Wednesday, July 28, 2021

5 Hal yang Diperlukan untuk Mengamankan Infrastruktur Cloud

Mengamankan Infrastruktur Cloud

Peningkatan minat pemilik usaha di Indonesia pada cloud computing harus diimbangi oleh pengetahuan mengenai cara mengamankan infrastruktur dengan benar.

Sama halnya dengan perangkat fisik yang mempunyai ancaman kehilangan data, cloud computing juga memiliki resiko yang sama. Hanya saja ancaman kehilangan data pada cloud computing bukan diakibatkan hilang atau rusaknya perangkat, namun karena serangan siber. 

Ancaman serangan siber selalu mengikuti perkembangan teknologi. Semakin canggih perkembangan teknologi maka semakin beragam dan rumit juga strategi serangan sibernya.

Di Indonesia sendiri kasus kejahatan siber terus meningkat, tercatat terdapat 448 juta kasuskejahatan siber pada periode Januari-Mei 2021. 177 kasus terjadi hanya pada bulan mei saja, di mana angka tersebut jauh lebih banyak di bandingkan bulan sebelumnya yaitu April dengan 115 kasus.

Serangan siber tersebut dialami oleh segala instansi, kepemerintahan maupun swasta. Serangan cyber yang mendominasi adalah malware, diikuti oleh serangan aktivitas Trojan, dan kebocoran informasi dan data.

Tapi bagi Anda yang baru saja menggunakan cloud tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara selain menginstall Anti-virus untuk mengamankan infrastruktur cloud Anda.

5 Hal untuk Mengamankan Infrastruktur Cloud

Mempunyai cloud yang bekerja dengan maksimal untuk mensupport kinerja perusahaan adalah goal utama setiap pengguna cloud. Kelancaran aplikasi di dalamnya dapat sangat mempengaruhi produktivitas perusahaan.

Untuk menjaga performa baik cloud, diperlukan sistem keamanan yang dapat menghindarkan infrastruktur cloud Anda dari ancaman serangan siber. Simak 5 cara untuk mengamankan infrastruktur cloud Anda

Memasang Firewall

Firewall adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengamankan server cloud Anda ancaman siber yang tersebar di jaringan internet. Seperti namanya, cara kerja firewall bisa dibayangkan seperti sebuah tembok api yang menjaga keamanan server cloud beserta data Anda. Dengan firewall Anda dapat mengkontrol aktivitas traffic dan data yang keluar masuk jaringan Anda.

Firewall memiliki 2 jenis yaitu hardware dan software. Contoh firewall berbasis hardware atau perangkat keras adalah router. Agar bisa bekerja, router harus dikonfigurasi terlebih dahulu. Setelah itu router akan menjadi pembatas antara server cloud dengan jaringan luar, dengan cara memfilter dan menentukan packet atau data apa saja bisa keluar dan masuk server Anda.

Sedangkan firewall berbasis software biasanya berbentuk aplikasi atau fitur tambahan sebuah anti-virus. Firewall ini umum digunakan oleh pengguna komputer dan internet di mana pun. Anda hanya perlu menginstallnya pada komputer atau cloud Anda untuk mulai menggunakannya. Firewall berbasis software biasanya bisa melindungi infrastruktur cloud Anda dari virus Trojan maupun Worm.

Secara garis besar fungsi Firewall adalah melindungi cloud dan data di dalamnya dari serangan penjahat siber dan pengguna tidak dikenal. Firewall juga dapat mem-block pesan maupun konten yang tidak diinginkan, memonitor bandwidth dan lain sebagainya.

Menggunakan SSH-Keys

SSH merupakan kepanjangan dari Secure Shell, sebuah protokol keamanan jaringan yang menggunakan teknologi kriptografi. SSH digunakan untuk memastikan keamanan komunikasi dan proses transfer data dari ancaman kejahatan siber seperti pencurian data, identitas, dan aktivitas peretasan lainnya. Untuk itu, menggunakan SSH-keys sangat direkomendasikan untuk pengguna cloud.

SSH mengijinkan Anda untuk memodifikasi dan mengontrol sebuah perangkat secara remote atau jarak jauh. Sebagai media transfer data yang aman, SSH-Keys menggunakan teknologi enkripsi untuk menyediakan akses yang aman pada saat user login pada server Anda. SSH keys menyediakan dua jenis autentifikasi yaitu private dan public keys, private key adalah auntentifikiasi yang bersifat rahasia hanya untuk user, sedangkan public key boleh untuk dibagikan.

Setiap autentifikasi, termasuk autentifikasi password menggunakan teknologi enkripsi. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan keamanan. Seperti yang diketahui, serangan siber saat ini dapat bekerja dengan cara yang lebih rumit. Peretas dapat mencoba berkali-kali mengakses server Anda terutama jika server mempunyai alamat IP publik, dengan cara terus mengkombinasikan kata sandi hinga ditemukan yang tepat.

Dengan teknologi kriptografi yang menggunakan 3 sistem enkripsi, yaitu simetris, asimetris, dan hashing, yang dimiliki SSH, membuatnya memiliki sistem keamanan yang lebih rumit untuk diretas. Sehingga Anda tidak perlu cemas akan kehilangan data dikarenakan serangan siber.

Menggunakan VPN

VPN atau Virtual Private Network adalah teknologi yang berfungsi untuk mengamankan koneksi internet yang digunakan. Seperti namanya, VPN mengijinkan penggunanya untuk mengakses internet secara private dengan mengubah jalur koneksi dan menyembunyikan pertukaran data yang terjadi.

VPN awalnya digunakan bagi perusahaan-perusaahan saja untuk mengakses internet dengan aman, namun sekarang setiap orang bisa menginstall VPN pada perangkat mereka. Secara mendasar, VPN mengkoneksikan perangkat (PC, Smart Phone, etc.) ke perangkat yang terhubung dengan internet di tempat lain, dan mengijinkan kita menjelajah menggunakan jaringan perangkat lain tersebut.

Fungsi VPN pada infrastruktur cloud pun hampir sama. VPN membantu penggunanya untuk menciptakan network yang aman dengan menciptakan dua jaringan yaitu private dan publik.

Jaringan server Anda aka berada pada jaringan private yang hanya bisa di akses orang tertentu. Sedangkan untuk aplikasi tertentu yang butuh diakses oleh klien akan dihadirkan secara public. Dengan begitu keamanan network infrastruktur Anda akan terjaga.

Memiliki Backup Plan

Dalam sistem keamanan siber, backup adalah langkah minimal yang harus dilakukan. Backup sendiri adalah aktivitas menggandakan data yang bertujuan agar dapat kembali merecover data yang hilang atau rusak, dan meminimalisir kerugian.

Backup dapat dilakukan dengan du acara, yaitu secara offline dan online. Backup offline adalah ketiga seseorang menggandakan file, lalu menyimpan file yang telah digandakan di perangkat keras seperti flashdisk atau SSD. Sedangkan backup online ketika data yang digandakan disimpan pada cloud storage.

Ketika memutuskan membackup secara online pun, dibagi menjadi dua cara yaitu manual dan secara otomatis yang biasanya disebut backup plan. Seperti namanya, manual berarti Anda harus rajin menggandakan data yang butuh dibackup secara berkala, dan menyimpannya sendiri pada cloud storage.

Sedangkan pada backup plan Anda dapat mengatur jadwal backup Anda, dan dengan otomatis data Anda akan ter-backup secara berkala. Backup plan ini biasanya disediakan oleh perusahaan yang menawarkan layanan sistem keamanan, salah satunya adalah Wowrack Indonesia. Selain lebih aman dan mudah, backup plan juga memudahkan penggunanya melakukan recover data kapan saja selama Anda terkoneksi internet.

Memanfaatkan Layanan Cyber Protection

Mengamankan infrastruktur cloud secara mandiri bisa menjadi sesuatu yang rumit dan merepotkan. Ada banyak hal perlu dilakukan seperti menganalisa, memonitor, dan menindak lanjuti serangan siber yang terjadi. Di lain sisi, serangan siber akan terus terjadi, jika user lengah maka kerugian tidak bisa dihindari.

Memanfaatkan layanan cyber protection atau keamanan siber bisa menjadi salah satu solusi. Terutama, jika perusahaan Anda tidak memiliki human resource yang bisa menghandle keamanan infrastruktur cloud Anda.

Saat ini banyak perusahaan yang menawarkan layanan cyber protection dengan berbagai fasilitas dan keuntungan yang ditawarkan. Salah satunya contoh layanan cyber protection adalah Cyber Protect dari Acronis.

Layanan cyber protection umumnya menawarkan proteksi secara menyeluruh. Mulai dari memonitor infrastruktur cloud Anda untuk memastikan keamanan, hingga membantu memanage keamanan infrastruktur secara end to end.

Untuk mengefisiensikan budget, Anda dapat memilih cloud provider yang menawarkan layanan sesuai dengan yang Anda butuhkan. Namun, Anda tetap harus memilih cyber protection provider dengan kwalitas pelayanan yang baik. Misalnya, penyedia layanan haruslah yang memiliki teknologi terupdate, layanan support yang standby 24/7 dan tanggap dalam memberikan solusi, serta telah terverifikasi sistem keamanannya dengan ISO27001.

 

5 hal di atas hanyalah usaha dasar yang dapat Anda praktikan untuk mengamankan infrastruktur cloud sehingga semua aplikasi berjalan maksimal dan mampu menunjang kinerja perusahaan. Penjelasan lebih detail dan tercustom pada kebutuhan perusahaan bisa Anda dapatkan dengan menghubungi sales@wowrack.co.id, dan dapatkan konsultasi gratis dari kami.

Monday, July 19, 2021

7 Open Source Tools Terbaik untuk Monitoring Infrastruktur Cloud

7 Open Source Tools Terbaik untuk Monitoring Infrastruktur Cloud

7 Open Source Tools Terbaik untuk Monitoring Infrastruktur Cloud

Mengadaptasi cloud computing untuk menunjang kinerja perusahaan memang terbukti efektif. Namun, jika tidak diimbangi dengan monitoring cloud, akan menghambat Anda menerima keuntungan yang ditawarkan.

Monitoring cloud computing sendiri berarti memantau dan mengawasi kondisi cloud yang sedang kita gunakan. Kegiatan monitoring ini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap sistem berjalan dengan semestinya.

Untuk itu, berbagai pengguna cloud dari perusahaan kecil hingga enterprise, perlu untuk melakukan monitoring cloud ini. Beberapa aspek yang perlu di-monitor atau dipantau adalah server, VM, network, data basis, storage, web, dan aplikasi.

Namun, melakukan monitoring hal-hal diatas bisa menjadi sesuatu yang rumit dan tidak mudah jika tidak memiliki alat atau tools yang memadai. Karenanya, banyak monitoring tools yang bermunculan untuk membantu para pengguna cloud.

Terdapat dua macam monitoring tools, yaitu close source dan open source. Close source merupakan software yang menyimpan sumber kode dengan aman dan ter-enkripsi. Artinya, pengguna tidak diijinkan untuk mengubah, menyalin, atau menghapus sumber kodenya. Contoh dari close source tools adalah Amazone CloudWatch dan Azure Monitor.

Sedangkan open source, merupakan tools yang memperbolehkan penggunanya untuk memodifikasi, menyalin, membagikan, ataupun menghapus kode di dalamnya. Keuntungan dari perangkat open source adalah siapapun bisa menggunakannya pada program yang dimiliki. Selain itu, dibandingkan close source, open source memiliki biaya yang lebih bersahabat bagi penggunanya.

Oleh sebab itu, monitoring tools yang open source menjadi favorit pengguna cloud. Jika Anda berminat untuk memakai open source monitoring tools, Anda harus mengerti bahwa monitoring tools haruslah;

  • Mempunyai skalabilitas
  • Dapat memonitor dan memproses data dalam jumlah besar
  • Mengumpulkan metric system atau aplikasi secara real-time
  • Selalu available
  • Mensupport semua jenis modern cloud dan metric visualization tools
  • Mempunyai sistem penelusuran yang baik
  • Dan, mempunyai interface yang mudah digunakan oleh user

Berikut adalah 7 open source tools yang bisa Anda manfaatkan untuk memonitor kondisi infrastruktur cloud Anda:

Zabbix

Zabbix adalah tool open source yang dapat Anda gunakan untuk memonitor server. Software ini diperuntukan bagi perusahaan sekelas enterprise. untuk menggunakan Zabbix, Anda hanya perlu menginstallnya pada server Anda atau client.

Anda dapat menginstallnya pada Linux, AIX, Windows, Solaris, MacOS X, FreeBSD, OpenBSD, dan lainnya. Selain itu, Zabbix juga mensupport SNMP (Simple Network Management Protocol), sistem reporting yang baik, dan interface yang mudah digunakan.

Keistimewaan lain dari zabbix adalah, berperforma baik dalam monitoring sistem operasi, dapat di-update dengan mudah, serta fleksibel untuk melakukan integrasi dua arah.

Grafana


Grafana merupakan
monitoring tool open source yang didesain untuk infrastruktur cloud dengan cara membaca data metrics dan kemudian mengubahnya menjadi sebuah grafik atau data tertulis.

Grafana dikenal sangat baik dalam memberikan hasil report dalam bentuk visual. Biasanya Grafana digunakan bersamaan dengan tools lain untuk mengumpulkan data, yang mana data tersebut akan diolah dan menyederhanakannya sebagai report.

Meskipun Grafana hanya dapat mengumpulkan data dari satu source, namun, Grafana bersifat sangat fleksibel, yang mana Grafana dapat digunakan bersamaan dengan berbagai open source tools lainnya.

Prometheus

Jika Grafana lebih berfokus pada report visualnya, Prometheus sebaliknya lebih berfokus kepada pengumpulan data, analisis, dan alerting. Prometheus dapat mengumpulkan system metrics, aplikasi, dan sebagainya.

Seperti yang dijelaskan di atas, Prometheus dapat bekerja maksimal jika digabungkan penggunaannya dengan Grafana. Prometheus yang mengumpulkan data berdasarkan time-series, akan disederhanakan reportnya dengan visual dari Grafana.

Selain itu, Prometheus juga dilengkapi dengan alertmanager sehingga dapat membantu memberikan alert atau peringatan jika sesuatu terjadi pada infrastruktur cloud. Dengan ini, menjadikan Prometheus sebagai monitoring tools yang bisa sangat menguntungkan bagi penggunanya.

Icinga

Icinga adalah tools open source untuk memonitor serta mengkalkulasikan availability dan performa jaringan. Icinga bisa mengumpulkan data dari host resource atau sumber daya host di berbagai jenis perangat seperti switch, router, dan lainnya.

Icinga dikenal dengan skalabilitasnya serta kemudahan dalam mengkonfirgurasi untuk dapat berfungsi pada berbagai perangkat. Karena telah banyak digunakan, Icinga memiliki beberapa modul untuk tujuan monitoring yang spesifik seperti VMWare’s vSphare cloud, dan proses modeling bisnis.

Nagios

Nagios sebagai open source tools menyediakan solusi monitoring untuk berbagai komponen network seperti protokol jaringan, sistem operasi, sistem metrik, aplikasi, web servers, middleware, dan lain sebagainya.

Nagios memiliki performa yang sangat tinggi dalam monitoring tanpa membutuhkan banyak server resource. Anda juga dapat mengintegrasikannya dengan berbagai software pihak ketiga dengan menggunakan plugin yang mana biasanya telah dituliskan oleh pengguna lainnya.

OpenNMS


OpenNMS merupakan
open source tools yang dirancang untuk mengelola banyak perangkat dari satu server. Selain itu, OpenNMS juga dapat mengelola banyak perangkat dari berbagai server.

Anda dapat menggunakan OpenNMS untuk memonitor perangkat keras, sistem operasi (Linux, Windows, dan Solaris), serta dapat memonitor platform virtualisasi seperti VMware, Hyper-V, dan Citrix XenServer.

Monitor.Us


Monitor.Us adalah monitoring tools open source yang berbasis cloud. Monitoring tools yang satu ini mampu memonitor server dari Windows dan Linux.

Karena di-hosting pada cloud, Anda tidak perlu lagi menginstal, mengkonfigurasi, atau update seperti monitoring tools pada umumnya. Selain itu Monitor.Us juga dapat membantu Anda untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber daya internal maupun eksternal seperti melacak penggunaan disk space, RAM, CPU, trafik, mapun mengukur waktu aktif aplikasi.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, terlepas dari manfaat yang digunakan, infrastruktur cloud tetap harus secara aktif di-monitor. Telah hadir banyak monitoring tools open sourse yang bisa Anda gunakan seperti Zabbix, Grafana, Prometheus, Icinga, Nagios, OpenNMS, serta Monitor.Us.

Bagi Anda yang memerlukan bantuan dalam memonitor dan memanage cloud, Anda dapat menghubungi sales@wowrack.co.id untuk mendapatkan konsultasi dan assessment cloud yang Anda perlukan. 

Thursday, July 15, 2021

Layanan Cloud Computing: Apa itu Daas dan CaaS?

Komputasi awan atau cloud computing menjadi solusi paling tepat ditengah terjadinya perubahan sistem kerja dan bisnis di era digital.

Terlebih lagi di masa pandemic seperti sekarang, di mana proses transformasi digital dipercepat. Hasilnya, teknologi seperti cloud computing menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dilewatkan. Tapi, kenapa cloud computing dianggap menjadi solusi terbaik percepatan transformasi digital di masa pandemic?

Tujuan dari diciptakannya cloud computing sendiri adalah untuk mempermudah aktivitas manusia dalam ranah digital. Aktivitas yang dimaksut adalah seperti menyimpan dan memproses data, berkomunikasi, berkolaborasi antar individu, divisi, ataupun cabang perusahaan.

Aktivitas tersebut adalah aktivitas dasar yang wajib dipenuhi kebutuhannya. Pasalnya, semasa pandemi ini sistem WFH atau Work From Home marak dilakukan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi aktivitas yang melibatkan interaksi fisik yang dapat meningkatkan kemungkinan penularan virus.

Dengan semua keuntungan yang diberikan cloud computing, sebuah perusahaan atau bisnis tetap dapat berjalan dengan lancar dan minim hambatan meskipun sedang menerapkan WFH.

Baca juga: Manfaat Cloud Computing Selama WFH PPKM 

Selain memperlancar pekerjaan melalui support komunikasi, kolaborasi, penyimpanan dan pengolahan data, cloud computing juga bisa menjaga keamanan data. Bagi sebuah perusahaan keamanan data adalah hal utama. Kehilangan data tidak hanya menimbulkan kerugian finansial tapi juga dapat mengurangi kredibilitas perusahaan di mata customers.

Sepenting itu peran cloud computing untuk membantu aktivitas berbisnis di masa pandemic ini.

Jika berbicara mengenai layanan cloud computing, maka penting untuk paham apa saja layanan yang biasanya ditawarkan cloud provider.

Mengenali Layanan Cloud Computing DaaS, dan CaaS

Sebelumnya telah dijelaskan bahwa cloud computing memiliki beberapa layanan yang berbeda seperti PaaS, SaaS, dan IaaS. Untuk mengetahui Apa itu PaaS, SaaS, dan IaaS silahkan baca artikel kami sebelumnya dengan judul Pengertian dan Perbedaan IaaS, PaaS, dan SaaS. 

Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan cloud, layanan cloud pun semakin berkembang dan muncul layanan lain seperti DaaS dan CaaS.

Data-Storage as a Service (DaaS)

Tanpa disadari, DaaS atau Data-Storage as a Service adalah layanan paling umum yang banyak digunakan oleh masyarakat. DaaS juga dikenal dengan sebutan StaaS atau Storage as a Service, jadi jika ada yang menyebutnya dengan StaaS Anda tidak perlu bingung.

DaaS ini adalah layanan cloud dasar yang pasti diperlukan tidak hanya oleh organisasi atau perusahaan tapi juga individu. Contoh DaaS paling mudah yang sering kita temui adalah Google Drive. Benar, Google Drive adalah platform cloud storage gratis bagi setiap pemilik akun gmail. Namun, Google Drive hanya menyediakan 15GB free storage untuk setiap user.

15GB akan sangat cukup untuk personal use, namun jika Anda adalah pemilik perusahaan maka Anda memerlukan space lebih besar. Disitulah Anda bisa menggunakan layanan DaaS dari Google. Anda dapat mulai berlangganan berbayar untuk mengupgrade storage pada google drive Anda.

Keuntungan dari menggunakan layanan DaaS adalah Anda tidak perlu membeli perangkat keras untuk menyimpan setiap data perusahaan Anda. Sehingga DaaS dapat membantu Anda untuk menghemat biaya pembelian device baru, perawatan, hingga tenpat. Anda hanya perlu mencari penyedia layanan DaaS dengan fasilitas lengkap dan sesuai kebutuhan perusahaan.

Selain itu, menggunakan layanan DaaS juga dapat meningkatkan fleksibilitas dan skalabilitas perusahaan Anda. Maksud dari meningkatkan fleksibilitas adalah Anda dapat mengakses data Anda kapan saja dan di mana saja selama Anda mempunyai akses atas akun Anda dan akses internet. Sedangkan meningkatkan skalabilitas artinya Anda bisa dengan bebas menambah space atau storage sesuai pertumbuhan dan kebutuhan perusahaan kapanpun diperlukan.

Communication as a Service (CaaS)

Communication as a service adalah layanan cloud computing yang menyediakan infrastruktur komunikasi untuk sebuah perusahaan. Infrastruktur tersebut termasuk keperluan hardware dan software serta manajementnya.

Infrastruktur komunikasi layanan CaaS biasanya melingkupi sistem keamanan seperti enkripsi dan keamanan akun, dedicated bandwidth untuk memastikan kelancaran komunikasi dan menghindari delay, serta pemantauan jaringan.

Layanan komunikasi yang biasanya diperlukan seperti VoIP atau Voice Over Internet Protocol, yaitu sebuah teknologi komunikasi jarak jauh yang menggunakan jaringan internet. VoIP dapat membantu penggunanya untuk berkomunikasi jarak jauh lintas kota, pulau, bahkan negara dengan harga yang lebih murah. Contoh dari VoIP seperti aplikasi WhatsApp, Microsoft Teams, atau aplikaso video conference.

Siapa saja yang perlu menggunakan layanan CaaS ini? Umumnya layanan CaaS digunakan oleh perusahaan dengan berbagai ukuran. Mulai dari perusahaan besar yang memiliki banyak cabang lintas negara, atau perusahaan kecil yang sedang menjalankan sistem kerja remote working.

Contoh perusahaan yang menyediakan layanan CaaS adalah seperti Microsoft Connected Service Framework (CSF) 3.0 dan IBM converged Communication Services.

Itu dia pengertian, dan keuntungan dari layanan cloud computing DaaS, dan CaaS. Anda hanya perlu memahami fungsi dari masing-masing layanan dan memastikan apakah perusahaan Anda memerlukan layanan-layanan tersebut.

Jika Anda masih memiliki keraguan dan memerlukan assessment dan konsultasi yang lebih terkhususkan untuk perusahaan Anda, silahkan hubungi kami melalui sales@wowrack.com.

x

Tuesday, July 6, 2021

Manfaat Cloud Computing Selama WFH PPKM


Manfaat Cloud Computing Selama WFH PPKM

Serangan gelombang ke dua covid-19 di Indonesia tidak bisa dihindari. Munculnya varian baru dari virus covid-19 yaitu varian delta meningkatkan angka penularan bahkan kematian. Hasilnya, pemerintah mengambil tindakan dengan menerapkan PPKM.

PPKM sendiri kepanjangan dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, suatu sistem untuk membatasi interaksi sosial masyarakat dalam upaya menurunkan angka penularan covid-19. PPKM ini berdampak cukup besar bagi para pengusaha.

Pasalnya, pemerintah mengharuskan perusahaan untuk menerapkan WFH 75 persen. Namun, WFH atau remote working memiliki banyak tantangan baik bagi pekerja maupun pemilik usaha.

Tantangan Work From Home Selama PPKM

Bagi yang sebelumnya sudah pernah menjalani WFH, pasti mengerti betul tantangan yang mungkin Anda hadapi. Dan untuk yang baru saja melaksanakan WFH, mungking Anda perlu mengetahui informasi berikut ini mengenai tantangan WFH

Koneksi Jaringan yang Buruk

Hal utama yang dibutuhkan pada saat WFH selain laptop maupun HP adalah koneksi internet. Mulai dari kegiatan komunikasi hingga bertukar data dilakukan secara online. Oleh karenanya koneksi internet adalah hal wajib ada dan lancar.

Namun, tidak semua orang memiliki jaringan internet yang baik. Kendala seperti terputusnya koneksi saat meeting, atau hilangnya koneksi saat download dan upload data sangat sering terjadi karena koneksi yang buruk. Untuk itu, pastikan Anda memilih internet provider dengan jaringan internet yang lancar.

Tantangan Berkolaborasi

Kolaborasi merupakan hal inti pada dunia kerja. Setiap pekerja saling berhubungan satu sama lain untuk menjalankan sebuah perusahaan. Misalnya saja seorang content creator harus dengan lancar berkomunikasi dengan Desainer, Management, dan bagian lainnya dalam sebuah perusahaan.

Kegiatan yang kolaborasi diantaranya seperti bertukar, berbagi, dan menyimpan data serta komunikasi. Sebuah perusahaan haruslah memiliki platform khusus bagi pekerjanya untuk melakukan setiap kegiatan tersebut. Platform tersebut bisa berupa aplikasi yang dapat memenuhi setiap kebutuhan dalam berkolaborasi tiap divisi.

Tantangan Keamanan Data

Dalam kepanikan pandemi sendiri, data menjadi sangat rentan menjadi incaran penjahat cyber, dan WFH mempermudah sebuah data terancam cyber-threat. Bagaimana bisa? Seperti yang telah dijelaskan bahwa semua aktivitas dilakukan secara online. Jika suatu perusahaan tidak benar-benar mempersiapkan keamanan data maka data dapat dengan mudah hilang, rusak, atau dicuri.

Anda memerlukan sebuah platform yang memiliki sistem keamanan yang dapat menghindarkan perusahaan kehilangan data. Seperti yang kita ketahui, kehilangan data dapat berakibat fatal. Kerugian yang harus ditanggung perusahaan seperti hilangnya kredibilitas, sampai harus membayar atau menebus data dengan uang yang tidak sedikit.

Manfaat Cloud Computing

Cloud computing bukanlah hal baru di dunia teknologi dan sudah banyak perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi cloud ini. Pengguna cloud di Indonesia sendiri mengalami peningkatan sebesar 50% selama tren WFH terjadi. Yang artinya, cloud computing dirasa menjadi solusi paling tepat untuk sistem WFH.

Cloud computing sendiri merupakan sebuah teknologi komputasi virtual yang beroperasi dengan menggunakan jaringan internet. Cloud computing bekerja seperti halnya komputasi yang memiliki fisik, yaitu membantu mengolah data, dan menjalankan suatu aplikasi.

Itu sebabnya cloud computing menjadi teknologi yang paling diminati pemilik usaha selama terjadinya pandemi dan diterapkannya WFH. Secara spesifik, berikut adalah manfaat cloud computing yang bisa memerudah sistem WFH

Memperlancar Kolaborasi

Cloud computing memungkinkan penggunanya mengakses sebuah aplikasi tanpa perlu menginstallnya pada perangkat pengguna. Sebuah data dapat diolah dan disimpan di dalam cloud storage atau penyimpanan cloud, dan kembali diolah pada hari-hari berikutnya.

Selain itu, cloud computing juga mengijinkan dua atau lebih penggunanya untuk mengakses aplikasi yang sama dalam satu waktu dan melakukan pengolahan data bersama-sama di waktu yang sama. Hal ini tentunya sangat memudahkan pengguna untuk berkolaborasi seperti bertukar pikiran secara langsung, bertukar data, hingga selalu mendapatkan data terupdate.

Menjaga Keamanan Data

Cloud computing provider biasanya telah memikirkan dan menjadikan isu keamanan menjadi salah satu prioritas utama. Mengapa demikian? Sebagai perusahaan yang terdiri dari expertise cloud, mereka memahami betapa critical permasalahan keamanan cloud ini.

Sebuah cloud minimal pasti memiliki security tools pada infrastrukturnya seperti, end-to-end protection, firewall, SSD, enkripsi, dan lainnya. Dengan begitu Anda tidak perlu takut untuk mengalami serangan cyber yang dapat membahayakan keamanan data Anda.

Memberikan Skalabilitas dan Fleksibilitas yang Tinggi

Cloud computing mengijinkan penggunanya untuk dengan bebas menambah kapasitas cloud sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Anda dapat menambah kapasitas storage maupun Vcpu kapan pun Anda butuh.

Hal ini sangat bermanfaat bagi perusahaan startup maupun enterprise yang memiliki perubahan data yang dinamis. Anda dapat dengan mudah menambah kapasitas cloud tanpa perlu membeli perangkat keras yang membutuhkan tempat dan perawatan lebih. Bayangkan saja, jika perusahaan Anda terus berkembang beserta kapasitas data yang harus diolah dan disimpan, berapa banyak perangkat keras yang harus Anda miliki?

Memaksimalkan Kinerja dan Daya Saing

Dengan dimudahkannya proses berkolaborasi, maka secara otomatis akan meningkatkan kinerja pekerja pada perusahaan pengguna cloud. Pekerjaan akan terselesaikan lebih cepat dan dikarenakan sistem pengolahan data yang efisien.

Dan jika pekerjaan terselesaikan dengan cepat dan lancar tanpa ada kendala atau masalah, maka perusahaan memiliki potensi tinggi untuk bersaing dengan competitor. Selain itu, dengan infrastruktur dan sistem kerja yang teratur dapat meningkatkan kepercayaan customers pada perusahaan Anda.

Lengkap dengan Solusi Backup

Cloud computing juga menyediakan solusi backup yang tidak kalah pentingnya dengan sistem keamanan cyber. Pasalnya backup sendiri juga merupakan salah satu upaya untuk mengamankan data perusahaan agar tidak hilang.

Pengguna cloud akan menggandakan data yang ingin di backup menjadi dua atau lebih. Untuk lebih amannya, disarankan untuk membuat 3 salinan data yang nantinya 2 salinan disimpan di dua tempat yang berbeda sebagai backup dan satu lagi menjadi data yang aktif diolah sehari-hari. Backup sangat perlu dilakukan agar jika sesuatu terjadi pada data inti, maka perusahaan tidak perlu mengalami kerugian akibat hilangnya data.

Cloud computing bisa dibangun secara individu atau oleh resource yang dimiliki suatu perusahaan sendiri, atau dengan memakai jasa cloud provider seperti Wowrack Indonesia dan Cloud Raya. Dengan menggunakan jasa cloud provider, bahkan Anda yang tidak memiliki ilmu mengenai teknologi dan cloud dapat dengan mudah mempunyai infrastruktur cloud yang sesuai tujuan perusahaan. Karena mulai dari mendesain infrastruktur, pemeliharaan, dan lainnya akan dibantu oleh pihak cloud provider.

Jika Anda tertarik untuk mulai menggunakan cloud atau ingin memigrasikan cloud Anda, segera konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda pada kami melalui sales@wowrack.co.id


Tuesday, June 22, 2021

Pengertian dan Perbedaan IaaS, PaaS, dan SaaS

Komputasi cloud atau cloud computing bukanlah teknologi baru di dunia IT. Meski begitu masih banyak yang belum mengenal baik apa itu cloud computing dan apa saja layanannya.

Singkatnya cloud computing adalah teknologi yang memvirtualkan fungsi komputer, lebih tepatnya pada penyimpanan data dan informasi serta pengolahannya. Sehingga, penggunanya tidak perlu lagi membeli banyak perangkat keras yang harga beli dan perawatannya cukup mahal. Karena tidak berbentuk fisik, cloud computing juga dirasa lebih aman tanpa khawatir tentang kerusakan hardware.

Berawal dari 2 model cloud yaitu private cloud dan public cloud. Seiring berkembangnya jaman cloud computing berkembang dan menghadirkan model baru yaitu hybrid cloud dan multicloud.

Baca juga artikel kami sebelumnya: Cloud Computing dan Pemanfaatannya bagi kehidupan sehari-hari

Selain mengetahui tentang model cloud computing dan pemanfaatannya, Anda juga harus familiar dengan layanan cloud computing yang ditawarkan oleh cloud provider.

Pernah mendengar tantang IaaS, PaaS, dan SaaS?

Benar, IaaS, PaaS, dan SaaS adalah jenis layanan cloud computing yang wajib diketahui calon pengguna cloud baru maupun peminat IT.

Oleh karena itu, pada artikel kali ini akan dibahas satu persatu mengenai pengertian, perbedaan, dan kapan harus menggunakan IaaS, PaaS, dan SaaS.

Apa itu IaaS, PaaS, dan SaaS?

Sebelum membahas perbedaan IaaS, PaaS, dan SaaS ada baiknya paham dulu pengertian dari ketiga layanan ini.

IaaS (Infrastruktur as a Service)

Infrastruktur as a Service atau IaaS adalah layanan yang diberikan suatu cloud provider berupa infrastruktur komputasi secara virtual.

Untuk membangun infrastruktur non-virtual membutuhkan banyak hardware seperti CPU, Storage, dan lainnya. Infrastruktur yang demikian disebut dengan infrastruktur on-premis.

Infrastruktur on premis membutuhkan banyak biaya. Seperti untuk menambah perangkat keras (hardware), merawat setiap perangkat yang dimiliki, mengganti hardware yang rusak, serta memberikan pelatihan kepada user atau penggunanya agar infratsruktur on-premis dapat bekerja maksimal.

Selain itu, infrastruktur on-premis juga membutuhkan tempat yang besar untuk menyimpan dan mengamankannya.

Untuk itulah mengapa IaaS atau Infrastruktur as a Service menjadi solusi terbaik pengolahan data perusahaan pada era digital seperti ini.

Biasanya penyedia IaaS memberikan layanan komputasi virtual seperti server, jaringan (network), storage, data center, bandwidth, IP, dan lainnya. Layanan IaaS membiarkan Anda lebih berhemat, karena tidak memerlukan biaya tambahan seperti pemeliharan, serta tidak membutuhkan banyak ruang.

Selama Anda memiliki koneksi internet dan akses ke cloud Anda, maka Anda dapat mengaksesnya di manapun dan kapanpun.

Di negara kita sendiri, sudah banyak yang menggunakan layanan IaaS Indonesia. Keefektivan solusi yang diberikan layanan IaaS terbukti dengan terus bertambahnya pengguna dari waktu ke waktu. Salah satu contoh penyedia layanan IaaS di Indonesia adalah Cloud Raya.

PaaS (Platform as a Service)

Platform as a service atau PaaS merupakan layanan cloud computing yang menyediakan sebuah wadah dan tools yang digunakan untuk mengembangkan, menjalankan, dan mengelola sebuah sistem.

PaaS umumnya diperuntukan bagi developer yang sedang membuat atau mengembangkan aplikasi atau website berbasis aplikasi. PaaS menyewakan macam-macam tools yang dapat digunakan sesuai keperluan, kapanpun selama ada jaringan internet.

Layanan ini dapat diibaratkan seperti orang yang ingin membuat sebuah film. Agar berhasil membuat film dengan kualitas yang baik maka pembuat film butuh menyewa studio film. Studio film selain menyewakan tempat juga menyewakan perlatan pendukung seperti lightning, kamera, drone, dan banyak lainnya.

Begitu juga dengan PaaS, pengguna PaaS dapat dengan mudah dan cepat membangun serta mengelola aplikasi mereka. Dengan kelengkapan tools yang ditawarkan, PaaS sangat membantu kegiatan pengembangan ini dari segi efisiensi waktu maupun biaya.

Beberapa penyedia layanan PaaS bahkan menerapkan sistem pay as you go, di mana penggunanya bisa membayar apa yang dia gunakan saja. Dengan begitu, budget akan aman tanpa khawatir terjadi pembengkakan biaya.

Contoh-contoh cloud provider berbasis PaaS adalah Amazon Web Service (AWS), Windows Azure, Google App Engine, dan masih banyak lagi.

SaaS (Software as a Service)

Software as a Service atau SaaS adalah sebuah layanan berupa software yang terkoneksi dengan Internet. Penyedia layanan SaaS biasanya menyewakan satu perangkat lunak atau software yang memiliki tujuan spesifik dan memiliki fungsi penyimpanan data secara digital.

Contoh paling mudah dari SaaS yang sering kita gunakan sehari-hari adalah Google Documment. Google Document tidak mengharuskan penggunanya menginstall software pada perangkat mereka. Melainkan, kita dapat mengaksesnya secara online langsung dari browser web.

Layanan SaaS diperuntukan oleh siapa saja sesuai dengan kegunaannya. Dalam arti, bukan developer atau pebisnis saja yang bisa memakai layanan ini namun juga masyarakat umum.

Misalkan saja trello, sebuah website berbasis aplikasi yang dalam pengaksesannya bisa melalui web browser saja. Biasanya pengguna trello adalah mereka yang pekerjaannya berhubungan erat dengan concepting dan scheduling. Umumnya pengguna trello adalah, editor, publisher, designer, bahkan pelajar sekalipun.

Keuntungan menggunakan layanan SaaS adalah tidak perlu repot terus menginstall ulang untuk mendapatkan update terbaru. Hal itu dikarenakan SaaS tidak harus terinstall pada perangkat keras user.

Selain itu, menggunakan SaaS dapat menghemat storage. Semua catatan atau perubahan data akan disimpan pada cloud tanpa memakan storage berlebih pada hardware pengguna.

Perbedaan IaaS, PaaS, dan SaaS

Jika dibahas dari segi tujuan dan penggunanya, IaaS merupakan layanan yang menyediakan basic infrastructure yang diperlukan untuk membangun sebuah cloud computing. Jadi pengguna IaaS akan berfokus mencari provider mana yang mampu memberi design infrastruktur berperforma baik dan suitable dengan tujuan perusahaan.

Sedangkan PaaS layanan yang digunakan untuk membangun, dan mengelola sebuah aplikasi. User layanan PaaS tidak hanya mencari provider yang menyediakan basic infrastructure berperforma baik tapi juga mencari tools pembangun aplikasi apa saja yang disediakan oleh pemberi layanan PaaS.

Sedangkan untuk SaaS, menyediakan software berbasis cloud yang memiliki fungsi spesifik. Karena pengguna layanan SaaS memiliki background yang bervariasi, mereka tidak berfokus pada infrastructure seperti user IaaS. Mereka juga tidak mencari layanan yang memberi kemudahan atau kebebasan dalam mengatur backend sebuah software seperti user PaaS.

User layanan SaaS akan memilih layanan mana yang bisa mempermudah pemrosesan data tanpa peduli basic infrastructure atau backend software tersebut.

Sedangkan dari segi pengolahan data dan otoritas, pihak ketiga atau provider IaaS tidak akan ikut andil dalam pengolahan data perusahaan. Mereka hanya akan mengolah data dalam batas untuk keperluan pembangunan infrastruktur cloud, perpindahan workload, atau keamanan data seperti backup. Yang artinya user IaaS bertanggung jawab penuh terhadap isi data perusahaannya.

Pada layanan PaaS, user memiliki kebebasan penuh untuk mengelola dan membangun sebuah sistem pada platform yang disediakan. Misalkan dengan merubah pengkodean sebuah program aplikasi yang sedang dikembangkan. Meskipun begitu, provider juga tidak memiliki otoritas untuk merubah data atau kode aplikasi yang tengah dibangun di dalamnya.

Berbeda dengan layanan SaaS, user langsung dihadapkan pada software solid yang bisa langsung digunakan untuk mengolah data. Pengolahan data akan dilakukan 100% oleh user secara bebas tanpa campur tangan SaaS provider.

Namun demikian, user SaaS tidak perlu mengetahui bagaimana sistem kerja software yang mereka gunakan. Segala pemrograman dan pengembangan software merupakan otoritas penyedia layanan SaaS.

Kapan Harus Menggunakan IaaS, PaaS, atau SaaS?

Seperti halnya saat memilih model cloud computing mana yang harus digunakan, apakah private, public, atau kah hybrid. Menentukan menggunakan IaaS, PaaS, atau SaaS juga harus disesuaikan oleh tujuan awal menggunakan layanan cloud.

Jika Anda tengah membangun suatu organisasi atau perusahaan yang perlu membangun infrastruktur cloud dari awal maka IaaS adalah solusi tepat. Sebuah organisasi dan startup yang tengah berkembang memiliki perubahan data yang sangat dinamis. Sehingga, kenaikan jumlah data terjadi secara signifikan.

Layanan IaaS menawarkan fleksibilitas dan skalabilitas tinggi pada usernya. Hal ini memungkinkan usernya untuk bebas melakukan upgrade maupun downgrade terhadap infrastruktur cloudnya.

Namun, jika Anda adalah pemilik bisnis yang tengah mengembangkan aplikasi demi kenaikan revenue maka layanan PaaS adalah jawabannya. PaaS mengijinkan penggunanya untuk membangun sebuah aplikasi lebih mudah dan cepat dan biaya yang minimal.

Dan untuk SaaS sangat baik untuk Anda yang membutuhkan aplikasi yang bisa mempermudah proses kolaborasi terutama pada sistem remote working.

SaaS juga solusi yang baik untuk pemilik startup yang tidak memiliki banyak waktu dan biaya untuk membangun aplikasi sendiri.

Tidak semua unit usaha membutuhkan SaaS atau PaaS, namun bisa jadi tetap membutuhkan IaaS untuk membangun suatu customisasi dari pengembangan applikasi yang ingin dibangun atau bahkan menjadi konsep usaha itu sendiri.

Itulah pengertian dari IaaS, PaaS, dan SaaS beserta perbedaan dan kapan harus menggunakannya. Untuk mendapatkan insight dan assessment lebih dalam tentang apa yang mungkin Anda butuhkan pada layanan Cloud Computing, Anda dapat konsultasikan ke sales@wowrack.co.id secara gratis.

Monday, June 14, 2021

Membangun Hybrid Cloud Dengan Wowrack Indonesia


Membangun Hybrid Cloud Dengan Wowrack Indonesia

Hybrid cloud merupakan sebuah gebrakan dalam dunia teknologi cloud. Jika dulu pengguna harus memilih dengan cermat dalam memilih private atau public cloud, sekarang semua orang bisa merasakan manfaat keduanya.

Dengan kurang stabilnya perekonomian dunia selama pandemi, hybrid cloud kerap disebut menjadi solusi terbaik saat ini. Pasalnya hybrid cloud menawarkan kelincahan, skalabilitas tinggi, dan efektivitas yang merupakan kebutuhan esensial di masa pandemi. Karenanya, tidak sedikit yang memutuskan untuk bermigrasi ke hybrid cloud.

Baca informasi lengkap tentang manfaat hybrid cloud pada artikel Peran Hybrid Cloud di Era New Normal.

Membangun Infrastruktur Hybrid Cloud Sendiri vs Menggunakan Layanan Hybrid Cloud Provider

Beberapa perusahaan memilih untuk membangun infrastruktur hybrid cloudnya sendiri, dan beberapa memutuskan menggunakan layanan penyedia hybrid cloud. Membangun infrastruktur hybrid cloud sendiri memang memberikan kebebasan secara utuh suatu perusahaan dalam mendesign dan mengelola infrastrukturnya.

Namun, kekurangannya Anda harus memiliki engineer cloud yang berpengalaman dalam perusahaan Anda. Karena jika infrastruktur hybrid cloud yang memang lebih kompleks dari cloud lainnya tidak dikelola dengan benar akan berakibat fatal. Mulai dari keraguan keamanan data, hingga kerugian finansial yang tidak bisa diterima perusahaan. Selain itu Anda juga membutuhkan dana lebih untuk pemeliharaan perangkat dan memiliki engineer yang teredukasi dan berpengalaman.

Sebaliknya, menggunakan layanan penyedia hybrid cloud bisa membantu Anda dalam penghematan biaya. Hybrid cloud provider memiliki banyak engineer yang siap membantu Anda kapan saja. Mulai dari proses migrasi hingga pengelolaan cloud yang biasa disebut dengan management service. Selain itu hybrid cloud provider menawarkan skalabilitas dan keamanan yang lebih tinggi.

Semua kebutuhan cloud Anda dapat dipenuhi tanpa harus pusing memikirkan detail satu-persatu sendiri. Sehingga, Anda dapat lebih fokus menjalankan bisnis secara keseluruhan.

Memperkenalkan Wowrack Sebagai Hybrid Cloud Provider

Memilih hybrid cloud provider yang berkualitas menjadi tantangan dan kesulitan tersendiri bagi perusahaan yang berniat bermigrasi ke hybrid cloud. Hybrid cloud provider berkualitas baik adalah yang dapat memberikan skalabilitas tinggi, server yang berperforma baik, dan dapat diandalkan kapanpun dan di mana pun.

Baca cara memilih hybrid cloud provider yang tepat disini. 

Wowrack Indonesia merupakan salah satu cloud provider terbaik di Indonesia yang siap membantu membangun infrastruktur hybrid cloud Anda.

Layanan Apa Saja yang Wowrack Indonesia Tawarkan?

Wowrack Indonesia menawarkan rentetan layanan dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hybrid cloud Anda. Kami bisa membantu dari proses paling awal yaitu migrasi cloud.

Wowrack Indonesia memiliki praktisi cloud berpengalaman yang siap membantu Anda bermigrasi mulai dari proses assessment, hingga singkronisasi data. Engineer kami akan membantu membuatkan design infrastruktur hybrid cloud yang sesuai dengan tujuan dan goal yang ingin dicapai perusahaan.

Selain membantu proses migrasi, Wowrack Indonesia juga bisa menawarkan pengelolaan hybrid cloud melalui layanan management service. Layanan ini diperuntukan bagi Anda yang tidak memiliki tenaga ahli yang dapat mengelola infrastruktur hybrid cloud Anda. Engineer berpengalaman kami dengan proaktif memonitori aktivitas hybrid cloud dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi keamanan cloud maupun data perusahaan.

Wowrack Indonesia juga mempunyai layanan cyber protect dan backup yang siap melindungi cloud Anda selama 24/7. Dengan begitu, Anda dapat dengan tenang mengatur bisnis tanpa khawatir mengalami kerugian yang diakibatkan oleh serangan siber.

Apa yang Membedakan Layanan Hybrid Wowrack Indonesia dari provider lain?

Jika provider lain menawarkan hybrid cloud platform secara utuh, Wowrack Indonesia menawarkan hybrid cloud yang dikombinasikan dengan cloud yang sebelumnya telah dimiliki.

Misalkan saja Anda telah memiliki public cloud dari cloud provider lain seperti AWS, GCP, dan Microsoft Azure. Maka, Wowrack Indonesia bisa membantu membangun infrastruktur hybrid yang ideal dengan menghubungkannya pada server on-premis atau private cloud Anda.

Anda juga bisa menggunakan layanan colocation di Wowrack Indonesia yang nantinya akan disambungkan juga dengan private, public cloud yang telah dimiliki dan menjadi satu infrastruktur hybrid yang solid.

Keuntungan dan Solusi Apa Saja yang Wowrack Indonesia Tawarkan?

Selain bebas mengkombinasikan cloud dalam membangun infrastruktur hybrid, banyak keuntungan dan fasilitas lainnya yang dapat Anda miliki dari Wowrack Indonesia. Keuntungan dan fasilitas yang bisa Anda dapatkan adalah keamanan yang terjamin.

Wowrack Indonesia mempunyai sistem keamanan yang telah tersertifikasi ISO27001. Yang artinya keamanan data perusahaan Anda akan aman dengan kami.

Selain itu, Wowrack Indonesia memiliki beberapa data center yang tersebar di seluruh dunia, sehingga memungkinkan Anda membuat lebih dari satu backup. Hal tersebut akan meningkatkan keamanan data dari ancaman serangan siber maupun bencana alam.

Yang kedua, tingginya skalabilitas. Wowrack Indonesia memudahkan customersnya dengan bebas dan mudah melakukan scale up, karena kami sadar seiring bertumbuhnya bisnis maka semakin bertambah kebutuhannya.

Wowrack Indonesia bekerjasama dengan Google Cloud Platform (GCP), Amazon Web Service (AWS), dan Microsoft Azure. Yang mana Anda bisa mendapatkan kwalitas cloud terbaik, serta dengan kwalitas pelayanan lebih baik dan lebih personal. Bagaimana bisa? GCP, AWS, dan Microsoft Azure merupakan perusahaan cloud provider raksasa yang memiliki banyak customers di seluruh dunia. Dengan adanya Wowrack Indonesia sebagai konsultan dan managed service provider berpengalaman, Anda akan mendapatkan pelayanan yang lebih fokus pada kebutuhan Anda.

Dan lagi, kami memiliki layanan support yang terdiri dari engineer berpengalaman, stand by 24/7/365 untuk melayani kebutuhan Anda kapan saja dan di mana saja.

Tertarik mengetahui tentang Wowrack Indonesia? silahkan kunjungi www.wowrack.co.id. Atau diskusikan secara langsung kebutuhan cloud Anda dengan menghubungi sales@wowrack.com.

Tuesday, June 8, 2021

3 Cara Memaksimalkan Fungsi Hybrid Cloud

Ketertarikan pemilik bisnis dalam penggunaan hybrid cloud tidak perlu diragukan lagi. Berdasarkan cloud report tahun 2020, 87% dari 481 enterprise telah menggunakan hybrid cloud.

Bertambahnya minat pengusaha pada adaptasi hybrid cloud bukan hanya dikarenakan mengikuti trend semata. Hybrid cloud menawarkan berbagai keuntungan yang dapat memaksimalkan kinerja sebuah perusahaan di tengah percepatan transformasi digital yang disebabkan oleh pandemic covid-19. Keuntungan utama yang ditawarkan hybrid cloud ialah, kelincahan, skalabilitas, optimalisasi bandwidth, dan sebagainya. Karena itu semakin banyak pengusaha yang melakukan migrasi ke hybrid cloud selama masa pandemi.

Sayangnya, tidak semua pengguna hybrid cloud bisa merasakan keuntungan yang ditawarkannya.

Mengapa Pengguna Hybrid Cloud Tidak Merasakan Kelebihannya? 

Tercatat sebanyak 37% dari 1000 pengusaha tidak dapat menerima manfaat hybrid cloud dengan maksimal.

Kegagalan tersebut bisa terjadi karena beberapa alasan. Yang pertama, kegagalan saat melakukan migrasi. Hybrid cloud memiliki infrastruktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan model cloud lainnya. Dibutuhkan beberapa treatment khusus untuk memastikan bahwa cloud telah terkonfigurasi dengan sempurna.

Treatment khusus dalam migrasi ke hybrid cloud yang dimaksut dimulai dari assessment, planning, hingga final-check untuk memastikan hybrid cloud telah terkonfigurasi dengan sempurna. Penjelasan lebih detail dapat dibaca di artikel kami sebelumnya, Tips Aman Migrasi Cloud Versi Wowrack Indonesia.

Yang kedua, kurang optimal dalam memanage infrastruktur hybrid cloud. Hybrid cloud mempunyai segudang manfaat dengan menggabungkan dua model cloud yang berbeda. Hanya saja tidak semua orang memahami bagaimana cara memaksimalkan management hybrid cloud.

Cara Memaksimalkan Keunggulan Hybrid Cloud

Hybrid cloud memiliki banyak fungsi dan manfaat yang berbanding lurus dengan tingkat kompleksitas infrastrukturnya. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memanage hybrid cloud agar dapat berfungsi dengan maksimal sesuai dengan ekspektasi user.

Mengoptimalkan Otomatisasi

Otomatisasi merupakan kebutuhan esensial bagi environment hybrid cloud. Hybrid cloud mempunyai banyak elemen yang perlu diperhatikan agar cloud dapat berfungsi sesuai ekspektasi penggunanya. Elemen tersebut diantaranya, mengatur resource infrastruktur dengan cepat, mengatur peletakan workload antara public dan private cloud, menjaga konsistensi konfigurasi, dan lainnya.

Beberapa elemen tersebut dapat dimanage secara manual, namun tentu akan sangat merepotkan dan tidak efisien. Karenanya dibutuhkan automation tools untuk memudahkan user dalam memanage hybrid cloud.

Sekarang ini banyak tools yang bisa dimanfaatkan untuk mengelola hybrid cloud. Anda dapat menggunakan tools automation tools cloud seperti Chef, Puppet Labs, OpenStack, dan lainnya. Dengan automatisasi yang tepat, Anda dapat menciptakan lingkungan hybrid cloud yang lebih dinamis dan teroptimalkan. Sehingga, Anda bisa berfokus pada aspek bisnis lain yang tidak kalah pentingnya.

Memaksimalkan Kestabilan Networking dan Konektivitas

Hybrid cloud memiliki tantangan tersendiri pada jaringan. Pasalnya instalasi on-premise dan infrastruktur public cloud terdapat pada jaringan yang berbeda. On-premise menghubungkan langsung pada pemakainya, sedangkan public cloud terhubung dengan internet public. Hal ini akan menimbulkan banyak masalah jika tidak memiliki pengaturan jaringan dan konektivitas yang tepat.

Karenanya memastikan bahwa konektivitas jaringan stabil penting dilakukan agar hybrid cloud berfungsi dengan baik. Dalam hal ini Anda dapat menggunakan teknologi SD-WAN (Software-Defined Wide Area Network) yang akan memudahkan mengelola, menjaga keamanan dan kestabilan jaringan. Untuk menggunakan SD-WAN Anda dapat membangunnya sendiri ataupun menggunakan managed service.

Selain itu Anda juga dapat memanfaatkan load balancer. Dengan load balancer Anda akan terbantu untuk menjaga keseimbangan traffic pada hybrid cloud Anda.

Mengintegrasikan Sistem Keamanan Terupdate

Jika berbicara mengenai teknologi cloud yang selalu butuh jaringan internet maka yang perlu diperhatikan adalah sistem keamanannya. Seperti yang kita ketahui, seiring dengan perkembangan teknologi maka semakin beragam juga jenis serangan siber yang terjadi.

Untuk mengamankan suatu server terdapat dua sistem keamanan yang dapat dimanfaatkan, yaitu dari segi tools maupun operasional. Sekarang ini banyak security tools yang bisa dimanfaatkan untuk keamanan hybrid cloud Anda seperti firewall, enkripsi, Data Loss Protection (DLP), dan lain sebagainya. Dari segi operasional Anda dapat menggunakan layanan keamanan dari perusahaan penyedia Security Service, seperti SOC (Security Operations Center) atau NOC (Network Operations Center).

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk dapat merasakan keuntungan yang ditawarkan hybrid cloud, Anda harus tau cara memaksimalkan keunggulannya. Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan otomatisasi, memaksimalkan kestabilan networking dan konektivitas, menggunakan sistem keamanan terupdate, atau mendapatkan assessment khusus dan konsultasi secara gratis pada team konsultan cloud kami sales@wowrack.co.id