Tuesday, November 13, 2018

Fitur Block Storage pada Data Center, Lebih Efisien?

image : pixabay

Perkembangan cloud computing sebagai implikasi dari semakin populernya intenet di dunia saat ini tumbuh sangat pesat, kebutuhan akan penyimpanan data virtual sangat penting karena digunakan hampir dari lini kehidupan. Kebutuhan sederhana seperti email, chatting, media sosaial. Kebutuhan di bidang pendidikan seperti sistem pengambilan mata kuliah, pendaftaran tes maupun tes online maupun lingkungan perkantoran maupun bisnis yang semakin menyadari pentingnya jasa cloud computing sebagai kebutuhan wajib dimiliki pada era modern saat ini.

Penyedia jasa jaringan Internet sebagai pihak yang paling berpengaruh dalam bisnis ini dituntut harus mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan -kebutuhan internet tidak hanya mengenai koneksi maupun kemudahan akses sebuah koneksi internet. Namun ketersediaan sebuah penyimpanan data informasi virtual juga harus terus ditingkatkan dan diperbarui. Seiring meningkatnya pertumbuhan penggunaan jasa komputasi awan (cloud computing) ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan penyimpanan informasi disimpan atau biasa disebut data center sebagai pusat data-data tersebut disimpan.

Kemudahan dan fleksibilitas sebuah komputasi awan yang tidak mewajibkan suatu perusahaan untuk membangun fasilitas data center sendiri membuat perkembangan komputasi awan naik secara signifikan. Maka dari itu mengembangkan satu model penyimpananan yang berpusat pada data center saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan yang setiap hari terus bertambah. Melihat hal tersebut, sebagian besar perusahaan IT dunia seperti Microsoft, Google, Amazone dan IBM yang merupakan pelopor layanan awan dan menjadi pemimpin di sektor bisnis ini pun melebarkan bisnis mereka untuk membangun data center di seluruh dunia yang tidak hanya berpusat pada satu tempat dan mengembangkan model penyimpananan berupa block storage maupun object storage. 

 
image : pixabay

Permasalahan pada Data Center

Data Center merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah layanan internet karena keberadaannya yang sangat penting sebagai pusat layanan teknologi informasi. Data Center dapat didefinisikan sebagai suatu  fasilitas yang digunakan untuk menempatkan beberapa kumpulan  server  atau sistem   komputer   dan   sistem   penyimpanan   data  (storage)  yang   dikondisikan   dengan   pengaturan daya,  pengatur  udara,  pencegah bahaya kebakaran dan biasanya dilengkapi  pula dengan sistem pengamanan fisik dan lain-lain.

Dalam menjalankan fungsinya, data Center setidaknya memiliki 2 fungsi utama dalam mengelola sebuah data informasi, yang pertama adalah layanan infrastruktur IP dimana layanan ini berhubungan antara ladang server dan perangkat layanan, memungkinkan akses media dan segala yang berhubungan dengan akses. Fungsi utama yang kedua dari data center adalah Storage yaitu layanan yang berkaitan dengan segala infrastruktur penyimpanan sebuah data. Isu yang diangkat dalam layanan storage adalah lingkungan Storage Area Network (SAN), fibre channel switching, replikasi, backup serta archival.

Dalam penyimpanan di data center konvensional, penggunaan server dan storage berada pada lingkungan yang sama atau biasa disebut File Level Storage. File level storage menyimpan data sebagai satu bagian informasi di dalam folder, seperti mengatur file dalam komputer yang harus memilah folder -folder berurutan untuk menemukan file yang disimpan. Ini adalah sistem  penyimpanan yang sangat tua dalam teknologi penyimpanan, meskipun jenis penyimpanan ini bisa ditambah kapasitasnya. Kelebihan sistem penyimpanan ini adalah mudah dan murah. 
Namun, meskipun berada pada lingkungan yang mudah, file storage tidak memungkinkan anda untuk menambah kapasitas hardisk dengan mudah. Anda akan terpaku oleh infrastruktur fisik ukuran tradisional dan jika ingin meningkatkan kapasitasnya, anda harus membeli hardisk baru yang memiliki kapasitas lebih besar.

Mengenal Block Storage

Block storage atau block data storage merupakan salah satu konsep arsitektur penyimpanan di data center. Sistem block penyimpanan dapat mengurangi overhead dan mempercepat penanganan aliran data, dengan menempatkan data ke dalam blok (blocking) dan deblocking pada saat ada permintaan data (data keluar). Konsep block storage mirip seperti hardisk eksternal yang sudah populer di masyarakat saat ini dimana tempatnya terpisah dengan server yang pada ulasan diatas kita membahas file storage yang tergabung dengan server.

Block storage adalah inovasi  jenis penyimpanan data yang biasanya (namun tidak selalu) digunakan dalam lingkungan Storage-Area-Network (SAN) yakni data yang disimpan dalam volume yang juga disebut sebagai blok.

Setiap blok bertindak sebagai hard drive individu dan dikonfigurasi oleh administrator. Jika File Storage ibarat sebuah rumah kontrakan, anda tidak bisa mengganti arsitektur rumah tersebut sekaligus sistem pengairan, kelistrikan dan lain-lain, yang bisa anda rubah adalah desain masing-masing kamar anda. Namun, jika Blok Storage, hardisk yang digunakan adalah satu dan diibaratkan sebuah lapangan yang besar, disana anda bisa membuat sebuah rumah berbeda-beda sesuai dengan sistem yang anda inginkan. Dalam file storage hanya memungkinkan digunakan satu OS. Namun jika blok storage, anda bisa menggunakan berbagai pilihan OS seperti Windows, Linux, Mac dalam satu wadah karena sistemnya terblok dan dibaca sebagai hard drive /hard disk individu.

Blok ini dikendalikan oleh sistem operasi berbasis server, dan umumnya diakses oleh Fibre Channel (FC), Fibre Channel over Ethernet (FCoE) atau protokol iSCSI. Karena volume diperlakukan sebagai hard disk individu, penyimpanan blok bekerja dengan baik untuk menyimpan berbagai aplikasi seperti file sistem dan database. Sementara perangkat blok penyimpanan cenderung lebih kompleks dan mahal dari file storage karena sifatnya terpisah dari server meskipun masih dikendalikan oleh server, namun yang menjadi keuntungan dari jenis penyimpanan ini adalah kecenderungan yang lebih fleksibel dan memberikan kinerja yang lebih baik dibanding file storage.

image : netbir.com

Keunggulan Block Storage
Jika sederhana adalah tujuan utama anda dalam memilih jenis penyimpanan maka cukup menggunakan file storage yang saat ini masih sering digunakan provider sistem cloud. Namun, bisnis berbicara mengenai sustainability atau keberlanjutan dari bisnis tersebut. Bisnis akan memiliki banyak permasalahan kompleks yang mengharuskan anda juga menggunakan sistem atau jenis penyimpanan yang lebih kompleks dan blok storage adalah jawabannya. Blok storage memiliki keunggulan pada fleksibilitas dan perfomamance yang jauh lebih baik dibanding file storage.

File storage menyediakan lokasi penyimpanan bersifat tersentralisasi dimana lokasi penyimpanan file lebih mudah ditemukan dan biasanya datang dengan biaya yang lebih murah dibanding block storage. File storage menggunakan metadata dan direktori untuk mengatur file sehingga bisnis kecil lebih memilih jenis penyimpanan ini.

Namun, kesederhanaan yang menjadi keunggulan dari file storage bisa juga menjadi  kelemahan sistem penyimpanan tersebut. Perusahaan yang terus menerus memasukkan data di penyimpanan cloud mereka tentunya membuat data tersebut semakin banyak, sulit dan jenuh. Tugas lain dari sebuah sistem penyimpanan selain menyimpan adalah juga melakukan filtrasi dimana data ini ditempatkan. Dalam segi kinerja, block storage jauh lebih unggul dibanding file storage. 

Beberapa keunggulan Block Storage antara lain :
  • Block Storage memberikan kinerja yang lebih cepat, fleksibel dan lebih kompleks dalam menyimpan sebuah data dibanding file storage.
  • Masing -masing volume block storage memiliki disk drive sendiri yang dipergunakan untuk yang dikendalikan oleh sistem operasi berbasis server. Hal ini memungkinkan bahwa satu hard drive memiliki lebih dari 1 OS karena sistem block storage tersebut. 
  • Pada Block Storage, setiap block dapat menyimpan data yang dapat diformat dengan sistem file yang dibutuhkan aplikasi tersebut seperti NFS, NTFS, SMB dan format yang lain.
  • Block Storage digunakan di lingkungan Storage Area Network (SAN) karena jauh lebih diandalkan dari segi kinerjanya. Sistem transfer Block Storage dalam memindah data juga lebih efisien.
  • Multi Data Center Access, semakin berkembangnya cloud karena digunakan oleh banyak bisnis saat ini menyebabkan penyedia layanan internet juga menggunakan data center rekanan dan bukan hanya milik sendiri, hal ini memungkinkan sebuah kolaborasi antar data center. Block Storage sangat dapat diandalkan untuk menyimpan file, ideal untuk aplikasi khusus seperti database dan lingkungan virtualisasi yang dapat diakses oleh beberapa data center.
  • Block storage ideal untuk penggunaan data yang besar dan kompleks, akses yang lebih cepat dan kinerja pemrosesan database sangat tinggi. Hal ini memberikan manfaat besar bagi perusahaan yang sudah menggunakan big data dan IoT untuk meningkatkan kinerja perusahaan mereka.
  • Aplikasi yang sering diakses akan mendapatkan keuntungan dari kecepatan dan konsisten input / output dari kinerja volume yang menjadi keunggulan block Storage selanjutnya.


SAN atau Storage Area Network merupakan sumber daya penyimpanan yang didedikasikan untuk server tunggal dimana fungsi server dan storage tidak dapat dipisahkan. Namun seiring kemajuan teknologi yang semakin baik dan canggih. Pada pertengahan tahun 1990-an hadir inovasi FC SAN (Saluran Fiber SAN) yang memungkinkan pemisahan server dan storage sehingga Storge berada di lingkungan Storage Area Network dan membuat penyimpanan tunggal yang dapat diakses oleh lebih dari satu server (Muti Server). Dengan berada pada lingkungan SAN, block storage memiliki kemampuan yang sangat efisien dibanding file storage karena dipakai juga di lingkungan VMware (Data Center Virtual) yang terhubung dengan sistem hypervisor yakni  platform atau aplikasi untuk menjalankan teknik virtualisasi, yang dapat menjalankan beberapa guest OS di dalam host OS
  
Kesimpulan
Block Storage merupakan jenis penyimpanan  cenderung lebih kompleks dibanding dengan jenis penyimpanan sebelumnya atau file storage. Hal yang perlu diingat dalam penggunaan block storage adalah anda harus memahami jenis data yang akan anda simpan. Apakah data tersebut bersifat kompleks, rumit dan memerlukan analisa big data untuk nantinya ? atau hanya data yang cenderung lebih sederhana dan anda memiliki biaya yang tidak besar. Beberapa karakteristik bentuk organisasi yang menggunakan block storage adalah sebagai berikut :
  • Membutuhkan skala penyimpanan independen yang besar dan dapat di kendalikan secara mandiri dari server cloud mereka. Beberapa perusahaan menggunakan skema Hybrid Private Cloud membutuhkan Block Storage ini. 
  • Organisasi yang membutuhkan penyimpanan berkinerja tinggi untuk database atau aplikasi I/O intensif seperti untuk analisa big data, IoT untuk mengetahui konsumen behavior dan inovasi dalam membuat produk karena karakteristik block storage yang memungkinkan menyimpan data base sekompleks itu.
  • Block Storage sangat cocok bagi anda yang ingin mengurangi biaya penyimpanan hingga 5x lipat dari kapasitas saat ini tanpa harus mengurangi kinerja justru semakin meningkatkan kinerja.