Friday, October 20, 2017

Pentingkah Firewall untuk Security System?


Melakukan suatu kegiatan dengan bantuan akses internet merupakan hal yang umum dilakukan oleh masyarakat digital dewasa ini. Berbagai kegiatan dan pekerjaan memang dapat dilakukan secara online dengan internet. Dalam kehidupan sehari-hari saja yang secara langsung dapat berimbas pada keseharian masyarakat ini beraneka ragam, mulai dari booking transportasi melalui aplikasi online untuk berangkat sekolah, kuliah, kerja, atau kemanapun tujuan orang tersebut. Dalam dunia kerja atau pendidikan yang membutuhkan share dokumen mungkin untuk keperluan meeting, presentasi, maupun kerja kelompok, sudah tersedia berbagai software dan aplikasi sharing doc seperti Dropbox, Google Drive, dan lain sebagainya. Bahkan sekarang para pakar teknologi sudah mengeluarkan inovasi berupa smartcar yang tentu terhubung dengan AI dan software-software lain yang tentunya membutuhkan jaringan internet untuk menjalankannya. Smartcar akan membantu pengemudi untuk melakukan pekerjaan lain selama di dalam mobil, karena smartcar yang akan menyelesaikan tugas mengemudi dengan aman. Bukan tidak mungkin dimasa depan semua hal dapat diubah kedalam bentuk digital dengan bantuan internet.

Lalu jika semua pekerjaan dan aktifitas manusia membutuhkan koneksi internet, bagaimana jika koneksi tersebut diserang oleh peretas? Tentu akan banyak sekali kerugian yang dialami oleh masyarakat digital. Memang bergantung hanya pada jaringan internet tentu akan semakin rentan dan mudah untuk diserang juga secara online. Maka dari itu, proteksi jaringan internet dan komputer memang perlu untuk dilakukan. Dan salah satu ‘penjaga’ pertama yang mampu menjadi perisai ini adalah Firewall.


Mengapa Firewall?
Img : Freepik

Hal pertama yang memang harus dilakukan ketika memiliki koneksi internal yang melibatkan komputer dan jaringan internet adalah memasang Firewall. Sosok Firewall ini adalah ‘pintu utama’ dari segala aktifitas yang dilakukan dengan menggunakan jaringan internet. Maka dari itu sangat penting untuk memiliki Firewall dalam apapun jaringan internet, terutama jaringan internal perusahaan yang dimiliki. Firewall bertugas melindungi jaringan internal agar tidak diakses oleh siapapun diluar jaringan internal tersebut. Dengan kata lain Firewall bertugas melindungi dan menjadi perisai dari segala jenis ancaman yang bisa saja datang diluar jaringan internal. Misalnya data-data perusahaan yang penting, yang telah dishare di internal perusahaan, tidak akan dapat diakses oleh pihak luar. Sehingga data tidak akan dapat diubah, dicuri, atau dirusak oleh pihak luar.

Firewall adalah salah satu dari sekian banyak sistem keamanan yang dapat diterapkan pada jaringan private internet. Firewall membantu untuk mengamankan website dari serangan pihak diluar jaringan internal. Sehingga siapa saja pihak luar yang ingin mengakses, mengedit / merubah, maupun mencuri akses dari website akan secara otomatis akan langsung di block oleh Firewall. Sehingga Firewall merupakan pengaman ‘pintu depan’ yang harus diaplikasikan dalam jaringan internal. Firewall mampu mengatur lalu lintas data-data yang dapat diakses maupun yang tidak dapat diakses oleh beberapa pihak diluar jaringan private. Firewall mampu melihat data-data serta alamat IP yang digunakan, serta menutup akses port untuk alamat-alamat IP yang tidak dikenal, bahkan hingga unsur-unsur data yang terkandung dalam suatu konten. Maka dari itu sangat penting untuk memasang dan menggunakan Firewall sebagai perisai dan perlindungan pada tindakan pengamanan yang paling mendasar.


Ada Berapa Jenis Perlindungan Firewall?
Pada dasarnya, Firewall ini melindungi dua hal utama, yaitu :
  • Perangkat komputer, atau perangkat keras dari infrastruktur yang digunakan dalam jaringan private yang digunakan, misalnya komputer atau perangkat yang digunakan dalam suatu perusahaan. Jika jaringan sampai terkena hack, maka tentu data-data yang tersimpan didalam komputer dapat diakses, diretas, dan dicuri oleh hacker. Untuk mencegah hal tersebut, maka memang sebaiknya memasang Firewall sebagai perlindungan pertama terhadap segala jenis infrastruktur yang digunakan untuk mengakses internet.
  • Jaringan private, termasuk didalamnya semua individu yang menggunakan akses internet melalui komputer-komputer yang digunakan dalam satu jaringan. Firewall ini dapat melindungi port-port akses jaringan internet tersebut. Ada beberapa third party yang menawarkan dan menyediakan layanan perlindungan jaringan ini. Biasanya bentuk perlindungannya adalah melalui software-software seperti Cisco dan Mikrotik.


Apa Fungsi Lain dari Firewall?
Img : Freepik

Selain fungsi utama sebagai filter akses dari luar yang ingin masuk dalam jaringan private, Firewall juga memiliki fungsi-fungsi lain diantaranya adalah :
  • Mengawasi dan mengontrol lalu lintas transfer data-data antar komputer yang berada dalam satu jaringan. Selain itu juga mengawasi dan mengontrol upaya-upaya dari luar jaringan yang ingin masuk melalui port-port tertentu kedalam jaringan internal.
    Ada beberapa hal yang menjadi fokus utama perlindungan dari Firewall yaitu alamat IP komputer pengirim dan alamat IP komputer penerima, port dari komputer pengirim dan port komputer penerima, serta informasi dari header yang disimpan dalam paket data.
  • Membuka dan menutup port-port tertentu. Karena pada dasarnya hacker akan meretas dengan cara mencari celah dan kelemahan berupa port yang ‘lengah tidak terjaga’ sehingga ketika seharusnya port ini tertutup untuk jaringan luar, namun malah terbuka. Tugas Firewall adalah memastikan port-port yang harus tertutup ini agar benar-benar tertutup.
  • Melakukan otentifikasi pada jaringan yang digunakan. Firewall ini akan bekerja misalnya dengan cara konfigurasi terlebih dahulu, yaitu meminta username dan password ketika seseorang ingin mengakses suatu jaringan internal.
  • Menjaga informasi dan data-data internal tetap berada didalam jaringan private, dan tidak keluar tanpa sepengetahuan.
  • Memeriksa dan memodifikasi paket data yang terdiri atas header, tubuh (payload), serta trailer. Paket ini merupakan bagian dari sebuah Internet Protocol.


Jenis Perlindungan Firewall

Img : Pixabay

Setiap aktifitas yang menggunakan jaringan internet, tentu tetap harus melewati pantauan dan ‘persetujuan’ dari Firewall. Tidak ada satupun aktifitas keluar masuk jaringan yang terjadi tanpa sepengetahuan dari Firewall. Secara garis besar, Firewall memiliki beberapa karakter perlindungan yaitu diantaranya adalah :
  • Memantau aktifitas dan kegiatan transfer data yang terjadi didalam jaringan maupun aktifitas yang memerlukan akses keluar masuk jaringan. Jika akses dinilai dapat membahayakan jaringan private, maka otomatis Firewall akan menolak, memblock, serta tidak memberikan akses untuk masuk dengan cara menutup port-port yang digunakan sebagai akses jalan masuk. Sehingga jaringan internal akan aman dari serangan dari luar.
  • Firewall memberikan perlindungan terhadap segala jenis aktifitas jaringan yang ‘familiar’, dimana tentunya segala jenis aktifitas ini adalah kegiatan yang biasanya rutin dilakukan dalam suatu jaringan private. Sehingga untuk membuat Firewall ‘familiar’ dengan aktifitas ini, perlu dilakukan konfigurasi atau pengaturan tertentu untuk mengatur policy keamanan lokal. Dengan aktifitas yang telah terkonfigurasi tersebut, Firewall akan mengenali aktifitas jaringan dan melindunginya.
  • Firewall tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari Operating System yang mendukungnya. Untuk mendapatkan perlindungan yang baik dan kuat, tentunya Firewall harus didukung dengan sistem yang trusted, dan kuat agar tahan dari serangan atau minim kelemahan.
  • Firewall dapat melakukan penyaringan kepada router yang digunakan dengan cara mengatur semua paket IP yang digunakan untuk mengirim, melewati, dan menerima. Ketika semua sudah terdaftar, maka Firewall dapat diatur untuk tindakannya yaitu diterima, diteruskan, maupun ditolak.
  • Application-level gateway dan circuit-level gateway. Application-level gateway yaitu proxy server yang dapat berfungsi untuk memperlancar dan menguatkan kecepatan arus aplikasi. Sedangkan circuit-level gateway merupakan  fungsi yang terbentuk dari application-level gateway yaitu fungsi yang tidak memperbolehkan koneksi secara langsung (end to end).


Bagaimana Firewall Bekerja?
Img : StockSnap

Untuk melindungi jaringan internal, Firewall dapat menerapkan metode extended authentication berupa suatu policy tertentu, misalnya adalah sebuah konfigurasi username dan password. Firewall membantu ‘mengenali’ user melalui akses masuk yang diinput dalam sistem masuk jaringan tersebut. Selain itu, Firewall akan bertindak menggunakan sertifikasi digital. Maksudnya adalah proses otentifikasi yang dapat terjadi tanpa campur tangan dari user. Sehingga prosesnya akan semakin cepat, dan juga lebih baik daripada harus input username dan password terlebih dahulu. Namun sayangnya, mekanisme proses otentifikasi sertifikasi digital ini sedikit lebih rumit.

Firewall juga dapat bekerja dengan cara melalui kunci yang telah diberitahu dan dimiliki oleh user (pre-shared key). Metode ini dinilai adalah metode yang paling mudah untuk dilakukan. Selain lebih sederhana, metode pre-shared key ini memiliki sistem otentifikasi yang mudah. Yaitu setiap host website jaringan akan diberikan shared key yang telah ditentukan sebelumnya. Metode otentifikasi menggunakan pre-shared key ini memiliki kekurangan berupa seberapa sering kunci tersebut dilakukan pembaruan sehingga banyaknya user yang menggunakannya terkadang lupa menggunakan kunci yang lama alih-alih yang baru.


Pentingkah Firewall sebagai Security System?
Img : Freepik

Di akhir pembahasan ini, dapat diperoleh fakta dan kesimpulan bahwa Firewall sangat penting untuk keamanan jaringan internal komunitas, grup, serta lingkup perusahaan dan bisnis. Mengapa? Karena Firewall mampu menjadi pelindung terdepan dari sederet cyber security yang dapat diterapkan. Firewall cukup mampu untuk menjadi pelindung ‘gerbang utama’ dan kemudian dapat disusul dengan perlindungan-perlindungan lanjutan lainnya. Tentu lebih disarankan untuk memiliki Firewall daripada tidak sama sekali. Setidaknya, keamanan jaringan akan lebih terjaga dan terlindungi jika menggunakan Firewall.

Ada beberapa manfaat lain dari Firewall sebagai bahan pertimbangan menggunakan Firewall sebagai perlindungan jaringan internal Anda. Firewall dapat diandalkan sebagai sebuah sistem yang mengatur komunikasi dua arah jaringan yang berbeda. Firewall dapat melakukan scanning jaringan dengan menggunakan deteksi alamat IP, nomor port, protocol, serta mengidentifikasi pesan konten. Firewall dapat mengendalikan File Transfer Protocol (FTP) untuk memantau lalu lintas keluar masuk jaringan internet, sehingga mampu menjaga semua data yang bersifat rahasia dan private agar tidak dikirim oleh pihak-pihak tertentu keluar jaringan baik secara sengaja maupun tidak. Firewall dapat mencegah infeksi virus yang dapat merusak komputer, software, dan sistem. Firewall dapat mencegah akses yang tidak sah dari dan ke jaringan pribadi. Firewall dapat langsung memblock pesan dan konten yang mengandung unsur-unsur berbahaya dan tidak sesuai dengan konfigurasi keamanan yang ada. Firewall dapat memfilter, mengatur, dan mengontrol semua jenis lalu lintas aliran data, informasi, koneksi, dan hubungan dari dan kedalam jaringan internal, maupun keluar jaringan. Semua fungsi ini juga memungkinkan Firewall untuk mencegah modifikasi data-data di website yang tidak sah dan tidak dikenal.

Jadi bagaimana, sudahkah jaringan private Anda terlindungi oleh Firewall?






Friday, September 29, 2017

Tantangan yang Kerap Dihadapi dalam Backup Data


Mengapa kita memerlukan backup? Tentu saja untuk menghindari kerusakan dan kehilangan data-data yang penting. Lalu siapa saja yang membutuhkan backup? Pada kenyataannya, semua sektor memerlukan layanan backup. Mulai dari sektor bisnis dan perusahaan, sektor pendidikan, rumah sakit, industri kreatif, bahkan hingga kebutuhan untuk masing-masing individu. Backup menjadi kebutuhan yang penting di era digital ini, karena semua hal dapat dilakukan secara online. Selain untuk keperluan perlindungan data, backup secara online juga bermanfaat untuk fleksibilitas dalam akses data. Tidak perlu lagi menyiapkan dan membawa harddisk eksternal kemananpun Anda pergi. Backup yang telah terintegrasi dengan sistem cloud dapat diakses dengan menggunakan laptop, maupun hanya dengan smartphone yang digunakan.

Telah banyak aplikasi maupun layanan backup, misalnya saja Google Drive, Dropbox, iBackup, dan lain sebagainya. Diantara layanan-layanan backup tersebut ada yang gratis serta ada juga yang berbayar. Tentu layanan yang berbayar memiliki fitur-fitur yang lebih lengkap daripada layanan backup yang gratis. Namun tentu untuk kebutuhan perusahaan atau bisnis besar tidak hanya cukup dengan menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut. Melainkan mempercayakan keperluan backup kepada provider penyedia layanan backup. Mengapa? Karena tentu provider penyedia layanan backup lebih profesinal terkait dengan keamanan, kapasitas penyimpanan, serta memiliki sistem support selama 24/7 sehingga apabila terjadi error dan lain sebagainya, user mengetahui kemana dapat melakukan pengaduan dan teknisi yang sigap akan membantu memperbaiki masalah user dengan cepat dan tepat sasaran.


Backup Online yang Terbaik?
Img : Wowrack Indonesia

Backup online dinilai sebagai jenis backup yang terbaik dan paling aman dari segala jenis backup secara tradisional yang masih menggunakan disk, maupun harddisk eksternal. Hal ini dikarenakan beberapa alasan diantaranya adalah :

  • Jaminan keamanan data
    Dengan penggunaan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing, maka sudah pasti keamanan data-data yang dibackup akan dijamin tidak akan rusak, corrupt, maupun hilang. Karena biasanya provider penyedia backup juga memiliki additional paket berupa security dan anti virus untuk melindungi keamanan data-data yang telah dibackup tersebut.
    Tidak akan ada istilah data yang hilang karena kasus media penyimpanan atau harddisk yang rusak atau hilang. Karena semua penyimpanan sudah terintegrasi dengan sistem cloud, dimana data-data tersebut akan aman berada pada sebuah data center.
  • Akses yang mudah dan fleksibel
    Ucapkan selamat tinggal pada segala jenis kerepotan yang diakibatkan karena harus membawa-bawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi. Karena dengan backup online, semua data dapat diakses dengan mudah, cepat, dan fleksibel dimanapun Anda berapa. Cukup diakses dengan laptop, tablet, smartphone atau apapun gadget Anda asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.
    Membawa harddisk eksternal kemanapun Anda pergi juga sangat beresiko, resiko rusak karena sering terbentur benda-benda lain, jatuh, hilang, atau terkena virus akibat sering dikoneksikan dengan PC atau laptop yang berbeda-beda. Hal ini tentu berbeda jika menggunakan layanan backup online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud.
  • Kemudahan recovery data
    Backup tidak akan memiliki banyak manfaat apabila tidak memenuhi tujuan utamanya, yaitu recovery dan mengamankan data. Backup tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya jika data-data yang telah terbackup susah untuk diakses, data tidak lengkap sesuai backup yang telah dilakukan, rusak/hilang, dan lain sebagainya. Ketika terjadi suatu kesalahan sehingga ada data yang hilang, backup dapat berfungsi sebagai recovery data.
    Sebenarnya untuk mencegah kerusakan atau kehilangan data, maka harus memperhatikan proses backup itu sendiri. Proses backup harus dilakukan dengan cara yang benar dan terstruktur, supaya data-data dapat terbackup dengan benar dan sempurna. Sehingga untuk kedepannya, ketika Anda membutuhkan data tersebut, data dengan mudah dapat ditemukan dan backup mampu menjadi recovery plan Anda.
  • Penghematan anggaran biaya untuk jangka panjang
    Jika dilihat secara sekilas, mungkin terlihat bahwa biaya backup online ini sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan backup secara tradisional melalui media-media seperti harddisk eksternal. Namun yang jarang disadari adalah media backup tradisional memiliki usia pemakaian. Jadi setelah beberapa waktu, media backup tersebut akan rusak dan tidak dapat digunakan lagi setelah beberapa waktu. Maka dari itu, Anda perlu membeli perangkat yang baru lagi untuk menggantikan perangkat yang lama.
    Hal ini akan berbeda apabila Anda menggunakan backup online. Dengan backup online, Anda hanya perlu membayar biaya di awal pemakaian. Kemudian pembayaran berikutnya hanya berlaku apabila Anda ingin menambah kapasitas penyimpanan backup tersebut.
  • Membantu lebih fokus pada bidang bisnis yang dijalankan
    Jika mempercayakan kepada provider penyedia layanan backup, Anda tidak perlu memikirkan tentang masalah maintenance, security, management, dan lain sebagainya karena provider layanan akan mengurus semuanya untuk Anda. Anda hanya harus fokus kepada bisnis dan perusahaan yang dijalankan.
    Hal ini adalah salah satu kemudahan dalam menggunakan backup online yang disediakan oleh provider. Tidak perlu memiliki teknisi yang handal untuk memanage masalah-masalah seputar IT karena support dari provider tentu sudah mencakup semua hal yang didukung oleh teknisi-teknisi yang profesional di bidangnya.
  • Mudah dalam operasi dan maintenance
    Backup online tidak memerlukan maintenance yang rumit, karena pada dasarnya backup secara online mudah dalam akses datanya. User tinggal masuk ke aplikasi backup kemudian bisa mengakses data-data secara online selama 24 jam penuh. Sedangkan untuk maintenance, backup telah memiliki sistem yang terintegrasi dengan baik sehingga hanya provider dari backup yang perlu memikirkan tentang maintenance dan program-programnya.
    Backup data secara rutin dapat dilakukan setiap jam, setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan tergantung dari kebutuhan masing-masing user yang menggunakannya.
Backup & Recovery
Img : Wowrack Indonesia

Apa saja hal yang bisa dibackup? Tentu selain data-data berupa file, dokumen, foto, video, dan lain sebagainya, backup online juga dapat melingkupi backup sistem dan fisik perangkat atau secara virtual yang dapat mencakup Windows, Linux ataupun Mac OSX Desktop dan Server. Keuntungan lainnya, beberapa provider penyedia layanan backup online juga telah melengkapi paket layanan backupnya dengan sistem keamanan yang tinggi, dimana mencakup perlindungan teknologi security tertentu, perlindungan password, dan juga SSL security.


Backup online lebih mudah dan fleksibel dalam kebutuhan masing-masing user, karena bisa dilakukan penambahan storage yang cukup cepat tanpa harus upgrade ke account lain maupun migrasi. Selain itu, backup secara online juga memiliki high availability dimana backup akan sangat kecil kemungkinan mengalami down dikarenakan sistem infrastruktur cloud yang redundant. Banyak sekali keuntungan dan kelebihan backup online seperti yang telah disebutkan diatas. Namun apakah ada kendala atau masalah yang kerap dihadapi dalam backup? Tentu saja ada. Nah, apa saja kendala-kendala dalam backup tersebut?


Kendala-Kendala dalam Backup Data
Backup data dalam kapasitas yang cenderung kecil, atau proses backup yang tidak memerlukan storage yang besar, serta jumlah data yang dibackup tidak cukup banyak, maka biasanya akan sedikit kendala yang muncul dalam proses backup tersebut. Namun semakin banyak data-data, sistem, serta aplikasi yang dibackup, tentu prosesnya akan semakin lama dan memakan waktu, serta kemungkinan-kemungkinan resiko lainnya. Beberapa hal yang mungkin terjadi dalam proses backup data dalam jumlah besar antara lain adalah :
  • Memerlukan storage atau kapasitas penyimpanan yang besar
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses backup
  • Koneksi atau jaringan yang harus stabil dan tidak down agar proses backup dapat berjalan dengan lancar
  • Tools yang digunakan untuk proses backup harus dapat menjamin proses backup tetap berjalan lancar, baik tools bawaan maupun tools tambahan yang diperlukan


Proses backup sendiri bermacam-macam, ada yang berupa menyalin file dalam bentuk file aslinya, namun ada juga yang melakukan pemindahan data dengan cara mengubah format file asli menjadi padat seperti .zip, .rar, dan lain sebagainya. Backup ini dapat dilakukan dengan bantuan tools-tools tertentu. Bisa dengan menggunakan tools bawaan, tools tambahan, maupun kombinasi dari keduanya. Selain dikarenakan proses backup yang memiliki beberapa kendala yang dialami, tools ini akan membantu semua proses backup dapat berjalan dengan sukses dengan cara membantu menyederhanakan file dan data-data yang akan dibackup.
Img : Wowrack Indonesia


Kombinasi backup tools banyak digunakan dalam lingkungan Wide Area Network (WAN) seperti misalnya di data center dapat membantu proses backup menjadi semakin mudah. Ketika sejumlah file harus dibackup dalam range yang cukup besar, maka tools-tools ini akan sangat membantu. Selain itu, kebutuhan lain yang diperlukan dalam melakukan backup dalam lingkungan WAN antara lain adalah koneksi yang stabil dan tidak boleh terputus, bandwidth yang besar agar proses dapat berjalan dengan lancar, tersedianya komponen-komponen infrastruktur yang harus disediakan untuk mensupport proses backup, serta administrator atau teknisi yang bertugas membackup data-data tersebut. Administrator tersebut harus benar-benar paham tentang tools-tools yang recommended atau sebaiknya digunakan untuk proses backup tersebut.


Tools backup tambahan dari pihak ketiga biasanya hanya diperlukan dan digunakan hanya ketika tools bawaan sudah semaksimal mungkin digunakan dan masih tetap memerlukan tools tambahan untuk memaksimalkan semua proses dan fungsi dalam backup. Namun idealnya yang harus dilakukan oleh seorang administrator di data center adalah memaksimalkan penggunaan tools bawaan terlebih dulu, sehingga adapat mengetahui hal apa saja yang memerlukan bantuan tools tambahan dari pihak ketiga agar dapat menyelesaikan permasalahan backup. Maka dari itu, seorang administrator ini harus seorang yang benar-benar ahli dan teliti dalam pekerjaannya.


Lalu seberapa pentingnya tools tambahan jika dibandingkan dengan tools bawaan? Apa saja fungsi dan kegunaan dari tools tambahan? Ada beberapa fungsi dari tools tambahan dalam proses backup ini, beberapa diantaranya adalah :

  • Mengontrol bandwidth yang diperlukan dalam proses backup
  • Melakukan klasifikasi dan isolasi data-data yang akan dicopy
  • Mengatur jadwal proses copying file-file
  • Membuat sambungan antara lokasi tujuan penyimpanan dengan platform virtual
  • Mampu menjadi penghubung antar lokasi penyimpanan backup yang lainnya

Tantangan yang kerap dihadapi oleh perusahaan penyedia layanan backup adalah apabila client menginginkan salinan data-datanya berada diluar negeri, tidak hanya didalam negeri. Hal ini merupakan sebuah tantangan karena pada saat proses transfer dan backup data, jaringan dan koneksi dari satelit harus benar-benar stabil dan tidak terputus-putus, apalagi jika data tersebut dalam jumlah yang besar. Resiko yang sering terjadi adalah data-data tidak terbackup sepenuhnya. Sehingga ketika client ingin mengakses salah satu file dan file tersebut ternyata tidak ada, maka hal ini akan berdampak bukan hanya kepada provider penyedia layanan tersebut namun juga keberlangsungan bisnis client tersebut. Maka dari itu lebih baik mempertimbangkan dengan baik mengenai sisi positif dan negatif tentang memiliki additional backup yang terletak sangat jauh dari data center utama, apakah lebih menguntungkan atau malah justru merugikan.





Thursday, September 14, 2017

WOW TECHNICAL EVENT 2017 : "Business Security & Business Continuity"


Di tahun 2017 ini, PT. Wowrack Indonesia kembali mengadakan sebuah event tahunan sebagai sarana edukasi serta netwoking bagi para pelaku bisnis dan tentunya dunia IT, yang bertajuk WOW TECHNICAL EVENT (WTE) 2017. Kali ini acara WTE 2017 mengusung tema “Business Security and Business Continuity”.


Event WTE diselenggarakan dalam rangka bertujuan untuk membantu masyarakat Indonesia khususnya para pelaku bisnis dan penggiat IT untuk lebih aware lagi terhadap perkembangan serta isu-isu teknologi di era bisnis digital seperti saat ini. Acara WTE berbentuk talkshow yang akan mengajak audience untuk ikut serta berpartisipasi aktif untuk mengulas secara mendalam mengenai topik yang akan dibahas.


Tentunya topik Business Security sangat berkaitan erat dengan Business Continuity. Karena saat ini, berapa persen masyarakat di Indonesia yang sudah sangat memprioritaskan keamanan data-data penting perusahaannya? Berapa persen yang sadar bahwa security itu penting bagi perusahaan? Bahkan masih sedikit perusahaan di tingkat start up dan menengah yang telah menerapkan sistem backup serta memiliki Disaster Recovery Plan bagi perusahaannya.


Maka dari itu, Wowrack Indonesia berharap event WTE ini dapat membantu sekaligus menjadi salah satu solusi bagi permasalahan di dunia IT, khususnya dengan tema “Business Security and Business Continuity” ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam menghadapi kejahatan di dunia cyber serta keberlangsungan bisnis Anda.
Event WTE 2017 “Business Security and Business Continuity” akan diselenggarakan pada :


Hari / Tanggal : Rabu, 20 September 2017
Waktu : 10.00 s/d selesai
Tempat : XXI Lounge Ciputra World
 Jl. Mayjen Sungkono No.89 Surabaya
Fasilitas : Cozy lunch, Doorprize, Goodie bag, Talk show kit, etc


It’s FREE, but LIMITED SEAT



Untuk info lebih lanjut silahkan klik link :




WOW TECHNICAL EVENT 2017

"Business Security & Business Continuity"







Friday, July 14, 2017

Bagaimana Penanganan dan Pemeliharaan Data Center yang Tepat?


Agar jaringan internet dan sistem penyimpanan serta pengolahan data-data dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan sebuah tempat bernama data center yang stabil dan aman. Stabil yang dimaksudkan adalah selalu dapat beroperasi dengan baik sehingga terhindar dari resiko downtime. Sedangkan aman yang dimaksudkan adalah berada di lokasi yang aman, sehingga terhindar dari resiko bencana alam dan resiko lain seperti cybercrime sehingga diperlukan cyber security yang kuat untuk menjaga keamanan sebuah data center tersebut.

Letak data center yang ideal adalah seharusnya tersembunyi, tidak untuk diexpose ke publik. Kerahasiaan lokasi data center ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan yang ada di data center. Mengapa data center ini harus benar-benar aman? Karena data center merupakan pusat penyimpanan dan pengolahan agar data dan informasi dari berbagai perusahaan, pelaku bisnis, maupun individu. Semua data-data ini tentu harus terjamin keamanan dan kerahasiannya. Selain itu, keamanan di data center bertujuan untuk menjauhkan tujuan-tujuan kejahatan yang berbentuk fisik. Jika bagian-bagian dari data center dicuri, data center juga tidak akan bisa berjalan dengan baik.  

Sebuah data center terdiri dari beberapa ruangan yang memiliki fungsinya masing-masing sehingga dapat membentuk suatu kesatuan agar data center dapat berjalan dengan baik. Beberapa ruangan tersebut antara lain adalah ruangan rak-rak server, ruangan pendingin, ruangan teknisi IT support, ruangan UPS, ruangan untuk generator cadangan, dan lain sebagainya.


Pengenalan Data Center
Img : Pixabay

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, data center adalah sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan, sekaligus memproses dan mengolah data-data dari berbagai sumber dan server agar tetap mudah diakses oleh user. Semua perangkat dan komputer yang ada dalam data center semua harus terhubung dengan jaringan internet, sehingga memudahkan akses transfer data dan koneksi.

Di Indonesia sendiri tentu telah banyak didirikan bangunan yang difungsikan untuk data center. Mengingat banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang tengah berkembang di Indonesia. Namun data center tidak boleh hanya diletakkan pada satu tempat, melainkan sebuah perusahaan harus memiliki minimal dua atau lebih data center yang tersebar di kota maupun negara yang berbeda-beda. Tentu data-data center tersebut memiliki standarisasi tersendiri agar layak disebut sebagai data center.

Beberapa standarisasi infrastruktur yang harus ada pada setiap data center antara lain adalah :
  1. Rak-rak server
  2. Sistem kelistrikan
  3. HVAC
  4. Security dan akses maintenance
  5. Kabel dan fiber optik
  6. Raised floor

Img : Electronic Packaging






Masing-masing dari infrastruktur serta bagian-bagian tersebut harus dijaga dan dimaintenance dan harus secara rutin dicek fungsi dan kerusakannya secara berkala. Maka dari itu, perlu untuk menempatkan teknisi yang bertanggung jawab penuh terhadap maintanance infrastruktur yang ada pada data center agar data center terhindar dari resiko kerusakan dan bencana lainnya.


Mengapa Perlu Pemeliharaan Data Center?
Selain masalah keamanan, data center amat sangat penting untuk dijaga tentang segala infrastrukturnya. Mengapa pemeliharaan infrastruktur pada data center ini sangat penting untuk dilakukan? Tentu untuk menghindari masalah-masalah seperti downtime, kerusakan alat dan infrastruktur seperti konsleting listrik, listrik yang padam, ruangan server yang terlalu panas atau lembab, alat-alat infrastruktur yang aus atau rusak, dan lain sebagainya.

Downtime sendiri dapat terjadi akibat aliran listrik yang tiba-tiba padam. Maka dari itu perlu disediakan generator cadangan untuk menjaga aliran listrik tetap stabil. Namun UPS juga tidak kalah penting dalam menyimpan energi listrik pada waktu proses pemindahan dari listrik biasa ke generator cadangan. Hal yang paling dihindari dari kerusakan yang ada pada infrastruktur data center adalah downtime. Mengapa? Karena downtime mengakibatkan banyak kerugian, tidak hanya bagi data center itu sendiri namun juga kepada seluruh klien yang telah ‘menitipkan’ data-data dan informasi mereka pada data center tersebut. Tentu apabila server down, banyak aktifitas website yang diakses melalui internet akan terhambat bahkan tidak berjalan sama sekali. Maka dari itu, akan banyak sekali kerugian yang dialami oleh perusahaan yang servernya down. Misalnya saja perusahaan perbankan, bursa efek, rumah sakit, dan perusahaan-perusahaan yang memiliki dasar penjualan secara online seperti contohnya Amazon.


Kerugian Pemeliharaan yang Tidak Rutin
Img : Pixabay

Secara rutin memantau dan memelihara alat-alat infrastruktur yang ada pada data center akan mengurangi prosentase kerugian yang dapat ditimbulkan. Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin berarti sebuah tindakan untuk mengantisipasi adanya masalah yang mungkin ada pada data center. Kita tidak pernah tahu kapan usia suatu perangkat mengalami penurunan atau kerusakan. Dan jika hal ini dibiarkan tanpa diketahui sejak dini, tentu akan mengakibatkan bagian dari data center menjadi rusak dan tidak befungsi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika data center mati atau mengalami downtime, maka akan banyak sekali kerugian yang dapat ditimbulkan. Baik bagi data center itu sendiri maupun untuk konsumen. Misalnya saja kerugian di bagian data-data yang disimpan menjadi rusak/corrupt, kerusakan infrastruktur dan peralatan yang ada pada data center, produktifitas data center yang menurun atau terhambat, maupun kerusakan kepercayaan konsumen terhadap brand/merek data center itu sendiri.

Masih banyak lagi kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan apabila data cneter mengalami kerusakan yang mengakibatkan downtime. Downtime sendiri juga dapat terjadi akibat kesalah teknis seperti aliran listrik yang mati. Padahal server yanga da pada data center harus terus dialiri listrik selama 24/7. Sehingga keberadaan generator cadangan dan UPS sangat membantu mengurangi resiko kesalahan teknis akibat aliran listrik yang mati.


Manfaat Pemeliharaan Data Center
Rutin melakukan maintenance pada semua aspek infrastruktur data center dapat menghindarkan dari segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi apabila data center rusak / mengalami masalah seperti misalnya downtime dan kerusakan infrastruktur data center. Sebuah data center itu sendiri memiliki elemen-elemen infrastruktur seperti :
  1. Blade server, yaitu server yang memiliki ukuran lebih kecil dan hemat energi. Blade server berfungsi sebagai file sharing, website, keamanan SSL, streaming video dan audio, serta transcoding.
  2. FlyWheel UPS, fungsi utamanya sebagai media cadangan penyimpan energi listrik untuk data center.
  3. Retina scanners, berfungsi sebagai elemen security secara fisik bagi ruangan data center.
  4. Ethernet switch 100GB, semakin besar kemampuan untuk mentransfer data, maka lalu lintas transfer juga akan semakin cepat.
  5. Akses point wireless, berfungsi untuk monitoring data center secara wireless.
  6. Digital data shredder, berfungsi untuk menambah keamanan pada storage server melalui perintah pemilihan penghapusan data.
  7. SSD SAN storage, merupakan harddisk atau media penyimpanan yang memiliki kapasitas besar dan kemampuan transfer data yang tinggi.
  8. KVM consoles server, alat untuk memonitor seluruh server.
  9. Virtual tape libraries, berfungsi untuk keperluan backup dan restore dalam pengelolaan harddisk pada server.
  10. Network attached storage, atau harddisk wireless yang berfungsi untuk mengelola aplikasi dan internal work pada data center.


Img : Pixabay


Rutin melakukan pemeliharaan data center dapat memberikan beberapa keuntungan yang signifikan. Beberapa keuntungannya antara lain adalah :
  1. Menurunkan resiko biaya operasional. Karena pemeliharaan secara rutin dapat memperpanjang usia operasional perangkat-perangkat yang digunakan.
  2. Operasional dapat berjalan dengan lancar, karena tidak ada kendala dalam sistem dan perangkat maka otomatis aktifitas rutin dapat berjalan secara lebih efektif.
  3. Minim resiko dan dapat upgrade skill teknisi data center. Setiap ada kendala, merupakan sebuah tantangan yang harus diselesaikan agar tidak menjadi masalah yang ebsar. Sehingga dengan kata lain teknisi IT yang bekerja ditempat tersebut terupgrade skill nya.
  4. Dapat meningkatkan penguatan brand dan kepercayaan dari konsumer. Hal ini dikarenakan server yang tidak pernah down, sehingga konsumen akan percaya terhadap layan dan support penyedia server.

Cara Pemeliharaan Data Center yang Tepat
Apa saja infrastruktur data center yang perlu dilakukan maintenance secara rutin? Ada beberapa infrastruktur dari data center yang sebaiknya dilakukan maintenance secara rutin untuk mencegah kerusakan dan kerugian yang dapat ditimbulkan. Ada beberapa persyaratan umum dalam menjalankan pemeliharaan data center, antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Keselamatan karyawan adalah prioritas nomor satu. Walaupun pemeliharaan data center ini penting, namun yang lebih penting adalah kelematan dan kesejahteraan karyawan. Karena bagaimanapun juga, karyawan yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul pada data center.
  2. Membuat jadwal pemeliharaan yang rutin. Infrastruktur yang paling rutin harus dicek adalah UPS, generator cadangan, serta mesin-mesin pendingin. Hal ini adalah yang paling krusial.
  3. Membuat skema dan evaluasi hasil pemeriksaaan. Evaluasi selalu bermanfaat untuk perbaikan kedepannya.
  4. Membuat perkiraan estimasi waktu pemeliharaan. Mengetahui perkiraan jumlah waktu yang dibutuhkan sangat penting untuk mengetahui seberapa lama ,masalah dapat diselesaikan.
  5. Membuat arsip rincian pemeliharaan, seperti misalnya masalah apa saja yang pernah muncul serta siapa teknisi yang bertugas untuk menghandlenya.
  6. Membuat sebuah sistem manajemen yang terintegrasi dengan jaringan, sehingga evaluasi dapat dilihat dari manapun, kapanpun, dan dimanapun. Kemudahan dalam mengakses masalah-masalah ini akan memudahkan juga dalam memutuskan tindakan apa yang harus diambil.


Bagaimana jika Data Center terkena Kerusakan?
Img : Pixabay

Salah satu tindakan yang paling tepat jika kemungkinan terburuk ketika terjadi downtime atau kerusakan pada data center adalah menyiapkan Disaster Recovery Plan yang tepat dan aman. Salah satunya adalah dengan menyiapkan data center lain, maka dari itu sangat penting data center harus minimal berjumlah dua yang terletak minimal 35 KM dari data center utama. Semakin jauh maka akan semakin baik untuk mengurangi resiko.

Sehingga apabila terjadi konsleting atau bencana alam yang mendadak, maka aktivitas operasional data center dapat dialihkan sementara ke colocation data center yang lain. Lokasi data center cadangan data center inipun sangat beragam. Akan lebih baik apabila dua data center tidak berada di satu kota yang sama. Sehingga apabila terjadi sebuah kurusuhan atau bencana alam di kota yang satu, maka data center di kota lainnya masih aman. Bisa juga data center diletakkan terpisah oleh provinsi bahkan beda negara. Jika demikian, resiko kerusakan data center akan menjadi semakin kecil.