Friday, January 19, 2018

Mengenal Colocation Server dan Manfaatnya



Apakah bisnis yang Anda jalankan termasuk bisnis yang bergerak di bidang Teknologi Informasi (TI), atau malah justru bisnis Anda yang membutuhkan bantuan dan layanan teknologi dari pihak third party yang lebih memahami tentang TI? Nah, dalam dunia TI tentu Anda akan sangat mudah menemukan istilah-istilah seperti server, hosting, data center, cloud computing, serta colocation. Ya, colocation. Apakah Anda pernah mendengarnya? Jadi apa sebenarnya colocation itu? Dan apa fungsinya bagi Anda serta bisnis yang sedang dijalankan? Mari kita simak penjelasan mengenai colocation dalam ulasan artikel berikut ini.


Sebagai gambaran awal, colocation ini berkaitan erat dengan server, rack, data center, internet, serta sistem cloud computing. Dan hal ini juga dapat berkaitan pula dengan Infrastructure as a Servive (IaaS). IaaS adalah bentuk layanan dari third party berupa ‘persewaan’ infrastruktur TI, namun terbatas pada hal-hal tertentu seperti misalnya saja storage, memory, nerwork, RAM, bandwidth, serta konfigurasi lainnya. Namun hal-hal yang disewakan tersebut biasanya sudah merupakan hal paling utama yang diperlukan dalam sebuah sistem operasi TI. Secara mudahnya, segala peralatan yang dibutuhkan dalam menyusun sebuah sistem dapat dilakukan dengan cara sewa, tanpa perlu membeli masing-masing unit yang diperlukan untuk membangun sebuah jaringan tertentu. Mengapa lebih baik sewa? Karena dengan sewa, tentu dapat lebih meminimalisir pengeluaran budget untuk pemeliharaan serta penggantian infrastruktur TI yang sudah lama. Hal yang harus dilakukan user adalah hanya tinggal upgrade/menambahkan storage,  RAM dan memory saja. Nah, kembali kepada pembahasan colocation, jadi apa sebenarnya colocation ini?    


Pengertian Colocation dan Contohnya

Colocation adalah tempat/rack untuk menempatkan atau meletakkan server dalam sebuah data center. Biasanya data center ini merupakan data center milik third party yang tidak dikelola sendiri. Colocation juga dapat berarti sebagai sebuah tindakan mempercayakan keamanan server dan bisa juga perawatan sebuah / beberapa hardware server pada pihak data center third party. Jadi pada dasarnya colocation ini adalah menggunakan jasa layanan pihak third party untuk mengurus semua system serta perawatan hardware server. Keuntungannya, Anda dapat lebih cepat menerima report atau laporan kerusakan sedini mungkin, sehingga dapat segera menyiapkan rencana cadangan atau hardware pengganti untuk server yang rusak. Sehingga dampaknya terhadap kemungkinan down time juga semakin kecil.


Pihak third party ini bisa menjadi semacam extent dari tim TI Anda yang akan selalu siap dan bertindak cepat jika ditemukan kendala apapun. Jadi Anda tidak perlu lagi memikirkan tentang layanan preventif serta perawatam hardware. Tugas utama pihak third party sebagai penyedia layanan colocation memang sebenarnya adalah untuk melakukan kontrol dan monitoring server pada data center mereka. Namun, pihak third party tidak akan bertanggung jawab dalam hal penggantian hardware. Jadi penggantian hardware yang rusak, tetap menjadi tanggung jawab dari perusahaan pemilik hardware server tersebut.


Mempercayakan server pada colocation data center pihak third party memang lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan mengelola server dan data center sendiri. Namun jika memiliki tim TI yang profesional dan ready selama 24/7 dalam controlling dan monitoring data center, maka Anda tidak perlu memerlukan jasa colocation. Namun jika dilihat dari banyaknya manfaat yang akan diterima jika menggunakan jasa layanan colocation pada pihak third party, maka hanya tidak perlu mengeluarkan budget extra untuk membangun data center, melainkan cukup dengan menyewa colocation saja.


Contoh colocation ada banyak, saat ini di Indonesia telah banyak perusahaan TI yang menyediakan layanan sewa rack atau colocation. Namun Anda harus memperhatikan keamanan dari data center tersebut. Apakah sudah memenuhi semua kriteria standar data center yang aman dari bencana, siap support selama 24/7, dan layanan-layanan penting lainnya. Inilah pentingnya memilih penyedia layanan TI yang benar-benar trusted dan reliable. Layanan colocation biasanya dibutuhkan oleh perusahaan di berbagai bidang, pengelola website, programmer, serta instansi lainnya yang membutuhkan layanan dan pengelolaan data dalam jumlah yang besar. Contoh konkretnya adalah di bidang perbankan.


Pengertian Server Colocation

Colocation server adalah sebuah layanan persewaan rack untuk menyimpan server pada suatu data center. Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memilih data center yang tepat antara lain adalah syarat arus listrik yang stabil, UPS, temperature control, power generator, flooring, ketersediian dan kestabilan akses internet, CCTV, serta security yang dapat bekerja memantau keseluruhan keamanan data center tersebut.


Apa itu colocation data center? Colocation data center adalah rack tempat meletakkan perangkat server yang berada pada sebuah data center. Istilah colocation server tentu saja berkaitan erat dengan data center. Colocation dan data center tidak bisa dipisahkan, jadi ibarat data center adalah rumah, maka colocation adalah furniture dan perabotan rumah. Keduanya berkaitan satu sama lain. Sebuah data center dibangun untuk menunjang kestabilan beberapa server yang terletak pada rack maupun kabinet-kabinet agar dapat berjalan dengan baik tanpa kendala.


Jadi, apa rack colocation? Rack colocation adalah media yang digunakan untuk meletakkan server (hardware) dalam suatu data center yang aman. Rack-rack ini harus dijaga dengan suhu dan temperature tertentu agar perangkat keras tidak menjadi panas. Mengapa server bisa menjadi sangat panas? Tentu saja karena perangkat terus berjalan selama 24/7 dan tidak pernah off. Karena server yang terlalu panas tersebut dapat mengakibatkan kerusakan piranti serta dapat menyebabkan server down. Itulah sebabnya pemeliharaan data center harus sangat diperhatikan.


Pengertian Cloud Server

Cloud server adalah sebuah server yang memiliki operating system berbasis cloud. Jadi cloud server ini menggabungkan antara perangkat komputer dengan jaringan internet. Lantas apa hubungan cloud server ini dengan colocation? Salah satu hal yang tercover oleh layanan colocation adalah sistem cloud server. Cloud server membutuhkan jaringan internet sebagai pusat server dan pengelolaan datanya.


Adapun fungsi cloud server untuk bisnis adalah sebagai media untuk penyimpanan data atau storage. Beberapa manfaat cloud server adalah :


  • Lebih efisien bagi user
  • Lebih hemat budget
  • Kemudahan dalam akses data bagi user
  • Tidak adanya biaya perawatan untuk maintenance perangkat keras
  • Dapat mengakses software dari cloud server tersebut


Pengertian Dedicated Server

Dalam setiap sistem cloud computing, layanan hostingnya dapat dibagi, apakah akan digunakan khusus dan terpusat untuk kalangan pribadi (private) atau lebih publik dan dapat diakses oleh banyak pihak. Sistem hosting cloud yang hanya digunakan untuk kalangan terbatas bernama dedicated server. Jadi dedicated server adalah hosting yang memberikan layanan server secara utuh dan penuh hanya kepada satu akun penyewa saja. Lalu apakah perbedaan colocation dan dedicated server?

Colocation memiliki arti yang berbeda dengan dedicated server. Perbedaan colocation dan dedicated server adalah tentang kepemilikannya. Jika colocation dapat diartikan sebagai tempat untuk ‘menitipkan’ server pada sebuah tempat aman bernama data center, maka dedicated server adalah server yang dibeli dengan cara menyewa perangkat keras yang gidunakan untuk kalangan pribadi sehingga server tersebut tidak akan di shared dengan penyewa yang lainnya. Dalam dedicated server terdapat kebebasan dalam memilih jenis bandwidth yang diinginkan serta kebutuhan akan tim TI / remote hands pada data center tersebut.


Perbedaan Hosting dan Colocation

Jenis dari hosting itu bermacam-macam, namun pada dasarnya hosting adalah sistem sewa tempat dalam konteks website sebagai tempat untuk menampung dan menyimpan file-file seperti gambar, email, teks, aplikasi, program, dan lain sebagainya. Salah satu jenis hosting adalah shared hosting, shared hosting adalah layanan hosting yang digunakan bersama-sama dengan  user lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menggunakan IP address, software dan hardware secara bersama-sama. Shared hosting sangat cocok digunakan dalam penggunaan blog dan online shop. Nah, lalu apa perbedaannya dengan colocation hosting? Colocation hosting biasanya juga disebut sebagai cloud hosting. Jadi cloud hosting adalah layanan hosting yang terhubung pada berbagai macam server-server yang berbeda. Colocation hosting berada diatas dedicated server maupun shared hosting yang lebih tradisional. Colocation hosting memiliki server sangat stabil dan sumber daya yang tidak terbatas pada layanan hosting.


Jenis-Jenis Colocation

Jenis-jenis colocation bermacam-macam, mulai dari Per U, Half Rack, serta Full Rack. Jenis colocation ini juga memiliki dua model model penyimpanan server, yaitu dalam rack maupun kabinet. Pemilihan model rack ini biasanya juga disesuaikan dengan kebutuhan user penyewa. Ada yang kebutuhannya menggunakan rack sudah cukup, namun untuk keamanan yang lebih terjaga, banyak user yang lebih menyukai model penyimpanan dalam kabinet. Pemilihan jenis colocation ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing user. User yang memiliki banyak perangkat server yang harus disimpan, tentu lebih baik menggunakan layanan jenis full rack. Begitu juga dengan user yang hanya memiliki kebutuhan sedikit server, tentu lebih baik menggunakan Per U agar lebih efisien dan sesuai budget.
Banyak penyedia layanan cloud dan colocation yang memberikan harga colocation murah. Namun harga yang murah belum tentu jaminan kualitas yang baik. Tentu Anda lebih memilih data Anda aman dan minim resiko bencana daripada murah namun keamanannya belum terjamin kan? Namun belum tentu juga harga murah namun kualitasnya dibawah rata-rata. Pastikan sebelum mempercayakan kebutuhan TI Anda kepada third party, Anda benar-benar sudah memahami layanan dan kualitas yang diberikan oleh pihak third party tersebut. Third party yang baik selain memiliki layanan support selama 24/7 tentu juga memiliki layanan colocation dengan layanan terkelola.


Manfaat Penggunaan Colocation

Menyewa colocation lebih disarankan daripada Anda harus membangun sendiri data center, terutama apabila bisnis yang Anda jalankan ini memiliki skala kecil-menengah. Data center biasanya diperlukan untuk bisnis atau perusahaan dengan skala besar. Jadi, mengapa Anda membutuhkan colocation? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentu Anda harus menemukan fungsi dan manfaat colocation. Tujuannya adalah agar Anda dapat menemukan sisi positif dari colocation yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Anda dan perusahaan. Lalu, apa saja manfaat menggunakan jasa layanan colocation?
  • Lebih hemat budget
    Membangun colocation dan data center sendiri tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit, sehingga menyewa jasa layanan colocation adalah langkah yang sangat tepat agar lebih menghemat biaya.
  • Efisien
    Ketika memilih layanan colocation, tentu semua hal terkait data center seperti pemeliharaan dan maintenance tidak perlu dilakukan sendiri. Jadi perusahaan bisa fokus mengurus hal-hal lainnya, lebih hemat waktu.
  • Tingkat produktivitas yang meningkat
    Persoalan TI tentu bukan sebuah masalah lagi, karena Anda telah memiliki ‘remote hands’ untuk mengurus tentang perawatan server tersebut. Untuk mengetahui penjelasan tentang remote hands, Anda dapat melihat melalui artikel berikut ini.
  • Memiliki tingkat keamanan data center yang tidak perlu diragukan
    Sebelum membangun data center, tentu sudah dipikirkan tentang keamanan gedung atau lokasi yang digunakan. Tentu hal ini merupakan jaminan bahwa ketika Anda mempercayakan server dan memilih colocation, semua hal akan terjamin keamanannya. Mulai dari kemungkinan bencana alam, listrik yang tidak stabil, dan lain sebagainya. Semua tentu sudah diperhitungkan sebelumnya.
  • Memiliki teknologi dan sistem yang terstruktur
    Teknologi yang digunakan ketika Anda memilih colocation tentu adalah teknologi terbaru yang akan selalu diupdate, termasuk anti-virus. Jadi Anda tidak perlu cemas dan khawatir lagi tentang upgrade system.
  • Tidak perlu upgrade sistem server
    Hal ini merupakan tugas dari pihak third party pengelola colocation. Sehingga Anda akan memiliki waktu yang lebih banyak untuk mengurus hal lainnya.
  • Layanan server selama 24/7
    Server akan berjalan dengan sendirinya, tidak perlu ditunggu selama 24 jam. Namun sistem yang ada pada data center akan menginformasikan jika ada kejanggalan dalam sistem sehingga kendala dapat segera diatasi.
  • Tidak bergantung pada penyedia hosting
    Walaupun memiliki status sebagai ‘penyewa’, tidak serta merta membuat Anda harus bergantung kepada pihak penyedia hosting. Anda tetap dapat melakukan hal-hal seperti install software apapun yang dibutuhkan secara mandiri.
  • Tidak perlu memiliki tim TI sendiri
    Pengelolaan, pemeliharaan, dan perawatan server colocation telah menjadi tanggung jawab pihak pengelola dan tim ahli dari provider third party tersebut.







Wednesday, December 13, 2017

Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Mail Server



Di era digital ini, semua hal hampir dapat diselesaikan dengan cara online. Kebutuhan terhadap jaringan internet ini bisa dibilang sebagai sebuah ketergantungan atau addict. Salah satu contoh nyata adalah, tanyakan ke diri Anda sendiri, “Berapa lama Anda dapat bertahan tanpa melihat dan mengecek smartphone?” Jawabannya tentu dapat bervariasi tergantung dengan masing-masing individu. Namun mengapa orang-orang sangat membutuhkan smartphone? Keperluan mendesak apakah yang dapat diselesaikan melalui smartphone? Tentu jawabannya sangat banyak dan bervariasi. Smartphone digunakan untuk berbagai hal dan keperluan, mulai dari komunikasi, telepon, entertainment, aplikasi editing, hingga urusan pekerjaan.


Pada dasarnya setiap penggunaan dan pembaruan teknologi memang ditujukan serta difungsikan untuk membantu mempermudah semua urusan dan pekerjaan manusia. Termasuk didalamnya yaitu kebutuhan untuk menyelesaikan pekerjaan secara cepat dan efisien waktu. Bagaimana hal ini dapat dicapai? Tentu dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti sistem penyimpanan data dan backup yang telah terintegrasi dengan cloud computing, memanfaatkan serta menggunakan aplikasi-aplikasi yang sesuai dan memungkinkan untuk mempermudah akses dan mempercepat semua jenis pekerjaan.


Salah satu yang tidak boleh dilupakan didalam semua bidang pekerjaan adalah penggunaan email. Email atau elektronik mail merupakan sebuah kebutuhan yang tidak terpisahkan dari manusia dalam sektor pekerjaan, bisnis, individu, maupun perusahaan-perusahaan besar. Khususnya bagi perusahaan besar, email menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan utama dari sebuah komunikasi bisnis. Untuk berkomunikasi secara profesional antar para pelaku bisnis, tentu menggunakan email. Karena komunikasi dengan aplikasi chatting akan dirasa kurang pas jika diterapkan untuk perjanjian kerja, mengirimkan surat penawaran, surat lamaran, appointment untuk meeting, dan lain sebagainya. Begitulah email menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi industri bisnis dan pekerjaan.                                      


Pengertian Mail Server

Img : Stocksnap

Mail server adalah sebuah server atau layanan internet berbasis cloud computing yang digunakan untuk mengirim dan menerima email dalam satu jaringan server mail yang sama. Mail server dapat mengumpulkan, mengolah, dan mengirim data-data serta informasi dalam bentuk email / surat elektronik dengan menggunakan domain email khusus atau domain email tersendiri. Mail server menggunakan daasr layanan client-server, dimana client dapat mengakses server email melalui aplikasi.


Ada tiga protocol utama dalam mengirimkan email melalui mail server, yaitu protocol SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), POP3 (Post Office Protocol V3), dan IMAP SMTP. SMTP lebih banyak digunakan untuk menampung data serta mengirimkan email ke alamat email lain yang ingin dituju. Protocol POP3 dan protocol IMAP lebih banyak digunakan untuk memudahkan user dalam membaca dan mengakses email secara remote.
Komponen Mail Server
Hal ini penting dimiliki oleh sebuah mail server agar dapat berfungsi maksimal dalam proses menerima dan mengirim email dengan lancar. Pada dasarnya mail server memiliki dua aplikasi yaitu SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dan POP (Post Office Protocol). Namun selain itu, mail server memiliki beberapa hal yang penting sebagai komponen dasar pendukung serta pengoperasiannya. Beberapa komponen yang biasanya dimiliki oleh mail server ada tiga, yaitu sebagai berikut :
  • MUA (Mail User Agent)
    MUA memiliki beberapa program utama terkait dengan proses membaca dan membuat email. Jadi MUA bertugas sebagai program untuk membaca email, menerima, serta perintah-perintah untuk membuat dan mengirimkan pesan. MUA disebut juga sebagai email reader atau pembaca email, karena fungsi utamanya adalah perintah-perintah dalam email seperti menerima email, serta mengirim balasan email. Ada beberapa MUA yang juga dilengkapi dengan Multipurpose Internet Mail Extension (MIME), yaitu program yang digunakan untuk mengirimkan email yang berisi file atau attachment-attachment tertentu.
  • MTA (Mail Transport Agent)
    MTA adalah salah satu komponen mail server yang bertugas untuk mengurus bagian program pengiriman email. MTA akan melakukan fungsi-fungsi yang harus dilakukannya antara lain adalah menerima dan memproses pesan-pesan email yang masuk melalui berbagai macam jaringan, menentukan alamat tujuan sebagai bahan pertimbangan bagaimana cara mengirimkan sebuah pesan email tersebut, serta menggunakan daftar distribusi untuk mengirimkan salinan pesan.
  • MDA (Mail Delivery Agent)
    MDA merupakan bagian program dari mail server yang bertugas sebagai agen pengiriman pesan email. MDA memiliki dua komponen utama, yaitu sebuah database yang berisi saluran atau jaringan untuk mengirimkan pesan, serta yang kedua adalah delivery agent yang bertugas untuk mengirimkan pesan email sesuai dengan jaringan yang dipilih.


Cara Kerja Web Mail Server

Img : Stocksnap

Mail server memiliki dua server yang berbeda fungsinya, yaitu server yang berfungsi sebagai outgoing server (sending email) serta yang kedua adalah incoming server (receiving email). Outgoing server dihandle oleh server SMTP pada port 25. Sedangkan incoming server dihandle oleh POP3 pada port 110 atau IMAP pada port 143. Port adalah semacam konektor yang berfungsi untuk konektor atau pintu buka tutup akses, koneksi, serta distribusi dan transmisi data dari komputer satu ke komputer maupun jaringan lainnya.


Bagaimana cara pengiriman dan penerimaan email? Tentu cara kerja email ini bervariasi tergantung dari program dan aplikasinya. Proses mengiriman email melalui TCP/IP dapat dianalogikan sebagai berikut :

Sender -> user agent -> waiting list email -> MTA -> user mailbox -> user agent -> receiver


Cara kerja mail server secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut, pada awalnya email-email yang telah dikirimkan oleh sender, maka akan dikumpulkan dan disimpan menjadi satu file dalam database mail server. Pengelompokkan ini berdasarkan atas tujuan email. Dalam sebuah email yang dikirimkan tentu telah terdapat informasi tentang tujuan penerima email dan asal email sender tersebut, serta informasi tanggal dan waktu pengiriman email. Ketika receiver email membaca email dari pengirim email, itu artinya penerima email tersebut telah mengakses mail server dan membaca pesan / file yang tersimpan dalam database mail server yang ditampilkan melalui aplikasi dan browser oleh user tersebut.

Kelebihan dan Manfaat Mail Server

Img : Stocksnap

Menggunakan mail server pribadi bukan mail server dari penyedia platform-platform gratis seperti Google, dan Yahoo, tentunya memiliki keuntungan tersendiri. Apa saja kelebihan dan manfaat dari menggunakan mail server sendiri?


  • Lebih menghemat bandwith
    Tentunya menggunakan mail server sendiri yang digunakan khusus untuk jaringan private, misalnya digunakan hanya untuk email karyawan perusahaan Anda, tentu akan lebih menghemat penggunaan bandwidth perusahaan. Artinya mail server tersebut hanya digunakan oleh internal karyawan perusahaan Anda. Semakin sedikit pengguna mail server, tentunya bandwidth yang diperlukan juga akan semakin sedikit bukan? Selain itu, menggunakan mail server pribadi juga menguntungkan pada saat terjadi kemungkinan server down atau crash karena banyaknya user yang mengakses email pada saat yang bersamaan, kemungkinannya juga akan semakin sedikit.
  • Lebih cepat & efisien
    Memiliki private mail server akan berdampak pada minimnya resiko email yang tidak terkirim karena berbagai faktor dan alasan baik pengaruh dari server itu sendiri maupun program dan aplikasinya. Selain itu memiliki mail server pribadi lebih cepat dalam proses pengiriman serta penerimaan email karena traffic yang relatif lebih ‘sepi’ jika dibandingkan dengan mail server gratis dan publik. Hal inilah yang dapat membuat Anda tidak akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengurus keperluan email.
  • Mudah mengatur account
    Memiliki mail server sendiri tentu akan lebih mudah dalam pengaturan dan konfigurasi email. Akun-akun email yang dimiliki juga tentu lebih mudah dalam pengoperasian, pengaturan, serta maintenancenya.
  • Jika terjadi hal-hal diluar dugaan, bisa langsung ditangani sendiri
    Ini kelebihan yang membuat private mail server lebih diminati oleh para pelaku bisnis dan pemilik perusahaan. Memiliki mail server sendiri akan lebih mudah dalam penanganannya. Karena tentu Anda mengetahui bagaimana cara menghubungi team support dari third party penyedia mail server tersebut. Hal ini lebih mudah jika dibandingkan Anda harus menghubungi team support Google atau Yahoo untuk keluhan, pengaduan, serta penanganan yang cepat.
  • Lebih private dan aman
    Memiliki private mail server sendiri tentu artinya memiliki jaringan sendiri yang digunakan oleh internal user yang yang menggunakan mail server tersebut untuk urusan pekerjaan. Private mail server yang digunakan oleh user pun akan lebih aman karena penggunaan dan pengelolaan hanya digunakan oleh jaringan internal.

Jenis-Jenis Mail Server

Img : Stocksnap
Mail server memiliki berbagai jenis-jenis tertentu berdasarkan sistem pengoperasian dan programnya. Beberapa jenis mail server diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Sendmail
    Sendmail adalah sistem mail server yang paling standar dan banyak digunakan pada sistem operasi Linux/Unix.
  • Postfix
    Postfix merupakan mail server yang dibuat berdasarkan hasil pengembangan dari server Sendmail. Bedanya, Postfix dapat dijalankan pada sistem operasi Linux/Unix serta Mac OS X. Postfix ini diharapkan dapat menggantikan server dari Sendmail.
  • Qmail
    Qmail adalah mail server yang disebut-sebut sebagai server teraman dalam sistem operasi mail server. Hal ini dikarenakan Qmail belum memiliki sedikitpun celah keamanan yang dapat mengganggu maupun merusak kinerja mail server tersebut. Qmail telah banyak digunakan oleh penyedia email besar seperti Hotmail dan Yahoo.


Fungsi Web Mail Server

Img : Stocksnap

Fungsi utama mail server adalah sebagai program yang mengatur agar email dapat dikirim oleh pengirim email dan diterima oleh penerima email dengan aman, cepat, dan tanpa kendala. Mail server juga digunakan untuk mengatur penerimaan, pengolahan, pengaturan, serta penyalur proses respon atas email-email yang masuk kedalam kotak masuk pesan. Tujuan dari layanan dan program mail server itu sendiri adalah membuat jaringan dan koneksi transportasi email menjadi lebih aman, cepat, tanpa gangguan, dan lain sebagainya.


Tidak hanya itu, fungsi utama dari program mail server adalah sebagai aplikasi yang dapat digunakan untuk menginstall email. Oleh sebab itu, aplikasi mail server sangat penting untuk digunakan dan dimanfaatkan yaitu untuk mengatur jalannya proses distribusi email serta program untuk merespon setiap email yang masuk maupun keluar.

Contoh Mail Server
Pada dasarnya mail server bekerja dalam mode client server. Maka dari itu, ada beberapa aplikasi dan program mail server yang dapat dibedakan berdasarkan komponennya menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :
  • Komponen Mail Transfer Agent (MTA), contohnya aplikasi Sendmail, Postfix, Exim, Qmail, MAilX, Pine, dan Netscape.
  • Komponen Mail Delivery Agent (MDA), contohnya mail server  yang berfungsi mendistribusikan email yang datang ke MTA sesuai mailbox masing-masing user.
  • Komponen Mail User Agent (MUA), contohnya Thunderbird, Outlook, Eudora Mail, Kmail, dan Evolution.

Friday, October 6, 2017

Online Business, Lebih Mudah atau Lebih Sulit? Apa Saja Tantangan yang Dihadapi?


Memasuki era digital, semua hal dapat diubah kedalam platform online. Kemudahan dalam era digital ini memungkinkan seseorang untuk memangkas waktu menjadi lebih efektif dan efisien, karena sebagian besar pekerjaan dapat dilakukan dan diselesaikan secara online. Keuntungannya, lebih banyak hal lain yang bisa dikerjakan dengan efisiensi waktu yang dimiliki. Ketika kebutuhan online menjadi yang paling utama dalam era digital ini, banyak perusahaan penyedia layanan yang berlomba-lomba meningkatkan layanannya agar dapat menjadi solusi bagi masalah-masalah yang dialami oleh konsumen di era digital.

Akibat dari semakin pesatnya transformasi di bidang online ini adalah beberapa pergeseran trend bahkan kemunduran bisnis di berbagai bidang. Misalnya saja media cetak dan televisi. Dulu televisi dan media cetak atau koran merupakan sumber informasi utama bagi masyarakat, namun netizen saat ini lebih memilih membaca berita dan mengupdate informasi secara online melalui mobile device yang dimiliki. Generasi milenial yang merajai era digital ini lebih menyukai menonton tayangan video, film, talkshow, dan lain sebagainya secara online melalui smartphone mereka. Hal ini dikarenakan berita dan informasi yang beredar secara online cakupannya lebih luas, lebih lengkap, serta lebih update.

Contoh pergeseran dan perubahan era ini dapat dilihat pada berbagai bidang bisnis. Beberapa diantaranya adalah di bidang jasa foto dimana dulu studio-studio foto sangat trend, namun sekarang gaungnya sudah semakin hilang. Kemudian masih ada perusahaan yang memproduksi music dalam bentuk Compact Disk (CD) yang dulu penjualannya sangat pesat, namun sekarang semua netizen lebih memilih membeli musik secara online. Perusahaan transportasi seberti Taxi dan angkutan umum juga semakin ditinggalkan, masyarakat lebih memilih menggunakan media transportasi dengan aplikasi online seperti Uber karena lebih efekstif waktu serta affordable. Setali tiga uang dengan bisnis mainan, dimana banyak anak sekarang memainkan permainan secara digital berupa games online dan download melalui Play Store atau App Store karena lebih lengkap dan bervariatif. Belum lagi di bidang finansial dan perbankan. Saat ini telah banyak transaksi perbankan yang bisa dilakukan secara online. Di industri e-commerce dan perusahaan asuransi sekalipun saat ini telah banyak yang bergerak kedalam platform berbasis online. Lebih dari itu, perubahan tersebut tidak berjalan separuh-separuh. Buktinya telah banyak aplikasi-aplikasi untuk OS Android, Windows, maupun iOS dari berbagai bidang bisnis tersebut. Menjamurnya berbagai aplikasi finansial untuk menghitung anggaran, bunga pinjaman, asuransi, serta transaksi keuangan melalui platform online memang bertujuan untuk membantu netizen agar masalah dapat terselesaikan dengan cepat, efektif, serta efisien.

Maka dari itu, banyak bisnis-bisnis yang dulunya sangat berjaya, sekarang di era digital harus merasa khawatir tentang masa depan bisnis tersebut. Dulu semua perusahaan berlomba-lomba bersaing ingin mengiklankan produk dan bisnis masing-masing melalui media cetak dan televisi, sekarang mungkin peminatnya sudah semakin berkurang. Mereka berpindah mengalokasikan anggaran untuk beriklan di media online, melalui website, blog, dan lain sebagainya. Begitu pula dengan film, musik, dan video. Netizen lebih menyukai mengakses dan melihat tayangan secara online, bisa melalui YouTube, maupun website-website yang menyediakan akses untuk streaming online. Tidak percaya? Sekarang coba lihat di sekitar, ada berapa persen masyarakat di lingkungan tempat tinggal Anda yang masih tetap bertahan menonton televisi daripada membaca berita dan menonton acara entertainment melalui smartphonenya?


Memilih Social Media yang Tepat
Img : Stocksnap

Smartphone menjadi salah satu kebutuhan paling mendasar dan paling penting bagi sebagian besar masyarakat di era digital ini. Dari sanalah netizen mendapatkan informasi, update berita, serta memperluas jaringan sosial. Ada banyak platform social media yang bagus dan menawarkan berbagai fitur mutakhir yang dapat dimanfaatkan sebagai media marketing bisnis. Namun pada dasarnya social media digunakan untuk tiga tujuan utama, yaitu untuk mencapai target sasaran pemasaran, mengetahui seberapa besar minat netizen terhadap produk / bisnis yang ditawarkan, serta untuk mengukur kinerja bisnis tersebut.

Lalu bagaimana menemukan social media yang terbaik bagi bisnis Anda? Terlebih dahulu Anda perlu untuk melakukan trial dan error untuk menentukan platform social media apa yang paling tepat untuk diterapkan pada bisnis Anda. Hal ini tentu juga harus disesuaikan dengan target pasar yang ingin dituju. Anda harus lebih jeli dan teliti dalam memilih fitur yang ditawarkan oleh masing-masing platform social media yang tentunya berbeda-beda satu sama lain, kemudian melakukan penelitian dan mengevaluasi setiap percobaan yang telah diambil. Memilih social media yang tepat, bukan berarti harus memilih yang terbaik dengan tawaran fitur yang banyak. Namun memilih social media yang tepat dan paling sesuai untuk diterapkan dalam marketing bisnis yang dimiliki. Masing-masing social media memiliki keunggulannya masing-masing, tergantung fitur tersebut cocok dan sesuai atau tidak dengan bisnis tersebut.

Img : Stocksnap

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memilih dan menentukan social media yang tepat dan cocok bagi platform marketing bisnis, cara tersebut diantaranya adalah :
  • Mulailah dengan menemukan alasan, apa tujuan yang yang ingin dicapai dengan upaya pemilihan social media yang dipilih.
    Karena sebenarnya ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan menggunakan social media, diantaranya adalah menaikkan branding perusahaan dengan cara mengarahkan langsung ke website perusahaan, menginginkan langsung penjualan produk dari content-content yang ditampilkan dalam social media, serta untuk menemukan beberapa target pasar / consumer.
  • Menemukan alasan mengapa harus menemukan tools baru sebagai platform media marketing.
    Alasan ini dapat ditemukan setelah mengevaluasi berbagai aspek dan tools yang biasanya digunakan, namun misalnya mengalami stagnan atau tidak dapat memberikan hasil seperti yang diharapkan. Maka sudah sewajarnya untuk menemukan tools lain yang dapat benar-benar bekerja dan cocok diterapkan bagi bisnis tersebut. Menemukan tools baru yang sekiranya cocok bagi bisnis memungkinkan Anda melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan terhadap bisnis tersebut.
  • Menemukan alasan, pengalaman apa yang ingin diraih dan dicapai bagi team dengan penggunaan tools baru ini.
    Biasanya hal ini berupa improvement dalam bentuk skill, dan pengetahuan bagi masing-masing individu dalam team. Bukahkah lebih baik memiliki team yang profesional dan mampu melakukan pekerjaannya dengan maksimal?

Img : Stocksnap

Dalam menentukan social media yang tepat bagi sebuah bisnis, maka Anda perlu untuk membuat daftar fitur-fitur apa saja yang harus dimiliki oleh platform social media tersebut serta fitur-fitur apa saja yang tidak harus dimiliki namun merupakan nilai tambah jika dimiliki. Caranya cukup mudah, Anda dapat menuliskan daftar fitur apa saja yang Anda perlukan untuk marketing bisnis Anda, misalnya saja fitur schedulling, fitur mengatur waktu posting, membuat dan menyimpan draft content, fitur collaboration tools, paid social campaigns, dan lain sebagainya.


Keahlian yang harus Dimiliki di Era Digital
Img : Stocksnap

Menghadapi era digitalisasi ini memang susah-susah gampang. Semua akan susah ketika Anda tidak siap dan tidak bisa beradaptasi dengan perubahan trend serta segala hal yang berhubungan dengan hal tersebut. Dan akan lebih mudah menghadapi era digitalisasi jika memiliki kreatifitas tinggi serta menyukai inovasi. Untuk menghadapi era digital ini, ada beberapa keahlian yang perlu dipelajari dan dikembangkan, karena keahlian tersebut yang lebih sering diperlukan untuk kebutuhan di era digital ini. Pada dasarnya semua keahlian memang diperlukan, namun ada beberapa keahlian yang lebih dibutuhkan menghadapi era digital ini. Beberapa skill tersebut antara lain adalah :
  • Kemampuan menulis artikel dengan Search Engine Optimization (SEO).
    Mengapa skill ini dibutuhkan? Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa semua informasi akan lebih banyak diakses melalui smartphone. Ini berarti informasi harus lengkap dan update. Semakin baik kemampuan menulis yang didukung dengan teknis penulisan menggunakan SEO, maka semakin besar peluang dan kesempatan produk atau perusahaan Anda ditemukan oleh orang lain, serta memiliki kesempatan lebih besar untuk viral di social media.
  • Kemampuan web design
    Kemampuan melakukan design website, setidaknya yang paling mendasar dibutuhkan dalam perjalanan di era digital. Saat ini semua transaksi pembelian dan kebutuhan berbelanja, mulai dari baju, sepatu, serta kebutuhan lainnya dilakukan secara online. Maka dari itu ilmu dan skill dalam pembuatan desain website harus dimiliki orang-orang yang ingin bersaing di era digital. Setidaknya, menguasai teknik-teknik dasar untuk desain pembuatan blog. Blog merupakan salah satu bentuk tulisan digital yang banyak dicari netizen karena isinya yang lebih update, lengkap, beragam, serta memiliki cakupan tema yang cukup luas.
  • Kemampuan fotografi dan editing foto serta video
    Fotografi dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan penggunaan social media seperti misalnya Instagram, yang lebih mengutamakan poin dari aspek visual. Kemudian teknik pengambilan video dibutuhkan untuk membuat content-content video. Di era digital ini lebih banyak permintaan dan kebutuhan netizen untuk pembuatan content-content video yang positif, informatif, menghibur, dan interaktif. Telah banyak YouTuber yang mengunggah video kreatifnya, baik berupa review, content yang menghibur, musik, VLOG, dan lain sebagainya.
  • Kemampuan memahami bahasa pemrograman
    Menguasai bahasa pemrograman dan coding minimal yang paling sederhana, akan membantu dalam setiap pekerjaan di era digital. Namanya era digital, tentu semua harus serba digital. Maka dari itu kebutuhan akan Teknologi Informasi (TI) juga akan semakin meningkat dan kompleks. Mengerti bahasa pemrograman dan coding akan  mempermudah semua pekerjaan yang terkait dengan dunia IT.
  • Kemampuan graphic design
    Jasa pembuatan desain grafis akan tetap dibutuhkan atau bahkan akan semakin banyak dibutuhkan didalam era digital. Desain grafis banyak diperlukan untuk berbagai macam bidang pekerjaan dan bisnis. Untuk mendesain iklan yang akan ditampilkan, mendesain packaging produk, desain website, desain gambar yang digunakan untuk social media, dan lain sebagainya.


Masalah-Masalah dalam Online Business
Img : Stocksnap

Banyak hal yang mendasari mengapa berbisnis online tidak bisa berjalan layaknya mengendarai kendaraan di sebuah jalan tol, bebas tanpa hambatan dan dapat melaju dengan cepat. Selalu ada tantangan yang dihadapi, terutama bagi bisnis startup. Beberapa tantangan yang kerap dihadapi bisnis dalam platform online antara lain adalah :
  • Tergesa-gesa dalam menjual produk tanpa mengetahui keinginan/kebutuhan pasar. Hal ini umum terjadi karena tidak melakukan survey pasar untuk mendapatkan hal apa yang dibutuhkan pasar sebelum menjual produk
  • Ingin segera mendapat keuntungan yang banyak dalam waktu singkat, adalah kesalahan utama pebisnis karena yang terpenting sesungguhnya adalah jangka panjang dan continuitas, bukan hanya target jangka pendek
  • Tidak jelas dalam menentukan target audiens. Keraguan dan ketidaktahuan target pasar merupakan kesalahan yang harus sangat dihindari
  • Tidak memiliki strategi dalam menghadapi kompetitor, akibatnya terjadi kesalahan dalam pemilihan strategi
  • Tidak memiliki keunikan produk, melainkan hanya meniru kompetitor
  • Tidak adanya penguatan brand, akan berimbas pada usia perusahaan dalam jangka panjang
  • Belum memperhatikan atau memaksimalkan keamanan dalam transaksi keuangan dan pembayaran secara online, sehingga kemungkinan hacker akan meretas website sangat besar. Maka dari itu harus memilih provider penyedia layanan, server, dan jaringan yang benar-benar tepat, dapat terpercaya, serta memiliki sistem support yang mumpuni
  • Kesalahan dalam memilih social media sebagai media marketing produk, dan kesalahan terletak dalam penyampaian presentasi produk yang ditampilkan
  • Pengaturan after sales yang masih belum terkoordinasi serta tidak adanya managemen after sales yang baik
  • Kurangnya tenaga terampil di bidang IT yang dapat mensupport keseluruhan sistem online business tersebut