Thursday, November 1, 2018

Wow Technical Event 2018 : Wowrack ajak seluruh penggiat IT bersinergi menghadapi Revolusi Industri 4.0

Wow Technical Event 2018, Source: Wowrack Indonesia



Perkembangan teknologi tidak dapat terbendung, khususnya teknologi informasi. Hal ini berdampak pada perubahan cara bekerja manusia dalam memanfaatkan teknologi. Perkembangan tersebut tidak hanya berefek pada keseharian manusia, namun juga merubah pandangan produksi suatu barang hingga pendistribusiannya ke pasar. Semakin tinggi permintaan suatu barang, tentu produksi barang tersebut harus digenjot untuk memenuhi kebutuhan pasar yang kian meningkat. Komputerisasi hasil dari revolusi industri ketiga membawa dampak signifikan pada proses produksi sebuah barang. Pada saat itu dunia menemukan logika pemrograman sehingga produksi barang di pabrik jauh lebih cepat. Namun, hal ini masih membawa probabilitas error yang cukup tinggi karena masih melibatkan manusia dalam porsi yang cukup tinggi.


Perubahan yang cepat dan menyeluruh ini berimbas pada transformasi menuju digitalisasi menjadi mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan oleh semua bisnis. Wowrack Indonesia sebagai perusahaan teknologi khususnya jasa layanan hosting dengan berbagai layanan seperti managed hosting solutions, colocation, virtualisasi, cloud, backup, managed service dan juga layanan konektivitas internet memahami perannya dalam revolusi industri ke 4 ini sangat penting guna membantu perusahaan untuk bertransformasi menuju management berbasis IT menghadapi revolusi industri ke 4. Berlatar belakang fenomena tersebut, Wow Technical Event 2018 merupakan bentuk komitmen wowrack dalam mengedukasi masyarakat bersama dengan stakeholder untuk bersama -sama menghadapi revolusi industri keempat berupa digitalisasi. Tujuan penyelenggaraan WTE 2018 dengan tema Winning and Transforms to 4.0 Industry with IT Management menghadirkan pelaku IT, CEO, CTO dan IT Manager dalam memaparkan materi mengenai bagaimana memenangkan serta bertransformasi ke digitalisasi dengan IT management  yang merupakan karakteristik dari revolusi dunia ke 4.

Bapak Reinaldo dari Delloite menjelaskan Revolusi 4.0, Source: Wowrack Indonesia



















Kenalan dengan Revolusi Industri ke 4
Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Industri 4.0 ini ditandai dengan teknologi Artificial Intelligence dan Internet of Things (IOT) yang diadaptasi manufaktur untuk produksi mereka. Istilah Industri 4.0 ini pertama kali diperkenalkan oleh negara Jerman yang berasal dari industri mereka yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Klaus Schwab yang merupakan seorang ekonom asal Jerman menginisiasi istilah ini di Hannover Fair 2011 dan laporan akhirnya di paparkan di hannover fair pada tanggal 6 April 2013.

Setidaknya terdapat 5 teknologi yang harus diadopsi untuk mewujudkan industri 4.0 ini berjalan di jalur yang benar. Teknologi yang pertama adalah Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Human Machine Interface, Teknologi robotik dan sensor serta percetakan 3d. Semua teknologi tersebut berkat teknologi internet yang tidak diprediksi akan sepesat saat ini. Komputerisasi di Revolusi Industri ke 3 membawa dampak pada manufaktur dalam menjalankan produksinya dimana ditemukannya mesin PLC yang digunakan pabrik -pabrik saat ini dalam meningkatkan produksinya. Digitalisasi pada industri 4.0 menekankan pada supply chain management yang lebih mudah karena semua telah terkoneksi dengan baik dan cepat. Tidak ada sekat di dunia, hal tersebut yang menyebabkan revolusi industri ini dimulai.
Suasana WTE 2018, Source : Wowrack Indonesia

Revolusi industri ke 4 memiliki karakteristik sistem cyber physical dimana semua terkoneksi mulai dari konsumen, produsen hingga distributor dan merubah cara bekerja manufaktur dalam memproduksi barang. Perusahaan manufaktur pembuat ban contohnya, mengembangkan inovasi produknya dengan membuat prototype ban tersebut menggunakan printer 3D. Perusahaan -perusahaan retail menggunakan sosial media sebagai alat untuk membuat perencanaan pengadaan barang dan melihat tren penjualan. Perkembangan selanjutnya adalah dalam penggunaan robot otomatis dalam pengepakan obat pada perusahaan -perusahaan farmasi. Dari sisi penyimpanan barang, perusahaan pihak ketiga seperti DHL logistik menggunakan augmented reality untuk memudahkan mereka mengambil barang sesuai kode yang telah dipindai menggunakan kacamata yang telah disematkan teknologi augmented reality. Teknologi augmented reality juga digunakan oleh restoran -restoran cepat saji untuk memudahkan konsumen mengetahui bahan -bahan dalam masakan.

Pertumbuhan dan Konektivitas
Wow Technical Event dibuka  dengan materi dari bapak Reinaldo dari Delloite yang membicarakan bagaimana supply chain berevolusi dari tahun ke tahun. Beliau memberikan paparan materi terkait sejarah revolusi industri. Revolusi industri pertama ditandai dengan ditemukannya mesin uap, peralatan yang berawal dari manusia digantikan dengan mesin -mesin yang lebih murah dan cepat. Revolusi industri ke 2 ditandai dengan produksi masal mobil -mobil hingga revolusi industri ke 3 dengan mulai digunakannya elektronika dan komputerisasi yang ditandai dengan digunakannya PLC atau pengontrol logika terprogram. Saat ini, industri 4.0 atau yang lebih dikenal digitalisasi yang ditandai dengan sistem cyber-physical.

Dalam kesempatan kali ini, bapak Reinaldo menerangkan bahwa dunia sudah berubah. Pekerjaan yang dikerjakan manusia saat ini banyak yang akan tergantikan oleh mesin pintar, robot dan AI. Sedangkan profesi yang nantinya akan banyak dibutuhkan adalah Cloud Computing engineer, software engineer, technical writer, cyber security management dan bidang -bidang yang berhubungan dengan IT. Dalam metode recruitment, perusahaan akan meninggalkan cara -cara lama yang akan digantikan dengan job posting, online assesment dan online platform lainnya. Selain itu bapak reinaldo juga memberikan tips kepada beberapa perusahaan dalam mendapatkan karyawan -karyawan unggulan. Hal -hal tersebut diantaranya berkolaborasi dengan pihak kampus untuk update mengenai perkembangan teknologi saat ini. Menjalin kerja sama dengan komunitas IT, dan membuka kesempatan magang atau membuka Academic Learning untuk talenta -talenta muda.


Bapak Willi dari Qnap menjelaskan tantangan Big Data saat ini,Source: Wowrack Indonesia
Pengaplikasian Big Data
Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, diantaranya: Volume Organisasi yang mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin transaksi. Bagian yang kedua yakni kecepatan aliran data harus ditangani secara cepat dan tepat yang dapat dilakukan melalui hardware maupun software. Bagian penting yang ketiga adalah variasi data yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain. Pemaparan materi tentang big data ini disampaikan bapak Willy dari Qnap sebuah perusahaan data storage yang melayani berbagai tantangan big data.  

Mengapa Big Data ini penting?
Big data sampai hari ini tumbuh tak terhingga jumlahnya dan terus bertambah dari detik ke detik. Dimulai dari transaksi bisnis, upload sosial media seseorang dan segala kegiatan yang berhubungan dengan internet berupa upload dan download dapat menjadi sebuah big data . Big Data dalam bisnis menjadi strategi yang baik dalam mengolah informasi mentah menjadi keuntungan yang terus mengalir ke organisasi bisnis setiap hari, meningkatkan kepuasan pelanggan dan menganalisa perilaku konsumen. Mengelola Big data penting dalam revolusi industri 4.0 ini agar perusahaan bisa bertahan ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat.


Application Delivery Order dari KEMP Singapura oleh Bapak Eddy Tan, Source: Wowrack Indonesia
Scale out, no more Scale up
Semakin banyaknya organisasi yang sadar akan pentingnya digitalisasi membuat kebutuhan akan server semakin meningkat pula. Di satu sisi, big data terus bertambah tanpa bisa dikontrol, secara otomatis menambah kebutuhan akan penyimpanan digital yang lebih besar. Di sisi yang lain, scale up suatu tempat penyimpanan memiliki batasan yang tidak memungkinkan penyimpanan tersebut ditingkatkan lagi. Permasalahan lain yang muncul, yakni sebuah organisasi juga perlu datanya dapat diakses dengan mudah tanpa mempedulikan keterbatasan fisik sebuah tempat penyimpanan. Bapak Eddy Tan dari KEMP menjelaskan teknologi Application Delivery Controller (ADC) yang dapat mengatur sebuah provider layanan cloud atau server scale out infrastruktur mereka. Server yang memiliki keterbatasan tersebut tidak lagi upgrade, upgrade server mereka. Dengan teknologi ADC, perusahaan hanya perlu membeli server fisik yang baru dan menggunakan ADC untuk mengontrol data -data yang masuk ke server sehingga mengurangi resiko downtime akibat beban salah satu server.


Pentingnya Infrastruktur IT oleh Bapak Rudy Setiawan selaku CEO Wowrack Indonesia, Source: Wowrack Indonesia
Infrastruktur IT
Dari semua materi yang disampaikan oleh pemateri di Wow Technical Event pada hari rabu, 24 Oktober 2018 adalah bagaimana sebuah organisasi bisa mengadopsi teknologi -teknologi terbaru dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana membangun fondasi semua hal tersebut? Jawaban yang paling tepat adalah membangun Infrastruktur IT yang bisa diakses oleh semua organisasi, khususnya organisasi yang baru akan bertransformasi ke digitalisasi. Bapak Rudi Setiawan selaku CEO PT. Wowrack Indonesia menjelaskan bagaimana komitmen wowrack dalam menyediakan infrastruktur IT yang berstandar tinggi. Data center Wowrack yang berada di Surabaya, Jakarta, Singapura, Hongkong, Seattle, Dallas dan New York sudah dilengkapi server rack, cooling system, kelistrikan yang memadai, serta tingkat keamanan hardware dan software yang terstandar.
Wowrack juga berkomitmen terhadap keamanan data pelanggan yang dibuktikan dengan pencapaian sertifikasi ISO27001, PCI-DSS dan SSAE-16.

Data merupakan hal yang sangat penting saat ini, hal ini merujuk pada istilah Data is Key yang menjadi vital dalam revolusi industri 4.0. Wowrack menyadari hal tersebut dan terus meningkatkan pelayanan melalui inovasi produk -produk serta meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan melakukan standarisasi di tingkat nasional maupun internasional. Wow Technical Event (WTE) 2018 diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada ke 3 pemateri oleh CEO PT. Wowrack Indonesia kepada bapak Reinaldo dari Delliot, Bapak Willy dari Qnap dan Bapak Edy Tan dari KEMP Singapura.



Friday, December 22, 2017

Membangun Perusahaan Berbasis AI, Mengapa Tidak?



Sukses adalah impian semua orang. Dan banyak cara yang dilakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Cara masing-masing orang tentu berbeda. Ada yang memilih bekerja kantoran, ada yang memilih bisnis dan usaha, dan lain sebagainya. Nah, bagi pebisnis yang ingin membuka perusahaan baru, mengapa tidak mencoba memikirkan untuk membuat perusahaan yang memiliki basis Artificial Intelligence (AI) didalamnya? Terdengar asing? Sebenarnya tidak. Karena pada dasarnya telah banyak sekali perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang telah menggunakan dan memanfaatkan kecerdasan AI sebagai basis perusahaannya. Malah justru, perusahaan yang belum menggunakan atau menerapkan kecerdasan Ai bagi perusahaannya merupakan sebuah kesalahan karena dapat mengakibatkan ketertinggalan dalam persaingan bisnis yang cukup ketat.


Memiliki sebuah bisnis startup maupun perusahaan besar tentu memerlukan manajemen yang tentu tidak mudah. Disinilah salah satu peran kecerdasan buatan diperlukan. AI dapat membantu memangkas waktu-waktu yang biasa digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan otomatisasi dengan menggunakan sistem komputer dan bantuan AI. Keuntungannya, tentu saja Anda dapat mengerjakan hal-hal lain yang tidak dapat dikerjakan oleh AI misalnya saja memikirkan strategi marketing berikutnya. Banyak hal yang  bisa dilakukan oleh AI, misalnya saja membantu sistem pengumpulan data, pengarsipan data, serta perintah-perintah sederhana lainnya.


Apa saja contoh penggunaan AI dalam sebuah perusahaan? Tentu sangat banyak, sebut saja untuk membuat voicebot yang baru, alat-alat rumah tangga, platform pengembangan robot, atau perusahaan konsultan yang dapat menawarkan jasa untuk menguji bot AI dari perusahaan-perusahaan lainnya, dan masih banyak yang lainnya. Semakin banyak orang yang sadar tentang fungsi dan pentingnya mengaplikasikan bantuan AI dalam sebuah perusahaan untuk membantu meringankan dan menyederhanakan pekerjaan.

Perjalanan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
Artificial Intelligence (AI) pertama hadir untuk diaplikasikan pada robot. Fungsinya adalah untuk menambahkan kecerdasan manusia pada robot atau bots seperti persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, menerjemahkan berbagai macam bahasa, dan tugas-tugas sederhana lainnya. Penerapan AI dalam kehidupan sehari-haripun juga sudah dilakukan, contohnya yaitu seperti pada aplikasi chat yang telah menggunakan sistem/program chatbots sehingga lebih terasa real seperti melakukan chatting dengan sesama manusia bukan terhadap sistem/robot.  


Sampai saat ini, memang terus dilakukan pengembangan untuk AI, mulai dari tingkat kecerdasannya, kemampuan menerjemahkan berbagai bahasa, kemampuannya menjawab pertanyaan secara masuk akal, hingga penerapannya pada produk yang digunakan manusia sehari-hari. Contohnya adalah Apple yang terus mengembangkan dan menyempurnakan Siri, maupun Google dengan layanan Ok, Google nya.


Nah, bagaimana dengan perkembangan serta kemajuan AI di Indonesia? Bagaimana awalnya hingga AI bisa sampai ke Indonesia? Pada tahun 2009 telah banyak dimulai penelitian di bidang pengembangan AI. Hal-hal yang diteliti antara lain adalah penelitian di bidang software, pengembangan hardware, pengolahan big data, serta kebangkitan dari AI itu sendiri. Salah satu lokakarya yang terkenal pada saat itu adalah “Deep Learning for Speech Recognition and Related Applications” yang dihelat pada tahun 2009.


Penelitian ini didukung dengan pergeseran tren di Indonesia yang saat ini lebih menggunakan kemudahan berinteraksi secara online. Serta perkembangan media sosial yang didukung dengan budaya dan karakter orang Indonesia yang gemar melakukan obrolan melalui aplikasi chat. Peluang ini tentu saja dilirik oleh para pemilik perusahaan besar di Indonesia. Ada beberapa perusahaan besar yang tentu saja telah memanfaatkan AI dalam bisnisnya. Katakan saja bisnis di bidang e-commerce, institusi finansial, hingga pemerintahan juga telah memanfaatkan kecerdasan dari AI. Chatbots bisa menjadi asisten robot yang membantu pekerjaan manusia. Misalnya saja membalas sapaan dan pertanyaan-pertanyaan yang masuk dari chat sebuah online shop. Customer akan merasa lebih bahagia dan puas jika chatnya pertanyaannya dibalas, daripada disuruh menunggu antrian untuk dijawab pertanyaannya. Tidak heran jika hal ini banyak diinginkan oleh sebagian besar lapisan masyarakat di Indonesia.


Di Indonesia aplikasi chatbots memang lebih dekat hubungan dan implementasinya kepada pelayanan pelanggan (customer service). Dalam sebuah website e-commerce, bot juga bisa dimanfaatkan sebagai asisten digital pemberi referensi produk lain setelah konsumen memilih satu produk tertentu. Namun pengembangan AI di Indonesia masih terganjal dengan kendala pengumpulan data, karena Indonesia sendiri terdiri dari beribu-ribu kepulauan luas yang tentu memiliki berbagai ragam bahasa yang berbeda-beda. Selain bahasa yang menjadi kendala untuk pengembangan AI di Indonesia, faktor penyedia jasa, developer, serta penyedia API juga diperlukan untuk mendukung program bisnis berbasis AI.


Mengapa AI Penting untuk Para Pelaku Bisnis?
Img : Pixabay

Bagaimanapun juga, perkembangan bisnis ke arah teknologi digital ini sudah tidak dapat dihindari lagi. Jika tidak ingin tertinggal, maka harus selalu mengikuti trend yang terjadi, serta update terhadap perkembangan teknologi. Saat ini pelaku bisnis tentu dituntut untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam berinovasi demi masa depan perusahaan. Selain sebagai strategi mempertahankan bisnis, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan dampak positif yaitu untuk meningkatkan kualitas pemenuhan kebutuhan dan layanan kepada konsumen.


Dengan kata lain, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan manfaat yang baik. Karena saat ini trend sedang bergerak kearah digitalisasi, maka tentu para pemilik bisnis harus mengikutinya. Jika tetap menggunakan metode lama dan tradisional, bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan kalah oleh para pesaingnya. Dimana perusahaan yang lain sudah menggunakan bantuan AI untuk memanage customer service, aplikasi chat, dan lain sebagainya.


Bagaimana Membangun Bisnis Berbasis AI?
Lantas bagaimana cara membangun bisnis dengan menggunakan basis AI didalamnya? Memang tentu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Diperlukan kerjasama team serta kerja keras dari berbagai pihak agar dapat berjalan dengan baik. Tentu saja mulai dari pimpinan, team IT, hingga seluruh karyawan. Perusahaan besar memerlukan pengaturan data yang terstruktur dan jelas. Hal ini artinya, lebih dari 80% proses yang standar, dapat dikerjakan secara mandiri oleh program berbasis AI. Program ini dapat membantu mengumpulkan data-data perusahaan yang didapatkan dari berbagai sumber. Data ini biasanya adalah data yang ingin diteliti atau dievaluasi demi kemajuan perusahaan. Misalnya data kepuasan konsumen, data laporan keluhan konsumen, dan lain sebagainya. Sehingga perusahaan dapat memutuskan apa strategi perbaikan yang diperlukan serta inovasi apa yang harus dilakukan.


Komputer dan program berbasis AI dapat digunakan untuk memonitor sebuah data, dan berdasarkan data-data tersebut, maka perusahaan dapat membuat sebuah analisa pencapaian serta rencana tertentu. Komputer yang belajar dari data dapat dikatakan sebagai machine learning. Data yang dihimpun sistem AI bisa berupa tulisan, data, grafik, dokumen, gambar, hingga video. Pada dasarnya AI belajar mirip sebagaimana manusia belajar. Semua pengetahuan dan hal baru yang ditemukan, bisa diinstall kedalam program AI sehingga program tersebut dapat dijalankan untuk membantu kebutuhan manusia.


Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia Menggunakan AI
Img : Pixabay

Telah banyak perusahaan di Indonesia yang telah mengaplikasikan basis kecerdasan AI dalam bisnisnya. Salah satu perusahaan besar sebagai contohnya adalah LINE, dimana LINE memiliki aplikasi bernama LINE@ yang mengutamakan aplikasi chatting dengan bot. Penggunaan aplikasi chatting tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan tertentu, namun jug dapat diterapkan pada bidang perusahaan telekomunikasi, perbankan, konsultan, serta retail.

Jumlah pengguna aplikasi berbasis AI / bot tentu saja juga akan terus semakin meningkat. Dengan adanya hal ini, tentu juga berdampak pada semakin meningkatnya perkembangan bisnis di Indonesia. Tentu saja perkembangan trend dan budaya yang semakin bergeser ke dunia digital harus segera diikut, jika tidak tentu saja akan jauh tertinggal. Melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kunci untuk membuat produk sebagai solusi bagi permasalahan konsumen tersebut. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan di bidang komunikasi di dunia digital ini, sudah seharusnya layanan yang diberikan juga disesuaikan. Pertumbuhan pada mobile dan messaging yang berlipat-lipat tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Jadi jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan bisnis dalam skala global, sebagai pemilik bisnis harus lebih jeli melihat peluang dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.


Manfaat bagi Perusahaan Menggunakan Basis AI
Selain lebih unggul dalam persaingan dunia bisnis di era digital ini, menggunakan kecerdasan AI dalam perusahaan juga dapat memberikan berbagai manfaat positif lainnya. Namun secara prinsipnya, sistem kecerdasan buatan ini berfungsi sebagai sebuah sistem sensor. Sistem sensor AI dapat digunakan antara lain untuk knowledge-based system, automatic knowledge acquisition, genetic algorithms, case-based reasoning, serta ambient-intelligence.


Img : Pixabay



Selain tugas utama AI bagi bisnis seperti yang telah disebutkan diatas, menggunakan kecerdasan buatan bagi perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, antara lain adalah sebagai beikut :
  • Sistem reporting
    Dengan banyaknya client dengan data-data serta variabel yang perlu dianalisis, report menjadi salah satu fokus penting. Dengan bisnis yang berkembang semakin besar, otomatisasi pengumpulan data dari sistem akan lebih menguntungkan dan dapat menghemat waktu cukup banyak.
  • Automatic content maker
    Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika suatu saat nanti pembuatan konten dapat dihandle oleh sistem dan mesin. Hal ini tentu masih butuh pengembangan karena konten memerlukan value yang tepat agar dapat secara tepat sasaran disampaikan kepada konsumen.
  • Meminimalkan double to-do
    Bekerja secara team dapat membantu mempermudah pekerjaan. Namun juga bisa menimbulkan resiko terjadinya pengerjaan tugas yang dilakukan secara double oleh beberapa orang dikarenakan kurangnya koordinasi, sistem komunikasi yang kurang baik, dan hal lainnya. Namun dengan kecerdasan AI, hal ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Tidak akan ada pekerjaan sia-sia dan waktu yang percuma karena mengerjakan suatu pekerjaan secara double lagi.
  • Case-based reasoning
    Pada saat terjadi suatu masalah, sistem AI akan mencari arsip data dalam database untuk menyelesaikan kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tahapannya adalah :
    - Retrieve yaitu sistem secara otomatis akan mencari dari database, darimana kasus berasal serta solusi penyelesaiannya
    - Reuse yaitu mengadopsi solusi yang dibutuhkan dari kasus-kasus sebelumnya
    - Revisi yaitu jika solusi yang baru belum bisa berjalan dengan sempurna, maka sistem akan melakukan revisi hingga penyelesaian cocok dengan kasusnya
    - Retain yaitu ketika solusi baru dapat menyelesaikan masalah, sistem akan menyimpan solusi tersebut dalam memori database
Tantangan dalam Pengembangan dan Penggunaan AI bagi Perusahaan
Img : Pixabay

Jika tidak berhati-hati, dalam 50 tahun kedepan bisa saja kecerdasan AI akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Maka dari itu manusia harus lebih cerdas dalam mengasah skill dan upaya dalam menambah knowledge. Hal ini tentunya memerlukan waktu dalam penelitian serta pengembangan yang cukup lama. Ada beberapa hal yang menyebabkan kendala penggunaan AI pada sektor bisnis dan perusahaan, diantaranya adalah :
  • Karena AI adalah bot sistem dan kecerdasan buatan yang diciptakan, tentu AI tidak memiliki common sense, perasaan sensitif, dan kepekaan seperti manusia.
  • AI memang sangat cerdas jika dikaitkan dengan bilangan data, hitungan, perhitungan sebuah data, dan lain sebagainya. Namun kecerdasan AI masih belum bisa menggantikan otak manusia dalam melahirkan ide-ide segar dan inovasi baru.
  • Terbatasnya kecerdasan pada sebuah AI sesuai dengan apa yang manusia berikan padanya. AI tidak akan dapat belajar dengan sendirinya kecuali manusia yang menginstall program update atau tambahan informasi kepada AI tersebut.
  • Pengembangan AI juga masih dilakukan yaitu untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh AI dengan program AI itu sendiri.


Daftar Perusahaan Besar Berbasis AI di Tahun 2017
Pengaplikasian AI pada beberapa perusahaan besar memang benar-benar telah dilakukan. Dan hal ini terjadi pada semua bidang, mulai dari business intelligence, produktivitas, manajemen pelanggan, SDM dan talent, penjualan dan pemasaran B2B, pemasaran konsumen,  keuangan dan operasi, perdagangan digital, data science, engineering, keamanan dan resiko, hingga industri dan manufaktur. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bitnesia, berikut ini adalah contoh perusahaan-perusahaan yang bergerak secara B2B yang telah melakukan perubahan besar dengan mengaplikasikan kecerdasan AI dalam sektor bisnisnya. Daftar perusahaan tersebut antara lain adalah 6Sense, Albert, Aviso, BrightFunnel, Clari, Conversica, InsideSales, Lattice Engines, Mintigo, Radius, Sudo, Salesforce Einstein, Tact, dan Zensight.

Bahkan ada juga perusahaan yang melakukan terobosan besar dengan cara melakukan akuisisi terbesar pada bidang AI. Kedua perusahaan itu adalah Google dan Intel. Google dengan pengembangan Google Assistant serta Google Home nya. Intel yang mengakuisisi Nervana dengan pengembangan program NVIDIA nya. Pertarungan dari kedua raksasa penguasa teknologi ini akan terus berlanjut demi mencoba mendapatkan solusi teknologi yang terbaru.


Masa Depan Penggunaan AI pada Perusahaan
Img : Pixabay

Kesuksesan di masa depan akan dengan sangat mudah dicapai apabila Anda menginvestasikan budget dalam bisnis berbasis AI. Dengan bantuan AI, sistem otomatisasi mulai dari mengumpulkan data, menganalisis, menginterpretasikan data, hingga menarik kesimpulan dapat dilakukan dengan bantuan AI. Dengan bantuan AI, pekerjaan Anda akan semakin mudah karena AI dapat membantu pada berbagai bidang sektor bisnis.

Saat ini saja sudah banyak pekerjaan manusia yang telah diambil alih oleh mesin. Karena dari segi produktivitas, robot memang tidak memerlukan istirahat, tidak seperti manusia. Dan hal ini bisa berarti Anda dapat melakukan proses produksi selama 24 jam penuh tanpa harus memikirkan insentif lembur bagi karyawan. Jika dilihat dari aspek digital dan eknonomi, tentu memang hal ini lebih menguntungkan. Namun sepintar-pintarnya robot, manusialah yang menciptakan robot beserta kepintarannya tersebut. Jangan sampai kecerdasan manusia juga dapat direbut atau bahkan dikalahkan dengan kecerdasan robot. Jangan sampai robot juga mengambil sisi kemanusiaan dan akal sehat yang hanya dimiliki oleh manusia. Pergunakan teknologi sebaik-baiknya namun tetap lebih baik untuk juga mempertimbangan aspek-aspek dan value lain dalam pengembangan bisnis.







Wednesday, December 28, 2016

Artificial Intelligence dan Robot Serta Kemampuannya Dalam Teknologi

Artificial Intelligence dan Robot Serta Kemampuannya Dalam Teknologi

Img: Businessoffashion
Surabaya (Wowrack)
- Kecerdasan buatan (AI) ini dapat dijadikan hal yang sangat menarik dalam sistem robotika. Akan tetapi teknologi ini justru membuahkan kontroversi ada orang yang setuju robot dipekerjakan untuk perakitan ada juga yang tidak setuju. Sama halnya dengan peran robot yang saat ini mulai menjadi pelayan di salah satu rumah makan di luar negeri.

Lalu apakah benar robot akan menjadi cerdas? Jika dianggap cerdas, robot hanyalah bentuk fisik dari sebuah kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. Robot diciptakan untuk mengumpulkan data dan mengolah data, dimana semua data tersebut dikumpulkan oleh bantuan manusia.

Memang saat ini AI yang dimiliki sudah lebih mendekati dengan kecerdasan manusia biasa, akan tetapi kecerdasan tersebut masih dapat dibilang sebatas AI belum dapat meniru kemampuan intelektual yang dimiliki oleh manusia.

Komputer mungkin memang bisa memecahkan masalah, hanya saja masih berada pada alam yang terbatas. AI sebebnarnya memiliki ide dasar untuk memecahkan masalah lebih sederhana, meskipun pada kenyataannya masih rumit.

Robot AI atau komputer bekerja sebagai pengumpul data dan fakta pada situasi melalui sensor atau masukan dari manusia. Komputer membandingkan informasi tersebut untuk data yang disimpan untuk kemudian memutuskan apa yang didapatkan.

Sebagai contoh, sebuah program komputer akan bekerja sesuai perintah pada program tersebut. Jika sebuah robot difungsikan untuk menjadi pelayan, maka robot hanya bekerja sebagai pelayan, kecerdasan mereka tidak bisa berfungsi untuk kegiatan lain semisal untuk menjadi tukang kebun atau yang lainnya.

Meskipun AI dapat melakukan hal-hal yang menyerupai manusia, namun kekuatan manusia yang dimiliki secara alami tidak akan mampu dimiliki oleh robot. Itu adalah kenyataannya, meskipun banyak ahli komputer yang bermimpi untuk menciptakan Cyborg (manusia yang terintegrasi dengan mesin).