Tuesday, November 13, 2018

Fitur Block Storage pada Data Center, Lebih Efisien?

image : pixabay

Perkembangan cloud computing sebagai implikasi dari semakin populernya intenet di dunia saat ini tumbuh sangat pesat, kebutuhan akan penyimpanan data virtual sangat penting karena digunakan hampir dari lini kehidupan. Kebutuhan sederhana seperti email, chatting, media sosaial. Kebutuhan di bidang pendidikan seperti sistem pengambilan mata kuliah, pendaftaran tes maupun tes online maupun lingkungan perkantoran maupun bisnis yang semakin menyadari pentingnya jasa cloud computing sebagai kebutuhan wajib dimiliki pada era modern saat ini.

Penyedia jasa jaringan Internet sebagai pihak yang paling berpengaruh dalam bisnis ini dituntut harus mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Kebutuhan -kebutuhan internet tidak hanya mengenai koneksi maupun kemudahan akses sebuah koneksi internet. Namun ketersediaan sebuah penyimpanan data informasi virtual juga harus terus ditingkatkan dan diperbarui. Seiring meningkatnya pertumbuhan penggunaan jasa komputasi awan (cloud computing) ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan penyimpanan informasi disimpan atau biasa disebut data center sebagai pusat data-data tersebut disimpan.

Kemudahan dan fleksibilitas sebuah komputasi awan yang tidak mewajibkan suatu perusahaan untuk membangun fasilitas data center sendiri membuat perkembangan komputasi awan naik secara signifikan. Maka dari itu mengembangkan satu model penyimpananan yang berpusat pada data center saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan yang setiap hari terus bertambah. Melihat hal tersebut, sebagian besar perusahaan IT dunia seperti Microsoft, Google, Amazone dan IBM yang merupakan pelopor layanan awan dan menjadi pemimpin di sektor bisnis ini pun melebarkan bisnis mereka untuk membangun data center di seluruh dunia yang tidak hanya berpusat pada satu tempat dan mengembangkan model penyimpananan berupa block storage maupun object storage. 

 
image : pixabay

Permasalahan pada Data Center

Data Center merupakan bagian tak terpisahkan dari sebuah layanan internet karena keberadaannya yang sangat penting sebagai pusat layanan teknologi informasi. Data Center dapat didefinisikan sebagai suatu  fasilitas yang digunakan untuk menempatkan beberapa kumpulan  server  atau sistem   komputer   dan   sistem   penyimpanan   data  (storage)  yang   dikondisikan   dengan   pengaturan daya,  pengatur  udara,  pencegah bahaya kebakaran dan biasanya dilengkapi  pula dengan sistem pengamanan fisik dan lain-lain.

Dalam menjalankan fungsinya, data Center setidaknya memiliki 2 fungsi utama dalam mengelola sebuah data informasi, yang pertama adalah layanan infrastruktur IP dimana layanan ini berhubungan antara ladang server dan perangkat layanan, memungkinkan akses media dan segala yang berhubungan dengan akses. Fungsi utama yang kedua dari data center adalah Storage yaitu layanan yang berkaitan dengan segala infrastruktur penyimpanan sebuah data. Isu yang diangkat dalam layanan storage adalah lingkungan Storage Area Network (SAN), fibre channel switching, replikasi, backup serta archival.

Dalam penyimpanan di data center konvensional, penggunaan server dan storage berada pada lingkungan yang sama atau biasa disebut File Level Storage. File level storage menyimpan data sebagai satu bagian informasi di dalam folder, seperti mengatur file dalam komputer yang harus memilah folder -folder berurutan untuk menemukan file yang disimpan. Ini adalah sistem  penyimpanan yang sangat tua dalam teknologi penyimpanan, meskipun jenis penyimpanan ini bisa ditambah kapasitasnya. Kelebihan sistem penyimpanan ini adalah mudah dan murah. 
Namun, meskipun berada pada lingkungan yang mudah, file storage tidak memungkinkan anda untuk menambah kapasitas hardisk dengan mudah. Anda akan terpaku oleh infrastruktur fisik ukuran tradisional dan jika ingin meningkatkan kapasitasnya, anda harus membeli hardisk baru yang memiliki kapasitas lebih besar.

Mengenal Block Storage

Block storage atau block data storage merupakan salah satu konsep arsitektur penyimpanan di data center. Sistem block penyimpanan dapat mengurangi overhead dan mempercepat penanganan aliran data, dengan menempatkan data ke dalam blok (blocking) dan deblocking pada saat ada permintaan data (data keluar). Konsep block storage mirip seperti hardisk eksternal yang sudah populer di masyarakat saat ini dimana tempatnya terpisah dengan server yang pada ulasan diatas kita membahas file storage yang tergabung dengan server.

Block storage adalah inovasi  jenis penyimpanan data yang biasanya (namun tidak selalu) digunakan dalam lingkungan Storage-Area-Network (SAN) yakni data yang disimpan dalam volume yang juga disebut sebagai blok.

Setiap blok bertindak sebagai hard drive individu dan dikonfigurasi oleh administrator. Jika File Storage ibarat sebuah rumah kontrakan, anda tidak bisa mengganti arsitektur rumah tersebut sekaligus sistem pengairan, kelistrikan dan lain-lain, yang bisa anda rubah adalah desain masing-masing kamar anda. Namun, jika Blok Storage, hardisk yang digunakan adalah satu dan diibaratkan sebuah lapangan yang besar, disana anda bisa membuat sebuah rumah berbeda-beda sesuai dengan sistem yang anda inginkan. Dalam file storage hanya memungkinkan digunakan satu OS. Namun jika blok storage, anda bisa menggunakan berbagai pilihan OS seperti Windows, Linux, Mac dalam satu wadah karena sistemnya terblok dan dibaca sebagai hard drive /hard disk individu.

Blok ini dikendalikan oleh sistem operasi berbasis server, dan umumnya diakses oleh Fibre Channel (FC), Fibre Channel over Ethernet (FCoE) atau protokol iSCSI. Karena volume diperlakukan sebagai hard disk individu, penyimpanan blok bekerja dengan baik untuk menyimpan berbagai aplikasi seperti file sistem dan database. Sementara perangkat blok penyimpanan cenderung lebih kompleks dan mahal dari file storage karena sifatnya terpisah dari server meskipun masih dikendalikan oleh server, namun yang menjadi keuntungan dari jenis penyimpanan ini adalah kecenderungan yang lebih fleksibel dan memberikan kinerja yang lebih baik dibanding file storage.

image : netbir.com

Keunggulan Block Storage
Jika sederhana adalah tujuan utama anda dalam memilih jenis penyimpanan maka cukup menggunakan file storage yang saat ini masih sering digunakan provider sistem cloud. Namun, bisnis berbicara mengenai sustainability atau keberlanjutan dari bisnis tersebut. Bisnis akan memiliki banyak permasalahan kompleks yang mengharuskan anda juga menggunakan sistem atau jenis penyimpanan yang lebih kompleks dan blok storage adalah jawabannya. Blok storage memiliki keunggulan pada fleksibilitas dan perfomamance yang jauh lebih baik dibanding file storage.

File storage menyediakan lokasi penyimpanan bersifat tersentralisasi dimana lokasi penyimpanan file lebih mudah ditemukan dan biasanya datang dengan biaya yang lebih murah dibanding block storage. File storage menggunakan metadata dan direktori untuk mengatur file sehingga bisnis kecil lebih memilih jenis penyimpanan ini.

Namun, kesederhanaan yang menjadi keunggulan dari file storage bisa juga menjadi  kelemahan sistem penyimpanan tersebut. Perusahaan yang terus menerus memasukkan data di penyimpanan cloud mereka tentunya membuat data tersebut semakin banyak, sulit dan jenuh. Tugas lain dari sebuah sistem penyimpanan selain menyimpan adalah juga melakukan filtrasi dimana data ini ditempatkan. Dalam segi kinerja, block storage jauh lebih unggul dibanding file storage. 

Beberapa keunggulan Block Storage antara lain :
  • Block Storage memberikan kinerja yang lebih cepat, fleksibel dan lebih kompleks dalam menyimpan sebuah data dibanding file storage.
  • Masing -masing volume block storage memiliki disk drive sendiri yang dipergunakan untuk yang dikendalikan oleh sistem operasi berbasis server. Hal ini memungkinkan bahwa satu hard drive memiliki lebih dari 1 OS karena sistem block storage tersebut. 
  • Pada Block Storage, setiap block dapat menyimpan data yang dapat diformat dengan sistem file yang dibutuhkan aplikasi tersebut seperti NFS, NTFS, SMB dan format yang lain.
  • Block Storage digunakan di lingkungan Storage Area Network (SAN) karena jauh lebih diandalkan dari segi kinerjanya. Sistem transfer Block Storage dalam memindah data juga lebih efisien.
  • Multi Data Center Access, semakin berkembangnya cloud karena digunakan oleh banyak bisnis saat ini menyebabkan penyedia layanan internet juga menggunakan data center rekanan dan bukan hanya milik sendiri, hal ini memungkinkan sebuah kolaborasi antar data center. Block Storage sangat dapat diandalkan untuk menyimpan file, ideal untuk aplikasi khusus seperti database dan lingkungan virtualisasi yang dapat diakses oleh beberapa data center.
  • Block storage ideal untuk penggunaan data yang besar dan kompleks, akses yang lebih cepat dan kinerja pemrosesan database sangat tinggi. Hal ini memberikan manfaat besar bagi perusahaan yang sudah menggunakan big data dan IoT untuk meningkatkan kinerja perusahaan mereka.
  • Aplikasi yang sering diakses akan mendapatkan keuntungan dari kecepatan dan konsisten input / output dari kinerja volume yang menjadi keunggulan block Storage selanjutnya.


SAN atau Storage Area Network merupakan sumber daya penyimpanan yang didedikasikan untuk server tunggal dimana fungsi server dan storage tidak dapat dipisahkan. Namun seiring kemajuan teknologi yang semakin baik dan canggih. Pada pertengahan tahun 1990-an hadir inovasi FC SAN (Saluran Fiber SAN) yang memungkinkan pemisahan server dan storage sehingga Storge berada di lingkungan Storage Area Network dan membuat penyimpanan tunggal yang dapat diakses oleh lebih dari satu server (Muti Server). Dengan berada pada lingkungan SAN, block storage memiliki kemampuan yang sangat efisien dibanding file storage karena dipakai juga di lingkungan VMware (Data Center Virtual) yang terhubung dengan sistem hypervisor yakni  platform atau aplikasi untuk menjalankan teknik virtualisasi, yang dapat menjalankan beberapa guest OS di dalam host OS
  
Kesimpulan
Block Storage merupakan jenis penyimpanan  cenderung lebih kompleks dibanding dengan jenis penyimpanan sebelumnya atau file storage. Hal yang perlu diingat dalam penggunaan block storage adalah anda harus memahami jenis data yang akan anda simpan. Apakah data tersebut bersifat kompleks, rumit dan memerlukan analisa big data untuk nantinya ? atau hanya data yang cenderung lebih sederhana dan anda memiliki biaya yang tidak besar. Beberapa karakteristik bentuk organisasi yang menggunakan block storage adalah sebagai berikut :
  • Membutuhkan skala penyimpanan independen yang besar dan dapat di kendalikan secara mandiri dari server cloud mereka. Beberapa perusahaan menggunakan skema Hybrid Private Cloud membutuhkan Block Storage ini. 
  • Organisasi yang membutuhkan penyimpanan berkinerja tinggi untuk database atau aplikasi I/O intensif seperti untuk analisa big data, IoT untuk mengetahui konsumen behavior dan inovasi dalam membuat produk karena karakteristik block storage yang memungkinkan menyimpan data base sekompleks itu.
  • Block Storage sangat cocok bagi anda yang ingin mengurangi biaya penyimpanan hingga 5x lipat dari kapasitas saat ini tanpa harus mengurangi kinerja justru semakin meningkatkan kinerja.


Thursday, November 1, 2018

Wow Technical Event 2018 : Wowrack ajak seluruh penggiat IT bersinergi menghadapi Revolusi Industri 4.0

Wow Technical Event 2018, Source: Wowrack Indonesia



Perkembangan teknologi tidak dapat terbendung, khususnya teknologi informasi. Hal ini berdampak pada perubahan cara bekerja manusia dalam memanfaatkan teknologi. Perkembangan tersebut tidak hanya berefek pada keseharian manusia, namun juga merubah pandangan produksi suatu barang hingga pendistribusiannya ke pasar. Semakin tinggi permintaan suatu barang, tentu produksi barang tersebut harus digenjot untuk memenuhi kebutuhan pasar yang kian meningkat. Komputerisasi hasil dari revolusi industri ketiga membawa dampak signifikan pada proses produksi sebuah barang. Pada saat itu dunia menemukan logika pemrograman sehingga produksi barang di pabrik jauh lebih cepat. Namun, hal ini masih membawa probabilitas error yang cukup tinggi karena masih melibatkan manusia dalam porsi yang cukup tinggi.


Perubahan yang cepat dan menyeluruh ini berimbas pada transformasi menuju digitalisasi menjadi mendesak dan penting untuk segera dilaksanakan oleh semua bisnis. Wowrack Indonesia sebagai perusahaan teknologi khususnya jasa layanan hosting dengan berbagai layanan seperti managed hosting solutions, colocation, virtualisasi, cloud, backup, managed service dan juga layanan konektivitas internet memahami perannya dalam revolusi industri ke 4 ini sangat penting guna membantu perusahaan untuk bertransformasi menuju management berbasis IT menghadapi revolusi industri ke 4. Berlatar belakang fenomena tersebut, Wow Technical Event 2018 merupakan bentuk komitmen wowrack dalam mengedukasi masyarakat bersama dengan stakeholder untuk bersama -sama menghadapi revolusi industri keempat berupa digitalisasi. Tujuan penyelenggaraan WTE 2018 dengan tema Winning and Transforms to 4.0 Industry with IT Management menghadirkan pelaku IT, CEO, CTO dan IT Manager dalam memaparkan materi mengenai bagaimana memenangkan serta bertransformasi ke digitalisasi dengan IT management  yang merupakan karakteristik dari revolusi dunia ke 4.

Bapak Reinaldo dari Delloite menjelaskan Revolusi 4.0, Source: Wowrack Indonesia



















Kenalan dengan Revolusi Industri ke 4
Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik. Industri 4.0 ini ditandai dengan teknologi Artificial Intelligence dan Internet of Things (IOT) yang diadaptasi manufaktur untuk produksi mereka. Istilah Industri 4.0 ini pertama kali diperkenalkan oleh negara Jerman yang berasal dari industri mereka yang mengutamakan komputerisasi pabrik. Klaus Schwab yang merupakan seorang ekonom asal Jerman menginisiasi istilah ini di Hannover Fair 2011 dan laporan akhirnya di paparkan di hannover fair pada tanggal 6 April 2013.

Setidaknya terdapat 5 teknologi yang harus diadopsi untuk mewujudkan industri 4.0 ini berjalan di jalur yang benar. Teknologi yang pertama adalah Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Human Machine Interface, Teknologi robotik dan sensor serta percetakan 3d. Semua teknologi tersebut berkat teknologi internet yang tidak diprediksi akan sepesat saat ini. Komputerisasi di Revolusi Industri ke 3 membawa dampak pada manufaktur dalam menjalankan produksinya dimana ditemukannya mesin PLC yang digunakan pabrik -pabrik saat ini dalam meningkatkan produksinya. Digitalisasi pada industri 4.0 menekankan pada supply chain management yang lebih mudah karena semua telah terkoneksi dengan baik dan cepat. Tidak ada sekat di dunia, hal tersebut yang menyebabkan revolusi industri ini dimulai.
Suasana WTE 2018, Source : Wowrack Indonesia

Revolusi industri ke 4 memiliki karakteristik sistem cyber physical dimana semua terkoneksi mulai dari konsumen, produsen hingga distributor dan merubah cara bekerja manufaktur dalam memproduksi barang. Perusahaan manufaktur pembuat ban contohnya, mengembangkan inovasi produknya dengan membuat prototype ban tersebut menggunakan printer 3D. Perusahaan -perusahaan retail menggunakan sosial media sebagai alat untuk membuat perencanaan pengadaan barang dan melihat tren penjualan. Perkembangan selanjutnya adalah dalam penggunaan robot otomatis dalam pengepakan obat pada perusahaan -perusahaan farmasi. Dari sisi penyimpanan barang, perusahaan pihak ketiga seperti DHL logistik menggunakan augmented reality untuk memudahkan mereka mengambil barang sesuai kode yang telah dipindai menggunakan kacamata yang telah disematkan teknologi augmented reality. Teknologi augmented reality juga digunakan oleh restoran -restoran cepat saji untuk memudahkan konsumen mengetahui bahan -bahan dalam masakan.

Pertumbuhan dan Konektivitas
Wow Technical Event dibuka  dengan materi dari bapak Reinaldo dari Delloite yang membicarakan bagaimana supply chain berevolusi dari tahun ke tahun. Beliau memberikan paparan materi terkait sejarah revolusi industri. Revolusi industri pertama ditandai dengan ditemukannya mesin uap, peralatan yang berawal dari manusia digantikan dengan mesin -mesin yang lebih murah dan cepat. Revolusi industri ke 2 ditandai dengan produksi masal mobil -mobil hingga revolusi industri ke 3 dengan mulai digunakannya elektronika dan komputerisasi yang ditandai dengan digunakannya PLC atau pengontrol logika terprogram. Saat ini, industri 4.0 atau yang lebih dikenal digitalisasi yang ditandai dengan sistem cyber-physical.

Dalam kesempatan kali ini, bapak Reinaldo menerangkan bahwa dunia sudah berubah. Pekerjaan yang dikerjakan manusia saat ini banyak yang akan tergantikan oleh mesin pintar, robot dan AI. Sedangkan profesi yang nantinya akan banyak dibutuhkan adalah Cloud Computing engineer, software engineer, technical writer, cyber security management dan bidang -bidang yang berhubungan dengan IT. Dalam metode recruitment, perusahaan akan meninggalkan cara -cara lama yang akan digantikan dengan job posting, online assesment dan online platform lainnya. Selain itu bapak reinaldo juga memberikan tips kepada beberapa perusahaan dalam mendapatkan karyawan -karyawan unggulan. Hal -hal tersebut diantaranya berkolaborasi dengan pihak kampus untuk update mengenai perkembangan teknologi saat ini. Menjalin kerja sama dengan komunitas IT, dan membuka kesempatan magang atau membuka Academic Learning untuk talenta -talenta muda.


Bapak Willi dari Qnap menjelaskan tantangan Big Data saat ini,Source: Wowrack Indonesia
Pengaplikasian Big Data
Fenomena Big Data, dimulai pada tahun 2000-an ketika seorang analis industri Doug Laney menyampaikan konsep Big Data yang terdiri dari tiga bagian penting, diantaranya: Volume Organisasi yang mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk transaksi bisnis, media sosial dan informasi dari sensor atau mesin transaksi. Bagian yang kedua yakni kecepatan aliran data harus ditangani secara cepat dan tepat yang dapat dilakukan melalui hardware maupun software. Bagian penting yang ketiga adalah variasi data yang dikumpulkan mempunyai format yang berbeda-beda. Mulai dari yang terstruktur, data numerik dalam database tradisional, data dokumen terstruktur teks, email, video, audio, transaksi keuangan dan lain-lain. Pemaparan materi tentang big data ini disampaikan bapak Willy dari Qnap sebuah perusahaan data storage yang melayani berbagai tantangan big data.  

Mengapa Big Data ini penting?
Big data sampai hari ini tumbuh tak terhingga jumlahnya dan terus bertambah dari detik ke detik. Dimulai dari transaksi bisnis, upload sosial media seseorang dan segala kegiatan yang berhubungan dengan internet berupa upload dan download dapat menjadi sebuah big data . Big Data dalam bisnis menjadi strategi yang baik dalam mengolah informasi mentah menjadi keuntungan yang terus mengalir ke organisasi bisnis setiap hari, meningkatkan kepuasan pelanggan dan menganalisa perilaku konsumen. Mengelola Big data penting dalam revolusi industri 4.0 ini agar perusahaan bisa bertahan ditengah persaingan bisnis yang semakin ketat.


Application Delivery Order dari KEMP Singapura oleh Bapak Eddy Tan, Source: Wowrack Indonesia
Scale out, no more Scale up
Semakin banyaknya organisasi yang sadar akan pentingnya digitalisasi membuat kebutuhan akan server semakin meningkat pula. Di satu sisi, big data terus bertambah tanpa bisa dikontrol, secara otomatis menambah kebutuhan akan penyimpanan digital yang lebih besar. Di sisi yang lain, scale up suatu tempat penyimpanan memiliki batasan yang tidak memungkinkan penyimpanan tersebut ditingkatkan lagi. Permasalahan lain yang muncul, yakni sebuah organisasi juga perlu datanya dapat diakses dengan mudah tanpa mempedulikan keterbatasan fisik sebuah tempat penyimpanan. Bapak Eddy Tan dari KEMP menjelaskan teknologi Application Delivery Controller (ADC) yang dapat mengatur sebuah provider layanan cloud atau server scale out infrastruktur mereka. Server yang memiliki keterbatasan tersebut tidak lagi upgrade, upgrade server mereka. Dengan teknologi ADC, perusahaan hanya perlu membeli server fisik yang baru dan menggunakan ADC untuk mengontrol data -data yang masuk ke server sehingga mengurangi resiko downtime akibat beban salah satu server.


Pentingnya Infrastruktur IT oleh Bapak Rudy Setiawan selaku CEO Wowrack Indonesia, Source: Wowrack Indonesia
Infrastruktur IT
Dari semua materi yang disampaikan oleh pemateri di Wow Technical Event pada hari rabu, 24 Oktober 2018 adalah bagaimana sebuah organisasi bisa mengadopsi teknologi -teknologi terbaru dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana membangun fondasi semua hal tersebut? Jawaban yang paling tepat adalah membangun Infrastruktur IT yang bisa diakses oleh semua organisasi, khususnya organisasi yang baru akan bertransformasi ke digitalisasi. Bapak Rudi Setiawan selaku CEO PT. Wowrack Indonesia menjelaskan bagaimana komitmen wowrack dalam menyediakan infrastruktur IT yang berstandar tinggi. Data center Wowrack yang berada di Surabaya, Jakarta, Singapura, Hongkong, Seattle, Dallas dan New York sudah dilengkapi server rack, cooling system, kelistrikan yang memadai, serta tingkat keamanan hardware dan software yang terstandar.
Wowrack juga berkomitmen terhadap keamanan data pelanggan yang dibuktikan dengan pencapaian sertifikasi ISO27001, PCI-DSS dan SSAE-16.

Data merupakan hal yang sangat penting saat ini, hal ini merujuk pada istilah Data is Key yang menjadi vital dalam revolusi industri 4.0. Wowrack menyadari hal tersebut dan terus meningkatkan pelayanan melalui inovasi produk -produk serta meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan melakukan standarisasi di tingkat nasional maupun internasional. Wow Technical Event (WTE) 2018 diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada ke 3 pemateri oleh CEO PT. Wowrack Indonesia kepada bapak Reinaldo dari Delliot, Bapak Willy dari Qnap dan Bapak Edy Tan dari KEMP Singapura.



Thursday, August 30, 2018

Sumber Informasi dan Cara Belajar Cloud Computing yang Tepat




Dunia semakin terkoneksi dengan segala kemudahannya melalui perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Cloud computing sendiri sebagai salah satu terobosan teknologi informasi saat ini, mampu memberikan berbagai layanan dan kemudahan serta manfaat bagi berbagai kebutuhan para pelaku industri IT. Dalam pengaplikasiannya di kehidupan sehari-hari, bahkan masyarakat awam pun juga tanpa sadar telah menggunakan dan memanfaatkan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi cloud computing. Masyarakat memanfaatkan teknologi cloud computing untuk bekerja, menyimpan dokumen, melakukan kolaborasi dokumen, dan lain sebagainya. Secara tidak langsung, teknologi cloud computing telah banyak membantu aktivitas masyarakat sehari –hari. Masyarakat biasanya memanfaatkan teknologi cloud computing sebagai media penyimpanan data virtual melalui Google Drive, Drop Box, dan lain sebagainya. Kemudahan lainnya yang belum banyak digunakan oleh banyak orang namun sudah mulai dimanfaatkan, adalah pemanfaatan cloud computing untuk membuat desain, pengelolaan data karyawan, supply chain management sebuah perusahaan manufaktur dan berbagai kemudahan lainnya.

Cloud computing didesain untuk mendigitalisasi sekaligus mengintegrasikan berbagai elemen teknologi agar lebih mudah dioperasikan dibandingkan dengan cara tradisional sebelumnya. Sebuah perusahaan sendiri wajib mengadopsi teknologi cloud computing jika ingin melebarkan skala pemasaran perusahaannya baik dari tingkat lokal, regional, nasional bahkan internasional. Mengadopsi sistem cloud computing ini bukanlah suatu pilihan, melainkan kewajiban bagi sebuah perusahaan. Karena saat ini dan di masa mendatang, sistem cloud computing diprediksi akan terus berkembang. Mengingat trend yang terjadi saat ini saja, kemudahan sistem cloud computing dan aspek-aspek pendukungnya tetap akan terus diminati oleh sebagian besar orang. Untuk itu, mempelajari teknologi cloud computing merupakan hal yang sangat bijak untuk dilakukan sedini mungkin, mengingat alasan-alasan yang telah dikemukakan sebelumnya.


Sesuaikan dengan Kebutuhan
Img : Stocksnap

Hal mendasar sebelum mempelajari cloud computing adalah bertanya kepada diri sendiri tentang kebutuhan mempelajari cloud computing itu sendiri. Hal ini dapat dimulai dengan menentukan tujuan Anda. Tujuan ini bisa bermacam-macam, misalnya saja karena Anda ingin menjadi seorang engineer di bidang IT, atau mungkin  menjadi  penulis di perusahaan IT yang memiliki produk cloud computing, dan lain sebagainya.  Hal tersebut penting diketahui untuk memudahkan bagaimana alur belajar cloud computing sesuai dengan yang diperlukan.

Setelah mengetahui tujuan yang ingin dicapai, tentukan apakah Anda merupakan seorang beginner, intermediate, atau seorang yang sudah berada pada level advanced di bidang IT. Seorang beginner tentu belum banyak memiliki pengetahuan tentang ilmu dan teknologi cloud computing. Namun seseorang yang berada pada level advance, mungkin memerlukan pengakuan yang lebih dengan mendapatkan sertifikasi sebagai bukti keterampilannya, dibandingkan dengan dianggap hanya mengetahui hal-hal yang bersifat mendasar tentang cloud computing.

Seorang beginner dapat didefinisikan sebagai seseorang yang belum pernah mengikuti pendidikan atau sumber pendidikan lain yang berhubungan dengan teknologi Informasi sesuai dengan konsentrasi yang diinginkannya. Dalam dunia kerja, beginner biasanya merupakan lulusan jurusan non IT yang hanya memiliki pengetahuan terbatas terkait ilmu-ilmu IT untuk kehidupan sehari-hari. Kebutuhan mempelajari cloud computing ini biasanya didasari atas keinginan untuk meningkatkan karir, karena sebuah perusahaan mengharuskan kartawannya untuk menjadi tenaga kerja expert yangbekerja di bidang IT. Sedangkan klasifikasi untuk intermediate, biasanya orang yang berada pada level ini, telah mengetahui dasar dari cloud computing secara teoritik, namun  masih belum mengetahui bagaimana aplikasinya dikarenakan belum berpengalaman secara langsung menggunakan sebuah layanan cloud computing.

Sumber Belajar untuk Pemula
Img : Stocksnap

Bagi seorang pemula, banyak sumber yang bisa digunakan untuk belajar baik secara secara mandiri maupun belajar melalui coaching dari orang lain. Hal yang paling direkomendasikan untuk belajar cloud computing tentu adalah dengan bantuan orang yang lebih ahli di bidang cloud computing. Karena akan dapat membantu belajar dan memahami dengan lebih cepat. Namun, belajar mandiri juga bukanlah pilihan yang buruk. Berikut beberapa sumber yang bisa Anda gunakan untuk belajar cloud computing secara mandiri :

  • Belajar melalui buku
Untuk memahami fondasi dari cloud computing, Anda harus banyak-banyak membaca buku-buku tentang ilmu IT, khususnya tentang cloud computing. Mulai dari buku-buku dengan level beginner yang mudah dipahami mengenai cloud computing maupun ilmu dasar IT, hingga buku dengan ilmu yang lebih expert dan kompleks. Buku-buku tersebut dapat membantu Anda untuk memahami bagaimana cloud computing bekerja serta jenis-jenis dari cloud computing. Beberapa buku yang direkomendasikan antara lain : Cloud Service For Dummies dari IBM, Adobe Creative Cloud All-in-One For Dummies atau buku - buku lain tentang pengenalan cloud computing lainnya.

  • Website
Selain buku, beberapa situs website juga dapat membantu dalam memahami apa itu cloud computing. Anda bisa mendaftarkan akun pada website-website kursus seperti coursera, quera.com, guru99.com, acloud.guru, dan masih banyak yang lainnya. Memang ada banyak pilihan website tentang cloud computing yang  bisa dipilih untuk menambah pengetahuan tentang ilmu cloud computing. Langkah yang bisa diterapkan adalah membuat akun pada website kemudian mengikuti petunjuk demo atau “getting started”. Mengikuti tur singkat tentang petunjuuk kursus online yang ada, akan sangat membantu memahami pola pembelajaran yang digunakan.

  • Bertanya kepada expert
Terkadang ada beberapa hal yang tidak bisa dimengerti secara teknis dan membutuhkan penjelasan lebih mendalam tentang cloud computing. Karena pada dasarnya hal-hal kecil yang bersifat teknis bersifat sangat fundamental namun dapat menentukan pola pikir yang terbentuk dari ilmu cloud computing yang dipelajari. Selain itu, tingkat pemahaman seseorang dalam mempelajari berbagai hal tentunya juga berbeda-beda. Pilihan yang dapat dilakukan adalah bertanya kepada penggiat atau seorang yang memang expert di bidang teknologi informasi, dan cloud computing khususnya. Anda bisa melakukan diskusi dengan mentor tersebut terkait hal-hal yang belum jelas dimengerti dalam mempelajari cloud computing.

Bagaimana Cara Belajar Cloud Computing?
Img : Stocksnap

Setelah mempelajari dasar-dasar ilmu cloud computing, beberapa orang justru tidak tahu harus melanjutkan ke tahapan apa. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk tetap stay in line dalam belajar cloud computing.

  • Tetapkan tujuan dengan lebih jelas
Menetapkan tujuan membuat Anda dapat lebih termotivasi dalam belajar cloud computing. Setelah sebelumnya menentukan tujuan, tahapan selanjutnya adalah membagi-bagi tujuan tersebut supaya terklasifikasi dengan lebih spesifik lagi. Sebagai contoh, misalnya Anda adalah seorang developer di sebuah perusahaan IT, maka fondasi pemahaman Anda tentang IT tentunya sudah sangat jelas. Anda dapat menggunakan platform penyedia cloud computing seperti Amazon Web Service, Microsoft Azure dan lain sebagainya. Terlebih dulu, tentukan ketertarikan Anda. Misalnya Anda tertarik pada layanan pengembangan dari Amazon Web Service, maka Anda dapat mendafarkan akun pada website tersebut.

  • Mulai dengan hal yang disukai
Seperti mempelajari hal-hal lainnya, belajar cloud computing tentunya harus dimulai dengan suatu hal yang paling disukai. Lagkah yang bisa dilakukan adalah menemukan ketertarikan Anda terlebih dahulu. Sebelum mulai mengerjakan sebuah proyek, sebaiknya temukan ketertarikan melalui membaca banyak sumber dan literatur, kemudian memahami fondasi ilmu cloud computing.

  • Buat proyek yang menarik
Belajar sembari mengimplementasikan membuat Anda jauh lebih mudah dalam memahami tentang apa yang tengah dipelajari. Anda dapat membuat proyek baik skala kecil atau besar, seperti misalnya aplikasi peminjaman buku di perpustakaan atau mungkin aplikasi dalam mengatur keuangan pribadi. Seberapa besar proyek yang dibuat bukanlah suatu masalah, namun yang terpenting adalah bagaimana dan seberapa besar keterlibatan aktif Anda dalam mengerjakan proyek tersebut.

  • Klasifikasikan tugas menjadi beberapa bagian
Pada poin nomor tiga, Anda telah menentukan proyek apa yang akan dibuat untuk mengimplementasikan pemahaman terkait belajar ilmu cloud computing. Proyek besar atau kecil terkadang dapat membuat kewalahan berbagai faktor. Salah satunya adalah karena Anda belum memecah tugas-tugas tersebut menjadi bagian yang lebih kecil. Dengan memecah tugas menjadi lebih kecil, Anda dapat membuat to-do list kemudian mencentang tugas yang telah selesai dilakukan. Siapa sangka poin kecil dapat menaikkan motivasi Anda dalam belajar dan bekerja.

Img : Stocksnap

Mengetahui tujuan Anda dalam mempelajari cloud computing sangat penting untuk menjaga semangat dalam belajar. Tujuan dapat membuat Anda tidak lengah atau menyerah dalam memperjuangkan keinginan Anda. Menentukan tujuan memang tidak mudah, namun bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Dalam hal belajar ilmu cloud computing, Anda dapat melakukan berbagai amcam research dari berbagai sumber untuk memperkaya ilmu pengetahuan Anda. Mulailah dari hal terkecil, yaitu membaca. Membaca banyak sumber dan literatur akan menuntun Anda menemukan passion yang Anda miliki. Belajar cloud computing bisa dieproleh dari berbagai sumber, misalnya saja melalui buku, online video, blog atau training dan workshop yang banyak diselenggarakan. Banyaknya sumber literatur ini akan sangat membantu Anda dalam memahami ilmu cloud computing.