Wednesday, May 8, 2019

Event ARCHER: Cara Wowrack untuk Mengenal Lebih Dekat Kebutuhan Sosial Masyarakat

Foto : Wowrack Indonesia


Wowrack tidak hanya concern terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan di dunia IT. Namun beberapa hal lain yang berhubungan dengan hal tersebut, mulai dari bisnis dan perusahaan, hingga ke hal-hal sosial yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat misalnya gerakan go green, hemat energi, Indonesia sehat, dan hal-hal sosial lainnya.

Terkait dengan hal tersebut, Wowrack ikut andil dalam acara amal bertajuk Art and Charity Trilogy (ARCHER) yang didakan oleh mahasiswa dari Kelompok Minat Mahasiswa Seni dan Olahraga (SEGA) dari Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya (UBAYA) yang bekerjasama dengan Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus.

Foto : Wowrack Indonesia

Acara ARCHER telah dilaksanakan pada Hari Sabtu, 27 April 2019 yang berlokasi di Food Junction Gand Pakuwon Surabaya. Acara ARCHER dibagi kedalam tiga bagian, yaitu Charity Run sepanjang 5KM, Art Project: live mural dan Celebration of Hope mulai dari donor darah dengan PMI, serta live performances dari anak berkebutuhan khusus. Selain itu, masih ada fun games dan bazaar. Mural competition sendiri juga memiliki tema 'memberi harapan kepada mereka yang kekurangan'.

Acara ARCHER ini memiliki visi yang sangat sosial seperti ingin membantu menyebarkan kebahagiaan dan harapan kepada mereka yang membutuhkan. Seni sendiri juga bisa dipahami sebagai media yang dapat menghibur dan menyampaikan berbagai makna kepada siapapun yang melihatnya. Selain itu, acara ARCHER ini juga mengajak masyarakat untuk take action dengan menjalin kerjasama dengan yayasan sosial dan seni di Surabaya yang memiliki visi misi yang sama di bidang sosial.

Foto : Wowrack Indonesia

Wowrack sendiri ingin lebih dekat dengan masyarakat melalui program-program sosial seperti ini. Hal ini untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap sesama manusia, serta memberikan penghiburan dan pengharapan kepada mereka yang membutuhkan. 




Wowrack Cloud Partner: Workshop SEVIMA Menyongsong Transformasi Digital 4.0

Foto : SEVIMA


PT. Sentra Vidya Utama atau lebih dikenal dengan SEVIMA telah lama menjadi official partner Wowrack Indonesia untuk kebutuhan cloud dalam dunia pendidikan. SEVIMA secara rutin menggelar workshop satu kali dalam setahun untuk mengupdate informasi teknologi khususnya dalam ranah pendidikan. Kali ini SEVIMA mengadakan workshop bertajuk Menyongsong Transformasi Digital 4.0

SEVIMA telah melaunching beberapa produk utamanya seperti siAkad Cloud, GoFeederCloud, serta masih banyak produk dan layanan yang lainnya. Semua program dan layanan SEVIMA didedikasikan untuk menghadapi digitalisasi dalam dunia pendidikan. Dan dengan adanya revolusi industri 4.0 tentu akan semakin banyak tantangan dalam dunia digital, tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Maka dari itu SEVIMA berinisiatif untuk menggelar workshop dengan tema revolusi industri 4.0 agar dapat menyampaikan berbagai informasi dan materi yang sangat informatif bagi dunia teknologi dan pendidikan.

Sebuah universitas harus lebih adapatif dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang tentunya sangat mengedepankan digitalisasi di semua bidang. Jika tidka dapat menyesuaikan, tentunya universitas tersebut akan tertinggal dan kalah dalam persaingan dalam dunia digital.

Foto : SEVIMA

Dalam workshop yang telah digelar di Luminor Hotel, Surabaya pada Hari Rabu s/d Kamis, tanggal 24-25 April 2019 yang lalu dibahas materi dan informasi tentang merencanakan strategi pendidikan di era digital, memahami pembelajaran terkini (Blended Learning), strategi mudah dalam pelaporan program FEEDER dan SISTER dari PDDikti, serta bimbingan teknis penggunaan SIstem Informasi Akademik Berbasis Cloud (siAkad Cloud) yang telah berkerjasama dengan provider penyedia cloud terbaik di Indonesia, Wowrack.

Wowrack Indonesia sendiri telah bertahun-tahun telah terpercaya menjadi provider layanan serta solusi bagi kebutuhun IT bagi semua jenis bisnis, termasuk dalam dunia pendidikan. Melalui cloud, memang semua mungkin, dan semua pekerjaan menjadi lebih mudah untuk dilakukan. Pendidikan tidak lagi dibatasi dengan sistem tradisional yang lama. Melainkan dengan bantuan cloud technology, tidak akan ada lagi batasan dalam sistem-sistem serta pembaruan teknologi dalam dunia pendidikan. Dapatkan layanan cloud untuk bisnis Anda. Hubungi wowrack melalui email: sales@wowrack.co.id atau telepon: (031) 6000 2888. Website: wowrack.co.id


                                                                                        Follow juga :
Facebook SEVIMA : Sevima : Take IT Easy 
Instagram : @sevima_official 
Website : sevima.com 
SEVIMA blog workshop : Menyongsong Transformasi Digital 4.0 









Tuesday, May 7, 2019

Singapore Huawei Cloud Summit 2019




Huawei telah lama dikenal sebagai perusahaan produsen alat komunikasi atau smartphone terbesar di China dan dunia. Huawei Technologies sendiri merupakan perusahaan swasta yang didirikan pada tahun 1988 oleh Ren Zhengfei. Namun seiring dengan perkembangan era digitalisasi serta teknologi yang semakin canggih, Huawei tentu juga terus mengembangkan program dan sistemnya, salah satunya bernama Huawei Cloud. Teknologi ini tentu juga telah terintegrasi pada smartphone Huawei buatan perusahaan ini.

Pada tanggal 24-25 April 2019, Huawei mengadakan event bertajuk Huawei Cloud Summit 2019 yang diadakan di Jasmine Ballroom, L3, Sands Expo and Convention Centre Singapore. Pada acara tersebut, Wowrack berkesempatan hadir mengikuti keseluruhan workshop yang digelar. Tidak lupa, perwakilan dari Wowrack Indonesia juga mengunjungi booth-booth bertema teknologi yang ada di acara tersebut. Perwakilan dari Wowrack Indonesia adalah Andy Siregar dan Rizky Aditya Wijayanto sebagai Solution Architect.



Dalam event Huawei Cloud Summit 2019, terdapat kata sambutan dari CEO Huawei Internasional Nicholas Ma, sharing success story mengenai cloud dan AI yang dapat memacu inovasi bisnis, sharing pengalaman teknologi Huawei Cloud, news dari Huawei Cloud, serta beberapa pameran lokakarya. Para pembicara yang dihadirkan juga cukup expert dibidangnya masing-masing. Sebut saja Marcus Loh sebagai Asia Pacific & Japan Senior Director for Technology Practice of Veritas, Jason Wang sebagai Partner & CBO dari SHAREit, Ernie Teo sebagai CTO dari Jupiter Chain, serta perwakilan dari Huawei Tech lainnya. 



Acara yang berlangsung selama dua hari ini memiliki acara tech sharing session yang cukup banyak menyampaikan informasi-informasi baru dan penting di bidang teknologi serta sekaligus implementasi sistem cloud pada smartphone. Menariknya, acara ini juga disiarkan secara live dan telah dihighlight dalam website Huawei Cloud, jadi bagi Anda yang belum berkesempatan hadir langsung di acara tersebut, dapat tetap mengetahui informasi dan news yang disampaikan oleh para pembicara dalam acara Huawei Cloud Summit 2019 tersebut.

Info selengkapnya event Huawei Cloud Summit 2019 :






Friday, April 26, 2019

Tips Melindungi Data Pribadi saat Traveling



Dengan semakin gencarnya promosi pariwisata suatu daerah, tentu akan semakin gencar pula minat wisatawan atau seorang traveler untuk melakukan traveling. Kebutuhan akan pembelian tiket transportasi, hotel dan penginapan, hingga tiket masuk ke destinasi wisata merupakan agenda wajib seorang traveler dalam melakukan perjalanan wisata. Dengan perkembangan teknologi saat ini, pemesanan tiket, check in hotel hingga membeli tiket tempat wisata sudah bisa dilakukan secara online dimanapun dan kapanpun, serta bisa direncanakan jauh hari sebelum keberangkatan.

Dengan kemutakhiran teknologi informasi saat ini, tentunya semakin memungkinkan seseorang untuk melakukan renacana perjalanan wisata hanya dengan waktu yang singkat. Hal yang dibutuhkan adalah smartphone serta koneksi internet yang stabil, maka Anda sudah dapat melakukan transaksi pembayaran perjalanan, hingga booking hotel. Selain trend mengurus segala keperluan yang dilakukan secara online, membawa barang-barang seperti laptop dan peralatan elektronik lainnya saat traveling juga menjadi trend baru-baru ini karena selain berwisata, juga terdapat kebutuhan untuk bekerja.

Hal tersebut mewajibkan seseorang harus terkoneksi dengan baik ke jaringan internet yang cepat dan stabil. Sedangkan, kendala utama saat traveling adalah susahnya akses signal dari provider data yang dimiliki. Maka dari itu, solusi yang ditawarkan oleh penyedia hotel, restaurant maupun cafe adalah layanan Wi-Fi gratis atau biasa disebut dengan public Wi-Fi. Menghubungkan gadget atau perangkat Anda ke public Wi-Fi merupakan solusi yang efisien sekaligus affordable karena Anda tidak perlu mengeluarkan budget berlebih untuk keperluan internet. Namun Anda juga perlu berhati-hati, sebab public Wi-Fi juga memiliki resiko yang cukup berbahaya.

Kesalahan Penggunaan Public Wi-Fi

Mengakses dan transfer data sensitif
Saat Anda traveling ke suatu tempat, biasanya Anda akan cenderung lebih sering melakukan transaksi data sensitif yang dimiliki seperti melakukan pembayaran melalui kartu kredit maupun aplikasi pembayaran yang ada di smartphone. Kebutuhan traveling seperti check in hotel hingga membeli makanan atau oleh-oleh dengan menggunakan metode cashless memungkinkan Anda lebih sering memiliki kebutuhan untuk mengakses akun-akun sensitif terkait.
Masyarakat yang cenderung memiliki proteksi rendah terhadap akun yang dimilikinya, lebih rentan menjadi korban cyber crime dibandingkan orang yang bekerja di kantor pemerintahan atau perusahaan multinasional yang cenderung sudah memiliki standar keamanan sendiri dan harus digunakan pada saat traveling.

Tidak benar-benar membaca ketentuan policy
Membaca term and policy biasanya merupakan hal yang Anda skip pada saat akan mengakses public Wi-Fi. Biasanya banyak orang yang justru akan langsung scroll ke bawah dan mencentang tulisan “Saya setuju dengan term & policy tanpa benar-benar memperhatikan apa yang tertulis dan dijelaskan dalam policy tersebut.

Browsing tanpa menggunakan VPN
Demi kelancaran dan kecepatan transaksi saat traveling, biasanya orang akan lebih memilih untuk bertransaksi menggunakan public Wi-Fi dan tidak menginstall aplikasi VPN dengan berbagai alasan misalnya rumit, memori penuh, dan masih banyak yang lainnya. Padahal VPN merupakan salah satu cara aman untuk melindungi data-data dari resiko hacking.


Tips Menggunakan Public Wi-Fi

Gunakan untuk akses data non sensitif
Tips pertama yang disarankan pada saat menggunakan public Wi-Fi saat traveling adalah tidak membuka data sensitif seperti akses aplikasi keuangan, kartu kredit, atau hal -hal yang mengandung data sensitif lainnya. Pergunakan koneksi internet public Wi-Fi hanya untuk browsing atau akses sosial media agar aman dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Pilih jaringan yang tepat dan hindari yang buruk
Tidak semua public Wi-Fi dibuat dengan standar yang sama. Contohnya public Wi-Fi di bandara, terminal atau stasiun akan berbeda-beda settingan dan tingkat keamanannya. Jaringan public Wi-Fi ditempat-tempat tersebut bisa dikategorikan sebagai koneksi paling rentan diantara tempat lain misalnya cafe, dan toko atau ritel yang ada di tempat umum. Jika Anda sedang traveling dan harus menggunakan layanan internet, coba untuk install beberapa aplikasi seperti Wifox untuk mengetahui mana public Wi-Fi yang aman karena bisa langsung mendeteksi password jaringan tersebut. Memilih public Wi-Fi yang memiliki kode keamanan tentu lebih baik jika dibandingkan dengan public Wi-Fi yang secara terang-terangan  menuliskan “Wi-Fi gratis”.

Matikan pilihan File Sharing dan AirDrop
Anda mungkin tidak dapat mengontrol seseorang yang menggunakan jaringan yang sedang digunakan, namun Anda dapat mengontrol akses komputer Anda. Jika Anda menggunakan komputer berbasis Windows atau iOS, komputer Anda mungkin memiliki fitur file sharing dengan komputer orang lain. Pada saat menggunakan public Wi-Fi terutama saat traveling, akan lebih baik bagi Anda untuk mematikan fitur ini untuk meminimalisir komputer orang lain dapat mengakses isi dari data didalam komputer Anda. Fitur ini sangat berguna terutama saat traveling karena Anda akan bertemu dengan banyak orang yang tidak anda kenal sebelumnya. 

Matikan Wi-Fi pada saat tidak digunakan
Peraturan dasar tentang keamanan jaringan adalah jangan mengkoneksikan apapun jika Anda tidak membutuhkannya. Ketika kebutuhan akses internet Anda telah selesai, jangan lupa untuk segera menonaktifkan koneksi Wi-Fi yang digunakan pada laptop, tablet maupun berbagai macam gadget Anda. Hal ini sangat penting karena bisa membuat kebiasaan yang bisa menyelamatkan Anda dari kemungkinan pencurian data. Selain membuat traveling semakin aman, mematikan koneksi internet dari public Wi-Fi akan banyak menghemat baterai. Banyak sekali public Wi-Fi yang tidak terpercaya keamanannya, namun memudahkan seseorang melakukan tindak pidana terhadap akun-akun lain. Maka sebaiknya segera matikan koneksi internet Anda jika sudah tidak ditbutuhkan lagi. Nikmati traveling Anda di setiap momen, sejenak lupakan aktifitas social media seperti Instastory atau upload foto-foto selama traveling yang membutuhkan koneksi internet.

5.    Update anti-virus perangkat yang dimiliki
Memiliki aplikasi anti-virus merupakan kewajiban suatu perangkat. Namun, memiliki saja tidak cukup. Anda harus secara berkala meng-update anti-virus tersebut supaya membuat perangkat aman dari serangan virus. Public Wi-Fi yang dikoneksikan pada saat traveling tentunya juga memiliki riwayat telah terkoneksi dengan perangkat lain. Maka keputusan bijaknya adalah dengan meng-install aplikasi anti-virus dan melakukan update secara berkala. Pastikan sebelum melakukan traveling, Anda sudah meng-update anti-virus pada gadget yang dimiliki.

6.    Gunakan HTTPS dimanapun dan kapanpun
Hyper Transfer Protocol Secure (HTTPS) memiliki fungsi sebagai lapisan aplikasi keamanan yang digunakan sistem pada saat browsing alamat situs tertentu. Https memiliki kelebihan keamanan (secure) dibandingkan dengan http. Https sendiri dapat menjamin keamanan dalam autentifikasi server yang memungkinkan website yang dituju menggunakan server terpercaya dalam menjaga kerahasiaan data dan integeritas data. Dengan menggunakan website yang diawali dengan https, setidaknya Anda mendapat jaminan bahwa website yang Anda kunjungi lebih aman dibandingkan yang hanya menggunakan http.  Saat menggunakan public Wi-Fi pada saat traveling atau tidak, Anda sangat disarankan selalu mengakses website dengan hiperteks HTTPS agar meminimalisir serangan virus atau malware.

7.    Install VPN
Menggunakan VPN tidak hanya berfungsi untuk mengakses website-website yang tidak dapat diakses karena di blok. Namun, menggunakan VPN juga dapat meningkatkan keamanan. Data Anda akan dienkripsi hanya antara pemilik data dengan penyedia layanan. VPN juga mengunci siapapun di jaringan yang sama dengan seseorang yang mungkin mengintip Anda dengan alamat yang sama. Menggunakan VPN sangat disarankan jika Anda menggunakan public Wi-Fi pada saat traveling. Namun, hal ini sangat tidak disarankan jika Anda menggunakan Wi-Fi di tempat tinggal Anda sendiri yang tentunya jauh lebih aman dibandingkan menggunakan public Wi-Fi.

8.    Bawa jaringan Wi-Fi Anda sendiri
Sebenarnya proteksi terbaik untuk menghindari jaringan yang tidak terpercaya adalah dengan tidak menggunakan public Wi-Fi. Untuk menghemat kuota intenet dan terhindar dari penggunaan public Wi-Fi yang tidak terpercaya pada saat traveling, bawa dan gunakanlah Wi-Fi milik Anda sendiri seperti Mifi atau Wi-Fi portable yang bisa dibawa kemanapun tanpa membebani kuota internet. Traveling akan lebih menyenangkan dan data juga dapat dipastikan aman dari jaringan yang tidak terpercaya.

Traveling merupakan hal yang seru dan menakjubkan bersama dengan orang-orang terkasih. Namun, jangan sampai kegembiraan pada saat traveling membuat Anda lengah dengan security connections karena harus mengakses hal-hal pribadi dengan menggunakan public Wi-Fi. Semoga tips diatas dapat membantu Anda agar tetap terkoneksi internet dengan aman dan fungsional, namun tetap memperhatikan unsur keamanan data-data dan informasi berharga. Selamat melakukan traveling! Jangan lupa, Wowrack melalui sister company, Wownet mampu memberikan layanan internet yang aman, mudah, cepat, dan stabil dengan didukung tim support yang selalu ready selama 24/7/365. Hubungi Wownet melalui email: sales@wow.net.id ; telepon: (031)60002896 ; dan chat WhatsApp: 08113322896

Monday, March 25, 2019

Lindungi Data Bisnis Anda dengan Disaster Recovery Plan (DRP)

Gambar: Bencana pada sistem IT (sumber: pixabay.com)

Bisnis mengadopsi teknologi informasi dengan sangat cepat. Pemrosesan data serta segala aktivitas bisnis tidak hanya menggunakan konsep manual lagi, melainkan telah terdigitalisasi. Aktivitas sehari-hari seperti mengirim email, menelepon menggunakan aplikasi atau platform berbasis internet, hingga pembayaran gaji karyawan atau kebutuhan finansial lainnya dapat dilakukan melalui internet. Untuk melakukan berbagai hal, sekarang Anda tinggal memanfaatkan smartphone maupun gadget dan komputer yang Anda miliki. Perubahan dalam bentuk digitalisasi mengakibatkan sebuah bisnis harus membangun suatu sistem yang efisien serta efektif untuk kebutuhan internal maupun eksternal perusahaan. Digitalisasi bisnis tersebut akhirnya juga dapat membuat suatu perusahaan menerapkan kebijakan baru terkait keamanan data. 

Dahulu, penyimpanan data dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dengan cara menyimpan kertas data kedalam brankas maupun lemari arsip, kemudian evolusi digital mulai terjadi dengan metode penyimpanan data pada hard drive seperti hard disk, flashdisk, dan lain sebagainya. Namun, saat ini metode serta media penyimpanan data tersebut sudah dianggap tidak aman, hal ini dikarenakan, media penyimpanan tersebut tidak menawarkan sisi fleksibilitas yang saat ini justru sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan dalam menyimpan data maupun informasi yang dimilikinya.

Migrasi data ke sistem cloud juga menjadi penanda bahwa era industri digitalisasi telah dimulai. Data yang disimpan pada sistem cloud lebih mudah diakses serta mudah dalam pengelolaannya. Data cloud juga dapat diakses oleh user yang memiliki akses tersebut dimanapun dan kapanpun asal terkoneksi dengan jaringan internet. Hal-hal konvensional lain seperti tempat dan waktu sudah bukan penghalang bagi suatu bisnis yang ingin mengakses dan mengolah data-datanya. Namun kemudahan serta fleksibilitas cloud ini sering dianggap lawan dari sisi keamanan itu sendiri. Pada dasarnya sistem cloud didesain tidak hanya menggunakan satu layer keamanan, melainkan berlapis-lapis mulai dari tier 1 hingga tier 3 bahkan lebih. Kelebihan inilah yang mengakibatkan cloud dipercaya karena fleksibilitas serta keamanannya yang terjaga.

Keamanan yang terjaga dan dapat diandalkan ini merupakan keharusan layanan cloud agar mendapat kepercayaan dari konsumen. Garansi less down time serta lokasi data center yang aman serta strategis, dan tentunya server yang aman merupakan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh perusahan provider cloud. Tujuannya adalah supaya data-data yang tersimpan pada sistem cloud terhindar dari resiko-resiko yang dapat mengakibatkan data hilang atau rusak. Setelah semua persyaratan terpenuhi, pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana tentang bencana yang tiba-tiba atau tidak dapat diprediksi? Bagaimana cara mengatasi bencana serta merencanakan Disaster Recovery Plan (DRP) yang baik dan tepat? Apakah setiap perusahaan harus memiliki Disaster Recovery Plan? Apakah layanan Disaster Recovery Plan termasuk kedalam layanan yang disediakan oleh sebuah perusahaan provider cloud?

Apa yang Dimaksud dengan Disaster Recovery Plan (DRP)
Disaster Recovery Plan atau DRP merupakan suatu tindakan yang dilakukan sebelum dan sesudah bencana terjadi. Menyusun atau membuat DRP bertujuan untuk meminimalisir dampak diakibatkan oleh sebuah bencana, misalnya untuk melindungi data-data penting dari bisnis yang Anda miliki seperti data penjualan, perilaku konsumen hingga data-data sensitif yang berkaitan dengan konsumen. Hal yang perlu menjadi fokus dalam mengadopsi sistem Disaster Recovery Plan (DRP) adalah memahami fakta bahwa bencana merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi, direncanakan, namun bisa dihindari. DRP membantu mengembalikan fungsi-fungsi critical sebuah sistem ke fungsi awal atau semestinya setelah terkena bencana. DRP dapat membantu meminimalisir dampak kerusakan yang dapat berpotensi mengganggu bisnis Anda. DRP juga dapat mengembalikan operasional perusahaan dengan cepat.

Mengapa Disaster Recovery Plan (DRP) ini Penting?
Telah banyak kasus data loss maupun pencurian data dalam dunia teknologi dewasa ini. Sebuah kesalahan sederhana dapat berujung menjadi sebuah bencana bisnis yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh National Small Business Poll atau NFIB, sebesar 10% disaster disebabkan oleh faktor human error dan bersifat teknis. Sedangkan secara mengejutkan, sebesar 30% disebabkan oleh bencana alam. Hal sederhana seperti hujan dapat menyebabkan listrik padam dan menyebabkan resiko kerugian yang besar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Texas, menunjukkan fakta bahwa hanya 6% perusahaan yang mampu bertahan dan mengembalikan data mereka, sebanyak 43% data tidak dapat diakses kembali, dan 51% perusahaan tutup dalam 2 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Disaster Recovery Plan (DRP) sangatlah penting. Berikut beberapa alasan lainnya :

·           Perangkat keras dan mesin yang rusak. Meskipun reliabilitas suatu teknologi sudah berada pada level yang terbaru, atau jarang terjadi kegagalan, namun faktanya semua perangkat teknologi akan tetap memiliki kekurangan, kelemahan, serta rentan rusak. Dengan kenyataan demikian, akan menjadi sangat mahal bagi sebuah perusahaan untuk menghapus atau memperbaiki masing-masing kegagalan pada infrastruktur IT. Maka memiliki Disaster Recovery Plan merupakan cara yang terbaik untuk mengamankan data-data yang penting akibat kegagalan suatu perangkat keras.

·           Seperti layaknya mesin, manusia tidaklah sempurna. Pernahkah Anda mengerjakan suatu pekerjaan dengan sangat sungguh-sungguh namun menyesal karena lupa menyimpan? Ironisnya, hal itu sering sekali terjadi. Sama halnya dengan sistem firewall, anti-virus, dan anti-spyware yang merupakan suatu bentuk perlindungan data dari serangan yang tidak diinginkan. Software tersebut hanya memastikan bahwa data akan aman serta dapat diandalkan saat tiba-tiba terjadi downtime. Namun, bagaimana jika ada suatu perusahaan yang melakukan kebijakan tidak boleh ada data loss saat terjadi downtime? Disaster Recovery Plan jawabannya.

·           Konsumen menuntut kesempurnaan sistem. Masih ingat sebuah kata-kata lama bahwa konsumen adalah raja? Ya, konsumen selalu menuntut kesempurnaan, apapun hal yang terjadi dibelakang sistem tersebut, konsumen enggan mencari tahu dan hanya ingin mendapat yang terbaik dalam pelayanannya. Dengan tingkat kompetisi yang semakin tinggi, memaksa perusahaan untuk lebih transparan dan akuntabel. Dengan Disaster Recovery Plan Anda tidak akan kesulitan dalam meyakinkan konsumen terkait masalah transparansi dan akuntabilitas data. 

Bangun Sistem Disaster Recovery Plan yang Solid untuk Bangun Kepercayaan Konsumen dan Selamatkan Bisnis
Tidak ada bisnis yang tidak rentan terhadap bencana IT, namun pemulihan cepat dengan adanya Disaster Recovery Plan  yang baik merupakan tuntutan konsumen. Terlalu banyak bisnis yang gagal karena kurangnya mempersiapkan segala kemungkinan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Meski solusi sederhana seperti backup sangat mudah menyelamatkan hal tersebut, namun jika Anda belum menyiapkan Disaster Recovery Plan, maka tentu hal ini harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan Anda.

Syarat-Syarat Membuat Disaster Recovery Plan (DRP)
Berdasarkan National Institute of Standards and Technology (NIST) edisi publikasi 800-34 tentang Panduan Perencanaan sistem informasi, hal-hal yang dibutuhkan dalam membangun Disaster Recovery Plan (DRP) adalah sebagai berikut:

·           Mengembangkan kebijakan perencanaan.  Kebijakan legal yang sifatnya mengikat  ini dibuat untuk mendukung dalam perencanaan dalam mengembangkan Disaster Recovery Plan (DRP).

·           Melakukan analisis dampak bisnis. Anda dapat berbicara dengan perusahaan konsultan atau rekanan pihak ketiga yang Anda pilih untuk mengidentifikasi serta memprioritaskan sistem dan komponen IT yang paling kritis.

·           Mengidentifikasi upaya pencegahan. Ini adalah acuan yg dapat dipakai untuk mengurangi efek dari gangguan sistem, dapat juga meningkatkan ketersediaan sistem dan mengurangi biaya-biaya tidak terduga dari segi usia pemakaian hardware.

·           Mengembangkan strategi recovery. Strategi recovery dan backup yang cermat akan membuat pemulihan lebih cepat dan efektif akibat gangguan tersebut.

·           Rencanakan untuk uji coba, latihan hingga menjalankan agar Disaster Recovery Plan berjalan sesuai dengan skema yang diinginkan.

·           Perencanaan dan perawatan. Semua perencanaan harus ditulis dalam dokumen yang harus diperbarui seiring dengan peningkatan sistem yang baru.

Langkah-Langkah Membuat Disaster Recovery Plan (DRP)
Dengan mengetahui struktur sesuai SP 800-34. Anda dapat membuat beberapa langkah dalam penerapan Disaster Recovery Plan (DRP) sebagai berikut :

  1. Tim perencanaan Disaster Recovery Plan (DRP) harus bertemu dengan tim IT, software developer dan network administrator. Hal-hal yang dperlu dibahas antara lain seperti internal element, aset eksternal, hingga keterlibatan pihak ketiga. Pastikan rencana Anda terkomunikasikan dengan semua senior departemen IT.
  2. Kumpulkan semua data yang relevan terkait infrastruktur. Misalnya diagram jaringan, peralatan konfigurasi, dan database.
  3. Pastikan Anda mengetahui dokumen-dokumen terkait jaringan yang akan digunakan dalam Disaster Recovery Plan (DRP). Jika belum ada, lanjutkan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Ø  Identifikasi masalah dengan pihak manajemen terkait ancaman paling serius di lingkungan terhadap Infrastruktur IT, seperti kebakaran, kesalahan manusia, masalah kelistrikan atau kegagalan sistem.
Ø  Identifikasi masalah dengan pihak manajemen terkait masalah paling rentan dalam Infrastruktur IT seperti tidak adanya listrik cadangan, database yang telah kadaluarsa dan lain-lain.
Ø  Ulas kembali riwayat dari gangguan dan bagaimana menangani masalah tersebut.
Ø  Identifikasi tentang aset paling penting di perusahaan seperti call center, server dan akses internet.
Ø  Buat peraturan mengenai waktu maksimal yang dibutuhkan manajemen untuk menerima aset IT yang tersedia.
Ø  Identifikasi prosedur operasional yang saat ini digunakan dalam merespon gangguan kritis.
Ø  Menentukan kapan prosedur ini terakhir diuji hingga memvalidasi kesesuaiannya.

4. Identifikasi tim respon darurat untuk semua gangguan infrastruktur IT. Tentukan level tim respon darurat tersebut dalam pelatihan suatu sistem kritis, terutama dalam keadaan darurat.

5.  Identifikasi vendor atau pihak ketiga yang akan Anda ajak kerja sama, teliti keunggulan dan pengalaman perusahaan tersebut. Pilih perusahaan yang menyediakan garansi dan telah tersertifikasi terutama mengenai keamanan data. Selain data Anda akan ditangani dengan baik, tidak akan ada kebocoran atau serangan terhadap data Anda.

6. Kumpulkan hasil dari segala asesmen yang telah dilakukan dalam bentuk analisa. Identifikasi apa yang telah dilakukan dan yang harus dilakukan, dengan rekomendasi  bagaimana cara mencapai, tingkat persiapan serta perkiraan berapa investasi yang dibutuhkan.

7. Minta seluruh manajemen meninjau  mengulas hasil laporan dan menyetujui tindakan yang direkomendasikan.

8 . Persiapkan IT Disaster Recovery Plan yang ditujukan untuk sistem dan jaringan yang paling vital/ kritis.

9. Lakukan uji coba dengan membuat simulasi bencana yang mengharuskan Anda harus memulihkan data.

10. Selalu perbarui dokumen yang Anda gunakan dalam Disaster Recovery Plan. Setiap Disaster Recovery Plan haruslah memiliki dokumentasi yang kuat dan menyeluruh yang mencakup inventaris terperinci tentang peralatan dalam infrastruktur. Hal ini akan membantu mempertahankan manajemen aset yang baik.

11. Jadwalkan secara berkala peninjauan atau audit terkait Disaster Recovery Plan (DRP) yang Anda miliki.


Memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) merupakan sebuah prioritas utama setiap perusahaan yang sangat menggantungkan datanya pada sistem digital. Disaster Recovery Plan (DRP) membuat Anda tidak perlu khawatir akan bencana yang tiba-tiba terjadi pada bisnis, karena tentunya keamanan data konsumen merupakan prioritas  yang utama. Menggandeng perusahaan IT provider yang telah terpercaya dan bersertifikasi ISO27001 seperti Wowrack Indonesia, merupakan solusi yang tepat bagi Anda tanpa harus mengkhawatirkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan recovery. Cek website www.wowrack.co.id, atau hubungi sales@wowrack.co.id dan telepon (031) 6000 2888 untuk mendapatkan informasi lengkap tentang layanan Wowrack Indonesia. Temukan layanan IT yang paling sesuai untuk bisnis dan perusahaan Anda.