak disediakan oleh orang lain melalui internet. Tinggal download dan ada versi gratis dan berbayarnya. Setelah itu tinggal diatur dan disesuaikan dengan yang diinginkan.
  • Mudah dalam penggunaan dan editing
    Pengaturan blog Wordpress dan Blogspot tergolong mudah, karena semua tombol perintah telah tersedia dengan jelas. Semua fitur untuk penggunaan dan editing termasuk pengaturan gambar dan teks semua dapat dioperasikan dengan mudah.
  • Support SEO
    Blogspot memiliki fitur yang support dengan Google Analytic dimana hal ini dapat digunakan untuk tracking viewer blog dan pengunjung situs. Sedangkan Wordpress juga memiliki fitur plugins all in one SEO pack.  
  • Memiliki fitur tracking pengunjung blog
    Tanpa Google Analytic, sebenarnya Blogspot juga telah memiliki fitur dan pengaturan untuk mengetahui tracking viewer situs. Dimana biasanya fitur ini dapat digunakan untuk melihat tracking visitor secara garis besar, begitu pula dengan Wordpress.  
  • Fitur keamanan untuk block spam
    Masing-masing Blogspot dan Wordpress memiliki fitur untuk memblokir komentar-komentar spam yang tidak diinginkan. Spam biasanya memang muncul pada kolom komentar. Plugins untuk memblokir spam biasanya berfungsi untuk menaham komentar-komentar yang mengandung unsur spamming dan membutuhkan permission dari administrator untuk mengapprove komentar tersebut.
  • Support multiple authors
    Blogspot memiliki fitur multiple author, dimana ini berarti tidak hanya satu orang saja yang mampu mengisi dan mengelola content-content yang ada dalam blog.