Monday, December 31, 2018

Hybrid Cloud dan Multi Cloud; Apa Bedanya?


Cloud computing menjadi  tren baru yang tidak dapat dihindarkan karena kebutuhan akan industri digital semakin meningkat. Cloud computing menawarkan banyak kemudahan, fleksibilitas serta keuntungan pada pendekatan yang berbeda untuk masing -masing organisasi. Sehingga, suatu organisasi /bisnis dapat menggunakan cloud menyesuaikan kebutuhan mereka, mendesain layanan yang mereka inginkan dan menyesuaikan kebutuhan suatu organisasi. Saat ini, ekosistem cloud yang terdiri dari beberapa servis diantaranya : SaaS, PaaS, IaaS serta pengembangan dari model -model tersebut oleh pihak ketiga. Perusahaan -perusahaan managed service seperti wowrack menyediakan berbagai kebutuhan digitalisasi konsumen dengan menyesuaikan kebutuhan dan anggaran mereka sehingga memunculkan banyak layanan.

Pengembangan tersebut dapat berupa infrastruktur, kebutuhan akan beban kerja masing -masing perusahaan, keamanan dan masih banyak hal lain yang menyesuaikan kebutuhan perusahaan. Banyak perusahaan yang mengadopsi Cloud sangat bergantung dengan Public Cloud yang digunakan untuk kebutuhan bisnis atau individu dengan layanan pihak ketiga seperti amazon, microsoft atau google. Sementara model public cloud yang terus berkembang, public cloud tidak bisa digunakan untuk semua jenis layanan. Perusahaan yang ingin menyimpan data mereka di lingkungan mereka sendiri mengharuskan untuk mengadaptasi model yang lebih eksklusif, yakni menggunakan private cloud. Private cloud biasanya digunakan oleh organisasi yang mengharuskan tingkat keamanan tinggi seperti badan pemerintahan atau lembaga keuangan.

Private cloud menggunakan virtualisasi sekaligus automasi yang menyediakan layanan seperti IaaS atau PaaS yang diaktifkan dan dirawat oleh organisasi itu sendiri. Layanan solusi cloud banyak digunakan untuk bisnis bukan merupakan pilihan antara private atau public, namun perpaduan keduanya biasa disebut dengan hybrid cloud. Namun, pengembangan model baru yang memanfaatkan beberapa tipe layanan public cloud yang tidak terbatas satu layanan yang akhir -akhir ini muncul dan digunakan oleh banyak organisasi yakni model penggunaan multi cloud.

Penggunaan istilah multi-cloud tumbuh dari sebuah realisasi bahwa cloud sudah tidak lagi menjadi sebuah istilah tunggal yang dapat berdiri sendiri. Kebanyakan perusahaan telah mengadopsi multi-cloud untuk kebutuhan bisnis mereka. Sementara  label tersebut juga bias secara istilah, hal ini membingungkan beberapa orang sehingga muncul berbagai pertanyaan. Apa yang membuat multi -cloud berbeda dengan hybrid cloud? Apakah ini hanya strategi marketing? Penjelasan dibawah ini mungkin akan membantu anda memahami apa karakteristik keduanya.

Hybrid Cloud
Hybrid Cloud adalah sebuah layanan dari cloud computing yang menggunakan pendekatan tempat penyimpanan campuran dengan memadukan 2 platform yakni private dan public. Jika sebuah organisasi ingin menyimpan workloads di lingkungan mereka sendiri, layanan cloud yang digunakan adalah private cloud. Namun, terkadang beberapa perusahaan membutuhkan public cloud untuk keperluan eksternal seperti rekrutmen atau marketing. Dengan hybrid cloud, suatu perusahaan bisa mengadopsi dua hal tersebut. Dengan menggunakan hybrid cloud, perusahaan memberikan fleksibilitas yang lebih baik dan penyebaran data yang lebih beragam.

Hybrid Cloud memungkinkan sebuah enterprise untuk memanfaatkan konsep private cloud sebagai tempat penyimpanan data yang sensitif dan data yang bersifat rahasia, lalu menggunakan layanan pihak ketiga yang menyediakan public cloud untuk menempatkan data yang bersifat lebih umum, seperti tes pengembangan sebuah aplikasi. Hybrid Cloud sangat bermanfaat bagi suatu perusahaan yang progresif dengan beban kerja yang tidak menentu. Sebagai contoh startup penyedia tiket, dalam sistem order tiket perjalanan, hari -hari menjelang liburan menyebabkan permintaan tiket ke beberapa kota destinasi wisata melonjak naik. Aplikasi agen perjalanan dapat mengelola data mereka melalui private cloud, namun ketika permintaan melonjak, public cloud dari pihak ketiga bisa digunakan oleh aplikasi tersebut. Hal ini membuat perusahaan tetap mendapatkan keuntungan, namun tetap efisien dalam memaksimalkan anggaran mereka.

Kegunaan Hybrid Cloud yang lain adalah terkait pemrosesan big data yang lebih holistik dan analisisnya bisa lebih kontekstual. Contohnya, suatu perusahaan dapat menggunakan penyimpanan hybrid cloud untuk mengakumulasikan data -data penjualan, perilaku konsumen, maupun engagement Media Sosial. Hybrid Cloud juga memungkinkan suatu enterprise untuk menggunakan keleluasan fungsi IT secara lebih luas. Seperti contoh sebelumnya, pada fitur private di hybrid cloud, anda bisa menggunakannya untuk keperluan pengerjaan beban kerja yang penting, sedangkan cloud public digunakan untuk pusat data maupun pengarsipan berkas -berkas administrasi internal perusahaan maupun konsumen.

Tantangan Hybrid Cloud
Meskipun banyak keuntungan yang didapat dari hybrid cloud yang dapat mengelola tantangan teknis, bisnis, maupun manajemen. Beban kerja private cloud harus mampu mengakses dan berinteraksi dengan public cloud. Jaringan yang solid diperlukan oleh hybrid cloud agar mampu melakukan setidaknya 2 hal sekaligus yakni menyimpan data suatu organisasi maupun sinergi yang tepat antara public dan private cloud.

Berbicara tentang public cloud yang merupakan bagian dari hybrid cloud, hal tersebut sangat berpotensi menimbulkan isu konektivitas, Perjanjian SLA, dan berbagai gangguan pelayanan yang lain. Untuk mengurangi resiko tersebut,  pengguna hybrid cloud dapat mendesain workloads hybrid  cloud yang dioperasikan oleh beberapa penyedia public cloud. Namun, hal ini dapat membuat sulit dalam melakukan desain atau uji coba. Di beberapa kasus, suatu perusahaan memerlukan desain ulang atau berbagai uji coba tes agar hybrid cloud dapat menentukan alamat API spesifik suatu provider layanan.  Tantangan lain yang harus dihadapi hybrid cloud adalah konstruksi dan perawatan dari cloud itu sendiri yang  mensyaratkan harus adanya pakar yang ahli di perusahaan anda dan seorang cloud architects. Pengimplementasian beberapa software seperti database, sistem helpdesk, dan fitur lainnya yang terkait dengan kompleksitas private cloud. Hal yang lain adalah suatu perusahaan harus secara penuh bertanggung jawab atas aspek teknis dalam private cloud, dan bertanggung jawab atas pergantian antara private dan public. Jadi permasalahannya adalah bagaimana jika suatu perusahaan tidak memiliki IT expert?


Multi Cloud
Multi Cloud merupakan suatu pendekatan yang digunakan dua atau lebih dalam layanan Public cloud computing. Sementara pemanfaatan multi cloud dapat diartikan sebagai implementasi dari multi software as a service (SaaS) atau Platform as a Service (PaaS) cloud. Dengan kata lain Multi Cloud dapat didefinisikan sebagai perpaduan banyak public cloud seperti Amazon Web Service dan Microsoft Azure.

Mengapa Multi Cloud mulai digunakan?
Mulanya, banyak organisasi baik bisnis maupun personal menggunakan pendekatan multi cloud karena ketidak yakinan mereka akan reliabilitas cloud. Multi Cloud mencegah data hilang atau mengurangi frekuensi downtime saat suatu komponen terjadi masalah pada cloud. Dalam multi cloud juga tidak ada vendor lock-in sehingga bisa suatu organisasi mampu bertransisi dengan mudah dengan vendor lain. Ya, karena ini multi -cloud. Meskipun redundansi dan vendor lock-in masih menjadi dorongan utama mengapa suatu organisasi berpindah ke multi cloud, mereka juga terdorong untuk memperbesar skala bisnis atau atau hal -hal yang bersifat teknis. Tujuan -tujuan tersebut pada akhirnya membuat harga layanan cloud lebih kompetitif dan tidak didominasi oleh beberapa brand saja. Banyak organisasi memilih layanan tersebut dan mengambil keuntungan seperti kecepatan, dan beberapa fitur yang menyesuaikan geografi daerah tersebut.


Disisi lain, beberapa lembaga organisasi menggunakan pendekatan strategi multi cloud dengan alasan kepatuhan terhadap otoritas hukum. Berdasarkan hukum, seperti yang saat ini tengah dirampungkan pemerintah Indonesia yaitu setiap provider cloud harus menempatkan server mereka di Indonesia agar biar lebih terorganisir dan aman. Multi Cloud computing membantu organisasi /lembaga untuk menangani masalah ini dengan menyediakan server -server yang memungkinkan dapat ditempatkan di satu zona atau negara. Fleksibilitas ini juga sangat membantu perusahaan agar dapat mengoptimalkan jam uptime mereka dan meminimalisir waktu downtime. Strategi multi -cloud juga menawarkan kemampuan untuk menentukan perbedaan layanan cloud atau fitur lain dari provider lain. Anda bisa mempertimbangkan kelebihan fitur yang dimiliki provider lain tanpa harus meninggalkan kelebihan fitur anda saat ini. Hal ini sangat membantu, karena beberapa lingkungan cloud akan lebih cocok dengan beberapa tugas. Sebagai contoh, platform cloud tertentu dapat menangani data dalam jumlah besar per satuan waktu dengan melibatkan transfer data kecil. Sementara platform cloud yang berbeda mungkin memiliki kinerja yang lebih baik untuk sejumlah kecil permintaan per satuan waktu yang melibatkan transfer data besar. Beberapa penyedia cloud juga menawarkan suatu analisis big data yang lebih baik atau kemampuan khusus lainnya, seperti machine learning daripada kompetitor mereka.


Lalu, apa bedanya?
Multi cloud dan hybrid cloud memiliki kemiripan, namun berbeda secara model infrastruktur. Secara umum, hybrid cloud berhubungan dengan lingkungan cloud computing yang menggunakan dua pendekatan yakni public dan private menjadi satu lingkungan. Suatu enterprise sering mengadopsi hybrid cloud untuk tugas yang spesifik, seperti kemampuan untuk menjalankan pekerjaan di lingkungan sendiri lalu menggunakan public cloud ketika kebutuhan melonjak.

Multi Cloud, seperti yang sudah dijelaskan diatas, secara umum berhubungan dengan penggunaan lebih banyak public cloud, penggunaan multi cloud lebih banyak digunakan oleh beberapa perusahaan yang ingin stabilitas suatu cloud yang tidak bergantung satu layanan. Bagaimanapun artikel ini tidak bertujuan untuk membandingkan layanan apa yang lebih baik apakah hybrid cloud atau multi cloud. Hybrid cloud bukanlah penghalang bagi penyebaran multi cloud. Dua model ini bergantung pada apa tujuan bisnis anda dan target apa yang ingin anda capai.







0 komentar: