Friday, December 31, 2021

Wowrack Indonesia – Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran, Resmi Kerja Sama untuk Meningkatkan Kualitas Edukasi Teknologi Indonesia

 

Surabaya – Wowrack Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN Veteran) dalam bidang edukasi. Wowrack Indonesia sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan IT terbaik di Indonesia siap mendukung pembelajar mahasiswa teknik informasi UPN.

Kerjasama ini diresmikan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Wowrack Indonesia dan UPN Veteran yang dibuat pada 11 November 2021. Perjanjian yang ditandatangani oleh Marina Berlian Sarah Djami selaku Employee Engagement & Culture Specialist mewakili PT. Wowrack Indonesia dan Dr. Ir. Ni Ketut Sari MT selaku Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPN Veteran, diresmikan pada pertemuan kedua belah pihak pada 13 Desember 2022.

Dalam acara peresmian tersebut, UPN Veteran ingin mengembangkan kajian dan praktik IT yang ingin diwujudkan dalam edukasi teknologi melalui pengembangan IoT dan Cloud, serta pengembangan edukasi untuk kesiapan mahasiswa dalam menghadapi lingkup edukasi praktik lebih baik. selain pembekalan teori, harapannya dengan model pembelajaran ini dapat memicu pembentukan calon-calon startup yang akan berkembang di lingkungan kampus UPN.

Dalam tahap penjajakan, Wowrack melakukan sharing tentang bagaimana perkembangan teknologi di bidang industry Cloud Computing yang kini sedang marak dan apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh UPN dari sisi Infrastructure as a Service. Respon positif berlanjut dengan baik karena banyak hal yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan lab untuk mahasiswa maupun dosen pada Fakultas Ilmu Komputer.

Dengan IaaS dan Cloud Computing Cloud Raya, Wowrack mengajikan betapa mudah dan cepat, serta efisien dari sisi konsumsi resource. Perkembangan dipandang Wowrack akan sangat cocok dengan kebutuhan edukasi maupun proyek-proyek IT yang harus dimulai dari suatu hal yang simple, karena simplicity IT dapat membawa kemudahan pada berbagai sektor terapan.

Dalam kerja sama ini, Wowrack Indonesia merencanakan untuk melakukan pemberian fasilitas berupa knowledge sharing pada Mahasiswa Fakultas Teknik Informasi UPN Veteran berupa kuliah umum, workshop, maupun training. Selain itu, Mahasiswa Fakultas Teknik Informasi UPN Veteran juga berkesempatan untuk menjalankan praktik kerja atau magang pada PT. Wowrack Indonesia.

Kerja sama ini searah dengan pandangan Wowrack Indonesia untuk edukasi yaitu, selalu memberikan inovasi dalam hal pelayanan dan infrastruktur bagi pelanggan maupun masyarakat umum demi mendukung perkembangan pengetahuan teknologi dalam negeri.

Thursday, December 23, 2021

Waspadai 10 Ancaman Keamanan Data dan cara Mengatasinya

10 Ancaman Keamanan Data

10 Ancaman Keamanan Data

Ancaman keamanan data selalu menjadi kekhawatiran utama bagi setiap orang yang memanfaatkan teknologi digital terutama pemilik suatu bisnis.

Bagaimana tidak, seiring pesatnya perkembangan teknologi, tingkat ancaman keamanan data pun ikut meningkat. Di Indonesia sendiri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan telah terjadi sebanyak 888.711.736 serangan siber pada 2 kuartal awal tahun 2021.

Selain kurangnya teknologi keamanan, keberhasilan kasus kejahatan siber juga didukung oleh rendahnya kewaspadaan masyarakat dalam penggunaan internet. Tidak heran, terjadinya percepatan transformasi digital memaksa setiap orang untuk terjun pada dunia digital agar dapat bertahan.

Terlebih untuk pemilik usaha yang baru memutuskan untuk go digital dan meninggalkan sistem bisnis konvensional. Mereka cenderung memiliki kewaspadaan yang rendah terhadap ancaman keamanan data yang mungkin terjadi.

Jika Anda salah satu di antaranya, Anda wajib mengetahui ancaman keamanan data apa saja yang ada dan bagaimana cara mengatasinya.

10 Ancaman Keamanan Data dan Solusinya

Virus

Virus merupakan ancaman keamanan data yang paling banyak diketahui oleh banyak orang. Tapi apakah Anda betul memahami apa itu virus dan cara kerjanya?

Virus atau yang biasa orang sebut dengan virus komputer merupakan salah satu jenis malware, yaitu perangkat lunak yang dirancang untuk merusak sistem dan jaringan atau mencuri data suatu perangkat yang terinfeksi.

Virus komputer sendiri adalah sebuah kode berbahaya yang bisa mereplikasi diri sendiri ke program atau perangkat lain. Seperti halnya virus pada manusia, virus komputer memerlukan inang berupa program atau perangkat untuk menempel.

Biasanya ketika virus berhasil mereplikasi diri ke program baru dia bersifat tidak aktif, karena itu banyak pengguna yang tidak menyadari bahwa program atau perangkat mereka terinfeksi. Meskipun tidak aktif, virus tetap bisa terus mereplikasikan diri dan menyebar ke program lainnya.

Virus akan aktif ketika pengguna menginstall atau mengaktifkan program yang terinfeksi. Ketika virus telah aktif, pemilik virus dapat mengambil alih kontrol komputer dan melakukan pencurian atau perusakan data.

Cara Menghindari infeksi Virus

Menginstall antivirus dan anti-malware merupakan cara yang paling efektif saat ini untuk menghindari serangan virus. Pastikan bahwa antivirus dan anti-malware yang Anda install memiliki lisensi resmi dan selalu terupdate. Antivirus dan anti-malware yang out-of-date tidak bisa bekerja maksimal dan berisiko menjadi inang yang aman bagi virus komputer.

Selai itu, pastikan setiap orang yang menggunakan sistem atau infrastruktur Anda memahami cara kerja virus dan apa saja yang bisa menyebabkan virus masuk ke sistem. Setiap orang wajib tahu kegiatan seperti asal klik pada link tidak dikenal atau pada iklan di internet dapat menjadi pintu masuk virus. Dengan begini, setiap orang akan lebih berhati-hati dan bisa bekerja sama untuk menciptakan infrastruktur yang aman.

Botnet

Botnet adalah sekumpulan perangkat yang terinfeksi virus di mana kontrol akan perangkat tersebut diambil alih oleh pemilik virus. Sebagai perumpamaan, perangkat yang menjadi botnet seperti halnya robot yang dikendalikan dari jarak jauh.

Jika perangkat Anda menjadi botnet, Anda tidak hanya akan kehilangan kendali atas perangkat yang mana bisa mengganggu proses bekerja, tapi perangkat Anda juga menjadi bagian dari kelompok yang melakukan tindakan ilegal dan menjadi ancaman keamanan data pengguna lain.

Adanya kegiatan-kegiatan ilegal yang biasa dilakukan oleh botnet adalah serangan DDoS (Distributed Denial of Service), email spam, dan lainnya.

Bagaimana Cara Menghindarkan Perangkat Menjadi Botnet?

Ada banyak cara yang bisa menjadi solusi kekhawatiran akan infeksi botnet ini, beberapa diantaranya adalah:

1. Memastikan OS perangkat dan setiap software yang terinstall di dalamnya selalu terupdate.

2. Mengimplementasikan anti-botnet tools untuk mendeteksi dan mem-block virus bot. Anti-botnet tools biasanya termasuk implementasi firewall dan antivirus. Dengan begitu Anda bisa mencegah virus bot masuk serta menghapus virus bot yang terlanjur berada pada sistem.

3. Secara aktif memonitor sistem jaringan. Dengan mencari dan mendeteksi kegiatan yang mencurigakan pada jaringa sistem infrastruktur perusahaan maka Anda bisa dengan cepat menemukan virus bot yang ada di dalam sistem dan segera mengatasinya.

4. Mengedukasi pengguna sistem agar lebih waspada saat berkegiatan di internet. Pastikan setiap pengguna memahami bahwa penting untuk tidak asal klik pada link atau lampiran email dengan source yang tidak terpercaya.

Serangan Drive-by Download

Apakah Anda pernah secara tidak sengaja mendownload file atau software ketika ingin mengakses suatu site? Begitulah bagaimana ancaman keamanan data yang berasal dari drive-by download bekerja. Anda dipaksa mendownload sesuatu ketika meng-klik link, iklan, atau lampiran email yang mana telah tersisipi oleh virus.

Secara singkat drive-by download adalah salah satu metode pelaku kejahatan siber untuk menginfeksi perangkat atau program. Pengguna tidak perlu menginstall atau membuka apa saja yang baru saja terdownload untuk mengaktifkan malware, karena mereka akan secara otomatis aktif menduplikasi diri dan menyebar.

Yang membahayakan dari drive-by download ini terkadang pengguna tidak menyadari telah tidak sengaja mendownload sesuatu. Dan oleh karenanya, mereka juga tidak sadar bahwa perangkat telah terinfeksi.

Cara Menghindari Serangan Drive-by Download

Dengan melihat bagaimana drive-by download bekerja, dapat disimpulkan bahwa cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan mengedukasi diri serta setiap orang yang mengakses sistem yang sama dengan tidak sembarangan mengakses situs website yang tidak dikenal atau mencurigakan. Namun, jika terlanjur terkena serangan ini, cara terbaiknya adalah dengan menginstall antivirus dan firewall untuk menghapus virus yang teranjur ada di dalam sistem perusahaan.

Phising

Phising adalah salah satu metode serangan siber yang membuat targetnya melakukan suatu aksi untuk mendapatkan data sensitive korbannya. Seperti namanya, cara kerja phising adalah dengan memancing korban untuk melakukan apa yang diinginkan pelaku seperti membagikan informasi penting, membagikan kontak, mendownload lampiran file yang berisi malware, atau membayarkan sejumlah uang.  

Biasanya pelaku phising menggunakan platform seperti email, SMS, atau aplikasi chat seperti whatsapp dan lainnya. berpura-pura sebagai orang yang kita kenal atau dari perusahaan tertentu yang menawarkan hadiah atau meminta bantuan. Namun tidak jarang juga yang seolah mengirim tagihan langganan suatu layanan dan lain-lain.

Dengan cara-cara yang terlihat normal seperti ini, banyak orang yang akhirnya terkena serangan phising. Mereka akan dengan sukarela meng-klik link yang diberikan pada email phising dan mengisikan data diri sensitif mereka sendiri. Di mana data yang telah tersubmit tersebut bisa digunakan untuk banyak hal termasuk untuk merugikan korbannya atau bahkan orang lain.

Cara Mengindari Phising

Meskipun sangat tricky, tapi cara untuk menghindari terkena serangan phising sangatlah simple. Cara yang paling efektif adalah dengan berhati-hati dalam membuka email, atau pesan dari platform manapun. Pastikan meneliti alamat atau nomor pengirim, domain website, serta lampiran file atau link. Jika lampiran file atau link sangat tidak relevan dan terlihat mencurigakan lebih baik tidak perlu dibuka maupun didownload.

Selain itu, hindari mendownload software atau aplikasi dari situs tidak resmi.

Serangan DDoS

Distributed Denial of Service atau DDoS merupakan sebuah serangan siber yang bertujuan untuk membuat suatu server ter-shut down. Pelaku DDoS mengirimkan request dan paket dalam jumlah sangat besar sehingga memberatkan beban kerja server korban dan memperlambat proses kerja, hingga memaksa server korban untuk menolak request dan paket asli dari user dan berakhir ter-shut down atau mati total.

Selain serangan malware atau virus, serangan DDoS ini juga terhitung yang paling sering terjadi pada suatu perusahaan. Sasaran DDoS sendiri diantaranya server, website, aplikasi, maupun webapp perusahaan.

Cara Menghindari DDoS

Adapun cara menghindari DDoS adalah dengan menyediakan kapasitas yang cukup besar untuk mengatasi lonjakan traffic yang tinggi sambil terus melakukan monitoring pada jaringan. Dengan begitu, jika terlihat ada aktivitas yang tidak biasa pada network akan segera ditemukan dan diatasi. Selain itu pastikan firewall Anda selalu dalam keadaan aktif dan ter-update.

Ransomware

Sama halnya dengan virus, ransomware adalah salah satu jenis malware yang bisa disematkan dalam lampiran email, aplikasi, external storage, dan file yang terdownload dari situs atau iklan tidak resmi.

Yang membuat ransomware berbahaya adalah cara kerjanya yang mensematkan kode enkripsi pada data yang tersimpan di perangkat korbannya. Kode enkripsi itu membuat pemilik data tidak dapat mengaksesnya. Agar dapat mengaksesnya kembali biasanya pelaku meminta uang tebusan yang tidak sedikit.

Cara Menghindari Serangan Ransomware

Beberapa solusi yang dapat diterapkan untuk menghindari serta menghadapi serangan ransomware adalah sebagai berikut:

1. Waspada terhadap lampiran, link, eksternal storage, dan situs yang tidak resmi.

2. menginstall dan terus mengupdate Firewall serta antivirus.

3. Pastikan telah membackup setiap data secara rutin agar jika ransomware berhasil masuk Anda hnaya perlu merestore tidak perlu membayarkan sejumlah uang pada pelaku.

4. Akan lebih aman jika perusahaan menyimpan data pada site dengan lokasi dan credensial yang berbeda untuk meningkatkan keamanan data.

Exploit Kits

Exploit kits adalah sebuah alat yang mempermudah seseorang tanpa kemampuan dan pengalaman dalam penulisan software untuk membuat dan mengkostumisasi malware yang mana nantinya akan di distribusikan. Exploit kits biasanya juga disebut dengan infection kit, crimeware kit, DIY attack kit atau malware toolkit.

Seperti jenis malware lainnya, malware yang dibuat dengan exploit kits bisa digunakan oleh pembuatnya untuk mencuri data, melakukan serangan DDoS, membuat botnet, dan berbagai tindakan ilegal lainnya. Cara infeksinya pun sama, yaitu dengan mensematkan malware pada lampiran email, link dan website yang tidak dikenal, data yang terdownload, maupun eksternal storage.

Cara Menangani Exploit Kits

Dikarenakan modus, dan cara kerja yang sama dengan malware lainnya, penanganan untuk ancaman keamanan data satu ini juga membutuhkan antivirus dan antimalware dengan versi terbaru. Melakukan monitoring network secara berkala juga perlu dilakukan untuk memaksimalkan keamanan. Serta karena beberapa exploit kits juga menggunakan metode phising, diharapkan utuk setiap pengguna tetap waspada terhadap site yang diakses maupun file yang didownload.

Serangan APT

Serangan Advance Persistence Threat atau yang disingkat menjadi APT adalah serangan cyber dengan target yang telah direncanakan sebelumnya alih-alih memilih korban dengan acak. Biasanya penyerang dengan khusus menargetkan enterprise atau organisasi besar seperti organisasi kepemerintahan dan lainnya.

Berbeda dengan malware pada umumnya yang sifatnya merusak, APT ditujukan untuk mencuri informasi dalam jangka waktu yang lama. Malware ini diprogram untuk sulit dideteksi guna mendapatkan informasi lebih banyak dalam waktu yang lama. Salah satu contoh dari APT ini adalah spyware seperti spyware unicorn yang sempat ramai diberitakan.

Bagaimana Cara Mengatasi Serangan APT?

Meskipun tidak bersifat merusak sistem, namun serangan APT ini tetap sangatlah berbahaya bagi targetnya. Bagaimana tidak, APT bisa saja mendapatkan semua informasi sensitif mengenai perusahaan maupun organisasi tersebut yang mana bisa digunakan untuk merugikan mereka dikemudian hari.

Cara yang bisa dilakukan untuk menghindari APT diantaranya:

1. Monitoring secara menyeluruh mulai dari infrastruktur hingga jaringan untuk mengidentifikasi keberadaan APT yang menyusup. Ciri-ciri keberadaan APT di dalam sistem dan jaringan adalah adanya aktivitas di database yang tidak biasa, seperti meningkatnya aktivitas operasi yang melibatkan database dengan jumlah besar, ditemukannya data, files, atau aktivitas user yang tidak biasa.

2. Menggunakan WebApp firewall untuk mendeteksi dan mencegah serangan malware yang berasal dari website aplikasi dengan mengawasi traffic HTTP.

3. Menggunakan layanan Security Operations Center atau SOC. Menggunakan SOC untuk sebuah malware bisa jadi terdengar berlebihan, namun untuk perusahaan dengan skala enterprise menjaga kerahasiaan informasi dan data menjadi hal wajib. Tim SOC tidak hanya akan membantu memonitor infrastruktur dan jaringan, tapi juga membantu dalam proses penyelesaian masalah keaman siber serta perencanaan penanggulngan vulnerability dan memperkuat keamanan infrastruktur perusahaan.

Malvertising

Malvertising adalah singkatan dari malware advertising. Pelaku Malvertising menginjeksikan kode berbahaya pada iklan atau halaman website resmi yang ada di internet. Biasanya kode tersebut akan mengarahkan pengguna ke halaman palsu yang terdapat malware di dalamnya.

Pengguna tidak perlu melakukan download atau klik apapun untuk terinfeksi, hanya dengan sampai pada halaman itu perangkat atau sistem pengguna sudah bisa terinfeksi.

Cara Menghindari Malvertising

Bagi pemilik website yang menerima advertisement akan lebih baik jika melakukan seleksi seperti memeriksa dokumen bisnis yang sah serta melakukan scan terhadap iklan untuk memeriksa apakah mengandung konten berbahaya.

Untuk pengguna internet, disarankan selalu berhati-hati saat klik suatu iklan dan memasang antivirus, antimalware, serta firewall untuk mencegah masuknya malware pada sistem.

Kesalahan Pengguna

Mempunyai serangkaian tools keamanan siber tentu sangat membantu untuk menghindarkan sistem dari ancaman keamanan data. Namun perlu diingat bahwa unsur human resource atau pengguna sistem juga berperan penting dalam keamanan data.

Banyak ditemukan organisasi atau perusahaan yang mengalami serangan siber akibat kelalaian pengguna sistem. Kurang memahami bagaimana cara menjaga keamanan lingkungan infrastruktur atau ketidak pedulian terhadap sekitar seringkali menjadi alasan utama.

Misalkan pengguna dengan sembarangan menyimpan password, atau sembarangan download dan mengakses website yang tidak aman. Tindakan seperti itulah yang memberikan kesempatan kepada penjahat siber.

Cara Mengatasinya

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko ancaman keamanan data akibat kesalahan pengguna, diantaranya;

1. Membatasi akses pada data-data tertertentu. Perusahaan harus menentukan limit akses pada data-data tertentu. Misalkan, hanya karyawan yang memiliki kepentingan yang bisa mengakses data customers.

2. Menetapkan SOP keamanan. Dengan adanya peraturan resmi yang secara tegas melarang tindakan membahayakan bagi keamanan sistem, karyawan dapat lebih berhati-hati dan tidak menyepelekan.

3. Memberikan edukasi secara berkala mengenai apa saja ancaman keamanan data dan cara menghindarinya.

4. Melengkapi tools keamanan seperti Firewall, antivirus, antimalware, dan sebagainya.

 

Dengan mengetahui 10 ancaman keamanan data di atas, Anda dapat lebih waspada terhadap strategi-strategi kejahatan siber yang mungkin selama ini tidak kita sadari. Meskipun banyak sekali ancaman keamanan data yang ada, Anda tidak perlu khawatir selama memiliki protokol keamanan siber.

Namun jika perusahaan Anda membutuhkan teknologi keamanan ekstra yang disupport oleh engineer professional, Anda bisa menghubungi tim kami kapanpun melalui sales@wowrack.co.id atau melalui fitur live chat pada website Wowrack Indonesia. 

Tuesday, December 21, 2021

Resmi Kerja Sama, Wowrack Indonesia Siap Bantu IDNIC-APJII Membangun Internet Dalam Negeri


Kerja Sama Wowrack dan IDNIC

Surabaya – Wowrack Indonesia, sebagai perusahaan penyedia solusi IT yang handal dan terpercaya, telah resmi menjadi partner teknologi IDNIC-APJII (Indonesia Network Information Center-Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) untuk mengembangkan layanan jaringan di Indonesia.

Kerja sama resmi pada 30 November 2021 dengan adanya penandatangan perjanjian kerjasama yang ditanda tangani oleh Rudy Setiawan (CEO Wowrack Indonesia) dan Muhammad Arif Angga selaku Ketua Umum APJII, serta Adi Kusuma sebagai Ketua dan juga Agus Apriyanto sebagai Pengurus Unit Infrastruktur dan Pengembangan unit APJII-IDNIC.

Melalui Cloud Raya, salah satu brand di bawah naungan PT. Wowrack Indonesia yang menyediakan layanan infrastruktur Cloud, IDNIC-APJII mendapatkan dukungan penuh akan kebutuhan teknologi khususnya untuk Cloud serta infrastrukturnya.

Menurut Rudy Setiawan, kerja sama ini merupakan langkah yang baik untuk mewujudkan visi misi Wowrack Indonesia dan IDNIC-APJII, yaitu untuk berkontribusi dalam memajukan teknologi dan internet dalam Negeri. Dimulai dengan meningkatkan layanan internet bagi masyarakat indonesia, sehingga setiap orang mendapat kesempatan yang sama memanfaatkan teknologi khususnya Cloud untuk mengembangkan bisnisnya.

“Baik Wowrack Indonesia maupun IDNIC-APJII mempunyai visi misi yang sama, yaitu berkontribusi dalam membangun Indonesia, terutama dalam bidang teknologi termasuk internet itu sendiri. Harapan kedepannya semua orang punya akses internet yang lebih lancar lagi, setiap orang bisa memanfaatkan cloud untuk berbisnis”, Ungkap Rudy Setiawan.

Rudy Setiawan menambahkan, jika peningkatan layanan internet dan cloud terus dilakukan, maka bukan tidak mungkin Indonesia mendapat sorotan dunia akan peningkatan pesat teknologinya

 

Tentang Wowrack Indonesia

Wowrack Indonesia merupakan perusahaan penyedia solusi IT yang telah membantu banyak customersnya selama 11 tahun. Wowrack Indonesia mensupport customersnya melalui layanan seperti Cloud, Manajemen Infrastruktur, Data Center, Backup, Disaster Recovery, hingga Koneksi Internet.

Wowrack pertama kali didirikan di Seattle pada 2001 dengan layanan dedicated server dan shared hosting sebagai servisnya. Pada tahun 2010 Wowrack melakukan ekspansi ke Indonesia dengan mendirikan Data Center. 

Sekarang, Wowrack Indonesia telah dipercaya lebih dari 1000 customers untuk memenuhi kebutuhan IT mereka. Wowrack Indonesia memberikan fasilitas customersnya berupa 3 lokasi regional and 15 data center tersebar di seluruh dunia. Dengan kepercayaan yang diberikan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi setiap customer.

Tuesday, November 30, 2021

Sepintas Mirip, Ini Dia Perbedaan Mirroring dan Replikasi Database


Mirroring dan replikasi database merupakan suatu proses penggandaan yang kerap dilakukan pada DBMS (Database Management System). DBMS sendiri adalah sebuah sistem yang ditujukan untuk mengelola database. Tidak hanya mengolah, solusi keamanan data dari ancaman eksternal maupun internal seperti backup dan disaster recovery juga termasuk di dalamnya.

Dalam proses backup ataupun pembuatan disaster recovery center, Mirroring dan replikasi merupakan dua metode yang sangat umum digunakan. Meskipun sama-sama proses menggandakan data, namun mirroring dan replikasi data merupakan dua metode yang berbeda.

Secara garis besar, perbedaan mirroring dan replikasi data terletak pada apa yang diduplikat, bagaimana, dan kemana hasil duplikat tersebut di simpan.

Untuk lebih jelasnya, ada baiknya untuk menyimak penjelasan mengenai mirroring dan replikasi database pada artikel ini.

Definisi Mirroring Database

Mirroring adalah suatu proses menggandakan data yang dilakukan dalam sekali waktu. Setiap data yang ada dalam database perusahaan digandakan secara identik dengan data aslinya. Biasanya, hasil dari data mirroring di simpan pada lokasi server yang sama maupun berbeda menjadikannya database baru dengan konten data yang sama. Lokasi di mana data hasil mirroring disimpan disebut dengan istilah mirror server.

Tujuan dilakukannya Mirroring data diantaranya adalah untuk meningkatkan High Availability (HA) pada infrastruktur perusahaan. Dengan begitu infrastruktur perusahaan akan mempunyai kesempatan lebih tinggi untuk menghindari kerugian akibat server down, atau kegagalan sistem, bahkan dari serangan siber.

Jika terjadi masalah pada database utama, maka perusahaan dapat melakukan failover secara otomatis ataupun manual pada mirror server. Meskipun dianggap membutuhkan biaya yang besar, mirroring database menawarkan keuntungan-keuntungan yang mampu menghindarkan perusahaan dari kerugian yang bernilai lebih besar. Keuntungan mirroring database diantaranya:

Solusi Remediasi jika database utama mengalami kegagalan. Perusahaan dapat dengan segera memulihkan fungsi database dengan melakukan failover ke mirror server.

Meminimalisir Downtime. Melakukan failover pada mirror server memerlukan waktu yang relative lebih cepat daripada restore data dari backup. Artinya, perusahaan tidak perlu mengalami downtime lama yang merugikan.

Skalabilitas. Menggunakan teknologi cloud, mirroring data akan selalu dapat memenuhi kebutuhan storage perusahaan tanpa membutuhkan hardware ataupun ruang tambahan.

Mirroring data cocok digunakan untuk perusahaan yang dituntut untuk bisa diakses selama 24 jam, seperti pada industry perbankan dan badan kepemerintahan.

Definisi Replikasi Database

Replikasi database ialah suatu proses penduplikasian infrastruktur database beserta semua data yang ada di dalamnya secara menyeluruh. Proses replikasi biasanya dilakukan secara berkala pada satuan waktu tertentu (e.g. setiap 15 menit, 30 menit, 1 jam, dst.). Proses penggandaan dilakukan secara identik dan satu arah, dari primary site (database utama) ke secondary site (database kedua).

Jika Mirroring data bisa disimpan dalam lokasi yang sama, replikasi data di simpan pada lokasi dan server yang berbeda. Tidak jarang replikasi yang tersimpan pada secondary site yang lokasinya jauh dari primary site seperti luar kota, bahkan di negara yang berbeda.

Hal ini berhubungan dengan tujuan dilakukannya replikasi, salah satunya yaitu untuk Disaster Recovery Plan. Jika suatu bencana terjadi pada site utama, secondary site yang berlokasi jauh dari site utama tidak akan terkena dampak yang sama. Perusahaan dapat langsung melakukan failover pada secondary site, dengan begitu perusahaan tidak perlu mengalami kerugian yang diakibatkan oleh downtime, kegagalan sistem, hingga serangan siber.

Keuntungan yang bisa didapatkan dari replikasi database adalah:

Meningkatkan Ketersediaan Data. Sama halnya dengan mirroring database, replikasi data juga bisa memberikan High Availability bagi sebuah perusahaan. Kapanpun primary site mengalami masalah, data beserta infrastruktur database bisa langsung diakses kembali dengan melakukan failover pada secondary site.

Mempercepat Akses Data. Bagi perusahaan dengan banyak cabang terutama perusahaan multinasional, pengguna kemungkinan mengalami latency saat mencoba mengakses data lintas negara. Dengan mereplikasi data dan meletakannya pada server model centralized namun tetap menggunakan shortest path (dalam negeri) maka dapat mempercepat proses akses data.

Disaster Recovery Plan (DRP). Replikasi biasa digunakan pada solusi Disaster Recovery sebagai salah satu bentuk Business Continuitiy Plan (BCP). Dengan adanya DRP, perusahaan bisa berfokus pada perkembangan perusahaan alih-alih pada keamanan data.


Baik proses mirroring ataupun replikasi dapat dilakukan secara mandiri maupun menggunakan bantuan perusahaan penyedia layanan seperti DRC ataupun BCP. Tentunya, jika menggunakan layanan pihak ketiga, perusahaan bisa dengan mudah merasakan kelebihan yang ditawarkan dua metode penggandaan tersebut.

Jika Anda membutuhkan perencanaan keberlangsungan bisnis berupa disaster recovery, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui live chat atau menghubungi sales@wowrack.co.id.

Friday, November 26, 2021

Tren Hybrid Working: Sudah Siap kah Anda? – Tips Hybrid Working yang Aman

Sistem kerja hybrid atau hybrid working semakin banyak digaungkan di antara perusahaan-perusahaan. Hybrid working dirasa menjadi solusi terbaik saat ini, setelah hampir 2 tahun diterapkannya Work-From-Home (WFH).

WFH menjadi solusi paling banyak digunakan saat pandemi terjadi, namun setelah pandemi hampir usai di mana roda perekonomian mulai aktif berputar, dibutuhkan sistem kerja yang lebih dinamis dan efektif seperti Hybrid working ini.

Hybrid working sendiri adalah sistem kerja gabungan antara Work-From-Office atau WFO dan juga WFH. Meskipun kebijakan masing-masing perusahaan berbeda namun umumnya perusahaan menjadwalkan waktu kapan karyawan bekerja dari rumah, dan kapan harus WFO.

Beberapa perusahaan menerapkan hybrid working untuk meningkatkan produktivitas pekerja. Namun, beberapa perusahaan menggunakan sistem ini sebagai media transisi sebelum kembali diterapkannya WFO.

Dengan diterapkannya hybrid working, pekerja tidak hanya harus beradaptasi kepada gaya kerja baru, tapi juga harus beradaptasi pada cara kerja yang aman dari ancaman kejahatan siber.

Tips Hybrid Working yang Aman

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pada 2020 hingga 2021 serangan siber meningkat dengan sangat pesat. Sasaran serangan siber pun semakin meluas dan acak, mulai dari perusahaan besar hingga bisnis kecil.

Di Indonesia sendiri, tidak sedikit perusahaan yang menjadi korban data breach. Mulai dari enterprise higga UMKM, bahkan organisasi kepemerintahan telah menjadi korbannya.

Untuk mencegah terjadinya serangan yang tidak diinginkan pada perusahaan adalah dengan menerapkan perlindungan yang kuat, proaktif, dan cocok dengan sistem kerja yang digunakan,

Berikut 4 tips yang bisa diterapkan untuk sistem kerja hybrid:

Menerapkan Monitoring, Antivirus, dan Firewall

Firewall dan Antivirus merupakan cara terbaik untuk mencegah masuknya ancaman keamanan pada infrstruktur perusahaan. Keduanya merupakan sistem keamanan dasar yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan terutama yang menerapkan remote working.

Namun, untuk menggunakan Firewalls dan Antivirus user harus selalu memperhatikan update setiap tools. Tools yang out-dated atau expired akan membuat infrastruktur perusahaan menjadi lebih vulnerable atau rentan. Virus, ransomware, dan serangan lain akan dengan mudah masuk dan membahayakan data serta informasi berharga di dalam infrastruktur.

Untuk memaksimalkan kinerja Firewall dan Antivirus dipelukan adanya Monitoring. Monitoring membantu perusahaan menjaga kondisi setiap tools yang digunakan. Pegguna akan menerima pemberitahuan jika tools membutuhkan update dan ketika terdeteksi aktivitas mencurigakan disekitar infrastruktur perusahaan.

Monitoring berperan sebagai cara pencegahan dan planning yang efektif. Monitoring bisa berupa software maupun tim operasional seperti SOC (Security Operations Center) yang akan memberikan pengawasan dan perlindungan yang lebih handal.

Mengelola Perangkat dan Password

Saat dilaksanakannya sistem kerja hybrid, semua pekerja akan bertanggung jawab atas keamanan device atau perangkatnya sendiri. Jika satu perangkat mempunyai sistem keamanan yang lemah maka dapat mempengaruhi keamanan infrastruktur secara menyeluruh.

Selain menggunakan Antivirus dan Firewall, penting untuk selalu memperhatikan tingkat kekuatan password. Password merupakan inti dari sebuah keamanan, pertahanan yang dibangun akan sia-sia jika password mudah untuk didapatkan.

Karenanya selalu pastikan setiap password yang digunakan telah memenuhi standard keamanan. Menggunakan gabungan huruf besar dan kecil, angka, symbol, dan spasi dapat menjadi solusi yang baik. Selain itu, penting juga untuk mengganti password secara teratur untuk memaksimalkan keamanan.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah keamanan external device seperti flashdisk, atau hardisk. Kedua device tersebut berisiko tinggi membawa malware di dalamnya yang bisa menginfeksi infrastruktur Anda dengan cepat.

Menerapkan Zero-Trust

Maksud dari Zero-trust adalah dengan selalu mencurigai segala pihak yang terkait dalam lingkup keamanan infrastruktur, mulai dari partner, karyawan hingga customers. Dengan tidak mempercayai siapa dan apapun, perusahaan diharapkan menerapkan protokol keamanan yang lebih aman.

Menerapkan otentikasi pada setiap akses pada infrastruktur, device, software, dan lainnya merupakan salah satu contohnya. Dengan adanya proses otentikasi pada setiap device dan tools dapat mempersulit usaha penjahat siber untuk mengambil data di dalamnya.

Selain itu, perusahaan wajib melakukan efisiensi akses. Artinya, perusahaan harus selalu memutuskan siapa saja yang dapat megakses perangkat atau alat perusahaan, semakin sedikit yang memiliki akses maka risiko semakin kecil.

Tanggap Terhadap Ancaman

Jika berbicara mengenai keamanan sebuah infrastruktur, maka tidak hanya security tools yang berperan, tapi juga siapa saja yang menggunakan infrastruktur tersebut.

Banyak ditemukan kasus di mana sebuah perusahaan atau organisasi berhasil diretas akibat kelalaian atau ketidak tahuan pengguna terhadap ancaman yang ada. Jika pengguna tidak mengetahui cara aman mengoperasikan perangkat, maka security tools pun tidak bisa berbuat banyak.

Karenanya, sebuah perusahaan wajib untuk mensosialisasikan tata cara bagaimana mengoperasikan perangkat dengan aman. Dengan memberi tahu apa saja yang bisa membahayakan infrastruktur, macam-macam serangan, serta memberitahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan akan sangat membantu menurunkan risiko terjadinya serangan.

 

Dengan menerapkan ke empat cara di atas, diharapkan bisa membantu mengamankan infrastruktur perusahaan dari berbagai ancaman siber. Meskipun begitu, sistem keamanan yang lebih terstruktur dan terorganisasi tetap dibutuhkan untuk menjamin keamanan infrastruktur perusahaan.

Untuk solusi keamanan yang lebih terjamin berdasarkan goal perusahaan, silahkan menghubungi sales@wowrack.co.id atau bisa juga melalui live chat untuk konsultasi secara gratis.

Thursday, November 25, 2021

Apa beda Dropbox dengan Object Storage?

Perbedaan Dropbox dan Object Storage

Transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap kehidupan manusia terutama pada proses bekerja. Hampir semua hal terpengaruh digitalisasi mulai dari sistem kerja, cara memasarkan produk dan jasa, hingga cara menyimpan data.

Di masa lalu, data dicetak dan disimpan dalam bentuk kertas yang disimpan dalam brangkas besi dan lain sebagainya. Lalu teknologi mulai berkembang, pekerja tidak lagi harus menyetak data, dan langsung bisa menyimpannya dalam format komputer pada perangkat keras seperti flashdisk, SSD, dan lain sebagainya.

Penyimpanan yang sedemikian rupa dirasa efektif sampai disadari bahwa data akan terus tumbuh dan bertambah. Jika seperti itu, pemilik data harus banyak menyiapkan perangkat keras untuk memenuhi penyimpanan datanya. Dari situlah penyimpanan virtual berbasis cloud seperti Dropbox dan Object Storage muncul dan mulai ramai digunakan.

Sama-sama berbasis cloud, tapi apa bedanya dropbox dengan Oject Storage? Ada baiknya Anda simak perbedaan dropbox dan object storage mulai dari fungsi, biaya, dan fiturnya.

Perbedaan Dropbox dan Object Storage Menurut Fungsi dan Cara Kerjanya

Meskipun keduanya, Dropbox dan Object Storage sama-sama digunakan untuk menyimpan data, tetapi keduanya memiliki fungsi pembeda yang cukup signifikan.

Fungsi Dropbox

Dropbox merupakan platform penyimpanan data berbasis cloud yang mengijinkan penggunanya untuk menyimpan file seperti dokumen, video, foto, dan sebagai. Selain untuk menyimpan file, Dropbox juga bisa digunakan sebagai media bertukar data.

Setiap orang yang memiliki akses pada suatu folder atau file tertentu bisa mengaksesnya secara bersamaan. Bayangkan seperti sebuah brankas, setiap orang yang memiliki password bisa mengambil, mengganti, dan menyimpan benda lain di dalam brankas yang sama.

Karenanya, Dropbox kerap digunakan sebagai platform kolaborasi antar individu maupun perusahaan, di mana file yang telah di store di dalamnya bisa dibuka oleh pengguna yang berbeda selama pengguna memiliki akses. File tersimpan bisa dirubah secara bersama-sama untuk keperluan kerjasama dan lainnya.

Untuk menyimpan data pada Dropbox, pengguna hanya perlu membuat sebuah akun dropbox. Setelah itu pengguna hanya perlu memilih data atau file mana saja yang akan di simpan di dalamnya. Data dan file yang telah disimpan, bisa dirubah di dalam Dropbox secara online.

Fungsi Object Storage

Seperti Dropbox, Object Storage juga berfungsi untuk menyimpan file. Memanfaat internet sebagai media transfer data, Object Storage mengijinkan penggunanya untuk menyimpan data dalam jumlah besar dan merestorenya kapan saja.

Yang membedakan Object Storage dengan Dropbox, yang pertama pada file yang bisa disimpan di dalamnya. Object Storage bisa digunakan untuk menyimpan lebih banyak jenis file, mulai dari dokumen, file statis pemrograman, hingga aset website, aplikasi, dan email.

Yang, kedua Object Storage tidak diperuntukan sebagai alat kolaborasi. Artinya, file yang ada di dalamnya tidak bisa dirubah saat ada di dalam Object Storage. Object Storage memperlakukan setiap data didalamnya sebagai sebuah benda atau Object yang disimpan pada sebuah storage datar tanpa ada hierarki penyimpanan yang rumit.

Namun meskipun begitu, Object Storage memiliki kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas, dan lebih mudah untuk melakukan scale up kapan saja dibutuhkan. Karenanya, Object Storage sering dimanfaatkan untuk melakukan Backup Data.

Kelebihan Dropbox dan Object Storage

Memiliki fungsi yang berbeda, tentunya kedua storage ini punya kelebihannya sendiri. Berikut kelebihan masing-masing storage yang perlu diketahui untuk menentukan storage mana yang paling bisa memenuhi kebutuhan Anda atau bisnis Anda:

Dropbox

Dropbox memiliki beberapa kelebihan yang ditawarkan, diantaranya:

Memudahkan Proses Kerja Tim

Dropbox memungkinkan penggunanya untuk bekerja pada dokumen yang sama secara bersamaan. Dengan begitu proses diskusi maupun revisi bisa diselesaikan lebih cepat dan efisien.

Akses File Kapanpun

Karena file tersimpan pada server menggunakan internet sebagai sarana transfer data, sehingga file tersimpan bisa diakses kapanpun selama memiliki internet.

Harga Terjangkau

Dropbox menyediakan penggunaan gratis dengan maksimal penyimpanan file 2GB. Jika lebih dari itu, pengguna bisa menggunakan layanan dropbox berbayar dengan minimal kapasitas berlangganan 1TB.

Aman

Untuk mengakses file yang telah disimpan di dalam dropbox, pengguna perlu melakukan proses autentikasi seperti memasukan username dan password. Sehingga, pengguna tanpa wewenang tidak bisa megakses file secara sembarangan.

Object Storage

Meskipun belum banyak orang yang familiar, Object Storage memiliki banyak keuntungan yang wajib diketahui terutama untuk pebisnis yang memiliki data dalam jumlah banyak. Berikut keuntungan yang bisa ditawarkan Object Storage:

Kapasitas Tidak Terhingga

Object Storage menawarkan kapasitas penyimpanan yang sangat besar. Keuntungan ini bisa dimanfaatkan oleh pemilik bisnis ataupun developer menyimpan data dalam jumlah besar.

Kemudahan Penggunaan

Penyimpanan pada Object Storage cukup mudah. Tidak adanya sistem hirarki penyimpanan file dan memanfaatkan meta setiap data, memudahkan untuk proses pencarian data.

Aman

Sama seperti Dropbox, untuk mengakses Object Storage diperlukan proses autentifikasi. Yang mana, bisa menjauhkan file dari pencurian data.

Mengakomodasi kebutuhan Backup dan Disaster Recovery

Besarnya kapasitas penyimpanan yang ditawarkan, menjadikan Object Storage sebagai media Backup Data dan Disaster Recovery yang selalu bisa diandalkan mengikuti pertumbuhan data.

Skalabilitas dan Efisiensi Biaya

Biasanya penyedia layanan Object Storage menggunakan sistem pay-per-use, yang artinya yang dibayarkan pelangga sesuai dengan storage yang digunakan. Dengan begitu, pembiayaan jadi lebih efisien tanpa ada resource yang terbuang percuma dan memberikan skalabilitas yang lbih tinggi.

 

Setelah membaca perbadaan Dropbox dan Object Storage dari fungsi cara kerja serta kelebihan yang ditawarkannya. Semoga dengan ini, Anda bisa memutuskan platform penyimpanan mana yang paling cocok dengan kebutuhan Anda.

Untuk penilaian dan analisa lebih detail mengenai kebutuhan teknologi Anda, silahkan konsultasikan dengan Wowrack Indonesia melalui sales@wowrack.com atau melalui live chat secara gratis.

Tuesday, November 16, 2021

Data Masking Efektif untuk Keamanan Data? Cari Tahu Metode-Metodenya



Data masking merupakan salah satu metode yang digunakan untuk melindungi suatu data dengan cara menyamarkannya.

Sekarang ini ancaman cyber semakin meningkat dengan caranya yang semakin rumit. Mulai dari virus, Malware, Spyware dan lain sebagainya yang mengancam keamanan infrastruktur serta data sebuah perusahaan maupun organisasi.

Seperti yang kita tahu, data adalah aset berharga bagi setiap perusahaan dan organisasi. Hal ini dikarenakan data memuat informasi penting perusahaan seperti catatan finansial, data sensitif pelanggan, karyawan, hingga partner bisnis.

Karenanya kehilangan data bisa mengakibatkan kerugian besar secara finansial maupun non-finansial. Biasanya perusahaan harus menebus data yang telah diambil oleh penjahat siber dengan jumlah uang yang besar. Jika tidak, maka perusahaan tersebut tidak bisa mendapatkan datanya kembali.

Dan jika sebuah perusahaan kehilangan data, proses kerja perusahaan tentu akan sangat terhambat. Tidak hanya itu, perusahaan juga bisa merugi secara finansial dalam skala besar. 

Mengetahui bahwa data sangat penting dan banyak ancaman yang dapat membahayakannya, munculah banyak cara atau metode untuk melindungi data, salah satunya adalah data masking.

Apa itu Data Masking?

Data masking adalah proses memalsukan sebuah data berisikan informasi penting yang ditujukan untuk melindungi informasi sensitif data tersebut.

Data yang berisikan informasi asli di-copy dengan struktural yang sama persis namun dengan informasi yang berbeda atau palsu. Misalnya, sebuah rumah sakit memiliki data pasien yang berisikan informasi seperti nama, alamat, nomor ID, dan informasi lainnya yang ditulis secara berurutan. Saat dilakukan data masking, data pasien tersebut di-copy dalam format dan struktural yang sama, namun nama, alamat, dan nomor ID pasien dirubah menjadi informasi pasien fiktif yang tidak pernah ada.

Tujuan dilakukannya data masking adalah untuk memproteksi data dari penggunaan operasional perusahaan dengan tingkat keamanan yang minim. Biasanya perusahaan membutuhkan sebuah data dengan struktural dan format se-asli mungkin untuk melakukan kegiatan operasional seperti user-training, sales demo, ataupun uji coba software.

Mengekspose sebuah data penting client secara riil tentu akan menyalahi SOP keamanan sebuah perusahan. Data yang terekspose bisa dengan mudah dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Hal ini kedepannya bisa merusak citra atau nama baik perusahaan terutama pada sistem keamanannya.

Teknik Data Masking

Data masking kerap dilakukan dengan beberapa teknik, seperti enkripsi data, pengacakan data, penukaran data, nulling, variansi nilai, dan substitusi data.

Enkripsi Data

Enkripsi data atau data encryption merupakan metode yang umum dilakukan untuk melindungi suatu data. Hingga sekarang, metode ini dirasa masih sangat efektif untuk mempersulit penjahat siber melancarkan aksinya.

Enkripsi data sendiri adalah sebuah proses di mana informasi sebuah data dirubah menjadi kode-kode berdasarkan algoritma enkripsi. Hanya yang memiliki kunci enskripsi yang bisa membuka dan membaca informasi asli data tersebut.

Karena itu, metode ini cukup menyulitkan attacker untuk mendapatkan data penting suatu perusahaan.

Pengacakan Data

Teknik ini sangat mudah dilakukan, caranya hanya dengan mengacak informasi pada data duplikat berdasarkan informasi data yang asli. Contohnya, sebuah data klien telah dicopy dan memiliki nomor ID asli 401567, pada data duplikat nomor ID akan diacak menjadi 560147. Jumlah angka dan karakter akan sama seperti informasi data asli, hanya saja peletakan nomornya yang diacak. Kekurangan dari teknik ini adalah hanya bisa dilakukan pada tipe data tertentu, dan kurang aman jika dibandingkan dengan enkripsi data.

Substitusi Data

Substitusi data adalah teknik yang paling sering digunakan pada data masking untuk kepentingan seperti demo, training, dan keperluan operasional perusahaan lainnya, di mana perusahaan memerlukan replika data yang sama persis namun tetap harus melindungi informasi riil yang ada.

Substitusi data adalah teknik memalsukan informasi sebuah data yang dibuat serealistik mungkin namun palsu. Misalkan saja, sebuah profil pengguna aplikasi menampilkan nama, tanggal lahir, dan alamat, pada data palsu akan dipasang nama, tanggal lahir, dan alamat palsu yang tidak pernah ada. Pengambilan informasi bisa dilakukan secara acak dari luar database dan disusun se riil mungkin.

Penukaran Data

Hampir sama dengan pengacakan data, penukaran data di sini dibuat dengan memanfaatkan data yang sudah ada pada database. Jika pengacakan data dilakukan dengan mengacak angka berdasarkan satu data riil, pada penukaran data dilakukan dengan menukar dan memadu padankan informasi yang ada pada data base.

Contohnya, ketika ingin masking informasi seperti nama klien, sebuah perusahaan mengambil satu kata sebuah nama pada beberapa pasien dan menjadikannya satu nama lengkap yang utuh. Data tersebut berasal dari informasi asli, namun tetap palsu karena jika digabungkan, klien dengan nama seperti itu tidak pernah ada.

Variansi Nilai

Seperti halnya pengacakan data, Variansi nilai hanya bisa dilakukan pada beberapa informasi tertentu saja, misalnya pada data harga barang yang telah dipurchase seorang pelanggan. Teknik ini dilakukan dengan cara memalsukan jumlah nilai asli dengan cara menampilkan nilai tertinggi atau nilai terendah data asli.

Misalnya seorang pelanggan telah melakukan beberapa kali pembelian, nominal setiap pembelian akan dipalsukan berdasarkan range tertinggi atau terendah nilai barang yang telah dibeli tersebut.

Nulling

Data yang di-masking dengan teknik ini akan tampak seperti hilang atau “null” ketika ada orang tanpa authority yang ingin mengaksesnya. Dengan begitu informasi sensitif di dalamnya akan aman dari penyalah gunaan yang mungkin terjadi. Namun, dengan memakai teknik ini maka data yang telah di-masking tidak bisa dipakai untuk kegiatan operasional perusahaan yang telah disebutkan sebelumnya.

Keuntungan Melakukan Data Masking

Tujuan utama data masking adalah untuk melindungi data asli pelanggan agar tidak terekspose ke publik. Bagi sebuah perusahaan, data masking merupakan metode yang sangat penting untuk dilakukan untuk memperketat keamanan data. Untuk lebih jelasnya, data masking memberikan keuntungan-keuntungan seperti:

  • Data masking melindungi data dari beberapa risiko seperti hilangnya data, permasalahan akun, dan kelengahan sistem keamanan perusahaan. 
  • Menyulitkan penjahat siber untuk mendapatkan data riil yang diinginkannya. 
  • Memudahkan aktivitas operasional perusahaan seperti percobaan software, software demo, sales demo, training, dan sebagainya.
  • Bisa digunakan sebagai sanitasi data. Ketika sebuah data dihapus normalnya masih akan meninggalkan jejak pada storage, dengan sanitasi data maka data yang telah dihapus akan digantikan dengan data palsu atau masked data.

 

Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk melindungi data termasuk data masking ini. Untuk melindungi data penting perusahaan, ada baiknya berkonsultasi dengan ekspertis agar mendapatkan solusi terbaik sesuai dengan keadaan dan goal perusahaan.

Karena itu, jangan ragu untuk berkonsultasi secara gratis dengan ekspertis dari Wowrack Indonesia melalui sales@wowrack.com atau melalui live chat di website kami.