Thursday, August 23, 2018

Alasan Cyber Crime Banyak Menyerang Bisnis Kecil dan Bagaimana Solusinya




Sebagian besar bisnis kecil kurang memiliki kesadaran terhadap pentingnya proteksi dan keamanan data perusahaannya, sehingga sering menjadi sasaran empuk atau target utama serangan cyber crime, terutama pencurian data yang dilakukan oleh hacker. Keadaan ini semakin mengkhawatirkan dengan ditambah tidak adanya rasa kepedulian dari pemilik bisnis karena bersumber dari adanya stigma bahwa bisnis kecil tidak memiliki resiko sama besar terhadap pembajakan, peretasan maupun pencurian data dibandingkan dengan bisnis dengan skala lebih besar. Serangan cyber crime pada dasarnya tidak mengenal seberapa besar perusahaan tersebut, melainkan tracking perusahaan tersebut, misalnya saja berapa banyak kunjungan dan transaksi yang terjadi pada website. Semua resiko akan sama besar jika sebuah perusahaan skala kecil atau startup memiliki hal yang diinginkan oleh peretas demi tujuan keuntungan pribadi mereka.

Bisnis kecil sering dipandang sebelah mata tidak memiliki potensi untuk mendapat serangan cyber crime dibandingkan dengan bisnis skala besar. Masih banyak pemikiran tentang website bisnis kecil yang diserang oleh peretas bukanlah sebuah media daring yang menarik jika dibandingkan dengan website yang lebih besar lainnya dengan jumlah kunjungan traffic yang tinggi. Hal ini merupakan sebuah pandangan yang bias karena dugaan tersebut bisa saja keliru. Ketika Anda mengira atau mendengar sesuatu tidak terjadi, maka secara otomatis Anda akan berasumsi bahwa hal tersebut benar-benar tidak terjadi, padahal kenyataannya tidak. Pandangan akan hal tersebut juga berimbas pada pola pikir para pelaku bisnis kecil yang akan membuat website perusahaannya. Kebanyakan pemilik bisnis tersebut tidak akan memikirkan keamanan data sebagai aspek penting dan prioritas utama dalam membuat website. Langkah-langkah preventif  untuk melindungi semua data dan aset yang dimiliki pun hanya sebatas keamanan yang mendasar dan sangat mudah diakses oleh peretas.



Bisnis Kecil dan Karakteristiknya
Img : Stocksnap

Bisnis kecil didefinisikan sebagai sebuah perusahaan startup, rekanan atau perseorangan yang memiliki jumlah karyawan lebih sedikit dan atau memiliki pendapatan yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan perusahaan dengan skala menengah maupun atas. Bisnis yang dikategorisasikan sebagai bisnis kecil biasanya termasuk dalam kategori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki omzet kurang lebih 2,5 Milyar dan dengan aset kurang dari 500 juta Rupiah berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Bisnis kecil ini biasanya didorong dan dibantu oleh pemerintah untuk membenahi infrastruktur fisik, finansial hingga digitalisasi berupa pengadaan website dan pemasaran menggunakan media sosial.

Di beberapa negara, termasuk Indonesia, kategori bisnis kecil ini termasuk service di bidang retail dan customer goods seperti toko serba ada, grosir, toko roti, toko makanan, atau di bidang jasa (tukang kayu, bangunan atau teknisi listrik) yang dalam menjalankan bisnisnya belum terstruktur seperti perusahaan besar. Karakter lainnya adalah sistem pembukuan yang masih sederhana dan belum melibatkan sistem pembukuan yang kompleks atau standar akuntansi.

Dari segi modal, bisnis kecil masih menggunakan modal terbatas yang mengakibatkan efisiensi dan lebih berfokus pada core business mereka dibanding dengan support business seperti pemakaian website dan kepedulian terhadap sistem keamanan informasi. Modal yang terbatas dan pengalaman manajerial yang belum memadai serta sistem pembukuan yang masih belum komprehensif mengakibatkan bisnis kecil susah mendapatkan pinjaman modal daribBank untuk mengembangkan bisnisnya.


Bisnis Kecil Rentan Terkena Serangan Cyber Crime
Img : Stocksnap

Bisnis kecil sesuai dengan karakteristiknya yang telah dijabarkan sebelumnya, memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan bisnis skala menengah dan besar. Serangan cyber crime tidak memandang ukuran, traffic, maupun seberapa viral suatu website. Serangan cyber tidak memandang hal tersebut, ada banyak kemungkinan yang menjadi alasan seorang hacker profesional maupun amatir menyerang sebuah bisnis dengan skala nkecil. Berikut beberapa alasannya:

  • Serangan cyber crime terhadap bisnis kecil bukanlah media daring

    Serangan cyber terhadap bisnis kecil tidak bisa dianggap sebagai sebuah berita yang menarik atau memiliki rating tinggi dibandingkan dengan permasalahan peretasan yang dilakukan pada website atau perusahaan besar. Dikarenakan hal ini bukanlah sesuatu yang viral dan sering diberitakan. Dari sinilah muncul anggapan beberapa pihak bahwa tidak ada peretasan pada bisnis kecil. Sehingga pola pikir yang terbentuk adalah asumsi bias bahwa tidak ada bisnis kecil yang diretas. Hal ini dikarenakan hanya karena masyarakat digital tidak mendengar hal tersebut.


  • Modal terbatas pada bisnis kecil
Pembagian anggaran yang hanya berfokus pada pembiayaan core bisnis menyebabkan sebuah bisnis kecil setengah hati dalam membiayai support bisnisnya, seperti pengadaan, pengelolaan, serta pemeliharaan infrastruktur IT baik hardware dan softwarenya. Di satu sisi, dalam era digitalisasi seperti saat ini, bisnis kecil membutuhkan website sebagai akses untuk mengembangkan pasar dengan lebih luas lagi. Digitalisasi sebuah data juga harus dilakukan agar mudah untuk melakukan audit dan dapat dipertanggungjawabkan oleh perusahaan agar dapat balik modal.

  • Budaya Bring Your Own Device (BYOD)
Membawa peralatan kerja seperti laptop sendiri memang menjadi hal yang lumrah dalam bisnis skala kecil, hal ini dikarenakan terkait dengan penghematan anggaran pengadaan barang dan efisiensi. Namun, hal ini justru membawa dampak negatif terkait keamanan informasi perusahaan tersebut. Serangan cyber bisa saja terjadi tidak hanya dari pihak eksternal, namun juga dari pihak internal atau berasal dari karyawan suatu perusahaan itu sendiri. Budaya BYOD ini mengakibatkan tidak adanya kontrol atau standarisasi bagi perusahaan dalam menjaga sistem informasinya dan sangat memudahkan serangan cyber crime masuk.

  • Software yang tidak pernah diperbarui
Software kadaluarsa menjadi persoalan selanjutnya mengapa bisnis kecil sangat mudah terkena serangan cyber crime. Biaya pemeliharaan software yang tidak murah juga menjadi permasalahan mengapa bisnis kecil tidak memperbarui software-software yang dimiliki. Banyak bisnis kecil yang menganggap tidak perlu melakukan pembaruan setelah membeli sebuah domain atau pemeliharaan website. Tidak adanya edukasi dengan baik juga menjadi persoalan selanjutnya bisnis kecil yang rentan terhadap serangan cyber crime.

  • Akses kontrol yang tidak ketat
Keamanan yang hanya mengandalkan password sangat mudah diretas. Begitu pula website yang mengandalkan satu sistem keamanan saja membuat bisnis kecil tidak mampu menghadapi serangan serangan cyber crime. Akses yang tidak berlapis dan tidak bervariasi ini menyebabkan bisnis kecil sangat mudah diretas.

  • Test bagi hacker pemula
Sayangnya terkadang tidak ada tujuan khusus bagi seorang hacker untuk meretas sebuah website atau membuat suatu serangan cyber. Melalui keamanan yang tidak terlalu ketat, website bisnis kecil seringkali digunakan sebagai sebuah tes atau sebagai pengalaman perdana bagi seorang hacker pemula yang ingin menjadi hacker profesional.

  • Ketidakpedulian terhadap sistem keamanan
Dari semua faktor-faktor yang menyebabkan bisnis kecil mudah diserang oleh serangan cyber adalah tidak menempatkan keamanan informasi sebagai faktor utama dan terpenting dalam kebutuhan IT. Hal ini pada akhirnya akan memicu hal-hal yang sangat memudahkan seorang hacker untuk menyerang bisnis kecil. Jika saja bisnis kecil lebih peduli terkait sebuah isu keamanan, maka kemungkinan bisnis tersebut diretas juga akan semakin dapat diminimalisir.


Solusi Pencegahan Serangan Cyber Crime terhadap Bisnis Kecil
Img : Stocksnap

Tidak ada cara lain untuk mencegah serangan cyber crime selain meningkatkan kesadaran terhadap keamanan informasi data. Dalam menyusun sebuah kesadaran tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang pelaku bisnis kecil agar terhindar dari serangan cyber yang tenunya dapat merugikan internal perusahaan. Beberapa solusi yang dapat diterapkan diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Mengubah pola pikir bahwa keamanan Informasi merupakan hal yang tidak penting
    Sudah seharusnya layanan IT dapat menjangkau layanan sehingga mudah diakses dan fleksibel. Namun, inti permasalahannya adalah keamanan harus menjadi perhatian khusus dan prioritas bagi para pengguna layanan IT. Inti dari sebuah bisnis tentunya adalah kepercayaan, dan kepercayaan tersebut dapat diperoleh dari keamanan informasi yang disimpan dan dikelola. Apabila hal tersebut diabaikan, maka kepercayaan itu akan perlahan memudar dan kepercayaan pelanggan semakin terdegradasi oleh sesuatu yang tidak bisa diprediksi oleh para pelaku bisnis. Jangan sampai pola pikir Anda berubah setelah mendapat serangan cyber crime secara berturut-turut dan berimbas pada penjualan perusahaan.

  • Sisihkan anggaran lebih untuk keamanan informasi
    Mungkin infrastruktur IT merupakan bagian support bisnis dari perusahaan kecil. Namun di era digitalisasi seperti saat ini, meskipun IT bukan menjadi core business namun sudah seharusnya tidak dikesampingkan begitu saja agar dapat mengekspansi pasar secara lebih luas. Dengan memberikan anggaran yang dikhususkan untuk keamanan informasi, merupakan sebuah investasi yang nantinya akan menguntungkan perusahaan itu sendiri. Selain bebas dari serangan cyber, juga dapat memudahkan perusahaan di berbagai hal seperti misalnya ekspansi pasar yang lebih luas, serta memahami perilaku konsumen.
Img : Stocksnap

  • Gunakan aplikasi password untuk akses yang lebih ketat
    Penggunaan password masih menjadi pilihan utama dalam keamanan dan akses masuk administrator website. Perkuat password Anda menggunakan berbagai macam aplikasi yang tersedia, misalnya saya Password Generator yang memang dirancang untuk membuat password lebih kuat dan aman dari serangan cyber crime. Tidak perlu sibuk dan pusing merancang password yang terstandar aman, namun cukup menggunakan aplikasi password generator akan memudahkan Anda memiliki password yang sulit untuk dipecahkan oleh hacker.

  • Update semua infrastruktur hardware maupun software
    Celah keamanan sebuah sistem selalu bisa dilihat dari versi terdahulunya dan dapat mengundang serangan cyber crime lainnya berupa virus, spyware, malware, maupun hilangnya data perusahaan. Memperbarui sistem merupakan satu-satunya cara untuk terus meningkatkan kinerja dan menguatkan sistem keamanan sebuah sistem. Hal ini berdasarkan pada kenyataan bahwa tidak hanya sistem keamanan yang berkembang, namun peretasan dan perkembangan virus juga mengalami perkembangan. Maka dari itu jangan ragu untuk memperbaharui suatu sistem, karena itu sebuah kewajiban yang dapat menyelamatkan data dan informasi perusahaan Anda.

  • Lakukan backup semua data secara rutin dan berkala
    Layanan komputasi awan atau cloud computing dtelah menjadi solusi bagi perorangan maupun bisnis untuk solusi backup sebuah data. Metode konvensional yang masih menyimpan data di penyimpanan komputer, harddisk, flashdisk dan semacamnya lebih rentan hilang dan rusak. Tentunya sebagai pemilik bisnis tidak ingin berdiam diri melainkan merubah bisnis kecil menjadi lebih berkembang bukan? Dengan adanya backup, Anda dapat lebih mudah terkoneksi dengan berbagai layanan dan kemudahan. Karena Anda tidak pernah bisa memprediksi kapan serangan cyber crime dapat terjadi pada perusahaan maupun website anda, maka backup lah data-data dan informasi perusahaan sebelum hal-hal tersebut benar-benar terjadi.

  • Selalu monitor aktivitas website Anda
    Salah satu kelemahan website bisnis kecil adalah tidak adanya monitoring terhadap website tersebut. Selalu mengawasi website selama 24/7 bukanlah sesuatu yang mungkin dilakukan oleh sedikit team apalagi seorang diri. Namun selalu ada cara untuk mengawasi atau memonitor website Anda, tentunya dengan bantuan third party dengan layanan managed service yang dapat membantu memantau serangan-serangan yang tidak terduga.

  • Percayakan pada provider yang terverifikasi keamanannya
    Meski memiliki anggaran yang terbatas, pemilik bsinis skala kecil tetap dapat mengembangkan website, serta terhindar dari berbagai ancaman serangan cyber crime. Dengan mempercayakan kepada provider penyedia jasa layanan managed service untuk bisa mengontrol, mengawasi dan memberikan solusi yang terbaik bagi perusahaan dan keperluan IT perusahaan Anda, agar selalu aman dan terhindar dari serangan cyber crime. Anda tentu dapat mempercayakan keamanan informasi perusahaan kepada Wowrack sebagai layanan yang terpercaya dan terdepan dalam keamanan informasi. Kunjungi website www.wowrack.co.id untuk informasi lanjut terkait informasi produk yang sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan oleh perusahaan Anda.






Wednesday, July 18, 2018

Cloud Computing untuk Ekonomi Digital


Pada tahun 2020, Indonesia menargetkan menjadi salah satu pemain ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Hal ini bukanlah sebuah target tanpa dasar, melihat potensi Indonesia dalam menjalankan Ekonomi Digital dewasa ini. Seperti dikutip dari laman kominfo.go.id, data analisis Ernst & Young menyebutkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan sebesar 40 persen. Selain itu, terdapat sekitar 93,4 juta jumlah pengguna internet, serta 71 juta pengguna smartphone di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia telah memiliki landasan yang cukup besar dalam menghadapi ekonomi digital. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah siapkah negara Indonesia menjadi pemain terbesar dalam ekonomi digital, mengalahkan negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang telah menjelma sebagai raksasa ekonomi digital dengan infrastuktur mereka?


Berbicara mengenai infrastruktur, bisnis ekonomi digital tidak hanya mengenai transaksi jual beli antara pembeli dan penjual. Namun, lebih dari itu, banyak aspek dari ekonomi digital yang menggandeng aspek lain seperti jasa pengiriman barang, infrastruktur jalan, logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, perusahaan-perusahaan penyedia server hingga penyimpanan awan /cloud computing, sehingga memudahkan proses ekonomi digital tersebut.



Definisi Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Sebelum berbicara mengenai 2 hal yang menjadi fokus pembahasan kita pada artikel kali ini yakni ekonomi digital dan cloud computing. Mari kita melihat definisi dari dua hal tersebut. Ekonomi digital merupakan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrument informasi, kapasitas informasi, serta pemrosesan informasi. Menurut Tapscott, komponen ekonomi digital yang bisa diidentifikasi pertama kali adalah industri TIK, aktivitas e-commerce, serta distribusi digital barang dan jasa. Ekonomi digital jika disederhanakan adalah sektor ekonomi yang meliputi barang-barang dan jasa-jasa saat pengembangan, produksi, penjualan atau suplainya bergantung pada teknologi digital.


Sedangkan cloud computing atau komputasi awan adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet). Dimana terdapat beragam aplikasi maupun data, serta media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam, mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan. Salah satu keunggulan cloud computing adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing itu sendiri.



Dampak Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam perkembangannya, ekonomi digital sebagai sebuah salah satu revolusi industri, membawa dampak yang cukup signifikan bagi semua aspek industri di dunia. Dan perubahan-perubahan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :


  • Dampak luas sebagai akibat digitalisasi yang merupakan revolusi industri keempat adalah mengubah beberapa pola bekerja beberapa orang. Contohnya, untuk menjadi supir taxi, harus mendaftar di perusahan taxi tersebut. Sedangkan akibat adanya ekonomi digital ini, mereka dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dan internet dengan menjadi supir taxi online, serta lebih flexibel tanpa harus “ngantor” setiap hari.
  • Dampak selanjutnya dari ekonomi digital adalah dalam sektor perbankan atau finansial. Saat ini masyarakat lebih menyukai hal-hal praktis, termasuk dalam kebutuhan akan transaksi keuangan. Di era ekonomi digital saat ini, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya di dalam hal financial, semakin banyak inovasi Financial Technology (Fintech).
  • Ekonomi digital mendorong terciptanya suatu market digital atau e-commerce yang bertujuan untuk memberikan sebuah wadah bagi pengusaha - pengusaha kecil atau sektor UMKM yang membutuhkan wadah dalam menjual produk-produk mereka.
  • Menumbuhkan perusahaan-perusahaan baru dalam era ekonomi digital ini. Banyak startup - startup berbasis teknologi bermunculan, akibatnya, mimpi Indonesia untuk memiliki banyak pengusaha dan menciptakan lapangan kerja dapat terealisasi dengan cara menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  • Meskipun banyak efisiensi dari tenaga pekerja, namun dengan ekonomi digital, pelaku usaha tidak hanya terfokus pada prinsip ekonomi lama yang fokus pada produksi dan jual beli namun lebih bersinergi dengan hal lain seperti ilmu pengetahunan, teknologi dan kreatifitas.



Infrastruktur Ekonomi Digital di Indonesia
Img : StockSnap

Tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi digital membutuhkan berbagai infrastruktur yang banyak dibanding sistem ekonomi sebelumnya atau konvensional. Penguatan infrastruktur tersebut perlu digunakan untuk memaksimalkan potensi yang bisa dicapai oleh ekonomi digital itu sendiri. Diantara kebutuhan-kebutuhan infrastruktur tersebut, inilah beberapa infrastruktur ekonomi digital yang ada di Indonesia :


  • Pasokan listrik, menurut kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, konsumsi listrik per kapita di Indonesia masih sebesar 977,69 Kwh atau masih di bawah sebagian negara ASEAN. Pasokan listrik ini penting sebagai modal utama dalam digitalisasi. Di negara-negara yang telah maju ekonomi digitalnya memiliki konsumsi listrik yang tinggi. Akses listrik yang belum merata inilah yang menjadi persoalan dalam menghadapi ekonomi digital.
  • Akses internet, seperti dikutip dari laman tirto.id, saat ini telah ada sebanyak 432 kabupaten/kota di Indonesia yang sudah terkoneksi internet. Akan tetapi, hanya 222 kabupaten/kota yang sudah bisa menikmati jaringan 4G. Akses internet yang stabil dan merata adalah infrastruktur dasar yang harus dibangun untuk menciptakan sistem ekonomi digital yang baik.
  • Data center, kebutuhan akan penyimpanan data perusahaan baik level multinasional maupun startup, sangatlah penting untuk menunjang digitalisasi. Data center penting digunakan sebagai tempat penyimpanan data, server komputer dan jaringan internet. Didalam data center juga terdapat cloud computing atau komputasi awan yang sifatnya public dan dapat diakses oleh siapapun asalkan dengan fasilitas internet guna mengaksesnya. Belum banyak perusahaan yang menyediakan cloud computing di Indonesia meskipun angkanya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini menciptakan kondisi saat ini dimana perusahaan di Indonesia masih banyak menggunakan cloud di data center luar negeri sebesar 65%, sedangkan hanya 35% yang menggunakan cloud dalam negeri.


Manfaat Cloud Computing
Img : StockSnap

  • Server terpusat, layanan cloud computing memungkinkan penggunanya tidak perlu membangun data center sendiri. Perusahaan hanya menyewa layanan cloud dari provider pemberi layanan cloud dan dapat memanfaatkan keunggulan cloud tersebut sebagai data center perusahaan mereka.
  • Data aman, pastikan provider layanan yang dipilih aman serta telah tersertifikasi dari jaminan platform teknologi, dan juga jaminan ISO.
  • Jangkauan serta fleksibilitas yang luas. Teknologi ini menawarkan akses yang bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun serta bisa diakses oleh siapapun yang memiliki akses hanya dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan penggunaan cloud computing, membeli memori fisik tidak lagi diperlukan karena bisa disimpan virtual melalui cloud computing.
  • Investasi jangka panjang, sebagai teknologi yang baru. Cloud computing akan meminimalisir pembelian aset seperti harddisk untuk menyimpan data yang besar dari perusahaan, dengan melakukan investasi cloud computing, perusahaan dapat membuat data center yang terpusat, yang memungkinkan perusahaan tersebut berkembang lebih dari satu lokasi.



Penggunaan Cloud Computing sebagai Infrastruktur Ekonomi Digital
Img : StockSnap

Dalam kaitannya dengan pemerataan ekonomi dan untuk mendongkrak Indonesia sebagai pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN, kebutuhan akan data center sangat dibutuhkan. Namun, pembuatan data center yang mahal belum bisa dijangkau perusahaan berskala UMKM / startup. Hal ini menyebabkan perkembangan data center berupa komputasi awan / cloud computing sangat diperlukan.

Mengutip dari Worldwide Semi Annual Public Cloud Services Spending Guide yang dipublikasikan International Data Corporation (IDC), belanja dunia untuk layanan public cloud diperkirakan akan mencapai 204 miliar poundsterling pada tahun 2021. Di Indonesia sendiri sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan ekonomi digital. Berikut beberapa hal positif yang bisa membuat cloud computing sebagai infrastruktur penting dalam ekonomi digital :


  • Memperluas jaringan. Sistem cloud memungkinkan penggunanya untuk terintegrasi dengan pengguna lainnya. Hal ini memungkinkan untuk pengguna menggunakan tools analytic dalam menganalisa bisnis mereka.
  • Pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan infrastruktur cloud computing memungkinkan  pelaku bisnis memanfaatkan pola konsumsi masyarakat yang berubah menjadi digital dan menjual produknya lebih luas.
  • Real time / update. Cloud Computing menyimpan data  pengguna di internet, sehingga pengguna dalam hal ini pelaku bisnis bisa memanfaatkan penyimpanan ini untuk mengupdate produk-produknya lebih real time dan cepat.
  • Sistem keamanan data. Cloud Computing dapat menyimpan data pengguna di internet yang lebih aman karena sistem keamanannya yang terus diperbarui /real time sehingga tingkat keamanannya tinggi.
  • Backup Data. Pada penggunaan data IT konvensional, memungkinkan terserang virus atau malware yang menyebabkan data dari pelaku bisnis tersebut hilang. Dengan menggunakan cloud computing, data-data dasar bisa langsung terbackup. Selain itu hal ini bisa dimanfaatkan untuk analisis consumer behaviour yang sangat dibutuhkan dalam ekonomi digital.






Thursday, February 15, 2018

Digital Era Saatnya Memanfaatkan Media Sosial


Hidup di era digital berarti harus siap untuk mengikuti segala perkembangan trend serta update yang terjadi di dunia online. Perubahan dan perkembangan ini terjadi sangat cepat, bahkan bisa terjadi tanpa kita sendiri menyadari telah terjadi perubahan tersebut. Salah satu contohnya adalah saat ini masyarakat lebih menyukai dan terbiasa mengirim pesan melalui aplikasi messenger daripada mengirim pesan menggunakan layanan SMS pada handphone. Perubahan trend ini berjalan begitu alami sehingga bahkan masyarakat tidak akan begitu terpengaruh dengan perubahan trend tersebut. Tanpa sadar masyarakat telah mengikuti perkembangan tersebut seiring dengan berjalannya waktu. Salah satu trend yang paling menonjol adalah penggunaan media sosial.


Tidak bisa dipungkiri, pasar terbesar pengguna media sosial adalah para anak-anak muda. Generasi millennial pada umumnya, merupakan pengguna terbesar dan paling aktif media sosial. Dari merekalah sebuah trend terbentuk dan tercipta. Ya, tercipta. Karena tidak jarang para generasi muda inilah yang membuat dan menciptakan content yang lambat laun dapat menuntun pada sebuah perubahan trend yang terjadi di masyarakat. Salah satu contohnya adalah budaya selfie dan wefie / berswafoto. Tentu pada era sebelumnya, tidak banyak orang yang melakukan selfie, sehingga teknologi pun juga belum berkembang pesat seperti saat ini. Dulu handphone juga telah dilengkapi dengan kamera, namun hanya kamera belakang. Namun dengan semakin maraknya trend selfie dan wefie, maka produsen handphone berlomba-lomba menciptakan pembaruan teknologi dalam handphone dengan cara menambahkan fitur kamera depan, bahkan dengan megapixel yang cukup mumpuni. Hal ini juga dibarengi dengan semakin maraknya tercipta aplikasi beautify untuk kamera depan, dengan tambahan frame, emoticon, dan sticker yang lucu-lucu untuk menunjang kebutuhan selfie dan wefie yang lebih luas lagi. Perubahan trend ini tentu tercipta karena kebiasaaan yang tercipta dari masyarakat itu sendiri. Dengan kata lain, teknologi dapat mengikuti dan menyesuaikan dengan keinginan manusia, namun manusia juga membutuhkan update teknologi untuk menunjang segala aktifitasnya. Jadi bisa dibilang hubungan ini saling berkaitan dan menunjang antara satu dengan yang lainnya.
Salah satu trend yang sangat nge-hype, bahkan berlangsung hingga saat ini adalah penggunaan segala jenis media sosial. Walaupun generasi muda masih mendominasi penggunaan media sosial ini, namun sebenarnya media sosial juga dapat dilirik sebagai sebuah peluang bisnis dan bahkan peluang strategi marketing yang cukup menjanjikan bagi para pelaku bisnis. Bagaimana media sosial ini mampu menjadi satu dari banyak faktor penunjang dalam digital era dan khususnya dalam industri bisnis?


Definisi Media Sosial
Img : Pixabay
Saat ini siapa yang tidak menggunakan social media? Atau belum pernah menginstall aplikasi media sosial apapun di smartphonenya? Tentu hal ini akan sangat jarang terjadi. Ditambah lagi dengan dukungan smartphone yang semakin canggih, semua aplikasi media sosial dapat dengan mudah diinstall di handphone. Generasi milenials adalah salah satu generasi yang memberikan sumbangan terbesar dalam penggunaan aplikasi media sosial. Generasi muda ini sangat update terhadap segala jenis informasi dan perkembangan di dunia online, sehingga tidak mungkin sebuah berita atau foto dan video akan dengan sangat mudah menjadi viral dan tersebar di penjuru masyarakat. Ya, efek dari media sosial ini memang lebih cepat dan lebih luas daripada berita dan informasi yang diinformasikan melalui televisi maupun surat kabar manapun. Bagaimana, menakjubkan bukan?

Jadi apa definisi media sosial itu sendiri? Media sosial atau dalam Bahasa Inggris disebut sebagai social media, adalah sebuah platform yang memungkinkan orang-orang untuk melakukan interaksi secara online di dunia maya melalui jaringan internet. Interaksi yang dilakukan bermacam-macam, mulai dari saling berkomunikasi melalui teks, suara, maupun video. Kemudian media sosial untuk dimanfaatkan sebagai platform untuk kebutuhan sharing, serta networking. Memang pada prinsipnya, media sosial digunakan untuk membangun sebuah jejaring sosial. Jejaring yang akan menghubungkan orang satu dengan yang lainnya, dengan berbagai komunitas, grup, organisasi, dan cakupan yang lebih luas lagi.
Perkembangan trend dengan cepat dapat menyebar melalui media sosial. Ya, media sosial memang merupakan sarana yang tepat untuk berinteraksi, berkomunikasi, bahkan marketing bisnis dan advertising. Saat ini siapa yang tidak menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari? Siapa yang tidak menginstall satu saja aplikasi didalam smartphonenya? Sepertinya mungkin memang hampir tidak ada, atau jarang sekali orang yang tidak menggunakan media sosial. Hampir semua orang memiliki satu atau lebih dari dua aplikasi di smartphonenya, termasuk aplikasi messenger atau aplikasi untuk komunikasi lainnya.

Img : Pixabay

Menurut beberapa tokoh, media sosial memiliki beberapa pengertian. Definisi media sosial menurut para ahli antara lain adalah sebagai berikut :
  • Mark Hopkins pada tahun 2008 mengemukakan bahwa media sosial adalah berbagai macam platform media yang memiliki komponen sosial yang berfungsi sebagai media komunikasi yang bersifat publik
  • B.K. Lewis pada tahun 2010 berpendapat bahwa media sosial sebuah label bagi sebuah terobosan di dunia digital. Media sosial memungkinkan orang untuk saling berhubungan, berinteraksi, serta berbagi content
  • Dave Kerpen pada tahun 2011 memberikan pandangannya bahwa media sosial adalah gabungan dari berbagai jenis content seperti teks, gambar, dan video yang secara online dibagikan diantara banyak orang dan organisasi


Macam-Macam Social Media
Img : Pixabay
Sosial media memiliki berbagai macam tujuan dan fungsi, sehingga jenis dan fiturnya pun berbeda-beda. Ada beberapa jenis media sosial, tergantung dari fungsi media sosial tersebut. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis klasifikasi media sosial berdasarkan fungsinya :
  • Relationship network, banyak sekali contoh dari jenis media sosial ini. Misalnya saja Facebook, Instagram, Path, Twitter, LinkedIn, dan media sosial serupa. Salah satu ciri dari media sosial ini adalah bahwa penggunaannya sebagian besar bersifat gratis. Melalui platform media sosial ini, orang dapat bertukar informasi tentang foto, biodata umum, pemikiran, saling berkirim private messages, dan lain sebagainya.
  • Media sharing network, lebih mengutamakan jenis media yang ingin dibagi. Jadi misalnya teks bisa ke Twitter, sedangkan foto lebih ke Instagram, dan video bisa melalui YouTube. Semua platform harus dimanfaatkan dengan keunggulan dan fokus masing-masing. Sehingga content yang Anda upload mendapatkan respon dari orang yang tepat.
  • Online reviews, digunakan orang untuk menemukan rekomendasi terhadap suatu hal. Misalnya saja tentang pencarian buku, film, hotel, restoran, dan lain sebagainya. Penilaian dari orang lain (review) sangat membantu untuk menentukan pengambilan keputusan bagi orang lain.
  • Forum diskusi, banyak sekali platform diskusi yang saat ini viral. Seperti misalnya saja Kaskus. Melalui Kaskus, orang akan dengan santa mudah bertukar informasi dan diskusi terhadap topik-topik tertentu.
  • Social publishing platform, misalnya saja platform blogging seperti Blogger, Wordpress, Tumblr, dan lain sebagainya. Pada dasarnya Twitter juga masuk kedalam jenis ini karena Twitter juga disebut sebagai microblog.
  • Bookmarking sites, dibutuhkan untuk orang dengan kebutuhan arsip atau mengumpulkan berbagai macam hal kedalam sub-sub judul tertentu. Ada beberapa contoh platform yang bisa digunakan yaitu Pinterest dan Flipboard. Kedua platform ini memungkinkan orang untuk mengelompokkan hal-hal kedalam topik-topik yang serupa.
  • Interest-based network, untuk kebutuhan komunitas dengan minat yang sama, Facebook Page memang masih menjadi salah satu solusi. Namun selain itu, masih ada LinkedIn Groups dan komunitas Google+.
  • E-commerce, telah banyak paltform jual beli online di website yang semakin menjamur. Banyak sekali contohnya misalnya Tokopedia, SaleStock, Shopee, Bukalapak, dan lain sebagainya.
Tujuan Media Sosial
Img : Pixabay
Memiliki dan memanfaatkan media sosial memang dapat membantu berbagai macam kebutuhan di era digital ini. Bagaimana tidak jika hampir semua informasi hingga kebutuhan infotainment dapat ditemukan melalui akses media sosial. Di era digital ini, media sosial seperti tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan hingga menyebabkan ketergantungan. Bagaimana tidak jika semua informasi yang diperlukan sudah tersedia secara viral dan real time melalui berbagai macam platform media sosial.


Namun apakah Anda mengetahui tujuan sebenarnya dari kemunculan berbagai macam media sosial ini? Media sosial memiliki beberapa macam tujuan, yaitu diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Media informasi. Merupakan hal yang umum bahwa media sosial merupakan sebuah media yang tepat untuk memviralkan informasi secara cepat dengan jangkauan yang cukup luas.
  • Media komunikasi. Media sosial memiliki tujuan utama sebagai sarana komunikasi, namun platform yang digunakan bisa berbeda-beda. Namun pada dasarnya prinsip komunikasi tidak boleh hilang dari fitur sebuah media sosial.
  • Media eksistensi diri. Beberapa media sosial juga bisa digunakan sebagai sebuah ajang pembuktian diri, atau eksistensi. Bentuk dan jenisnya sendiri pun bermacam-macam, bisa tentang beauty, makeup, dan kecantikan, traveling, fashion, dan lain sebagainya.
  • Media belajar dan pengetahuan. Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar dan memperoleh pengetahuan. Memang cakupan dari media sosial ini cukup luas, tidak hanya terbatas pada entertaintmen namun juga berbagai informasi dan pengetahuan.
  • Media jejaring sosial dan networking. Media sosial memang digunakan sebagai tempat untuk memperluas pertemanan serta networking karena jangkauannya yang cukup luas.
  • Komunitas. Media sosial juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk membangun komunitas. Misalnya saja melalui Facebook Page yang dapat digunakan untuk membuat komunitas dengan minat dan hobi yang sama.
  • Advertising. Media sosial dapat dimanfaatkan untuk mengupload iklan produk-produk tertentu.
  • Promosi dan marketing. Sebagai sebuah media promosi, media sosial dapat dimanfaatkan untuk melakukan strategy amrketing atas pengenalan produk baru, diskon dan promo yang sedang dilakukan, dan lain sebagainya.
  • Backup file-file tertentu. Secara tidak langsung, file-file yang diupload akan terbackup dalam cloud system media sosial tersebut.


Dampak Social Media
Img : Pixabay
Bermain social media memang bisa menghabiskan waktu berjam-jam, membuat lupa waktu dan kadang pekerjaan lain bisa terbengkalai. Mengapa bisa demikian? Apakah social media benar-benar menarik sehingga dapat membuat netizen menjadi lupa waktu? Sebenarnya jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini sangat bervariasi dan tergantung dari masing-masing individu tersebut.


Jadi penggunaan media sosial memang tergantung seberapa besar orang tersebut membutuhkannya. Tentunya kebutuhan orang yang memiliki online shop akan berbeda dengan kebutuhan seorang influencer di bidang fashion. Kebutuhan ini juga tentu akan sangat berbeda bagi kebutuhan seorang individu biasa yang tidak menjalankan online shop. Pemilik online shop tentu harus lebih sibuk dan ready untuk terus memantau perkembangan media sosial, untuk menjawab pertanyaan konsumen serta mengupload foto produk-produk baru. Kebutuhan seorang individu biasa akan media sosial tentu akan sangat berbeda dengan kebutuhan pemilik online shop yang harus terus memantau perkembangan media sosial yang digunakannya.


Namun apa dampak yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan terlalu lama ‘bermain’ social media? Tentu ada banyak dampak yang ditimbulkan, dan dampak ini bisa berimbas pada kehidupan sehari-hari. Misalnya kita jadi lebih sering sibuk mengurus smartphone daripada berinteraksi secara langsung dengan orang lain. Semakin lama hal ini terjadi, bisa jadi nantinya orang tersebut akan kesulitan untuk berbaur dan bersosialisasi dengan orang lain karena tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukan.

Cukup berbahaya juga bukan? Maka sebaiknya kita menggunakan media sosial secara wajar dan tidak berlebihan. Bagaimanapun yang terpenting adalah interaksi dan komunikasi yang terjadi secara langsung dengan orang lain.