Wednesday, December 5, 2018

Perkuat Personal Branding Melalui Media Sosial



Bisnis dibangun berdasarkan kepercayaan yang didasari oleh banyak hal, salah satunya adalah terkait personal branding sang pemilik bisnis itu sendiri. Membangun personal branding dan menumbuhkan personal branding tersebut akan menambah kepercayaan pelanggan tidak hanya citra diri yang semakin baik, namun jaringan dan keuntungan bisnis anda pun akan meningkat secara tajam. 
Di era saat ini, media sosial menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disepelekan atau dianggap biasa karena keberadaanya yang lekat dengan diri kita saat ini. Menggunakan media sosial saat ini menjadi jejak digital individu yang bisa menentukan banyak hal di masa depannya nanti. Maka penting sekali merawat personal branding bagi setiap individu di media sosial.

Reputasi bisnis yang anda bangun dipengaruhi juga oleh personal branding di media sosial. Semakin baik personal branding akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait brand bisnis. Sebuah penelitian oleh Weber Shandwick menunjukkan bahwa 77% reputasi CEO menentukan karyawan yang ingin bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini bisa diasumsikan bahwa dari personal branding memiliki pengaruh yang kuat terhadap apa yang mereka kerjakan dan bagaimana seseorang percaya dengan anda. Sedangkan media sosial memiliki peranan penting dalam membangun personal branding seseorang di era saat ini. Lalu bagaimana media sosial membantu memperkuat personal branding anda? Atau bagaimana anda membangun personal branding anda di media sosial?


Personal Branding
Personal branding adalah proses memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur, seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum. Layaknya produk atau jasa, brand personal memberikan gambaran tentang pengalaman yang akan didapat konsumen ketika berinteraksi dengan pemilik brand.

Brand personal seperti hal lain di dunia, juga memiliki dua sisi yang berkebalikan seperti 2 sisi koin. Ketika pribadi seseorang diasosiasikan dengan suatu produk/perusahaan, maka citra baik dan buruk perusahaan akan turut meningkat seiring semakin dikenalnya pribadi tersebut. Sebagai contoh, sebagai pengguna teknologi dan pengguna media sosial, tentu anda mengenal sosok Steve Jobs selalu dikaitkan dengan keberhasilan Apple, atau sosok Wishnutama yang akhir -akhir ini sukses menyuguhkan upacara pembukaan dan penutupan Asian Games  2018 yang historik dan megah. personal brandingnya meningkat karena banyak yang memuji kehebatannya di media sosial hingga semua orang tidak akan pernah ragu membeli tiket untuk menonton setiap pertunjukan yang ia arahkan. Sisi yang lain, brand yang gagal akan membuat pendiri brand tersebut selalu disangkutkan dengan kegagalan brand tersebut. Contohnya adalah sosok Keiji Inafune yang akan selalu dikaitkan dengan kegagalan Comcept sebuah perusahaan pengembang video game asal Jepang.



Media Sosial untuk Personal Branding
Setelah mengetahui pentingnya personal branding dan peran media sosial saat ini, berikut adalah beberapa kiat untuk anda tentang bagaimana anda membangun brand yang baik bagi diri anda di media sosial:

Tentukan ingin dikenal seperti apa
Hal penting dan mendasar sebelum anda membangun sebuah brand adalah menentukan ingin seperti apa anda dikenal nantinya dan mencari hubungan yang tepat tentang bisnis anda. Semakin unik dan semakin spesifik karakter yang anda tunjukkan akan semakin baik. Personal Branding yang baik adalah bagaimana mendeskripsikan keotentikan anda yang berbeda dengan orang lain dan lebih mempercayai anda sebagai seorang yang konsisten dan ahli di bidang yang anda tekuni. Sebagai contoh, apakah anda ingin sebagai vlogger atau content creator yang baik? Atau seorang kritikus makanan yang handal? Tunjukkan hal spesifik tersebut kepada publik melalui content yang anda unggah di media sosial

Hal penting dalam membangun sebuah personal branding adalah menyusun tersebut dengan terencana dan terpercaya dan jangan pernah meremehkan personal branding yang anda buat di media sosial anda. Membangun personal branding tidak bisa dengan “be yourself” yang justru akan menunjukkan banyak kelemahan dan citra negatif yang ikut ditunjukkan. Citra positif didepan publik dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan pasar kepada anda dan bisnis anda.

Kembangkan Pribadi yang berkarakter dan Positif
Membangun personal branding bagi diri sendiri menjadikan anda seperti public figure  yang harus menjaga apa yang anda tunjukkan ke ruang public. Bagaimana anda berinteraksi dan bagaimana anda mengkomunikasikan ide anda di media sosial adalah cerminan kepribadian anda. Jadikan pribadi positif sebagai jati diri anda yang tak perlu dipaksa untuk diperlihatkan. Bagaimana caranya? Bertemu lebih banyak orang dan bacalah banyak buku yang lebih banyak akan menambah wawasan anda dan membuat pikiran anda lebih terbuka.

Dengan menjadi seorang yang berpikiran terbuka, mereka akan memandang anda sebagai orang yang solutif dan berfokus pada pemecahan masalah,  bukan menyalahkan. Di media sosial juga harus dimaknai sebagai ruang public yang menentukan personal  branding dari diri anda. Bagaimana anda menulis postingan, berkomentar maupun mengunggah foto akan dilihat oleh banyak orang dan direkam sebagai jejak digital. Sebagai pemimpin perusahaan, anda bisa kehilangan kepercayaan pasar atas jejak digital yang pernah anda buat. Sebagai karyawan, anda bisa kehilangan pekerjaan anda karena perusahaan menemukan sebuah unggahan negatif anda di masa lalu.

Jadilah orang yang berpenampilan layak
Sebagai orang yang melakukan kegiatan di media sosial yang mana adalah sebuah ruang publik, cepat atau lambat masyarakat selaku pemegang kendali pasar akan melihat anda. Meski anda belum dikenal oleh banyak orang, cerminkan pribadi yang baik dan positif anda dengan berpenampilan yang layak. Berpenampilan layak tidaklah harus formal, namun layak dipandang dan menonjolkan sisi pribadi unik anda sendiri.

Penampilan yang layak ini juga perlu ditampilkan di media sosial anda sebagai bagian dari proses personal branding. Mungkin anda bisa mengelak dengan “don’t judge a book by its cover”, namun siapa yang akan membeli sebuah produk dengan bungkus yang tidak menarik pula? Meski rasanya sangat lezat, namun anda juga akan berpikir beberapa kali untuk membelinya bukan? Jadilah menarik dengan merawat diri anda.

Gunakan Ads dan jangkau lebih banyak orang
Postingan anda bagus, menarik dan penuh cerita di dalamnya. Namun, tak ada yang melihat karena selain follower anda sedikit memiliki efek pada jumlah orang yang menyukai foto anda juga sedikit pula. Selain rajin melakukan posting di media sosial secara berkala, anda harus memikirkan fitur ads yang pasti ada di setiap media sosial seperti facebook, Instagram, twitter atau LinkedIn. Ads ini berbayar dan akan menjangkau lebih banyak orang, semakin banyak orang yang melihat akan semakin banyak orang yang mengetahui dan sadar siapa anda dan mulai percaya dengan “nama” anda.

Ads sangat cocok untuk proses personal branding yang anda sedang lakukan, namun sebelum anda menjangkau banyak orang lebih banyak. Pastikan anda membuat content yang menarik dan layak untuk disukai banyak orang dengan menunjukkan keunikan diri anda.

Buat Website pribadi dan daftarkan domain anda
Membuat sebuah postingan yang baik di media sosial memang diperlukan. Namun jika anda sudah menjadi seorang yang profesional, gunakan website pribadi sebagai tempat utama anda dalam melakukan proses personal branding dibanding media sosial. Segera daftarkan brand dan pilih domain yang cocok bagi anda. Anda bisa menghubungi hosting provider untuk segera mendaftarkan domain yang tepat untuk diri anda. Dalam memilih domain juga perlu diperhatikan, apakah anda akan menggunakan .com, .net, .org, .gov dll. Jika untuk keperluan pribadi dan komersial sangat disarankan .com, namun agar seseorang lebih mudah mengidentifikasi anda berada di negara mana, jangan lupa memilih .co.id untuk Indonesia.

Konsisten
Dalam membangun kepercayaan dan keyakinan pasar, konsisten adalah kunci utama dari personal branding. Layaknya brand yang sudah sangat kuat dan mengakar di masyarakat. Fokus akan filosofi, prinsip dan pesan yang akan disampaikan oleh sebuah perusahaan kepada pasar menjadikan sebuah brand tersebut bertahan lama dan selalu diingat. Kita ambil contoh produk pompa air, dalam benak kita pasti adalah sanyo, atau kebab dalam ingatan kita selalu tertuju pada Baba Rafi atau individu seperti Mary Riana yang terkenal dengan buku mimpi sejuta dolarnya dan motivasinya.

Konsisten juga harus diaplikasikan antara personal branding maupun bisnis branding yang dibangun. Anda tidak perlu setiap hari memasarkan produk anda secara masif dan terang-terangan, perbanyak postingan dan jaringan yang konsisten di media sosial atau memposting ulang hal- hal yang terkait dan konsisten dengan prinsip anda merupakan hal yang dapat anda lakukan untuk melakukan personal branding.

Jangan malu mengakui kesalahan.
Bagian penting dari sebuah proses personal branding adalah attitude, sebuah sikap yang tidak dianugerahkan tapi kita harus terus belajar. Dalam melakukan proses personal branding di media sosial, mungkin anda membuat sebuah kesalahan yang bisa jadi mengecewakan pengikut anda, ketika menyadari hal tersebut segera lakukan introspeksi dan evaluasi. Setelah itu lakukan permohonan maaf tanpa tendensi membenarkan apa yang telah anda lakukan. Anda mungkin tidak akan membuat semua orang senang dengan pernyataan anda, namun meminta maaf bukan hanya untuk mengakui kesalahan namun juga menunjukkan betapa bijaksananya anda sebagai orang yang tepat untuk sukses.

Personal branding di Media Sosial membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup lama dalam menggapainya, jangan cepat putus asa atau menyerah dengan apa yang anda telah capai saat ini. Pencapaian yang sedikit ini lebih baik dibanding tidak ada pencapaian sama sekali, terus konsisten untuk membuat posisi tawar anda semakin naik hingga anda tak perlu memperkenalkan siapa anda. 

Thursday, August 23, 2018

Alasan Cyber Crime Banyak Menyerang Bisnis Kecil dan Bagaimana Solusinya




Sebagian besar bisnis kecil kurang memiliki kesadaran terhadap pentingnya proteksi dan keamanan data perusahaannya, sehingga sering menjadi sasaran empuk atau target utama serangan cyber crime, terutama pencurian data yang dilakukan oleh hacker. Keadaan ini semakin mengkhawatirkan dengan ditambah tidak adanya rasa kepedulian dari pemilik bisnis karena bersumber dari adanya stigma bahwa bisnis kecil tidak memiliki resiko sama besar terhadap pembajakan, peretasan maupun pencurian data dibandingkan dengan bisnis dengan skala lebih besar. Serangan cyber crime pada dasarnya tidak mengenal seberapa besar perusahaan tersebut, melainkan tracking perusahaan tersebut, misalnya saja berapa banyak kunjungan dan transaksi yang terjadi pada website. Semua resiko akan sama besar jika sebuah perusahaan skala kecil atau startup memiliki hal yang diinginkan oleh peretas demi tujuan keuntungan pribadi mereka.

Bisnis kecil sering dipandang sebelah mata tidak memiliki potensi untuk mendapat serangan cyber crime dibandingkan dengan bisnis skala besar. Masih banyak pemikiran tentang website bisnis kecil yang diserang oleh peretas bukanlah sebuah media daring yang menarik jika dibandingkan dengan website yang lebih besar lainnya dengan jumlah kunjungan traffic yang tinggi. Hal ini merupakan sebuah pandangan yang bias karena dugaan tersebut bisa saja keliru. Ketika Anda mengira atau mendengar sesuatu tidak terjadi, maka secara otomatis Anda akan berasumsi bahwa hal tersebut benar-benar tidak terjadi, padahal kenyataannya tidak. Pandangan akan hal tersebut juga berimbas pada pola pikir para pelaku bisnis kecil yang akan membuat website perusahaannya. Kebanyakan pemilik bisnis tersebut tidak akan memikirkan keamanan data sebagai aspek penting dan prioritas utama dalam membuat website. Langkah-langkah preventif  untuk melindungi semua data dan aset yang dimiliki pun hanya sebatas keamanan yang mendasar dan sangat mudah diakses oleh peretas.



Bisnis Kecil dan Karakteristiknya
Img : Stocksnap

Bisnis kecil didefinisikan sebagai sebuah perusahaan startup, rekanan atau perseorangan yang memiliki jumlah karyawan lebih sedikit dan atau memiliki pendapatan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan perusahaan dengan skala menengah maupun atas. Bisnis yang dikategorisasikan sebagai bisnis kecil biasanya termasuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki omzet kurang lebih 2,5 Milyar dan dengan aset kurang dari 500 juta Rupiah berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Bisnis kecil ini biasanya didorong dan dibantu oleh pemerintah untuk membenahi infrastruktur fisik, finansial hingga digitalisasi berupa pengadaan website dan pemasaran menggunakan media sosial.

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, kategori bisnis kecil ini termasuk service di bidang retail dan customer goods seperti toko serba ada, grosir, toko roti, toko makanan, atau di bidang jasa (tukang kayu, bangunan atau teknisi listrik) yang dalam menjalankan bisnisnya belum terstruktur seperti perusahaan besar. Karakter lainnya adalah sistem pembukuan yang masih sederhana dan belum melibatkan sistem pembukuan yang kompleks atau standar akuntansi.

Dari segi modal, bisnis kecil masih menggunakan modal terbatas yang mengakibatkan efisiensi dan lebih berfokus pada core business mereka dibanding dengan support business seperti pemakaian website dan kepedulian terhadap sistem keamanan informasi. Modal yang terbatas dan pengalaman manajerial yang belum memadai serta sistem pembukuan yang masih belum komprehensif mengakibatkan bisnis kecil susah mendapatkan pinjaman modal daribBank untuk mengembangkan bisnisnya.


Bisnis Kecil Rentan Terkena Serangan Cyber Crime
Img : Stocksnap

Bisnis kecil sesuai dengan karakteristiknya yang telah dijabarkan sebelumnya, memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan bisnis skala menengah dan besar. Serangan cyber crime tidak memandang ukuran, traffic, maupun seberapa viral suatu website. Serangan cyber tidak memandang hal tersebut, ada banyak kemungkinan yang menjadi alasan seorang hacker profesional maupun amatir menyerang sebuah bisnis dengan skala nkecil. Berikut beberapa alasannya:

  • Serangan cyber crime terhadap bisnis kecil bukanlah media daring

    Serangan cyber terhadap bisnis kecil tidak bisa dianggap sebagai sebuah berita yang menarik atau memiliki rating tinggi dibandingkan dengan permasalahan peretasan yang dilakukan pada website atau perusahaan besar. Dikarenakan hal ini bukanlah sesuatu yang viral dan sering diberitakan. Dari sinilah muncul anggapan beberapa pihak bahwa tidak ada peretasan pada bisnis kecil. Sehingga pola pikir yang terbentuk adalah asumsi bias bahwa tidak ada bisnis kecil yang diretas. Hal ini dikarenakan hanya karena masyarakat digital tidak mendengar hal tersebut.


  • Modal terbatas pada bisnis kecil
Pembagian anggaran yang hanya berfokus pada pembiayaan core bisnis menyebabkan sebuah bisnis kecil setengah hati dalam membiayai support bisnisnya, seperti pengadaan, pengelolaan, serta pemeliharaan infrastruktur IT baik hardware dan softwarenya. Di satu sisi, dalam era digitalisasi seperti saat ini, bisnis kecil membutuhkan website sebagai akses untuk mengembangkan pasar dengan lebih luas lagi. Digitalisasi sebuah data juga harus dilakukan agar mudah untuk melakukan audit dan dapat dipertanggungjawabkan oleh perusahaan agar dapat balik modal.

  • Budaya Bring Your Own Device (BYOD)
Membawa peralatan kerja seperti laptop sendiri memang menjadi hal yang lumrah dalam bisnis skala kecil, hal ini dikarenakan terkait dengan penghematan anggaran pengadaan barang dan efisiensi. Namun, hal ini justru membawa dampak negatif terkait keamanan informasi perusahaan tersebut. Serangan cyber bisa saja terjadi tidak hanya dari pihak eksternal, namun juga dari pihak internal atau berasal dari karyawan suatu perusahaan itu sendiri. Budaya BYOD ini mengakibatkan tidak adanya kontrol atau standarisasi bagi perusahaan dalam menjaga sistem informasinya dan sangat memudahkan serangan cyber crime masuk.

  • Software yang tidak pernah diperbarui
Software kadaluarsa menjadi persoalan selanjutnya mengapa bisnis kecil sangat mudah terkena serangan cyber crime. Biaya pemeliharaan software yang tidak murah juga menjadi permasalahan mengapa bisnis kecil tidak memperbarui software-software yang dimiliki. Banyak bisnis kecil yang menganggap tidak perlu melakukan pembaruan setelah membeli sebuah domain atau pemeliharaan website. Tidak adanya edukasi dengan baik juga menjadi persoalan selanjutnya bisnis kecil yang rentan terhadap serangan cyber crime.

  • Akses kontrol yang tidak ketat
Keamanan yang hanya mengandalkan password sangat mudah diretas. Begitu pula website yang mengandalkan satu sistem keamanan saja membuat bisnis kecil tidak mampu menghadapi serangan serangan cyber crime. Akses yang tidak berlapis dan tidak bervariasi ini menyebabkan bisnis kecil sangat mudah diretas.

  • Test bagi hacker pemula
Sayangnya terkadang tidak ada tujuan khusus bagi seorang hacker untuk meretas sebuah website atau membuat suatu serangan cyber. Melalui keamanan yang tidak terlalu ketat, website bisnis kecil seringkali digunakan sebagai sebuah tes atau sebagai pengalaman perdana bagi seorang hacker pemula yang ingin menjadi hacker profesional.

  • Ketidakpedulian terhadap sistem keamanan
Dari semua faktor-faktor yang menyebabkan bisnis kecil mudah diserang oleh serangan cyber adalah tidak menempatkan keamanan informasi sebagai faktor utama dan terpenting dalam kebutuhan IT. Hal ini pada akhirnya akan memicu hal-hal yang sangat memudahkan seorang hacker untuk menyerang bisnis kecil. Jika saja bisnis kecil lebih peduli terkait sebuah isu keamanan, maka kemungkinan bisnis tersebut diretas juga akan semakin dapat diminimalisir.


Solusi Pencegahan Serangan Cyber Crime terhadap Bisnis Kecil
Img : Stocksnap

Tidak ada cara lain untuk mencegah serangan cyber crime selain meningkatkan kesadaran terhadap keamanan informasi data. Dalam menyusun sebuah kesadaran tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang pelaku bisnis kecil agar terhindar dari serangan cyber yang tenunya dapat merugikan internal perusahaan. Beberapa solusi yang dapat diterapkan diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengubah pola pikir bahwa keamanan Informasi merupakan hal yang tidak penting
    Sudah seharusnya layanan IT dapat menjangkau layanan sehingga mudah diakses dan fleksibel. Namun, inti permasalahannya adalah keamanan harus menjadi perhatian khusus dan prioritas bagi para pengguna layanan IT. Inti dari sebuah bisnis tentunya adalah kepercayaan, dan kepercayaan tersebut dapat diperoleh dari keamanan informasi yang disimpan dan dikelola. Apabila hal tersebut diabaikan, maka kepercayaan itu akan perlahan memudar dan kepercayaan pelanggan semakin terdegradasi oleh sesuatu yang tidak bisa diprediksi oleh para pelaku bisnis. Jangan sampai pola pikir Anda berubah setelah mendapat serangan cyber crime secara berturut-turut dan berimbas pada penjualan perusahaan.

  • Sisihkan anggaran lebih untuk keamanan informasi
    Mungkin infrastruktur IT merupakan bagian support bisnis dari perusahaan kecil. Namun di era digitalisasi seperti saat ini, meskipun IT bukan menjadi core business namun sudah seharusnya tidak dikesampingkan begitu saja agar dapat mengekspansi pasar secara lebih luas. Dengan memberikan anggaran yang dikhususkan untuk keamanan informasi, merupakan sebuah investasi yang nantinya akan menguntungkan perusahaan itu sendiri. Selain bebas dari serangan cyber, juga dapat memudahkan perusahaan di berbagai hal seperti misalnya ekspansi pasar yang lebih luas, serta memahami perilaku konsumen.
Img : Stocksnap

  • Gunakan aplikasi password untuk akses yang lebih ketat
    Penggunaan password masih menjadi pilihan utama dalam keamanan dan akses masuk administrator website. Perkuat password Anda menggunakan berbagai macam aplikasi yang tersedia, misalnya saya Password Generator yang memang dirancang untuk membuat password lebih kuat dan aman dari serangan cyber crime. Tidak perlu sibuk dan pusing merancang password yang terstandar aman, namun cukup menggunakan aplikasi password generator akan memudahkan Anda memiliki password yang sulit untuk dipecahkan oleh hacker.

  • Update semua infrastruktur hardware maupun software
    Celah keamanan sebuah sistem selalu bisa dilihat dari versi terdahulunya dan dapat mengundang serangan cyber crime lainnya berupa virus, spyware, malware, maupun hilangnya data perusahaan. Memperbarui sistem merupakan satu-satunya cara untuk terus meningkatkan kinerja dan menguatkan sistem keamanan sebuah sistem. Hal ini berdasarkan pada kenyataan bahwa tidak hanya sistem keamanan yang berkembang, namun peretasan dan perkembangan virus juga mengalami perkembangan. Maka dari itu jangan ragu untuk memperbaharui suatu sistem, karena itu sebuah kewajiban yang dapat menyelamatkan data dan informasi perusahaan Anda.

  • Lakukan backup semua data secara rutin dan berkala
    Layanan komputasi awan atau cloud computing dtelah menjadi solusi bagi perorangan maupun bisnis untuk solusi backup sebuah data. Metode konvensional yang masih menyimpan data di penyimpanan komputer, harddisk, flashdisk dan semacamnya lebih rentan hilang dan rusak. Tentunya sebagai pemilik bisnis tidak ingin berdiam diri melainkan merubah bisnis kecil menjadi lebih berkembang bukan? Dengan adanya backup, Anda dapat lebih mudah terkoneksi dengan berbagai layanan dan kemudahan. Karena Anda tidak pernah bisa memprediksi kapan serangan cyber crime dapat terjadi pada perusahaan maupun website anda, maka backup lah data-data dan informasi perusahaan sebelum hal-hal tersebut benar-benar terjadi.

  • Selalu monitor aktivitas website Anda
    Salah satu kelemahan website bisnis kecil adalah tidak adanya monitoring terhadap website tersebut. Selalu mengawasi website selama 24/7 bukanlah sesuatu yang mungkin dilakukan oleh sedikit team apalagi seorang diri. Namun selalu ada cara untuk mengawasi atau memonitor website Anda, tentunya dengan bantuan third party dengan layanan managed service yang dapat membantu memantau serangan-serangan yang tidak terduga.

  • Percayakan pada provider yang terverifikasi keamanannya
    Meski memiliki anggaran yang terbatas, pemilik bsinis skala kecil tetap dapat mengembangkan website, serta terhindar dari berbagai ancaman serangan cyber crime. Dengan mempercayakan kepada provider penyedia jasa layanan managed service untuk bisa mengontrol, mengawasi dan memberikan solusi yang terbaik bagi perusahaan dan keperluan IT perusahaan Anda, agar selalu aman dan terhindar dari serangan cyber crime. Anda tentu dapat mempercayakan keamanan informasi perusahaan kepada Wowrack sebagai layanan yang terpercaya dan terdepan dalam keamanan informasi. Kunjungi website www.wowrack.co.id untuk informasi lanjut terkait informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan Anda.






Wednesday, July 18, 2018

Cloud Computing untuk Ekonomi Digital


Pada tahun 2020, Indonesia menargetkan menjadi salah satu pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini bukanlah sebuah target tanpa dasar, melihat potensi Indonesia dalam menjalankan Ekonomi Digital dewasa ini. Seperti dikutip dari laman kominfo.go.id, data analisis Ernst & Young menyebutkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 40 persen. Selain itu, terdapat sekitar 93,4 juta jumlah pengguna internet, serta 71 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki landasan yang cukup besar dalam menghadapi ekonomi digital. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapkah negara Indonesia menjadi pemain terbesar dalam ekonomi digital, mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang telah menjelma sebagai raksasa ekonomi digital dengan infrastuktur mereka?


Berbicara mengenai infrastruktur, bisnis ekonomi digital tidak hanya mengenai transaksi jual beli antara pembeli dan penjual. Namun, lebih dari itu, banyak aspek dari ekonomi digital yang menggandeng aspek lain seperti jasa pengiriman barang, infrastruktur jalan, logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, perusahaan-perusahaan penyedia server hingga penyimpanan awan /cloud computing, sehingga memudahkan proses ekonomi digital tersebut.



Definisi Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Sebelum berbicara mengenai 2 hal yang menjadi fokus pembahasan kita pada artikel kali ini yakni ekonomi digital dan cloud computing. Mari kita melihat definisi dari dua hal tersebut. Ekonomi digital merupakan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrument informasi, kapasitas informasi, serta pemrosesan informasi. Menurut Tapscott, komponen ekonomi digital yang bisa diidentifikasi pertama kali adalah industri TIK, aktivitas e-commerce, serta distribusi digital barang dan jasa. Ekonomi digital jika disederhanakan adalah sektor ekonomi yang meliputi barang-barang dan jasa-jasa saat pengembangan, produksi, penjualan atau suplainya bergantung pada teknologi digital.


Sedangkan cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet). Dimana terdapat beragam aplikasi maupun data, serta media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam, mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Salah satu keunggulan cloud computing adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing itu sendiri.



Dampak Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam perkembangannya, ekonomi digital sebagai sebuah salah satu revolusi industri, membawa dampak yang cukup signifikan bagi semua aspek industri di dunia. Dan perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


  • Dampak luas sebagai akibat digitalisasi yang merupakan revolusi industri keempat adalah mengubah beberapa pola bekerja beberapa orang. Contohnya, untuk menjadi supir taxi, harus mendaftar di perusahan taxi tersebut. Sedangkan akibat adanya ekonomi digital ini, mereka dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet dengan menjadi supir taxi online, serta lebih flexibel tanpa harus “ngantor” setiap hari.
  • Dampak selanjutnya dari ekonomi digital adalah dalam sektor perbankan atau finansial. Saat ini masyarakat lebih menyukai hal-hal praktis, termasuk dalam kebutuhan akan transaksi keuangan. Di era ekonomi digital saat ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di dalam hal financial, semakin banyak inovasi Financial Technology (Fintech).
  • Ekonomi digital mendorong terciptanya suatu market digital atau e-commerce yang bertujuan untuk memberikan sebuah wadah bagi pengusaha - pengusaha kecil atau sektor UMKM yang membutuhkan wadah dalam menjual produk-produk mereka.
  • Menumbuhkan perusahaan-perusahaan baru dalam era ekonomi digital ini. Banyak startup - startup berbasis teknologi bermunculan, akibatnya, mimpi Indonesia untuk memiliki banyak pengusaha dan menciptakan lapangan kerja dapat terealisasi dengan cara menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Meskipun banyak efisiensi dari tenaga pekerja, namun dengan ekonomi digital, pelaku usaha tidak hanya terfokus pada prinsip ekonomi lama yang fokus pada produksi dan jual beli namun lebih bersinergi dengan hal lain seperti ilmu pengetahunan, teknologi dan kreatifitas.



Infrastruktur Ekonomi Digital di Indonesia
Img : StockSnap

Tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi digital membutuhkan berbagai infrastruktur yang banyak dibanding sistem ekonomi sebelumnya atau konvensional. Penguatan infrastruktur tersebut perlu digunakan untuk memaksimalkan potensi yang bisa dicapai oleh ekonomi digital itu sendiri. Diantara kebutuhan-kebutuhan infrastruktur tersebut, inilah beberapa infrastruktur ekonomi digital yang ada di Indonesia :


  • Pasokan listrik, menurut kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih sebesar 977,69 Kwh atau masih di bawah sebagian negara ASEAN. Pasokan listrik ini penting sebagai modal utama dalam digitalisasi. Di negara-negara yang telah maju ekonomi digitalnya memiliki konsumsi listrik yang tinggi. Akses listrik yang belum merata inilah yang menjadi persoalan dalam menghadapi ekonomi digital.
  • Akses internet, seperti dikutip dari laman tirto.id, saat ini telah ada sebanyak 432 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah terkoneksi internet. Akan tetapi, hanya 222 kabupaten/kota yang sudah bisa menikmati jaringan 4G. Akses internet yang stabil dan merata adalah infrastruktur dasar yang harus dibangun untuk menciptakan sistem ekonomi digital yang baik.
  • Data center, kebutuhan akan penyimpanan data perusahaan baik level multinasional maupun startup, sangatlah penting untuk menunjang digitalisasi. Data center penting digunakan sebagai tempat penyimpanan data, server komputer dan jaringan internet. Didalam data center juga terdapat cloud computing atau komputasi awan yang sifatnya public dan dapat diakses oleh siapapun asalkan dengan fasilitas internet guna mengaksesnya. Belum banyak perusahaan yang menyediakan cloud computing di Indonesia meskipun angkanya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini menciptakan kondisi saat ini dimana perusahaan di Indonesia masih banyak menggunakan cloud di data center luar negeri sebesar 65%, sedangkan hanya 35% yang menggunakan cloud dalam negeri.


Manfaat Cloud Computing
Img : StockSnap

  • Server terpusat, layanan cloud computing memungkinkan penggunanya tidak perlu membangun data center sendiri. Perusahaan hanya menyewa layanan cloud dari provider pemberi layanan cloud dan dapat memanfaatkan keunggulan cloud tersebut sebagai data center perusahaan mereka.
  • Data aman, pastikan provider layanan yang dipilih aman serta telah tersertifikasi dari jaminan platform teknologi, dan juga jaminan ISO.
  • Jangkauan serta fleksibilitas yang luas. Teknologi ini menawarkan akses yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun serta bisa diakses oleh siapapun yang memiliki akses hanya dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan penggunaan cloud computing, membeli memori fisik tidak lagi diperlukan karena bisa disimpan virtual melalui cloud computing.
  • Investasi jangka panjang, sebagai teknologi yang baru. Cloud computing akan meminimalisir pembelian aset seperti harddisk untuk menyimpan data yang besar dari perusahaan, dengan melakukan investasi cloud computing, perusahaan dapat membuat data center yang terpusat, yang memungkinkan perusahaan tersebut berkembang lebih dari satu lokasi.



Penggunaan Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam kaitannya dengan pemerataan ekonomi dan untuk mendongkrak Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN, kebutuhan akan data center sangat dibutuhkan. Namun, pembuatan data center yang mahal belum bisa dijangkau perusahaan berskala UMKM / startup. Hal ini menyebabkan perkembangan data center berupa komputasi awan / cloud computing sangat diperlukan.

Mengutip dari Worldwide Semi Annual Public Cloud Services Spending Guide yang dipublikasikan International Data Corporation (IDC), belanja dunia untuk layanan public cloud diperkirakan akan mencapai 204 miliar poundsterling pada tahun 2021. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan ekonomi digital. Berikut beberapa hal positif yang bisa membuat cloud computing sebagai infrastruktur penting dalam ekonomi digital :


  • Memperluas jaringan. Sistem cloud memungkinkan penggunanya untuk terintegrasi dengan pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan untuk pengguna menggunakan tools analytic dalam menganalisa bisnis mereka.
  • Pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan infrastruktur cloud computing memungkinkan  pelaku bisnis memanfaatkan pola konsumsi masyarakat yang berubah menjadi digital dan menjual produknya lebih luas.
  • Real time / update. Cloud Computing menyimpan data  pengguna di internet, sehingga pengguna dalam hal ini pelaku bisnis bisa memanfaatkan penyimpanan ini untuk mengupdate produk-produknya lebih real time dan cepat.
  • Sistem keamanan data. Cloud Computing dapat menyimpan data pengguna di internet yang lebih aman karena sistem keamanannya yang terus diperbarui /real time sehingga tingkat keamanannya tinggi.
  • Backup Data. Pada penggunaan data IT konvensional, memungkinkan terserang virus atau malware yang menyebabkan data dari pelaku bisnis tersebut hilang. Dengan menggunakan cloud computing, data-data dasar bisa langsung terbackup. Selain itu hal ini bisa dimanfaatkan untuk analisis consumer behaviour yang sangat dibutuhkan dalam ekonomi digital.