Monday, March 25, 2019

Lindungi Data Bisnis Anda dengan Disaster Recovery Plan (DRP)

Gambar: Bencana pada sistem IT (sumber: pixabay.com)

Bisnis mengadopsi teknologi informasi dengan sangat cepat. Pemrosesan data serta segala aktivitas bisnis tidak hanya menggunakan konsep manual lagi, melainkan telah terdigitalisasi. Aktivitas sehari-hari seperti mengirim email, menelepon menggunakan aplikasi atau platform berbasis internet, hingga pembayaran gaji karyawan atau kebutuhan finansial lainnya dapat dilakukan melalui internet. Untuk melakukan berbagai hal, sekarang Anda tinggal memanfaatkan smartphone maupun gadget dan komputer yang Anda miliki. Perubahan dalam bentuk digitalisasi mengakibatkan sebuah bisnis harus membangun suatu sistem yang efisien serta efektif untuk kebutuhan internal maupun eksternal perusahaan. Digitalisasi bisnis tersebut akhirnya juga dapat membuat suatu perusahaan menerapkan kebijakan baru terkait keamanan data. 

Dahulu, penyimpanan data dilakukan dengan cara tradisional, yaitu dengan cara menyimpan kertas data kedalam brankas maupun lemari arsip, kemudian evolusi digital mulai terjadi dengan metode penyimpanan data pada hard drive seperti hard disk, flashdisk, dan lain sebagainya. Namun, saat ini metode serta media penyimpanan data tersebut sudah dianggap tidak aman, hal ini dikarenakan, media penyimpanan tersebut tidak menawarkan sisi fleksibilitas yang saat ini justru sangat dibutuhkan oleh suatu perusahaan dalam menyimpan data maupun informasi yang dimilikinya.

Migrasi data ke sistem cloud juga menjadi penanda bahwa era industri digitalisasi telah dimulai. Data yang disimpan pada sistem cloud lebih mudah diakses serta mudah dalam pengelolaannya. Data cloud juga dapat diakses oleh user yang memiliki akses tersebut dimanapun dan kapanpun asal terkoneksi dengan jaringan internet. Hal-hal konvensional lain seperti tempat dan waktu sudah bukan penghalang bagi suatu bisnis yang ingin mengakses dan mengolah data-datanya. Namun kemudahan serta fleksibilitas cloud ini sering dianggap lawan dari sisi keamanan itu sendiri. Pada dasarnya sistem cloud didesain tidak hanya menggunakan satu layer keamanan, melainkan berlapis-lapis mulai dari tier 1 hingga tier 3 bahkan lebih. Kelebihan inilah yang mengakibatkan cloud dipercaya karena fleksibilitas serta keamanannya yang terjaga.

Keamanan yang terjaga dan dapat diandalkan ini merupakan keharusan layanan cloud agar mendapat kepercayaan dari konsumen. Garansi less down time serta lokasi data center yang aman serta strategis, dan tentunya server yang aman merupakan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh perusahan provider cloud. Tujuannya adalah supaya data-data yang tersimpan pada sistem cloud terhindar dari resiko-resiko yang dapat mengakibatkan data hilang atau rusak. Setelah semua persyaratan terpenuhi, pertanyaan lain yang muncul adalah bagaimana tentang bencana yang tiba-tiba atau tidak dapat diprediksi? Bagaimana cara mengatasi bencana serta merencanakan Disaster Recovery Plan (DRP) yang baik dan tepat? Apakah setiap perusahaan harus memiliki Disaster Recovery Plan? Apakah layanan Disaster Recovery Plan termasuk kedalam layanan yang disediakan oleh sebuah perusahaan provider cloud?

Apa yang Dimaksud dengan Disaster Recovery Plan (DRP)
Disaster Recovery Plan atau DRP merupakan suatu tindakan yang dilakukan sebelum dan sesudah bencana terjadi. Menyusun atau membuat DRP bertujuan untuk meminimalisir dampak diakibatkan oleh sebuah bencana, misalnya untuk melindungi data-data penting dari bisnis yang Anda miliki seperti data penjualan, perilaku konsumen hingga data-data sensitif yang berkaitan dengan konsumen. Hal yang perlu menjadi fokus dalam mengadopsi sistem Disaster Recovery Plan (DRP) adalah memahami fakta bahwa bencana merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi, direncanakan, namun bisa dihindari. DRP membantu mengembalikan fungsi-fungsi critical sebuah sistem ke fungsi awal atau semestinya setelah terkena bencana. DRP dapat membantu meminimalisir dampak kerusakan yang dapat berpotensi mengganggu bisnis Anda. DRP juga dapat mengembalikan operasional perusahaan dengan cepat.

Mengapa Disaster Recovery Plan (DRP) ini Penting?
Telah banyak kasus data loss maupun pencurian data dalam dunia teknologi dewasa ini. Sebuah kesalahan sederhana dapat berujung menjadi sebuah bencana bisnis yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh National Small Business Poll atau NFIB, sebesar 10% disaster disebabkan oleh faktor human error dan bersifat teknis. Sedangkan secara mengejutkan, sebesar 30% disebabkan oleh bencana alam. Hal sederhana seperti hujan dapat menyebabkan listrik padam dan menyebabkan resiko kerugian yang besar. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Texas, menunjukkan fakta bahwa hanya 6% perusahaan yang mampu bertahan dan mengembalikan data mereka, sebanyak 43% data tidak dapat diakses kembali, dan 51% perusahaan tutup dalam 2 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Disaster Recovery Plan (DRP) sangatlah penting. Berikut beberapa alasan lainnya :

·           Perangkat keras dan mesin yang rusak. Meskipun reliabilitas suatu teknologi sudah berada pada level yang terbaru, atau jarang terjadi kegagalan, namun faktanya semua perangkat teknologi akan tetap memiliki kekurangan, kelemahan, serta rentan rusak. Dengan kenyataan demikian, akan menjadi sangat mahal bagi sebuah perusahaan untuk menghapus atau memperbaiki masing-masing kegagalan pada infrastruktur IT. Maka memiliki Disaster Recovery Plan merupakan cara yang terbaik untuk mengamankan data-data yang penting akibat kegagalan suatu perangkat keras.

·           Seperti layaknya mesin, manusia tidaklah sempurna. Pernahkah Anda mengerjakan suatu pekerjaan dengan sangat sungguh-sungguh namun menyesal karena lupa menyimpan? Ironisnya, hal itu sering sekali terjadi. Sama halnya dengan sistem firewall, anti-virus, dan anti-spyware yang merupakan suatu bentuk perlindungan data dari serangan yang tidak diinginkan. Software tersebut hanya memastikan bahwa data akan aman serta dapat diandalkan saat tiba-tiba terjadi downtime. Namun, bagaimana jika ada suatu perusahaan yang melakukan kebijakan tidak boleh ada data loss saat terjadi downtime? Disaster Recovery Plan jawabannya.

·           Konsumen menuntut kesempurnaan sistem. Masih ingat sebuah kata-kata lama bahwa konsumen adalah raja? Ya, konsumen selalu menuntut kesempurnaan, apapun hal yang terjadi dibelakang sistem tersebut, konsumen enggan mencari tahu dan hanya ingin mendapat yang terbaik dalam pelayanannya. Dengan tingkat kompetisi yang semakin tinggi, memaksa perusahaan untuk lebih transparan dan akuntabel. Dengan Disaster Recovery Plan Anda tidak akan kesulitan dalam meyakinkan konsumen terkait masalah transparansi dan akuntabilitas data. 

Bangun Sistem Disaster Recovery Plan yang Solid untuk Bangun Kepercayaan Konsumen dan Selamatkan Bisnis
Tidak ada bisnis yang tidak rentan terhadap bencana IT, namun pemulihan cepat dengan adanya Disaster Recovery Plan  yang baik merupakan tuntutan konsumen. Terlalu banyak bisnis yang gagal karena kurangnya mempersiapkan segala kemungkinan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Meski solusi sederhana seperti backup sangat mudah menyelamatkan hal tersebut, namun jika Anda belum menyiapkan Disaster Recovery Plan, maka tentu hal ini harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan Anda.

Syarat-Syarat Membuat Disaster Recovery Plan (DRP)
Berdasarkan National Institute of Standards and Technology (NIST) edisi publikasi 800-34 tentang Panduan Perencanaan sistem informasi, hal-hal yang dibutuhkan dalam membangun Disaster Recovery Plan (DRP) adalah sebagai berikut:

·           Mengembangkan kebijakan perencanaan.  Kebijakan legal yang sifatnya mengikat  ini dibuat untuk mendukung dalam perencanaan dalam mengembangkan Disaster Recovery Plan (DRP).

·           Melakukan analisis dampak bisnis. Anda dapat berbicara dengan perusahaan konsultan atau rekanan pihak ketiga yang Anda pilih untuk mengidentifikasi serta memprioritaskan sistem dan komponen IT yang paling kritis.

·           Mengidentifikasi upaya pencegahan. Ini adalah acuan yg dapat dipakai untuk mengurangi efek dari gangguan sistem, dapat juga meningkatkan ketersediaan sistem dan mengurangi biaya-biaya tidak terduga dari segi usia pemakaian hardware.

·           Mengembangkan strategi recovery. Strategi recovery dan backup yang cermat akan membuat pemulihan lebih cepat dan efektif akibat gangguan tersebut.

·           Rencanakan untuk uji coba, latihan hingga menjalankan agar Disaster Recovery Plan berjalan sesuai dengan skema yang diinginkan.

·           Perencanaan dan perawatan. Semua perencanaan harus ditulis dalam dokumen yang harus diperbarui seiring dengan peningkatan sistem yang baru.

Langkah-Langkah Membuat Disaster Recovery Plan (DRP)
Dengan mengetahui struktur sesuai SP 800-34. Anda dapat membuat beberapa langkah dalam penerapan Disaster Recovery Plan (DRP) sebagai berikut :

  1. Tim perencanaan Disaster Recovery Plan (DRP) harus bertemu dengan tim IT, software developer dan network administrator. Hal-hal yang dperlu dibahas antara lain seperti internal element, aset eksternal, hingga keterlibatan pihak ketiga. Pastikan rencana Anda terkomunikasikan dengan semua senior departemen IT.
  2. Kumpulkan semua data yang relevan terkait infrastruktur. Misalnya diagram jaringan, peralatan konfigurasi, dan database.
  3. Pastikan Anda mengetahui dokumen-dokumen terkait jaringan yang akan digunakan dalam Disaster Recovery Plan (DRP). Jika belum ada, lanjutkan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Ø  Identifikasi masalah dengan pihak manajemen terkait ancaman paling serius di lingkungan terhadap Infrastruktur IT, seperti kebakaran, kesalahan manusia, masalah kelistrikan atau kegagalan sistem.
Ø  Identifikasi masalah dengan pihak manajemen terkait masalah paling rentan dalam Infrastruktur IT seperti tidak adanya listrik cadangan, database yang telah kadaluarsa dan lain-lain.
Ø  Ulas kembali riwayat dari gangguan dan bagaimana menangani masalah tersebut.
Ø  Identifikasi tentang aset paling penting di perusahaan seperti call center, server dan akses internet.
Ø  Buat peraturan mengenai waktu maksimal yang dibutuhkan manajemen untuk menerima aset IT yang tersedia.
Ø  Identifikasi prosedur operasional yang saat ini digunakan dalam merespon gangguan kritis.
Ø  Menentukan kapan prosedur ini terakhir diuji hingga memvalidasi kesesuaiannya.

4. Identifikasi tim respon darurat untuk semua gangguan infrastruktur IT. Tentukan level tim respon darurat tersebut dalam pelatihan suatu sistem kritis, terutama dalam keadaan darurat.

5.  Identifikasi vendor atau pihak ketiga yang akan Anda ajak kerja sama, teliti keunggulan dan pengalaman perusahaan tersebut. Pilih perusahaan yang menyediakan garansi dan telah tersertifikasi terutama mengenai keamanan data. Selain data Anda akan ditangani dengan baik, tidak akan ada kebocoran atau serangan terhadap data Anda.

6. Kumpulkan hasil dari segala asesmen yang telah dilakukan dalam bentuk analisa. Identifikasi apa yang telah dilakukan dan yang harus dilakukan, dengan rekomendasi  bagaimana cara mencapai, tingkat persiapan serta perkiraan berapa investasi yang dibutuhkan.

7. Minta seluruh manajemen meninjau  mengulas hasil laporan dan menyetujui tindakan yang direkomendasikan.

8 . Persiapkan IT Disaster Recovery Plan yang ditujukan untuk sistem dan jaringan yang paling vital/ kritis.

9. Lakukan uji coba dengan membuat simulasi bencana yang mengharuskan Anda harus memulihkan data.

10. Selalu perbarui dokumen yang Anda gunakan dalam Disaster Recovery Plan. Setiap Disaster Recovery Plan haruslah memiliki dokumentasi yang kuat dan menyeluruh yang mencakup inventaris terperinci tentang peralatan dalam infrastruktur. Hal ini akan membantu mempertahankan manajemen aset yang baik.

11. Jadwalkan secara berkala peninjauan atau audit terkait Disaster Recovery Plan (DRP) yang Anda miliki.


Memiliki Disaster Recovery Plan (DRP) merupakan sebuah prioritas utama setiap perusahaan yang sangat menggantungkan datanya pada sistem digital. Disaster Recovery Plan (DRP) membuat Anda tidak perlu khawatir akan bencana yang tiba-tiba terjadi pada bisnis, karena tentunya keamanan data konsumen merupakan prioritas  yang utama. Menggandeng perusahaan IT provider yang telah terpercaya dan bersertifikasi ISO27001 seperti Wowrack Indonesia, merupakan solusi yang tepat bagi Anda tanpa harus mengkhawatirkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan recovery. Cek website www.wowrack.co.id, atau hubungi sales@wowrack.co.id dan telepon (031) 6000 2888 untuk mendapatkan informasi lengkap tentang layanan Wowrack Indonesia. Temukan layanan IT yang paling sesuai untuk bisnis dan perusahaan Anda. 

Friday, December 21, 2018

Punya ide startup? Wujudkan dengan Cloud Computing



Saat ini, startup berbasis aplikasi di web dan aplikasi menjadi tren di Indonesia khususnya bagi generasi muda. Munculnya banyak ide bisnis ini sekaligus mengawali banyaknya startup yang bermunculan akibat efek dari inovasi teknologi itu sendiri. Dimulai dari fleksibilitas hingga efektifitas dari teknologi memunculkan banyak ide kreatif guna menyelesaikan masalah agar hidup semakin praktis dan efisien. Bisnis dan inovasi seoalah 2 hal wajib yang tidak bisa dipisahkan dan maju bersama dalam memenangkan persaingan bisnis. Untuk itu, seorang pebisnis yang ingin membangun perusahaan rintisan atau startup harus siap bersaing dengan pebisnis lain. Kesiapan ini meliputi kesiapan tentang mendesain, merancang, membangun hingga menjalankan serta merawat bisnis tersebut. Lantas, pertanyaan selanjutnya adalah Bagaimana mengeksekusi ide tersebut ?. Ketika berbicara mengenai startup, fenomena ini cukup unik dan menarik jika diamati. Dalam waktu bersamaan, mereka harus berpikir mengenai efisiensi dari segi anggaran dana yang  lebih hemat namun harus mengadaptasi teknologi terkini yang bertolak belakang dengan prinsip hemat anggaran tersebut.

Platform as a Service dari Cloud Computing adalah layanan yang sebanding dengan kebutuhan startup dimana dapat menghemat dana perusahaan -perusahaan Startup untuk keperluan penghematan dana. PaaS dari Cloud Computing merupakan platform yang sangat tepat dalam mengembangkan berbagai aplikasi yang menjadi tren perusahaan startup saat ini. Dalam artikel ini, kita akan berdiskusi tentang bagaimana PaaS yang merupakan layanan dari Cloud Computing membantu startup dalam mengembangkan bisnisnya lebih jauh dan memimpin pasar. 

Karakteristik Startup
Startup atau perusahaan rintisan merupakan sebuah perusahaan yang belum banyak berkembang dari segi jumlah karyawan maupun skala bisnis. Namun, startup biasanya memiliki perkembangan bisnis yang cukup cepat karena ide suatu startup biasanya langsung bisa diterima masyarakat. Karakteristik dari perusahaan startup pertama adalah usia perusahaan ini berdiri. Usia dari suatu startup biasanya tidak lebih dari 3 tahun operasional. Dalam tiga tahun operasional, sebuah perusahaan startup dituntut untuk berkembang dan mampu merebut hati pasar melalui branding merk mereka. Diferensiasi produk penting dilakukan dan inovasi kekinian untuk menjawab permasalahan masyarakat modern menjadi ciri khas perusahaan startup.

Dalam mengoptimalkan kinerja suatu startup, efisiensi karyawan sangat diperlukan. Karyawan yang sedikit ini mengharuskan mereka harus bisa multitasking dan dituntut mampu mengerjakan banyak hal. Hal ini membuat pekerja di perusahaan startup masih sering tumpah tindih dalam menjalankan fungsi tugasnya, maka dari itu, banyak perusahaan startup yang mempekerjakan talenta muda dalam perusahaan mereka karena visi dan misinya sangat berkaitan dengan semangat muda yang mengharuskan bisa multitasking. Karakteristik selanjutnya adalah terkait penghasilan yang mereka dapatkan untuk kebutuhan operasional. Kebanyakan dari startup mendapatkan penghasilan mereka dari angel investor atau venture capital. Dengan kata lain, masih sedikit startup yang telah memiliki benefit dari penjualan produk mereka. Anggaran yang besar dari investor ini harus mendapat jaminan terealisasinya profit yang lebih besar dibanding dengan yang diinvestasikan. Berdasarkan hal itu, sangat wajar jika startup memaksimalkan penggunaan uang mereka terkait beberapa kebutuhan yang sejalan dengan core value mereka.

Karakteristik yang terakhir adalah suatu startup sangat erat dengan teknologi, khususnya teknologi informasi. Penggunaan aplikasi berbasis smartphone dan website menjadi karakteristik startup saat ini dalam mengimplementasikan ide mereka. Hal ini disebabkan karena penetrasi pengguna internet dan pengguna smartphone yang semakin tahun terus meningkat mengakibatkan bisnis ini selalu menjanjikan dan perusahaan startup terdepan dalam menjalankan bisnisnya.



Platform as a Service (PaaS)
Platform as a service (PaaS) adalah jenis layanan cloud computing yang menyediakan platform yang memungkinkan pelanggan untuk mengembangkan, menjalankan, dan mengelola aplikasi tanpa kompleksitas membangun dan memelihara infrastruktur yang biasanya terkait dengan pengembangan dan peluncuran aplikasi. Seperti IaaS atau Infrastructure as a Service, PaaS yang bagian dari cloud computing juga tidak hanya terdiri dari  server infrastruktur, penyimpanan, dan jaringan. Namun juga terdiri dari middleware, tools -tools pengembangan software, layanan business intelligence, manajemen sistem database dan lain -lain. PaaS didesain untuk mendukung pengembangan web berbasis aplikasi yakni : Membangun, menguji coba, menyebarkan, mengelola hingga memperbarui aplikasi berada di lingkungan PaaS

PaaS memungkinkan anda tidak membeli lisensi software yang cukup mahal bagi suatu startup. Infrastruktur, middleware, alat dan berbagai macam sumber yang dimiliki dan mendasari PaaS sangat memungkinkan anda sebagai pengembang startup untuk mengelola aplikasi dan layanan yang anda kembangkan. Layanan Cloud computing dan lingkungan di dalamnya akan membantu anda untuk mengembangkan ide bisnis startup anda lebih berkembang karena didukung lingkungan yang memadai.

Keunggulan PaaS Cloud Computing

Kita sduah berbicara mengenai definisi dari startup dan juga karakteristik yang dimiliki oleh perusahaan startup. Selain itu definisi dari cloud computing, khususnya PaaS sudah dijabarkan, lalu yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah: Bagaimana startup yang dibangun akan bisa sukses dengan bantuan cloud computing khususnya PaaS? Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa anda peroleh ketika membangun startup dengan PaaS:

Anda akan lebih fokus pada pengembangan inovasi.
PaaS dari Cloud Computing membantu hal -hal yang berkaitan dengan percepatan inovasi suatu startup. Kecepatan dalam inovasi sungguh sangat penting untuk membantu suatu bisnis dengan tujuan untuk memenangkan persaingan. Sebagai seorang pendiri startup, inovasi harus segera diimplementasikan sesegera mungkin. Sementara itu, untuk mengatur platform atau hal -hal yang bersifat teknis dan berhubungan dengan software akan membutuhkan waktu yang cukup lama namun ini adalah sesuatu yang harus dikerjakan dengan percepatan inovasi sebuah bisnis. Dengan PaaS Cloud computing, lingkungan telah diatur, disesuaikan dan seorang pengembang bisa lebih cepat tanpa harus mengganggu pengembangan bisnis yang sedang anda lakukan.


Paas Cloud Computing menggunakan teknologi terbaru dan terbaik.
Tantangan dalam membangun sebuah aplikasi yang akan anda kelola adalah haruslah sudah dapat dilacak, dirawat, diperbarui, dan diintegrasikan lagi dari waktu ke waktu. Hal yang sering sekali perusahaan startup sulit lakukan sendiri. Dengan menggunakan PaaS, teknologi terbaru dan termutakhir adalah jaminan dari perusahaan layanan. Anda tidak perlu khawatir, sistem PaaS dari cloud computing akan selalu diperbarui secara otomatis tanpa mengganggu operasional bisnis anda.

Memaksimalkan Uptime.
PaaS dari cloud computing dapat membantu anda meraih target dan menghindarkan waktu downtime yang tiba -tiba. Setiap penyedia layanan PaaS biasanya telah menawarkan SLA sebesar 99% lebih dimana jaminan aplikasi yang anda kembangkan merupakan berada di lingkungan Cloud Computing terbaik.

Menghemat Anggaran.
Menggunakan PaaS dari cloud computing adalah jalan terbaik untuk meningkatkan skala bisnis anda. PaaS dari Cloud computing menghemat anggaran anda dalam memaksimalkan penggunaan dana yang anda miliki. Anda tidak harus membangun infrastruktur IT anda di perusahaan startup anda yang tentu akan lebih membuat anggaran anda membengkak. Dengan mempercayakan segala bentuk layanan seperti server, data center kepada layanan PaaS akan jauh lebih menghemat anggaran anda yang terbatas.

Aspek Keamanan
Keamanan data center adalah sangat penting untuk kemungkinan terjadinya data hilang atau data rusak. PaaS dari cloud computing memiliki pendekatan unik dalam aspek keamanan. PaaS dari cloud computing memiliki penyimpanan besar dengan pendekatan yang berbeda di setiap layer yang semakin ketat. Keamanan dimulai dari Tier 1 hingga Tier yang semakin ketat agar tidak ada spam atau hacker yang mampu membobol data perusahaan. Meskipun cloud computing banyak dikritik dari segi keamanan karena dapat diakses oleh setiap orang, namun perusahaan -perusahaan besar penyedia layanan ini seperti Microsoft, Apple, Amazon telah memiliki standar keamanan yang sangat tinggi dalam menjaga sebuah data. Selain itu, banyak provider yang juga telah memiliki jaminan SLA sebesar 99% lebih untuk menjaga data dari kejahatan siber, serangan virus atau kerusakan suatu data.

Dukungan terbaik dari provider
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ketika praktisi startup membangun dan menjalankan PaaS. Anda sedang berusaha menjawab segala kebutuhan konsumen. Tidak hanya menjawab pertanyaan dari orang yang memahami teknologi, namun juga bagi mereka yang awam dengan teknologi. Anda harus memastikan bahwa teknologi yang anda gunakan adalah didukung oleh provider terbaik karena anda akan bekerja dengan mereka, tidak hanya membeli dan menjalankannya sendiri. Menggunakan PaaS dari cloud computing merupakan pilihan terbaik dalam mengadopsi teknologi dalam lingkungan anda. Pilih provider penyedia lingkungan yang aman dan mampu memberikan SLA lebih dari 99 % hidup. Wowrack merupakan perusahaan IT yang fokus di bidang IT Managed Service dan telah lebih dari 10 tahun berdiri.


PaaS menawarkan banyak keuntungan dari cloud computing, khususnya bagi bisnis startup. Dengan segala kekuatan terkaitan kemudahan dan fleksibilitas. PaaS dari cloud computing akan membantu anda dalam menjalankan bisnis anda dan tentunya menghemat anggaran anda. Selain itu, cloud computing juga menawarkan lingkungan yang memungkinkan anda membangun, menjalankan hingga merawat aplikasi anda. PaaS dari Cloud computing juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi pula, berada di lingkungan cloud computing global, anda tidak perlu khawatir hal -hal terkait pencurian data dan data yang rusak di lingkungan cloud computing.


Friday, December 14, 2018

Bagaimana Cloud Computing membantu Bisnis Retail anda


Retail adalah suatu aktivitas menjual barang atau jasa dari produsen (biasanya manufaktur atau bisa pihak pertama) kepada konsumen perorangan. Retail dibagi perkategori berdasarkan skalanya, retail berskala kecil seperti toko kelontongan di desa- desa atau sekitar tempat tinggal anda yang biasanya menjalankan bisnis retailnya di depan rumah. Retail skala menengah dapat dicontohkan seperti minimarket dan retail skala yang lebih besar dan menjual barang -barang lebih lengkap seperti supermarket yang berada di mall -mall besar. Bisnis retail bisa disebut juga sebagai distributor atas berbagai merk barang atau jasa yang dijual dari produsen ke konsumen. Dalam meningkatkan skala bisnis ritel yang mencakup distribusi dari pabrik ke retail dan dilanjutkan ke konsumen membutuhkan sistem yang baik dan terintegrasi sehingga bisnis dapat memasuki ke dalam pasar yang lebih luas dengan keuntungan yang lebih besar pula.

Dalam meningkatkan skala bisnis yang lebih besar, seorang pebisnis retail harus memiliki sistem yang terintegrasi terlebih dahulu agar segala sesuatunya lebih cepat, mudah dan fleksibel. Sistem yang terintegrasi ini memiliki tujuan untuk meyakinkan investor lokal dalam menginvestasikan uang mereka. Tujuan akhirnya yaitu membuka cabang bisnis retail tersebut di tempat lain. Sistem yang terintegrasi dari bisnis retail ini dapat mencakup harga yang kompetitif, pembukuan dan segala tentang marketing maupun promosi. Jadi, setelah mengetahui manfaat sistem yang terintegrasi, pertanyaan yang lebih lanjut adalah bagaimana membuat sistem terintegrasi tersebut? Sementara di waktu yang lain pebisnis retail dan investor membutuhkan hal-hal yang bersifat efisien dan efektif.

Perkembangan Retail konvensional dan e-Commerce
Tekanan perusahaan e Commerce dan retail di era digital saat ini adalah turut berevolusi dari hal-hal yang bersifat tradisional menuju digitalisasi yang merupakan suatu keharusan. Revolusi 4.0 berupa digitalisasi segala lini jelas memaksa industri retail untuk mendigitalisasi bisnis mereka sambil memperkuat bisnis mereka di ranah offline. Bisnis retail tidak hanya sekedar membuat digitalisasi toko mereka, namun juga mengadopsi cloud computing bagi toko offline mereka. Sedangkan e commerce seperti tokopedia, blibli, bukalapak, JD.id yang berfokus pada penjualan online meningkat pesat secara pendapatan maupun skala pasar. Ekspansi pasar mereka yang diikuti dengan inovasi berupa digitalisasi membuat e commerce ini diterima cepat oleh pasar. Kemudahan, kepraktisan toko retail online ini dimulai dari memilih barang, memesan, membayar hingga menerima barang tidak lagi mengikuti kaidah -kaidah retail tradisional.

Namun, meskipun toko retail online menjelma sebagai fenomena baru dan disukai banyak orang, bukan berarti toko retail dengan konsep tradisional kehilangan pasarnya. Pasar bagi pengunjung yang ingin berbelanja secara langsung dan merasakan sensasi memilih di toko tersebut masih tetap diminati. Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat masih percaya bahwa mereka harus menguji kualitas barang sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut. Maka dari itu, penggunaan cloud computing tidak hanya berfokus pada e commerce atau toko- toko online, namun juga penggunaannya bagi toko retail offline juga sangat dibutuhkan khususnya dalam mengintegrasikan sistem agar terpadu antar cabang retail. Hal -hal tersebut antara lain sistem harga yang sama antar cabang, menganalisis persaingan pasar, menganalisis perilaku konsumen hingga pembukuan keuangan retail dapat dilakukan oleh cloud computing bagi toko retail tradisional.



Manfaat penggunaan Cloud Computing untuk Bisnis Retail
Menyewa cloud computing untuk skala yang besar di perusahaan penyedia cloud seperti google akan mengeluarkan uang yang lebih banyak dibanding dengan kebutuhan bisnis retail anda. Dengan menghubungi perusahaan managed service seperti Wowrack akan memberikan solusi cloud sesuai kebutuhan anda. Layanan cloud untuk retail menyediakan solusi yang bisa disesuaikan namun tidak mengindahkan layanan keamanan dari cloud itu sendiri.
Berikut beberapa manfaat bisnis retail dalam mengadopsi penggunaan cloud computing 

Sistem IT yang fleksibel
Pelaku bisnis retail dapat mendapatkan keuntungan dari cloud yang dapat memfasilitasi aplikasi yang akan maupun sedang dibangun. Kemudahan ini akibat cloud computing tidak bergantung pada satu platform saja, sehingga lebih memudahkan developer dalam mengembangkan aplikasinya. Fleksibilitas dari cloud dapat melakukan dua hal bersamaan yang tidak bisa dilakukan oleh sistem IT tradisional yakni mengelola aplikasi sekaligus mempercepat inovasi retail anda. Untuk retail dengan skala besar, cloud menawarkan investasi yang menguntungkan karena akan lebih menghemat pengeluaran anda dalam hal infrastruktur sekaligus kerjasama dengan perusahaan lain yang lebih mudah.
Keamanan Bisnis

Keamanan dan privasi suatu bisnis adalah hal yang sangat penting bagi keseluruhan bisnis, khususnya retail. Namun faktanya, saat suatu perusahaan harus menerapkan infrastruktur IT, kita dihadapkan pada kondisi yang buruk seperti kejahatan siber, rantai pasokan, dan masih banyak lagi. Meskipun cloud memiliki fleksibilitas yang dapat diakses oleh siapapun dan dimanapun, cloud computing dapat mengelola dan mengontrol semua orang yang mengakses sistem. Jadi, semua bisa termonitor dengan ketat. Bahkan setiap penyedia layanan cloud computing menyediakan otentikasi multi-faktor untuk meningkatkan sistem keamanan. Bagi pelanggan, tentu akan mendapatkan pengalaman berbelanja yang lebih baik namun tidak khawatir lagi tentang kehilangan privasi. 

Lebih Mudah dengan IoT (Internet of Thing)

Banyak merek retail yang telah terkenal dari seluruh dunia sangat memperhatikan Cloud computing karena disertai dengan kemampuan Internet of Thing yang sangat mumpuni . Penggunaan cloud computing memungkinkan perusahaan retail mengontrol apapun terkait perawatan dan juga pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan. IoT membantu retail untuk mengetahui lalu lintas input dan output dengan mengidentifikasi produk yang paling laris dan menganalisa trend yang berkaitan dengan perilaku konsumen. Stock Opname sebuah toko retail dapat dilakukan secara otomatis, jadi sistem dapat dijadwalkan secara otomatis dengan reliabilitas yang tinggi sehingga anda bisa tahu kapan harus membeli lagi. Di sisi yang lain, IoT dapat mengontrol produk -produk makanan sehingga bisa dipastikan bahwa produk -produk tersebut tidak ada yang busuk saat dipajang di rak toko anda.

Peningkatan Performa dan Uptime

Salah satu hal yang membuat pebisnis retail mengeluh adalah terkait dengan frekuensi downtime. Hal ini bisa terjadi akibat beberapa alasan, namun semua alasan tersebut yang jelas membutuhkan waktu untuk mendiagnosa dan memperbaiki. Lalu, apa yang terjadi ketika downtime? Konsumen anda akan mengeluh dan mendapatkan pengalaman negatif. Dari pengalaman negatif tersebut, akhirnya memunculkan ulasan negatif di media sosial. Sebelum ini terjadi, anda berharap downtime ini segera berakhir dengan cepat dan efisien. Perusahaan pelayanan cloud memperhatikan isu ini, sehingga mereka membangun kepercayaan konsumen dengan membuka customer care dengan 24 jam selama 7 hari sehingga anda dapat menghubungi mereka kapanpun. Saat anda menemukan masalah downtime atau performa menurun, anda akan dengan mudah menghubungi provider layanan cloud anda.

Pilih Cloud Provider Terpercaya

Akhirnya, banyak cloud provider yang menawarkan produk mereka. Sebelum anda memutuskan provider apa yang akan kamu pilih, anda harus mengetahui tentang tujuan dalam mengadopsi layanan cloud. Anda bisa mempertimbangkan tentang reputasi perusahaan yang akan anda pilih selama ini. Perusahaan -perusahaan yang telah terverifikasi oleh institusi seperti ISO. Sehingga anda tidak perlu khawatir tentang keamanan sebuah data anda. Wowrack telah terverifikasi ISO 27001 yang memprioritaskan keamanan data pelanggan. Hubungi sales kami atau call center kami yang dapat anda hubungi kapanpun.


Wednesday, December 5, 2018

Perkuat Personal Branding Melalui Media Sosial



Bisnis dibangun berdasarkan kepercayaan yang didasari oleh banyak hal, salah satunya adalah terkait personal branding sang pemilik bisnis itu sendiri. Membangun personal branding dan menumbuhkan personal branding tersebut akan menambah kepercayaan pelanggan tidak hanya citra diri yang semakin baik, namun jaringan dan keuntungan bisnis anda pun akan meningkat secara tajam. 
Di era saat ini, media sosial menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disepelekan atau dianggap biasa karena keberadaanya yang lekat dengan diri kita saat ini. Menggunakan media sosial saat ini menjadi jejak digital individu yang bisa menentukan banyak hal di masa depannya nanti. Maka penting sekali merawat personal branding bagi setiap individu di media sosial.

Reputasi bisnis yang anda bangun dipengaruhi juga oleh personal branding di media sosial. Semakin baik personal branding akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terkait brand bisnis. Sebuah penelitian oleh Weber Shandwick menunjukkan bahwa 77% reputasi CEO menentukan karyawan yang ingin bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini bisa diasumsikan bahwa dari personal branding memiliki pengaruh yang kuat terhadap apa yang mereka kerjakan dan bagaimana seseorang percaya dengan anda. Sedangkan media sosial memiliki peranan penting dalam membangun personal branding seseorang di era saat ini. Lalu bagaimana media sosial membantu memperkuat personal branding anda? Atau bagaimana anda membangun personal branding anda di media sosial?


Personal Branding
Personal branding adalah proses memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur, seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum. Layaknya produk atau jasa, brand personal memberikan gambaran tentang pengalaman yang akan didapat konsumen ketika berinteraksi dengan pemilik brand.

Brand personal seperti hal lain di dunia, juga memiliki dua sisi yang berkebalikan seperti 2 sisi koin. Ketika pribadi seseorang diasosiasikan dengan suatu produk/perusahaan, maka citra baik dan buruk perusahaan akan turut meningkat seiring semakin dikenalnya pribadi tersebut. Sebagai contoh, sebagai pengguna teknologi dan pengguna media sosial, tentu anda mengenal sosok Steve Jobs selalu dikaitkan dengan keberhasilan Apple, atau sosok Wishnutama yang akhir -akhir ini sukses menyuguhkan upacara pembukaan dan penutupan Asian Games  2018 yang historik dan megah. personal brandingnya meningkat karena banyak yang memuji kehebatannya di media sosial hingga semua orang tidak akan pernah ragu membeli tiket untuk menonton setiap pertunjukan yang ia arahkan. Sisi yang lain, brand yang gagal akan membuat pendiri brand tersebut selalu disangkutkan dengan kegagalan brand tersebut. Contohnya adalah sosok Keiji Inafune yang akan selalu dikaitkan dengan kegagalan Comcept sebuah perusahaan pengembang video game asal Jepang.



Media Sosial untuk Personal Branding
Setelah mengetahui pentingnya personal branding dan peran media sosial saat ini, berikut adalah beberapa kiat untuk anda tentang bagaimana anda membangun brand yang baik bagi diri anda di media sosial:

Tentukan ingin dikenal seperti apa
Hal penting dan mendasar sebelum anda membangun sebuah brand adalah menentukan ingin seperti apa anda dikenal nantinya dan mencari hubungan yang tepat tentang bisnis anda. Semakin unik dan semakin spesifik karakter yang anda tunjukkan akan semakin baik. Personal Branding yang baik adalah bagaimana mendeskripsikan keotentikan anda yang berbeda dengan orang lain dan lebih mempercayai anda sebagai seorang yang konsisten dan ahli di bidang yang anda tekuni. Sebagai contoh, apakah anda ingin sebagai vlogger atau content creator yang baik? Atau seorang kritikus makanan yang handal? Tunjukkan hal spesifik tersebut kepada publik melalui content yang anda unggah di media sosial

Hal penting dalam membangun sebuah personal branding adalah menyusun tersebut dengan terencana dan terpercaya dan jangan pernah meremehkan personal branding yang anda buat di media sosial anda. Membangun personal branding tidak bisa dengan “be yourself” yang justru akan menunjukkan banyak kelemahan dan citra negatif yang ikut ditunjukkan. Citra positif didepan publik dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan pasar kepada anda dan bisnis anda.

Kembangkan Pribadi yang berkarakter dan Positif
Membangun personal branding bagi diri sendiri menjadikan anda seperti public figure  yang harus menjaga apa yang anda tunjukkan ke ruang public. Bagaimana anda berinteraksi dan bagaimana anda mengkomunikasikan ide anda di media sosial adalah cerminan kepribadian anda. Jadikan pribadi positif sebagai jati diri anda yang tak perlu dipaksa untuk diperlihatkan. Bagaimana caranya? Bertemu lebih banyak orang dan bacalah banyak buku yang lebih banyak akan menambah wawasan anda dan membuat pikiran anda lebih terbuka.

Dengan menjadi seorang yang berpikiran terbuka, mereka akan memandang anda sebagai orang yang solutif dan berfokus pada pemecahan masalah,  bukan menyalahkan. Di media sosial juga harus dimaknai sebagai ruang public yang menentukan personal  branding dari diri anda. Bagaimana anda menulis postingan, berkomentar maupun mengunggah foto akan dilihat oleh banyak orang dan direkam sebagai jejak digital. Sebagai pemimpin perusahaan, anda bisa kehilangan kepercayaan pasar atas jejak digital yang pernah anda buat. Sebagai karyawan, anda bisa kehilangan pekerjaan anda karena perusahaan menemukan sebuah unggahan negatif anda di masa lalu.

Jadilah orang yang berpenampilan layak
Sebagai orang yang melakukan kegiatan di media sosial yang mana adalah sebuah ruang publik, cepat atau lambat masyarakat selaku pemegang kendali pasar akan melihat anda. Meski anda belum dikenal oleh banyak orang, cerminkan pribadi yang baik dan positif anda dengan berpenampilan yang layak. Berpenampilan layak tidaklah harus formal, namun layak dipandang dan menonjolkan sisi pribadi unik anda sendiri.

Penampilan yang layak ini juga perlu ditampilkan di media sosial anda sebagai bagian dari proses personal branding. Mungkin anda bisa mengelak dengan “don’t judge a book by its cover”, namun siapa yang akan membeli sebuah produk dengan bungkus yang tidak menarik pula? Meski rasanya sangat lezat, namun anda juga akan berpikir beberapa kali untuk membelinya bukan? Jadilah menarik dengan merawat diri anda.

Gunakan Ads dan jangkau lebih banyak orang
Postingan anda bagus, menarik dan penuh cerita di dalamnya. Namun, tak ada yang melihat karena selain follower anda sedikit memiliki efek pada jumlah orang yang menyukai foto anda juga sedikit pula. Selain rajin melakukan posting di media sosial secara berkala, anda harus memikirkan fitur ads yang pasti ada di setiap media sosial seperti facebook, Instagram, twitter atau LinkedIn. Ads ini berbayar dan akan menjangkau lebih banyak orang, semakin banyak orang yang melihat akan semakin banyak orang yang mengetahui dan sadar siapa anda dan mulai percaya dengan “nama” anda.

Ads sangat cocok untuk proses personal branding yang anda sedang lakukan, namun sebelum anda menjangkau banyak orang lebih banyak. Pastikan anda membuat content yang menarik dan layak untuk disukai banyak orang dengan menunjukkan keunikan diri anda.

Buat Website pribadi dan daftarkan domain anda
Membuat sebuah postingan yang baik di media sosial memang diperlukan. Namun jika anda sudah menjadi seorang yang profesional, gunakan website pribadi sebagai tempat utama anda dalam melakukan proses personal branding dibanding media sosial. Segera daftarkan brand dan pilih domain yang cocok bagi anda. Anda bisa menghubungi hosting provider untuk segera mendaftarkan domain yang tepat untuk diri anda. Dalam memilih domain juga perlu diperhatikan, apakah anda akan menggunakan .com, .net, .org, .gov dll. Jika untuk keperluan pribadi dan komersial sangat disarankan .com, namun agar seseorang lebih mudah mengidentifikasi anda berada di negara mana, jangan lupa memilih .co.id untuk Indonesia.

Konsisten
Dalam membangun kepercayaan dan keyakinan pasar, konsisten adalah kunci utama dari personal branding. Layaknya brand yang sudah sangat kuat dan mengakar di masyarakat. Fokus akan filosofi, prinsip dan pesan yang akan disampaikan oleh sebuah perusahaan kepada pasar menjadikan sebuah brand tersebut bertahan lama dan selalu diingat. Kita ambil contoh produk pompa air, dalam benak kita pasti adalah sanyo, atau kebab dalam ingatan kita selalu tertuju pada Baba Rafi atau individu seperti Mary Riana yang terkenal dengan buku mimpi sejuta dolarnya dan motivasinya.

Konsisten juga harus diaplikasikan antara personal branding maupun bisnis branding yang dibangun. Anda tidak perlu setiap hari memasarkan produk anda secara masif dan terang-terangan, perbanyak postingan dan jaringan yang konsisten di media sosial atau memposting ulang hal- hal yang terkait dan konsisten dengan prinsip anda merupakan hal yang dapat anda lakukan untuk melakukan personal branding.

Jangan malu mengakui kesalahan.
Bagian penting dari sebuah proses personal branding adalah attitude, sebuah sikap yang tidak dianugerahkan tapi kita harus terus belajar. Dalam melakukan proses personal branding di media sosial, mungkin anda membuat sebuah kesalahan yang bisa jadi mengecewakan pengikut anda, ketika menyadari hal tersebut segera lakukan introspeksi dan evaluasi. Setelah itu lakukan permohonan maaf tanpa tendensi membenarkan apa yang telah anda lakukan. Anda mungkin tidak akan membuat semua orang senang dengan pernyataan anda, namun meminta maaf bukan hanya untuk mengakui kesalahan namun juga menunjukkan betapa bijaksananya anda sebagai orang yang tepat untuk sukses.

Personal branding di Media Sosial membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup lama dalam menggapainya, jangan cepat putus asa atau menyerah dengan apa yang anda telah capai saat ini. Pencapaian yang sedikit ini lebih baik dibanding tidak ada pencapaian sama sekali, terus konsisten untuk membuat posisi tawar anda semakin naik hingga anda tak perlu memperkenalkan siapa anda.