Monday, August 29, 2022

Bagaimana Cara Mengelola Keamanan yang Dapat Melindungi Anda dari Cyber Crime?

 

Bagaimana Cara Mengelola Keamanan yang Dapat Melindungi Anda dari Cyber Crime?

Anda sangat perlu untuk melindungi seluruh data penting yang menunjang kesuksesan bisnis Anda. Peretas, merupakan seseorang yang melakukan tindak kejahatan secara daring atau yang sering disebut sebagai cyber crime. Seorang peretas akan mengancam keamanan data personal, bisnis, vendor, bahkan sampai data karyawan yang disimpan dalam sebuah jaringan komputer atau jaringan daring sebuah perusahaan bisnis.

Karena adanya ancaman peretas tersebut, sebuah perusahaan bisnis diminta untuk mengamankan seluruh data yang dimilikinya, baik oleh rekan kerja, karyawan, auditor, pelanggan, dan konsumen. Sebuah bisnis sering mengandalkan departemen TI untuk mengontrol keamanan informasi data. Namun keamanan informasi data bukan hanya masalah yang harus diperhatikan oleh departemen TI saja, melainkan perlu ditangani oleh seluruh perusahaan yang menjalankan sebuah bisnis.

Ketika sebuah perusahaan mengeksplorasi kebutuhan keamanan dan pengontrolan yang lebih kuat demi kemajuan perusahaan, tentu saja pengelolaan keamanan informasi dan teknologi perlu menjadi salah satu hal yang ditingkatkan keamanannya.

Apa yang Dimaksud dengan Information Security Governance?

Information security governance menurut Information Systems Audit and Control Association didefinisikan sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang memberikan arahan strategis, memastikan tujuan akan tercapai, mengelola risiko yang akan terjadi dengan tepat, menggunakan sumber daya organisasi atau perusahaan dengan bertanggung jawab, serta memantau keberhasilan atau kegagalan program keamanan perusahaan.

Mengapa Anda Membutuhkan Framework Information Security Governance?


Definisi framework information security governance sebenarnya terdengar rumit, namun penjelasannya dapat disederhanakan. Kerangka kerja framework information security governance yaitu untuk membantu Anda mempersiapkan risiko atau peristiwa sebelum peristiwa tersebut dapat terjadi, Anda dipaksa untuk terus mengevaluasi kembali fungsi TI dan bisnis yang penting melalui hal berikut ini:

Fungsi manajemen dengan risiko yang terintegrasi

Analisis ancaman dan kerentanan yang dapat terjadi

Tata kelola data dan perlindungan dari ancaman

Menyelaraskan strategi bisnis dengan strategi TI

Tata kelola keamanan informasi juga membantu sebuah organisasi beralih dari pendekatan reaktif ke keamanan siber kemudian ke pendekatan proaktif. Hal tersebut dapat memungkinkan Anda untuk:

     Mengkategorikan dan mengurangi risiko dan ancaman yang terjadi.

     Mempersiapkan organisasi untuk mengidentifikasi dan memulihkan dari serangan atau pelanggaran siber.

     Menyediakan metode bagi kepemimpinan eksekutif untuk memahami postur risiko dan tingkat kedewasaan mereka.

     Membuat garis besar pendekatan berbasis risiko terhadap orang, sistem, dan teknologi yang digunakan setiap hari.

Apa Saja Komponen Utama dari Information Security Governance?

Terdapat empat komponen utama dari kerangka kerja information security governance, yaitu strategi, penerapan, operasi, dan pemantauan.

Strategi

Sebuah keamanan informasi harus selaras dengan tujuan bisnis. Rencana strategis dari TI perlu memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan di masa depan. Tujuan dari tata kelola keamanan informasi adalah untuk menyelaraskan strategi bisnis dan TI dengan tujuan organisasi.

Penerapan

Information security governance memerlukan komitmen, sumber daya, penugasan tanggung jawab, dan penerapan kebijakan dan prosedur yang menangani kontrol dalam kerangka kerja yang dipilih. Dukungan dari manajemen senior sangat penting untuk pelaksanaan program tersebut.

Operasi

Merupakan hal yang penting bahwa sumber daya yang memadai dapat tersedia, proyek yang dijalankan selaras dengan keseluruhan strategi yang Anda terapkan, dan risiko operasional dan teknologi dapat ditangani dan dimitigasi ke tingkat yang sesuai.

Pemantauan

Metrik dan pemantauan membantu mendokumentasikan efektivitas program, memberikan informasi untuk membantu manajemen membuat keputusan, mengatasi masalah kepatuhan, dan menetapkan kontrol keamanan informasi dengan pendekatan yang lebih proaktif.

Setelah segala hal di atas telah diselaraskan dengan kerangka atau standar keamanan informasi, sebuah perusahaan bisnis dapat sepenuhnya mengembangkan kontrol untuk melindungi data dan sistem sensitif dengan memadai. Kerangka kerja akan menetapkan dan memelihara model yang disediakan oleh perusahaan dengan struktur standar yang komprehensif dan terus meningkatkan keamanan informasi.


0 komentar: