Friday, November 28, 2014

Apakah Hacker Bisa Mengintai dan Menjadikan Cloud Sasaran?


Img: Capgemini
Surabaya (Wowrack)  - Hai WowFriends, sudahkah anda mengerti fitur-fitur dan apa saja yang bisa dilakukan sebuah cloud computer? Seperti pada umumnya suatu komputer memiliki piranti keras dan piranti lunak. Kedua hal inilah yang akan kita utak-utik dalam membedah seberapa aman komputasi awan dibanding komputasi konvensional.

Secara hardware, tahukah anda bahwa komputasi awan dibangun dengan struktur jaringan dan infrastruktur dari penyedia cloud dengan sangat hati-hati dan dengan teknik-teknik khusus untuk dapat mengamankan data anda? Jawaban sebenarnya adalah Ya. Pada saat membuat server untuk komputasi awan, baik pemrogramanan dari developer, hingga testing wajarnya dilakukan layaknya pada produsen mobil yang juga memberikan banyak test untuk membuat produknya sesempurna dan sestandard mungkin. Sebuah server cloud pada awalnya akan dicek dan dipastikan bersih dari virus dan malware, dan tentunya jalur masuk untuk maintance juga teramankan dengan rapi.

Namun apakah hacker masih bisa mengintai dan menjadikannya sasaran? Tentu bisa, maka dari itu teknik memberikan firewall pada cloud sudah diterapkan dari penyedia cloud semenjak server itu aktif firewallnya pun aktif dalam melindunginya. Dalam sistem dan teknik penyedia, cloud computing pun dapat bisa diamankan dengan beberapa teknik, misalnya dengan memasang VPN untuk menjadi gateway koneksi dengan pengakses pribadi, kemudian disaring lagi dengan firewall dan disusul dengan penambahan teknik Virtualisasi agar aman baru setelahnya terletak Database. Topology semacam ini yang sekiranya akan mengamankan sistem cloud pada umumnya dan pada private cloud.

Tentunya hal ini tidaklah maksimum, masih ada berbagai cara mengamankan data dengan cloud karena cloud sangat flexible dalam penggunaan aplikasi-aplikasi hingga koneksi dengan piranti pengamanan tambahan layaknya server pribadi yang besar. Anda jago dalam enkripsi dan pembentukan firewall-firewall virtual? Cloud sangat mendukung anda untuk hal tersebut.Sebagai gambaran dasar, piranti keras cloud serverpun sering disebut dapat digunakan untuk DRC (Disaster Recovery Compliancy), pada para wirausahawan dan IT Professional pasti tidak asing dengan istilah ini, karena DRC ini berfungsi sekali pada bencana-bencana yang tidak terduga. Tujuannya adalah membackup dan menggunakan infrastruktur yang sengaja dicadangkan sehingga sewaktu-waktu ada musibah atau bencana sistem yang sudah dibentuk dan beroperasional dapat dipindahkan dalam waktu menit. Operasional perusahaan dan operasional website yang disambungkan ke server cloud tersebut dapat menggantikan sistem operasional yang terkena musibah.

Apakah DRC hanya bisa dilakukan apabila ada bencana? Pertanyaan yang sangat bagus, apabila anda membeli cloud pastikan bahwa anda seharusnya mendapat 2 node struktur dan 1 node untuk DRC anda. Sehingga cloud anda berjalan dengan maksimal apabila anda ingin fitur DRC.Nah, sekarang kita tahu, sistem cloud ini bisa mengamankan apa saja dan apa yang bisa kita lakukan pada sistem cloud kita untuk mengoptimalkannya. Semoga bermanfaat bagi cloud sistem anda sahabat! (Nehem/wwrk)

Author:

0 komentar: