Tuesday, October 19, 2021

Perbandingan Fungsi Serta Fitur Hyper-V dan VMware


Pengguna Virtual Machine atau VM pasti sudah biasa mendengar tentang Hyper-V dan VMware. Keduanya telah banyak digunakan berbagai organisasi mulai badan kepemerintahan, enterprise, hingga startup.

Terutama perusahaan atau organisasi yang memiliki lebih dari satu Virtual Machine (VM) dan Sistem Operasi (OS). Di era digital ini sangat normal jika sebuah organisasi atau perusahaan memiliki lebih dari satu VM dan OS. Tujuannya tidak lain untuk meningkatkan keefektivitasan waktu dan usaha.

Bagaimanapun, menjalankan beberapa OS dalam satu VM tidaklah mudah tanpa bantuan teknologi Hypervisor seperti Hyper-V dan VMware.

Hypervisor sendiri adalah teknologi virtualisasi yang berfungsi membantu sebuah server agar dapat menjalankan lebih dari satu VM dengan Sistem Operasi yang berbeda. 

Contoh dari hypervisor diantaranya KVM, Promox, Hyper-V dan VMware. Banyak pengguna VM baru ataupun yang ingin migrasi cloud bingung untuk memilih Hypervisor mereka. Terlebih untuk memilih antara Hyper-V dan VMware yang punya fitur dan kelebihan masing-masing.

Jika Anda adalah salah satunya, ada baiknya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing Hypervisor khususnya untuk Hyper-V dan VMware sebelum memilih.

Fungsi dan Fitur Hyper-V

Hyper-V merupakan produk virtualisasi dari Microsoft yang berfungsi untuk mengoperasikan lebih dari satu Virtual Machine (VM) pada server hardware yang sama. Dengan menggunakan Hyper-V, setiap VM bisa memiliki OS yang berbeda-beda. Dengan begitu, pengguna tidak perlu menyediakan satu server untuk satu VM dan satu OS.

Secara umum, Hyper-V diperuntukan bagi Sistem Operasi Windows. Tapi, Hyper-V juga bisa digunakan untuk menjalankan OS selain Windows sebagai OS guest.

Hyper-V sendiri termasuk pada teknologi Hypervisor Tipe 1. Hyper-V, mempunyai parent partition dan child partition. Yang disebut dengan parent partition adalah bagian di mana VM dengan OS inti atau OS Host dioperasikan. Sedangkan VM dengan OS guest dijalankan pada child partition.

Fitur Hyper-V

Kegunaan utama Hyper-V adalah untuk memaksimalkan kinerja hardware untuk menjalankan banyak VM pada satu server fisik. Dengan begitu pengguna bisa meningkatkan efisiensi budget dan ruang, karena tidak perlu mempunyai banyak server untuk menjalankan banyak VM.

Ada beberapa fitur lain dari Hyper-V yang wajib diketahui:

Computing Environment

Hyper-V mempunyai bagian-bagian dasar yang yang juga dimiliki oleh komputer fisik. Bagian-bagian yang dimaksud adalah seperti prosesor, memori, tempat penyimpanan (storage), dan jaringan atau networking. Setiap bagian bisa diatur dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing pengguna.

Backup dan Disaster Recovery

Untuk backup, Hyper-V menawarkan dua solusi pilihan yaitu menggunakan metode saved states dan Virtual Shadow Copy Service (VSS). Sedangkan untuk Disaster Recovery, Hyper-V menawarkan Hyper-V Replica, yang mana Hyper-V replica mengcopy VM dan disimpan pada server fisik lain, sehingga bisa di restore kembali saat dibutuhkan.

Optimisasi

Hyper-V mendukung penggunaan beberapa OS selain windows. OS selain windows yang disebut dengan OS guest ini mempunyai serangkaian layanan dan drivers yang telah disesuaikan dengan Hyper-V. Hal ini akan membantu mengoptimalkan dan memudahkan pengoperasian setiap OS.

Portabilitas

Hyper-V memiliki beberapa fitur seperti live migration, migrasi penyimpanan, serta sistem export dan import yang memudahkan proses pemindahan atau migrasi VM.

Remote Connectivity

Hyper-V telah mencakup remote connection tools yang dapat digunakan untuk Windows maupun Linux. Tools ini memberikan akses penggunanya pada konsol, sehingga pengguna dapat keadaan OS guest meskipun OS tersebut belum di-boot.

Keamanan

Boot yang aman serta VM yang terlindungi bisa menghindarkan infrastruktur dari serangan malware serta mencegah akses tidak dikenal untuk bisa mencapai VM dan data.

Fungsi dan Fitur VMware

VMware merupakan suatu perusahaan penyedia layanan software virtualisasi dan cloud computing. Produk virtualisasi VMware bernama VMware vSphere. Sama halnya dengan Hyper-V, vSphere merupakan teknologi virtualisasi berbasis Hypervisor yang memungkinkan pengguna mengoperasikan banyak VM dengan berbagai OS secara bersamaan, menggunakan satu hardware.

Sebagai contohnya, pengguna bisa menggunakan Sistem Operasi Windows dan Mac Os secara bersamaan dalam satu komputer. Dengan begitu pengguna selayaknya memiliki 2 perangkat yang berbeda.

VMware menggunakan desain Hypervisor monolitik, yang mana perangkat driver adalah bagian integral dari layer Hypervisor. Layer VM yang dimiliki VMware sama seperti bagian pada komputer, yaitu memiliki CPU, RAM, Storage, dan lainnya.

Fitur VMware

Untuk membuat berbandingan yang baik, perlu kita ketahui masing-masing fitur yang ditawarkan kedua produk hypervisor ini. Berikut beberapa fitur VMware yang bisa menjadi pertimbangan:

High Availability

Downtime yang terjadi pada suatu infrastruktur dengan berbagai VM akan menimbulkan kerugian besar bagi suatu perusahaan. Tidak hanya merugi secara finansial seperti extra budget untuk pemulihan, perusahaan juga akan mengalami penurunan produktivitas.

Fungsi dari High Availability adalah untuk mengurangi waktu downtime tersebut. VSphere Hypervisor ESXi host diatur dalam beberapa cluster dan berbagi sumber daya dari mesin-mesin yang ada di dalamnya. Jika terjadi downtime secara tiba-tiba, VM akan dengan otomatis berpindah ke host alternatif pada cluster tersebut. Dengan begitu, perusahaan tidak perlu mengalami kerugian signifikan akibat downtime.

Fleksibilitas

Berbeda dengan Hyper-V yang didedikasikan untuk OS Windows dan Linux, VMware dapat menjalankan lebih banyak jenis Operasi Sistem. Fleksibilitas yang diberikan VMware ini, mengijinkan penggunanya untuk memilih jenis OS yang lebih sesuai dan beragam untu VMnya.

vMotion

Fitur vMotion membantu pengguna untuk melakukan migrasi VM dari satu host, ke host lainnya secara langsung. VMotion meminimalisir kendala yang sedang terjadi, baik untuk VM yang akan diproses migrasi atau VM lainnya yang mungkin terkena dampak.

Storage vMotion

Hampir sama kegunaannya dengan fitur vMotion, Storage vMotion juga berfungsi membantu proses migrasi. Bedanya, jika vMotion membantu proses migrasi VM dari host ke host lainnya, Storage vMotion membantu proses migrasi data ke data storage lain.  

Distributed Resource Scheduler (DRS)

DRS atau Distributed Resource Scheduler merupakan salah satu fitur VMware yang berfungsi sebagai penyeimbang workload. DRS memanfaatkan vMotion untuk mengatur workload diseluruh environment Virtual Machines. Hal ini dilakukan agar setiap host yang sedang beroperasi tidak memiliki beban berlebih.

 

Meskipun mempunyai fungsi yang hampir sama, Hyper-V maupun VMware mempunyai fitur-fitur yang berbeda. Dari penjelasan di atas, Anda bisa menilai Hypervisor mana yang lebih bisa memenuhi kebutuhan perusahaan Anda.

Untuk mendapatkan assessment dan konsultasi tentang kebutuhan VM lebih detail secara gratis, silahkan menghubungi cloud consultant kami melalui live chat pada website Wowrack Indonesia atau bisa juga melalui email sales@wowrack.co.id.

 

 

 

x

Friday, October 8, 2021

CISCO Meluncurkan “The New Trust Standard” - Upaya meningkatkan kepercayaan antar customer dan Provider IT


The new trust standard baru saja dicetuskan oleh CISCO, salah satu perusahaan IT multinasional. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan “The New Trust Standard?

The New Trust Standard merupakan sebuah acuan bagi setiap pengguna teknologi untuk menilai apakah suatu perusahaan atau organisasi cukup terpercaya dalam me-manage data dan menjaga informasi privasi kliennya.

Di era transformasi digital ini, pemanfaatan teknologi digital seperti Cloud Computing bukan hal baru. Sebaliknya, Cloud telah menjadi salah satu kunci kelancaran berbisnis, baik untuk berkolaborasi maupun memasarkan produk.

Hal itu dikarenakan teknologi digital seperti cloud memberikan kemudahan, keefisiensian, dan ketepatan dalam mengelola dan menyimpan data. Dengan dimudahkannya proses pengolahan data tentu membuat sebuah perusahaan semakin produktif dan berkembang.

Sisi yang perlu diperhatikan pada penggunaan teknologi cloud adalah keamanan data. Beberapa hal yang mengancam keamanan data adalah serangan siber seperti ransomware, malware, dan aktivitas siber merugikan lainnya. Karenanya, keamanan data selalu menjadi fokus utama.

The New Trust Strandard ini dibuat untuk setiap kalangan, baik perusahaan penyedia layanan cloud maupun klien provider cloud. Bagi provider cloud, The New Trust Strandard ini bisa dijadikan acuan perbaikan keamanan data dan privasi klien. Sedangkan untuk pengguna jasa, standard ini bisa dijadikan acuan untuk memilih provider cloud yang terpercaya.

Jika Anda termasuk dalam kedua kategori tersebut, ada baiknya untuk simak 5 poin yang dihighlight pada The New Trust Strandard dari CISCO ini.

5 Elemen Penting pada The New Trust Standard dari CISCO

Berdasarkan CISCO 2021 Consumer Privacy Survey, CISCO menyimpulkan 5 poin penting yang dibutuhkan untuk meningkatkan kepercayaan antara customers dan IT Provider.

Zero-Trust

Meningkatnya serangan siber dengan caranya yang semakin canggih membuat pengguna teknologi digital dituntut meningkatkan kewaspadaan.

Zero-Trust sendiri merupakan filosofi yang mengandung arti tidak mempercayai siapapun dan apapun. Dalam hubungan teknologi berarti, provider IT maupun customer harus menaruh ke curigaan terhadap setiap koneksi, perangkat, maupun indvidu.

Kecurigaan akan koneksi yang tidak aman, atau perangkat yang terpapar virus, merupakan hal wajib jika ingin data jauh dari ancaman serangan siber. Perusahaan dituntut untuk selalu melakukan verifikasi pada pengguna, perangkat, atau jaringan yang akan berinteraksi dengan server cloud.

Dengan begitu, hanya pengguna, perangkat, dan jaringan terautentifikasi saja yang bisa mengakses server cloud Anda. Langkah ini akan mempersulit penjahat siber untuk masuk ke sistem dan mengambil data berharga Anda.

Menurut Brad Arkin, seorang kepala keamanan dan kepercayaan CISCO, “Arsitektur Zero-Trust adalah investasi penting untuk lebih memahami dan mengelola risiko melalui pengaturan dan pengecekan -  agar selalu berkembang dengan Machine Learning

Trusted Supply Chain

Yang dimaksud dengan Trusted Supply Chain adalah mengetahui bahwa provider memiliki partner IT atau pemasok suku cadang yang terpercaya.

Mengetahui di mana asal produk yang akan dimiliki tentu bisa meningkatkan kepecayaan, karena pelanggan bisa mempelajari dan memahami produk seperti apa yang akan mereka terima tanpa berekspektasi lebih.

Terlebih lagi jika produk berbahan baku berkualitas dan diproduksi di lingkungan yang baik, maka akan secara otomatis mendapatkan rasa percaya pelanggan.

Begitu juga dengan customer dari penyedia layanan IT seperti Cloud Computing. Provider biasanya bekerja sama dengan pihak ke 3 dalam penyediaan hardware, fitur serta layanan tambahan, sistem pembayaran, dan lain sebagainya.

Untuk yakin bahwa suatu provider mempunyai lingkungan yang aman dan terpercaya, adalah dengan memastikan setiap pihak ketiga telah mengikuti standard sesuai pada peran masing-masing. Cara mudahnya adalah dengan memastikan mereka memiliki sejumlah sertifikasi yang membuktikan mereka perusahaan yang terpercaya.

Dengan memastikan keamanan lingkungan sistem yang diterapkan provider akan lebih memudahkan customer untuk mengatur dan meminimalisir berbagai ancaman siber.

Data Rights

Data merupakan aset berharga setiap perusahaan. Data dapat memuat informasi privasi perusahaan seperti karyawan dan pelanggan, informasi keuangan, dan informasi set-up sebuah sistem. Yang mana jika data-data tersebut hilang atau terekspose, dapat mengakibatkan kerugian besar, mulai dari kerugian finansial, hingga hilangnya reputasi. Bahkan, tidak sedikit kasus yang mengakibatkan kebangkrutan permanen.

Untuk itu, perhatian utama setiap klien cloud provider adalah bagaimana data mereka diambil, disimpan, dan dikelola penyedia layanan cloud. Selain itu, klien juga berharap bahwa mereka memiliki kontrol akan data-data mereka.

Transparansi ini lah yang diperlukan pelanggan untuk meningkatkan kepercayaan pada suatu penyedia layanan cloud.

Penyedia layanan cloud yang memiliki beberapa sistem privasi data seperti, mengontrol pengambilan data klien, melakukan proses legal dan aman untuk mengutamakan keamanan privasi klien, dan menempatkan data center pada tempat yang strategis, akan mempunyai nilai kepercayaan lebih oleh customer.

Transparancy

Transparansi atau keterbukaan merupakan kunci keberhasilan suatu kerjasama yang baik. Keterbukaan dalam kerjasama antara provider cloud dan customer mempunyai nilai lebih dari sekedar menaati regulasi manajemen data.

Transparansi yang diharapkan oleh customer adalah kejelasan bagaimana provider tersebut mengoperasikan bisnisnya, bagaimana perusahaan tersebut menjaga dan mengolah data klien, teknologi apa saja yang digunakan, serta keterbukaan saat terjadi masalah yang mempengaruhi data atau infrastruktur cloud klien.

Pelanggan mengharapkan provider cloud sebagai partner IT nya, menginformasikan keadaan data dan apa saja yang terjadi pada data mereka. Sebagai contoh, ketika suatu provider mengalami masalah terhadap server mereka yang mengakibatkan lambatnya akses ke infrastruktur cloud klien, maka provider cloud berkewajiban untuk menjelaskan masalah yang terjadi.

Ketika suatu perusahaan bertindak transparan terhadap sistem operasi mereka, artinya perusahaan tersebut yakin dan percaya diri bahwa mereka telah memberikan pelayanan yang baik bagi kliennya tanpa harus ada yang ditutupi.

Certifications

Poin ke lima yang dapat meningkatkan kepercayaan customers adalah dengan membuktikannya dengan melakukan sertifikasi dan mematuhi kebijakan yang berhubungan dengan keamanan data.

Sertifikasi ada untuk memberikan bukti bahwa suatu perusahaan telah berkomitmen untuk menjalankan perusahaan sesuai dengan regulasi dan standard keamanan yang ada. Biasanya, Sertifikasi dilakukan oleh suatu badan mandiri dari pihak ketiga, seperti ISO, EU, APEC, dan lainnya.

Untuk mendapatkan sertifikasi, perusahaan penyedia layanan cloud harus lolos sejumlah audit yang dilakukan. Audit yang dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut layak menerima sertifikasi yang diajukan.

Salah satu sertifikasi yang harus dipunyai oleh penyedia layanan cloud adalah ISO/IEC27001. Sertifikasi tersebut untuk menyatakan suatu perusahaan telah berkomitmen untuk mengelola keamanan dan privasi sebuah informasi dalam perusahaan tersebut.

Masih banyak lagi contoh sertifikasi dengan fungsi berbeda yang bisa menjadi alasan calon pelanggan untuk memilih menggunakan layanan pada suatu perusahaan.

 

Dari ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa kepercayaan merupakan hal vital pada hubungan kerjasama antar pelanggan dan penyedia layanan cloud. Kepercayaan tersebut mempunyai 5 elemen yaitu Zero-Trust, Data Rights, Trusted Suply Chain, Transparancy, serta Certifications.

Bagi pengelola perusahaan penyedia layanan cloud kelima elemen tersebut bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan beserta calon pelanggan. Sedangkan, untuk pelanggan bisa menggunakannya untuk menemukan perusahaan terpercaya untuk menyimpan dan mengelola data Anda.

Temukan semua solusi kebutuhan IT dan Cloud mulai dari private cloud, public cloud, hingga managed service dan lebih lagi, temukan informasi lebih pada website www.wowrack.co.id, atau mulai dan dapatkan konsultasi gratis tentang cloud dengan menghubungi sales@wowrack.co.id. Wowrack Indonesia: Cloud, Data Center, Connectivity.

x

Thursday, September 30, 2021

Cloud Computing Sebagai Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19



Dampak Pandemi Covid-19 pada Sektor Perekonomian

Komputasi awan atau yang biasanya dikenal dengan Cloud Computing dinilai sebagai kunci utama pertumbuhan ekonomi dalam Negeri.

Pasalnya, akibat pandemi covid-19, keadaan perekonomian dunia termasuk Indonesia mengalami keterpurukan. Bahkan, tidak sedikit negara yang mengalami resesi termasuk negara maju seperti Amerika Serikat, dan Inggris. 

Indonesia sendiri resmi mengalami resesi pada kuartal III/2020, yang mengalami minus sebanyak 3.49%. Penurunan perekonomian ini terus berlanjut hingga akhir tahun 2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, fenomena ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak krisis moneter pada tahun 1998. 

Penurunan ekonomi yang terjadi merupakan respon dari dibatasinya mobilitas masyarakat. Seorang Ekonom dari Institute for Development of economics and finance (Indef), Tauhid Ahmad menjelaskan bahwa perekonomian sangat bergantung pada mobilitas masyarakat. Sedangkan untuk menekan jumlah penyebaran virus, pemerintah harus membatasi mobilitas penduduk. Jadi, tidak heran jika pandemic ini tidak hanya berdampak pada kesehatan tapi juga perekonomian.

Tercatat sebanyak 10 dari 17 jenis usaha mengalami kontraksi ekonomi. Jenis usaha yang paling terdampak adalah transportasi, pergudangan, serta akomodasi.

Meskipun masih mengalami minus, namun perekonomian Indonesia mulai membaik saat memasuki kuartal I/2021. Keadaan baik ini terus berlangsung hingga kuarta II/2021 di mana Indonesia mengalami peningkatan perekonomian sebesar 7,07%. Keadaan yang membaik ini selain karena pemerintah telah memberi kelonggaran mobilitas, juga karena terjadinya transformasi digital pada dunia bisnis.

Pembatasan Mobilitas Mendorong Percepatan Transformasi Digital

Solusi terbaik untuk menekan angka penularan virus adalah dengan menjaga jarak antar sesama. Karenanya, upaya seperti PPKM ataupun local lockdown tidak bisa dihindari meskipun berakibat buruk pada keadaan ekonomi.

Dengan segala keterbatasan, berbisnis secara digital menawarkan solusi yang dibutuhkan pelaku bisnis. Solusi yang ditawarkan teknologi digital sangat beragam, dari solusi kolaborasi dan komunikasi sampai solusi bertransaksi dan jual beli.

Karena itu, pelaku usaha ramai-ramai merubah sistem kerja dan berbisnis tradisionalnya menjadi digital. Tercatat sebanyak 4,8 juta UMKM di Indonesia telah go digital. Yang artinya, UMKM ini telah mngadopsi teknologi digital dalam menjalankan bisnis.

Solusi yang ditawarkan teknologi digital sangat menguntungkan berbagai pihak. Pengusaha tetap bisa menjalankan bisnisnya ditengah pembatasan interaksi fisik, dan consumer bisa memenuhi kebutuhannya dengan aman. Dengan begitu, segala pihak setuju bahwa percepatan transformasi digital sangat perlu dilakukan.

Lonjakan penggunaan teknologi digital paling banyak pada website, marketplace, hingga social media sebagai platform jual beli, serta aplikasi seperti WhatsApp, dan Zoom meeting sebagai sarana kolaborasi.

Teknologi digital lainnya yang penggunaannya mengalami peningkatan pesat adalah Cloud Computing, sebuah teknologi yang perannya sangat menentukan kelancaran berbisnis secara online.

Peran Cloud Computing untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Cloud Computing adalah teknologi komputasi virtual yang berfungsi untuk menyimpan dan memproses data serta menjadi wadah berbagai platform berbasis internet seperti Website, Aplikasi, Blog, Marketplace, dan lain sebagainya.

Cloud Computing memberikan fasilitas penggunanya untuk menjalankan dengan lancar suatu website, aplikasi, serta website berbasis aplikasi. Cloud Computing yang baik membuat website serta aplikasi Anda bisa diakses lebih cepat.

Terkadang ketika kita ingin mengakses sebuah website atau aplikasi harus dibuat menunggu lama untuk mendapatkan informasi yang kita inginkan. Bisa dibayangkan ketika ada customer yang  ingin mengakses website bisnis kita yang proses loadingnya lambat. Tentu mereka akan segera keluar dari website tanpa sempat melihat barang atau jasa yang kita tawarkan.

Dengan menggunakan cloud computing, hal seperti itu tidak perlu terjadi. Cloud Computing akan memastikan bahwa website atau aplikasi bisnis kita dalam performa terbaiknya.

Salah satu perusahaan yang telah membuktikan keefektivitasan solusi Cloud Computing adalah Gojek. Gojek adalah perusahaan dalam sektor transportasi online di Indonesia yang telah melakukan merger dengan Tokopedia e-commerce di tahun 2021 ini. Dengan mengkonsumsi Cloud Computing, Gojek mampu membuktikan kesuksesannya dala usaha digital yang dapat dilihat dari tanjakan pertumbuhan bisnisnya selama masa pandemi ini.

Cloud Computing berperan sebagai inti setiap perusahaan yang mengandalkan aplikasi untuk beroperasi. Dalam hal ini, peran cloud computing tidak hanya untuk menyimpan data aplikasi tersebut, tapi juga mengelola data.

Data aplikasi akan disimpan pada cloud server, ketika pengguna aplikasi ingin melihat daftar produk atau menu, mereka akan meng-klik suatu tombol. Ketika hal itu terjadi, maka server akan menerima request dan menampilkan informasi yang diminta oleh pengguna pada layar gadgetnya.

Dengan cloud computing, maka sebuah aplikasi dapat menangani permintaan akses dan pemprosesan data oleh jutaan pengguna dalam satu waktu sekaligus. Dengan begitu, pemilik usaha tidak perlu khawatir kehilangan momentum berharga dikarenakan aplikasi yang berperforma buruk. Begitulah cara cloud computing membantu pemilik bisnis secara langsung.

Apakah hanya pemilik website dan aplikasi saja yang terkena dampak positif dari adanya teknologi cloud ini? Jawabannya tidak, cloud computing juga turut membantu pemilik bisnis UMKM yang tidak bersinggungan langsung dengan cloud. Contohnya saja melalui platform e-commerce atau marketplace yang sekarang ini tengah menjamur. Pemilik usaha menengah bisa memanfaatkan platform tersebut untuk menjalankan bisnisnya.

Seperti yang kita ketahui pembatasan sosial menciptakan tantangan bagi pengusaha yang menjajahkan barang maupun jasa. Peraturan seperti jam operasional maksimal, larangan makan ditempat, dan pembatasan jumlah pengunjung toko menyulitkan pengusaha bisa bertahan. Dengan adanya teknologi cloud computing yang diadopsi oleh platform-platform besar memudahkan pemilik usaha menengah untuk menemukan customernya dan menyelesaikan transaksi lebih cepat.

Bahkan, sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang mempunyai platformnya sendiri untuk menjajahkan produk dan jasanya. Banyak pelaku UMKM atau Startup yang telah membangun aplikasi dan websitenya sendiri. Yang dibutuhkan hanyalah konsep usaha, platform bisnis seperti website ataupun aplikasi, serta layanan cloud untuk memberikan hosting dan menjalankan platform yang dibutuhkan.

Dampak positive yang diberikan cloud computing untuk kelancaran bisnis, mendapatkan perhatian pemerintah serta penyedia layanan cloud computing itu sendiri. Pemerintah bahkan memberikan gelontoran dana pada koperasi atau organisasi lainnya yang menjadi payung UMKM agar mereka dapat bertahan dikala pandemi melalui solusi digital. Sedangkan, penyedia layanan cloud computing seperti Wowrack Indonesia, secara aktif membantu mengedukasi masyarakat mengenai manfaat cloud computing serta penggunaannya. Tidak hanya itu Wowrack Indonesia juga terus memberikan dukungan customer-customernya melalui fasilitas dan layanan terbaiknya.

Upaya-upaya dari berbagai pihak tersebut dilakukan untuk memberikan motivasi agar pengusaha-pengusaha dapat bangkit kembali dan lebih berani berinovasi dalam masa pandemi ini. Jika transformasi digital dalam sektor bisnis terus dilakukan secara stabil dengan bantuan Cloud Computing, bukan tidak mungkin perekonomian Indonesia akan kembali normal bahkan menjadi lebih baik yaitu sesuai dengan perkembangan industri 4.0.

Dari pejelasan di atas dapat disimpulkan, bahwa peningkatan perekonomian yang terjadi pada tahun 2021 tidak luput dari peran cloud computing, sebuah teknologi yang melancarkan proses berbisnis secara digital.

Monday, September 27, 2021

Kerentanan Serius Pada Microsoft, Diretas Oleh Penjahat Ransomware

Kerentanan microsoft
Kerentanan microsoft

Microsoft dikabarkan diretas oleh sekelompok penjahat ransomware. Diambil dari halaman Forbes, seorang mantan staf keamanan Microsoft telah memperingatkan bahwa penjahat dunia siber mengeksploitasi kerentanan di server email Microsoft Exchange.

Hal ini berkemungkinan terjadi karena tidak adanya peringatan dan pemberitahuan jelas pada organisasi-organisasi mengenai kerentanan yang butuh perhatian untuk ditangani.  

Hasilnya, banyak Organisasi yang tampaknya tidak menyadari kerentanan tersebut dan tidak mengatasinya, yang menyebabkan eksploitasi massal pada kerentanan tersebut, ungkap Kevin Beaumont, yang mencoba memperingatkan dengan memposting tentang masalah vulnerability ini di blog DoublePulsar-nya. Ratusan sistem pemerintah AS terpapar, tambahnya, sementara Cybersecurity and Infrastructure Security (CISA) Departemen Keamanan Dalam Negeri telah mengeluarkan peringatan.

"Mereka telah mengautentivikasi (tidak ada kata sandi yang diperlukan) kode eksekusi kerentanan jarak jauh" tulis Beaumont. Ia menambahkan, "Microsoft tahu insiden ini akan terjadi secara besar-besaran pada kostumer internasional. Saya tahu hal ini karena saya dulu bekerja di sana dan mencoba memperingatkan orang-orang”.

Beaumont juga mengungkapkan bahwa saat Microsoft mengeluarkan perbaikan lima bulan yang lalu, perbaikan tersebut tidak memberikan standard berupa angka yang mana bisa dipakai pelanggan untuk mengidentifikasi kerentanan dan memberikan informasi apa yang dibutuhkan untuk menambal kerentanan tersebut.  "Ini menciptakan situasi di mana pelanggan Microsoft mendapatkan informasi yang tidak tepat tentang tingkat keparahan salah satu bug keamanan perusahaan paling kritis tahun ini," tambah Beaumont. (Microsoft belum menanggapi permintaan komentar atas tuduhan Beaumont pada saat publikasi).

Di antara peretas yang mengambil keuntungan tersebut adalah kelompok ransomware yang dikenal sebagai LockFile, yang telah terlihat mengambil keuntungan dari kerentanan yang disebabkan perbaikan pertama kali oleh Microsoft pada bulan Maret. LockFile telah dikaitkan dengan serangan ransomware terhadap korban di berbagai industry, termasuk manufaktur, jasa keuangan, teknik dan pariwisata - di seluruh dunia, sebagian besar di AS dan Asia, menurut perusahaan keamanan Symantec. Ini pertama kali terlihat di jaringan organisasi keuangan AS pada 20 Juli, tulisnya dalam posting blog perusahaan.

Asal-usul serangan dapat ditelusuri kembali pada kelemahan yang ditemukan saat diadakannya kontes peretasan awal tahun ini dan dirincisecara penuh pekan lalu oleh Orange Tsai. Dia menemukan tiga kelemahan di Microsoft Exchange (versi lokal, bukan Office 365), yang ketika digabungkan, dapat digunakan untuk mengendalikan server email dari jarak jauh.

Beaumont sekarang telah merilis alat untuk membantu mengidentifikasi sistem yang belum ter-unpatched. Alat ini sudah digunakan oleh organisasi nasional Computer Emergency Response Team di Austria untuk memindai server yang rentan.

CISA mengatakan pihaknya "sangat mendesak semua organisasi untuk mengidentifikasi sistem yang rentan di jaringan mereka dan segera menerapkan Pembaruan Keamanan Microsoft mulai Mei 2021 – yang mana untuk memulihkan ketiga kerentanan ProxyShell – untuk melindungi terhadap serangan ini."

Pemerintah dan organisasi swasta di seluruh dunia bergantung pada Microsoft Exchange untuk menjalankan email sehari-hari mereka, tetapi tahun ini diserang berulang kali dengan peretasan skala besar. Serangantersebut termasuk serangan yang disematkan pada Pemerintahan Biden pada Cina, yang mana tidak dibenarkan oleh Cina.

Untuk mengikuti perkembangan berita seputar Teknologi Informasi, Anda dapat mengakses pada laman blog www.wowrack.com


Friday, September 17, 2021

Cara Terhindar dari Serangan Ransomware dengan Solusi Backup



Backup dianggap sebagai solusi paling ampuh untuk menghindari kerugian yang diakibatkan serangan ransomware. Seperti yang kita ketahui bahwa serangan siber semakin sering terjadi dengan caranya yang beragam.

Backup berperan sebagai garda terakhir untuk melindungi kehilangan data dan meminimalisir kerugian akibat serangan ransomware. Memiliki tools keamanan yang dapat menghalangi ransomware untuk masuk kedalam server perusahaan akan sangat menguntungkan. Bagaimanapun, akan lebih baik jika suatu perusahaan tidak perlu melakukan restore backup atau tidak terkena serangan siber manapun.

Namun, hingga sekarang belum ada teknologi yang dapat menghalau 100% serangan ransomware yang terus berdatangan. Hal ini dikarenakan ransomware terus berkembang cepat dengan cara kerja yang semakin rumit.

Karenanya memiliki cadangan data menjadi pilihan paling bijaksana saat ini. Karena, selain tidak perlu kehilangan data, Anda juga tidak harus membayarkan sejumlah uang untuk menyelamatkan data yag tercuri.

Sayangnya, backup juga kerap menjadi sasaran serangan ransomware. Semakin hari semakin banyak ransomware yang juga menargetkan server backup. Tujuannya tidak lain untuk membuat suatu perusahaan lumpuh total dan mengharuskan menebus data tercuri dengan sejumlah uang.

Tidak perlu khawatir, terdapat beberapa cara yang efektif untuk mengamankan data backup dari ransomware yang bisa Anda terapkan.

5 Cara Mengamankan Data Backup dari Ransomware

Memutuskan untuk memiliki data backup merupakan pilihan bijaksana, karena Anda bisa merestore data kapan saja dibutuhkan. Selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menguatkan keamanan pada data yang telah dibackup.

Berikut beberapa cara yang bisa dipraktikan dalam mengamankan data backup:

Menggunakan Strategi Backup 3-2-1

Mempunyai lebih dari satu copy data yang tersimpan di tempat yang berbeda akan sangat menguntungkan perusahaan. Pasalnya, ransomware saat ini tidak hanya mengincar data yang tersimpan di perangkat, namun juga data backup.

Strategi backup 3-2-1 artinya memiliki 3 copy data, yang mana 2 copy data diantaranya disimpan di on-site pada eksternal drive yang berbeda, dan 1 copy lainnya disimpan secara off-site.

 Dengan strategi ini, perusahaan tidak perlu khawatir akan serangan ransomware pada data yang telah terbackup. Kemungkinan untuk kehilangan data semakin berkurang, karena perusahaan memiliki beberapa cadangan data yang bisa direcover kapan saja.

Menggunakan Immutable Storage

Seperti namanya, immutable storage berarti penyimpanan yang tidak dapat dirubah. Data yang telah ter-backup up tidak dapat dirubah, dimodifikasi, maupun di hapus oleh siapapun termasuk oleh pemilik data atau administrasi provider cloud sendiri.

Hal ini akan meningkatkan keamanan data yang tersimpan di dalamnya dari serangan ransomware. Goal utama ransomware adalah mengambil data suatu perusahaan, untuk mendapatkan uang.

Karena itu, biasanya ransomware tidak akan berhenti pada data ayng tersimpan pada perangkat yang terinfeksi saja, mereka akan melacak hingga akar di mana backup data perusahaan tersebut disimpan. Setelah menemukan data yang diinginkan, biasanya ransomware akan mengenkripsi data agar tidak bisa diakses pemilik data. Biasanya, mereka menjanjikan akan membuka enkripsi data jika perusahaan telah membayarkan sejumlah uang

Dengan adanya immutable storage maka akan mempersulit ransomware untuk merubah data yang telah terbackup, dan Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan data.

Memastikan Proses Recovery Data

Tujuan utama dari backup adalah menyimpan copy data yang data dikembalikan kapan saja saat dibutuhkan. Karenanya penting untuk memastikan bahwa data yang telah dibackup dapat direstore kapan saja dengan proses yang cepat.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan percobaan atau testing sebelum terjadi serangan ransomware. Beberapa perusahaan yang menyediakan layanan backup juga memberikan bantuan untuk memastikan bahwa data yang telah dibackup dapat dikembalikan dengan aman dan cepat.

Semakin cepat dan tepat sebuah data dikembalikan, maka semakin sedikit juga kerugian yang mungkin didapatkan saat serangan ransomware benar terjadi.

Memastikan Keamanan Data yang akan Dibackup

Salah satu jalan masuknya ransomware pada server perusahaan adalah melalui kegiatan download file yang membawa ransomware. Beberapa ransomware tidak akan langsung beraksi mencuri data perusahaan yang telah terinfeksi.

Biasanya mereka akan dengan tenang bersembunyi sambil mempelajari di mana saja data perusahaan disimpan sambil terus menginfeksi file-file lainnya perlahan. Regulasi yang mengharuskan membackup data secara erkala dapat mengancam keamanan data backup lainnya.

Pasalnya, file yang telah terinfeksi dapat dengan tidak sengaja masuk di mana backup data tersimpan dan ikut menginveksi data backup juga. Karena itu sangat penting untuk memastikan semua data yang akan dibackup bersih dari ransomware.

Melakukan Perencanaan Backup

Backup tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Seperti halnya membangun infrastruktur cloud, membuat backup data juga membutuhkan rencana yang tepat agar backup dapat lebih efektif.

Agar mendapatkan solusi backup dan perencanaan yang tepat akan lebih mudah jika dibantu oleh perusahaan penyedia layanan backup. Biasanya penyedia layanan backup yang baik akan memfasilitasi clientnya dengan ahli IT yang dapat memberikan solusi tepat.

Pilihlah penyedia layanan backup yang telah berpengalaman, aman yang dibuktikan dengan sertifikasi ISO27001, dan bersedia membantu dari proses awal hingga akhir untuk memastikan data yang terbackup dapat dikembalikan dengan aman.

 

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa backup memegang kunci penting keamanan dari bahaya ransomware. Oleh karenanya, backup harus dilakukan secara hati-hati dan terencana.

Jika Anda membutuhkan solusi backup yang efektif, jangan ragu untuk mengkonsultasikannya pada kami dengan mengirim email ke sales@wowrack.co.id.  

Thursday, September 9, 2021

Disaster Recovery: Pengertian dan Jenis Metodenya


Dapat kita ketahui bahwa menyimpan data menggunakan teknologi tidak semerta-merta kebal dari terjadinya gangguan dan juga bencana. Bencana bisa terjadi akibat terganggunya sebuah jaringan, serangan cyber, dan juga kerusakan device akibat dari human error atau bencana alam. Sehingga, untuk mengembalikan data yang hilang, perusahaan disarankan untuk melakukan Disaster Recovery Plan.

Disaster recovery sendiri diambil dari kata Disaster yang artinya bencana dan Recovery yang dapat diartikan sebagai pemulihan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Disaster Recovery merupakan sebuah proses pemulihan pada suatu sistem apabila terjadi sebuah bencana. Disaster Recovery Plan memiliki beberapa tipe seperti, Virtualized Disaster Recovery Plan, Network Disaster Recovery Plan, Cloud Disaster Recovery Plan, dan Data Center Disaster Recovery Plan. Namun kali ini kami akan lebih berfokus pada cloud Disaster Recovery Plan mulai dari pengertian, cara kerjanya, dan faktor pertimbangan yang harus Anda pikirkan.

Apa itu Disaster Recovery?

Cloud Disaster Recovery adalah sebuah strategi dan juga layanan yang berfungsi untuk mengamankan sebuah data, aplikasi, dan sumber daya lainnya ke public cloud dan penyedia layanan khusus. Strategi ini banyak digunakan oleh perusahaan dikarenakan lebih menghemat ruang, waktu, biaya dan juga sistem yang lengkap dibandingkan dengan Disaster Recovery tipe lainnya. Pengelolaan Cloud Disaster Recovery sendiri perlu dilakukan secara tepat karena pengelola harus mengetahui lokasi server fisik dan virtual. 

Lalu, bagaimana cara menggunakan Cloud Disaster Recovery ini? Berikut 3 cara dasar untuk menggunakan cloud sebagai bagian dari Disaster Recovery. 


Disaster Recovery dari Cloud

Cara pertama adalah menggunakan cloud sebagai wadah menyimpan data backup, dan tempat merecover  data dari cloud tersebut apabila terjadi bencana. Ringkasnya, pendekatan ini dilakukan untuk Disaster Recovery berbasis cloud yang dimana Anda melakukan backup dan Recovery di tempat yang sama yaitu, cloud. Namun, kelemahan dari cara ini adalah apabila suatu saat terjadi bencana alam yang menimpa pusat data, maka data yang telah Anda simpan akan hilang dan tidak bisa untuk dipulihkan. Maka dari itu pilihlah cloud provider dengan lokasi pusat data teraman.

Disaster Recovery ke Cloud

Cara kedua adalah dengan melakukan backup on-premises, dan me-recover ke database dan VM (Virtual Machine) yang ada pada cloud. On-premises sendiri dapat diartikan sebagai IT Environment dan infrastruktur seperti server dan juga software yang digunakan oleh IT organisasi atau perusahaan. Sehingga pada pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan infrastruktur fisik untuk tetap tersedia setelah bencana. Maka Anda akan dengan cepat memulihkan data ke virtual environment yang berjalan di cloud. Resiko yang akan terjadi adalah jika Anda menyimpan data backup on-premises, data backup anda akan hancur apabila terjadi bencana alam di local environment Anda.

Cloud-to-Cloud Disaster Recovery

Cara ketiga adalah dengan menyimpan cadangan di cloud dan memulihkannya ke cloud pada waktu yang bersamaan. Pada pendekatan ini, Anda akan memutar mesin virtual dan databased di cloud, kemudian mengisinya dengan data dari cadangan berbasis cloud Anda jika terjadi bencana yang berdampak pada sumber daya lokal.

Selain itu, memisahkan data cadangan dan infrastruktur cadangan Anda dari pusat data lokal dapat mempercepat pemulihan bencana, karena biasanya akan membutuhkan lebih sedikit waktu untuk mentransfer data cadangan dari penyimpanan cloud ke VM (virtual machine) dan database cloud daripada memindahkan data antara cloud dan lingkungan lokal, atau sebaliknya. Itu karena jaringan dalam cloud yang sama menawarkan lebih banyak bandwidth daripada Internet publik yang menghubungkan cloud ke lingkungan eksternal.

Dalam merencanakan rencana terbaik untuk Disaster Recovery berbasis cloud, Anda harus mempertimbangkan beberapa faktor berikut.

Faktor yang Harus Dipertimbangkan dalam Cloud Disaster Recovery Plan

Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan cloud Disaster Recovery plan, ada baiknya untuk mempertimbangkan beberapa hal terlebih dulu.


Kebutuhan RPO dan RTO

Recovery Point Objective (RPO) dan Recovery Time Objective (RTO) merupakan sebuah parameter yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui berapa banyak kehilangan data yang mungkin terjadi dan seberapa lama sistem tidak dapat diakses. Semakin cepat Anda membutuhkan data dipulihkan, semakin Anda mungkin perlu berinvestasi dalam pemulihan bencana berbasis cloud yang dapat membuat beban kerja Anda meningkat dan berjalan lagi dengan cepat.

Biaya

Semakin banyak biaya yang Anda investasikan pada cloud backup dan cloud recovery akan semakin canggih juga recovery plan Anda. Banyaknya biaya yang akan anda keluarkan untuk Disaster Recovery configurations menjamin recovery yang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan.

Administrasi

Semakin banyak cloud environment dan sumber daya cloud yang telah Anda jalankan sebagai bagian dari rencana pemulihan bencana Anda, semakin banyak waktu yang harus Anda habiskan untuk mengelolanya (belum lagi menjaga mereka tetap aman). 

Berikut beberapa pertimbangan dan juga cara kerja cloud disaster recovery plan. Konsultasikan cara cara diatas kepada tim Anda dan juga provider cloud kepercayaan Anda untuk tercegah dari kecelakan data yang fatal.  Info selengkapnya dapat anda akses pada website www.wowrack.co.id. Semoga penjelasan diatas dapat memudahkan anda mengenai cara-cara penggunaan cloud disaster recovery.

Wednesday, September 1, 2021

6 Rekomendasi Web Server Paling Banyak Digunakan di 2021


Website memiliki peran penting dalam sebuah bisnis. Bagi sebuah perusahaan, website adalah wajah perusahaan itu sendiri. Karena itu, memiliki website berperforma cepat dan user-friendly adalah goal utamanya.

Agar sebuah website dapat beroperasi, maka dibutuhkan web server. Namun, Apa itu sebenarnya web server?

Web server adalah perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima permintaan HTTP dan HTTPS dari web browser (Google Chrome, FireFox, etc.). Web server yang telah menerima permintaan HTTP dan HTTPS selanjutnya mengirimkan informasi atau data yang diminta dalam bentuk halaman website.

Web server sendiri ada dua jenis, dalam bentuk perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). Keduanya selalu berkaitan karena memiliki fungsi yang berbeda.

Web server dalam bentuk software berfungsi untuk mengontrol data dan alur komunikasi sehingga bisa memproses permintaan web browser. Sedangkan, dalam bentuk hardware web server berfungsi untuk menyimpan data seperti HTML dokumen, file java script, gambar, dan file CSS Stylesheet.

Dalam artikel kali ini akan dibahas mengenai rekomendasi web server software menurut tingkat kepopulerannya di tahun 2021.

Rekomendasi Web Server Software untuk Website Anda

Beberapa pengguna website memilih menggunakan jasa hosting provider yang telah menyediakan web server untuk website mereka. Kelebihannya adalah, Anda tidak perlu memilih web server sendiri. Namun, kekurangannya Anda tidak bisa memilih web server mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Ada banyak web server yang bisa digunakan. Jika Anda memutuskan untuk memilih web server sendiri, berikut beberapa rekomendasi web server yang paling banyak digunakan di tahun 2021 berdasarkan survey yang dilakukan W3Techs. 

NGINX

NGINX menempati posisi pertama sebagai web server yang paling banyak digunakan di tahun 2021.

NGINX merupakan web server open source terfavorit sejak lama. NGINX dikenal sebagai web server yang ringan dan mampu bekerja optimal meskipun dengan traffic besar. Kelebihan tersebut didapatkan berkat pendekatan event-driven dan asynchronous. Kedua pendekatan tersebut membuat NGINX lebih bisa mengatur penggunaan resource secara efisien, dan mampu memproses request dengan lebih baik.

APACHE

Apache menduduki peringkat kedua, dengan pengguna sebanyak 31.4%, satu peringkat di bawah NGINX yang mencapai 34.1% penggunaan.

Masih oleh survey W3Techs, Apache sempat menduduki periingkat pertama pada tahun 2020. Yang membuat Apache unggul adalah konfigurasinya yang lebih mudah dibandingkan NGINX. Selain itu, Apache juga mengijinkan penggunaan lintas platform, serta memiliki perangkat lunak yang stabil dan handal.

CLOUDFARE

Sejak 2020, Cloudfare menjadi web server favorit ke 3. Tahun ini cloudfare mengungguli LiteSpeed dengan total penggunaan 19.6%.

Keunggulan utama Cloudfare sendiri adalah karena layanan web server ini bisa digunakan secara gratis. Cloudfare juga memungkinkan untuk menambah jumlah domain tanpa tambahan biaya. Selain itu, Cloudfare mengedepankan keamanan terutama dari serangan DDoS, dengan cara menyembunyikan IP address dari suatu web hosting, dan mengubah aspek web security.

LITESPEED

LiteSpeed menjadi web server paling banyak digunakan ke-4. LiteSpeed sendiri pada awalnya ditujukan untuk menjadi software pengganti Apache. Oleh karena itu, LiteSpeed memiliki format yang mirip dengan Apache.

Format yang dibuat seperti Apache tersebut membuat LiteSpeed mudah digunakan, karena format dan tampilannya yang sudah umum. Ditambah, LiteSpeed mempunyai resource control yang baik, jadi tidak memerlukan banyak hardware, sehingga bisa menekan biaya berlebih. Selain itu, LiteSpeed juga memiliki sistem keamanan yang baik serta komunitas yang cukup besar.

MICROSOFT-IIS

Seperti halnya namanya, Microsoft-IIS merupakan server yang digunakan untuk OS Windows. Biasanya, pengguna hanya menyebutnya IIS (Internet Information Server).

IIS mendukung oleh Bahasa .net, yang saat ini hanya bisa digunakan di IIS. Selain itu, IIS juga menggunakan teknologi Bandwidth Throttling yang bisa mencegah suatu aplikasi menggunakan bandwidth secara berlebihan. Dan juga, IIS bisa melakukan isolasi resource untuk aplikasi website yang dibuat, sehingga jika suatu aplikasi website emengalami masalah tidak akan merambah ke aplikasi website lainnya. Sayangnya, IIS hanya bisa dipakai untuk OS Windows saja.

NODE.JS

Node.js bukan lah sebuah web server seperti rekomendasi-rekomendasi sebelumnya. Node.js merupakan server-side Javascript yang sangat popular di dunia pemrograman.

Node.js bisa berjalan pada beberapa web server lain seperti NGINX dan Apache. Meskipun bukanlah web server, node.jd mempunyai modul web server. Sehingga, node.js bisa berjalan secara independent tanpa menggunakan web server. Hanya saja, Node.js ini hanya bisa dijadikan web server untuk node.js saja. Meskipun begitu, node.js bisa dijadikan opsi jika Anda telah menggunakannya untuk mengembangkan website maupun aplikasi.

Menentukan Web Server

Membangun website dan aplikasi merupakan hal penting yang harus dilakukan dengan banyak pertimbangan dan ketelitian tinggi agar bisnis berjalan lancar. Menentukan web server salah satu hal terpenting yang tidak boleh dilakukan sembarangan.

Karenanya mempunyai IT consultant yang siap membantu Anda dalam urusan IT akan sangat menguntungkan. Wowrack merupakan salah satu contoh perusahaan IT yang menyediakan layanan management atau managed service.

Dengan managed service Anda akan mendapatkan konsultasi secara professional dan personal sesuai kebutuhan Anda. Tidak hanya itu, Anda juga dapat mempercayakan management data dan keamanan data untuk cloud, hingga website dan aplikasi.

Hubungi sales@wowrack.co.id untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya.