Tuesday, June 6, 2017

Menghindari Kehilangan dan Kerusakan Data dengan Backup


Di era globalisasi dan tingkat persaingan ekonomi yang semakin kompetitif ini tentunya tuntutan di dunia kerja juga akan semakin besar. Ritme kerja harus selalu mengikuti perkembangan perekonomian suatu negara itu sendiri. Maka dari itu pemilik bisnis sekaligus pekerja harus memanfaatkan apapun bentuk perkembangan teknologi dan informasi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Mulai dari efisiensi waktu, otomatisasi, dan kemudahan-kemudahan lainnya. Kemajuan teknologi dan informasi di era digital ini berkembang pesat di berbagai bidang kehidupan manusia, dan dapat melingkupi untuk kebutuhan mulai dari bisnis, pendidikan, finansial, kesehatan, hiburan, hubungan komunikasi, internet, dan lain sebagainya. Dan hal ini seharusnya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Salah satu contoh kasus adalah seorang pekerja. Bagi seorang pekerja, apa hal penting yang akan menjadi prioritasnya? Tentu pekerjaannya itu sendiri. Mungkin saja yang menjadi prioritas adalah bagaimana caranya seseorang itu dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan tepat waktu demi memenuhi kewajiban serta tenggat waktu yang telah disepakati. Salah satu solusinya adalah pekerja tersebut dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk membantu mempermudah urusan pekerjaannya.

Img : Picjumbo

Perkembangan dunia digital sangat identik dengan ritme kerja yang cepat, selalu terus maju dan berkembang serta mengalami perubahan. Lalu apa saja kendala yang sering dihadapi oleh pekerja menghadapi dunia digital yang sibuk ini? Tentu kepenatan kerja dan kebutuhan untuk refreshing. Sejenak slow down dari hiruk pikuk kepenatan kerja. Liburan menjadi salah satu tawaran yang susah ditolak bagi sebagian besar pekerja aktif. Lalu apabila option sesekali liburan telah dipilih, lantas bagaimana dengan pekerjaan? Karena tentunya pekerjaan ada yang bersifat dapat ditinggal untuk sementara waktu, namun ada juga yang membutuhkan monitoring dan update secara terus menerus. Namun para pekerja tidak perlu terlalu khawatir, karena pada saat ini telah banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan pekerjaan bahkan ketika Anda sedang melakukan liburan atau mengambil cuti. Diantaranya adalah scheduling, otomatisasi, data yang tersimpan dan terintegrasi secara cloud computing, backup data, serta beberapa aplikasi online monitoring. Jadi walaupun sedang cuti, para pekerja tetap dapat menjalankan dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaannya dengan aman serta tanpa kendala.

Sangat penting untuk melakukan backup dan recovery data-data pekerjaan Anda sebelum melakukan liburan. Karena tentu saja waktu-waktu liburan ini sangat rentan dengan resiko-resiko yang mungkin saja dapat terjadi. Seperti misalnya device yang rusak, hilang, dicuri, dan lain sebagainya.

Definisi Backup
Backup adalah sebuah proses menyalin atau mengcopy data-data dari satu perangkat ke media atau perangkat lain secara offline maupun online untuk tujuan mengamankan dan menduplikat data, agar ketika salah satu perangkat penyimpanan rusak atau hilang, data-data tersebut tidak ikut hilang, tidak rusak, dan kapanpun tetap dapat diakses dengan mudah.

Sesuai dengan definisinya, backup bertujuan untuk menyelamatkan data-data yang dimiliki dengan cara menduplikatnya, dengan cara memiliki beberapa media penyimpanan lain. Apapun media penyimpanannya, resiko untuk mengalami kerusakan perangkat, resiko hilang, maupun umur penggunaan media penyimpanan yang ada batasnya selalu saja dapat terjadi. Misalnya saja Anda menyimpan semua data-data Anda di komputer, laptop, atau harddisk external. Ketika laptop, komputer, atau harddisk Anda rusak, bisa jadi data-data didalam komputer tersebut ikut hilang atau rusak dan tidak dapat diakses lagi. Maka dari itu, pilihan membackup data-data secara online saat ini menjadi pilihan yang dirasa paling tepat. Karena media penyimpanan secara online lebih minim resiko daripada media penyimpanan secara offline.

Fungsi dan Tujuan Backup Data
Img : Pixabay

Backup memberikan berbagai macam fungsi yang positif untuk semua lapisan masyarakat yang menggunakannya. Mulai dari individu, komunitas, bisnis profesional, dan lain sebagainya. Keperluannya pun beragam, untuk pendidikan, perbankan, rumah sakit, bisnis, dan lain-lain. Seperti yang telah diketahui dengan baik, backup berfungsi untuk menyelamatkan data-data dari resiko kerusakan, data yang hilang atau tidak dapat diakses kembali. Data yang tersimpan di tidak hanya satu media penyimpanan akan memberikan rasa aman karena data tersimpan dengan benar.

Pada dasarnya backup bertujuan untuk mengembalikan data-data yang hilang, rusak, corrupt, maupun terkena virus. Anda tidak akan pernah tahu hal-hal apa yang mungkin dapat terjadi pada media penyimpanan Anda, maka akan lebih baik apabila memiliki tidak hanya satu media penyimpanan data. Sehingga ketika sewaktu-waktu data utama hilang, Anda masih dapat mengembalikan data-data secara penuh tanpa adanya kerusakan maupun kehilangan.

Kerusakan bisa berasal dari kesalahan diri sendiri, maupun karena faktor dari orang lain. Misalnya saja karena tindak pencurian, bencana alam, kerusakan karena umur device yang sudah terlalu lama, dan lain sebagainya. Memang ketika perangkat penyimpanan rusak, Anda masih dapat membeli perangkat baru, namun bagaimana dengan data-data didalamnya? Tentu tidak dapat dibeli kembali. Maka dari itu sangat penting untuk membackup data sebelum kejadian-kejadian yang tidak diinginkan terjadi.

Proses Backup Data
Img : Pixabay

Ada banyak cara untuk membackup data, yaitu secara offline dan online. Namun bagi Anda yang aktif dan harus selalu terhubung kedalam data-data dan pekerjaan, maka sebaiknya memilih media penyimpanan backup secara online. Mengapa? Karena Anda dapat mengakses data-data pekerjaan dimanapun dan kapanpun melalui media device apapun asalkan dapat terkoneksi dengan jaringan internet.

Proses backup data secara offline, dapat dilakukan dengan cara mengcopy file utama dari media penyimpanan utama, kedalam media penyimpanan lain, misalnya laptop lain, harddisk external lain, flashdisk, dan media penyimpanan lainnya. Media penyimpanan secara online ini memiliki beberapa kelemahan, misalnya ketika Anda lupa membawa harddisk external, maka secara otomatis Anda tidak dapat mengakses data-data sama sekali. Selain itu, membawa-bawa laptop ketika berlibur atau mengambil cuti akan sangat merepotkan dan rawan pencurian. Akan lebih mudah apabila Anda hanya membawa device seperti smartphone.

Proses backup secara online dirasa lebih mudah dan menguntungkan. Selain prosesnya yang mudah, backup secara online juga aman dan tidak ribet. Anda tidak perlu membawa banyak device untuk mengakses data-data tersebut. Cukup dengan satu device, misalnya smartphone dan Anda sudah dapat mengakses keseluruhan data tanpa masalah. Selain itu, proses backup secara online sangat minim resiko data yang hilang. Jadi misalnya perangkat Anda hilang atau tercuri, Anda masih dapat mengaksesnya melalui media lain dengan memasukkan kode verifikasi atau password yang hanya Anda ketahui. Bagaimana, sangat aman bukan? Proses backup online sangat mudah. Anda dapat mempercayakan pada provider cloud computing untuk penyimpanan data atau menggunakan berbagai aplikasi penyimpanan data secara online seperti Google Drive dan Dropbox.

Bagaimana Backup Data yang Aman
Img : Pixabay

Backup data yang aman menggunakan password dan media yang terenkripsi dengan baik. Apabila memilih media penyimpanan secara online, maka pastikan provider cloud computing yang digunakan benar-benar terpercaya dan memiliki support selama 24 jam penuh. Sehingga apabila ada kendala, masalah yang dilaporkan dapat segera diatasi dengan baik dan cepat.

Namun apabila menggunakan berbagai aplikasi penyimpanan data secara online, maka pastikan aplikasi tersebut dapat berjalan dengan benar dan juga terpercaya. Pastikan juga agar Anda dapat dengan mudah mengaksesnya. Serta akan lebih baik apabila media penyimpanan tersebut memiliki dua langkah verifikasi yang membutuhkan password dan kode yang dikirimkan ke nomor handphone Anda, sehingga keamanan benar-benar terjamin.

Ketika mengakses melalui website, pastikan juga situs penyimpanan yang digunakan memiliki kode awalan Hypertext Transfer Protocol Securre (HTTPS) yang berada sebelum alamat website yang dituju, hal ini berarti alamat situs itu telah dienkripsi dan keamanannya terjamin.

Kelebihan dan Kekurangan Online Backup
Img : Pixabay

Seperti yang telah kita ketahui, melakukan backup secara online dirasa lebih baik dan lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan metode penyimpanan dan backup secara offline. Namun metode penyimpanan secara online pun juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu seperti yang disebutkan berikut ini.

Backup secara online melalui cloud computing maupun aplikasi-aplikasi online memiliki beberapa kelebihan-kelebihan yaitu sebagai berikut :
  • Lebih aman, karena data disimpan dalam sistem online backup server
  • Mudah diakses kapanpun dan dengan menggunakan berbagai macam perangkat
  • Tidak makan tempat karena media penyimpanan tidak berbentuk fisik
  • Investasi jangka panjang. Karena apabila media penyimpanan offline pasti memiliki umur penggunaan yang ada batasnya
  • Mudah mencari data-data yang diinginkan karena telah terintegrasi dengan baik dan lokasi penyimpanan yang sama dengan file utama

Kekurangan dari backup secara online adalah :
  • Harus terkoneksi dengan jaringan internet yang stabil
  • Ketika aplikasi atau server penyimpanan yang digunakan tiba-tiba tidak dapat diakses dan error, maka harus segera menghubungi customer support penyedia layanan karena apabila tidak maka data tidak akan bisa diakses sama sekali
  • Internet tidak aman dan ancaman terkena virus dan hacker. Maka dari itu media penyimpanan harus benar-benar terenkripsi dan memilih cloud server provider yang benar-benar terpercaya
  • Terkadang situs atau aplikasi provider sedang down dan melakukan maintenance. Namun dewasa ini, hal ini sudah sangat jarang terjadi. Saat ini banyak provider yang mengutamakan kenyaman dan kebutuhan konsumen sehingga error dan downtime sangat sedikit terjadi

Jenis-Jenis Media Penyimpanan Backup
Img : Pixabay

Terdapat setidaknya empat jenis-jenis backup yang ada dan biasanya digunakan oleh sebagian besar orang. Jenis backup tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

  • Full Backup
Full backup atau backup secara penuh adalah proses pemindahan data-data secara penuh dan keseluruhan. Pemindahan data tidak hanya meliputi file, dokumen, data dan media namun juga meliputi aplikasi dan beberapa sistem. Karena banyak hal yang perlu dibackup, maka waktu untuk menyalin data juga diperlukan waktu yang cukup lama dan memerlukan tempat penyimpanan yang cukup besar.

  • Mirroring
Mirroring hampir sama dengan full backup. Bedanya adalah mirroring tidak menggunakan metode yang dapat membuat data-data menjadi lebih padat. Seperti misalnya mengubah data menjadi file .zip .rar dan lain sebagainya seperti yang bisa dilakukan oleh full backup. Mirroring membutuhkan space yang besar untuk menyimpan data-data backup.

  • Incremental Backup
Incremental backup adalah proses menyalin perubahan data yang terjadi sejak terakhir kali melakukan backup penuh atau full backup. Sehingga waktu dan space yang diperlukan pun relatif lebih singkat dan sedikit jika dibandingkan dengan full backup.

  • Differential Backup
Differential backup hampir mirip dengan incremental backup. Bedanya kalau incremental backup hanya terbatas membackup update data yang terbaru dan baru saja terjadi, namun differential backup adalah membackup seluruh data-data yang terbaru dengan sejak periode waktu tertentu hingga waktu baru saja terjadi pembaharuan data, selalu dilakukan update secara terus menerus.

Kriteria Penyimpanan Backup
Img : Picjumbo

Terdapat beberapa kriteria ideal dalam penyimpanan data melalui metode backup. Beberapa kriteria tersebut antara lain adalah sebagai berikut :
  • Backup data secara rutin dan teratur secara periode waktu tertentu
  • Memeriksa keamanan sistem sebelum proses instalasi software
  • Tetap menyimpan cadangan pada sistem backup offline
  • Tidak menyimpan cadangan backup dilokasi gedung atau bangunan yang sama, dan ada minimal jarak tertentu
  • Minimal salinan data harus ada dua backup atau lebih
  • Data dan backup yang disimpan harus terenkripsi dengan baik
  • Meminimalisir kerusakan data karena virus dengan acara membackup data sebelum terkena serangan virus
  • Untuk memudahkan proses backup, sebaiknya memiliki sistem backup yang terintegrasi secara otomatis
  • Secara periodik melakukan incremental backup untuk menghemat space dan data juga selalu terbarukan









Tuesday, March 22, 2016

3 Tips Agar Migrasi Data Ke Cloud Berjalan Dengan Baik

Img: Wowrack
Surabaya (Wowrack)
- Apakah perusahaan Anda sudha siap untuk memindahkan data ke cloud? Mungkin pertanyaan ini akan membuat Anda akan berpikir panjang mencari solusi yang benar-benar tepat untuk melakukan migrasi tersebut. Hal ini dikarenakan banyaknya data yang mungkin Anda miliki saat ini yang dapat memberatkan usaha Anda migrasi data dari tradisonal ke Cloud.

Banyak dari perusahaan yang menyadari akan efek pengurangan biaya setelah perpindahan data dari tradisonal ke cloud. kebanyakan dari mereka merasakan pengeluaran yang turun cukup drastis setelah memutuskan untuk menggunakan layanan cloud.

Akan tetapi, banyak perusahaan yang meremehkan lamaya pengerjaan yang diperlukan untuk migrasi data ini serta minimnya perencanaan yang dibutuhkan untuk memulai pemindahan ini. Banyak diantara mereka yang mengalami kegagalan migrasi karena sikap tersebut. Apakah Anda ingin mengalami hal yang sama? Tentu jawabannya tidak, oleh karena itu coba Anda pertimbangkan tiga hal ini sebelum melakukan migrasi agar Anda dapat migrasi data Anda ke Cloud dengan tepat.

Pertama, Pertimbangan volume data untuk proses awal.
Anda mungkin tidak hanya mengirmkan data dalam jumlah kecil entah itu 1 terabyte ataupun petabyte ke public cloud. Oleh karena itu, Anda haus mempetimbangkan pengiriman drive fisik ke penyedia cloud untuk beban data awal Anda yang akan Anda migrasi. Butuh koordinasi yang baik antara Anda dengan penyedia cloud pilihan Anda.

Kedua, Anda tidak perlu memilih database yang sama.
Sebagai contoh, ketika Anda memiliki database Oracle, bukan berarti Anda harus menggunakan database Oracle juga di penyedia cloud Anda.  Perlu Anda ketahui, saat migrasi inilah dapat dijadikan sebagai waktu yang tepat untuk Anda menjelajah atau mencoba jenis database lain atau pun database model baru. Selain itu, saat melakukan migrasi inilah, Anda dapat merencanakan perubahan pada aplikasi yang terhubung dengan database Anda. Migrasi ke cloud adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan dalam pengelolaan data Anda.

Ketiga, keamanan dan tata kelola yang sistemik untuk segalanya.
Data, aplikasi, jaringan serta penyimpanan harus memiliki tata kelola dan keamanan yang baik. Dalam migrasi, tata kelola serta keamanan data adalah hal yang sangat penting dalam proses migrasi.
Kesimpulannya, gunakan migrasi ini untuk memotivasi Anda dan perusahaan Anda agar menjadi lebih baik. Tentukan prses data awal, temukan database yang sesua dengan kebutuhan operasional perusahaan serta membangun perencanaan yang solid dalam memanfaatkan peluang big data di publik cloud.(ulum/wwrk)

source

Wednesday, March 16, 2016

Online Backup Solusi Handal dan Terjangkau Sebagai Solusi Perlindungan Data

Online Backup Solusi Handal dan Terjangkau Sebagai Solusi Perlindungan Data

Img: mashable cdn
Surabaya (Wowrack)
- Ada keuntungan besar  saat menggunakan teknologi backup. Seperti fungsi otomatis sinkron dan juga enkripsi data. Akan tetapi, pebisnis banyak yang meragukan backup online dan menganggap bahwa cloud bukanlah sarana yang teapt untuk data yang sangat penting.


Bandingkan keamanan data antara penggunaan cloud dengan hard drive lebih aman mana? Hard drive yang berbentuk fisik bisa hilang dengan mudah. Bisa hilang di jalan, di rumah, di cafe, di hotel atau dimana pun tempat menaruh hard drive tersebut. Bandingkan dengan cloud. 

Cloud adalah hard drive yang ada di internet, Anda dapat mengingat sandi untuk membuka dimana pun yang Anda mau selama terhubung dengan internet. Dimana tempat hard drive dari cloud yang Anda simpan? Hard drive cloud bisa berada dimanapun yang terkoneksi satu sama lain.

Selain itu, harga dari online backup cukup murah dengan pertimbangan keamanan dan kemudahan dalam membuka data.

Banyak perusahaan yang kni merubah sistem penyimpanan data mereka dengan menggunakan cloud. Banyak pebisnis yang mengatakan penyimpanan data dengan menggunakan harddrive sudah cukup usang dan memakan banyak biaya. Banyak pebisnis kini melakukan strukturisasi dalam penyimpanan data dimana memilah data yang perlu digunakan dalam penyimpanan online dan mana yang harus offline.

Sehingga, mereka dengan mudah mengakses data yang diperlukan. Kebanyakan saat ini perusahaan menyimpan data dengan cloud dan kemudian memilih mana data yang diperlukan sementara untuk keperluan offline. 

Program ini merupakan program disaster recovery praktis, dengan demikian kebutuhan akan data dapat dengan mudah diakses ada atau tanpa internet. Menyimpan data dibeberapa tempat itu sangatlah diperlukan, namun kebanyakan tempat juga akan membingungkan. Masih ingat saat kita menggunakan Flashdisk dimana kita harus membeli banyak flashdisk untuk menyimpan data, bahkan kemana-mana kita harus membawa flashdisk tersebut semuanya karena takut sewaktu-waktu ada data yang akan digunakan tiba-tiba.

Kebutuhan akan cloud tetap diperlukan untuk memperingan biaya Anda dalam mengamankan data. Kolaborasi offline dan online harus dilakukan. (Ulum/wwrk)

Friday, March 11, 2016

Kiat-kiat Mengambil Keputusan Untuk Disaster Recovery

Img: Wowrack
Surabaya (Wowrack)
- Bisnis di wilayah Asia pasifik saat ini mengalami peningkatan dalam penggunaan cloud hal ini dikarenakan keinginan untuk merampingkan penyimpanan offsite. Pengunaan cloud ini meningkat dengan sangat signifikan. Dari prediksi Gartner, jumlah pengeluaran untuk cloud di wilayah Asia Pasifik  akan mengalami kenaikan hingga USD12,9 juta pada tahun 2019 mendatang.

Setelah cloud ini hadir dalam bisnis, teknologi ini ibarat sebuah obat yang dapat membuat perusahaan lebih meringankan beban pengeluaran untuk penyimpanan data. pengunaan cloud ini dapat memiliki manfaat ganda yang akan dirasakan oleh perusahaan. Keuntungan itu adalah mengurangi kebutuhan akan perangkat keras, perangkat lunak dan pengunaan jasa tenaga fisik di kantor.

Akan tetapi, seorang ahli IT terus mengingatkan akan risiko yang dapat terjadi karena masalah keamanan yang dapat menghantui cloud.

Menurut survei IDC, semakin banyak pengguna cloud, maka masalah keamanan akan menjadi titik yang paling rentan bagi data perusahaan. Bukan hanya itu, masalah-masalah lain juga akan timbul seperti halnya ketika terdapat down server yang tidak terduga, bencana alama maupun bencana yang terjadi akibat kesalahan manusia.

Risiko-risko tersebut membuat perusahaan harus benar-benar memikirkan backup data. karena, saat semua bencana ini data yang sudah dibackup dibeberapa tempat lain menjadi sebuah Disaster Recovery data yang akan menjadi kemudahan bagi perusahaan untuk memulihkan semua data.
Berikut adalah beberapa kita-kiat yang bisa diambil sebelum benar-benar memanfaatkan backup data untuk Disaster Recovery (DR).

1. Mulailah dengan menganalisa risiko
Sebelum terjun kedalam perencanaan Cloud Disaster Recovery, organisasi atau perusahaan harus mengambil langkah mundur dan memulai untuk menganalisis risiko. Risiko yang bisa terjadi akibat bencana alam, downtime, kesalahan manusia atau aplikasi dari penyedia SaaS yang tiba-tiba mengalami masalah.

2. Lakukan pengujian dengan rutin
Terlepas dari semua solusi yang ditawarkan oleh Disaster Recovery, pengujian menyeluruh secara berkala harus tetap dilakukan. Perusahaan harus bisa melakukan pengujian terhadap pemulihan-pemulihan data. Hal ini dilakukan agar benar-benar dapat memastikan bahwa pemulihan data bisa berjalan dengan baik. Sehingga, apabila terjadi suatu masalah di kemudian hari, Anda dapat mengembalikan data dengan mudah.

3. Memiliki sebuah rencana "restore to any"
Mengapa harus ada rencana ini? ini sebenarnya adalah salah satu cara dimana ketika semua mengalami kerusakan, Anda maih memiliki satu tempat dimana dari satu tempat ini, Anda dapat merecovery semua data untuk semua tempat.

4. Risiko keamanan
Dalam dunia IT khususnya Disaster Recovery, keamanan data dan keamanan dari penyedia layanan. Kemanan data ini tidak lain karena disaster recovery ini berhubungan dengan internet yang bisa saja apabila penyedia Anda tidak dapat memberikan keamnan data Anda bisa-bisa data Anda hilang atau tersebar. oleh karena itu, pastikan Anda telah memilih penyedia layananan yang benar-benar terpercaya.

Itulah beberpa kiat yang bisa dilakukan sebelum benar-benar memilih penyedia cloud Anda. Pada dasarnya disaster recovery ini dapat dengan mudah di akses oleh semua orang dan disaster recovery ini dipilih oleh perusahaan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pentingnya backup data ini juga dilakukan oleh salah satu organisasi yang mengkampanyekan hari backup dunia pada 31 Maret mendatang. Wowrack percaya bahwa klien-klien Wowrack juga penting, dan kami mengajak Anda berdiskusi dengan kami mengenai pelayanan disaster recovery yang kami miliki. Hubungi kami sekarang juga dengan mengunjungi halaman ini. (ulum/wwrk)

source

Tuesday, March 8, 2016

Mudahnya Melakukan Backup Online Untuk Data Penting

Mudahnya Melakukan Backup Online Untuk Data Penting

Img: mspmentor
Surabaya (Wowrack) - Cloud Computing menawarkan banyak solusi untuk publik maupun perusahaan. Salah satu yang terbaik adalah online backup. Online backup sangat penting untuk mengamankan segala macam data penting atau data yang sangat rahasia dari bencana maupun dari ulah orang-orang sekitar.


Ada banyak keuntungan besar yang didapatkan dalam menggunakan teknologi backup ini. Seperti fungsi-fungsi yang tidak terdapat pada hardware yang bisa mengenkripsi serta terhubungnya dengan banyak device secara otomatis. Contohnya adalah, ketika Anda menggunakan Harddisk, maka siapapun dapat membuka hardisk Anda dengan mudah. Apabila Anda lupa membawa hardisk yang menyimpan data Anda tersebut ketika berada di tempat dengan menggunakan PC ataupun device lainnya, maka Anda harus pulang kembali atau mencari data yang sudah Anda simpan pada hardware sebelumnya.

Berbeda dengan cloud storage ataupun cloud computing. Dimana Anda hanya membutuhkan Akun yang bisa Anda simpan dalam memori ingatan Anda. Caranya adalah, Anda mendaftarkan diri pada penyedia cloud, dan Anda sduah dapat membuka file Anda kapanpun dan mengamankan data Anda setiap saat.

Ada beberapa manfaat penting yang akan Anda dapatkan dari backup ini diantaranya adalah:

1. Kemudahan pemulihan dan organisir data
Menyimpan data dalam cloud sebagai solusi untuk backup. Hal ini juga berguna untuk mencegah pembengkakan biaya pada perusahaan maupun terhadap kepentingan pribadi. Selain itu, adanya online backup akan menyederhanakan dan mempercepat proses pemulihan data. Semisal, ketika PC, Laptop ataupun disk data Anda rusak Anda dapat dengan mudah mengembalikan semua data melalui cloud yang sudah Anda miliki.

 2. Mengurangi beban biaya
Cloud memiliki kemampuan dalam membuat pekerjaan dan biaya lebih mudah. Salah satu contohnya adalah ketika Anda menggunakan cloud untuk menyimpan dokumen, Anda tidak lagi memerlukan printing atau apapun apabila Anda membutuhkan dokumen tersebut. Dengan tanpa printing, sudah membantu Anda mengurangi pengeluaran akan biaya printing tersebut.
 
Cloud memang bisa Anda Andalkan 90%, namun Anda juga harus memiliki data yang Anda simpan melalui offline maupun online ditempat lain. Hal ini adalah bertujuan untuk menyelamatkan semua data penting yang Anda miliki. Apakah kurang backup data dari hardware maupun cloud? semakin banyak tempat backup maka semakin mudah mencarinya apabila salah satu tempat penyimpanan mengalami masalah. (Ulum/wwrk)

Monday, March 7, 2016

World Backup Day Ingatkan Kita Pentingnya Backup

World Backup Day Ingatkan Kita Pentingnya Backup

Img: red-itsolutions
Surabaya (Wowrack)
- Halo WowFriends, tidak terasa Q1 2016 ini sudah hampir usai. Bagaimanakah perjalanan bisnis dan karir Anda tahun 2016 ini? Q1 dikenal dengan maret sebagai bulan akhirnya dan dimulai dengan Q2 di bulan april. April terkenal dengan April Fools atau di Indonesia sering kita dengar dengan istilah April Mop. Dimana kita selalu berhati-hati pada hari tersebut pada orang disekitar kita yang ingin mengkibuli kita atau mengelabuhi kita dengan trick liciknya.

Pada akhir Maret nanti, dunia IT akan memperingati hari backup dunia. Peringatan ini juga sudah dimediasi dengan website www.worldbackupdays.com, dalam website ini kita diberikan sedikit edukasi mengapa backup itu penting dan bagaimana supaya kita tidak terkelabuhi pihak-pihak atau faktor-faktor yang membuat data kita hilang.

Bicara tentang backup, sebenarnya backup itu masih belum popular dalam kalangan masyarakat kita. Karena beberapa orang merasa data mereka itu masih belum begitu penting kecuali saat mereka kehilangan. Seperti khas pembicaraan cak Lontong (komedian) yang selalu membuat tag semacam: “gagal itu sukses yang belum berhasil”. Sama juga dengan term backup, “backup itu cadangan untuk data yang belum hilang”. Kalau data hilang yang cadangan tidak terpakai.

Dengan adanya World Backup Days, Wowrack akan segera meramaikan dengan event social yang mengajak semua pembaca Wowrack Newsletter dan Wowrack Blog Readers untuk berpartisipasi dengan membuat posting, atau komentar atau opini Anda yang bisa kita sampaikan bertajuk Backup dan Data Loss.

Gimana sih rasanya kehilangan data? Bagi kaum muda sekarang juga ada istilah #BAPER, bawa perasaan katanya yang mengekspresikan sensitifnya perasaan saat suatu spot kita dipicu dengan hal yang negatif. Yah, begitu juga mungkin rasanya ketika data bagi orang IT hilang. “Data Anda yang dulu hilang tidak bisa direcover? Ya sudah, bikin data baru lagi aja! “ betapa pilunya hati kita yang membuat data itu susah payah. Atau bagaimana rasanya bila penyimpanan datamu hancur beserta backup yang sudah Anda siapkan dengan menggunakan Harddisk, Flashdisk dan perangkat keras lainnya. Mungkin, Anda akan mengalami kehilangan yang luar biasa saat hal itu benar-benar terjadi.

Nah, maka dari itu, jangan sampai data Anda hilang dan cari tahu caranya mulai sekarang dengan mengikuti parade World Backup Days yang diramaikan oleh Wowrack dengan posting tips dan trick serta share bersama komunitas Backup ini di social media, jangan lupa tag dan buat hashtag yang bersangkutan dengan Wowrack dan World Backup Days ya! Mulai backup data Anda sekarang juga dan jangan biarkan Anda dikelabuhi dengan liciknya penghancur data. (Nehemia/wwrk)