Friday, October 27, 2017

Mengapa Anda Perlu Team Customer Support Selama 24/7?


Ketika telah memutuskan untuk menggunakan salah satu provider sebagai penyedia layanan produk atau jasa yang dibutuhkan, tentu sebelumnya konsumen telah mempertimbangkan semua aspek yang ditawarkan oleh pihak third party tersebut. Mulai dari produk atau jasa, kualitas, price, hingga tentang adanya dukungan customer support. Salah satu syarat utama dalam menggunakan layanan dari provider penyedia layanan di bidang teknologi informasi adalah adanya dukungan customer support. Mengapa hal ini bisa menjadi sesuatu yang sangat penting serta patut untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk mempercayai salah satu jasa provider tertentu? Jawabannya tentu saja karena customer support adalah layanan yang paling dibutuhkan dan dicari ketika terjadi error maupun kerusakan dan kesulitan yang dihadapi oleh user. Sedangkan seperti yang diketahui, probabilitas terjadinya error dalam dunia IT baik disengaja atau tidak, cukup tinggi. Hal ini dapat disebabkan faktor dari sumebr daya manusia, maupun teknologi / software itu sendiri. Semua aspek tentu membutuhkan penanganan yang tepat. Dan penanganan yang tepat tersebut tentu saja hanya dapat dihandle dan diselesaikan oleh pihak team technical support.

Bentuk-bentuk dukungan team technical support ini bermacam-macam. Ada yang membutuhkan bantuan seputar login dan instalasi, mengatasi error, update software, cara mengatasi krisis disaat mengalami downtime, dan lain sebagainya. Customer support bertugas untuk “menampung” masalah di awal semua hal yang berkaitan dengan kesulitan yang dialami oleh customer, mulai dari tahap yang ringan hingga yang berat untuk kemudian mendistribusikan kesulitan-kesulitan yang dialami customer tersebut kepada ahli-ahli yang berkompeten di masing-masing bidang agar dapat segera diatasi dengan benar dan tepat sasaran. Maka dari itu, tingkat kebutuhan dan penyelesaian masalah customer terbagi kedalam beberapa level atau tingkatan. Namun customer support juga dituntut untuk lebih bisa melakukan beberapa hal disaat yang bersamaan, atau disebut juga sebagai multi tasking. Sebagai “garda depan”, team support yang berhubungan langsung dengan konsumen sebaiknya adalah customer support yang dapat diandalkan, dipercaya, serta mampu mengatasi masalah-masalah yang dialami oleh konsumen. Hal-hal yang termasuk kedalam klasifikasi customer support antara lain adalah customer service yang menerima panggilan telepon konsumen, layanan dukungan teknis, serta dukungan layanan lainnya yang diperlukan.


Bagaimana Jadinya Bila Tidak Ada Layanan Support?
Img : Freepik

Setelah ulasan diatas tentu Anda memahami betapa pentingnya keberadaan customer support. Sekarang Anda bayangkan bagaimana jika layanan support ini tidak ada? Katakanlah misalnya Anda memiliki bisnis yang memiliki platform penjualan online, yaitu sebuah e-commerce. Tentu semua pemilik bisnis berharap bisnisnya berjalan lancar dan aman-aman saja. Namun bagaimana jika terjadi kendala seperti server yang down karena banyaknya pengunjung yang datang pada suatu waktu sehingga menyebabkan website overload visitor? Tentu akan berdampak pada transaksi finansial yang terjadi pada website tersebut. Pembeli yang ingin membeli produk dan melakukan check out transaksi dan berpindah ke pembayaran, bisa gagal dikarenakan server yang down. Tentu pemilik bisnis akan mengalami kerugian yang tidak sedikit, karena ada banyak calon pembeli yang tidak jadi melakukan transaksi finansial di website tersebut. Lalu, bagaimana jadinya jika website perusahaan Anda tidak dapat diakses selama berjam-jam? Tentu kerugian yang dialami bisa naik berlipat-lipat.

Layanan support ini sangat penting dimiliki oleh semua pemilik bisnis yang memiliki akses jual beli melalui platform online, misalnya saja website. Ketika terjadi bencana atau kendala yang tidak diinginkan, pemilik web telah mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan, mulai dari tahap pertama yaitu siapa yang harus dihubungi, kedua, bagaimana cara penyelesaian kendala yang dihadapi, serta ketiga, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kendala tersebut.

Jika layanan support tidak ada, tentu user akan kebingungan mencari solusi serta mengatasi kendala yang muncul. Mungkin situasi akan sedikit berbeda jika user mengetahui sedikit dasar tentang dunia IT, maka user dapat mencari sumber masalah yang dihadapi. Namun bagaimana jika user tidak memiliki dasar ilmu IT serta tidak memiliki karyawan yang berkompeten di bidang IT? Tentu keadaan tetap tidak terkendali serta tidak dapat segera terselesaikan dengan cepat dan tepat sasaran.


Jenis Layanan Customer Support yang Harus Ada Disetiap Perusahaan Provider?
Img : Freepik

Ada beberapa fitur yang harus dimiliki oleh provider penyedia layanan di bidang IT. Beberapa fitur tersebut antara lain adalah :
  • Live chat, merupakan fitur atau sistem chatting yang tersedia pada suatu website. Biasanya live chat ini terletak pada pojok kanan bawah sebuah website. Fungsinya tentu saja untuk menghubungkan konsumen dengan perusahaan provider. Akan lebih baik apabila layanan live chat ini tersedia selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Jadi jika sewaktu-waktu user membutuhkan bantuan, team teknis dapat dengan sigap dan cepat tanggap membantu. Sistem live chat ini lebih mudah daripada sistem telepon atau email, user tidak perlu mencari-cari nomor telepon serta alamat email dan masuk ke aplikasi email terlebih dahulu untuk menyampaikan pesan. Live chat juga memungkinkan user menulis banyak pesan singkat dan mendapatkan jawaban secara real time. Ya, sistemnya memang sama persis dengan platform chatting pada umumnya. Namun aplikasi chat ini hanya terletak pada website perusahaan.

    Live chat memungkinkan pihak team customer support melakukan analisa kendala apa yang terjadi pada user. Kemudian memutuskan langkah penanganan apa yang paling tepat diterapkan pada issue tersebut. Sistem live chat juga dapat memancing interaksi pelanggan terhadap produk atau website suatu perusahaan. Live chat dapat diatur dengan cara menampilkan pop up chat dengan konten sapaan yang hangat maupun pertanyaan tentang apa yang bisa team bisa bantu melalui live chat. Dengan hal seperti itu, pengunjung website / visitor tentu akan merasa lebih ‘aware’ tentang adanya layanan live chat ini. Jika mengalami kesulitan, cukup mengetik pesan yang ingin disampaikan, dan team support dalam hitungan singkat akan membalas pesan tersebut.
  • Telepon, Seorang team support yang menghandle customer call, email, dan chatting harus lebih multitasking dan berwawasan luas di bidangnya. Mulititasking adalah tetap harus dapat menjawab pertanyaan konsumen melalui live chat bahkan ketika sedang berbicara melalui telepon. Penanganan yang cepat dan tepat sasaran memang sangat diharapkan oleh konsumen.

    Team customer support juga harus selalu siap terhadap panggilan telepon dari konsumen yang bisa datang kapan saja. Namun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen, sebaiknya tidak melempar-lempar pertanyaan kepada orang lain. Jika hal itu terjadi, konsumen akan kehilangan waktunya untuk menunggu dan bisa beranggapan bahwa perusahaan tersebut kurang kompeten di bidangnya. Maka dari itu, team customer support harus mengkategorisasikan masalah dan setiap pertanyaan dari konsumer menjadi beberapa level kesulitan. Level pertama adalah terkait instalasi, login, dan lain sebagainya. Level dua jika terjadi error program dan aplikasi. Serta level terakhir, ketiga, adalah kasus yang membutuhkan penanganan khusus dari team technical misalnya server down, dan lain sebagainya.
  • Email, melalui email sebenarnya penanganan akan lebih cepat karena melalui email, sebuah perusaahaan IT provider sudah terintegrasi dengan sebuah sistem yang akan menerbitkan ticket penanganan issue. Sehingga team teknis dapat dengan cepat tanggap merespon dan menangani permasalahan tersebut. Namun biasanya konsumen banyak yang tidak melakukan pengaduan melalui email, karena berfikir balasan email akan lebih lama dan penanganan lebih lama. Hal ini merupakan anggapan yang salah. Karena pada dasarnya, cara penanganan yang paling cepat adalah pengaduan melalui email. Namun kebanyakan konsumen lebih menyukai melalukan panggilan melalui telepon maupun live chat yang paling mudah dan sederhana.

Ketiga hal diatas atas fitur-fitur yang paling tidak minimal harus dimiliki oleh provider penyedia layanan di bidang IT. Dengan ketiga fitur tersebut, setidaknya user dapat dengan cepat menghubungi pihak provider, serta provider dapat dengan segera memberikan respon serta memberikan balasan penyelesaian masalah dengan baik. Selain ketiga hal diatas, hal lain yang menjadi faktor pertimbangan seorang user adalah alamat kantor / bisnis yang tercantum dalam website. Dengan demikian user bisa mendapatkan info yang lengkap dan terpercaya atas provider tersebut. Didalam website juga bisa dicantumkan laman “contact us” yang berfungsi jika user ingin menghubungi perusahaan tersebut. Laman tersebut juga dapat langsung terhubung dengan email perusahaan. “Contact us” tidak hanya dapat digunakan untuk komplain, melainkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan feedback, pertanyaan, dan lain sebagainya.

Bentuk Layanan Customer Support

Apa saja layanan yang bisa ditawarkan oleh team teknis untuk memanage kebutuhan IT konsumennya? Tentu ada banyak, karena penggunaan semua jenis teknologi memang harus selalu dimaintenance secara rutin dan berkala. Manage solutions adalah salah satu layanan yang bisa ditawarkan oleh perusahaan IT provider untuk membantu memudahkan konsumennya dalam mengatur dan memelihara aplikasi maupun software IT yang digunakan. Selain lebih menghemat waktu, penanganan ini juga lebih efektif karena ditangani oleh IT yang ahli dan profesional di bidangnya.
Bentuk layanan support yang bida ditawarkan antara lain adalah pro active monitoring, dukungan 24/7 pada netwok, system serta hardware, technical management, system design, instalasi, konfigurasi, maintenance, serta pembaruan / update. Semua hal ini dilakukan oleh  experts tech support yang dilakukan oleh dukungan team ahli yang telah memiliki jam terbang tinggi.


Syarat-Syarat Layanan Support
Img : Freepik

Memiliki layanan support selama 24/7 yang mumpuni dan dapat diandalkan tentu diperoleh berdasarkan pengalaman serta branding dari perusahaan provider IT itu sendiri. Sebuah layanan akan dianggap baik dan trusted jika memenuhi beberapa persyaratan berikut ini :
  • Speed & Responsive, yang dimaksud disini adalah kecepatan dalam respon reply pengaduan serta kecepatan dalam tindakan menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien sesuai dengan kendala yang dilaporkan.
  • Multitasking, layanan support hendaknya mampu menghandle pertanyaan konsumen dari berbagai macam pintu. Misalnya saja melalui live chat, email, telepon, maupun social media perusahaan.
  • Intelligence, dimana team support dan technical harus memiliki pengetahuan luas serta kemampuan mumpuni di bidang IT sehingga dapat diandalkan.
  • Mampu membuat serta merekomendasikan perencanan hingga pelaksanaan proyek IT berdasarkan atas kebutuhan klien. Terkadang klien juga bingung dengan banyaknya pilihan layanan yang tersedia sehingga belum bisa memutuskan. Maka dari itu, merupakan tugas layanan provider untuk dapat membantu kebingungan klien sesuai dengan kebutuhan apa yang diperlukannya.
  • Ramah dan mampu mengendalikan emosi, jika layanan support sangat responsive, cepat tanggap, berpengetahuan luas, namun tidak ramah, maka kemungkinan besar klien akan kecewa dan tidak menyukai sikap tersebut. Klien lebih menyukai customer support yang ramah, dapat diandalkan, serta berpengetahuan luas di bidangnya.


Peran Layanan Customer Support

Lalu dampak apa yang diperoleh perusahaan penyedia layanan IT dengan memiliki customer support yang bagus dan responsive? Tentu saja kepuasan pelanggan. Mengapa hal ini penting? Tentu saja karena kepuasan pelanggan merupakan pencapaian utama dari sebuah bisnis. Jika pelanggan merasa puas dengan pelayanan IT yang diberikan, bukan tidak mungkin pelanggan tersebut akan repeat order atau menjadi pelanggan tetap atau existing customer.
Selain itu, bentuk pelayanan yang baik dapat meningkatkan feedback positif dari konsumen, serta membuka peluang words of mouth atau rekomendasi dari satu customer ke customer lainnya yang belum menggunakan layanan dari perusahaan tersebut.










Friday, July 14, 2017

Bagaimana Penanganan dan Pemeliharaan Data Center yang Tepat?


Agar jaringan internet dan sistem penyimpanan serta pengolahan data-data dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan sebuah tempat bernama data center yang stabil dan aman. Stabil yang dimaksudkan adalah selalu dapat beroperasi dengan baik sehingga terhindar dari resiko downtime. Sedangkan aman yang dimaksudkan adalah berada di lokasi yang aman, sehingga terhindar dari resiko bencana alam dan resiko lain seperti cybercrime sehingga diperlukan cyber security yang kuat untuk menjaga keamanan sebuah data center tersebut.

Letak data center yang ideal adalah seharusnya tersembunyi, tidak untuk diexpose ke publik. Kerahasiaan lokasi data center ini merupakan salah satu bagian dari sistem keamanan yang ada di data center. Mengapa data center ini harus benar-benar aman? Karena data center merupakan pusat penyimpanan dan pengolahan agar data dan informasi dari berbagai perusahaan, pelaku bisnis, maupun individu. Semua data-data ini tentu harus terjamin keamanan dan kerahasiannya. Selain itu, keamanan di data center bertujuan untuk menjauhkan tujuan-tujuan kejahatan yang berbentuk fisik. Jika bagian-bagian dari data center dicuri, data center juga tidak akan bisa berjalan dengan baik.  

Sebuah data center terdiri dari beberapa ruangan yang memiliki fungsinya masing-masing sehingga dapat membentuk suatu kesatuan agar data center dapat berjalan dengan baik. Beberapa ruangan tersebut antara lain adalah ruangan rak-rak server, ruangan pendingin, ruangan teknisi IT support, ruangan UPS, ruangan untuk generator cadangan, dan lain sebagainya.


Pengenalan Data Center
Img : Pixabay

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, data center adalah sebuah tempat yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan, sekaligus memproses dan mengolah data-data dari berbagai sumber dan server agar tetap mudah diakses oleh user. Semua perangkat dan komputer yang ada dalam data center semua harus terhubung dengan jaringan internet, sehingga memudahkan akses transfer data dan koneksi.

Di Indonesia sendiri tentu telah banyak didirikan bangunan yang difungsikan untuk data center. Mengingat banyaknya perusahaan-perusahaan besar yang tengah berkembang di Indonesia. Namun data center tidak boleh hanya diletakkan pada satu tempat, melainkan sebuah perusahaan harus memiliki minimal dua atau lebih data center yang tersebar di kota maupun negara yang berbeda-beda. Tentu data-data center tersebut memiliki standarisasi tersendiri agar layak disebut sebagai data center.

Beberapa standarisasi infrastruktur yang harus ada pada setiap data center antara lain adalah :
  1. Rak-rak server
  2. Sistem kelistrikan
  3. HVAC
  4. Security dan akses maintenance
  5. Kabel dan fiber optik
  6. Raised floor

Img : Electronic Packaging






Masing-masing dari infrastruktur serta bagian-bagian tersebut harus dijaga dan dimaintenance dan harus secara rutin dicek fungsi dan kerusakannya secara berkala. Maka dari itu, perlu untuk menempatkan teknisi yang bertanggung jawab penuh terhadap maintanance infrastruktur yang ada pada data center agar data center terhindar dari resiko kerusakan dan bencana lainnya.


Mengapa Perlu Pemeliharaan Data Center?
Selain masalah keamanan, data center amat sangat penting untuk dijaga tentang segala infrastrukturnya. Mengapa pemeliharaan infrastruktur pada data center ini sangat penting untuk dilakukan? Tentu untuk menghindari masalah-masalah seperti downtime, kerusakan alat dan infrastruktur seperti konsleting listrik, listrik yang padam, ruangan server yang terlalu panas atau lembab, alat-alat infrastruktur yang aus atau rusak, dan lain sebagainya.

Downtime sendiri dapat terjadi akibat aliran listrik yang tiba-tiba padam. Maka dari itu perlu disediakan generator cadangan untuk menjaga aliran listrik tetap stabil. Namun UPS juga tidak kalah penting dalam menyimpan energi listrik pada waktu proses pemindahan dari listrik biasa ke generator cadangan. Hal yang paling dihindari dari kerusakan yang ada pada infrastruktur data center adalah downtime. Mengapa? Karena downtime mengakibatkan banyak kerugian, tidak hanya bagi data center itu sendiri namun juga kepada seluruh klien yang telah ‘menitipkan’ data-data dan informasi mereka pada data center tersebut. Tentu apabila server down, banyak aktifitas website yang diakses melalui internet akan terhambat bahkan tidak berjalan sama sekali. Maka dari itu, akan banyak sekali kerugian yang dialami oleh perusahaan yang servernya down. Misalnya saja perusahaan perbankan, bursa efek, rumah sakit, dan perusahaan-perusahaan yang memiliki dasar penjualan secara online seperti contohnya Amazon.


Kerugian Pemeliharaan yang Tidak Rutin
Img : Pixabay

Secara rutin memantau dan memelihara alat-alat infrastruktur yang ada pada data center akan mengurangi prosentase kerugian yang dapat ditimbulkan. Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin berarti sebuah tindakan untuk mengantisipasi adanya masalah yang mungkin ada pada data center. Kita tidak pernah tahu kapan usia suatu perangkat mengalami penurunan atau kerusakan. Dan jika hal ini dibiarkan tanpa diketahui sejak dini, tentu akan mengakibatkan bagian dari data center menjadi rusak dan tidak befungsi.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jika data center mati atau mengalami downtime, maka akan banyak sekali kerugian yang dapat ditimbulkan. Baik bagi data center itu sendiri maupun untuk konsumen. Misalnya saja kerugian di bagian data-data yang disimpan menjadi rusak/corrupt, kerusakan infrastruktur dan peralatan yang ada pada data center, produktifitas data center yang menurun atau terhambat, maupun kerusakan kepercayaan konsumen terhadap brand/merek data center itu sendiri.

Masih banyak lagi kerugian-kerugian yang dapat ditimbulkan apabila data cneter mengalami kerusakan yang mengakibatkan downtime. Downtime sendiri juga dapat terjadi akibat kesalah teknis seperti aliran listrik yang mati. Padahal server yanga da pada data center harus terus dialiri listrik selama 24/7. Sehingga keberadaan generator cadangan dan UPS sangat membantu mengurangi resiko kesalahan teknis akibat aliran listrik yang mati.


Manfaat Pemeliharaan Data Center
Rutin melakukan maintenance pada semua aspek infrastruktur data center dapat menghindarkan dari segala kemungkinan terburuk yang dapat terjadi apabila data center rusak / mengalami masalah seperti misalnya downtime dan kerusakan infrastruktur data center. Sebuah data center itu sendiri memiliki elemen-elemen infrastruktur seperti :
  1. Blade server, yaitu server yang memiliki ukuran lebih kecil dan hemat energi. Blade server berfungsi sebagai file sharing, website, keamanan SSL, streaming video dan audio, serta transcoding.
  2. FlyWheel UPS, fungsi utamanya sebagai media cadangan penyimpan energi listrik untuk data center.
  3. Retina scanners, berfungsi sebagai elemen security secara fisik bagi ruangan data center.
  4. Ethernet switch 100GB, semakin besar kemampuan untuk mentransfer data, maka lalu lintas transfer juga akan semakin cepat.
  5. Akses point wireless, berfungsi untuk monitoring data center secara wireless.
  6. Digital data shredder, berfungsi untuk menambah keamanan pada storage server melalui perintah pemilihan penghapusan data.
  7. SSD SAN storage, merupakan harddisk atau media penyimpanan yang memiliki kapasitas besar dan kemampuan transfer data yang tinggi.
  8. KVM consoles server, alat untuk memonitor seluruh server.
  9. Virtual tape libraries, berfungsi untuk keperluan backup dan restore dalam pengelolaan harddisk pada server.
  10. Network attached storage, atau harddisk wireless yang berfungsi untuk mengelola aplikasi dan internal work pada data center.


Img : Pixabay


Rutin melakukan pemeliharaan data center dapat memberikan beberapa keuntungan yang signifikan. Beberapa keuntungannya antara lain adalah :
  1. Menurunkan resiko biaya operasional. Karena pemeliharaan secara rutin dapat memperpanjang usia operasional perangkat-perangkat yang digunakan.
  2. Operasional dapat berjalan dengan lancar, karena tidak ada kendala dalam sistem dan perangkat maka otomatis aktifitas rutin dapat berjalan secara lebih efektif.
  3. Minim resiko dan dapat upgrade skill teknisi data center. Setiap ada kendala, merupakan sebuah tantangan yang harus diselesaikan agar tidak menjadi masalah yang ebsar. Sehingga dengan kata lain teknisi IT yang bekerja ditempat tersebut terupgrade skill nya.
  4. Dapat meningkatkan penguatan brand dan kepercayaan dari konsumer. Hal ini dikarenakan server yang tidak pernah down, sehingga konsumen akan percaya terhadap layan dan support penyedia server.

Cara Pemeliharaan Data Center yang Tepat
Apa saja infrastruktur data center yang perlu dilakukan maintenance secara rutin? Ada beberapa infrastruktur dari data center yang sebaiknya dilakukan maintenance secara rutin untuk mencegah kerusakan dan kerugian yang dapat ditimbulkan. Ada beberapa persyaratan umum dalam menjalankan pemeliharaan data center, antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Keselamatan karyawan adalah prioritas nomor satu. Walaupun pemeliharaan data center ini penting, namun yang lebih penting adalah kelematan dan kesejahteraan karyawan. Karena bagaimanapun juga, karyawan yang dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul pada data center.
  2. Membuat jadwal pemeliharaan yang rutin. Infrastruktur yang paling rutin harus dicek adalah UPS, generator cadangan, serta mesin-mesin pendingin. Hal ini adalah yang paling krusial.
  3. Membuat skema dan evaluasi hasil pemeriksaaan. Evaluasi selalu bermanfaat untuk perbaikan kedepannya.
  4. Membuat perkiraan estimasi waktu pemeliharaan. Mengetahui perkiraan jumlah waktu yang dibutuhkan sangat penting untuk mengetahui seberapa lama ,masalah dapat diselesaikan.
  5. Membuat arsip rincian pemeliharaan, seperti misalnya masalah apa saja yang pernah muncul serta siapa teknisi yang bertugas untuk menghandlenya.
  6. Membuat sebuah sistem manajemen yang terintegrasi dengan jaringan, sehingga evaluasi dapat dilihat dari manapun, kapanpun, dan dimanapun. Kemudahan dalam mengakses masalah-masalah ini akan memudahkan juga dalam memutuskan tindakan apa yang harus diambil.


Bagaimana jika Data Center terkena Kerusakan?
Img : Pixabay

Salah satu tindakan yang paling tepat jika kemungkinan terburuk ketika terjadi downtime atau kerusakan pada data center adalah menyiapkan Disaster Recovery Plan yang tepat dan aman. Salah satunya adalah dengan menyiapkan data center lain, maka dari itu sangat penting data center harus minimal berjumlah dua yang terletak minimal 35 KM dari data center utama. Semakin jauh maka akan semakin baik untuk mengurangi resiko.

Sehingga apabila terjadi konsleting atau bencana alam yang mendadak, maka aktivitas operasional data center dapat dialihkan sementara ke colocation data center yang lain. Lokasi data center cadangan data center inipun sangat beragam. Akan lebih baik apabila dua data center tidak berada di satu kota yang sama. Sehingga apabila terjadi sebuah kurusuhan atau bencana alam di kota yang satu, maka data center di kota lainnya masih aman. Bisa juga data center diletakkan terpisah oleh provinsi bahkan beda negara. Jika demikian, resiko kerusakan data center akan menjadi semakin kecil.






Thursday, June 15, 2017

Bagaimana Memilih Layanan Web Hosting yang Tepat



Dalam perkembangan dunia digital ini kebutuhan penggunaan internet merupakan hal yang paling utama. Internet dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan personal dan bisnis. Namun internet hanya salah satu faktor pendukung infrastruktur berjalannya sebuah aktifitas. Masih banyak hal lain yang dibutuhkan seperti website, media penyimpanan dan backup data yang aman berbasis cloud computing, teknisi maupun perusahaan penyedia hosting, dan lain sebagainya. Semua bagian ini tergabung menjadi satu kesatuan yang mendukung berjalannya suatu website untuk berbagai keperluan. Fungsi website sendiri bermacam-macam, dapat digunakan untuk blog personal maupun untuk company business dan e-commerce.

Sebuah website tentu memiliki nama domain serta membutuhkan hosting. Saat ini telah banyak perusahaan penyedia layanan hosting. Namun harus berhati-hati dalam memilih, karena lebih baik memilih perusahaan penyedian layanan yang benar-benar terpercaya dan memiliki track record yang bagus daripada memilih yang murah namun ternyata tidak terpercaya dan berbahaya. Hal ini harus dihindari karena dapat menimbulkan efek yang berkelanjutan di kemudian hari. Yaitu seperti misalnya server down, website yang rentan terkena hack, dan lain sebagainya.

Pengertian Domain dan Fungsinya
Definisi domain adalah nama dari sebuah alamat website. Nama domain ini biasanya dibuat dengan nama yang unik dan hanya terdapat satu nama domain untuk seluruh website di dunia ini. Jadi tidak ada kasus website yang memiliki nama domain yang 100% sama dengan nama domain website yang lainnya. Nama domain yang Anda miliki adalah sepenuhnya milik dan hak Anda sendiri. Jadi bisa dibilang nama domain ini adalah identitas Anda di internet.

Domain diawali dengan www yaitu merupakan singkatan dari world wide web. Kemdian domain ada yang memiliki akhiran com, co.id, org, net, info, dan lain sebagainya. Sehingga yang disebut domain secara keseluruhan adalah www.nama domain yang dipilih.com atau org, dan sebagainya.

Fungsi domain adalah sebagai identitas atau salah satu cara untuk mencari situs Anda di internet. Domain yang unik dan mudah diingat akan memudahkan pengguna internet lainnya untuk mencari website Anda.

Jenis-Jenis Domain
Img : Pixabay

Jenis-jenis domain bermacam-macam tergantung dari fungsi dan tujuan website itu dibuat. Untuk keperluan blog biasanya menggunakan .com atau .co.id. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis-jenis domain menurut fungsinya :

  • .com untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
  • .net untuk kebutuhan internet
  • .org untuk kebutuhan organisasi
  • .edu untuk kebutuhan pendidikan
  • .tv untuk kebutuhan pertelevisian
  • .info untuk kebutuhan informasi
  • .co.id untuk situs website personal maupun komersial dalam negeri
  • .ac.id untuk kebutuhan lingkungan akademik maupun perguruan tinggi
  • .web.id untuk kebutuhan organisasi maupun badan usaha di bidang teknologi
  • .net.id ditujukan untuk organisasi yang telah memiliki izin penyelenggara jasa komunikasi
  • .go.id yaitu khusus untuk kebutuhan instansi pemerintah

Pengertian Hosting dan Fungsinya
Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian hosting dan contohnya. Jadi yang dimaksud hosting adalah sebuah ruang atau media penyimpanan didalam internet yang digunakan untuk penyimpanan data-data yang diperlukan oleh website. Namun hosting bwrbeda dengan cloud. Jika cloud adalah media penyimpanan data-data, maka hosting adalah tempat khusus untuk menyimpan data-data website dalam jaringan internet. Hosting adalah ruang untuk menyimpan data, media, musik, bahkan video pada suatu website. Hosting diperlukan baik untuk situs pribadi seperti blog, hingga situs perusahaan, situs akademik, situs bisnis dan e-commerce, dan lain sebagainya.

Fungsi hosting adalah sebagai media penyimpanan data-data pada website. Hosting ini terdapat dua pilihan, yaitu hosting gratis dan hosting berbayar. Sama dengan domain, ada yang berbayar maupun ada yang gratis. Free hosting atau hosting yang gratis tentu memiliki beberapa keterbatasan jika dibandingkan dengan hosting yang berbayar. Misalnya saja terbatasnya ruang penyimpanan. Selain itu, hosting yang berbayar menawarkan keunggulan yang lebih seperti tersedianya fitur-fitur FTP, fitur webmail, fitur mysql, fitur bebas iklan, dan lain sebagainya. Namun jika menggunakan hosting yang gratis tentu harus bersabar dengan space yang kecil, fitur yang tidak lengkap, akses yang lambat, serta gangguan banyaknya iklan-iklan yang muncul.

Fitur-Fitur Dasar Web Hosting
Img : Pixabay

Apabila merencanakan untuk membangun website, dan tentunya website memerlukan hosting, maka Anda perlu merencanakan rencana penyusunan web hosting. Apa saja rencana-rencana yang perlu dilakukan?

  • Bandwidth
Bandwidth adalah jumlah data yang dapat ditransfer sebuah website dalam jangka waktu tertentu. Bandwidth sangat berkaitan erat dengan kecepatan website itu sendiri. Semakin banyak bandwidth, berarti semakin cepat situs tersebut dapat terbuka dan beroperasi.

  • Uptime
Uptime adalah perhitungan waktu dimana server tetap melakukan hosting secara aktif dan berjalan normal.

  • Layanan Pemograman
Layanan pemrograman memungkinkan pengguna website untuk membuat halaman website dengan bahasa pemrograman seperti misalnya HTML, PHP, ASP, dan database.

  • Ruang Penyimpanan
Ruang penyimpanan adalah jumlah ruang penyimpanan yang disediakan oleh penyedia layanan web hosting. Ruang penyimpanan diperlukan untuk menyimpan data-data website yang terdiri dari teks, gambar, audio, video, dan lain sebagainya. Ukuran ruang penyimpanan ini ditetapkan melalui pengukuran megabyte.

  • Customer Service
Customer service sangat diperlukan untuk dukungan pelanggan. Bentuk layanan ini biasanya berupa chat, telepon, email, dan lain-lain. Customer service sangat bermanfaat untuk pendukung dan menyediakan solusi apabila terjadi masalah teknis atau masalah lain yang terkait dengan website.

Jenis-Jenis Hosting Menurut Fungsinya
Img : Pixabay

Hosting atau web hosting harus selalu terhubung dengan internet sebagai media server untuk menyimpan data-data dan  media website tersebut. Hosting terbagi kedalam beberapa layanan penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Free Hosting
Free hosting adalah jenis layanan gratis dan tidak berbayar. Namun free hosting memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah terbatasnya jumlah media penyimpanan serta menggunakan aplikasi-aplikasi instan / bawaan yang telah disediakan website secara umum. Free hosting memiliki batasan dan limit-limit tertentu dalam pengoperasian dan termasuk jasa menampilkan iklan. Free hosting ini cocok digunakan oleh para pemula yang baru mempelajari, membuat, dan menggunakan website.

  • Shared Hosting
Shared hosting sangat cocok digunakan sebagai pilihan dengan anggaran budget yang terbatas. Shared hosting memungkinkan beberapa user untuk menggunakan satu server yang sama. Shared hosting bisa mencapai hingga ribuan user. Selain itu, tidak ada ketentuan atau batasan seorang user hanya boleh memiliki satu website. Jadi bisa dibayangkan bukan bagaimana kacau dan penuhnya pengaturan hosting-hosting tersebut terhadap satu server. Problem yang lain adalah apabila satu website telah mengambil banyak memory karena banyaknya jumlah kunjungan, maka hal ini juga berdampak pada website lain yang akhirnya hanya memiliki sedikit memory.

  • VPS Hosting
VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting yang sangat stabil. Maka dari itu VPS sangat diminati banyak user. VPS hampir sama dengan shared hsoting namun memiliki perbedaan yang jelas tentang pembagian memory bagi masing-masing user. VPS memiliki batasan yaitu hanya 10-20 user yang harus memiliki kapasitas memory yang sama besar. VPS juga memungkinkan user melakukan perubahan naun tidak akan berdampak pada user dan website lainnya.

  • Cloud Hosting
Cloud hosting sangat mirip dengan VPS hosting. Namun jika user ingin memperluas websitenya, maka sistem cloud hosting lebih baik. Cloud hosting dapat memberikan perlindungan terhadap serangan virus yang bertujuan merusak server melalui serangan virus yang menyerang secara bersamaan.

  • Dedicated Hosting
Dedicated hosting mengusung ide eksklusifitas, yakni hosting yang digunakan sama sekali tidak tergabung dengan user yang lainnya. Kelebihannya, user dapat melakukan perancangan sendiri melalui komputernya, dapat menentukan jumlah serta jenis memory yang digunakan, serta Operating System (OS) yang akan digunakan beserta elemen-elemen pendukungnya. Namun Dedicated Hosting memiliki kekurangan seperti user harus benar-benar mengerti tentang komputer dan teknologi server. Sehingga harus bisa menyelesaikan masalah apabila timbul kesalahan atau kerusakan misalnya RAM error. Selain itu user harus mampu untuk menginstall OS sendiri, tahu bagaimana menjalankan web server, mengaktifkan dan mengoperasikan sistem security, dan lain sebagainya.

  • Reseller Hosting
Reseller hosting dapat dikatakan sebagai makelar hosting. Jadi pada dasarnya, reseller hosting bukan penyedia layanan hosting, namun pihak ketiga sebagai media perantara untuk menjual layanan hosting dari penyedia kepada calon user / konsumen pemakai layanan hosting tersebut. Reseller hosting biasanya diberikan otoritas untuk menjual kembali dengan melabeli dengan nama yang baru, serta membuat paket-paket layanan hosting yang ditawarkan. Reseller hosting sangat cocok dimanfaatkan oleh pemula yang ingin menggeluti bisnis hosting namun masih memiliki keterbatasan sumber daya dan budget.
Memilih Penyedia Layanan Hosting yang Tepat
Img : Pixabay

Memilih penyedia layanan hosting adalah hal yang cukup rumit dan berat. Karena saat ini telah banyak perusahaan penyedia layanan hosting yang bagus dan memiliki track record yang baik. Apalagi jika seseorang tidak memiliki orang atau teman yang bisa memberinya saran untuk memilih layanan hosting yang mana. Maka dari itu, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

Memilih perusahaan penyedia layanan hosting dimana :
  • Memiliki waktu downtime yang relatif rendah atau hampir tidak pernah
Memiliki website yang terus menerus dikomplain oleh konsumen karena terus mengalami offline adalah sebuah mimpi buruk. Karena dapat merusak citra, brand, dan kepercayaan yang dibangun. Maka dari itu lebih baik memilih perusahaan penyedia layanan  hosting yang benar-benar mampu memberikan layanan uptime yang stabil.
  • Memiliki dukungan customer service secara penuh selama 24 jam seminggu
Menunggu adalah hal yang membosankan dan tentu sangat menjengkelkan. Apalagi apabila ini berhubungan dengan waktu menunggu perbaikan website yang sedang mengalami masalah atau error. Layanan customer service yang selalu ready dan siap siaga melayani keluhan yang terjadi adalah salah satu bukti bahwa perusahaan tersebut cukup kompeten dan bertanggung jawab.
  • Jujur dan transparan
Sebuah perusahaan sebaiknya bersikap terbuka dengan konsumennya. Tidak ada yang perlu harus disembunyikan baik tentang layanan atau fiturnya maupun tentang biayanya. Karena konsumen sangat tidak mengapresiasi perusahaan yang hanya memberikan janji-janji palsu dan kebohongan kepada konsumen yang terlanjur percaya.

Jangan memilih perusahaan penyedia layanan hosting dimana :
  • Memiliki service layanan yang terbatas
Customer suervice yang tidak mendukung selama 24 jam selama 7 hari adalah salah satu nilai kurang bagi perusahaan penyedian layanan server dan hosting. Karena siapa lagi yang bisa membantu konsumen jika mengalami error atau masalah?
  • Website menjadi sering mengalami offline
Tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali dan dengan interfal waktu yang perbaikan yang cukup lama, misalnya 2 jam. Padahal idealnya sebuah website yang offline harus segera diperbaiki dan kembali online dengan waktu maksimal 20 menit.
  • User tidak dapat bekerja sama secara mudah dan nyaman dengan perusahaan tersebut
Bisa saja karena perusahaan tersebut sebenarnya tidak memiliki layanan-layanan yang dipromokan, melainkan hanya melakukan kerjasama dengan perusahaan lain. Sehingga konsumen hanya akan terombang-ambing diantara dua perusahaan penyedia layanan tanpa mengetahuinya dan sisi terburuk lainnya adalah kehilangan banyak waktu.

Pertimbangkan dalam Membeli Penyedia Layanan Web Hosting
Img : Pixabay

Sebelum benar-benar memutuskan untuk memilih salah satu perusahaan penyedia layanan web hosting, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal yang membuat Anda nyaman dan percaya. Kemudian ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan hosting. Pertimbangan dalam membeli layanan hosting diantaranya adalah tentang jumlah media penyimpanan, layanan, bandwidth, email, pengguna antarmuka, akses cPanel, serta harga.

Media penyimpanan adalah prioritas dalam perimbangan membuat web hosting. Karena ruang penyimpanan berdampak besar terhadap keseluruhan aplikasi, sistem, dan data yang tersimpan dalam website.

Layanan web hosting tidak perlu harus dari perusahaan penyedia layanan yang terkenal. Namun yang terpenting adalah kualitasnya, perusahaan tersebut selalu memberikan yang terbaik serta dukungan cepat tanggap bagi para penggunanya.

Bandwidth yang akan menyeimbangkan kecepatan akses web user serta lalu lintas website tersebut. Semakin cepat website tersebut, maka akan semakin dikunjungi namun semakin lama website tersebut loading dan berjalan, maka website tersebut pasti akan ditinggalkan.

Bagi sebagian besar pengguna website, email ini cukup penting karena untuk seorang blogger dan bisnis company, lima hingga sepuluh email sudah cukup untuk mendukung keperluannya. Pada dasarnya layanan email yang diberikan memang disediakan sejumlah sepuluh untuk web bisnis yang dihosting.

Pengguna antarmuka adalah semacam sistem navigasi untuk situs website. Keunggulannya adalah user dapat dengan mudah mengakses akun serta web hosting yang dimiliki.
Akses cPanel adalah sebuah akses untuk mendapatkan semua file dalam sebuah website. Fileini mencakup kode-kode yang ada di website untuk melakukan perubahan dan pembaruan melalui cPanel dari akun hosting user.

Dan yang terakhir adalah mengenai harga, tentu harga adalah pertimbangan tersendiri untuk menentukan apakah sebuah layanan web hosting termasuk didalamnya ruang penyimpanan, kualitas layanan, customer service dan dukungan sepadan dengan harga yang harus dikeluarkan.


Jadi sebelum benar-benar memilih penyedia layanan web hosting, ada baiknya untuk memahami dan mengerti tentang bagian-bagian dari hosting itu sendiri agar terhindar dari kerugian dan masalah-masalah yang tidak diinginkan.