Wednesday, July 18, 2018

Cloud Computing untuk Ekonomi Digital


Pada tahun 2020, Indonesia menargetkan menjadi salah satu pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini bukanlah sebuah target tanpa dasar, melihat potensi Indonesia dalam menjalankan Ekonomi Digital dewasa ini. Seperti dikutip dari laman kominfo.go.id, data analisis Ernst & Young menyebutkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 40 persen. Selain itu, terdapat sekitar 93,4 juta jumlah pengguna internet, serta 71 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki landasan yang cukup besar dalam menghadapi ekonomi digital. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapkah negara Indonesia menjadi pemain terbesar dalam ekonomi digital, mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang telah menjelma sebagai raksasa ekonomi digital dengan infrastuktur mereka?


Berbicara mengenai infrastruktur, bisnis ekonomi digital tidak hanya mengenai transaksi jual beli antara pembeli dan penjual. Namun, lebih dari itu, banyak aspek dari ekonomi digital yang menggandeng aspek lain seperti jasa pengiriman barang, infrastruktur jalan, logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, perusahaan-perusahaan penyedia server hingga penyimpanan awan /cloud computing, sehingga memudahkan proses ekonomi digital tersebut.



Definisi Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Sebelum berbicara mengenai 2 hal yang menjadi fokus pembahasan kita pada artikel kali ini yakni ekonomi digital dan cloud computing. Mari kita melihat definisi dari dua hal tersebut. Ekonomi digital merupakan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrument informasi, kapasitas informasi, serta pemrosesan informasi. Menurut Tapscott, komponen ekonomi digital yang bisa diidentifikasi pertama kali adalah industri TIK, aktivitas e-commerce, serta distribusi digital barang dan jasa. Ekonomi digital jika disederhanakan adalah sektor ekonomi yang meliputi barang-barang dan jasa-jasa saat pengembangan, produksi, penjualan atau suplainya bergantung pada teknologi digital.


Sedangkan cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet). Dimana terdapat beragam aplikasi maupun data, serta media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam, mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Salah satu keunggulan cloud computing adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing itu sendiri.



Dampak Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam perkembangannya, ekonomi digital sebagai sebuah salah satu revolusi industri, membawa dampak yang cukup signifikan bagi semua aspek industri di dunia. Dan perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


  • Dampak luas sebagai akibat digitalisasi yang merupakan revolusi industri keempat adalah mengubah beberapa pola bekerja beberapa orang. Contohnya, untuk menjadi supir taxi, harus mendaftar di perusahan taxi tersebut. Sedangkan akibat adanya ekonomi digital ini, mereka dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet dengan menjadi supir taxi online, serta lebih flexibel tanpa harus “ngantor” setiap hari.
  • Dampak selanjutnya dari ekonomi digital adalah dalam sektor perbankan atau finansial. Saat ini masyarakat lebih menyukai hal-hal praktis, termasuk dalam kebutuhan akan transaksi keuangan. Di era ekonomi digital saat ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di dalam hal financial, semakin banyak inovasi Financial Technology (Fintech).
  • Ekonomi digital mendorong terciptanya suatu market digital atau e-commerce yang bertujuan untuk memberikan sebuah wadah bagi pengusaha - pengusaha kecil atau sektor UMKM yang membutuhkan wadah dalam menjual produk-produk mereka.
  • Menumbuhkan perusahaan-perusahaan baru dalam era ekonomi digital ini. Banyak startup - startup berbasis teknologi bermunculan, akibatnya, mimpi Indonesia untuk memiliki banyak pengusaha dan menciptakan lapangan kerja dapat terealisasi dengan cara menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Meskipun banyak efisiensi dari tenaga pekerja, namun dengan ekonomi digital, pelaku usaha tidak hanya terfokus pada prinsip ekonomi lama yang fokus pada produksi dan jual beli namun lebih bersinergi dengan hal lain seperti ilmu pengetahunan, teknologi dan kreatifitas.



Infrastruktur Ekonomi Digital di Indonesia
Img : StockSnap

Tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi digital membutuhkan berbagai infrastruktur yang banyak dibanding sistem ekonomi sebelumnya atau konvensional. Penguatan infrastruktur tersebut perlu digunakan untuk memaksimalkan potensi yang bisa dicapai oleh ekonomi digital itu sendiri. Diantara kebutuhan-kebutuhan infrastruktur tersebut, inilah beberapa infrastruktur ekonomi digital yang ada di Indonesia :


  • Pasokan listrik, menurut kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih sebesar 977,69 Kwh atau masih di bawah sebagian negara ASEAN. Pasokan listrik ini penting sebagai modal utama dalam digitalisasi. Di negara-negara yang telah maju ekonomi digitalnya memiliki konsumsi listrik yang tinggi. Akses listrik yang belum merata inilah yang menjadi persoalan dalam menghadapi ekonomi digital.
  • Akses internet, seperti dikutip dari laman tirto.id, saat ini telah ada sebanyak 432 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah terkoneksi internet. Akan tetapi, hanya 222 kabupaten/kota yang sudah bisa menikmati jaringan 4G. Akses internet yang stabil dan merata adalah infrastruktur dasar yang harus dibangun untuk menciptakan sistem ekonomi digital yang baik.
  • Data center, kebutuhan akan penyimpanan data perusahaan baik level multinasional maupun startup, sangatlah penting untuk menunjang digitalisasi. Data center penting digunakan sebagai tempat penyimpanan data, server komputer dan jaringan internet. Didalam data center juga terdapat cloud computing atau komputasi awan yang sifatnya public dan dapat diakses oleh siapapun asalkan dengan fasilitas internet guna mengaksesnya. Belum banyak perusahaan yang menyediakan cloud computing di Indonesia meskipun angkanya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini menciptakan kondisi saat ini dimana perusahaan di Indonesia masih banyak menggunakan cloud di data center luar negeri sebesar 65%, sedangkan hanya 35% yang menggunakan cloud dalam negeri.


Manfaat Cloud Computing
Img : StockSnap

  • Server terpusat, layanan cloud computing memungkinkan penggunanya tidak perlu membangun data center sendiri. Perusahaan hanya menyewa layanan cloud dari provider pemberi layanan cloud dan dapat memanfaatkan keunggulan cloud tersebut sebagai data center perusahaan mereka.
  • Data aman, pastikan provider layanan yang dipilih aman serta telah tersertifikasi dari jaminan platform teknologi, dan juga jaminan ISO.
  • Jangkauan serta fleksibilitas yang luas. Teknologi ini menawarkan akses yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun serta bisa diakses oleh siapapun yang memiliki akses hanya dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan penggunaan cloud computing, membeli memori fisik tidak lagi diperlukan karena bisa disimpan virtual melalui cloud computing.
  • Investasi jangka panjang, sebagai teknologi yang baru. Cloud computing akan meminimalisir pembelian aset seperti harddisk untuk menyimpan data yang besar dari perusahaan, dengan melakukan investasi cloud computing, perusahaan dapat membuat data center yang terpusat, yang memungkinkan perusahaan tersebut berkembang lebih dari satu lokasi.



Penggunaan Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam kaitannya dengan pemerataan ekonomi dan untuk mendongkrak Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN, kebutuhan akan data center sangat dibutuhkan. Namun, pembuatan data center yang mahal belum bisa dijangkau perusahaan berskala UMKM / startup. Hal ini menyebabkan perkembangan data center berupa komputasi awan / cloud computing sangat diperlukan.

Mengutip dari Worldwide Semi Annual Public Cloud Services Spending Guide yang dipublikasikan International Data Corporation (IDC), belanja dunia untuk layanan public cloud diperkirakan akan mencapai 204 miliar poundsterling pada tahun 2021. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan ekonomi digital. Berikut beberapa hal positif yang bisa membuat cloud computing sebagai infrastruktur penting dalam ekonomi digital :


  • Memperluas jaringan. Sistem cloud memungkinkan penggunanya untuk terintegrasi dengan pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan untuk pengguna menggunakan tools analytic dalam menganalisa bisnis mereka.
  • Pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan infrastruktur cloud computing memungkinkan  pelaku bisnis memanfaatkan pola konsumsi masyarakat yang berubah menjadi digital dan menjual produknya lebih luas.
  • Real time / update. Cloud Computing menyimpan data  pengguna di internet, sehingga pengguna dalam hal ini pelaku bisnis bisa memanfaatkan penyimpanan ini untuk mengupdate produk-produknya lebih real time dan cepat.
  • Sistem keamanan data. Cloud Computing dapat menyimpan data pengguna di internet yang lebih aman karena sistem keamanannya yang terus diperbarui /real time sehingga tingkat keamanannya tinggi.
  • Backup Data. Pada penggunaan data IT konvensional, memungkinkan terserang virus atau malware yang menyebabkan data dari pelaku bisnis tersebut hilang. Dengan menggunakan cloud computing, data-data dasar bisa langsung terbackup. Selain itu hal ini bisa dimanfaatkan untuk analisis consumer behaviour yang sangat dibutuhkan dalam ekonomi digital.






Thursday, February 15, 2018

Digital Era Saatnya Memanfaatkan Media Sosial


Hidup di era digital berarti harus siap untuk mengikuti segala perkembangan trend serta update yang terjadi di dunia online. Perubahan dan perkembangan ini terjadi sangat cepat, bahkan bisa terjadi tanpa kita sendiri menyadari telah terjadi perubahan tersebut. Salah satu contohnya adalah saat ini masyarakat lebih menyukai dan terbiasa mengirim pesan melalui aplikasi messenger daripada mengirim pesan menggunakan layanan SMS pada handphone. Perubahan trend ini berjalan begitu alami sehingga bahkan masyarakat tidak akan begitu terpengaruh dengan perubahan trend tersebut. Tanpa sadar masyarakat telah mengikuti perkembangan tersebut seiring dengan berjalannya waktu. Salah satu trend yang paling menonjol adalah penggunaan media sosial.


Tidak bisa dipungkiri, pasar terbesar pengguna media sosial adalah para anak-anak muda. Generasi millennial pada umumnya, merupakan pengguna terbesar dan paling aktif media sosial. Dari merekalah sebuah trend terbentuk dan tercipta. Ya, tercipta. Karena tidak jarang para generasi muda inilah yang membuat dan menciptakan content yang lambat laun dapat menuntun pada sebuah perubahan trend yang terjadi di masyarakat. Salah satu contohnya adalah budaya selfie dan wefie / berswafoto. Tentu pada era sebelumnya, tidak banyak orang yang melakukan selfie, sehingga teknologi pun juga belum berkembang pesat seperti saat ini. Dulu handphone juga telah dilengkapi dengan kamera, namun hanya kamera belakang. Namun dengan semakin maraknya trend selfie dan wefie, maka produsen handphone berlomba-lomba menciptakan pembaruan teknologi dalam handphone dengan cara menambahkan fitur kamera depan, bahkan dengan megapixel yang cukup mumpuni. Hal ini juga dibarengi dengan semakin maraknya tercipta aplikasi beautify untuk kamera depan, dengan tambahan frame, emoticon, dan sticker yang lucu-lucu untuk menunjang kebutuhan selfie dan wefie yang lebih luas lagi. Perubahan trend ini tentu tercipta karena kebiasaaan yang tercipta dari masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, teknologi dapat mengikuti dan menyesuaikan dengan keinginan manusia, namun manusia juga membutuhkan update teknologi untuk menunjang segala aktifitasnya. Jadi bisa dibilang hubungan ini saling berkaitan dan menunjang antara satu dengan yang lainnya.
Salah satu trend yang sangat nge-hype, bahkan berlangsung hingga saat ini adalah penggunaan segala jenis media sosial. Walaupun generasi muda masih mendominasi penggunaan media sosial ini, namun sebenarnya media sosial juga dapat dilirik sebagai sebuah peluang bisnis dan bahkan peluang strategi marketing yang cukup menjanjikan bagi para pelaku bisnis. Bagaimana media sosial ini mampu menjadi satu dari banyak faktor penunjang dalam digital era dan khususnya dalam industri bisnis?


Definisi Media Sosial
Img : Pixabay
Saat ini siapa yang tidak menggunakan social media? Atau belum pernah menginstall aplikasi media sosial apapun di smartphonenya? Tentu hal ini akan sangat jarang terjadi. Ditambah lagi dengan dukungan smartphone yang semakin canggih, semua aplikasi media sosial dapat dengan mudah diinstall di handphone. Generasi milenials adalah salah satu generasi yang memberikan sumbangan terbesar dalam penggunaan aplikasi media sosial. Generasi muda ini sangat update terhadap segala jenis informasi dan perkembangan di dunia online, sehingga tidak mungkin sebuah berita atau foto dan video akan dengan sangat mudah menjadi viral dan tersebar di penjuru masyarakat. Ya, efek dari media sosial ini memang lebih cepat dan lebih luas daripada berita dan informasi yang diinformasikan melalui televisi maupun surat kabar manapun. Bagaimana, menakjubkan bukan?

Jadi apa definisi media sosial itu sendiri? Media sosial atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai social media, adalah sebuah platform yang memungkinkan orang-orang untuk melakukan interaksi secara online di dunia maya melalui jaringan internet. Interaksi yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari saling berkomunikasi melalui teks, suara, maupun video. Kemudian media sosial untuk dimanfaatkan sebagai platform untuk kebutuhan sharing, serta networking. Memang pada prinsipnya, media sosial digunakan untuk membangun sebuah jejaring sosial. Jejaring yang akan menghubungkan orang satu dengan yang lainnya, dengan berbagai komunitas, grup, organisasi, dan cakupan yang lebih luas lagi.
Perkembangan trend dengan cepat dapat menyebar melalui media sosial. Ya, media sosial memang merupakan sarana yang tepat untuk berinteraksi, berkomunikasi, bahkan marketing bisnis dan advertising. Saat ini siapa yang tidak menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari? Siapa yang tidak menginstall satu saja aplikasi didalam smartphonenya? Sepertinya mungkin memang hampir tidak ada, atau jarang sekali orang yang tidak menggunakan media sosial. Hampir semua orang memiliki satu atau lebih dari dua aplikasi di smartphonenya, termasuk aplikasi messenger atau aplikasi untuk komunikasi lainnya.

Img : Pixabay

Menurut beberapa tokoh, media sosial memiliki beberapa pengertian. Definisi media sosial menurut para ahli antara lain adalah sebagai berikut :
  • Mark Hopkins pada tahun 2008 mengemukakan bahwa media sosial adalah berbagai macam platform media yang memiliki komponen sosial yang berfungsi sebagai media komunikasi yang bersifat publik
  • B.K. Lewis pada tahun 2010 berpendapat bahwa media sosial sebuah label bagi sebuah terobosan di dunia digital. Media sosial memungkinkan orang untuk saling berhubungan, berinteraksi, serta berbagi content
  • Dave Kerpen pada tahun 2011 memberikan pandangannya bahwa media sosial adalah gabungan dari berbagai jenis content seperti teks, gambar, dan video yang secara online dibagikan diantara banyak orang dan organisasi


Macam-Macam Social Media
Img : Pixabay
Sosial media memiliki berbagai macam tujuan dan fungsi, sehingga jenis dan fiturnya pun berbeda-beda. Ada beberapa jenis media sosial, tergantung dari fungsi media sosial tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis klasifikasi media sosial berdasarkan fungsinya :
  • Relationship network, banyak sekali contoh dari jenis media sosial ini. Misalnya saja Facebook, Instagram, Path, Twitter, LinkedIn, dan media sosial serupa. Salah satu ciri dari media sosial ini adalah bahwa penggunaannya sebagian besar bersifat gratis. Melalui platform media sosial ini, orang dapat bertukar informasi tentang foto, biodata umum, pemikiran, saling berkirim private messages, dan lain sebagainya.
  • Media sharing network, lebih mengutamakan jenis media yang ingin dibagi. Jadi misalnya teks bisa ke Twitter, sedangkan foto lebih ke Instagram, dan video bisa melalui YouTube. Semua platform harus dimanfaatkan dengan keunggulan dan fokus masing-masing. Sehingga content yang Anda upload mendapatkan respon dari orang yang tepat.
  • Online reviews, digunakan orang untuk menemukan rekomendasi terhadap suatu hal. Misalnya saja tentang pencarian buku, film, hotel, restoran, dan lain sebagainya. Penilaian dari orang lain (review) sangat membantu untuk menentukan pengambilan keputusan bagi orang lain.
  • Forum diskusi, banyak sekali platform diskusi yang saat ini viral. Seperti misalnya saja Kaskus. Melalui Kaskus, orang akan dengan santa mudah bertukar informasi dan diskusi terhadap topik-topik tertentu.
  • Social publishing platform, misalnya saja platform blogging seperti Blogger, Wordpress, Tumblr, dan lain sebagainya. Pada dasarnya Twitter juga masuk kedalam jenis ini karena Twitter juga disebut sebagai microblog.
  • Bookmarking sites, dibutuhkan untuk orang dengan kebutuhan arsip atau mengumpulkan berbagai macam hal kedalam sub-sub judul tertentu. Ada beberapa contoh platform yang bisa digunakan yaitu Pinterest dan Flipboard. Kedua platform ini memungkinkan orang untuk mengelompokkan hal-hal kedalam topik-topik yang serupa.
  • Interest-based network, untuk kebutuhan komunitas dengan minat yang sama, Facebook Page memang masih menjadi salah satu solusi. Namun selain itu, masih ada LinkedIn Groups dan komunitas Google+.
  • E-commerce, telah banyak paltform jual beli online di website yang semakin menjamur. Banyak sekali contohnya misalnya Tokopedia, SaleStock, Shopee, Bukalapak, dan lain sebagainya.
Tujuan Media Sosial
Img : Pixabay
Memiliki dan memanfaatkan media sosial memang dapat membantu berbagai macam kebutuhan di era digital ini. Bagaimana tidak jika hampir semua informasi hingga kebutuhan infotainment dapat ditemukan melalui akses media sosial. Di era digital ini, media sosial seperti tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan hingga menyebabkan ketergantungan. Bagaimana tidak jika semua informasi yang diperlukan sudah tersedia secara viral dan real time melalui berbagai macam platform media sosial.


Namun apakah Anda mengetahui tujuan sebenarnya dari kemunculan berbagai macam media sosial ini? Media sosial memiliki beberapa macam tujuan, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Media informasi. Merupakan hal yang umum bahwa media sosial merupakan sebuah media yang tepat untuk memviralkan informasi secara cepat dengan jangkauan yang cukup luas.
  • Media komunikasi. Media sosial memiliki tujuan utama sebagai sarana komunikasi, namun platform yang digunakan bisa berbeda-beda. Namun pada dasarnya prinsip komunikasi tidak boleh hilang dari fitur sebuah media sosial.
  • Media eksistensi diri. Beberapa media sosial juga bisa digunakan sebagai sebuah ajang pembuktian diri, atau eksistensi. Bentuk dan jenisnya sendiri pun bermacam-macam, bisa tentang beauty, makeup, dan kecantikan, traveling, fashion, dan lain sebagainya.
  • Media belajar dan pengetahuan. Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar dan memperoleh pengetahuan. Memang cakupan dari media sosial ini cukup luas, tidak hanya terbatas pada entertaintmen namun juga berbagai informasi dan pengetahuan.
  • Media jejaring sosial dan networking. Media sosial memang digunakan sebagai tempat untuk memperluas pertemanan serta networking karena jangkauannya yang cukup luas.
  • Komunitas. Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk membangun komunitas. Misalnya saja melalui Facebook Page yang dapat digunakan untuk membuat komunitas dengan minat dan hobi yang sama.
  • Advertising. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk mengupload iklan produk-produk tertentu.
  • Promosi dan marketing. Sebagai sebuah media promosi, media sosial dapat dimanfaatkan untuk melakukan strategy amrketing atas pengenalan produk baru, diskon dan promo yang sedang dilakukan, dan lain sebagainya.
  • Backup file-file tertentu. Secara tidak langsung, file-file yang diupload akan terbackup dalam cloud system media sosial tersebut.


Dampak Social Media
Img : Pixabay
Bermain social media memang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, membuat lupa waktu dan kadang pekerjaan lain bisa terbengkalai. Mengapa bisa demikian? Apakah social media benar-benar menarik sehingga dapat membuat netizen menjadi lupa waktu? Sebenarnya jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini sangat bervariasi dan tergantung dari masing-masing individu tersebut.


Jadi penggunaan media sosial memang tergantung seberapa besar orang tersebut membutuhkannya. Tentunya kebutuhan orang yang memiliki online shop akan berbeda dengan kebutuhan seorang influencer di bidang fashion. Kebutuhan ini juga tentu akan sangat berbeda bagi kebutuhan seorang individu biasa yang tidak menjalankan online shop. Pemilik online shop tentu harus lebih sibuk dan ready untuk terus memantau perkembangan media sosial, untuk menjawab pertanyaan konsumen serta mengupload foto produk-produk baru. Kebutuhan seorang individu biasa akan media sosial tentu akan sangat berbeda dengan kebutuhan pemilik online shop yang harus terus memantau perkembangan media sosial yang digunakannya.


Namun apa dampak yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan terlalu lama ‘bermain’ social media? Tentu ada banyak dampak yang ditimbulkan, dan dampak ini bisa berimbas pada kehidupan sehari-hari. Misalnya kita jadi lebih sering sibuk mengurus smartphone daripada berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Semakin lama hal ini terjadi, bisa jadi nantinya orang tersebut akan kesulitan untuk berbaur dan bersosialisasi dengan orang lain karena tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukan.

Cukup berbahaya juga bukan? Maka sebaiknya kita menggunakan media sosial secara wajar dan tidak berlebihan. Bagaimanapun yang terpenting adalah interaksi dan komunikasi yang terjadi secara langsung dengan orang lain.





Friday, December 22, 2017

Membangun Perusahaan Berbasis AI, Mengapa Tidak?



Sukses adalah impian semua orang. Dan banyak cara yang dilakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Cara masing-masing orang tentu berbeda. Ada yang memilih bekerja kantoran, ada yang memilih bisnis dan usaha, dan lain sebagainya. Nah, bagi pebisnis yang ingin membuka perusahaan baru, mengapa tidak mencoba memikirkan untuk membuat perusahaan yang memiliki basis Artificial Intelligence (AI) didalamnya? Terdengar asing? Sebenarnya tidak. Karena pada dasarnya telah banyak sekali perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang telah menggunakan dan memanfaatkan kecerdasan AI sebagai basis perusahaannya. Malah justru, perusahaan yang belum menggunakan atau menerapkan kecerdasan Ai bagi perusahaannya merupakan sebuah kesalahan karena dapat mengakibatkan ketertinggalan dalam persaingan bisnis yang cukup ketat.


Memiliki sebuah bisnis startup maupun perusahaan besar tentu memerlukan manajemen yang tentu tidak mudah. Disinilah salah satu peran kecerdasan buatan diperlukan. AI dapat membantu memangkas waktu-waktu yang biasa digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan otomatisasi dengan menggunakan sistem komputer dan bantuan AI. Keuntungannya, tentu saja Anda dapat mengerjakan hal-hal lain yang tidak dapat dikerjakan oleh AI misalnya saja memikirkan strategi marketing berikutnya. Banyak hal yang  bisa dilakukan oleh AI, misalnya saja membantu sistem pengumpulan data, pengarsipan data, serta perintah-perintah sederhana lainnya.


Apa saja contoh penggunaan AI dalam sebuah perusahaan? Tentu sangat banyak, sebut saja untuk membuat voicebot yang baru, alat-alat rumah tangga, platform pengembangan robot, atau perusahaan konsultan yang dapat menawarkan jasa untuk menguji bot AI dari perusahaan-perusahaan lainnya, dan masih banyak yang lainnya. Semakin banyak orang yang sadar tentang fungsi dan pentingnya mengaplikasikan bantuan AI dalam sebuah perusahaan untuk membantu meringankan dan menyederhanakan pekerjaan.

Perjalanan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
Artificial Intelligence (AI) pertama hadir untuk diaplikasikan pada robot. Fungsinya adalah untuk menambahkan kecerdasan manusia pada robot atau bots seperti persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, menerjemahkan berbagai macam bahasa, dan tugas-tugas sederhana lainnya. Penerapan AI dalam kehidupan sehari-haripun juga sudah dilakukan, contohnya yaitu seperti pada aplikasi chat yang telah menggunakan sistem/program chatbots sehingga lebih terasa real seperti melakukan chatting dengan sesama manusia bukan terhadap sistem/robot.  


Sampai saat ini, memang terus dilakukan pengembangan untuk AI, mulai dari tingkat kecerdasannya, kemampuan menerjemahkan berbagai bahasa, kemampuannya menjawab pertanyaan secara masuk akal, hingga penerapannya pada produk yang digunakan manusia sehari-hari. Contohnya adalah Apple yang terus mengembangkan dan menyempurnakan Siri, maupun Google dengan layanan Ok, Google nya.


Nah, bagaimana dengan perkembangan serta kemajuan AI di Indonesia? Bagaimana awalnya hingga AI bisa sampai ke Indonesia? Pada tahun 2009 telah banyak dimulai penelitian di bidang pengembangan AI. Hal-hal yang diteliti antara lain adalah penelitian di bidang software, pengembangan hardware, pengolahan big data, serta kebangkitan dari AI itu sendiri. Salah satu lokakarya yang terkenal pada saat itu adalah “Deep Learning for Speech Recognition and Related Applications” yang dihelat pada tahun 2009.


Penelitian ini didukung dengan pergeseran tren di Indonesia yang saat ini lebih menggunakan kemudahan berinteraksi secara online. Serta perkembangan media sosial yang didukung dengan budaya dan karakter orang Indonesia yang gemar melakukan obrolan melalui aplikasi chat. Peluang ini tentu saja dilirik oleh para pemilik perusahaan besar di Indonesia. Ada beberapa perusahaan besar yang tentu saja telah memanfaatkan AI dalam bisnisnya. Katakan saja bisnis di bidang e-commerce, institusi finansial, hingga pemerintahan juga telah memanfaatkan kecerdasan dari AI. Chatbots bisa menjadi asisten robot yang membantu pekerjaan manusia. Misalnya saja membalas sapaan dan pertanyaan-pertanyaan yang masuk dari chat sebuah online shop. Customer akan merasa lebih bahagia dan puas jika chatnya pertanyaannya dibalas, daripada disuruh menunggu antrian untuk dijawab pertanyaannya. Tidak heran jika hal ini banyak diinginkan oleh sebagian besar lapisan masyarakat di Indonesia.


Di Indonesia aplikasi chatbots memang lebih dekat hubungan dan implementasinya kepada pelayanan pelanggan (customer service). Dalam sebuah website e-commerce, bot juga bisa dimanfaatkan sebagai asisten digital pemberi referensi produk lain setelah konsumen memilih satu produk tertentu. Namun pengembangan AI di Indonesia masih terganjal dengan kendala pengumpulan data, karena Indonesia sendiri terdiri dari beribu-ribu kepulauan luas yang tentu memiliki berbagai ragam bahasa yang berbeda-beda. Selain bahasa yang menjadi kendala untuk pengembangan AI di Indonesia, faktor penyedia jasa, developer, serta penyedia API juga diperlukan untuk mendukung program bisnis berbasis AI.


Mengapa AI Penting untuk Para Pelaku Bisnis?
Img : Pixabay

Bagaimanapun juga, perkembangan bisnis ke arah teknologi digital ini sudah tidak dapat dihindari lagi. Jika tidak ingin tertinggal, maka harus selalu mengikuti trend yang terjadi, serta update terhadap perkembangan teknologi. Saat ini pelaku bisnis tentu dituntut untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam berinovasi demi masa depan perusahaan. Selain sebagai strategi mempertahankan bisnis, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan dampak positif yaitu untuk meningkatkan kualitas pemenuhan kebutuhan dan layanan kepada konsumen.


Dengan kata lain, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan manfaat yang baik. Karena saat ini trend sedang bergerak kearah digitalisasi, maka tentu para pemilik bisnis harus mengikutinya. Jika tetap menggunakan metode lama dan tradisional, bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan kalah oleh para pesaingnya. Dimana perusahaan yang lain sudah menggunakan bantuan AI untuk memanage customer service, aplikasi chat, dan lain sebagainya.


Bagaimana Membangun Bisnis Berbasis AI?
Lantas bagaimana cara membangun bisnis dengan menggunakan basis AI didalamnya? Memang tentu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Diperlukan kerjasama team serta kerja keras dari berbagai pihak agar dapat berjalan dengan baik. Tentu saja mulai dari pimpinan, team IT, hingga seluruh karyawan. Perusahaan besar memerlukan pengaturan data yang terstruktur dan jelas. Hal ini artinya, lebih dari 80% proses yang standar, dapat dikerjakan secara mandiri oleh program berbasis AI. Program ini dapat membantu mengumpulkan data-data perusahaan yang didapatkan dari berbagai sumber. Data ini biasanya adalah data yang ingin diteliti atau dievaluasi demi kemajuan perusahaan. Misalnya data kepuasan konsumen, data laporan keluhan konsumen, dan lain sebagainya. Sehingga perusahaan dapat memutuskan apa strategi perbaikan yang diperlukan serta inovasi apa yang harus dilakukan.


Komputer dan program berbasis AI dapat digunakan untuk memonitor sebuah data, dan berdasarkan data-data tersebut, maka perusahaan dapat membuat sebuah analisa pencapaian serta rencana tertentu. Komputer yang belajar dari data dapat dikatakan sebagai machine learning. Data yang dihimpun sistem AI bisa berupa tulisan, data, grafik, dokumen, gambar, hingga video. Pada dasarnya AI belajar mirip sebagaimana manusia belajar. Semua pengetahuan dan hal baru yang ditemukan, bisa diinstall kedalam program AI sehingga program tersebut dapat dijalankan untuk membantu kebutuhan manusia.


Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia Menggunakan AI
Img : Pixabay

Telah banyak perusahaan di Indonesia yang telah mengaplikasikan basis kecerdasan AI dalam bisnisnya. Salah satu perusahaan besar sebagai contohnya adalah LINE, dimana LINE memiliki aplikasi bernama LINE@ yang mengutamakan aplikasi chatting dengan bot. Penggunaan aplikasi chatting tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan tertentu, namun jug dapat diterapkan pada bidang perusahaan telekomunikasi, perbankan, konsultan, serta retail.

Jumlah pengguna aplikasi berbasis AI / bot tentu saja juga akan terus semakin meningkat. Dengan adanya hal ini, tentu juga berdampak pada semakin meningkatnya perkembangan bisnis di Indonesia. Tentu saja perkembangan trend dan budaya yang semakin bergeser ke dunia digital harus segera diikut, jika tidak tentu saja akan jauh tertinggal. Melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kunci untuk membuat produk sebagai solusi bagi permasalahan konsumen tersebut. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan di bidang komunikasi di dunia digital ini, sudah seharusnya layanan yang diberikan juga disesuaikan. Pertumbuhan pada mobile dan messaging yang berlipat-lipat tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Jadi jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan bisnis dalam skala global, sebagai pemilik bisnis harus lebih jeli melihat peluang dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.


Manfaat bagi Perusahaan Menggunakan Basis AI
Selain lebih unggul dalam persaingan dunia bisnis di era digital ini, menggunakan kecerdasan AI dalam perusahaan juga dapat memberikan berbagai manfaat positif lainnya. Namun secara prinsipnya, sistem kecerdasan buatan ini berfungsi sebagai sebuah sistem sensor. Sistem sensor AI dapat digunakan antara lain untuk knowledge-based system, automatic knowledge acquisition, genetic algorithms, case-based reasoning, serta ambient-intelligence.


Img : Pixabay



Selain tugas utama AI bagi bisnis seperti yang telah disebutkan diatas, menggunakan kecerdasan buatan bagi perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, antara lain adalah sebagai beikut :
  • Sistem reporting
    Dengan banyaknya client dengan data-data serta variabel yang perlu dianalisis, report menjadi salah satu fokus penting. Dengan bisnis yang berkembang semakin besar, otomatisasi pengumpulan data dari sistem akan lebih menguntungkan dan dapat menghemat waktu cukup banyak.
  • Automatic content maker
    Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika suatu saat nanti pembuatan konten dapat dihandle oleh sistem dan mesin. Hal ini tentu masih butuh pengembangan karena konten memerlukan value yang tepat agar dapat secara tepat sasaran disampaikan kepada konsumen.
  • Meminimalkan double to-do
    Bekerja secara team dapat membantu mempermudah pekerjaan. Namun juga bisa menimbulkan resiko terjadinya pengerjaan tugas yang dilakukan secara double oleh beberapa orang dikarenakan kurangnya koordinasi, sistem komunikasi yang kurang baik, dan hal lainnya. Namun dengan kecerdasan AI, hal ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Tidak akan ada pekerjaan sia-sia dan waktu yang percuma karena mengerjakan suatu pekerjaan secara double lagi.
  • Case-based reasoning
    Pada saat terjadi suatu masalah, sistem AI akan mencari arsip data dalam database untuk menyelesaikan kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tahapannya adalah :
    - Retrieve yaitu sistem secara otomatis akan mencari dari database, darimana kasus berasal serta solusi penyelesaiannya
    - Reuse yaitu mengadopsi solusi yang dibutuhkan dari kasus-kasus sebelumnya
    - Revisi yaitu jika solusi yang baru belum bisa berjalan dengan sempurna, maka sistem akan melakukan revisi hingga penyelesaian cocok dengan kasusnya
    - Retain yaitu ketika solusi baru dapat menyelesaikan masalah, sistem akan menyimpan solusi tersebut dalam memori database
Tantangan dalam Pengembangan dan Penggunaan AI bagi Perusahaan
Img : Pixabay

Jika tidak berhati-hati, dalam 50 tahun kedepan bisa saja kecerdasan AI akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Maka dari itu manusia harus lebih cerdas dalam mengasah skill dan upaya dalam menambah knowledge. Hal ini tentunya memerlukan waktu dalam penelitian serta pengembangan yang cukup lama. Ada beberapa hal yang menyebabkan kendala penggunaan AI pada sektor bisnis dan perusahaan, diantaranya adalah :
  • Karena AI adalah bot sistem dan kecerdasan buatan yang diciptakan, tentu AI tidak memiliki common sense, perasaan sensitif, dan kepekaan seperti manusia.
  • AI memang sangat cerdas jika dikaitkan dengan bilangan data, hitungan, perhitungan sebuah data, dan lain sebagainya. Namun kecerdasan AI masih belum bisa menggantikan otak manusia dalam melahirkan ide-ide segar dan inovasi baru.
  • Terbatasnya kecerdasan pada sebuah AI sesuai dengan apa yang manusia berikan padanya. AI tidak akan dapat belajar dengan sendirinya kecuali manusia yang menginstall program update atau tambahan informasi kepada AI tersebut.
  • Pengembangan AI juga masih dilakukan yaitu untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh AI dengan program AI itu sendiri.


Daftar Perusahaan Besar Berbasis AI di Tahun 2017
Pengaplikasian AI pada beberapa perusahaan besar memang benar-benar telah dilakukan. Dan hal ini terjadi pada semua bidang, mulai dari business intelligence, produktivitas, manajemen pelanggan, SDM dan talent, penjualan dan pemasaran B2B, pemasaran konsumen,  keuangan dan operasi, perdagangan digital, data science, engineering, keamanan dan resiko, hingga industri dan manufaktur. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bitnesia, berikut ini adalah contoh perusahaan-perusahaan yang bergerak secara B2B yang telah melakukan perubahan besar dengan mengaplikasikan kecerdasan AI dalam sektor bisnisnya. Daftar perusahaan tersebut antara lain adalah 6Sense, Albert, Aviso, BrightFunnel, Clari, Conversica, InsideSales, Lattice Engines, Mintigo, Radius, Sudo, Salesforce Einstein, Tact, dan Zensight.

Bahkan ada juga perusahaan yang melakukan terobosan besar dengan cara melakukan akuisisi terbesar pada bidang AI. Kedua perusahaan itu adalah Google dan Intel. Google dengan pengembangan Google Assistant serta Google Home nya. Intel yang mengakuisisi Nervana dengan pengembangan program NVIDIA nya. Pertarungan dari kedua raksasa penguasa teknologi ini akan terus berlanjut demi mencoba mendapatkan solusi teknologi yang terbaru.


Masa Depan Penggunaan AI pada Perusahaan
Img : Pixabay

Kesuksesan di masa depan akan dengan sangat mudah dicapai apabila Anda menginvestasikan budget dalam bisnis berbasis AI. Dengan bantuan AI, sistem otomatisasi mulai dari mengumpulkan data, menganalisis, menginterpretasikan data, hingga menarik kesimpulan dapat dilakukan dengan bantuan AI. Dengan bantuan AI, pekerjaan Anda akan semakin mudah karena AI dapat membantu pada berbagai bidang sektor bisnis.

Saat ini saja sudah banyak pekerjaan manusia yang telah diambil alih oleh mesin. Karena dari segi produktivitas, robot memang tidak memerlukan istirahat, tidak seperti manusia. Dan hal ini bisa berarti Anda dapat melakukan proses produksi selama 24 jam penuh tanpa harus memikirkan insentif lembur bagi karyawan. Jika dilihat dari aspek digital dan eknonomi, tentu memang hal ini lebih menguntungkan. Namun sepintar-pintarnya robot, manusialah yang menciptakan robot beserta kepintarannya tersebut. Jangan sampai kecerdasan manusia juga dapat direbut atau bahkan dikalahkan dengan kecerdasan robot. Jangan sampai robot juga mengambil sisi kemanusiaan dan akal sehat yang hanya dimiliki oleh manusia. Pergunakan teknologi sebaik-baiknya namun tetap lebih baik untuk juga mempertimbangan aspek-aspek dan value lain dalam pengembangan bisnis.