Thursday, June 22, 2017

Website Mobile Friendly vs Mobile Apps, Mana yang Lebih Baik?


Di era digitalisasi ini, kemajuan perkembangan teknologi dan informasi telah berkembang semakin pesat. Teknologi akan selalu mengalami perubahan, peningkatan serta pembaruan. Hal ini terjadi karena pergeseran kebutuhan serta trend yang tengah terjadi pada masyarakat era digital. Tuntutan terhadap kebutuhan internet di era digitalisasi ini menjadi semakin mutlak diperlukan untuk setiap bidang kebutuhan pribadi dan bisnis. Di era digital, hampir semua kebutuhan menggunakan kemudahan yang ditawarkan secara online. Hal-hal yang biasanya dilakukan secara offline, dapat dirubah kedalam bentuk online.

Disisi lain, perpindahan trend ke era digitalisasi ini dirasa lebih bermanfaat juga karena lebih ramah lingkungan, misalnya saja dapat menghemat penggunaan kertas untuk semua keperluan. Contohnya adalah semakin banyaknya aplikasi booking pesawat dan hotel yang telah menerbitkan voucher tiket dalam bentuk digital, sehingga ketika check-in, konsumen tinggal menunjukkan kode barcode yang tertera pada handphone tanpa perlu mencetak / print tiket pada kertas. Saat ini juga telah banyak perusahaan-perusahaan yang menerapkan kebijakan penggunaan paperless atau tanpa penggunaan kertas. Caranya adalah dengan menggunakan aplikasi-aplikasi untuk pengajuan libur, cuti, absensi, untuk kebutuhan presentasi, maupun notulen rapat dan presentasi yang telah banyak menggunakan media pencatatan dan penyimpanan secara digital daripada kertas. Media penyimpanan online yang biasanya digunakan adalah Dropbox, Google Drive, Microsoft OneDrive, dan lain sebagainya. Kemudahan online ini telah menjadi favorit masyarakat luas karena lebih ramah lingkungan.

Hal ini juga berlaku pada website. Semakin banyak orang yang menggunakan smartphone untuk keperluan sehari-harinya seperti untuk komunikasi, entertainment, social media, bahkan untuk pekerjaan. Orang akan lebih jarang membawa laptop ketika bepergian. Maka dari itu semua hal yang berkaitan, mendukung, serta dibutuhkan pada penggunaan pada mobile harus segera disesuaikan.

Pengertian Website Mobile Friendly
Img : Pixabay

Website yang mobile friendly disebut juga dengan responsive website, yaitu website yang dapat menyesuaikan tampilan layoutnya mengikuti ukuran viewport masing-masing device yang digunakan. Responsive website mendukung untuk meminimalkan pengguna dalam melakukan resizing, scrolling, serta panning website pada browser masing-masing devicenya. Saat ini pengguna internet lebih banyak menghabiskan waktu dan dengan mengakses website melalui handphone. Hal ini dikarenakan kepraktisan yang ditawarkan oleh smartphone karena dapat diakses dengan mudah kapanpun dan dimanapun asalkan terhubung dengan jaringan internet.

Unsur-Unsur Website
Website memiliki beberapa kriteria penting sebagai unsur-unsur penunjangnya. Beberapa unsur yang diperlukan untuk membangun sebuah website adalah sebagai berikut :
  • Nama domain. Nama domain atau Url bisa dianggap sebagai identitas website itu sendiri. Nama domain hanya ada satu di dunia dan tidak ada nama domain yang sama persis satu dengan lainnya. Nama domain digunakan untuk menemukan alamat sebuah situs. Nama domain diawali dengan www kemudian diikuti nama domain yang dipilih dan diakhiri dengan .com . co.id .net .org .net .info .gov dan lain sebagainya.
  • Web hosting. Web hosting adalah sebuah tempat penyimpanan data-data website yang dimiliki. Dengan kata lain hosting adalah rumah atau ruangan yang digunakan untuk menyimpan data-data seperti media, teks, gambar, dan video pada sebuah website.
  • Bahasa pemrograman. Biasa disebut sebagai script program, yaitu bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan perintah-perintah yang ada pada website ketika sedang diakses. Ketika sedang diakses, maka bahasa pemrograman secara otomatis akan merubah kedalam bentuk-bentuk perintah pemrograman komputer. Jenis-jenis bahasa pemrograman yang biasanya digunakan adalah HTML, ASP, PHP, Java Scripts, dan lain sebagainya.
  • Desain website. Keindahan website berkaitan erat dengan tingkat ketertarikan pengunjung untuk datang dan mengakses website tersebut. Website yang terlihat minimalis namun informatif dan atraktif akan lebih banyak mendatangkan pengunjung daripada website yang rumit dan kurang diperhatikan penataan gambar dan teksnya. Selain itu posisi gambar dan pemilihan kombinasi warna tema website yang sedemikian rupa juga menentukan jumlah kunjungan ke website tersebut.

Kriteria Website yang Mobile Friendly
Img : Pixabay

Website mobile friendly memiliki tampilan desain yang lebih simpel sehingga dapat dengan  nyaman diakses menggunakan perangkat telepon seluler. Tampilan desain ini mencakup teks, gambar, serta video, link, dan semua informasi lainnya yang terdapat pada website.

Beberapa kriteria website yang tergolong mobile friendly adalah sebagai berikut :
  • Ukuran font teks yang lebih besar agar memudahkan membaca melalui telepon seluler
Kadangkala ketika mengakses sebuah halaman website yang belum mobile friendly, maka tampilan website tersebut akan sama persis seperti tampilan pada desktop. Akibatnya, semua informasi pada website tersebut harus fit-in pada layar handphone yang kecil. Biasanya user harus terlebih dulu zoom in pada layar handphone agar tulisan mudah terbaca. Selain itu, layar tidak akan bisa ditampilkan secara menyeluruh melainkan sebagian kiri atau kanan tampilan website. Namun jika tampilan website yang mobile friendly, semua ukuran font dan posisi gambar sudah disesuaikan sehingga user tinggal scroll ke bagian bawah untuk membaca keseluruhan informasi yang ada pada suatu website.
  • Beberapa icon button dan elemen halaman yang familier serta mudah dalam pengoperasiannya
Pada tampilan seluler, biasanya tombol-tombol navigasi yang ada pada tampilan website pada desktop akan mengalami perubahan. Sehingga tidak akan terletak persis sama seperti tampilan desktop. Maka dari itu harus dipastikan tentang lokasi button icon tersebut agar user tidak bingung dengan tampilan seluler yang lebih minimalis.
  • Link untuk mendownload yang lebih mudah dan simple
Pada tampilan desktop, mungkin terdapat pilihan “buka pada tab baru atau halaman baru”, namun hal ini berbeda pada seluler. Karena tidak terdapat pilihan tersebut. Sehingga sebisa mungkin perintah-perintah untuk link download juga bisa diatur sedemikian rupa agar user dapat langsung ter-direct ke link download tersebut.  

Kelebihan dan Kekurangan Website Mobile Friendly
Img : Pixabay

Kelebihan responsive website adalah sebagai berikut :
  • Dapat diakses melalui berbagai media device dengan resolusi layar yang bervariasi
  • Mudah dalam pengoperasian
  • Maintenance lebih mudah
  • Banyak disukai oleh para pengguna internet
Kekurangan website yang mobile friendly adalah :
  • Biasanya memerlukan waktu loading yang sedikit lebih lama daripada membuka browser pada desktop
  • Sedikit sulit dalam pengaturan iklan dalam website, karena tampilan untuk seluler yang lebih minimalis
  • Memerlukan biaya yang sedikit lebih besar jika ingin melakukan pengembangan website

Perbedaan Website Mobile Friendly dengan Mobile App
Mobile App adalah aplikasi-aplikasi maupun program dan terinstall didalam perangkat telepon seluler. Biasanya apps ini ada yang sudah terinstall secara otomatis oleh program dan perusahaan penyedia handphone tersebut, namun juga ada yang harus didownload pengguna dari aplikasi store terlebih dulu kemudian diinstall.

Website yang mobile friendly adalah tampilan browser pada telepon seluler, sedangkan mobile app adalah bentuk aplikasi dari situs yang tengah diakses tersebut. Jadi misalnya Anda membuka situs dropbox melalui web browser handphone, situs ini telah responsive dan mobile friendly sehingga pengoperasiannya pun mudah walaupun dari browser handphone. Namun Anda juga memiliki pilihan untuk mendownload dan install aplikasi Dropbox melalui Play Store baru kemudian melakukan akses ke Dropbox dari aplikasi tersebut.

Sebenarnya akses dari mobile browser dan mobile app sama saja dari sisi keamanannya, perbedaannya adalah dari sisi login akun. Jika akses dari browser, mungkin Anda harus rajin login dan logout setelah selesai mengaksesnya. Namun jika mengakses dari apps, maka Anda hanya perlu login sebanyak satu kali di awal dan kemudian bebas jika ingin menutup dan membuka kembali aplikasi. Banyak orang yang lebih menyukai mobile app jika dibandingkan dengan website yang mobile friendly. Terutama jika orang tersebut cenderung memiliki intensitas kebutuhan yang lumayan sering terhadap apps tersebut. Penggunaan website yang mobile friendly biasanya digunakan untuk hal-hal yang sifatnya sementara, seperti mencari informasi dan update berita.

Kelebihan dan Kekurangan Website Mobile Friendly vs Mobile App
Img : Pixabay

Memilih akses dari web browser device yang mobile friendly maupun memilih menggunakan aplikasi yang terinstall didalam device adalah pilihan bagi masing-masing individu. Semua tergantung kenyamanan dan kepraktisan yang dibutuhkan. Namun dari segi keamaan, kedua hal ini sama-sama aman. Asalkan bila web browser selalu dilengkapi dengan SSL yang terenkripsi.

Web mobile ini tidak membutuhkan banyak biaya dalam pengembangannya, tentu berbeda dengan mobile apps yang memerlukan banyak biaya untuk pengembangannya. Web mobile dapat berjalan dengan baik pada semua platform browser yang ada pada device tanpa perlu mencari aplikasi di apps store dan mendownloadnya. Namun mobile web lebih rentan jika terkena downtime dan serangan virus melalui pop up iklan-iklan yang muncul. Jika menggunakan mobile app, maka resiko downtime dan serangan virus cenderung lebih minim.


Namun web browser tentu tidak akan memiliki kelebihan-kelebihan fitur yang dimiliki oleh mobile apps. Mobile apps memiliki otomatisasi fitur yang terletak pada tombol-tombol pengoperasiannya tanpa harus menunggu loading yang lama seperti pada web browser device. Serta ditambah dengan sistem aplikasi yang dapat langsung terintegrasi dengan program-program perangkat device yang diperlukan seperti camera, gallery, lokasi, dan lain sebagainya.






Thursday, June 15, 2017

Bagaimana Memilih Layanan Web Hosting yang Tepat



Dalam perkembangan dunia digital ini kebutuhan penggunaan internet merupakan hal yang paling utama. Internet dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan personal dan bisnis. Namun internet hanya salah satu faktor pendukung infrastruktur berjalannya sebuah aktifitas. Masih banyak hal lain yang dibutuhkan seperti website, media penyimpanan dan backup data yang aman berbasis cloud computing, teknisi maupun perusahaan penyedia hosting, dan lain sebagainya. Semua bagian ini tergabung menjadi satu kesatuan yang mendukung berjalannya suatu website untuk berbagai keperluan. Fungsi website sendiri bermacam-macam, dapat digunakan untuk blog personal maupun untuk company business dan e-commerce.

Sebuah website tentu memiliki nama domain serta membutuhkan hosting. Saat ini telah banyak perusahaan penyedia layanan hosting. Namun harus berhati-hati dalam memilih, karena lebih baik memilih perusahaan penyedian layanan yang benar-benar terpercaya dan memiliki track record yang bagus daripada memilih yang murah namun ternyata tidak terpercaya dan berbahaya. Hal ini harus dihindari karena dapat menimbulkan efek yang berkelanjutan di kemudian hari. Yaitu seperti misalnya server down, website yang rentan terkena hack, dan lain sebagainya.

Pengertian Domain dan Fungsinya
Definisi domain adalah nama dari sebuah alamat website. Nama domain ini biasanya dibuat dengan nama yang unik dan hanya terdapat satu nama domain untuk seluruh website di dunia ini. Jadi tidak ada kasus website yang memiliki nama domain yang 100% sama dengan nama domain website yang lainnya. Nama domain yang Anda miliki adalah sepenuhnya milik dan hak Anda sendiri. Jadi bisa dibilang nama domain ini adalah identitas Anda di internet.

Domain diawali dengan www yaitu merupakan singkatan dari world wide web. Kemdian domain ada yang memiliki akhiran com, co.id, org, net, info, dan lain sebagainya. Sehingga yang disebut domain secara keseluruhan adalah www.nama domain yang dipilih.com atau org, dan sebagainya.

Fungsi domain adalah sebagai identitas atau salah satu cara untuk mencari situs Anda di internet. Domain yang unik dan mudah diingat akan memudahkan pengguna internet lainnya untuk mencari website Anda.

Jenis-Jenis Domain
Img : Pixabay

Jenis-jenis domain bermacam-macam tergantung dari fungsi dan tujuan website itu dibuat. Untuk keperluan blog biasanya menggunakan .com atau .co.id. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis-jenis domain menurut fungsinya :

  • .com untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
  • .net untuk kebutuhan internet
  • .org untuk kebutuhan organisasi
  • .edu untuk kebutuhan pendidikan
  • .tv untuk kebutuhan pertelevisian
  • .info untuk kebutuhan informasi
  • .co.id untuk situs website personal maupun komersial dalam negeri
  • .ac.id untuk kebutuhan lingkungan akademik maupun perguruan tinggi
  • .web.id untuk kebutuhan organisasi maupun badan usaha di bidang teknologi
  • .net.id ditujukan untuk organisasi yang telah memiliki izin penyelenggara jasa komunikasi
  • .go.id yaitu khusus untuk kebutuhan instansi pemerintah

Pengertian Hosting dan Fungsinya
Berikut ini akan dijelaskan mengenai pengertian hosting dan contohnya. Jadi yang dimaksud hosting adalah sebuah ruang atau media penyimpanan didalam internet yang digunakan untuk penyimpanan data-data yang diperlukan oleh website. Namun hosting bwrbeda dengan cloud. Jika cloud adalah media penyimpanan data-data, maka hosting adalah tempat khusus untuk menyimpan data-data website dalam jaringan internet. Hosting adalah ruang untuk menyimpan data, media, musik, bahkan video pada suatu website. Hosting diperlukan baik untuk situs pribadi seperti blog, hingga situs perusahaan, situs akademik, situs bisnis dan e-commerce, dan lain sebagainya.

Fungsi hosting adalah sebagai media penyimpanan data-data pada website. Hosting ini terdapat dua pilihan, yaitu hosting gratis dan hosting berbayar. Sama dengan domain, ada yang berbayar maupun ada yang gratis. Free hosting atau hosting yang gratis tentu memiliki beberapa keterbatasan jika dibandingkan dengan hosting yang berbayar. Misalnya saja terbatasnya ruang penyimpanan. Selain itu, hosting yang berbayar menawarkan keunggulan yang lebih seperti tersedianya fitur-fitur FTP, fitur webmail, fitur mysql, fitur bebas iklan, dan lain sebagainya. Namun jika menggunakan hosting yang gratis tentu harus bersabar dengan space yang kecil, fitur yang tidak lengkap, akses yang lambat, serta gangguan banyaknya iklan-iklan yang muncul.

Fitur-Fitur Dasar Web Hosting
Img : Pixabay

Apabila merencanakan untuk membangun website, dan tentunya website memerlukan hosting, maka Anda perlu merencanakan rencana penyusunan web hosting. Apa saja rencana-rencana yang perlu dilakukan?

  • Bandwidth
Bandwidth adalah jumlah data yang dapat ditransfer sebuah website dalam jangka waktu tertentu. Bandwidth sangat berkaitan erat dengan kecepatan website itu sendiri. Semakin banyak bandwidth, berarti semakin cepat situs tersebut dapat terbuka dan beroperasi.

  • Uptime
Uptime adalah perhitungan waktu dimana server tetap melakukan hosting secara aktif dan berjalan normal.

  • Layanan Pemograman
Layanan pemrograman memungkinkan pengguna website untuk membuat halaman website dengan bahasa pemrograman seperti misalnya HTML, PHP, ASP, dan database.

  • Ruang Penyimpanan
Ruang penyimpanan adalah jumlah ruang penyimpanan yang disediakan oleh penyedia layanan web hosting. Ruang penyimpanan diperlukan untuk menyimpan data-data website yang terdiri dari teks, gambar, audio, video, dan lain sebagainya. Ukuran ruang penyimpanan ini ditetapkan melalui pengukuran megabyte.

  • Customer Service
Customer service sangat diperlukan untuk dukungan pelanggan. Bentuk layanan ini biasanya berupa chat, telepon, email, dan lain-lain. Customer service sangat bermanfaat untuk pendukung dan menyediakan solusi apabila terjadi masalah teknis atau masalah lain yang terkait dengan website.

Jenis-Jenis Hosting Menurut Fungsinya
Img : Pixabay

Hosting atau web hosting harus selalu terhubung dengan internet sebagai media server untuk menyimpan data-data dan  media website tersebut. Hosting terbagi kedalam beberapa layanan penting diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Free Hosting
Free hosting adalah jenis layanan gratis dan tidak berbayar. Namun free hosting memiliki beberapa kekurangan diantaranya adalah terbatasnya jumlah media penyimpanan serta menggunakan aplikasi-aplikasi instan / bawaan yang telah disediakan website secara umum. Free hosting memiliki batasan dan limit-limit tertentu dalam pengoperasian dan termasuk jasa menampilkan iklan. Free hosting ini cocok digunakan oleh para pemula yang baru mempelajari, membuat, dan menggunakan website.

  • Shared Hosting
Shared hosting sangat cocok digunakan sebagai pilihan dengan anggaran budget yang terbatas. Shared hosting memungkinkan beberapa user untuk menggunakan satu server yang sama. Shared hosting bisa mencapai hingga ribuan user. Selain itu, tidak ada ketentuan atau batasan seorang user hanya boleh memiliki satu website. Jadi bisa dibayangkan bukan bagaimana kacau dan penuhnya pengaturan hosting-hosting tersebut terhadap satu server. Problem yang lain adalah apabila satu website telah mengambil banyak memory karena banyaknya jumlah kunjungan, maka hal ini juga berdampak pada website lain yang akhirnya hanya memiliki sedikit memory.

  • VPS Hosting
VPS atau Virtual Private Server adalah jenis hosting yang sangat stabil. Maka dari itu VPS sangat diminati banyak user. VPS hampir sama dengan shared hsoting namun memiliki perbedaan yang jelas tentang pembagian memory bagi masing-masing user. VPS memiliki batasan yaitu hanya 10-20 user yang harus memiliki kapasitas memory yang sama besar. VPS juga memungkinkan user melakukan perubahan naun tidak akan berdampak pada user dan website lainnya.

  • Cloud Hosting
Cloud hosting sangat mirip dengan VPS hosting. Namun jika user ingin memperluas websitenya, maka sistem cloud hosting lebih baik. Cloud hosting dapat memberikan perlindungan terhadap serangan virus yang bertujuan merusak server melalui serangan virus yang menyerang secara bersamaan.

  • Dedicated Hosting
Dedicated hosting mengusung ide eksklusifitas, yakni hosting yang digunakan sama sekali tidak tergabung dengan user yang lainnya. Kelebihannya, user dapat melakukan perancangan sendiri melalui komputernya, dapat menentukan jumlah serta jenis memory yang digunakan, serta Operating System (OS) yang akan digunakan beserta elemen-elemen pendukungnya. Namun Dedicated Hosting memiliki kekurangan seperti user harus benar-benar mengerti tentang komputer dan teknologi server. Sehingga harus bisa menyelesaikan masalah apabila timbul kesalahan atau kerusakan misalnya RAM error. Selain itu user harus mampu untuk menginstall OS sendiri, tahu bagaimana menjalankan web server, mengaktifkan dan mengoperasikan sistem security, dan lain sebagainya.

  • Reseller Hosting
Reseller hosting dapat dikatakan sebagai makelar hosting. Jadi pada dasarnya, reseller hosting bukan penyedia layanan hosting, namun pihak ketiga sebagai media perantara untuk menjual layanan hosting dari penyedia kepada calon user / konsumen pemakai layanan hosting tersebut. Reseller hosting biasanya diberikan otoritas untuk menjual kembali dengan melabeli dengan nama yang baru, serta membuat paket-paket layanan hosting yang ditawarkan. Reseller hosting sangat cocok dimanfaatkan oleh pemula yang ingin menggeluti bisnis hosting namun masih memiliki keterbatasan sumber daya dan budget.
Memilih Penyedia Layanan Hosting yang Tepat
Img : Pixabay

Memilih penyedia layanan hosting adalah hal yang cukup rumit dan berat. Karena saat ini telah banyak perusahaan penyedia layanan hosting yang bagus dan memiliki track record yang baik. Apalagi jika seseorang tidak memiliki orang atau teman yang bisa memberinya saran untuk memilih layanan hosting yang mana. Maka dari itu, perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

Memilih perusahaan penyedia layanan hosting dimana :
  • Memiliki waktu downtime yang relatif rendah atau hampir tidak pernah
Memiliki website yang terus menerus dikomplain oleh konsumen karena terus mengalami offline adalah sebuah mimpi buruk. Karena dapat merusak citra, brand, dan kepercayaan yang dibangun. Maka dari itu lebih baik memilih perusahaan penyedia layanan  hosting yang benar-benar mampu memberikan layanan uptime yang stabil.
  • Memiliki dukungan customer service secara penuh selama 24 jam seminggu
Menunggu adalah hal yang membosankan dan tentu sangat menjengkelkan. Apalagi apabila ini berhubungan dengan waktu menunggu perbaikan website yang sedang mengalami masalah atau error. Layanan customer service yang selalu ready dan siap siaga melayani keluhan yang terjadi adalah salah satu bukti bahwa perusahaan tersebut cukup kompeten dan bertanggung jawab.
  • Jujur dan transparan
Sebuah perusahaan sebaiknya bersikap terbuka dengan konsumennya. Tidak ada yang perlu harus disembunyikan baik tentang layanan atau fiturnya maupun tentang biayanya. Karena konsumen sangat tidak mengapresiasi perusahaan yang hanya memberikan janji-janji palsu dan kebohongan kepada konsumen yang terlanjur percaya.

Jangan memilih perusahaan penyedia layanan hosting dimana :
  • Memiliki service layanan yang terbatas
Customer suervice yang tidak mendukung selama 24 jam selama 7 hari adalah salah satu nilai kurang bagi perusahaan penyedian layanan server dan hosting. Karena siapa lagi yang bisa membantu konsumen jika mengalami error atau masalah?
  • Website menjadi sering mengalami offline
Tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali dan dengan interfal waktu yang perbaikan yang cukup lama, misalnya 2 jam. Padahal idealnya sebuah website yang offline harus segera diperbaiki dan kembali online dengan waktu maksimal 20 menit.
  • User tidak dapat bekerja sama secara mudah dan nyaman dengan perusahaan tersebut
Bisa saja karena perusahaan tersebut sebenarnya tidak memiliki layanan-layanan yang dipromokan, melainkan hanya melakukan kerjasama dengan perusahaan lain. Sehingga konsumen hanya akan terombang-ambing diantara dua perusahaan penyedia layanan tanpa mengetahuinya dan sisi terburuk lainnya adalah kehilangan banyak waktu.

Pertimbangkan dalam Membeli Penyedia Layanan Web Hosting
Img : Pixabay

Sebelum benar-benar memutuskan untuk memilih salah satu perusahaan penyedia layanan web hosting, ada baiknya untuk memperhatikan hal-hal yang membuat Anda nyaman dan percaya. Kemudian ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan hosting. Pertimbangan dalam membeli layanan hosting diantaranya adalah tentang jumlah media penyimpanan, layanan, bandwidth, email, pengguna antarmuka, akses cPanel, serta harga.

Media penyimpanan adalah prioritas dalam perimbangan membuat web hosting. Karena ruang penyimpanan berdampak besar terhadap keseluruhan aplikasi, sistem, dan data yang tersimpan dalam website.

Layanan web hosting tidak perlu harus dari perusahaan penyedia layanan yang terkenal. Namun yang terpenting adalah kualitasnya, perusahaan tersebut selalu memberikan yang terbaik serta dukungan cepat tanggap bagi para penggunanya.

Bandwidth yang akan menyeimbangkan kecepatan akses web user serta lalu lintas website tersebut. Semakin cepat website tersebut, maka akan semakin dikunjungi namun semakin lama website tersebut loading dan berjalan, maka website tersebut pasti akan ditinggalkan.

Bagi sebagian besar pengguna website, email ini cukup penting karena untuk seorang blogger dan bisnis company, lima hingga sepuluh email sudah cukup untuk mendukung keperluannya. Pada dasarnya layanan email yang diberikan memang disediakan sejumlah sepuluh untuk web bisnis yang dihosting.

Pengguna antarmuka adalah semacam sistem navigasi untuk situs website. Keunggulannya adalah user dapat dengan mudah mengakses akun serta web hosting yang dimiliki.
Akses cPanel adalah sebuah akses untuk mendapatkan semua file dalam sebuah website. Fileini mencakup kode-kode yang ada di website untuk melakukan perubahan dan pembaruan melalui cPanel dari akun hosting user.

Dan yang terakhir adalah mengenai harga, tentu harga adalah pertimbangan tersendiri untuk menentukan apakah sebuah layanan web hosting termasuk didalamnya ruang penyimpanan, kualitas layanan, customer service dan dukungan sepadan dengan harga yang harus dikeluarkan.


Jadi sebelum benar-benar memilih penyedia layanan web hosting, ada baiknya untuk memahami dan mengerti tentang bagian-bagian dari hosting itu sendiri agar terhindar dari kerugian dan masalah-masalah yang tidak diinginkan.