Wednesday, December 5, 2018

Perkuat Personal Branding Melalui Media Sosial



Bisnis dibangun berdasarkan kepercayaan yang didasari oleh banyak hal, salah satunya adalah terkait personal branding sang pemilik bisnis itu sendiri. Membangun personal branding dan menumbuhkan personal branding tersebut akan menambah kepercayaan pelanggan tidak hanya citra diri yang semakin baik, namun jaringan dan keuntungan bisnis anda pun akan meningkat secara tajam. 
Di era saat ini, media sosial menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disepelekan atau dianggap biasa karena keberadaanya yang lekat dengan diri kita saat ini. Menggunakan media sosial saat ini menjadi jejak digital individu yang bisa menentukan banyak hal di masa depannya nanti. Maka penting sekali merawat personal branding bagi setiap individu di media sosial.

Reputasi bisnis yang anda bangun dipengaruhi juga oleh personal branding di media sosial. Semakin baik personal branding akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait brand bisnis. Sebuah penelitian oleh Weber Shandwick menunjukkan bahwa 77% reputasi CEO menentukan karyawan yang ingin bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini bisa diasumsikan bahwa dari personal branding memiliki pengaruh yang kuat terhadap apa yang mereka kerjakan dan bagaimana seseorang percaya dengan anda. Sedangkan media sosial memiliki peranan penting dalam membangun personal branding seseorang di era saat ini. Lalu bagaimana media sosial membantu memperkuat personal branding anda? Atau bagaimana anda membangun personal branding anda di media sosial?


Personal Branding
Personal branding adalah proses memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur, seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum. Layaknya produk atau jasa, brand personal memberikan gambaran tentang pengalaman yang akan didapat konsumen ketika berinteraksi dengan pemilik brand.

Brand personal seperti hal lain di dunia, juga memiliki dua sisi yang berkebalikan seperti 2 sisi koin. Ketika pribadi seseorang diasosiasikan dengan suatu produk/perusahaan, maka citra baik dan buruk perusahaan akan turut meningkat seiring semakin dikenalnya pribadi tersebut. Sebagai contoh, sebagai pengguna teknologi dan pengguna media sosial, tentu anda mengenal sosok Steve Jobs selalu dikaitkan dengan keberhasilan Apple, atau sosok Wishnutama yang akhir -akhir ini sukses menyuguhkan upacara pembukaan dan penutupan Asian Games  2018 yang historik dan megah. personal brandingnya meningkat karena banyak yang memuji kehebatannya di media sosial hingga semua orang tidak akan pernah ragu membeli tiket untuk menonton setiap pertunjukan yang ia arahkan. Sisi yang lain, brand yang gagal akan membuat pendiri brand tersebut selalu disangkutkan dengan kegagalan brand tersebut. Contohnya adalah sosok Keiji Inafune yang akan selalu dikaitkan dengan kegagalan Comcept sebuah perusahaan pengembang video game asal Jepang.



Media Sosial untuk Personal Branding
Setelah mengetahui pentingnya personal branding dan peran media sosial saat ini, berikut adalah beberapa kiat untuk anda tentang bagaimana anda membangun brand yang baik bagi diri anda di media sosial:

Tentukan ingin dikenal seperti apa
Hal penting dan mendasar sebelum anda membangun sebuah brand adalah menentukan ingin seperti apa anda dikenal nantinya dan mencari hubungan yang tepat tentang bisnis anda. Semakin unik dan semakin spesifik karakter yang anda tunjukkan akan semakin baik. Personal Branding yang baik adalah bagaimana mendeskripsikan keotentikan anda yang berbeda dengan orang lain dan lebih mempercayai anda sebagai seorang yang konsisten dan ahli di bidang yang anda tekuni. Sebagai contoh, apakah anda ingin sebagai vlogger atau content creator yang baik? Atau seorang kritikus makanan yang handal? Tunjukkan hal spesifik tersebut kepada publik melalui content yang anda unggah di media sosial

Hal penting dalam membangun sebuah personal branding adalah menyusun tersebut dengan terencana dan terpercaya dan jangan pernah meremehkan personal branding yang anda buat di media sosial anda. Membangun personal branding tidak bisa dengan “be yourself” yang justru akan menunjukkan banyak kelemahan dan citra negatif yang ikut ditunjukkan. Citra positif didepan publik dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan pasar kepada anda dan bisnis anda.

Kembangkan Pribadi yang berkarakter dan Positif
Membangun personal branding bagi diri sendiri menjadikan anda seperti public figure  yang harus menjaga apa yang anda tunjukkan ke ruang public. Bagaimana anda berinteraksi dan bagaimana anda mengkomunikasikan ide anda di media sosial adalah cerminan kepribadian anda. Jadikan pribadi positif sebagai jati diri anda yang tak perlu dipaksa untuk diperlihatkan. Bagaimana caranya? Bertemu lebih banyak orang dan bacalah banyak buku yang lebih banyak akan menambah wawasan anda dan membuat pikiran anda lebih terbuka.

Dengan menjadi seorang yang berpikiran terbuka, mereka akan memandang anda sebagai orang yang solutif dan berfokus pada pemecahan masalah,  bukan menyalahkan. Di media sosial juga harus dimaknai sebagai ruang public yang menentukan personal  branding dari diri anda. Bagaimana anda menulis postingan, berkomentar maupun mengunggah foto akan dilihat oleh banyak orang dan direkam sebagai jejak digital. Sebagai pemimpin perusahaan, anda bisa kehilangan kepercayaan pasar atas jejak digital yang pernah anda buat. Sebagai karyawan, anda bisa kehilangan pekerjaan anda karena perusahaan menemukan sebuah unggahan negatif anda di masa lalu.

Jadilah orang yang berpenampilan layak
Sebagai orang yang melakukan kegiatan di media sosial yang mana adalah sebuah ruang publik, cepat atau lambat masyarakat selaku pemegang kendali pasar akan melihat anda. Meski anda belum dikenal oleh banyak orang, cerminkan pribadi yang baik dan positif anda dengan berpenampilan yang layak. Berpenampilan layak tidaklah harus formal, namun layak dipandang dan menonjolkan sisi pribadi unik anda sendiri.

Penampilan yang layak ini juga perlu ditampilkan di media sosial anda sebagai bagian dari proses personal branding. Mungkin anda bisa mengelak dengan “don’t judge a book by its cover”, namun siapa yang akan membeli sebuah produk dengan bungkus yang tidak menarik pula? Meski rasanya sangat lezat, namun anda juga akan berpikir beberapa kali untuk membelinya bukan? Jadilah menarik dengan merawat diri anda.

Gunakan Ads dan jangkau lebih banyak orang
Postingan anda bagus, menarik dan penuh cerita di dalamnya. Namun, tak ada yang melihat karena selain follower anda sedikit memiliki efek pada jumlah orang yang menyukai foto anda juga sedikit pula. Selain rajin melakukan posting di media sosial secara berkala, anda harus memikirkan fitur ads yang pasti ada di setiap media sosial seperti facebook, Instagram, twitter atau LinkedIn. Ads ini berbayar dan akan menjangkau lebih banyak orang, semakin banyak orang yang melihat akan semakin banyak orang yang mengetahui dan sadar siapa anda dan mulai percaya dengan “nama” anda.

Ads sangat cocok untuk proses personal branding yang anda sedang lakukan, namun sebelum anda menjangkau banyak orang lebih banyak. Pastikan anda membuat content yang menarik dan layak untuk disukai banyak orang dengan menunjukkan keunikan diri anda.

Buat Website pribadi dan daftarkan domain anda
Membuat sebuah postingan yang baik di media sosial memang diperlukan. Namun jika anda sudah menjadi seorang yang profesional, gunakan website pribadi sebagai tempat utama anda dalam melakukan proses personal branding dibanding media sosial. Segera daftarkan brand dan pilih domain yang cocok bagi anda. Anda bisa menghubungi hosting provider untuk segera mendaftarkan domain yang tepat untuk diri anda. Dalam memilih domain juga perlu diperhatikan, apakah anda akan menggunakan .com, .net, .org, .gov dll. Jika untuk keperluan pribadi dan komersial sangat disarankan .com, namun agar seseorang lebih mudah mengidentifikasi anda berada di negara mana, jangan lupa memilih .co.id untuk Indonesia.

Konsisten
Dalam membangun kepercayaan dan keyakinan pasar, konsisten adalah kunci utama dari personal branding. Layaknya brand yang sudah sangat kuat dan mengakar di masyarakat. Fokus akan filosofi, prinsip dan pesan yang akan disampaikan oleh sebuah perusahaan kepada pasar menjadikan sebuah brand tersebut bertahan lama dan selalu diingat. Kita ambil contoh produk pompa air, dalam benak kita pasti adalah sanyo, atau kebab dalam ingatan kita selalu tertuju pada Baba Rafi atau individu seperti Mary Riana yang terkenal dengan buku mimpi sejuta dolarnya dan motivasinya.

Konsisten juga harus diaplikasikan antara personal branding maupun bisnis branding yang dibangun. Anda tidak perlu setiap hari memasarkan produk anda secara masif dan terang-terangan, perbanyak postingan dan jaringan yang konsisten di media sosial atau memposting ulang hal- hal yang terkait dan konsisten dengan prinsip anda merupakan hal yang dapat anda lakukan untuk melakukan personal branding.

Jangan malu mengakui kesalahan.
Bagian penting dari sebuah proses personal branding adalah attitude, sebuah sikap yang tidak dianugerahkan tapi kita harus terus belajar. Dalam melakukan proses personal branding di media sosial, mungkin anda membuat sebuah kesalahan yang bisa jadi mengecewakan pengikut anda, ketika menyadari hal tersebut segera lakukan introspeksi dan evaluasi. Setelah itu lakukan permohonan maaf tanpa tendensi membenarkan apa yang telah anda lakukan. Anda mungkin tidak akan membuat semua orang senang dengan pernyataan anda, namun meminta maaf bukan hanya untuk mengakui kesalahan namun juga menunjukkan betapa bijaksananya anda sebagai orang yang tepat untuk sukses.

Personal branding di Media Sosial membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup lama dalam menggapainya, jangan cepat putus asa atau menyerah dengan apa yang anda telah capai saat ini. Pencapaian yang sedikit ini lebih baik dibanding tidak ada pencapaian sama sekali, terus konsisten untuk membuat posisi tawar anda semakin naik hingga anda tak perlu memperkenalkan siapa anda. 

Thursday, August 23, 2018

Alasan Cyber Crime Banyak Menyerang Bisnis Kecil dan Bagaimana Solusinya




Sebagian besar bisnis kecil kurang memiliki kesadaran terhadap pentingnya proteksi dan keamanan data perusahaannya, sehingga sering menjadi sasaran empuk atau target utama serangan cyber crime, terutama pencurian data yang dilakukan oleh hacker. Keadaan ini semakin mengkhawatirkan dengan ditambah tidak adanya rasa kepedulian dari pemilik bisnis karena bersumber dari adanya stigma bahwa bisnis kecil tidak memiliki resiko sama besar terhadap pembajakan, peretasan maupun pencurian data dibandingkan dengan bisnis dengan skala lebih besar. Serangan cyber crime pada dasarnya tidak mengenal seberapa besar perusahaan tersebut, melainkan tracking perusahaan tersebut, misalnya saja berapa banyak kunjungan dan transaksi yang terjadi pada website. Semua resiko akan sama besar jika sebuah perusahaan skala kecil atau startup memiliki hal yang diinginkan oleh peretas demi tujuan keuntungan pribadi mereka.

Bisnis kecil sering dipandang sebelah mata tidak memiliki potensi untuk mendapat serangan cyber crime dibandingkan dengan bisnis skala besar. Masih banyak pemikiran tentang website bisnis kecil yang diserang oleh peretas bukanlah sebuah media daring yang menarik jika dibandingkan dengan website yang lebih besar lainnya dengan jumlah kunjungan traffic yang tinggi. Hal ini merupakan sebuah pandangan yang bias karena dugaan tersebut bisa saja keliru. Ketika Anda mengira atau mendengar sesuatu tidak terjadi, maka secara otomatis Anda akan berasumsi bahwa hal tersebut benar-benar tidak terjadi, padahal kenyataannya tidak. Pandangan akan hal tersebut juga berimbas pada pola pikir para pelaku bisnis kecil yang akan membuat website perusahaannya. Kebanyakan pemilik bisnis tersebut tidak akan memikirkan keamanan data sebagai aspek penting dan prioritas utama dalam membuat website. Langkah-langkah preventif  untuk melindungi semua data dan aset yang dimiliki pun hanya sebatas keamanan yang mendasar dan sangat mudah diakses oleh peretas.



Bisnis Kecil dan Karakteristiknya
Img : Stocksnap

Bisnis kecil didefinisikan sebagai sebuah perusahaan startup, rekanan atau perseorangan yang memiliki jumlah karyawan lebih sedikit dan atau memiliki pendapatan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan perusahaan dengan skala menengah maupun atas. Bisnis yang dikategorisasikan sebagai bisnis kecil biasanya termasuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki omzet kurang lebih 2,5 Milyar dan dengan aset kurang dari 500 juta Rupiah berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Bisnis kecil ini biasanya didorong dan dibantu oleh pemerintah untuk membenahi infrastruktur fisik, finansial hingga digitalisasi berupa pengadaan website dan pemasaran menggunakan media sosial.

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, kategori bisnis kecil ini termasuk service di bidang retail dan customer goods seperti toko serba ada, grosir, toko roti, toko makanan, atau di bidang jasa (tukang kayu, bangunan atau teknisi listrik) yang dalam menjalankan bisnisnya belum terstruktur seperti perusahaan besar. Karakter lainnya adalah sistem pembukuan yang masih sederhana dan belum melibatkan sistem pembukuan yang kompleks atau standar akuntansi.

Dari segi modal, bisnis kecil masih menggunakan modal terbatas yang mengakibatkan efisiensi dan lebih berfokus pada core business mereka dibanding dengan support business seperti pemakaian website dan kepedulian terhadap sistem keamanan informasi. Modal yang terbatas dan pengalaman manajerial yang belum memadai serta sistem pembukuan yang masih belum komprehensif mengakibatkan bisnis kecil susah mendapatkan pinjaman modal daribBank untuk mengembangkan bisnisnya.


Bisnis Kecil Rentan Terkena Serangan Cyber Crime
Img : Stocksnap

Bisnis kecil sesuai dengan karakteristiknya yang telah dijabarkan sebelumnya, memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan bisnis skala menengah dan besar. Serangan cyber crime tidak memandang ukuran, traffic, maupun seberapa viral suatu website. Serangan cyber tidak memandang hal tersebut, ada banyak kemungkinan yang menjadi alasan seorang hacker profesional maupun amatir menyerang sebuah bisnis dengan skala nkecil. Berikut beberapa alasannya:

  • Serangan cyber crime terhadap bisnis kecil bukanlah media daring

    Serangan cyber terhadap bisnis kecil tidak bisa dianggap sebagai sebuah berita yang menarik atau memiliki rating tinggi dibandingkan dengan permasalahan peretasan yang dilakukan pada website atau perusahaan besar. Dikarenakan hal ini bukanlah sesuatu yang viral dan sering diberitakan. Dari sinilah muncul anggapan beberapa pihak bahwa tidak ada peretasan pada bisnis kecil. Sehingga pola pikir yang terbentuk adalah asumsi bias bahwa tidak ada bisnis kecil yang diretas. Hal ini dikarenakan hanya karena masyarakat digital tidak mendengar hal tersebut.


  • Modal terbatas pada bisnis kecil
Pembagian anggaran yang hanya berfokus pada pembiayaan core bisnis menyebabkan sebuah bisnis kecil setengah hati dalam membiayai support bisnisnya, seperti pengadaan, pengelolaan, serta pemeliharaan infrastruktur IT baik hardware dan softwarenya. Di satu sisi, dalam era digitalisasi seperti saat ini, bisnis kecil membutuhkan website sebagai akses untuk mengembangkan pasar dengan lebih luas lagi. Digitalisasi sebuah data juga harus dilakukan agar mudah untuk melakukan audit dan dapat dipertanggungjawabkan oleh perusahaan agar dapat balik modal.

  • Budaya Bring Your Own Device (BYOD)
Membawa peralatan kerja seperti laptop sendiri memang menjadi hal yang lumrah dalam bisnis skala kecil, hal ini dikarenakan terkait dengan penghematan anggaran pengadaan barang dan efisiensi. Namun, hal ini justru membawa dampak negatif terkait keamanan informasi perusahaan tersebut. Serangan cyber bisa saja terjadi tidak hanya dari pihak eksternal, namun juga dari pihak internal atau berasal dari karyawan suatu perusahaan itu sendiri. Budaya BYOD ini mengakibatkan tidak adanya kontrol atau standarisasi bagi perusahaan dalam menjaga sistem informasinya dan sangat memudahkan serangan cyber crime masuk.

  • Software yang tidak pernah diperbarui
Software kadaluarsa menjadi persoalan selanjutnya mengapa bisnis kecil sangat mudah terkena serangan cyber crime. Biaya pemeliharaan software yang tidak murah juga menjadi permasalahan mengapa bisnis kecil tidak memperbarui software-software yang dimiliki. Banyak bisnis kecil yang menganggap tidak perlu melakukan pembaruan setelah membeli sebuah domain atau pemeliharaan website. Tidak adanya edukasi dengan baik juga menjadi persoalan selanjutnya bisnis kecil yang rentan terhadap serangan cyber crime.

  • Akses kontrol yang tidak ketat
Keamanan yang hanya mengandalkan password sangat mudah diretas. Begitu pula website yang mengandalkan satu sistem keamanan saja membuat bisnis kecil tidak mampu menghadapi serangan serangan cyber crime. Akses yang tidak berlapis dan tidak bervariasi ini menyebabkan bisnis kecil sangat mudah diretas.

  • Test bagi hacker pemula
Sayangnya terkadang tidak ada tujuan khusus bagi seorang hacker untuk meretas sebuah website atau membuat suatu serangan cyber. Melalui keamanan yang tidak terlalu ketat, website bisnis kecil seringkali digunakan sebagai sebuah tes atau sebagai pengalaman perdana bagi seorang hacker pemula yang ingin menjadi hacker profesional.

  • Ketidakpedulian terhadap sistem keamanan
Dari semua faktor-faktor yang menyebabkan bisnis kecil mudah diserang oleh serangan cyber adalah tidak menempatkan keamanan informasi sebagai faktor utama dan terpenting dalam kebutuhan IT. Hal ini pada akhirnya akan memicu hal-hal yang sangat memudahkan seorang hacker untuk menyerang bisnis kecil. Jika saja bisnis kecil lebih peduli terkait sebuah isu keamanan, maka kemungkinan bisnis tersebut diretas juga akan semakin dapat diminimalisir.


Solusi Pencegahan Serangan Cyber Crime terhadap Bisnis Kecil
Img : Stocksnap

Tidak ada cara lain untuk mencegah serangan cyber crime selain meningkatkan kesadaran terhadap keamanan informasi data. Dalam menyusun sebuah kesadaran tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang pelaku bisnis kecil agar terhindar dari serangan cyber yang tenunya dapat merugikan internal perusahaan. Beberapa solusi yang dapat diterapkan diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengubah pola pikir bahwa keamanan Informasi merupakan hal yang tidak penting
    Sudah seharusnya layanan IT dapat menjangkau layanan sehingga mudah diakses dan fleksibel. Namun, inti permasalahannya adalah keamanan harus menjadi perhatian khusus dan prioritas bagi para pengguna layanan IT. Inti dari sebuah bisnis tentunya adalah kepercayaan, dan kepercayaan tersebut dapat diperoleh dari keamanan informasi yang disimpan dan dikelola. Apabila hal tersebut diabaikan, maka kepercayaan itu akan perlahan memudar dan kepercayaan pelanggan semakin terdegradasi oleh sesuatu yang tidak bisa diprediksi oleh para pelaku bisnis. Jangan sampai pola pikir Anda berubah setelah mendapat serangan cyber crime secara berturut-turut dan berimbas pada penjualan perusahaan.

  • Sisihkan anggaran lebih untuk keamanan informasi
    Mungkin infrastruktur IT merupakan bagian support bisnis dari perusahaan kecil. Namun di era digitalisasi seperti saat ini, meskipun IT bukan menjadi core business namun sudah seharusnya tidak dikesampingkan begitu saja agar dapat mengekspansi pasar secara lebih luas. Dengan memberikan anggaran yang dikhususkan untuk keamanan informasi, merupakan sebuah investasi yang nantinya akan menguntungkan perusahaan itu sendiri. Selain bebas dari serangan cyber, juga dapat memudahkan perusahaan di berbagai hal seperti misalnya ekspansi pasar yang lebih luas, serta memahami perilaku konsumen.
Img : Stocksnap

  • Gunakan aplikasi password untuk akses yang lebih ketat
    Penggunaan password masih menjadi pilihan utama dalam keamanan dan akses masuk administrator website. Perkuat password Anda menggunakan berbagai macam aplikasi yang tersedia, misalnya saya Password Generator yang memang dirancang untuk membuat password lebih kuat dan aman dari serangan cyber crime. Tidak perlu sibuk dan pusing merancang password yang terstandar aman, namun cukup menggunakan aplikasi password generator akan memudahkan Anda memiliki password yang sulit untuk dipecahkan oleh hacker.

  • Update semua infrastruktur hardware maupun software
    Celah keamanan sebuah sistem selalu bisa dilihat dari versi terdahulunya dan dapat mengundang serangan cyber crime lainnya berupa virus, spyware, malware, maupun hilangnya data perusahaan. Memperbarui sistem merupakan satu-satunya cara untuk terus meningkatkan kinerja dan menguatkan sistem keamanan sebuah sistem. Hal ini berdasarkan pada kenyataan bahwa tidak hanya sistem keamanan yang berkembang, namun peretasan dan perkembangan virus juga mengalami perkembangan. Maka dari itu jangan ragu untuk memperbaharui suatu sistem, karena itu sebuah kewajiban yang dapat menyelamatkan data dan informasi perusahaan Anda.

  • Lakukan backup semua data secara rutin dan berkala
    Layanan komputasi awan atau cloud computing dtelah menjadi solusi bagi perorangan maupun bisnis untuk solusi backup sebuah data. Metode konvensional yang masih menyimpan data di penyimpanan komputer, harddisk, flashdisk dan semacamnya lebih rentan hilang dan rusak. Tentunya sebagai pemilik bisnis tidak ingin berdiam diri melainkan merubah bisnis kecil menjadi lebih berkembang bukan? Dengan adanya backup, Anda dapat lebih mudah terkoneksi dengan berbagai layanan dan kemudahan. Karena Anda tidak pernah bisa memprediksi kapan serangan cyber crime dapat terjadi pada perusahaan maupun website anda, maka backup lah data-data dan informasi perusahaan sebelum hal-hal tersebut benar-benar terjadi.

  • Selalu monitor aktivitas website Anda
    Salah satu kelemahan website bisnis kecil adalah tidak adanya monitoring terhadap website tersebut. Selalu mengawasi website selama 24/7 bukanlah sesuatu yang mungkin dilakukan oleh sedikit team apalagi seorang diri. Namun selalu ada cara untuk mengawasi atau memonitor website Anda, tentunya dengan bantuan third party dengan layanan managed service yang dapat membantu memantau serangan-serangan yang tidak terduga.

  • Percayakan pada provider yang terverifikasi keamanannya
    Meski memiliki anggaran yang terbatas, pemilik bsinis skala kecil tetap dapat mengembangkan website, serta terhindar dari berbagai ancaman serangan cyber crime. Dengan mempercayakan kepada provider penyedia jasa layanan managed service untuk bisa mengontrol, mengawasi dan memberikan solusi yang terbaik bagi perusahaan dan keperluan IT perusahaan Anda, agar selalu aman dan terhindar dari serangan cyber crime. Anda tentu dapat mempercayakan keamanan informasi perusahaan kepada Wowrack sebagai layanan yang terpercaya dan terdepan dalam keamanan informasi. Kunjungi website www.wowrack.co.id untuk informasi lanjut terkait informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan Anda.






Friday, December 22, 2017

Membangun Perusahaan Berbasis AI, Mengapa Tidak?



Sukses adalah impian semua orang. Dan banyak cara yang dilakukan untuk meraih kesuksesan tersebut. Cara masing-masing orang tentu berbeda. Ada yang memilih bekerja kantoran, ada yang memilih bisnis dan usaha, dan lain sebagainya. Nah, bagi pebisnis yang ingin membuka perusahaan baru, mengapa tidak mencoba memikirkan untuk membuat perusahaan yang memiliki basis Artificial Intelligence (AI) didalamnya? Terdengar asing? Sebenarnya tidak. Karena pada dasarnya telah banyak sekali perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang telah menggunakan dan memanfaatkan kecerdasan AI sebagai basis perusahaannya. Malah justru, perusahaan yang belum menggunakan atau menerapkan kecerdasan Ai bagi perusahaannya merupakan sebuah kesalahan karena dapat mengakibatkan ketertinggalan dalam persaingan bisnis yang cukup ketat.


Memiliki sebuah bisnis startup maupun perusahaan besar tentu memerlukan manajemen yang tentu tidak mudah. Disinilah salah satu peran kecerdasan buatan diperlukan. AI dapat membantu memangkas waktu-waktu yang biasa digunakan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dapat dilakukan otomatisasi dengan menggunakan sistem komputer dan bantuan AI. Keuntungannya, tentu saja Anda dapat mengerjakan hal-hal lain yang tidak dapat dikerjakan oleh AI misalnya saja memikirkan strategi marketing berikutnya. Banyak hal yang  bisa dilakukan oleh AI, misalnya saja membantu sistem pengumpulan data, pengarsipan data, serta perintah-perintah sederhana lainnya.


Apa saja contoh penggunaan AI dalam sebuah perusahaan? Tentu sangat banyak, sebut saja untuk membuat voicebot yang baru, alat-alat rumah tangga, platform pengembangan robot, atau perusahaan konsultan yang dapat menawarkan jasa untuk menguji bot AI dari perusahaan-perusahaan lainnya, dan masih banyak yang lainnya. Semakin banyak orang yang sadar tentang fungsi dan pentingnya mengaplikasikan bantuan AI dalam sebuah perusahaan untuk membantu meringankan dan menyederhanakan pekerjaan.

Perjalanan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia
Artificial Intelligence (AI) pertama hadir untuk diaplikasikan pada robot. Fungsinya adalah untuk menambahkan kecerdasan manusia pada robot atau bots seperti persepsi visual, pengenalan suara, pengambilan keputusan, menerjemahkan berbagai macam bahasa, dan tugas-tugas sederhana lainnya. Penerapan AI dalam kehidupan sehari-haripun juga sudah dilakukan, contohnya yaitu seperti pada aplikasi chat yang telah menggunakan sistem/program chatbots sehingga lebih terasa real seperti melakukan chatting dengan sesama manusia bukan terhadap sistem/robot.  


Sampai saat ini, memang terus dilakukan pengembangan untuk AI, mulai dari tingkat kecerdasannya, kemampuan menerjemahkan berbagai bahasa, kemampuannya menjawab pertanyaan secara masuk akal, hingga penerapannya pada produk yang digunakan manusia sehari-hari. Contohnya adalah Apple yang terus mengembangkan dan menyempurnakan Siri, maupun Google dengan layanan Ok, Google nya.


Nah, bagaimana dengan perkembangan serta kemajuan AI di Indonesia? Bagaimana awalnya hingga AI bisa sampai ke Indonesia? Pada tahun 2009 telah banyak dimulai penelitian di bidang pengembangan AI. Hal-hal yang diteliti antara lain adalah penelitian di bidang software, pengembangan hardware, pengolahan big data, serta kebangkitan dari AI itu sendiri. Salah satu lokakarya yang terkenal pada saat itu adalah “Deep Learning for Speech Recognition and Related Applications” yang dihelat pada tahun 2009.


Penelitian ini didukung dengan pergeseran tren di Indonesia yang saat ini lebih menggunakan kemudahan berinteraksi secara online. Serta perkembangan media sosial yang didukung dengan budaya dan karakter orang Indonesia yang gemar melakukan obrolan melalui aplikasi chat. Peluang ini tentu saja dilirik oleh para pemilik perusahaan besar di Indonesia. Ada beberapa perusahaan besar yang tentu saja telah memanfaatkan AI dalam bisnisnya. Katakan saja bisnis di bidang e-commerce, institusi finansial, hingga pemerintahan juga telah memanfaatkan kecerdasan dari AI. Chatbots bisa menjadi asisten robot yang membantu pekerjaan manusia. Misalnya saja membalas sapaan dan pertanyaan-pertanyaan yang masuk dari chat sebuah online shop. Customer akan merasa lebih bahagia dan puas jika chatnya pertanyaannya dibalas, daripada disuruh menunggu antrian untuk dijawab pertanyaannya. Tidak heran jika hal ini banyak diinginkan oleh sebagian besar lapisan masyarakat di Indonesia.


Di Indonesia aplikasi chatbots memang lebih dekat hubungan dan implementasinya kepada pelayanan pelanggan (customer service). Dalam sebuah website e-commerce, bot juga bisa dimanfaatkan sebagai asisten digital pemberi referensi produk lain setelah konsumen memilih satu produk tertentu. Namun pengembangan AI di Indonesia masih terganjal dengan kendala pengumpulan data, karena Indonesia sendiri terdiri dari beribu-ribu kepulauan luas yang tentu memiliki berbagai ragam bahasa yang berbeda-beda. Selain bahasa yang menjadi kendala untuk pengembangan AI di Indonesia, faktor penyedia jasa, developer, serta penyedia API juga diperlukan untuk mendukung program bisnis berbasis AI.


Mengapa AI Penting untuk Para Pelaku Bisnis?
Img : Pixabay

Bagaimanapun juga, perkembangan bisnis ke arah teknologi digital ini sudah tidak dapat dihindari lagi. Jika tidak ingin tertinggal, maka harus selalu mengikuti trend yang terjadi, serta update terhadap perkembangan teknologi. Saat ini pelaku bisnis tentu dituntut untuk lebih memanfaatkan teknologi dalam berinovasi demi masa depan perusahaan. Selain sebagai strategi mempertahankan bisnis, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan dampak positif yaitu untuk meningkatkan kualitas pemenuhan kebutuhan dan layanan kepada konsumen.


Dengan kata lain, penggunaan AI dalam bisnis dapat memberikan manfaat yang baik. Karena saat ini trend sedang bergerak kearah digitalisasi, maka tentu para pemilik bisnis harus mengikutinya. Jika tetap menggunakan metode lama dan tradisional, bukan tidak mungkin perusahaan tersebut akan kalah oleh para pesaingnya. Dimana perusahaan yang lain sudah menggunakan bantuan AI untuk memanage customer service, aplikasi chat, dan lain sebagainya.


Bagaimana Membangun Bisnis Berbasis AI?
Lantas bagaimana cara membangun bisnis dengan menggunakan basis AI didalamnya? Memang tentu bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Diperlukan kerjasama team serta kerja keras dari berbagai pihak agar dapat berjalan dengan baik. Tentu saja mulai dari pimpinan, team IT, hingga seluruh karyawan. Perusahaan besar memerlukan pengaturan data yang terstruktur dan jelas. Hal ini artinya, lebih dari 80% proses yang standar, dapat dikerjakan secara mandiri oleh program berbasis AI. Program ini dapat membantu mengumpulkan data-data perusahaan yang didapatkan dari berbagai sumber. Data ini biasanya adalah data yang ingin diteliti atau dievaluasi demi kemajuan perusahaan. Misalnya data kepuasan konsumen, data laporan keluhan konsumen, dan lain sebagainya. Sehingga perusahaan dapat memutuskan apa strategi perbaikan yang diperlukan serta inovasi apa yang harus dilakukan.


Komputer dan program berbasis AI dapat digunakan untuk memonitor sebuah data, dan berdasarkan data-data tersebut, maka perusahaan dapat membuat sebuah analisa pencapaian serta rencana tertentu. Komputer yang belajar dari data dapat dikatakan sebagai machine learning. Data yang dihimpun sistem AI bisa berupa tulisan, data, grafik, dokumen, gambar, hingga video. Pada dasarnya AI belajar mirip sebagaimana manusia belajar. Semua pengetahuan dan hal baru yang ditemukan, bisa diinstall kedalam program AI sehingga program tersebut dapat dijalankan untuk membantu kebutuhan manusia.


Perkembangan Bisnis Startup di Indonesia Menggunakan AI
Img : Pixabay

Telah banyak perusahaan di Indonesia yang telah mengaplikasikan basis kecerdasan AI dalam bisnisnya. Salah satu perusahaan besar sebagai contohnya adalah LINE, dimana LINE memiliki aplikasi bernama LINE@ yang mengutamakan aplikasi chatting dengan bot. Penggunaan aplikasi chatting tidak hanya dapat digunakan oleh perusahaan tertentu, namun jug dapat diterapkan pada bidang perusahaan telekomunikasi, perbankan, konsultan, serta retail.

Jumlah pengguna aplikasi berbasis AI / bot tentu saja juga akan terus semakin meningkat. Dengan adanya hal ini, tentu juga berdampak pada semakin meningkatnya perkembangan bisnis di Indonesia. Tentu saja perkembangan trend dan budaya yang semakin bergeser ke dunia digital harus segera diikut, jika tidak tentu saja akan jauh tertinggal. Melihat apa yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kunci untuk membuat produk sebagai solusi bagi permasalahan konsumen tersebut. Dengan adanya pertumbuhan kebutuhan di bidang komunikasi di dunia digital ini, sudah seharusnya layanan yang diberikan juga disesuaikan. Pertumbuhan pada mobile dan messaging yang berlipat-lipat tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Jadi jika tidak ingin tertinggal dalam persaingan bisnis dalam skala global, sebagai pemilik bisnis harus lebih jeli melihat peluang dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.


Manfaat bagi Perusahaan Menggunakan Basis AI
Selain lebih unggul dalam persaingan dunia bisnis di era digital ini, menggunakan kecerdasan AI dalam perusahaan juga dapat memberikan berbagai manfaat positif lainnya. Namun secara prinsipnya, sistem kecerdasan buatan ini berfungsi sebagai sebuah sistem sensor. Sistem sensor AI dapat digunakan antara lain untuk knowledge-based system, automatic knowledge acquisition, genetic algorithms, case-based reasoning, serta ambient-intelligence.


Img : Pixabay



Selain tugas utama AI bagi bisnis seperti yang telah disebutkan diatas, menggunakan kecerdasan buatan bagi perusahaan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan, antara lain adalah sebagai beikut :
  • Sistem reporting
    Dengan banyaknya client dengan data-data serta variabel yang perlu dianalisis, report menjadi salah satu fokus penting. Dengan bisnis yang berkembang semakin besar, otomatisasi pengumpulan data dari sistem akan lebih menguntungkan dan dapat menghemat waktu cukup banyak.
  • Automatic content maker
    Bukan suatu hal yang tidak mungkin jika suatu saat nanti pembuatan konten dapat dihandle oleh sistem dan mesin. Hal ini tentu masih butuh pengembangan karena konten memerlukan value yang tepat agar dapat secara tepat sasaran disampaikan kepada konsumen.
  • Meminimalkan double to-do
    Bekerja secara team dapat membantu mempermudah pekerjaan. Namun juga bisa menimbulkan resiko terjadinya pengerjaan tugas yang dilakukan secara double oleh beberapa orang dikarenakan kurangnya koordinasi, sistem komunikasi yang kurang baik, dan hal lainnya. Namun dengan kecerdasan AI, hal ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Tidak akan ada pekerjaan sia-sia dan waktu yang percuma karena mengerjakan suatu pekerjaan secara double lagi.
  • Case-based reasoning
    Pada saat terjadi suatu masalah, sistem AI akan mencari arsip data dalam database untuk menyelesaikan kasus yang pernah terjadi sebelumnya. Beberapa tahapannya adalah :
    - Retrieve yaitu sistem secara otomatis akan mencari dari database, darimana kasus berasal serta solusi penyelesaiannya
    - Reuse yaitu mengadopsi solusi yang dibutuhkan dari kasus-kasus sebelumnya
    - Revisi yaitu jika solusi yang baru belum bisa berjalan dengan sempurna, maka sistem akan melakukan revisi hingga penyelesaian cocok dengan kasusnya
    - Retain yaitu ketika solusi baru dapat menyelesaikan masalah, sistem akan menyimpan solusi tersebut dalam memori database
Tantangan dalam Pengembangan dan Penggunaan AI bagi Perusahaan
Img : Pixabay

Jika tidak berhati-hati, dalam 50 tahun kedepan bisa saja kecerdasan AI akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Maka dari itu manusia harus lebih cerdas dalam mengasah skill dan upaya dalam menambah knowledge. Hal ini tentunya memerlukan waktu dalam penelitian serta pengembangan yang cukup lama. Ada beberapa hal yang menyebabkan kendala penggunaan AI pada sektor bisnis dan perusahaan, diantaranya adalah :
  • Karena AI adalah bot sistem dan kecerdasan buatan yang diciptakan, tentu AI tidak memiliki common sense, perasaan sensitif, dan kepekaan seperti manusia.
  • AI memang sangat cerdas jika dikaitkan dengan bilangan data, hitungan, perhitungan sebuah data, dan lain sebagainya. Namun kecerdasan AI masih belum bisa menggantikan otak manusia dalam melahirkan ide-ide segar dan inovasi baru.
  • Terbatasnya kecerdasan pada sebuah AI sesuai dengan apa yang manusia berikan padanya. AI tidak akan dapat belajar dengan sendirinya kecuali manusia yang menginstall program update atau tambahan informasi kepada AI tersebut.
  • Pengembangan AI juga masih dilakukan yaitu untuk mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh AI dengan program AI itu sendiri.


Daftar Perusahaan Besar Berbasis AI di Tahun 2017
Pengaplikasian AI pada beberapa perusahaan besar memang benar-benar telah dilakukan. Dan hal ini terjadi pada semua bidang, mulai dari business intelligence, produktivitas, manajemen pelanggan, SDM dan talent, penjualan dan pemasaran B2B, pemasaran konsumen,  keuangan dan operasi, perdagangan digital, data science, engineering, keamanan dan resiko, hingga industri dan manufaktur. Menurut data yang dikeluarkan oleh Bitnesia, berikut ini adalah contoh perusahaan-perusahaan yang bergerak secara B2B yang telah melakukan perubahan besar dengan mengaplikasikan kecerdasan AI dalam sektor bisnisnya. Daftar perusahaan tersebut antara lain adalah 6Sense, Albert, Aviso, BrightFunnel, Clari, Conversica, InsideSales, Lattice Engines, Mintigo, Radius, Sudo, Salesforce Einstein, Tact, dan Zensight.

Bahkan ada juga perusahaan yang melakukan terobosan besar dengan cara melakukan akuisisi terbesar pada bidang AI. Kedua perusahaan itu adalah Google dan Intel. Google dengan pengembangan Google Assistant serta Google Home nya. Intel yang mengakuisisi Nervana dengan pengembangan program NVIDIA nya. Pertarungan dari kedua raksasa penguasa teknologi ini akan terus berlanjut demi mencoba mendapatkan solusi teknologi yang terbaru.


Masa Depan Penggunaan AI pada Perusahaan
Img : Pixabay

Kesuksesan di masa depan akan dengan sangat mudah dicapai apabila Anda menginvestasikan budget dalam bisnis berbasis AI. Dengan bantuan AI, sistem otomatisasi mulai dari mengumpulkan data, menganalisis, menginterpretasikan data, hingga menarik kesimpulan dapat dilakukan dengan bantuan AI. Dengan bantuan AI, pekerjaan Anda akan semakin mudah karena AI dapat membantu pada berbagai bidang sektor bisnis.

Saat ini saja sudah banyak pekerjaan manusia yang telah diambil alih oleh mesin. Karena dari segi produktivitas, robot memang tidak memerlukan istirahat, tidak seperti manusia. Dan hal ini bisa berarti Anda dapat melakukan proses produksi selama 24 jam penuh tanpa harus memikirkan insentif lembur bagi karyawan. Jika dilihat dari aspek digital dan eknonomi, tentu memang hal ini lebih menguntungkan. Namun sepintar-pintarnya robot, manusialah yang menciptakan robot beserta kepintarannya tersebut. Jangan sampai kecerdasan manusia juga dapat direbut atau bahkan dikalahkan dengan kecerdasan robot. Jangan sampai robot juga mengambil sisi kemanusiaan dan akal sehat yang hanya dimiliki oleh manusia. Pergunakan teknologi sebaik-baiknya namun tetap lebih baik untuk juga mempertimbangan aspek-aspek dan value lain dalam pengembangan bisnis.