Wednesday, July 18, 2018

Cloud Computing untuk Ekonomi Digital


Pada tahun 2020, Indonesia menargetkan menjadi salah satu pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini bukanlah sebuah target tanpa dasar, melihat potensi Indonesia dalam menjalankan Ekonomi Digital dewasa ini. Seperti dikutip dari laman kominfo.go.id, data analisis Ernst & Young menyebutkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 40 persen. Selain itu, terdapat sekitar 93,4 juta jumlah pengguna internet, serta 71 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki landasan yang cukup besar dalam menghadapi ekonomi digital. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapkah negara Indonesia menjadi pemain terbesar dalam ekonomi digital, mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang telah menjelma sebagai raksasa ekonomi digital dengan infrastuktur mereka?


Berbicara mengenai infrastruktur, bisnis ekonomi digital tidak hanya mengenai transaksi jual beli antara pembeli dan penjual. Namun, lebih dari itu, banyak aspek dari ekonomi digital yang menggandeng aspek lain seperti jasa pengiriman barang, infrastruktur jalan, logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, perusahaan-perusahaan penyedia server hingga penyimpanan awan /cloud computing, sehingga memudahkan proses ekonomi digital tersebut.



Definisi Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Sebelum berbicara mengenai 2 hal yang menjadi fokus pembahasan kita pada artikel kali ini yakni ekonomi digital dan cloud computing. Mari kita melihat definisi dari dua hal tersebut. Ekonomi digital merupakan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrument informasi, kapasitas informasi, serta pemrosesan informasi. Menurut Tapscott, komponen ekonomi digital yang bisa diidentifikasi pertama kali adalah industri TIK, aktivitas e-commerce, serta distribusi digital barang dan jasa. Ekonomi digital jika disederhanakan adalah sektor ekonomi yang meliputi barang-barang dan jasa-jasa saat pengembangan, produksi, penjualan atau suplainya bergantung pada teknologi digital.


Sedangkan cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet). Dimana terdapat beragam aplikasi maupun data, serta media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam, mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Salah satu keunggulan cloud computing adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing itu sendiri.



Dampak Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam perkembangannya, ekonomi digital sebagai sebuah salah satu revolusi industri, membawa dampak yang cukup signifikan bagi semua aspek industri di dunia. Dan perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


  • Dampak luas sebagai akibat digitalisasi yang merupakan revolusi industri keempat adalah mengubah beberapa pola bekerja beberapa orang. Contohnya, untuk menjadi supir taxi, harus mendaftar di perusahan taxi tersebut. Sedangkan akibat adanya ekonomi digital ini, mereka dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet dengan menjadi supir taxi online, serta lebih flexibel tanpa harus “ngantor” setiap hari.
  • Dampak selanjutnya dari ekonomi digital adalah dalam sektor perbankan atau finansial. Saat ini masyarakat lebih menyukai hal-hal praktis, termasuk dalam kebutuhan akan transaksi keuangan. Di era ekonomi digital saat ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di dalam hal financial, semakin banyak inovasi Financial Technology (Fintech).
  • Ekonomi digital mendorong terciptanya suatu market digital atau e-commerce yang bertujuan untuk memberikan sebuah wadah bagi pengusaha - pengusaha kecil atau sektor UMKM yang membutuhkan wadah dalam menjual produk-produk mereka.
  • Menumbuhkan perusahaan-perusahaan baru dalam era ekonomi digital ini. Banyak startup - startup berbasis teknologi bermunculan, akibatnya, mimpi Indonesia untuk memiliki banyak pengusaha dan menciptakan lapangan kerja dapat terealisasi dengan cara menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Meskipun banyak efisiensi dari tenaga pekerja, namun dengan ekonomi digital, pelaku usaha tidak hanya terfokus pada prinsip ekonomi lama yang fokus pada produksi dan jual beli namun lebih bersinergi dengan hal lain seperti ilmu pengetahunan, teknologi dan kreatifitas.



Infrastruktur Ekonomi Digital di Indonesia
Img : StockSnap

Tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi digital membutuhkan berbagai infrastruktur yang banyak dibanding sistem ekonomi sebelumnya atau konvensional. Penguatan infrastruktur tersebut perlu digunakan untuk memaksimalkan potensi yang bisa dicapai oleh ekonomi digital itu sendiri. Diantara kebutuhan-kebutuhan infrastruktur tersebut, inilah beberapa infrastruktur ekonomi digital yang ada di Indonesia :


  • Pasokan listrik, menurut kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih sebesar 977,69 Kwh atau masih di bawah sebagian negara ASEAN. Pasokan listrik ini penting sebagai modal utama dalam digitalisasi. Di negara-negara yang telah maju ekonomi digitalnya memiliki konsumsi listrik yang tinggi. Akses listrik yang belum merata inilah yang menjadi persoalan dalam menghadapi ekonomi digital.
  • Akses internet, seperti dikutip dari laman tirto.id, saat ini telah ada sebanyak 432 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah terkoneksi internet. Akan tetapi, hanya 222 kabupaten/kota yang sudah bisa menikmati jaringan 4G. Akses internet yang stabil dan merata adalah infrastruktur dasar yang harus dibangun untuk menciptakan sistem ekonomi digital yang baik.
  • Data center, kebutuhan akan penyimpanan data perusahaan baik level multinasional maupun startup, sangatlah penting untuk menunjang digitalisasi. Data center penting digunakan sebagai tempat penyimpanan data, server komputer dan jaringan internet. Didalam data center juga terdapat cloud computing atau komputasi awan yang sifatnya public dan dapat diakses oleh siapapun asalkan dengan fasilitas internet guna mengaksesnya. Belum banyak perusahaan yang menyediakan cloud computing di Indonesia meskipun angkanya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini menciptakan kondisi saat ini dimana perusahaan di Indonesia masih banyak menggunakan cloud di data center luar negeri sebesar 65%, sedangkan hanya 35% yang menggunakan cloud dalam negeri.


Manfaat Cloud Computing
Img : StockSnap

  • Server terpusat, layanan cloud computing memungkinkan penggunanya tidak perlu membangun data center sendiri. Perusahaan hanya menyewa layanan cloud dari provider pemberi layanan cloud dan dapat memanfaatkan keunggulan cloud tersebut sebagai data center perusahaan mereka.
  • Data aman, pastikan provider layanan yang dipilih aman serta telah tersertifikasi dari jaminan platform teknologi, dan juga jaminan ISO.
  • Jangkauan serta fleksibilitas yang luas. Teknologi ini menawarkan akses yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun serta bisa diakses oleh siapapun yang memiliki akses hanya dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan penggunaan cloud computing, membeli memori fisik tidak lagi diperlukan karena bisa disimpan virtual melalui cloud computing.
  • Investasi jangka panjang, sebagai teknologi yang baru. Cloud computing akan meminimalisir pembelian aset seperti harddisk untuk menyimpan data yang besar dari perusahaan, dengan melakukan investasi cloud computing, perusahaan dapat membuat data center yang terpusat, yang memungkinkan perusahaan tersebut berkembang lebih dari satu lokasi.



Penggunaan Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam kaitannya dengan pemerataan ekonomi dan untuk mendongkrak Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN, kebutuhan akan data center sangat dibutuhkan. Namun, pembuatan data center yang mahal belum bisa dijangkau perusahaan berskala UMKM / startup. Hal ini menyebabkan perkembangan data center berupa komputasi awan / cloud computing sangat diperlukan.

Mengutip dari Worldwide Semi Annual Public Cloud Services Spending Guide yang dipublikasikan International Data Corporation (IDC), belanja dunia untuk layanan public cloud diperkirakan akan mencapai 204 miliar poundsterling pada tahun 2021. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan ekonomi digital. Berikut beberapa hal positif yang bisa membuat cloud computing sebagai infrastruktur penting dalam ekonomi digital :


  • Memperluas jaringan. Sistem cloud memungkinkan penggunanya untuk terintegrasi dengan pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan untuk pengguna menggunakan tools analytic dalam menganalisa bisnis mereka.
  • Pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan infrastruktur cloud computing memungkinkan  pelaku bisnis memanfaatkan pola konsumsi masyarakat yang berubah menjadi digital dan menjual produknya lebih luas.
  • Real time / update. Cloud Computing menyimpan data  pengguna di internet, sehingga pengguna dalam hal ini pelaku bisnis bisa memanfaatkan penyimpanan ini untuk mengupdate produk-produknya lebih real time dan cepat.
  • Sistem keamanan data. Cloud Computing dapat menyimpan data pengguna di internet yang lebih aman karena sistem keamanannya yang terus diperbarui /real time sehingga tingkat keamanannya tinggi.
  • Backup Data. Pada penggunaan data IT konvensional, memungkinkan terserang virus atau malware yang menyebabkan data dari pelaku bisnis tersebut hilang. Dengan menggunakan cloud computing, data-data dasar bisa langsung terbackup. Selain itu hal ini bisa dimanfaatkan untuk analisis consumer behaviour yang sangat dibutuhkan dalam ekonomi digital.






Friday, January 19, 2018

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini?    


Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.







Wednesday, December 13, 2017

Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Mail Server



Di era digital ini, semua hal hampir dapat diselesaikan dengan cara online. Kebutuhan terhadap jaringan internet ini bisa dibilang sebagai sebuah ketergantungan atau addict. Salah satu contoh nyata adalah, tanyakan ke diri Anda sendiri, “Berapa lama Anda dapat bertahan tanpa melihat dan mengecek smartphone?” Jawabannya tentu dapat bervariasi tergantung dengan masing-masing individu. Namun mengapa orang-orang sangat membutuhkan smartphone? Keperluan mendesak apakah yang dapat diselesaikan melalui smartphone? Tentu jawabannya sangat banyak dan bervariasi. Smartphone digunakan untuk berbagai hal dan keperluan, mulai dari komunikasi, telepon, entertainment, aplikasi editing, hingga urusan pekerjaan.


Pada dasarnya setiap penggunaan dan pembaruan teknologi memang ditujukan serta difungsikan untuk membantu mempermudah semua urusan dan pekerjaan manusia. Termasuk didalamnya yaitu kebutuhan untuk menyelesaikan pekerjaan secara cepat dan efisien waktu. Bagaimana hal ini dapat dicapai? Tentu dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti sistem penyimpanan data dan backup yang telah terintegrasi dengan cloud computing, memanfaatkan serta menggunakan aplikasi-aplikasi yang sesuai dan memungkinkan untuk mempermudah akses dan mempercepat semua jenis pekerjaan.


Salah satu yang tidak boleh dilupakan didalam semua bidang pekerjaan adalah penggunaan email. Email atau elektronik mail merupakan sebuah kebutuhan yang tidak terpisahkan dari manusia dalam sektor pekerjaan, bisnis, individu, maupun perusahaan-perusahaan besar. Khususnya bagi perusahaan besar, email menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan utama dari sebuah komunikasi bisnis. Untuk berkomunikasi secara profesional antar para pelaku bisnis, tentu menggunakan email. Karena komunikasi dengan aplikasi chatting akan dirasa kurang pas jika diterapkan untuk perjanjian kerja, mengirimkan surat penawaran, surat lamaran, appointment untuk meeting, dan lain sebagainya. Begitulah email menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi industri bisnis dan pekerjaan.                                      


Pengertian Mail Server

Img : Stocksnap

Mail server adalah sebuah server atau layanan internet berbasis cloud computing yang digunakan untuk mengirim dan menerima email dalam satu jaringan server mail yang sama. Mail server dapat mengumpulkan, mengolah, dan mengirim data-data serta informasi dalam bentuk email / surat elektronik dengan menggunakan domain email khusus atau domain email tersendiri. Mail server menggunakan daasr layanan client-server, dimana client dapat mengakses server email melalui aplikasi.


Ada tiga protocol utama dalam mengirimkan email melalui mail server, yaitu protocol SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), POP3 (Post Office Protocol V3), dan IMAP SMTP. SMTP lebih banyak digunakan untuk menampung data serta mengirimkan email ke alamat email lain yang ingin dituju. Protocol POP3 dan protocol IMAP lebih banyak digunakan untuk memudahkan user dalam membaca dan mengakses email secara remote.
Komponen Mail Server
Hal ini penting dimiliki oleh sebuah mail server agar dapat berfungsi maksimal dalam proses menerima dan mengirim email dengan lancar. Pada dasarnya mail server memiliki dua aplikasi yaitu SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dan POP (Post Office Protocol). Namun selain itu, mail server memiliki beberapa hal yang penting sebagai komponen dasar pendukung serta pengoperasiannya. Beberapa komponen yang biasanya dimiliki oleh mail server ada tiga, yaitu sebagai berikut :
  • MUA (Mail User Agent)
    MUA memiliki beberapa program utama terkait dengan proses membaca dan membuat email. Jadi MUA bertugas sebagai program untuk membaca email, menerima, serta perintah-perintah untuk membuat dan mengirimkan pesan. MUA disebut juga sebagai email reader atau pembaca email, karena fungsi utamanya adalah perintah-perintah dalam email seperti menerima email, serta mengirim balasan email. Ada beberapa MUA yang juga dilengkapi dengan Multipurpose Internet Mail Extension (MIME), yaitu program yang digunakan untuk mengirimkan email yang berisi file atau attachment-attachment tertentu.
  • MTA (Mail Transport Agent)
    MTA adalah salah satu komponen mail server yang bertugas untuk mengurus bagian program pengiriman email. MTA akan melakukan fungsi-fungsi yang harus dilakukannya antara lain adalah menerima dan memproses pesan-pesan email yang masuk melalui berbagai macam jaringan, menentukan alamat tujuan sebagai bahan pertimbangan bagaimana cara mengirimkan sebuah pesan email tersebut, serta menggunakan daftar distribusi untuk mengirimkan salinan pesan.
  • MDA (Mail Delivery Agent)
    MDA merupakan bagian program dari mail server yang bertugas sebagai agen pengiriman pesan email. MDA memiliki dua komponen utama, yaitu sebuah database yang berisi saluran atau jaringan untuk mengirimkan pesan, serta yang kedua adalah delivery agent yang bertugas untuk mengirimkan pesan email sesuai dengan jaringan yang dipilih.


Cara Kerja Web Mail Server

Img : Stocksnap

Mail server memiliki dua server yang berbeda fungsinya, yaitu server yang berfungsi sebagai outgoing server (sending email) serta yang kedua adalah incoming server (receiving email). Outgoing server dihandle oleh server SMTP pada port 25. Sedangkan incoming server dihandle oleh POP3 pada port 110 atau IMAP pada port 143. Port adalah semacam konektor yang berfungsi untuk konektor atau pintu buka tutup akses, koneksi, serta distribusi dan transmisi data dari komputer satu ke komputer maupun jaringan lainnya.


Bagaimana cara pengiriman dan penerimaan email? Tentu cara kerja email ini bervariasi tergantung dari program dan aplikasinya. Proses mengiriman email melalui TCP/IP dapat dianalogikan sebagai berikut :

Sender -> user agent -> waiting list email -> MTA -> user mailbox -> user agent -> receiver


Cara kerja mail server secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut, pada awalnya email-email yang telah dikirimkan oleh sender, maka akan dikumpulkan dan disimpan menjadi satu file dalam database mail server. Pengelompokkan ini berdasarkan atas tujuan email. Dalam sebuah email yang dikirimkan tentu telah terdapat informasi tentang tujuan penerima email dan asal email sender tersebut, serta informasi tanggal dan waktu pengiriman email. Ketika receiver email membaca email dari pengirim email, itu artinya penerima email tersebut telah mengakses mail server dan membaca pesan / file yang tersimpan dalam database mail server yang ditampilkan melalui aplikasi dan browser oleh user tersebut.

Kelebihan dan Manfaat Mail Server

Img : Stocksnap

Menggunakan mail server pribadi bukan mail server dari penyedia platform-platform gratis seperti Google, dan Yahoo, tentunya memiliki keuntungan tersendiri. Apa saja kelebihan dan manfaat dari menggunakan mail server sendiri?


  • Lebih menghemat bandwith
    Tentunya menggunakan mail server sendiri yang digunakan khusus untuk jaringan private, misalnya digunakan hanya untuk email karyawan perusahaan Anda, tentu akan lebih menghemat penggunaan bandwidth perusahaan. Artinya mail server tersebut hanya digunakan oleh internal karyawan perusahaan Anda. Semakin sedikit pengguna mail server, tentunya bandwidth yang diperlukan juga akan semakin sedikit bukan? Selain itu, menggunakan mail server pribadi juga menguntungkan pada saat terjadi kemungkinan server down atau crash karena banyaknya user yang mengakses email pada saat yang bersamaan, kemungkinannya juga akan semakin sedikit.
  • Lebih cepat & efisien
    Memiliki private mail server akan berdampak pada minimnya resiko email yang tidak terkirim karena berbagai faktor dan alasan baik pengaruh dari server itu sendiri maupun program dan aplikasinya. Selain itu memiliki mail server pribadi lebih cepat dalam proses pengiriman serta penerimaan email karena traffic yang relatif lebih ‘sepi’ jika dibandingkan dengan mail server gratis dan publik. Hal inilah yang dapat membuat Anda tidak akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengurus keperluan email.
  • Mudah mengatur account
    Memiliki mail server sendiri tentu akan lebih mudah dalam pengaturan dan konfigurasi email. Akun-akun email yang dimiliki juga tentu lebih mudah dalam pengoperasian, pengaturan, serta maintenancenya.
  • Jika terjadi hal-hal diluar dugaan, bisa langsung ditangani sendiri
    Ini kelebihan yang membuat private mail server lebih diminati oleh para pelaku bisnis dan pemilik perusahaan. Memiliki mail server sendiri akan lebih mudah dalam penanganannya. Karena tentu Anda mengetahui bagaimana cara menghubungi team support dari third party penyedia mail server tersebut. Hal ini lebih mudah jika dibandingkan Anda harus menghubungi team support Google atau Yahoo untuk keluhan, pengaduan, serta penanganan yang cepat.
  • Lebih private dan aman
    Memiliki private mail server sendiri tentu artinya memiliki jaringan sendiri yang digunakan oleh internal user yang yang menggunakan mail server tersebut untuk urusan pekerjaan. Private mail server yang digunakan oleh user pun akan lebih aman karena penggunaan dan pengelolaan hanya digunakan oleh jaringan internal.

Jenis-Jenis Mail Server

Img : Stocksnap
Mail server memiliki berbagai jenis-jenis tertentu berdasarkan sistem pengoperasian dan programnya. Beberapa jenis mail server diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Sendmail
    Sendmail adalah sistem mail server yang paling standar dan banyak digunakan pada sistem operasi Linux/Unix.
  • Postfix
    Postfix merupakan mail server yang dibuat berdasarkan hasil pengembangan dari server Sendmail. Bedanya, Postfix dapat dijalankan pada sistem operasi Linux/Unix serta Mac OS X. Postfix ini diharapkan dapat menggantikan server dari Sendmail.
  • Qmail
    Qmail adalah mail server yang disebut-sebut sebagai server teraman dalam sistem operasi mail server. Hal ini dikarenakan Qmail belum memiliki sedikitpun celah keamanan yang dapat mengganggu maupun merusak kinerja mail server tersebut. Qmail telah banyak digunakan oleh penyedia email besar seperti Hotmail dan Yahoo.


Fungsi Web Mail Server

Img : Stocksnap

Fungsi utama mail server adalah sebagai program yang mengatur agar email dapat dikirim oleh pengirim email dan diterima oleh penerima email dengan aman, cepat, dan tanpa kendala. Mail server juga digunakan untuk mengatur penerimaan, pengolahan, pengaturan, serta penyalur proses respon atas email-email yang masuk kedalam kotak masuk pesan. Tujuan dari layanan dan program mail server itu sendiri adalah membuat jaringan dan koneksi transportasi email menjadi lebih aman, cepat, tanpa gangguan, dan lain sebagainya.


Tidak hanya itu, fungsi utama dari program mail server adalah sebagai aplikasi yang dapat digunakan untuk menginstall email. Oleh sebab itu, aplikasi mail server sangat penting untuk digunakan dan dimanfaatkan yaitu untuk mengatur jalannya proses distribusi email serta program untuk merespon setiap email yang masuk maupun keluar.

Contoh Mail Server
Pada dasarnya mail server bekerja dalam mode client server. Maka dari itu, ada beberapa aplikasi dan program mail server yang dapat dibedakan berdasarkan komponennya menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :
  • Komponen Mail Transfer Agent (MTA), contohnya aplikasi Sendmail, Postfix, Exim, Qmail, MAilX, Pine, dan Netscape.
  • Komponen Mail Delivery Agent (MDA), contohnya mail server  yang berfungsi mendistribusikan email yang datang ke MTA sesuai mailbox masing-masing user.
  • Komponen Mail User Agent (MUA), contohnya Thunderbird, Outlook, Eudora Mail, Kmail, dan Evolution.