Wednesday, December 13, 2017

Mengenal Fungsi dan Cara Kerja Mail Server



Di era digital ini, semua hal hampir dapat diselesaikan dengan cara online. Kebutuhan terhadap jaringan internet ini bisa dibilang sebagai sebuah ketergantungan atau addict. Salah satu contoh nyata adalah, tanyakan ke diri Anda sendiri, “Berapa lama Anda dapat bertahan tanpa melihat dan mengecek smartphone?” Jawabannya tentu dapat bervariasi tergantung dengan masing-masing individu. Namun mengapa orang-orang sangat membutuhkan smartphone? Keperluan mendesak apakah yang dapat diselesaikan melalui smartphone? Tentu jawabannya sangat banyak dan bervariasi. Smartphone digunakan untuk berbagai hal dan keperluan, mulai dari komunikasi, telepon, entertainment, aplikasi editing, hingga urusan pekerjaan.

Pada dasarnya setiap penggunaan dan pembaruan teknologi memang ditujukan serta difungsikan untuk membantu mempermudah semua urusan dan pekerjaan manusia. Termasuk didalamnya yaitu kebutuhan untuk menyelesaikan pekerjaan secara cepat dan efisien waktu. Bagaimana hal ini dapat dicapai? Tentu dengan memanfaatkan teknologi-teknologi yang ada, seperti sistem penyimpanan data dan backup yang telah terintegrasi dengan cloud computing, memanfaatkan serta menggunakan aplikasi-aplikasi yang sesuai dan memungkinkan untuk mempermudah akses dan mempercepat semua jenis pekerjaan.

Salah satu yang tidak boleh dilupakan didalam semua bidang pekerjaan adalah penggunaan email. Email atau elektronik mail merupakan sebuah kebutuhan yang tidak terpisahkan dari manusia dalam sektor pekerjaan, bisnis, individu, maupun perusahaan-perusahaan besar. Khususnya bagi perusahaan besar, email menjadi kebutuhan yang sangat krusial dan utama dari sebuah komunikasi bisnis. Untuk berkomunikasi secara profesional antar para pelaku bisnis, tentu menggunakan email. Karena komunikasi dengan aplikasi chatting akan dirasa kurang pas jika diterapkan untuk perjanjian kerja, mengirimkan surat penawaran, surat lamaran, appointment untuk meeting, dan lain sebagainya. Begitulah email menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi industri bisnis dan pekerjaan.                                      

Pengertian Mail Server

Img : Stocksnap

Mail server adalah sebuah server atau layanan internet berbasis cloud computing yang digunakan untuk mengirim dan menerima email dalam satu jaringan server mail yang sama. Mail server dapat mengumpulkan, mengolah, dan mengirim data-data serta informasi dalam bentuk email / surat elektronik dengan menggunakan domain email khusus atau domain email tersendiri. Mail server menggunakan daasr layanan client-server, dimana client dapat mengakses server email melalui aplikasi.

Ada tiga protocol utama dalam mengirimkan email melalui mail server, yaitu protocol SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), POP3 (Post Office Protocol V3), dan IMAP SMTP. SMTP lebih banyak digunakan untuk menampung data serta mengirimkan email ke alamat email lain yang ingin dituju. Protocol POP3 dan protocol IMAP lebih banyak digunakan untuk memudahkan user dalam membaca dan mengakses email secara remote.
Komponen Mail Server
Hal ini penting dimiliki oleh sebuah mail server agar dapat berfungsi maksimal dalam proses menerima dan mengirim email dengan lancar. Pada dasarnya mail server memiliki dua aplikasi yaitu SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), dan POP (Post Office Protocol). Namun selain itu, mail server memiliki beberapa hal yang penting sebagai komponen dasar pendukung serta pengoperasiannya. Beberapa komponen yang biasanya dimiliki oleh mail server ada tiga, yaitu sebagai berikut :
  • MUA (Mail User Agent)
    MUA memiliki beberapa program utama terkait dengan proses membaca dan membuat email. Jadi MUA bertugas sebagai program untuk membaca email, menerima, serta perintah-perintah untuk membuat dan mengirimkan pesan. MUA disebut juga sebagai email reader atau pembaca email, karena fungsi utamanya adalah perintah-perintah dalam email seperti menerima email, serta mengirim balasan email. Ada beberapa MUA yang juga dilengkapi dengan Multipurpose Internet Mail Extension (MIME), yaitu program yang digunakan untuk mengirimkan email yang berisi file atau attachment-attachment tertentu.
  • MTA (Mail Transport Agent)
    MTA adalah salah satu komponen mail server yang bertugas untuk mengurus bagian program pengiriman email. MTA akan melakukan fungsi-fungsi yang harus dilakukannya antara lain adalah menerima dan memproses pesan-pesan email yang masuk melalui berbagai macam jaringan, menentukan alamat tujuan sebagai bahan pertimbangan bagaimana cara mengirimkan sebuah pesan email tersebut, serta menggunakan daftar distribusi untuk mengirimkan salinan pesan.
  • MDA (Mail Delivery Agent)
    MDA merupakan bagian program dari mail server yang bertugas sebagai agen pengiriman pesan email. MDA memiliki dua komponen utama, yaitu sebuah database yang berisi saluran atau jaringan untuk mengirimkan pesan, serta yang kedua adalah delivery agent yang bertugas untuk mengirimkan pesan email sesuai dengan jaringan yang dipilih.


Cara Kerja Web Mail Server

Img : Stocksnap

Mail server memiliki dua server yang berbeda fungsinya, yaitu server yang berfungsi sebagai outgoing server (sending email) serta yang kedua adalah incoming server (receiving email). Outgoing server dihandle oleh server SMTP pada port 25. Sedangkan incoming server dihandle oleh POP3 pada port 110 atau IMAP pada port 143. Port adalah semacam konektor yang berfungsi untuk konektor atau pintu buka tutup akses, koneksi, serta distribusi dan transmisi data dari komputer satu ke komputer maupun jaringan lainnya.

Bagaimana cara pengiriman dan penerimaan email? Tentu cara kerja email ini bervariasi tergantung dari program dan aplikasinya. Proses mengiriman email melalui TCP/IP dapat dianalogikan sebagai berikut :

Sender -> user agent -> waiting list email -> MTA -> user mailbox -> user agent -> receiver

Cara kerja mail server secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut, pada awalnya email-email yang telah dikirimkan oleh sender, maka akan dikumpulkan dan disimpan menjadi satu file dalam database mail server. Pengelompokkan ini berdasarkan atas tujuan email. Dalam sebuah email yang dikirimkan tentu telah terdapat informasi tentang tujuan penerima email dan asal email sender tersebut, serta informasi tanggal dan waktu pengiriman email. Ketika receiver email membaca email dari pengirim email, itu artinya penerima email tersebut telah mengakses mail server dan membaca pesan / file yang tersimpan dalam database mail server yang ditampilkan melalui aplikasi dan browser oleh user tersebut.

Kelebihan dan Manfaat Mail Server

Img : Stocksnap

Menggunakan mail server pribadi bukan mail server dari penyedia platform-platform gratis seperti Google, dan Yahoo, tentunya memiliki keuntungan tersendiri. Apa saja kelebihan dan manfaat dari menggunakan mail server sendiri?

  • Lebih menghemat bandwith
    Tentunya menggunakan mail server sendiri yang digunakan khusus untuk jaringan private, misalnya digunakan hanya untuk email karyawan perusahaan Anda, tentu akan lebih menghemat penggunaan bandwidth perusahaan. Artinya mail server tersebut hanya digunakan oleh internal karyawan perusahaan Anda. Semakin sedikit pengguna mail server, tentunya bandwidth yang diperlukan juga akan semakin sedikit bukan? Selain itu, menggunakan mail server pribadi juga menguntungkan pada saat terjadi kemungkinan server down atau crash karena banyaknya user yang mengakses email pada saat yang bersamaan, kemungkinannya juga akan semakin sedikit.
  • Lebih cepat & efisien
    Memiliki private mail server akan berdampak pada minimnya resiko email yang tidak terkirim karena berbagai faktor dan alasan baik pengaruh dari server itu sendiri maupun program dan aplikasinya. Selain itu memiliki mail server pribadi lebih cepat dalam proses pengiriman serta penerimaan email karena traffic yang relatif lebih ‘sepi’ jika dibandingkan dengan mail server gratis dan publik. Hal inilah yang dapat membuat Anda tidak akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk mengurus keperluan email.
  • Mudah mengatur account
    Memiliki mail server sendiri tentu akan lebih mudah dalam pengaturan dan konfigurasi email. Akun-akun email yang dimiliki juga tentu lebih mudah dalam pengoperasian, pengaturan, serta maintenancenya.
  • Jika terjadi hal-hal diluar dugaan, bisa langsung ditangani sendiri
    Ini kelebihan yang membuat private mail server lebih diminati oleh para pelaku bisnis dan pemilik perusahaan. Memiliki mail server sendiri akan lebih mudah dalam penanganannya. Karena tentu Anda mengetahui bagaimana cara menghubungi team support dari third party penyedia mail server tersebut. Hal ini lebih mudah jika dibandingkan Anda harus menghubungi team support Google atau Yahoo untuk keluhan, pengaduan, serta penanganan yang cepat.
  • Lebih private dan aman
    Memiliki private mail server sendiri tentu artinya memiliki jaringan sendiri yang digunakan oleh internal user yang yang menggunakan mail server tersebut untuk urusan pekerjaan. Private mail server yang digunakan oleh user pun akan lebih aman karena penggunaan dan pengelolaan hanya digunakan oleh jaringan internal.

Jenis-Jenis Mail Server

Img : Stocksnap
Mail server memiliki berbagai jenis-jenis tertentu berdasarkan sistem pengoperasian dan programnya. Beberapa jenis mail server diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Sendmail
    Sendmail adalah sistem mail server yang paling standar dan banyak digunakan pada sistem operasi Linux/Unix.
  • Postfix
    Postfix merupakan mail server yang dibuat berdasarkan hasil pengembangan dari server Sendmail. Bedanya, Postfix dapat dijalankan pada sistem operasi Linux/Unix serta Mac OS X. Postfix ini diharapkan dapat menggantikan server dari Sendmail.
  • Qmail
    Qmail adalah mail server yang disebut-sebut sebagai server teraman dalam sistem operasi mail server. Hal ini dikarenakan Qmail belum memiliki sedikitpun celah keamanan yang dapat mengganggu maupun merusak kinerja mail server tersebut. Qmail telah banyak digunakan oleh penyedia email besar seperti Hotmail dan Yahoo.


Fungsi Web Mail Server

Img : Stocksnap

Fungsi utama mail server adalah sebagai program yang mengatur agar email dapat dikirim oleh pengirim email dan diterima oleh penerima email dengan aman, cepat, dan tanpa kendala. Mail server juga digunakan untuk mengatur penerimaan, pengolahan, pengaturan, serta penyalur proses respon atas email-email yang masuk kedalam kotak masuk pesan. Tujuan dari layanan dan program mail server itu sendiri adalah membuat jaringan dan koneksi transportasi email menjadi lebih aman, cepat, tanpa gangguan, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, fungsi utama dari program mail server adalah sebagai aplikasi yang dapat digunakan untuk menginstall email. Oleh sebab itu, aplikasi mail server sangat penting untuk digunakan dan dimanfaatkan yaitu untuk mengatur jalannya proses distribusi email serta program untuk merespon setiap email yang masuk maupun keluar.

Contoh Mail Server
Pada dasarnya mail server bekerja dalam mode client server. Maka dari itu, ada beberapa aplikasi dan program mail server yang dapat dibedakan berdasarkan komponennya menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :
  • Komponen Mail Transfer Agent (MTA), contohnya aplikasi Sendmail, Postfix, Exim, Qmail, MAilX, Pine, dan Netscape.
  • Komponen Mail Delivery Agent (MDA), contohnya mail server  yang berfungsi mendistribusikan email yang datang ke MTA sesuai mailbox masing-masing user.
  • Komponen Mail User Agent (MUA), contohnya Thunderbird, Outlook, Eudora Mail, Kmail, dan Evolution.

Tuesday, November 28, 2017

Backup, Restore, dan Recovery Data


Kebutuhan backup bagi masyarakat modern di era digital ini telah menjadi kebutuhan yang utama. Saat ini bukan hanya praktisi di bidang teknologi informasi saja yang telah menggunakan teknologi-teknologi berbasis komputasi. Melainkan telah banyak masyarakat umum, individu, dan organisasi-organisasi lainnya yang telah mengerti dan memahami pentingnya menggunakan teknologi backup berbasis cloud untuk mengamankan sebuah data. Backup berfungsi untuk mengamankan data, artinya backup dapat difungsikan sebagai cara untuk melakukan restore data apabila sewaktu-waktu data rusak, hilang, terkena virus, atau hilang.

Masyarakat modern adalah masyarakat yang ‘sibuk’. Semua pekerjaan bisa saja terjadi selama 24 jam tanpa henti. Dan tentu juga dapat terjadi pada saat weekend atau hari libur lainnya. Semua hal dan pekerjaan yang dilakukan selalu membutuhkan jaringan dan koneksi internet. Maka dari itu, kebutuhan apapun termasuk data, akan lebih baik, lebih efisien, dan lebih cepat aksesnya jika menggunakan akses internet. Bagaimana cara memperoleh data dari cloud system? Tentu saja melalui penyimpanan seperti Google Drive, Microsoft One Drive, atau Dropbox jika Anda ingin sesuatu yang free. Namun tentunya selalu ada batasan tertentu untuk segala hal yang gratis, seperti misalnya terbatasnya storage yang diberikan kepada free user, serta limit fitur-fitur lain yang dimiliki oleh platform tersebut.

Pada kenyataannnya, kebutuhan akan backup tidak dapat dipungkiri lagi bagi segala jenis lapisan masyarakat. Mulai dari bidang pekerjaan dan perkantoran, hingga bidang pendidikan dan entertainment semua memiliki kebutuhan akses data yang cepat, mudah / simple dan efisien. Selain berfungsi sebagai cadangan data, backup juga dapat berfungsi sebagai sistem untuk melakukan restore data. Untuk memahami hal ini lebih lanjut, mari kita simak penjelasan lebih lanjut dalam pembahasan artikel berikut ini.


Pengertian Backup
Untuk memahami tentang manfaat dan fungsi backup secara keseluruhan, serta bagaimana cara backup dapat membantu Anda, maka akan lebih baik apabila memahami terlebih dahulu tentang pengertian dari backup itu sendiri. Backup adalah sebuah proses menduplikasi atau mengcopy data-data dari satu perangkat atau media penyimpanan ke media, perangkat atau sistem lain secara offline maupun online untuk mengamankan data dengan cara menyalin data, agar ketika salah satu media penyimpanan rusak, hilang, atau terkena vidrus, data-data penting yang dimiliki tidak ikut hilang, tidak rusak, serta kapanpun dan dimanapun tetap dapat diakses dengan mudah.

Backup memiliki fungsi utama dan beberapa fungsi lainnya. Fungsi backup data adalah menyelamatkan data-data dari resiko kerusakan, data yang hilang atau tidak dapat diakses kembali. Data yang tersimpan di tidak hanya satu media penyimpanan akan memberikan rasa aman karena data tersimpan dengan benar. Backup juga dapat difungsikan sebagai disaster recovery plan, yaitu untuk restore data. Pada dasarnya backup bertujuan untuk mengembalikan data-data yang hilang, rusak, corrupt, maupun terkena virus. Anda tidak akan pernah tahu hal-hal apa yang mungkin dapat terjadi pada media penyimpanan Anda, maka akan lebih baik apabila memiliki tidak hanya satu media penyimpanan data. Sehingga ketika sewaktu-waktu data utama hilang, Anda masih dapat mengembalikan data-data secara penuh tanpa adanya kerusakan maupun kehilangan.


Pengertian Restore
Img : Pixabay

Restore berasal dari Bahasa Inggris yang artinya mengembalikan. Sesuai dengan artinya, restore adalah proses mengembalikan kembali sebuah data atau file ketempat semula. Jadi misalnya data Anda terhapus secara tidak sengaja, maka Anda masih dapat mencari file data tersebut dalam recycle bin komputer untuk kemudian dikembalikan ketempat lokasi semula file itu berada, di suatu folder tertentu. Hal ini juga berlaku untuk sistem maupun aplikasi yang telah terinstall. Lantas bagaimana jika data yang terhapus tersebut sudah tidak berada dalam recycle bin padahal data tersebut sangat penting, masih dibutuhkan dan tidak sengaja terhapus? Tentu saja solusi terbaik adalah memiliki backup data di suatu media penyimpanan lainnya.


Fungsi Restore Data
Seperti prinsip backup, restore bersifat untuk mengembalikan data, file, maupun system dalam keadaan semula. Ada dua jenis restore data, yang pertama adalah system restore dan yang kedua adalah system image backup. System storage data dilakukan untuk melakukan pengembalian pengaturan software dan sistem aplikasi yang telah terinstall didalam sistem komputer tanpa mempengaruhi data-data personal yang ada didalamnya. Jadi jika ingin melakukan pengembalian konfigurasi program-program yang telah terhapus menjadi seperti sedia kala, dapat melakukan system restore. Sedangkan system image backup dilakukan untuk mengembalikan seluruh system aplikasi beserta file-file personal berupa data dan media lainnya. Jadi tipe restore ini lebih menyeluruh karena dapat mencakup restore data beserta sistemnya seperti sedia kala.

Fungsi restore seperti ini tentu saja untuk mengembalikan data-data maupun sistem kedalam kedalam keadaan awal sebelum terjadi reset maupun kerusakan program. Maka dari itu, apa perbedaan backup dan restore?  Secara prinsip, restore memang hampir sama dengan backup yang memiliki tujuan untuk menyelamatkan data. Bedanya, jika backup ini cara kerjanya dengan cara menduplikasi data, sedangkan restore yang bertugas mengembalikan data maupun sistem sama seperti pada keadaan awalnya.


Pengertian Backup Restore dan Recovery
Img : Stocksnap



Backup dan restore adalah hal yang saling berkaitan dan saling mendukung satu sama lain. Backup memang memiliki arti dan fungsi yang hampir mirip dengan restore yaitu menyelamatkan data-data. Untuk membuat sebuah disaster recovery yang tepat, memang harus mempertimbangkan untuk membuat disaster recovery plan yang baik. Disaster recovery plan ini sebaiknya memang tidak hanya sekedar menyiapkan backup untuk membuat cadangan data. Namun juga dalam waktu bersamaan juga menyiapkan sistem dan aplikasi yang memungkinkan untuk melakukan restore data. Tujuannya adalah agar apabila ada kemungkinan restore kurang berhasil dilakukan, yaitu dalam artian restore kurang berhasil 100% karena mungkin masih ada beberapa data-data yang ingin dikembalikan kedalam sistem dan storage namun masih ada yang kurang lengkap, maka backup dapat mengatasi masalah tersebut dengan cara menyediakan data-data yang kurang atau hilang tersebut. Maka dari itu sangat penting untuk melakukan backup secara berkala dan rutin. Yaitu tergantung atas seberapa sering data-data yang dimiliki terupdate atau diperbaharui. Semakin sering data terupdate, maka Anda juga harus melakukan interval backup yang sama dengan frekuensi update data tersebut. Dengan memiliki backup data yang terbaru, maka jika terjadi kesalahan dalam restore, data-data Anda akan tetap update dan terbaru. Satu hal yang penting adalah dengan membackup data-data dan file sebelum data-data tersebut terkena serangan dan infeksi virus. Karena data-data yang telah terinfeksi oleh virus akan ikut terbackup dan backup tersebut akan menjadi sia-sia karena pada saat Anda mengakses atau mengambil data tersebut dari media penyimpanan backup, data sudah dalam keadaan terinfeksi virus dan bukan tidak mungkin juga bisa mengakibatkan kerusakan perangkat gadget, sistem komputer, serta peralatan komputer yang digunakan.


Perbedaan Backup Restore dengan Recovery
Jika backup dan restore berfungsi untuk mengembalikan data-data dan sistem seperti keadaan awal, fungsi recovery adalah untuk memulihkan keadaan suatu sistem dalam berbagai kasus tertentu. Biasanya suatu sistem menjadi rusak atau error dapat disebabkan melalui faktor internal dan eksternal. Dari faktor internal misalnya karena kelalaian manusia / human error, kerusakan hardware, maupun kurangnya maintenance dan perawatan. Sedangkan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kerusakan sistem dapat terjadi karena sistem terkena virus. Maka bagaimana caranya sistem tersebut harus terbebas dan bersih dari infeksi virus tersebut agar sistem kembali dapat beroperasi seperti keadaan semula dan dapat difungsikan dengan baik dan maksimal. Biasanya anti virus digunakan untuk mencegah datangnya serangan virus, atau bisa juga untuk meminimalisir dampak serangan virus terhadap software maunpun hardware. Namun apa yang terjadi jika virus sudah terlanjur masuk kedalam sistem? Tentu ada beberapa program yang digunakan untuk ‘mengusir’ atau ‘mematikan’ virus tersebut. Namun jika upaya tersebut masih juga belum berhasil, apa yang bisa dilakukan? Biasanya hal yang dilakukan adalah dengan cara mereset atau mengulang kembali sistem. Cara ini merupakan salah satu langkah recovery untuk mengembalikan sistem kedalam keadaan awal sebelum rusak atau error, serta menghapus virus yang ada didalam sistem tersebut.


Backup, Restore, dan Recovery Data di Masa Mendatang
Img : Pixabay

Ada yang dicari masyarakat digital di era mendatang? Dalam ranah keamanan data, tentu saja proses backup yang lebih cepat, perlindungan yang lebih baik untuk alat-alat virtual, serta solusi pengarsipan / identifikasi untuk membantu mempermudah mengidentifikasi serta menemukan data secara lebih cepat untuk melakukan backup dan keamanan data. Selain itu kepentingan dan kebutuhan untuk melakukan recovery data akan tetap diperlukan di masa mendatang, bahkan justru akan semakin tinggi. Mengapa? Karena ancaman berbagai virus dan Ransomware yang juga selalu mengalami perubahan dan kemajuan juga akan semakin mengkhawatirkan. Ransomware dapat menyerang berbagai macam bidang kehidupan, mulai dari perkantoran, gadget dan smartphone, smartcar, rumah sakit, hingga sekolah-sekolah. Maka dari itu kebutuhan melindungi data dan sistem juga akan semakin tinggi. Dan backup adalah salah satu base perlindungan paling dasar yang wajib dimiliki oleh semua individu dalam masyarakat digital mendatang.





Tuesday, November 7, 2017

Manajemen Data dapat Mencegah Data Loss


Kumpulan berbagai macam informasi yang terdiri dari file, foto, video dan lain sebagainya merupakan definisi dari sebuah data. Data dibuat dan berada dimana-mana, di berbagai sektor dan bidang kehidupan. Semua orang menghasilkan data, bahkan untuk hal terkecil sekalipun. Misalnya saja Anda mencatat agenda dan to do list pada smartphone, maka hal tersebut sudah termasuk sebagai sebuah data. Bagaimana dengan interaksi yang Anda lakukan di social media? Misalnya mengupload sebuah foto di Instagram? Tentu saja hal tersebut juga termasuk kedalam sebuah definisi dari sebuah himpunan data. Data berada dimana-mana, dan dibuat oleh siapa saja. Data ada dalam sebuah perusahaan, pekerjaan, sektor-sektor industri, bisnis start up, industri kreatif, dan lain sebagainya. Penyimpanan data ini sendiri dapat dilakukan melalui dua metode yaitu secara offline maupun online. Namun di era digitalisasi ini, metode penyimpanan data secara online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud computing akan lebih mudah dalam akses dan pengelolaannya.

Dengan kata lain, seluruh aktifitas yang dilakukan manusia akan menghasilkan berbagai macam data. Lalu pernahkan terlintas dipikiran Anda, dimana data-data tersebut disimpan? Katakanlah seseorang mengupload gambar di social media yaitu Instagram, tentu Instagram memiliki basis penyimpanan data tertentu di suatu tempat yang telah terintegrasi dengan sistem cloud. Dimana dan bagaimana data Anda disimpan oleh Instagram? Apakah data-data tersebut aman?

Kumpulan dari berbagai macam data biasanya diletakkan dalam satu database. Database adalah kumpulan dari berbagai macam data. Database berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan dan mengelompokkan data secara sistematis dan terorganisir supaya lebih memudahkan dalam mengakses data-data, maintenance data, serta pengelolaan data-data yang berada dalam database tersebut. Data-data yang dihasilkan oleh berbagai jenis sumber file dan media ini terpusat pada sebuah sistem database yang aman. Database memproses data-data yang masuk kedalam sistem sebagai basis pengolahan data sehingga menjadi sebuah informasi yang bermanfaat. Pada dasarnya, database berfungsi untuk mempermudah semua jenis pekerjan manusia terkait dengan data-data, angka, dan kategori atau klasifikasi. Dasar utama dari sebuah database yaitu mengelompokkan sekumpulan objek dengan kategori sama yang terdefinisikan. Misalnya sebuah data yang memiliki karakteristik yang sama antara satu dengan lainnya, maka dapat dikelompokkan kedalam satu kategori dan berada pada database yang sama. Database memiliki basic elemen-elemen penting diantaranya adalah  Database Management System (DBMS), yaitu sebuah software yang bertugas untuk mengelola basis data dan dan mengoperasikannya. Elemen kedua adalah database administrator yang bertugas untuk mengelola sumber daya database. Elemen ketiga adalah database fisik, yaitu segala jenis database yang berbentuk fisik. Dan kemudian elemen keempat, elemen terakhir adalah user atau pengguna dari database tersebut.


Apa Saja yang Tergolong kedalam Manajemen Data
Img : Freepik

Tentu saja data-data dalam database harus dimanage dengan baik, supaya data tetap update, aman, serta dapat diakses dengan mudah. Manajemen data diperlukan untuk mendapatkan database yang terorganisir dan terstruktur. Terdapat beberapa langkah atau tahapan dalam penyusunan data database. Beberapa kegiatan manajemen data antara lain adalah sebagai berikut :
  • Tahapan pengumpulan data
    Pada tahapan ini, sistem akan menerima  segala data yang masuk, dan akan mengkategorisasikannya sebagai sebuah input bagi sistem database.
  • Tahapan pengujian data
    Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui akurasi dan konsistensi data
  • Tahapan penyimpanan data
    Penyimpanan data dapat dilakukan secara offline maupun online yang telah terintegrasi dengan sistem cloud
  • Tahapan pemeliharaan data
    Tahap ini digunakan untuk melakukan update data-data yang ada, yaitu menambahkan data-data yang perlu pembaruan, bahkan mengedit dan menghapus data yang sudah tidak lagi diperlukan
  • Tahapan keamanan dan perlindungan data
    Dalam tahap ini, data-data yang tersimpan dalam database harus terjamin keamanannya dari serangan hacker, virus, dan tindak pencurian data lainnya
  • Tahapan pengaturan atau organize
    Tahapan ini berfokus pada pengkategorisasian serta penyusunan data sehingga sesuai dengan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh user
  • Tahapan pengambilan atau penggunaan data oleh user
    Dalam tahap ini, dapat diakses dari database serta digunakan sesuai dengan keperluan masing-masing user


Fungsi Manajemen Data bagi Individu dan Perusahaan / Organisasi
Img : Freepik

Manajemen data memiliki peran besar dalam keberlangsungan dan pencapaian sebuah kesuksesan di suatu perusahaan atau organisasi. Bagaimana tidak, saat ini segala aktifitas online dan offline yang terjadi dalam sebuah perusahaan besar tentunya tidak terlepas dari input dan output berbagai jenis data. Dan manajemen data merupakan salah satu dari banyaknya tindakan yang harus dilakukan untuk membuat sistem yang terstruktur dan terkoordinir dengan baik.

Selain hal tersebut, masih ada manfaat lain dari manajemen data, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Untuk memudahkan restorasi data dan backup. Tentunya data-data yang aman tersimpan dalam suatu database serta terorganisir dengan baik dapat diandalkan sebagai sebuah tempat penyimpanan pusat yang dapat difungsikan sebagai backup. Backup atau duplikasi data sendiri sangat penting untuk mengamankan data-data dari kerusakan dan keghilangan data. Jika backup data ada dan aman, maka data akan lebih mudah untuk direstorasi atau dikembalikan sesuai data yang ada.
  • Dapat membantu proses disaster recovery planning
    Kerusakan dan kehilangan data adalah hal yang paling dihindari oleh sebagian besar orang, perusahaan, institusi, dan organisasi. Maka dari itu, backup data dapat membantu mengurangi kemungkinan resiko ini. Dengan demikian, backup data merupakan bagian penting dari sebuah disaster recovery planning yang paling tepat.
  • Membuat planning dan konfigurasi untuk penyimpanan tahap lanjut
    Manajemen data memungkinkan untuk menyusun sebuah konfigurasi atau pengaturan yang nantinya akan memudahkan dalam tahapan penyimpanan data, baik itu secara offline atau online. Namun bentuk penyimpanan data lebih dianjurkan secara online, yaitu agar lebih mudah dalam akses serta konfigurasi sistem, software, dan aplikasi.
  • Redudansi data
    Duplikasi data memang sedikit beresiko terhadap kesamaan data sehingga data menjadi menumpuk-numpuk dalam database. Maka dari itu, untuk menghindari penyimpanan secara berulang kali, perlu dibuat sebuah sistem manajemen data yang dapat memisahkan data-data secara jelas dalam sebuah database. Namun pada dasarnya redudansi data diperlukan karena jika sewaktu-waktu data mengalami masalah, error, atau hilang, data cadangan dapat dengan cepat menggantikan data tersebut.
  • Mengurangi resiko inkonsistensi data
    Resiko ini merupakan kesamaan data akibat dari adanya kesalahan atau error dalam sistem input data. Tentunya kemungkinan inkonsistensi data akan selalu ada, apalagi jika data yang diolah sangat banyak. Namun dengan manajemen data yang baik, hal ini dapat dihindari atau setidaknya dikurangi kemungkinan terjadinya.
  • Mengatasi kesulitan dalam akses dan pengambilan data
    Manajemen data dapat mempermudah serta mempersingkat waktu ketika ingin mengakses data-data yang diperlukan. Karena semua sudah tergolong dan terkoordinasi dengan baik sesuai dengan masing-masing database yang telah diklasifikasikan.


Ciri-Ciri Infrastruktur Database
Img : Freepik

Didalam teknologi dalam infrastruktur database itu sendiri, ada dua teknologi infrastruktur yaitu yang pertama adalah High Performance Computing Cluster (HPCC) atau disebut juga sebagai Data Analytics Supercomputer (DAS). Dan yang kedua adalah Hadoop Platform atau Map Reduced-Based Platform). Dimana kedua teknologi ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama dalam hal prinsip pengoperasiannya, yaitu sama-sama menggunakan sistem cluster dalam pengelompokan serta input data. Cluster artinya adalah menggunakan lebih dari satu sumber sebagai penghasil data. Misalnya saja lebih dari satu komputer atau aplikasi yang digunakan. Dengan demikian, kedua platform ini lebih menguntungkan karena dapat mendukung satu sama lain, dan saling terintegrasi dengan baik. Proses pencarian serta processing data dapat dilakukan oleh kedua teknologi tersebut.

Manajemen data harus dilakukan secara teratur, rutin, dan sistematis. Hal ini dilakukan agar diperoleh database yang terintegrasi dengan baik. Salah satu ciri manajamen data adalah adanya pengelompokan data agar lebih mudah dalam pengelolaan akses, serta duplikasi. Data yang tersimpan dalam sebuah database juga perlu untuk selalu diupdate dan dicek secara berkala untuk mengetahui kerusakan atau mungkin error yang terjadi dalam data. Anda tentu tidak menginginkan data-data yang dimiliki tiba-tiba tidak dapat diakses karena misalnya rusak terkena virus. Maka dari itu, sistem manajemen data yang baik, harus mencakup keseluruhan elemen yang diperlukan oleh sebuah database, mulai dari organisasi hingga perlindungan dan keamanan.