Friday, September 17, 2021

Cara Terhindar dari Serangan Ransomware dengan Solusi Backup



Backup dianggap sebagai solusi paling ampuh untuk menghindari kerugian yang diakibatkan serangan ransomware. Seperti yang kita ketahui bahwa serangan siber semakin sering terjadi dengan caranya yang beragam.

Backup berperan sebagai garda terakhir untuk melindungi kehilangan data dan meminimalisir kerugian akibat serangan ransomware. Memiliki tools keamanan yang dapat menghalangi ransomware untuk masuk kedalam server perusahaan akan sangat menguntungkan. Bagaimanapun, akan lebih baik jika suatu perusahaan tidak perlu melakukan restore backup atau tidak terkena serangan siber manapun.

Namun, hingga sekarang belum ada teknologi yang dapat menghalau 100% serangan ransomware yang terus berdatangan. Hal ini dikarenakan ransomware terus berkembang cepat dengan cara kerja yang semakin rumit.

Karenanya memiliki cadangan data menjadi pilihan paling bijaksana saat ini. Karena, selain tidak perlu kehilangan data, Anda juga tidak harus membayarkan sejumlah uang untuk menyelamatkan data yag tercuri.

Sayangnya, backup juga kerap menjadi sasaran serangan ransomware. Semakin hari semakin banyak ransomware yang juga menargetkan server backup. Tujuannya tidak lain untuk membuat suatu perusahaan lumpuh total dan mengharuskan menebus data tercuri dengan sejumlah uang.

Tidak perlu khawatir, terdapat beberapa cara yang efektif untuk mengamankan data backup dari ransomware yang bisa Anda terapkan.

5 Cara Mengamankan Data Backup dari Ransomware

Memutuskan untuk memiliki data backup merupakan pilihan bijaksana, karena Anda bisa merestore data kapan saja dibutuhkan. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menguatkan keamanan pada data yang telah dibackup.

Berikut beberapa cara yang bisa dipraktikan dalam mengamankan data backup:

Menggunakan Strategi Backup 3-2-1

Mempunyai lebih dari satu copy data yang tersimpan di tempat yang berbeda akan sangat menguntungkan perusahaan. Pasalnya, ransomware saat ini tidak hanya mengincar data yang tersimpan di perangkat, namun juga data backup.

Strategi backup 3-2-1 artinya memiliki 3 copy data, yang mana 2 copy data diantaranya disimpan di on-site pada eksternal drive yang berbeda, dan 1 copy lainnya disimpan secara off-site.

 Dengan strategi ini, perusahaan tidak perlu khawatir akan serangan ransomware pada data yang telah terbackup. Kemungkinan untuk kehilangan data semakin berkurang, karena perusahaan memiliki beberapa cadangan data yang bisa direcover kapan saja.

Menggunakan Immutable Storage

Seperti namanya, immutable storage berarti penyimpanan yang tidak dapat dirubah. Data yang telah ter-backup up tidak dapat dirubah, dimodifikasi, maupun di hapus oleh siapapun termasuk oleh pemilik data atau administrasi provider cloud sendiri.

Hal ini akan meningkatkan keamanan data yang tersimpan di dalamnya dari serangan ransomware. Goal utama ransomware adalah mengambil data suatu perusahaan, untuk mendapatkan uang.

Karena itu, biasanya ransomware tidak akan berhenti pada data ayng tersimpan pada perangkat yang terinfeksi saja, mereka akan melacak hingga akar di mana backup data perusahaan tersebut disimpan. Setelah menemukan data yang diinginkan, biasanya ransomware akan mengenkripsi data agar tidak bisa diakses pemilik data. Biasanya, mereka menjanjikan akan membuka enkripsi data jika perusahaan telah membayarkan sejumlah uang

Dengan adanya immutable storage maka akan mempersulit ransomware untuk merubah data yang telah terbackup, dan Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan data.

Memastikan Proses Recovery Data

Tujuan utama dari backup adalah menyimpan copy data yang data dikembalikan kapan saja saat dibutuhkan. Karenanya penting untuk memastikan bahwa data yang telah dibackup dapat direstore kapan saja dengan proses yang cepat.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan percobaan atau testing sebelum terjadi serangan ransomware. Beberapa perusahaan yang menyediakan layanan backup juga memberikan bantuan untuk memastikan bahwa data yang telah dibackup dapat dikembalikan dengan aman dan cepat.

Semakin cepat dan tepat sebuah data dikembalikan, maka semakin sedikit juga kerugian yang mungkin didapatkan saat serangan ransomware benar terjadi.

Memastikan Keamanan Data yang akan Dibackup

Salah satu jalan masuknya ransomware pada server perusahaan adalah melalui kegiatan download file yang membawa ransomware. Beberapa ransomware tidak akan langsung beraksi mencuri data perusahaan yang telah terinfeksi.

Biasanya mereka akan dengan tenang bersembunyi sambil mempelajari di mana saja data perusahaan disimpan sambil terus menginfeksi file-file lainnya perlahan. Regulasi yang mengharuskan membackup data secara erkala dapat mengancam keamanan data backup lainnya.

Pasalnya, file yang telah terinfeksi dapat dengan tidak sengaja masuk di mana backup data tersimpan dan ikut menginveksi data backup juga. Karena itu sangat penting untuk memastikan semua data yang akan dibackup bersih dari ransomware.

Melakukan Perencanaan Backup

Backup tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Seperti halnya membangun infrastruktur cloud, membuat backup data juga membutuhkan rencana yang tepat agar backup dapat lebih efektif.

Agar mendapatkan solusi backup dan perencanaan yang tepat akan lebih mudah jika dibantu oleh perusahaan penyedia layanan backup. Biasanya penyedia layanan backup yang baik akan memfasilitasi clientnya dengan ahli IT yang dapat memberikan solusi tepat.

Pilihlah penyedia layanan backup yang telah berpengalaman, aman yang dibuktikan dengan sertifikasi ISO27001, dan bersedia membantu dari proses awal hingga akhir untuk memastikan data yang terbackup dapat dikembalikan dengan aman.

 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa backup memegang kunci penting keamanan dari bahaya ransomware. Oleh karenanya, backup harus dilakukan secara hati-hati dan terencana.

Jika Anda membutuhkan solusi backup yang efektif, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya pada kami dengan mengirim email ke sales@wowrack.co.id.  

0 komentar: