Tuesday, May 23, 2017

Cloud Computing dan Pemanfaatannya bagi Kehidupan Sehari-Hari


Internet merupakan kebutuhan utama bagi sebagian besar orang di era digital ini. Mungkin hampir semua orang dengan berbagai kebutuhan memerlukan internet. Karena pada dasarnya internet bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan manusia, mulai dari bekerja, komunikasi, belajar, bermain dan entertaining, hingga berbelanja. Segala hal hampir dapat diselesaikan semua dengan bantuan internet.

Lalu pernahkah terpikirkan bahwa Anda juga dapat mempercayakan data-data dan informasi penting yang dimiliki secara virtual berbasis layanan internet? Mungkin sebagian orang masih melakukan beberapa cara tradisional dalam hal penyimpanan data. Misalnya saja dengan menyimpan di memory komputer, flashdisk, harddisk eksternal, dan lain sebagainya.

Media penyimpanan tersebut memang aman, namun bukan berarti jaminan 100% aman. Karena portable device juga sangat rentan untuk kemungkinan terkena virus komputer. Selain itu, media penyimpanan data secara fisik sedikit lebih menyulitkan dan tidak fleksibel. Anda harus membawanya kemanapun Anda pergi, tentu dengan berbagai resikonya misalnya terjatuh dengan benturan keras, tercebur kedalam air, hilang, dan lain sebagainya. Maka dari itu setidaknya Anda perlu mencoba mempertimbangkan media penyimpanan lain berbasis internet bernama cloud computing.

Pengertian Cloud Computing
Cloud computing adalah sebuah pengembangan layanan penyimpanan data dan informasi yang berbasis internet. Semua data dan informasi yang Anda miliki akan tersimpan dalam satu server internet serta bisa diakses kapanpun dan dimanapun asalkan Anda terkoneksi dengan jaringan internet. Satu lagi kelebihan cloud computing adalah Anda tidak perlu melakukan instalasi aplikasi maupun software apapun untuk layanan penyimpanan virtual melalui internet ini.

Cloud computing mengedepankan kenyamanan dan kemudahan bagi pengguna internet. Bagaimana tidak, bila yang perlu Anda lakukan adalah register atau log in, kemudian Anda dapat mengakses data-data yang dimiliki secara tidak terbatas kapanpun dan dimanapun itu. Anda tidak perlu repot-repot menyediakan harddisk dengan kapasitas besar untuk media penyimpanan data-data Anda.

Untuk aplikasi maupun software-software yang diperlukan untuk mengakses data-data ini sendiri juga telah disediakan oleh komputer server sehingga Anda tidak perlu untuk menginstall aplikasi tersebut terlebih dahulu. Semua aplikasi telah tersedia pada server, sehingga yang perlu dilakukan hanyalah akses untuk masuk ke aplikasi yang terdapat dalam server tersebut.

Manfaat Cloud Computing
Img : Pixabay

Cloud computing memungkinkan Anda untuk menyimpan data-data dan informasi secara aman dan terpusat pada salah satu server. Kemudahan untuk mengakses data-data tersebut merupakan pertimbangan utama untuk menggunakan media penyimpanan berbasis internet ini. Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh dengan menggunakan media penyimpanan berbasis cloud computing, diantaranya adalah :

  • Fleksibilitas akses data
Perbedaan layanan cloud computing dengan media penyimpanan fisik pada umumnya sangat beragam. Cloud computing menggunakan internet sebagai akses ke penyimpanan data pada server utama. Maka dari itu ketika seseorang terhubung dengan internet, maka orang tersebut dapat mengakses data-data yang disimpannya dimanapun dan kapanpun. Aksesnya pun cukup mudah, tidak perlu menginstall aplikasi apapun. Data juga bersifat sangat fleksibel, Anda dapat mengedit, menambah, maupun menghapus data dimanapun Anda berada. Hal ini tentu sangat berbeda dengan media penyimpanan fisik. Dengan cloud computing, Anda tidak perlu lagi membawa harddisk eksternal dan laptop untuk transfer data. Karena Anda dapat mengakses data bahkan hanya dari smartphone.

  • Penyimpanan yang terpusat
Data yang tersimpan dan terintegrasi kedalam sistem cloud computing akan berada pada satu server yang terpusat. Layanan server ini disediakan oleh layanan cloud computing itu sendiri. Karena semua layanan sudah disediakan, maka Anda tidak perlu repot-repot untuk menyediakan berbagai macam infrastruktur pendukung lainnya seperti dara center dan storage atau media penyimpanan karena semua sudah tersedia secara online.

  • Data dijamin aman dan tidak rusak / corrupt
Seringkali portable device terkena virus karena seringnya masuk ke perangkat komputer yang berbeda-beda. Akibatnya, kadang data menjadi corrupt, hilang, atau rusak. Hal ini merupakan kerugian yang cukup besar mengingat data-data tersebut adalah informasi yang penting dan dibutuhkan. Dengan menggunakan cloud computing, kemungkinan data terkena virus akan semakin kecil. Karena data berada dalam satu layanan server cloud computing yang terintegrasi dan aman. Mekanisme akses cloud computing juga sangat mudah. Melalui cloud computing, data akan selalu berada dalam jangkauan. Dan untuk mengaksesnya, sistem cloud computing biasanya membutuhkan password dan identifikasi untuk log in ke akun tersebut.

  • Lebih murah dan tahan lama
Menginfestasikan dana untuk membeli media penyimpanan / storage seperti harddisk eksternal akan lebih tidak menguntungkan bila dibandingkan dengan cloud computing. Karena semua produk fisik akan memiliki waktu masa pemakaiannya masing-masing. Setelah beberapa tahun, produk berwujud fisik akan mengalami kerusakan atau pengikisan fungsi. Seperti misalnya sering error, tidak bisa membaca data, dan lain sebagainya. Hal ini berbeda apabila menginvestasikan dana kepada media penyimpanan yang tidak memiliki masa pemakaian, dan dapat digunakan sepanjang waktu serta kemungkinan data hilang sangat minim yaitu sistem cloud computing.

Jenis-Jenis Cloud Computing berdasarkan Fungsinya
Cloud computing memiliki beberapa macam jenis fungsi dan kegunaan, yaitu antara lain adalah :

  • Software
Salah satu layanan cloud computing adalah kenyamanan dan kemudahan dalam penggunaan software yang telah disediakan oleh sistem cloud computing itu sendiri sehingga Anda tidak perlu install aplikasi lagi. Contohnya adalah email seperti Gmail, Yahoo, Hotmail, layanan Google Drive, Dropbox, bahkan sosial media seperti Facebook dan Instagram, layanan instant messaging seperti WhatsApp, Facebook Messenger, Line, Skype, dan lain sebagainya. Anda cukup login ke akun-akun tersebut tanpa harus membeli software-software tersebut. Anda juga tidak perlu lagi harus menginstall aplikasi di PC, laptop, maupun perangkat lainnya.  

  • Platform
Platform layanan cloud computing bisa diibaratkan sebagai rumah, yaitu server, tempat hosting, media penyimpanan, network, dan sistem operasinya. Sebagai pengguna layanan, Anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang bagaimana layanan tersebut dapat berjalan 24 jam tanpa gangguan. Atau dengan kata lain tidak perlu memikirkan bagaimana pemeliharaan dan perawatannya supaya dapat terus berjalan normal dan tanpa gangguan. Yang perlu Anda lakukan adalah memanfaatkan dan menggunakan layanan tersebut. Jika dirasa kurang cocokpun, Anda dapat dengan mudah berpindah ke penyedia layanan cloud computing yang lain.  

  • Infrastruktur
Layanan cloud computing juga menyediakan layanan persewaan infrastruktur seperti misalnya sistem komputerisasi, media penyimpanan atau storage, aplikasi, memory, network, dan lain sebagainya. Jasa layanan ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna. Jadi ada beberapa orang dengan kebutuhan space memory yang berbeda-beda karena diperuntukkan untuk tujuan yang berbeda-beda. Maka orang tersebut dapat menggunakan layanan sewa infrastruktur cloud computing untuk kemudian memanfaatkannya sesuai dengan keperluannya masing-masing.

Model Cloud Computing
Img : Pixabay

Cloud computing pada umumnya memiliki 4 model cloud computing. Model layanan cloud computing ini ditujukan untuk kepentingan dan sasaran yang berbeda-beda. Model layanan tersebut adalah sebagai berikut :

  • Public Cloud
Cloud computing yang mengusung model publik atau umum, adalah cloud computing yang dapat diakses oleh siapapun. Penggunaannya pun dapat terbuka bagi siapa saja. Layanan cloud computing ini banyak yang tidak berbayar alias gratis namun juga ada yang berbayar dengan harga tertentu. Beberapa contoh cloud computing public adalah layanan email seperti Gmail, Yahoo mail, dan lain sebagainya. Kemudian layanan sosial media seperti Facebook dan Instagram. Sedangkan untuk pilihan yang berbayar seperti misalnya Adobe Creative Cloud, Windows Azure, dan lain sebagainya.

Cloud computing publik memiliki keuntungan tidak perlu mengeluarkan investasi untuk perawatan dan platform dan aplikasi. Namun kerugian cloud computing publik adalah tentang keamanan data yang riskan, sehingga perlu untuk memilih provider cloud hosting yang benar-benar terpercaya demi keamanan data-data.

  • Private Cloud
Sesuai dengan namanya, private cloud mengedepankan tentang privasi atau kerahasiaan para penggunanya. Private cloud computing biasanya digunakan untuk keperluan internal organisasi maupun perusahaan. Saat ini telah banyak perusahaan-perusahaan yang memiliki divisi atau departemen IT maupun support sebagai penyedia layanan platform, infrastruktur, dan aplikasi bagi perusahaan. Sedangkan divisi-divisi lain akan bertindak sebagai pengguna layanannya. Keuntungan menggunakan private cloud computing adalah keamanan yang sangat terjaga karena semua dikelola oleh badan atau institusi itu sendiri, bukan pihak luar perusahaan. Namun tantangannya adalah kesiapan waktu dan sumber daya untuk merawat, mengatur, dan menjaga infrastruktur tersebut agar tetap berjalan dengan normal dan lancar.

  • Hybrid Cloud
Hybrid cloud adalah layanan cloud computing yang merupakan gabungan dari public cloud dan private cloud. Biasanya hanya institusi atau perusahaan-perusahaan khusus yang mengaplikasikan layanan cloud hybrid ini. Hal ini biasanya berkaitan dengan hukum dan kerahasiaan data-data klien yang dimiliki, sehingga harus tetap memiliki private cloud sebagai media penyimpanan perusahaan secara rahasia.

  • Community Cloud
Cloud computing dengan tipe community adalah layanan cloud yang memungkinkan untuk berbagi antara bebrbagai organisasi dengan institusi dan perusahaan yang serumpun atau sama. Contoh perusahaan yang menggunakan community cloud adalah perusahaan dagang. Tujuan utamanya adalah mencapai tujuan masing-masing perusahaan, dan karena berada dalam rumpun yang sama, biasanya mereka berada dalam satu perahu yang sama. Cloud computing community dapat dikelola secara inetrnal maupun oleh pihak ketiga dan dapat diselenggarakan secara eksternal maupun internal. Sistem layanan ini lebih hemat dalam biaya karena pembayaran dapat dibagi bersama-sama.

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing
Cloud computing memiliki beberapa keuntungan dan kelebihan tertentu serta kekurangannya masing-masing. Beberapa keuntungan cloud computing adalah sebagai berikut :

  • Akses dari manapun memungkinkan dapat bekerja dari mana saja
  • Proses registrasi yang mudah dan software otomatis selalu terupdate dengan sendirinya
  • Keuntungan jangka panjang, hemat dan lebih murah
  • Terhindar dari resiko-resiko kecelakaan seperti bencana alam dan listrik yang mati tiba-tiba tapi data akan tetap aman dan tidak rusak
  • Fleksibel dan aksesnya yang mudah serta cepat

Selain kelebihan tersebut, cloud computing memiliki beberapa kekurangan, yaitu antara lain adalah sebagai berikut :

  • Tidak bisa diakses apabila tidak terkoneksi dengan internet
  • Resiko terkena hacker melalui jaringan internet lebih tinggi
  • Ada beberapa penyedia layanan cloud computing yang layanannya sering down dan bermasalah

Cara Kerja Cloud Computing
Img : Pixabay

Cloud computing secara umum menggunakan internet sebagai alat dan media utamanya. Karena cloud computing adalah media penyimpanan berbasis internet, maka penggunanya harus terlebih dahulu terhubung dengan internet adagar dapat menikmati layanan cloud computing. Cloud computing memiliki satu server utama, dimana data-data tersebut disimpan dan akan diintegrasikan ke berbagai media device yang dimiliki oleh penggunanya. Yang terpenting lagi, semua software dan media aplikasi tidak terpasang pada komputer atau perangkat masing-masing melainkan dikelola langsung oleh aplikasi cloud server tersebut. Cloud computing memiliki beberapa karakteristik antara lain adalah :

  • Akses jaringan yang luas
Layanan yang tidak terbatas pada satu perangkat saja akan memudahkan orang untuk mengakses dan mendapatkan data-datanya dengan mudah. Data-data yang disimpan dapat diakses melalui PC, tablet, laptop, hingga smartphone.

  • Sumber daya yang bersifat dinamis
Sumber daya cloud computing akan digunakan oleh berbagai macam orang dengan berbagai bentuk keperluan dan tujuan. Maka dari itu harus bersifat lebih dinamis dan menyesuaikan dengan kebutuhan para penggunanya.

  • Layanan sesuai masing-masing permintaan
Masing-masing pengguna layanan cloud dapat melakukan pengaturan fungsi dan layanan yang diperlukan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Anda dapat mengatur sendiri apa yang diinginkan dalam satu akun, misalnya Facebook yaitu upload, hapus, edit, dan sebagainya tanpa Facebook ikut mengatur akun Anda.

  • Layanan yang terukur
Sistem cloud memungkinkan untuk melakukan monitoring terhadap layanan-layanannya. Misalnya saja mengupgrade bandwidth, mengoptimalkan pemrosesan serta media penyimpanan. Salah satu contohnya adalah Google Drive yang memungkinkan Anda untuk mengetahui berapa jumlah space yang telah digunakan, berapa space yang tersisa, dan lain sebagainya.

  • Elastisitas layanan yang cepat
Layanan cloud computing sangat dinamis, sehingga dapat disesuiakn dengan kebutuhan masing-masing penggunanya. Hal ini juga tidak bersifat mengikat. Dengan kata lain tidak serta merta harus dengan ukuran kapasitas maupun space tertentu. Semua dapat dikondisikan sesuai dengan kebutuhan.

Penerapan Cloud Computing
Ada beberapa cloud provider yang menyediakan layanan cloud computing. Sebagai pengguna layanan, Anda bebas untuk memanfaatkannya secara langsung atau menyewanya. Biasanya yang menjadi faktor penentu adalah faktor biaya, layanan dan keamanan, serta memilih cloud provider yang telah terpercaya dan memiliki track record yang baik. Penerapan cloud computing dapat digunakan untuk kepentingan pribadi, maupun untuk keperluan bisnis dan profesional.






Wednesday, May 17, 2017

Mengenal Virus Komputer dan Cara Mengatasinya


Keamanan dan kenyamanan pada saat berselancar di dunia maya adalah kebutuhan mutlak di era digital ini. Karena pada dasarnya, saat ini semua orang membutuhkan koneksi internet untuk melakukan berbagai kegiatan baik itu untuk kebutuhan pribadi maupun untuk keperluan bisnis dan profesional. Selain untuk komunikasi, keperluan penggunaan internet telah berkembang luas untuk berbagai keperluan di berbagai bidang. Maka dari itu semua orang membutuhkan koneksi internet yang aman, cepat, serta stabil.

Namun yang perlu diwaspadai adalah ancaman serangan virus komputer dan hacking yang semakin hari juga semakin berkembang pesat dan mengkhawatirkan. Semakin banyak virus-virus baru bermunculan, dan hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi para developer untuk membuat anti virus yang benar-benar bisa membasmi semua virus yang menyerang komputer maupun perangkat lunak. Masalahnya, virus-virus ini juga dijadikan semacam ajang unjuk gigi dan  kemampuan antara hacker yang satu dengan hacker yang lainnya. Ajang pembuktian ini tentu menjadi masalah pagi developer anti virus dan para pengguna internet yang awam. Korban-korban virus dan hacking ini pun makin hari semakin bertambah saja.

Maka dari itu, sangat penting untuk mempelajari tentang apa itu virus, jenis-jenisnya, apa dampaknya, serta bagaimana cara mengatasinya.

Definisi Virus Komputer
Virus komputer adalah sebuah program atau aplikasi yang dapat menyusup pada sistem komputer yang bertujuan untuk mengubah, merusak, dan mengganti program komputer tersebut. Virus komputer dapat menyebarkan dirinya sendiri didalam sistem komputer dengan cara menggandakan diri, mengcopy, merubah, meniru program, data, dan lain sebagainya.

Virus komputer ini ada yang mudah diketahui, dan ada yang cukup sulit untuk dideteksi. Karena pada dasarnya virus komputer ini terletak pada program komputer, sehingga terkadang seseorang tidak akan menyadari bahwa komputernya terkena virus sebelum tiba-tiba programnya menjadi tidak bisa dijalankan, hang, freeze, dan lain sebagainya. Virus komputer memiliki beberapa efek negatif terhadap program-program komputer itu sendiri serta perangkat keras komputer, diantaranya adalah kemampuannya untuk menggandakan diri sehingga memory komputer menjadi cepat penuh dan mengakibatkan komputer menjadi error, hang, loading lama, dan lain sebagainya. Virus komputer juga dapat mengubah ekstensi pada file atau bagian dari program yang menyebabkan program tersebut menjadi tidak dapat diakses dan dijalankan.

Sejarah dan Perkembangan Virus Komputer
Img : Pixabay

Virus komputer ini sendiri lebih banyak ditemukan menyerang pada Operating System (OS) berbasis Windows jika dibandingkan dengan Linux, dan Operating System lainnya. Pada dasarnya, virus komputer adalah sebuah program atau software namun telah mengalami perubahan fungsi ke arah hal-hal yang dapat berdampak merugikan.

Virus komputer yang pertama kali tercipta adalah berdasarkan hasil tulisan tentang sebuah program yang dapat menguasai sistem operasi komputer hasil ciptaan dari Frederick B. Cohen pada tahun 1983. Pada saat itu, Frederick adalah mahasiswa di University of Southern California School of Engineering atau pada saat ini lebih dikenal sebagai Viterbi School of Engineering.

Pada tahun 1989 telah dikembangkan sebuah virus yang diberi nama polimorf. Kehebatan virus komputer ini adalah kemampuannya untuk merubah dirinya menjadi sebuah jenis virus yang baru. Virus ini juga dikenal dengan nama V2Px. Kemudian pada tahun 1990, muncullah virus lain bernama DIR II yang memiliki kemampuan untuk menyerang program dengan cara menginfeksi data FAT.

Cara Kerja Virus Komputer
Virus komputer berjalan dan menginfeksi sistem program dan program dalam komputer dengan cara yang berbeda-beda. Seperti nama dan jenis-jenis virus komputer yang berbeda-beda, tentu cara menginfeksi dan cara mengatasinya pun berbeda-beda. Virus komputer pada dasarnya adalah suatu program, namun tujuannya sering disalah gunakan menjadi sesuatu yang negatif dan bersifat merusak program utama. Selain jenis dan bentuknya yang bermacam-macam, virus komputer juga memiliki sistem kekebalan atau cara yang berbeda-beda untuk mempertahankan dirinya didalam tubuh sistem dan didalam program komputer itu sendiri.

Virus komputer biasanya menginfeksi program dengan cara meniru, menduplikat, merubah, mengunci data dan informasi, maupun menghapus sistem maupun program yang ada pada komputer. Virus komputer biasanya menyerang program maupun memory, RAM, dan harddisk komputer.

Jenis-Jenis Virus Komputer
Img : Pixabay

Seiring dengan berjalannya waktu dan kemajuan di bidang teknologi dan digital ini, maka tentu saja perkembangan virus komputer pun juga mengalami perubahan yang semakin beraneka ragam. Berikut ini adalah beberapa jenis virus komputer yang pernah atau telah ada, namun keberadaannya mampu menimbulkan dampak yang cukup signifikan. Beberapa virus komputer tersebut antara lain adalah :

  • Trojan
Virus komputer bernama Trojan ini memiliki dampak negatif yaitu mengambil data-data pada komputer kemudian pemilik atau pemasang virus tersebut dapat dengan leluasa mengambil data-data / informasi pada komputer tersebut.

  • Worm
Worm adalah salah satu virus komputer yang mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi jumlah yang tidak terkira banyaknya. Akibatnya adalah memori komputer akan sangat penuh dikarenakan telah diisi oleh virus / program worm tersebut. Efek negatif yang ditimbulkannya biasanya adalah penuhnya harddisk komputer sehingga mempersempit ruang penyimpanan data pada komputer.

  • Macro Virus
Virus ini memiliki kemampuan macro untuk menggandakan atau menduplikat  dirinya sendiri dan akan otomatis bergerak sesuai dengan perintah yang diberikan. Virus macro dapat mengulang dan menyebarkan perintah. Virus macro akan berada pada file yang sedang dibuka dan akan segera menyebar pada file atau program yang lain.

  • Directory Virus
Directory Virus atau juga disebut juga sebagai File System Virus adalah virus yang menginfeksi direktori komputer. Virus ini memindahkan program asli dan merubah serta menjalankan program file yang telah terinfeksi oleh virus. Virus komputer ini akan mengarahkan jalan yang berbeda ketika user akan membuka suatu program tertentu. Akibatnya, user akan menjalankan program palsu yang telah terinfeksi virus, dan bukan program asli.

  • Polymorphic Virus
Polymorphic Virus adalah virus yang memiliki kemampuan membuat enkripsi dan kata kunci yang berbeda-beda pada saat menginfeksi sebuah sistem atau program. Akibatnya, virus komputer ini akan mengunci suatu program atau sistem sehingga sistem atau program tersebut akan terkunci.

  • Boot Sector Virus
Sesuai dengan namanya, virus komputer boot sector virus menyerang boot dari harddisk komputer. Seperti yang kita ketahui, harddisk adalah salah satu bagian yang paling penting dari komputer. Ketika harddisk telah terinfeksi oleh virus, maka seluruh komputer tersebut bisa dibilang telah rusak atau mengalami kerusakan yang cukup parah. Efek utama yang biasa terjadi ketika terkena virus ini adalah kerusakan program komputer untuk boot. Virus komputer ini biasanya berada di memory, dan ketika data tersebut diakses, maka virus akan segera menginfeksi. Cara utama untuk menanggulangi virus ini adalah dengan memberikan write protect di floppy disk.

  • Overwrite Virus
Overwrite virus adalah jenis virus yang akan menghapus atau menghilangkan semua data dan informasi yang telah terinfeksi oleh virus komputer. Pada dasarnya virus komputer ini akan merubah dirinya seolah-olah dirinya adalah program tersebut padahal nyatanya bukan. Virus ini mengganti file dengan cukup mirip bahkan hingga ke ukuran filenya. Cara untuk mengatasi virus ini adalah dengan cara menghapus seluruh sistem atau program file yang telah terinfeksi oleh virus tersebut.

  • Memory Resident Virus
Memory Resident Virus akan menginfeksi semua program file yang dioperasikan pada saat Operating System mulai dijalankan. Virus ini sebelumnya bersembunyi didalam RAM sehingga akan langsung menginfeksi apabila program dijalankan. Karena pada dasarnya semua program membutuhkan RAM untuk pengoperasiannya. Virus komputer ini biasanya akan mengubah nama dan menyalin program. Untuk mengatasi virus komputer ini adalah dengan cara menginstall aplikasi anti virus yang cocok untuk virus komputer tersebut.

  • FAT Virus
FAT virus adalah suatu jenis virus komputer yang menyerang bagian FAT komputer. FAT adalah File Allocation Table, biasanya digunakan untuk menyimpan data dan informasi tentang free space, lokasi file, memory yang telah digunakan, dan lain sebagainya. Virus FAT ini bersembunyi didalam disk, sehingga virus tersebut akan merusak dan mengacaukan akses suatu file dari penyimpanan disk tersebut. Cara mengatasinya adalah dengan cara menghapus sistem maupun program yang dirasa kurang perlu pada komputer dan sisakan hanya yang paling penting atau digunakan. Sisanya hapus agar meminimalisir efek berantai yang ditimbulkan oleh file atau program yang telah terinfeksi oleh virus komputer.

  • Direct Action Virus
Direct action virus adalah virus komputer yang beroperasi dengan cara menduplikat atau meniru program-program file yang dijalankan. Virus ini biasanya menginfeksi file yang terletak pada direktori root pada harddisk dan akan bertindak pada saat komputer boot. Walaupun dapat berpindah-pindah, lokasi virus ini biasanya ditemukan pada direktori root harddisk. Untuk mengatasinya, dengan cara menginstall anti virus yang cocok.

  • Companion Virus
Virus komputer ini dapat membuat ekstensi yang berbeda-beda walaupun memakai nama file yang sama. Contohnya file.exe akan dibuat file yang sama dengan nama file.com, dan pada saat user akan mengakses program file, maka yang akan muncul pertama adalah file.com kemudian virus akan dengan mudah menginfeksi program-program lainnya. Cara untuk mengatasi virus komputer ini adalah dengan cara menginstall anti virus dan firewall.

  • Web Scripting Virus
Terdapat beberapa kode yang ada pada halaman website, dan pada umumnya kode-kode tertentu ini akan dimanfaatkan hacker untuk menyisipkan atau menyembunyikan suatu virus. Virus ini biasanya bersembunyi pada halaman website yang telah terinfeksi dan akan menyebar melalui situs-situs tertentu, misalnya saja melalui email. Cara mengatasinya adalah dengan cara melakukan scan komputer secara rutin dengan anti virus.

  • Multipartite Virus
Virus komputer ini pada awalnya bersembunyi di memory komputer untuk kemudian menginfeksi harddisk. Virus ini sangat cepat menyebar pada sistem dan aplikasi-aplikasi yang terpasang. Untuk mengatasinya, maka sebaiknya selalu rutin membersihkan boot dan memastikan mengembalikan data dengan keadaan bersih tanpa virus komputer.

Definisi Spyware
Spyware adalah software yang biasanya menggunakan bantuan spybot atau tracking-software untuk melihat data-data yang ada di dalam komputer dan mengirimkan data tersebut ke tempat tertentu. Spyware memang bertindak seperti mata-mata. Dalam menjalankan aksinya, program spyware ini harus terlebih dahulu terinstall di dalam program komputer. Ada yang dengan sengaja menginstall spyware dengan tujuan untuk memantau penggunaan komputer, dan untuk keperluan-keperluan lainnya.

Definisi Malware
Img : Pixabay

Malware atau Malicious Software adalah sebuah virus komputer yang berupa program untuk bertujuan untuk mencari kelemahan dari sebuah software. Malware akan bertindak merusak software dan program tersebut yang berada pada sebuah operating system.

Definisi Ransomware
Ransomware adalah sebuah sistem atau software yang bertujuan untuk mengambil sejumlah dana dari user. Caranya adalah dengan masuk ke sebuah sistem kemudian mengunci dan mengambil alih data-data serta informasi (mengenkripsi) tersebut sehingga user tidak dapat mengakses lagi data-data dan informasi tersebut kecuali mau mengirimkan sejumlah dana kepada pengirim virus atau hacker sebagai harga tukar dari data-data tersebut. Ransomware menyerang ke institusi-institusi penting seperti rumah sakit, sekolah, bank, universitas, pertokoan, dan lain sebagainya.

Definisi Adware
Adware adalah sebuah munculnya iklan-iklan yang tampil pada saat membuka jendela browser pada saat mengakses situs-situs tertentu. Adware biasanya muncul dalam bentuk seperti pop-up di dekstop, maupun muncul dalam tab baru dan berbeda di browser tersebut. Adware ini mampu menginstall dirinya sendiri tanpa diketahui oleh user maupun perangkat komputer tersebut.

Ciri-ciri Komputer yang Terkena Virus
Banyak efek samping yang dapat terjadi akibat serangan dan infeksi virus didalam program maupun sistem komputer. Beberapa keluhan yang biasa atau umum terjadi akibat adanya infeksi virus komputer antara lain adalah :

  • Memory harddisk yang tiba-tiba menjadi sangat penuh
  • File atau program yang tidak dapat dijalankan atau corrupt
  • Beberapa file tiba-tiba hidden atau hilang
  • Sistem mudah restart dan mati dengan sendirinya
  • Munculnya beberapa file atau program-program baru di komputer tanpa diinstall

Cara Mencegah dan Mengatasi Virus & Malware
Img : Pixabay

Terdapat beberapa cara untuk mencegah dan mengatasi serangan infeksi virus komputer. Beberapa cara yang dapat diterapkan antara lain adalah sebagai berikut :

  • Install pembaruan komputer dan anti virus
Pastikan bahwa setiap kali komputer harus dalam keadaan paling update terhadap setiap pembaruan yang ditawarkan. Karena pada dasarnya pembaruan adalah perbaikan dan penambahan dari versi yang sebelumnya. Jika ada tawaran update, maka segera lakukan agar program tersebut menjadi versi yang paling baru.

  • Lebih berhati-hati saat download atau menggunakan publik Wi-Fi
Dengan adanya tawaran Wi-Fi gratis di area-area publik tertentu, jangan langsung mengkoneksikan perangkat komputer Anda. Karena bisa jadi Wi-Fi tersebut merupakan jebakan yang disiapkan oleh hacker untuk mencuri data dan informasi maupun menyisipkan virus terhadap komputer Anda. Hanya koneksikan perangkat Anda dengan Wi-Fi yang benar-benar terpercaya.

  • Scanning anti virus terhadap portable device
Biasanya orang akan malas melakukan scanning anti virus, apalagi jika datanya banyak sehingga pasti memerlukan waktu yang cukup lama untuk melakukan scanning secara menyeluruh. Namun itu adalah hal yang salah, karena scanning terhadap portable device yang masuk pada perangkat komputer merupakan tindakan pengamanan yang paling mendasar untuk menemukan virus didalam portable device tersebut.  

  • Selalu mengaktifkan firewall dan internet security
Ketika menggunakan internet, secara otomatis resiko terkena ancaman virus akan semakin besar. Maka dari itu selalu pastikan untuk memiliki dan mengaktifkan firewall serta internet security pada website dan perangkat komputer.

  • Back up secara berkala data-data dan informasi
Ini adalah rencana cadangan apabila komputer maupun perangkat lainnya telah terinfeksi oleh virus komputer. Biasakan untuk membackup data-data dan informasi penting, sehingga apabila data benar-benar telah terinfeksi oleh virus atau hilang, maka Anda masih memiliki data-data utama yang berada di lokasi atau perangkat berbeda dan masih bisa diakses dengan aman.